Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH
(Studi Pada Perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Syariah dan Hukum
Untuk memenuhi Syarat-Syarat Mencapai Gelar
Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy)

Oleh:
TB. MUSTAFA KEMAL RIDHA
NIM : 106046101703

KONSENTRASI PERBANKAN SYARIAH
PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1432 H/2011

LEMBAR PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa :
1.

Skripsi ini merupakan hasil karya asli saya yang diajukan untuk memenuhi
salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Semua sumber yang saya gunakan dalam penulisan ini telah saya cantumkan
sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau
merupakan hasil jiplakan dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima
sanksi yang berlaku di Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta.

Jakarta, 20 September 2011

TB. Mustafa Kemal Ridha

ABSTRAK
TB. Mustafa Kemal Ridha (106046101703): “Pengaruh Kinerja Keuangan
Perusahaan terhadap Return Saham Syariah (Studi pada Perusahaan yang terdaftar di
Jakarta Islamic Index)”, Program Strata 1 (S1), Konsentrasi Perbankan Syariah,
Program Studi Muamalat, Fakultas Syariah Dan Hukum, Universitas Islam Negeri
(UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, 2011.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja keuangan perusahaan yang
diwakili oleh EPS, PER dan DER terhadap Return saham syariah baik secara
simultan maupun parsial. Serta seberapa besarkah EPS, PER dan DER menjelaskan
return saham syariah. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak sembilan
perusahaan yang terdaftar pada Jakarta Islamic Index (JII). Data

yang dipakai

merupakan data sekunder yang diperoleh dari Bursa Efek Indonesia.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dihitung dengan menggunakan
analisis statistik dengan metode analisis regresi berganda/majemuk, maka analisis
tersebut menyimpulkan bahwa earning per share, price earning ratio dan debt to
equity ratio secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang cukup signifikan
terhadap return saham syariah.

i

KATA PENGANTAR

Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillah bi ni’matillah rasa puji syukur penulis panjatkan ke hadirat
Allah SWT., karena atas ridha-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi
ini. Shalawat serta salam teriring semoga selalu tercurah kepada junjungan Rasul
akhir zaman Sayyidina Muhammad SAW, keluarga, sahabat serta para pengikutnya,
atas jasanya yang telah membawa umat manusia dari jalan kegelapan dan
mengantarkannya menuju masyarakat berperadaban.
Skripsi ini penulis beri judul “Pengaruh Kinerja Keuangan Perusahaan
Terhadap Return Saham Syariah” akhirnya dapat diselesaikan seperti yang
diharapkan penulis. Selama penyusunan skripsi ini ada banyak kesulitan dan
hambatan yang penulis hadapi, baik dalam pengumpulan data dan lain sebagainya.
Namun berkat kesungguhan hati dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga segala
kesulitan tersebut dapat diatasi. Kebahagian yang tak ternilai bagi penulis secara
pribadi adalah dapat menyelesaikan dan mempersembahkan yang terbaik kepada
kedua orang tua, seluruh keluarga dan pihak-pihak yang telah ikut andil dalam
mengsukseskan harapan penulis.
Munculnya berbagai hambatan dan kesulitan seakan terasa ringan berkat
bantuan dan dorongan berbagai pihak. Dengan penuh rasa hormat penulis

ii

menghaturkan ungkapan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Muhammad Amin Suma, SH., MA., MM., selaku Dekan
Fakultas Syari’ah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif
Hidayatullah Jakarta.
2. Ibu Dr. Euis Amalia, M.Ag, selaku Ketua Program Studi Muamalat (Ekonomi
Islam) dan Bapak Mu’min Rauf, M.Ag selaku Sekretaris Program Studi
Muamalat (Ekonomi Islam) terima kasih atas waktu dan saran yang diberikan
sehingga penulisan skripsi ini selesai.
3. Bapak Dr. Zainul Arifin Yusuf, M.Pd. selaku dosen pembimbing skripsi yang
dengan penuh kesabaran membimbing, memberikan banyak arahan, masukan dan
saran serta telah banyak meluangkan waktu, tenaga, pikiran dan penilaian
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
4. Segenap para Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah dan Hukum Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, khususnya dosen prodi Muamalat yang
telah berbagi

ilmu, pengetahuan, pemikiran dan

gagasan

kepada

penulis

selama berada di bangku kuliah.
5. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Fakultas Syariah dan
Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta atas pelayanannya
yang sangat membantu penulis dalam memperoleh buku-buku referensi dalam
penyusunan karya ilmiah ini.

iii

6. Untuk kedua orang tuaku tercinta, Ayahanda tersayang Drs. H. TB. Mu’min dan
ibunda tercinta Zaenah yang selalu membimbingku dengan segala cinta, kasih
sayang, serta doa di setiap penghujung sholatnya yang tak kan lekang oleh waktu.
Dan memberikan semangat dalam menuntut ilmu baik secara moril maupun
materil. Dan adik ku tersayang, Muslihat Isna Y.R & TB. Mustaqim Dikhan F
yang selalu memberikan keceriaan canda dan tawa. Serta AfifatuzZahroh yang
telah berbagi cerita, canda, tawa dan air mata bersama penulis semoga ALLAH
swt selalu menyertai kita hingga akhir. Amiiiiiiiin !!!!!!!
7. Sahabat-sahabat ku di sanggar MBBC, dan teman – teman BPAP tujuan Sul-Sel
semoga tali silaturrahmi ini tetap terjaga sampai kapan pun.
8. Teman-teman seperjuangan di DQ 05, miftahul ilmi n klwrga, Abdi. M,
Muammar, dan Rahmat Fauzi (yang selalu memberi masukan dan motivasi buat
penulis), dan M. Chaidir (yang selalu membantu penulis dalam mengolah dan
mendapatkan data). Semoga persahabatan kita terus terjalin hingga akhir. Mudahmudahan Allah SWT selalu memberikan kemudahan dan perlindungan oleh-Nya.
Amin.
9. Para sahabat-sahabat ku seperjuangan PS D 06, yang selalu memberikan
keceriaan selama kuliah dan yang tak pernah terlupakan saat-saat kita backpacker
n puncak gila, ada bunda vivin bersama abang rafiki, wanceng, pupunk, tongkel
alias boy, ada juga trio (uphe, kibil & kiut), ocke, muhtadi aja, riyan alias Oi,
syawal, Vikroy, Ly, Atin, Riri, Sanchai . Semoga persahabatan ini akan tetap
terjaga seutuhnya. Lup u all.

iv

10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu untuk segala
kontribusinya, baik secara langsung maupun tidak langsung hingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.

Semoga Allah SWT membalas segala kebaikan Bapak, Ibu, dan saudara
semua dengan pahala yang berlipat ganda.
Jazaa kumullah Khairan Katsiraa.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 22 September 2011

Penulis

v

DAFTAR ISI

ABSTRAK .............................................................................................

i

KATA PENGANTAR ...........................................................................

ii

DAFTAR ISI ..........................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..................................................................................

viii

DAFTAR GAMBAR .............................................................................

ix

BAB I

BAB II

: PENDAHULUAN
A. Latar belakang masalah .............................................

1

B. Pembatasan dan Perumusan masalah ........................

5

C. Tujuan Penelitian ......................................................

6

D. Manfaat Penelitian ....................................................

7

E. Studi Review Terdahulu ...........................................

7

F. Sistematika Penelitian ..............................................

10

: LANDASAN TEORI
A. Kinerja Keuangan ....................................................

12

1. Pengertian Kinerja Keuangan .............................

12

2. Pengukuran Kinerja Keuangan ...........................

13

3. Analisis Rasio Keuangan ....................................

14

B. Pasar Modal Syariah ................................................

21

1. Pengertian Pasar Modal Syariah ........................

21

2. Fungsi Pasar Modal Syariah ..............................

22

3. Instrumen Pasar Modal Syariah .........................

23

C. Return Saham ..........................................................

24

1. Saham ................................................................

24

2. Return Saham ....................................................

26

vi

BAB III

BAB IV

BAB V

: METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian ......................................

28

B. Metode Pengumpulan Sampel ................................

28

C. Metode Pengumpulan Data ....................................

29

D. Hipotesis .................................................................

29

E. Metode Analisis .....................................................

31

1. Uji Asumsi Klasik ............................................

31

2. Uji Statistik ......................................................

34

F. Operasional Variabel Penelitian ............................

37

: ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Bursa Efek Indonesia .............

40

1. Sejarah Bursa Efek Indonesia ........................

40

2. Visi dan Misi Bursa Efek Indonesia ..............

44

B. Gambaran Umum Jakarta Islamic Index .............

45

C. Hasil dan Pembahasan .........................................

47

1. Analisis Deskriptif ..........................................

47

2. Uji Asumsi Klasik ...........................................

64

3. Uji Statistik .....................................................

71

: PENUTUP
A. Kesimpulan ............................................................

80

B. Saran ......................................................................

80

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................

82

LAMPIRAN

vii

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1

Sejarah Perkembangan Bursa Efek Indonesia...........

41

Tabel 4.2

Data EPS JII Tahun 2006-2010.................................

48

Tabel 4.3

Data PER JII Tahun 2006-2010.................................

52

Tabel 4.4

Data DER JII Tahun 2006-2010................................

56

Tabel 4.5

Data Return JII Tahun 2006-2010.............................

60

Tabel 4.6

Hasil Uji Multikolinieritas.........................................

66

Tabel 4.7

Nilai Durbin Watson..................................................

69

Tabel 4.8

Tabel Coefficients.....................................................

70

Tabel 4.9

Tabel Anova..............................................................

73

Tabel 4.10

Model Regresi Linier Berganda...............................

75

Tabel 4.11

Nilai Koefisien Determinasi......................................

76

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1

Grafik Perkembangan Rata-rata EPS JII Tahun 2006 –2010........51

Gambar 4.2

Grafik Perkembangan Rata-rata PER JII Tahun 2006 –2010........54

Gambar 4.3

Grafik Perkembangan Rata-rata DER JII Tahun 2006 –2010.......58

Gambar 4.4

Grafik Perkembangan Rata-rata Return JII Tahun 2006 –2010.....62

Gambar 4.5

Output Normal P-P Plot Heterokedastisitas...................................64

Gambar 4.6

Gambar Scatterplot hasil SPSS statistik 18...................................67

ix

BAB I
PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Masalah
Pasar modal merupakan lembaga yang saat ini semakin berkembang
pesat dan sangat diminati oleh para investor. Selain itu juga merupakan salah
satu alternatif investasi bagi investor untuk menanamkan modalnya dengan
tujuan untuk mencari keuntungan dalam jangka pendek maupun jangka
panjang, sedangkan bagi pihak perusahaan yang melakukan penjualan saham
dipasar modal akan memperoleh keuntungan dalam bentuk likuiditas
perusahaan yang tinggi, publisitas, prestise, dan keuntungan bagi pemegang
saham. Selain itu juga, pasar modal merupakan salah satu sumber pendanaan
bagi pembiayaan pembangunan disamping lembaga pembiayaan lain.
Peranannya sangat penting dalam menjembatani hubungan antara penyedia
dana dan investor dan pengguna dana emiten atau perusahaan go public.
Instrumen yang paling sering diperjualbelikan di pasar modal Indonesia adalah
saham dan obligasi. Sebelum menginvestasikan dananya investor melakukan
analisis terhadap perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Investor juga
berkepentingan atas informasi yang berhubungan dengan kondisi atau kinerja
perusahaan sebagai pedoman untuk melakukan invetasi, agar dananya yang
diinvestasikan tersebut mampu menghasilkan nilai tambah dimasa yang akan
datang dalam bentuk deviden atau capital gain.

1

2

Seiring dengan perkembangan zaman, konsep ekonomi syariah di
Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Sekarang bukan
hanya perbankan yang telah memakai konsep ekonomi syariah, tetapi pasar
modal sebagai salah satu instrumentasi sistem keuangan juga telah menerapkan
konsep ekonomi syariah yang menggunakan prinsip, prosedur, asumsi,
instrumentasi, dan aplikasi yang bersumber dari nilai-nilai epistimologi Islam.
Peluncuran pasar modal syariah pada tanggal 14 Maret 2003 menjadi
sangat penting, karena banyak ketentuan baru yang dikeluarkan Bapepam.
Sekurang-kurangnya, menurut anggota DSN Adiwarman Karim, ada lima
ketentuan baru yang akan mengatur perjalanan pasar modal syariah. Salah satu
diantaranya adalah ketentuan mengenai indeks syariah yang akan menjadi
pedoman penyusunan emiten-emiten yang layak masuk syariah. Di luar negeri,
kata Adi, ada beberapa lembaga yang menyusun indeks emiten yang masuk
dalam katagori syariah. Misalnya, Rasyid Husain dan Dow Jones Islamic
Market Index. ”Dengan adanya aturan tentang indeks syariah, kita harapkan
meski ada beberapa lembaga yang berbeda yang mengeluarkan indeks, mereka
merujuk pada pedoman yang sama dalam penyusunan indeks itu,” papar Adi.1
Prinsip instrumen pasar modal syariah berbeda dengan pasar modal
konvensional. Sejumlah instrumen syariah di pasar modal sudah diperkenalkan
kepada masyarakat, misalnya saham yang berprinsipkan syariah dimana kriteria

1

h.268

M. Luthfi Hamidi, Jejak-jejak Ekonomi Syariah (Jakarta: Senayan Abadi Publishing, 2003),

3

saham syariah adalah saham yang dikeluarkan perusahaan yang melakukan
usaha yang sesuai dengan syariah.2
Sama halnya dengan pasar modal konvensional, pasar modal syariah
juga memperdagangkan beberapa jenis sekuritas yang mempunyai tingkat
resiko yang berbeda. Saham syariah adalah salah satu sekuritas yang
mempunyai tingkat resiko yang tinggi. Resiko tinggi tercermin dari ketidak
pastian return yang akan diterima oleh investor dimasa yang akan datang. Hal
ini sejalan dengan definisi investasi menurut Adiwarman. A. Karim dalam
(Ekonomi Makro Islam, 2007) bahwa investasi merupakan sebuah bisnis yang
tidak dapat di prediksi dan beresiko.
Salah satu bentuk upaya seorang investor membutuhkan kejelian dalam
menilai sebuah perusahaan yang akan didanainya. Acuan pertama yang harus
dilihat dan dianalisis oleh seorang investor ialah laporan keuangan perusahaan
tersebut. Return on equity merupakan salah satu rasio keuangan yang digunakan
untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memperoleh keuntungan
(laba). Selain mengukur sejauh mana kemampuan sebuah perusahaan dapat
memperoleh keuntungan, seorang investor juga harus menganalisis rasio hutang
terhadap ekuitas (DER) dalam perusahaan tersebut. Rasio ini menunjukkan
resiko yang sedang dihadapi oleh sebuah perusahaan yang berkaitan dengan
hutang yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Hal-hal tersebut diatas dapat

2

h.184.

Heri Sudarsono, Bank dan Lembaga Keuangan Syariah (Yogyakarta: EKONISIA, 2007),

4

menjadi sebuah sebuah acuan bagi para investor dalam mengambil keputusan
berinvestasi terhadap saham-saham yang ditawarkan.
Penilaian saham yang dilakukan secara akurat diharapkan dapat
meminimalkan resiko sekaligus membantu investor mendapatkan keuntungan
yang wajar. Dari definisi Adiwarman. A. Karim tentang investasi, setidaknya
ada dua hal yang perlu diperhatikan oleh investor yaitu keuntungan yang
diharapkan dan resiko yang mungkin terjadi.
Pasar modal merupakan suatu wahana yang mempertemukan pihak
yang membutuhkan dana dengan pihak yang menyediakan dana sesuai dengan
aturan yang ditetapkan oleh lembaga dan profesi yang berkaitan dengan efek.
Tujuan investor melakukan investasi saham adalah pertama, keuntungan yang
diperoleh dari selisih pergerakan harga saham pada saat membeli dan pada saat
menjual (capital gains), kedua keuntungan yang didapat oleh investor diperoleh
dari pembagian dividen. Dalam hal ini, pemegang saham selalu berharap untuk
mendapatkan dividen dalam jumlah besar minimal relatif stabil dari tahun ke
tahun.
Return dari sekuritas merupakan tingkat pengembalian yang diharapkan
oleh investor, baik dalam bentuk kenaikan ataupun penurunan nilai saham dan
deviden. Tingkat keuntungan (profitabilitas) adalah konsep penting dalam
setiap keputusan investasi, baik investasi berbentuk saham ataupun investasi
lainnya. Suatu investasi akan dinyatakan berhasil apabila kekayaan investor

5

meningkat, sebaliknya sebuah investasi akan dinyatakan gagal apabila
kekayaan investor menurun.
Dengan analisis laporan keuangan akan dapat diketahui keadaan dan
perkembangan finansial dari perusahaan yang telah dicapai di waktu yang lalu
dan berjalan, sehingga dapat diketahui kelemahan-kelemahan dari perusahaan
serta hasil-hasil yang dianggap cukup baik. Hasil analisis tersebut merupakan
suatu alat bagi pimpinan perusahaan dalam mengambil keputusan atau
kebijakan dimasa yang akan datang.
Dari pemaparan latar belakang diatas penulis merasa perlu untuk
melakukan penelitian dalam skripsi yang berjudul “Pengaruh Kinerja
Keuangan Perusahaan terhadap Return Saham Syariah”.

B.

Pembatasan dan Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas diatas, maka penulis akan
membatasi permasalahan yang akan dibahas mengenai analisis kinerja
keuangan perusahaan, kinerja keuangan perusahaan yang akan diteliti ialah
earning per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to equity ratio
(DER) terhadap return saham syariah (diimplementasikan pada perusahaanperusahaan go publik yang terdaftar di jakarta islamic index) pada periode
tahun 2006 sampai dengan tahun 2010 M.
Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah :

6

1.

Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara kinerja keuangan
perusahaan yang terdiri dari earning per share (EPS), price earning ratio
(PER) dan debt to equity ratio (DER) dianalisis secara simultan terhadap
return saham syariah?

2.

Mengetahui Variabel kinerja keuangan manakah yang terdiri dari earning
per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to equity ratio (DER)
secara parsial mempunyai pengaruh terhadap return saham syariah?

3.

Seberapa besarkah variabel kinerja keuangan menjelaskan variabel return
saham syariah?

C.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah :
1.

Untuk menganalisa pengaruh faktor-faktor kinerja keuangan perusahaan
dari earning per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to equity
ratio (DER) terhadap return saham syariah sacara simultan

2.

Untuk menganalisa faktor-faktor kinerja keuangan perusahaan dari earning
per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to equity ratio (DER)
terhadap return saham syariah secara parsial

3.

Untuk mengetahui seberapa besarkah variabel kinerja keuangan (earning
per share, , price earning ratio, dan debt to equity ratio) menjelaskan
variabel return saham syariah.

7

D.

Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian adalah sebagai berikut:
1. Kegunaan teoritis: Bagi ilmu pengetahuan, penelitian ini diharapkan
mampu memberikan bukti empirik mengenai ada atau tidaknya
pengaruh kinerja keuangan perusahaan (earning per share, price
earning ratio dan debt to equity ratio) terhadap return saham syariah.
Melalui penelitian yang dilakukan, diharapkan dapat memberikan
sumbangan pemikiran yang konstruktif yang dapat bermanfaat dalam
pengembangan ilmu ekonomi Islam.
2. Kegunaan praktis: Penelitian ini juga diharapkan dapat memberikan
sumbangan penelitian mengenai informasi yang berguna untuk
manajemen perusahaan dalam mengambil kebijakan perusahaan dan
sebagai bahan pertimbangan dan informasi bagi investor dalam
mengambil keputusan untuk melakukan investasi berdasarkan kinerja
keuangan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi.

E. Studi Review Terdahulu
Untuk mendukung materi dalam penelitian ini, berikut akan dikemukakan
beberapa penelitian terdahulu yang dilakukan oleh :
Tabel 1.1
Studi review terdahulu

8

1.

Penulis

Nurismalati
(S1 Program studi muamalat, Fakultas Syariah dan
Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2009)

Judul

Pengaruh Debt to Equity Ratio dan Return on Equity
terhadap Harga Saham, (Pada data panel perusahaan yang
terdaftar di Jakarta Islamic Index)

Pembahasan

Pada skripsi ini penelitian yang dilakukan adalah :
pertama, untuk mengetahui pengaruh Debt to Equity
Ratio dan Return on Equity terhadap Harga Saham, baik
secara simultan dan parsial dan individu-individu tiap
perusahaan, mencari variable yang paling dominan serta
menganalisa perkembangan penggunaan data utang
(DER) di JII dan ROE yang diberikan kepada pemegang
saham. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
deskriptif kuantitatif, dilakukan pada perusahaan yang
terdaftar di Jakarta Islamic Index dengan pengambilan
sampel bersifat purposive sampling. Teknik analisa data
menggunakan data panel dengan Eview 4.1.

Hasil

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah DER dan

Penelitian

ROE secara simultan mempunyai pengaruh secara
signifikan terhadap harga saham, secara parsial DER

9

berpengaruh negative sedangkan ROE berpengaruh
positif, variable yang paling berpengaruh adalah ROE.
2.

Penulis

Tubagus Ahmad Rofi’uddin
(S1 Program studi muamalat, Fakultas Syariah dan
Hukum, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2010 )

Judul

Pengaruh Ratio Profitabilitas dan Ratio Nilai Pasar
terhadap Return Saham, (Studi empiris di Jakarta Islamic
Index Tahun 2006-2008)

Pembahasan

Pada skripsi ini penelitian yang dilakukan adalah
pertama, untuk mengetahui pengaruh Net Profit Margin,
Return on Equity, dan Price Earning Ratio terhadap
Return Saham, baik secara simultan dan parsial, mencari
variable yang paling dominan dan serta seberapa besar
pengaruh variabel tersebut terhadap return saham.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif,
dilakukan pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta
Islamic Index tahun 2006-2008, dan pengambilan sampel
menggunakan

metode

Non

Probability

Sampling

Purposive dengan Uji Asumsi Klasik dan Uji Statistik
Hasil

Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah NPM, ROE

Penelitian

dan PER secara simultan mempunyai pengaruh secara

10

signifikan terhadap return saham, secara parsial NPM
dan ROE tidak berpengaruh signifikan sedangkan PER
mempunyai pengaruh yang signifikan, variable yang
paling berpengaruh adalah PER.

Sementara itu, penelitian penulis yakni membahas “Pengaruh Kinerja
Keuangan Perusahaan terhadap Return Saham Syari’ah” (Studi pada Perusahaan
yang terdaftar di Jakarta Islamic Index). Dengan kinerja keuangan perusahaan
yang terdiri dari earning per share (EPS), price earning ratio (PER) dan debt to
equity ratio (DER). Ruang lingkup penelitian ini fokus pada perusahaanperusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index dengan periode penelitian dari
tahun 2006 sampai dengan 2010.

F.
BAB I

Sistematika Penulisan
: PENDAHULUAN
Terdiri dari latar belakang masalah, pembatasan dan perumusan
masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, studi review
terdahulu, dan sistematika penelitian.

BAB II

: LANDASAN TEORI
Terdiri dari teori-teori yang berkaitan dengan: pengertian pasar
modal syariah, instrumen pasar modal syariah, dan rasio keuangan

11

BAB III

: METODOLOGI PENELITIAN
Bab ini terdiri ruang lingkup penelitian, metode penentuan sampel,
metode pengumpulan data, metode analisis data, hipotesis, dan
operasional variabel penelitian.

BAB IV

: ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN
TERHADAP RETURN SAHAM SYARIAH
Bab ini terdiri atas gambaran umum objek penelitian, hasil dan
pembahasan meliputi Pertama, pengujian asumsi klasik yaitu uji
Normalitas,

Multikolenieritas,

Heterokedastisitas, Autikorelasi.

Kedua, pengujian hipotesis yang terdiri dari, uji f (uji secara
simultan), uji t (uji secara parsial), uji koefisien determinasi (R²).
Ketiga, analisis earning per share, price earning ratio dan debt to
equity ratio terhadap return saham syariah
BAB V

: PENUTUP
Terdiri dari kesimpulan akhir dan saran-saran yang berkenaan dengan
pembahasan penelitian yang dilakukan

BAB II
LANDASAN TEORI
A. KINERJA KEUANGAN
1. Pengertian Kinerja Keuangan
Dalam kamus besar bahasa Indonesia, Kinerja (n) artinya 1 sesuatu yang
dicapai; 2 prestasi yang diperlihatkan; 3 kemampuan kerja (tt peralatan).1
Kinerja adalah penampilan hasil karya personal dalam suatu organisasi.
Kinerja dapat merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja
personal. Penampilan hasil karya tidak terbatas kepada personal yang
memangku jabatan fungsional maupun struktural, akan tetapi juga pada
seluruh jajaran yang terkait didalam organisasi.2
Pengukuran kinerja merupakan analisis data serta pengendalian bagi
perusahaan. Pengukuran kinerja digunakan perusahaan untuk melakukan
perbaikan diatas kegiatan operasionalnya agar dapat bersaing dengan
perusahaan lain. Bagi investor informasi mengenai kinerja perusahaan dapat
digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi
mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain.

1

Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, ed.3, cet.4, (Jakarta:
Balai Pustaka,2007), h.570.
2
Yaslis Ilyas, Kinerja Teori, Penilaian, dan Penelitian, cet ketiga, (Depok: Pusat Kajian
Ekonomi Kesehatan FKMUI, 2002), h.65.

12

13

2. Pengukuran Kinerja Keuangan
Pengukuran kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan
terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada perusahaan. Hasil
pengukuran tersebut digunakan sebagai umpan balik yang memberikan
informasi tentang prestasi, pelaksanaan suatu rencana dan apa yang diperlukan
perusahaan dalam penyesuaian-penyesuaian dan pengendalian.3
Pengukuran kinerja keuangan dilakukan untuk melihat seberapa jauh
kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang dimiliki untuk
menghasilkan laba perusahaan. Selain itu juga akan memberikan pijakan bagi
manajemen dalam mengendalikan jalannya bisnis perusahaan secara efektif.4
Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (profitability)
merupakan ukuran kinerja yang lebih komprehensip dibandingkan dengan
hanya mengukur pendapatan dan biaya secara terpisah karena dengan
mengukur laba berarti mengukur tindakan manajemen yang mempengaruhi
pendapatan dan biaya.
Analisis terhadap laporan keuangan merupakan salah satu pengukuran
kinerja terhadap perusahaan untuk mengetahui informasi tentang kondisi
keuangan dan prediksinya dimasa yang akan datang. Analisis tersebut dapat
menggunakan analisis rasio keuangan.
3

Anwar Prabu Mangkunegara, Evaluasi Kinerja SDM, cet 2 (Bandung: PT Refika Aditama,
2006), h.47.
4
Dodi M. Gozali, COMMUNICATION MEASUREMENT Konsep dan Aplikasi Pengukuran
Kinerja Public Relations, (Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005), h.1.

14

3. Analisis Kinerja Keuangan
Analisis terhadap kinerja perusahaan pada umumnya dilakukan dengan
menganalisis laporan keuangan, yang mencakup perbandingan kinerja dengan
perusahaan lain dalam industri yang sama dan mengevaluasi kecenderungan
posisi keuangan perusahaan sepanjang waktu.5
Laporan keuangan dapat dipergunakan sebagai informasi untuk merevisi
dan mendeteksi harga sekuritas seperti saham, obligasi dan surat berharga
lainnya. Laporan keuangan juga banyak digunakan dalam menentukan harga
pasar antara lain ketika timbulnya reaksi pasar pada saat tanggal pengumuman
laporan keuangan. Reaksi pasar itu menunjukkan bahwa laporan keuangan
mampu mempengaruhi sekuritas.
Dengan analisis rasio kita bisa membandingkan berbagai perkiraan
dalam kategori yang berbeda, yakni antara perkiraan yang satu dan perkiraan
yang lainnya. Dalam analisis rasio ini terdapat lima kelompok rasio keuangan,
yakni (a) rasio likuiditas, (b) rasio aktivitas, (c) rasio solvabilitas, (d) rasio
Profitabilitas, dan (e) rasio nilai pasar.
a. Rasio Likuiditas
Istilah likuiditas menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban keuangannya dalam jangka waktu pendek
atau yang segera harus dibayar. Alat pemenuhan kewajiban keuangan

5

Moeljadi, Manajemen Keuangan Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif, (Jawa Timur:
Bayumedia Publishing, 2006), h. 67.

15

jangka pendek ini berasal dari unsur-unsur aktiva yang bersifat likuid.
Adapun likuiditas dapat dihitung dengan menggunakan:
1. Current Ratio, menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban-kewajiban keuangan yang harus segera dibayar
dengan menggunakan utang lancar. Current ratio dapat dihitung dengan
cara membagi aktiva lancar dengan utang lancar.
2. Quick Ratio, berarti likuiditas perusahaan diukur dengan menggunakan
unsur-unsur

aktiva

lancar

yang

likuid,

dengan

cara

tidak

mempertimbangkan yang kurang likuid.
3. Cash Ratio, rasio likuiditas yang paling menjamin pembayaran utang
jangka pendek karena yang menjadi penjaminnya hanyalah kas dan
surat berharga.
b. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan seberapa cepat unsur-unsur aktiva itu
dikonversikan menjadi penjualan ataupun kas, rasio ini menilai kegiatan
yang mampu mempercepat terciptanya likuiditas. Adapun rasio aktivitas
meliputi:
1. Account receivable ratio, terdiri atas perputaran piutang dan rata-rata
pengumpulan piutang. Untuk mengumpulkan piutang selama satu tahun
yang dapat dihitung dengan cara membagi penjualan kredit dengan
rata-rata piutang.

16

2. Inventory ratio, akan dihitung dengan kemampuan persedian berputar
selama satu tahun yang diukur dengan menggunakan inventory
turnover dan waktu rata-rata dari persediaan tertahan digudang.
3. Total asset turnover, menunjukkan kemampuan total aktiva untuk
berputar selama satu tahun untuk menghasilkan penjualan yang dapat
dihitung dengan cara membagi penjualan bersih dengan rata-rata total
aktiva.
c. Rasio Solvabilitas
Solvabilitas merupakan istilah yang digunakan perusahaan untuk
mengukur kemampuan perusahaan didalam memenuhi seluruh kewajiban
finansialnya apabila perusahaan dilikuidasi. Secara umum solvabilitas
dapat dihitung dengan membagi total aset dengan total utang.
Beberapa pengukuran utang yang sering digunakan perusahaan untuk
menilai kinerja perusahaan yakni :
1. Debt Ratio, dengan debt ratio kita berusaha mengukur bagian aktiva
yang didanai dengan menggunakan utang.
2. Debt to Equity Ratio, kemampuan modal sendiri menjamin utang.
Dengan kata lain, bagian dari utang yang dapat dijamin dengan
menggunakan modal sendiri.
3. Struktur Modal, membandingkan antara utang jangka panjang dengan
modal sendiri, struktur modal menggambarkan kemampuan modal
sendiri menjamin utang jangka panjang.

17

4. Time interest earned, menunjukkan kemampuan EBIT untuk membayar
biaya bunga utang.
d. Rasio Profitabilitas
Profitabilitas adalah hasil bersihdari serangkaian kebijakan dan
keputusan manajemen. Oleh karena itu, rasio ini menggambarkan hasil
akhir dari kebijakan dan keputusan-keputusan operasional perusahaan.
Secara umum, rasio ini dapat dihitung dengan membagi laba dengan
modal. Rasio ini menunjukkan pengaruh gabungan dari likuiditas, aktiva,
dan utang terhadap hasil operasi.
1. Net Profit Margin (NPM), dihitung dengan membagi laba bersih
sesudah pajak dengan penjualan.
2. Operating Profit Margin (OPM), dihitung dengan membagi laba
sebelum bunga dan pajak dengan penjualan.
3. Gross Profi Margin (GPM), dihitung dengan membagi laba kotor
dengan penjualan.
4. Return on Asset (ROA), dihitung dengan membagi laba bersih sesudah
pajak dengan total aktiva.
5. Return on Equity (ROE), dihitung dengan membagi laba bersih sesudah
pajak dengan modal sendiri.
e. Rasio Nilai Pasar
Rasio nilai pasar maksudnya adalah nilai pasar saham biasa yang ada
dalam perusahaan. Jadi menghubungkan harga saham perusahaan dengan

18

laba dan nilai buku per saham. Rasio tersebut memberikan petunjuk
mengenai apa yang dipikirkan investor atas kinerja perusahaan di masa lalu
serta prospeknya di masa mendatang.
1. Earning per share (EPS), menunjukkan jumlah pendapatan bersih yang
tersedia untuk pemegang saham biasa yang dibagi dengan jumlah
lembar saham biasa yang beredar.
2. Price/Earning ratio (PER), dapat dihitung dengan cara membagi harga
pasar saham per saham (market price per share, MPS) dengan
pendapatan per saham (earning per share, EPS).
3. Book value per share (BVPS), dapat dihitung dengan cara membagi
kelebihan modal sendiri di atas saham preferen dengan jumlah saham
yang beredar.
4. Dividend ratio ini terdiri atas dividend yield dan dividend payout ratio.
Dalam hal ini, dividend yield menunjukkan rasio antara dividen per
saham dan harga pasar per saham, sedangkan dividend payout
menunjukkan perbandingan antara dividen per saham dan pendapatan
per saham.
Rasio-rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio
solvabilitas, rasio profitabilitas dan rasio nilai pasar, karena berhubungan
langsung dengan saham. Rasio-rasio itu adalah earning per share (EPS), debt
to equity ratio (DER), dan price earning ratio (PER).

19

a. Earning Per Share
Earning Per Share (EPS) adalah tingkat pengembalian terhadap
saham, yaitu bagaimana saham mampu menghasilkan laba, semakin tinggi
rasio ini, maka mencerminkan semakin baiknya perusahaan dalam
meningkatkan nilai return sahamnya. Rumusnya adalah:

Atau

b. Debt to Equity Ratio
Menurut Hendy, Debt to Equity Ratio sering disebut dengan istilah
rasio leverage, menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh
perusahaan yaitu perimbangan antara hutang terhadap modal sendiri.
Semakin kecil rasio ini semakin baik.6
Sedangkan menurut Budi Rahardjo, DER adalah perbandingan antara
seluruh hutang (baik jangka pendek maupun jangka panjang) dengan
jumlah modal sendiri perusahaan.7
Berdasarkan pengertian diatas, maka DER adalah ukuran rasio dari
jumlah hutang (baik hutang jangka pendek maupun hutang jangka
6

Hendy M. Fakhruddin, Istilah Pasar Modal A-Z (Jakarta:PT.Elex Media Komputindo,
2008),h.48.
7
Budi Rahardjo, Laporan Keuangan Perusahaan ; Membaca, Memahami dan Menganalisa
(Yogyakarta : Gajah Mada University Press, 2003),h.121.

20

panjang) dibandingkan dengan jumlah modal sendiri yang dijadikan
jaminan untuk keseluruhan hutang. Dengan menambahkan hutang
kedalam neracanya, perusahaan secara umum dapat meningkatkan
profitabilitasnya, yang kemudian menaikkan harga sahamnya, sehingga
meningkatkan kesejahteraan para pemegang saham dan membangun
potensi pertumbuhan yang lebih besar.8
Rasio ini diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

c. Price Earning Ratio
Price Earning Ratio mengidentifikasikan besarnya rupiah yang harus
dibayarkan investor untuk memperoleh satu rupiah earning perusahaan.
Dengan kata lain, Price Earning Ratio menunjukkan besarnya harga tiap
satu rupiah earning perusahaan. Di samping itu, Price Earning Ratio juga
merupakan ukuran harga relatif dari sebuah saham perusahaan.
Rasio ini menggambarkan ketersediaan investasi membayar suatu
jumlah tertentu untuk setiap perolehan laba perusahaan. Price earning
ratio dapat dihitung dengan membagi harga pasar per saham dengan laba
per saham.
Rasio ini diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

8

Ibid., h. 123.

21

B. PASAR MODAL SYARIAH
1. Pengertian Pasar Modal Syariah
Pengertian pasar modal secara umum merupakan suatu tempat
bertemunya para penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi dalam
rangka memperoleh modal. Penjual dalam pasar modal merupakan perusahaan
yang membutuhkan modal (emiten), sehingga mereka berusaha untuk menjual
efek-efek dipasar modal. Sedangkan pembeli (investor) adalah pihak yang
ingin membeli modal di perusahaan yang menurut mereka menguntungkan.9
Dalam arti sempit, pasar modal adalah suatu tempat yang terorganisasi dimana
efek-efek diperdagangkan yang disebut bursa efek. Bursa efek atau stock
exchange adalah suatu sistem yang terorganisasi yang mempertemukan
penjual dan pembeli efek yang dilakukan baik secara langsung maupun
dengan melalui wakil-wakilnya.10
Pasar modal (capital market) didefinisikan juga sebagai tempat
perdagangan instrumen keuangan (sekuritas) jangka panjang, baik dalam
bentuk modal sendiri (Stock) atau hutang (bond) yang diterbitkan oleh

9
10

h.249

Kasmir, Bank & Lembaga Keuangan Lainnya,(Jakarta: Rajawali Pers,2005), h.193.
Dahlan Siamat, Manajemen Lembaga Keuangan, edisi 4 (Jakarta: penerbit FEUI,2004),

22

pemerintah maupun oleh perusahaan swasta.11 Pasar modal syariah (Islamic
stock exchange) adalah kegiatan perdagangan efek syariah perusahaan public
yang berkaitan dengan efek yang diterbitkannya, serta lembaga profesi yang
berkaitan dengannya, dimana semua produk dan mekanisme operasionalnya
berjalan tidak bertentangan dengan hukum muamalat Islamiyah. Pasar modal
syariah dapat juga diartikan adalah pasar modal yang menerapkan prinsipprinsip syariah.12
Secara sederhana, pasar modal syariah dapat diartikan sebagai pasar
modal yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan transaksi
ekonomi dan terlepas dari hal-hal yang dilarang, seperti riba, perjudian,
spekulasi, dan lain-lain.13
Dari pengertian pasar modal diatas dapat diketahui bahwa pasar modal
syariah adalah pasar modal yang dijalankan dengan prinsip-prisnip syariah,
setiap transaksi perdagangan surat berharga dipasar modal dilaksanakan sesuai
dengan ketentuan syariat Islam.
2. Fungsi Pasar Modal Syariah
Fungsi dari keberadaan pasar modal syariah adalah sebagai berikut14 :

11

Purnomo Yusgiantoro, Manajemen Keuangan International, Teori dan Praktik (Jakarta:
Penerbit FEUI: 2004), h.30.
12
Abdul Hamid, Pasar Modal Syariah, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta), h.38.
13
Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya
Jawab, (Jakarta: Salemba Empat,2006), h.231.
14
Abdul Hamid, Pasar Modal Syariah, h.44.

23

a. Sebagai tempat yang memungkinkan bagi masyarakat untuk
berpartisipasi dalam kegiatan bisnis dengan memperoleh bagian dari
keuntungan dan resikonya.
b. Memungkinkan para pemegang saham menjual sahamnya guna
mendapatkan likuiditas.
c. Memungkinkan perusahaan meningkatkan modal dari luar untuk
membangun dan mengembangkan lini produksinya.
d. Memisahkan operasi kegiatan bisnis dari fluktuasi jangka pendek
pada harga yang merupakan ciri umum pada pasar modal
konvensional.
e. Memungkinkan investasi pada ekonomi yang ditentukan oleh kinerja
kegiatan sebagaimana tercermin pada saham.
3. Instrumen Pasar Modal Syariah
Objek yang menjadi instrumen dalam kegiatan jual beli di pasar modal
adalah berupa surat-surat berharga yang sering disebut efek. Berdasarkan
Ketentuan Umum Pasal 1 angka 5, Undang-undang Nomor 8 tahun 1995
tentang pasar modal, menyatakan bahwa yang dimaksud dengan efek adalah
surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, surat berharga komersial, saham,

24

obligasi, tanda bukti utang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak
berjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.15
Sedangkan efek-efek yang boleh diperdagangkan dalam pasar modal
syariah hanya memenuhi kriteria syariah, seperti saham syariah, obligasi
syariah, dan reksadana syariah. Untuk menghasilkan instrumen yang benarbenar sesuai dengan syariah, telah dilakukan upaya-upaya rekonstruksi
terhadap surat berharga, diantarnya :
a. Penghapusan bunga tetap dan mengalihkannya ke surat investasi
yang ikut serta dalam keuntungan dan dalam kerugian serta tunduk
pada kaidah Al – ghunmu bi al – ghurn (keuntungan / penghasilan
berimbang dengan kerugian yang ditanggung)
b. Penghapusn syarat jaminan atas kembalinya harga obligasi dan
bunga, sehingga menjadi seperti saham biasa.
c. Pengalihan obligasi ke saham biasa.
C. RETURN SAHAM
1. Saham
Saham merupakan surat berharga yang merepresentasikan penyertaan
modal kedalam suatu perusahaan. Sementara dalam prinsip syariah,
penyertaan modal dilakukan pada perusahaan-perusahaan yang tidak
melanggar
15

43.

prinsip-prinsip

syariah,

seperti

bidang

perjudian,

riba,

M. Paulus Situmorang, Pengantar Pasar Modal, (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2008), h.

25

memproduksi barang yang diharamkan seperti bir, dan lain-lain. Di Indonesia,
prinsip-prinsip penyertaan modal secara syariah tidak diwujudkan dalam
bentuk saham syariah maupun non-syariah, melainkan berupa pembentukan
indeks saham yang memenuhi prinsip-prinsip syariah.16
Salah satu produk yang dijual di pasar modal adalah saham, sebab pasar
modal ini merupakan alternatif pendanaan bagi perusahaan-perusahaan yang
pada akhirnya memberika kemakmuran bagi masyarakat. Oleh karena itu,
saham dapat didefinikan sebagi tanda penyertaan atau tanda kepemilikan
seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perusahaan terbatas.17
Pada sisi yang lain, saham merupakan instrumen investasi yang banyak
dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan
yang menarik. Saham juga dapat didefinisikan sebagai selembar catatan yang
berisi pernyataan kepemilikan sejumlah modal pada perusahaan yang
menerbitkan saham tersebut,18 atau sebagai penyertaan modal. Dengan
menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas
pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan mengemukakan pendapat.

16

Tjiptono Darmaji dan Hendy M. Fakhruddin, Pasar Modal di Indonesia Pendekatan Tanya
Jawab, (Jakarta: Salemba Empat,2006), h.233
17
Abdul Manan, Aspek Hukum dalam Penyelenggaraan Investasi di Pasar Modal Syariah
Indonesia, cet I,(Jakarta:Kencana Media Group, 2009), h. 94
18
Nasrun Haroen, Perdagangan Saham di Bursa Efek, Tinjauan Hukum Islam, cet.I, (Jakarta:
Yayasan Kalimah, 2000), h.71.

26

2. Return Saham19
Return merupakan pengembalian suatu hasil yang diperoleh dari suat
investasi. Return saham dibagi menjadi dua macam yaitu return realisasi
(realized return) dan return ekspektasi (expected return). Return realisasi
merupakan return yang telah terjadi dan dihitung berdasarkan data historis.
Return realisasi penting karena digunakan sebagai salah satu pengukur kinerja
dari perusahaan. Return historis juga berguna sebagai dasar penentuan return
ekspektasi dimasa yang akan datang.
Return ekspektasi merupakan return yang diharapkan akan diperoleh
investor dimasa datang. Berbeda dengan return realisasi yang sifatnya sudah
terjadi, return ekspektasi sifatnya belum terjadi. Return yang diperoleh dari
pemilikan saham dapat berupa deviden dan capital gain/loss. Yaitu selisih
lebih atau kurang dari harga saham.
Deviden digunakan untuk mengukur kinerja saham berdasarkan deviden
yang dibagikan, semakin besar deviden maka saham tersebut semakin menarik
bagi investor. Semakin tinggi harga saham menunjukkan bahwa saham
tersebut semakin diminati investor karena dengan semakin tinggi harga saham
akan menghasilkan capital gain yang besar pula.
Return realisasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah capital gain
atau loss yang sering juga disebut actual return. Besarnya actual return dapat
dihitung dengan formula sebagai berikut:
19

Jogiyanto, Analisis Sekuritas dan Analisis Portofolio, (Yogyakarta: BPFE, 2000), h.108.

27

Keterangan :
Rit

: Tingkat keuntungan saham i pada periode t.

Pt

: Harga penutupan saham i pada periode t (periode penutupan/terakhir)

Pt-1

: Harga penutupan saham i pada periode sebelumnya.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini dilakukan pada perusahaan-perusahaan
yang

tetap terdaftar di Jakarta Islamic Index (JII) dari tahun 2006 sampai

dengan tahun 2009. Sumber data dalam penelitian ini adalah data sekunder yang
diperoleh dari publikasi laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang terdaftar
di JII, profil Bursa Efek Indonesia, Buku-buku, dan jurnal ilmiah yang
membahas menajemen keuangan.
B. Metode Penentuan Sampel
Penelitian ini menggunakan teknik puposive sampling, karena penelitian ini
bersifat situasional dan tergantung pada kepentingan peneliti. Sampel yang
diambil yaitu perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam kelompok Jakarta
Islamic Index (JII), selama 5 tahun berturut-turut dalam periode Januari 2006
sampai dengan Desember 2010 dan sahamnya aktif diperdagangkan dibursa.
Berdasarkan kriteria tersebut, dari 30 perusahaan yang terdaftar setiap
periodenya diperoleh 9 perusahaan yang memenuhi kriteria yang layak untuk
dijadikan sampel dari 30 perusahaan.

28

29

C. Metode Pengumpulan Data
Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu mengumpulkan data-data
berupa laporan keuangan perusahaan-perusahaan yang terdaftar dalam kelompok
Jakarta Islamic Index (JII), dari periode Januari 2006 sampai dengan Desember
2010. Dan juga menggunakan teknik dokumentasi dengan mencari data
mengenai variabel-variabel yang berupa catatan, jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku
dan sumber-sumber lain yang berhubungan dengan penelitian ini.
D. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan yang didefinisikan dengan baik mengenai
karakteristik populasi.1 Dugaaan sementara penulis terhadap permasalahan
penelitian yang harus diuji adalah bahwa: terdapat pengaruh yang signifikan
earning per share (X1) terhadap return saham syariah (Y), terdapat pengaruh
yang signifikan price earning ratio (X2) terhadpat return saham syariah (Y),
terdapat pengaruh yang signifikan debt to equity ratio (X3) terhadap return
saham syariah (Y) dan terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara
earning per share (X1), price earning ratio (X2), dan debt to equity ratio (X3)
terhadap return saham syariah (Y).
Maka hipotesis penelitian ini dirumuskan dengan simbol sebagai berikut :

1

Ety Rochaety, dkk, Metodologi Penelitian Bisnis : dengan Aplikasi SPSS, (Jakarta: Mitra
Wacana Media,2007), h. 104

30

1.

Ho :

1

= 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Earning Per Share

(X1) terhadap return saham syariah (Y).
Ha :

1

≠0

Terdapat pengaruh yang signifikan Earning Per Share (X1)

terhadap return saham syariah (Y).
2.

Ho :

2

= 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Price Earning Ratio

(X2) terhadap return saham syariah (Y).
Ha :

2

≠0

Terdapat pengaruh yang signifikan Price Earning Ratio (X2)

terhadap return saham syariah (Y).
3.

Ho :

3

= 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan Debt to Equity Ratio

(X3) terhadap return saham syariah (Y).
Ha :

3

≠0

Terdapat pengaruh yang signifikan Debt to Equity Ratio (X3)

terhadap return saham syariah (Y).
4.

Ho :

4

= 0 Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama

earning per share (X1), price earning ratio (X2), dan debt to equity ratio
(X3) terhadap return saham syariah (Y).
Ha :

4

≠0

Terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama-sama

earning per share (X1), price earning ratio (X2), dan debt to equity ratio
(X3) terhadap return saham syariah (Y).

31

E. Metode Analisis
1. Uji Asumsi Klasik
Model regresi harus memenuhi asumsi klasik, untuk mengetahui
apakah model persamaan regresi yang digunakan dalam penelitian
memenuhi asumsi klasik, maka harus dilakukan uji asumsi klasik atas model
persamaan tersebut. Uji asumsi klasik terdiri atas uji multikolinieritas, uji
autokorelasi, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas.
a. Uji Normalitas
Uji dilakukan untuk melihat apakah dalam model regresi variabel
terikat dan variabel bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau
tidak. Model regresi yang baik adalah model regresi yang berdistribusi
normal.
Analisis data mensyaratkan data berdistribusi normal untuk
menghindari bisa dalam analisis data. Data outlier (tidak normal) harus
dibuang karena menimbulkan bisa dalam interpretasi dan mempengaruhi
data lainnya.2 Uji normalitas data dilakukan dengan melihat hasil grafik PPlot, yaitu:
1.

Jika titik-titiknya mendekati garis diagonal berarti memenuhi asumsi
normalitas.

2.

Jika titik-titiknya menjauhi garis diagonal maka tidak memenuhi
asumsi normalitas.

2

Ibid, h. 124-125.

32

b. Multikolinieritas
Permodelan regresi majemuk mempunyai berbagai permasalahan
yang tidak ditemukan dalam regresi sederhana. Digunakannya beberapa
variabel bebas mengakibatkan berpeluangnya variabel bebas tersebut
saling berkolerasi, atau yang dikenal dengan adanya ‘multikolinieritas’
diantara variabel bebas. Bila hal itu terjadi, maka akan mengganggu
ketepatan model yang dibuat.3
Uji multikolinieritas merupakan uji yang ditunjukkan untuk
menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel
bebas (independent variable). Model uji regresi yang baik selayaknya
tidak terjadi multikolinieritas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya
masalah multikolinieritas adalah sebagai berikut4 :
a) Nilai R2 yang dihasilkan oleh suatu estimasi model regresi empiris
sangat tinggi, tetapi secara individual variabel bebas banyak yang
tidak signifikan mempengaruhi variabel terikat.
b) Menganalisis korelasi antar variabel bebas. Jika antar variabel bebas
ada korelasi yang cukup tinggi (diatas 0.90) maka hal ini merupakan
indikasi adanya multikolinieritas.

3

Nachrowi dan Hardius Usman, Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika Untuk Analisis
Ekonomi dan Keuangan, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakults Ekonomi Universitas Indonesia,2006).
h.91.
4
Tony Wijaya, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS, (Yogyakarta: Universitas Atma
Jaya, 2009), h.119.

33

c) Multikolinieritas dapat juga dilihat dari nilai Variance Inflation Factor
(VIF), jika VIF < 10 maka tingkat kolinieritas dapat ditoleransi.
d) Nilai Eigenvaluesejumlah satu atau lebih variabel bebas yang
mendekati nol memberikan petunjuk adanya multikolinieritas.
c. Heteroskedastisitas
Salah satu cara untuk melihat adanya proble

Dokumen yang terkait

Analisis variabel makro ekonomi dan rasio keuangan terhadap return saham pada perusahaan LQ 45 di BEI

0 7 125

Pengaruh return on equty (REO), return on asset (ROA) dan economic value added (EVA) terhadap return saham pada perusahaan yang tercatat di Jakarta Islamic Index (JII) : studi empiris pada Perusahaan Manufaktur di BEI

29 331 109

Pengaruh kenerja keuangan perusahaan terhadap return saham Syariah (studi pada perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic Index)

0 4 109

Analisis pengaruh rasio modal saham terhadap return yang diterima oleh pemegang saham (studi empiris pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI periode 2004-2008)

0 4 96

Pengaruh modal kerja terhadap kinerja keuangan : studi perusahaan yang terdaftar di Jakarta Islamic index tahun 2006-2007

0 6 130

Pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap beta saham syariah (studi pada Jakarta Islamic Index tahun 2004-2010)

1 8 168

Pengaruh laporan arus kas dan likuiditas perusahaan terhadap return saham pada perusahaan yang terdaftar di BEI

0 8 82

Pengaruh profitablitas dan rasio leverage terhadap return saham pada perusahaan makanan dan minuman yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)

0 15 1

Pengaruh tingkat suku bunga dan rasio harga laba terhadap return saham : (studi kasus pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia)

0 8 1

Pengaruh arus kas operasi dan likuiditas terhadap return saham pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI0

1 5 1

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2717 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 704 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 591 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 390 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 528 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 893 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 810 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 494 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 735 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 882 23