Maka dari itu sebagai tindak lanjut dari penelitian tersebut, penulis berusaha memberikan sumbangan pemikiran berbentuk program Katekese dengan
menggunakan model Shared Christian Praxis SCP. Pemilihan model SCP merupakan usaha penulis untuk membantu meningkatkan dan menguatkan
penghayatan mahasiswa akan Sakramen Ekarisrti demi pertumbuhan hidup rohani Mereka sebagai calon Katekis. Selanjutnya, penulis akan membahas secara
singkat mengenai pokok – pokok katekese model SCP yang meliputi pengertian,
tujuan, serta langkah – langkahnya. Alasan Penulis memilih Katekese model
Shared Christian Praxis sebagai program dan Setelah itu penulis akan
mengusulkan sebuah tema pertemuan katekese dan dan menjelaskan Proses Pelaksanaan program Katekese tersebut serta membuat contoh persiapan katekese
model SCP.
A. Katekese Model SCP
1. Pengertian SCP
SCP merupakan sebuah model katekese yang menekankan proses dialogis partisipatif supaya dapat mendorong umat berdasar komunikasi antara kisah
pengalaman iman secara pribadi maupun sosial, dengan kisah yang ada dalam kitab suci agar baik secara pribadi maupun bersama, mereka mampu
mengadakan penegasan dan pengambilan keputusan demi makin terwujudnya nilai
– nilai kerajaan Allah di dalam kehidupan mereka. Model ini bertolak dari pengalaman iman umat yang kemudian direfleksikan secara kritis supaya mereka
dapat menemukan maknanya yang nantinya didialogkan dengan pengalaman iman Gereja sepanjang sejarah sehingga muncul pemahaman, sikap, dan
kesadaran baru yang mendorong umat untuk ambil bagian mewujudkan nilai - nilai kerajaan Allah di tengah
– tengah dunia. Katekese dengan model ini sangat menggarisbawahi peran-keberadaan
peserta sebagai subjek yang bebas dan bertanggungjawab. Dialog antar subyek inter subyektivitas yang ditekankan dalam model ini tidak hanya terjadi antara
peserta dengan pendamping tetapi juga diantara peserta itu sendiri. Oleh karena itu pendekatan ini sifatnya adalah multi arah. seri Puskat 356, 1997: 1.
Menurut Bukunya Thomas H. Groome yang disadur kembali oleh Heryatno Wono Wulung 1997: 2- 4, ada terdapat 3 komponen SCP yaitu:
a. Praxis
Praxis mengacu pada tindakan manusia yang mempunyai tujuan untuk
tercapainya suatu transformasi kehidupan yang didalamnya terkandung proses kesatuan dilektis antara praktek dan teoru yaitu kreativitas, antara kesadaran
historis dan refleksi kritis yaitu keterlibatan baru. Sejajar dengan itu praksis mempunyai tiga komponen yang saling kait
–mengkait 1 akitivitas,2 Refleksi, 3 dan kreativitas. Ketiga Kreativitas itu berfungsi membangkitkan
berkembangnya imajinasi, meneguhkan kehendak, dan mendorong praksis baru yang secara etis dan moral dapat dipertanggungjawabkan.
b. Cristiani
Kristiani berkaitan dengan harta kekayaan iman Kristiani umat yang dihayati, dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Harta kekayaan iman
bersumber dari kitab suci. Isi kitab suci, yaitu kisah pengalaman iman sepanjang sejarah yang dapat menjadi inspirasi untuk mengarahkan umat pada
pembaharuan hidup. Kisah pengalaman iman dalam kitab Suci dapat menjadi pertimbangan bagi umat beriman untuk semakin yakin mewujudkan nilai-nilai
kerajaan Allah dalam hidup sehari – hari.
c. Shared
Istilah Shared menunjuk pengertian komunikasi yang timbal balik, sikap partisipasi aktif dan kritis dari semua peserta, sikap egalitarian, terbuka inklusif
baik untuk kedalaman ddiri pribadi, kehadiran sesama, maupun untuk rahmat Tuhan. Selain itu istilah ini juga menekankan proses katekese yang
menggarisbawahi aspek dialog, kebersamaan, keterlibatan dan solidaritas. Dalam „Sharing” semua peserta diharapkan secara terbuka siap mendengar dengan hati
dan berkomunikasi dengan kebebasan hati. Dalam kata „Sharing‟ juga terkandung hubungan dialektis antara pengalaman hidup faktual peserta dengan
tradisi dan visi Kristiani. Unsur kebersamaan menggarisbawahi hubungan antar subyek yaitu antar
peserta sendiri intersubjektivitas relasi Aku-Engkau. Hubungan yang bersifat dialogis itu tidak bersifat alienatif atau manipulative. Peserta tidak hanya pasif