Analisis Hasil Wawancara Minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas v min di tangerang selatan

Jawaban:pernah, hadiah untuk siswa yang bisa menjawab pertanyaan pada tiket masuk dan tiket pulang untuk pribadi, kalau untuk kelmpok dihitungg setiap satu bulan sekali mana yang nilainya tinggi itu yang dapat hadiah Hukuman: pernah, bagi yang tidak mrngerjakan tugas atau terlambat mengumpulkan tugas dengan memberi pertanyaan lagi. 7. Bagaimana cara ibu memperlakukan siswa secara adil? Jawaban: tidak subjektif, sesuai dengan kemampuan siswa secara pemikiran dan sikap perilaku 8. Apakah di antara siswa-siswa ibu ada yang malas belajar? Jika ada, bagaimana cara ibu untuk mengatasi hal tersebut? Jawaban: ada, pendekatan secara persuasif dan pemberian teguran 9. Bagaimana cara ibu memberikan dorongan dan perhatian kepada siswa agar giat belajar? Jawaban: selalu memberi reward 10. Menurut ibu seberapa besar minat siswa terhadap pembelajaran PKn? Jawaban: tergantung kepada siswa dan guru yang mengajar, sejauh ini tidak ada kendala dalam pembelajaran PKn di MIN Cempaka Putih 11. Apa yang menjadai kendala ibu dalam melakukan proses belajar mengajar PKn? Jawaban: strategi pembelajaran karena PKn itu banyak membahas pada sikap jadiharus benar-benar relevan dalam pemilihan media, stratei maupun gamenya 12. Bagaimana cara ibu melakukan pendekatan pada siswa sehingga siswa merasa nyaman dalam belajar PKn?? Jawaban: tidak memberlakukan perbedaan dalam pembelajaran, terkecuali bagi siswa yang luar biasa ada hal lain untuk pemelajaran tersebut Pedoman Wawancara Siswa Nama : Zahratun Kelas : V B Sekolah : MIN Ciputat HariTanggal : Senin, 04 Mei 2015 1. Apakah guru sudah menyampaikan materi PKn kepada siswa dengan baik? Jawaban: ibu Hamidah sudah belajar dengan baik 2. Apakah guru selalu menggunakan media pelajaran pada saat menyampaikan materi PKn? Apa media yang sering di gunakan? Jawaban : kadang-kadang, media yang pernah digunakan yaitu lembar kerja 3. Metode apa yang sering di gunakan guru pada saat menyampaikan pelajaran? Jawaban :diskusi, ceramah, pernah juga dengan drama 4. Jika suasana kelas sudah tidak kondusif gaduh apa yang biasanya guru lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Jawaban : dengan cara menegur siswa yang tidak memperhatikan pelajaran 5. Apakah guru pernah memberikan hadiah atau hukuman kepada siswa? Apa alasannya? Jawaban : pernah, mendapatkan nilai 100, saya mendapat hadiah yaitu tidak usah membayar study tour, ibu Hamidah pernah memberikan hukuman kepada siswa yang nakal 6. Apakah guru selalu memperlakukan siswa dengan adil? Jawaban : iya adil 7. Apakah kamu selalu semangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn? Jawaban : iya sering merasa semangat 8. Menurut kamu apakah pembelajaran PKn itu mudah? Jelaskan alasannya Jawaban : lumayan susah, yang susah yaitu menghafal pasal dan isinya 9. Menurut kamu, apakah cara guru mengajarkan pembelajaran PKn sudah menyenangkan? Jawaban: menyenangkan 10. Apakah kamu selalu mendapatkan nilai bagus pada saat mengerjakan soal PKn yang diberikan oleh guru? Jawaban : iya, selalu mendapat nilai bagus pada saat mengerjaan soal PKn. Pedoman Wawancara Siswa Nama : M. Iqbal Kelas : V B Sekolah : MIN Ciputat HariTanggal : Senin, 04 Mei 2015 1. Apakah guru sudah menyampaikan materi PKn kepada siswa dengan baik? Jawaban: ibu Hamidah sudah menyampaikan materi dengan baik 2. Apakah guru selalu menggunakan media pelajaran pada saat menyampaikan materi PKn? Apa media yang sering di gunakan? Jawaban : kadang-kadang, media yang pernah digunakan yaitu lembar kerja 3. Metode apa yang sering di gunakan guru pada saat menyampaikan pelajaran? Jawaban :diskusi, ceramah, pernah juga dengan drama 4. Jika suasana kelas sudah tidak kondusif gaduh apa yang biasanya guru lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Jawaban : misalnya ibu hamidah lagi menerangkan terus saya dan Zidan bercanda, lalu bu Hamidah menegur kami agar kami memperhatikan pelajaran 5. Apakah guru pernah memberikan hadiah atau hukuman kepada siswa? Apa alasannya? Jawaban : pernah, jika ada yang mendapat nilai 100 mendapatkan hadiah yaitu tidak usah membayar study tour, dan juga memberi uang Rp 100.000 ibu Hamidah pernah memberikan hukuman kepada siswa yang nakal, jika tidak mengerjakan PR nilainya dikurangi, saya pernah mengalaminya tiga kali. 6. Apakah guru selalu memperlakukan siswa dengan adil? Jawaban : iya adil 7. Apakah kamu selalu semangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn? Jawaban : iya semangat, tapi kadang-kadang tidak semangat, itu terjadi pada saat guru menjelaskan dengan metde ceramah 8. Menurut kamu apakah pembelajaran PKn itu mudah? Jelaskan alasannya Jawaban : kadang susah kadang gampang, yang susah yaitu menghafal pasal dan isinya 9. Menurut kamu, apakah cara guru mengajarkan pembelajaran PKn sudah menyenangkan? Jawaban: menyenangkan 10. Apakah kamu selalu mendapatkan nilai bagus pada saat mengerjakan soal PKn yang diberikan oleh guru? Jawaban : kalo saya jarang mendapatkan nilai bagus pada saat mengerjakan soal PKn, itu akibat saya kurang sungguh-sungguh memperhatikan guru saat menerangkan pembelajaran, atau pada saaat ulangan mendadak. Pedoman Wawancara Siswa Nama : Qonita Kelas : V B Sekolah : MIN Cempaka Putih HariTanggal : Senin, 25 Mei 2015 1. Apakah guru sudah menyampaikan materi PKn kepada siswa dengan baik? Jawaban: ibu Suherti sudah belajar dengan baik 2. Apakah guru selalu menggunakan media pelajaran pada saat menyampaikan materi PKn? Apa media yang sering di gunakan? Jawaban : kadang-kadang, media yang digunakan biasanya gambar, LCD 3. Metode apa yang sering di gunakan guru pada saat menyampaikan pelajaran? Jawaban :diskusi, ceramah dan tanya jawab 4. Jika suasana kelas sudah tidak kondusif gaduh apa yang biasanya guru lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Jawaban : kadang dengan marah 5. Apakah guru pernah memberikan hadiah atau hukuman kepada siswa? Apa alasannya? Jawaban : pernah, mendpatkan hadiah bintang, jika nilai Pknnya bagus, hukuman yang biasanya diberikan adalah kadang disuruh ngerjain di luar aja. 6. Apakah guru selalu memperlakukan siswa dengan adil? Jawaban : iya sudah adil 7. Apakah kamu selalu semangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn? Jawaban : iya kadang-kadang semangat 8. Menurut kamu apakah pembelajaran PKn itu mudah? Jelaskan alasannya Jawaban : lumayan susah susah gampang, 9. Menurut kamu, apakah cara guru mengajarkan pembelajaran PKn sudah menyenangkan? Jawaban: kadang-kadang menyenangkan 10. Apakah kamu selalu mendapatkan nilai bagus pada saat mengerjakan soal PKn yang diberikan oleh guru? Jawaban : iya, kadang-kadang mendapat nilai bagus pada saat mengerjaan soal PKn Pedoman Wawancara Siswa Nama : Adelia Kelas : V B Sekolah : MIN Cempaka Putih HariTanggal : Senin, 25 Mei 2015 1. Apakah guru sudah menyampaikan materi PKn kepada siswa dengan baik? Jawaban: ibu Suherti sudah belajar dengan baik 2. Apakah guru selalu menggunakan media pelajaran pada saat menyampaikan materi PKn? Apa media yang sering di gunakan? Jawaban : kadang-kadang, media yang digunakan biasanya gambar, LCD 3. Metode apa yang sering di gunakan guru pada saat menyampaikan pelajaran? Jawaban :diskusi, ceramah dan tanya jawab 4. Jika suasana kelas sudah tidak kondusif gaduh apa yang biasanya guru lakukan untuk mengatasi hal tersebut? Jawaban : kadang dengan marah 5. Apakah guru pernah memberikan hadiah atau hukuman kepada siswa? Apa alasannya? Jawaban : pernah, mendpatkan hadiah bintang, jika nilai Pknnya bagus, hukuman yang biasanya diberikan adalah kadang disuruh ngerjain di luar aja. 6. Apakah guru selalu memperlakukan siswa dengan adil? Jawaban : iya sudah adil 7. Apakah kamu selalu semangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn? Jawaban : iya kadang-kadang semangat 8. Menurut kamu apakah pembelajaran PKn itu mudah? Jelaskan alasannya Jawaban : lumayan susah susah gampang, 9. Menurut kamu, apakah cara guru mengajarkan pembelajaran PKn sudah menyenangkan? Jawaban: kadang-kadang menyenangkan 10. Apakah kamu selalu mendapatkan nilai bagus pada saat mengerjakan soal PKn yang diberikan oleh guru? Jawaban : iya, kadang-kadang mendapat nilai bagus pada saat mengerjaan soal PKn.

F. Pembahasan Penelitian

Dari hasil angket yang telah disebarkan ke seluruh siswa kelas V pada ke dua MIN di Tangerang Selatan yaitu MIN Ciputat dan MIN Cempaka Putih dapat diketahui bahwa secara umum nilai presentase dari hasi angket adalah 79, 7, angka presentase ini menunjukan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada kelas 5 lima MIN di Tangerang Selatan sudah baik. siswa kelas 5 lima MIN Ciputat sebagian besar selalu meberikan pendapat pada saat mengikuti pembelajaran PKn, sedikit berbeda dengan siswa di kelas 5 MIN Cempaka Putih yang sebagian besar siswanya menjawab hanya kadang-kadang saja memberikan pendapat pada saat pembelajaran PKn. Hal ini disebabkan kurangnya rasa percaya diri untuk menyampaikan pendapat didalam diri siswa, dari hasil observasi di kelas 5 lima MIN Cempaka Putih untuk mengatasi hal ini guru menunjuk siswa untuk menyampaikan pendapatnya dengan cara melakukan permainan. Rasa percaya diri dalam diri siswa dapat muncul dari adanya minat dalam diri siswa, dengan adanya minat pada diri siswa dalam melaksansakan kegiatan ataupun pembelajaran, maka akan memunculkan rasa percaya diri siswa untuk aktif dalam suatu kegiatan pembelajaran. pernyataan ini diperkuat dengan pendapat William James dalam Uzer usman dalam Ahmad Susanto, William menyatakan bahwa minat belajar merupakan faktor utama yang menentukan derajat keaktifan belajar siswa. 1 Selain minat, motivasi juga turut menjadi faktor yang mendorong siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Pernyataan ini diperkuat oleh Yudhi Munadi dalam bukunya yang berjudul Media Pembelajaran Sebuah Pendekatan Baru, Yudhi Munadi menyatakan bahwa motivasi merupakan usaha dari pihak luar dalam hal ini adalah guru untuk mendorong, mengaktifkan dan menggerakkan siswanyasecara sadar untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran. 2 Untuk soal nomor 2 dua baik siswa MIN Ciputat maupun MIN Cempaka Putih sebagian besar siswanya menjawab tidak pernah bosan dalam mengikuti pembelajaran PKn, namun dari kedua MIN tersebut ada dua siswa yang menjawab sering bosan dalam mengikuti pembelajaran PKn, hal ini disebabkan siswa kurang bisa memahami materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru, alasan ini dapat diketahui dari jawaban siswa pada soal angket yang berbunyi “Saya mudah memahami materi pembelajaran PKn yang disampaikan oleh guru” dan satu siswa yang berasal dari MIN Ciputat menjawab “Tidak Setuju” sedangkan satu siswa yang bers al dari MIN Cempaka Putih menjawab “Kurang Setuju”. Elizabeth B. Hurlock, dalam bukunya menyebutkan bahwa suatu kegiatan yang tidak memuaskan, merangsang atau menantang individu disebut “membosankan”, individu tidak mampu melihat bagaimana kegiatan itu dapat memberikan keuntungan pribadi atau kepuasan. 3 Jadi, penyebab kedua siswa tersebut merasa bosan dengan pembelajaran PKn dapat dikatakan karena kedua siswa tidak merasa puas dengan hasil belajar yang mereka peroleh dari pembelajaran PKn. Untuk soal nomor 3 tiga sampai dengan nomor 10 sepuluh jawaban siswa baik di MIN Ciputat maupun MIN Cempaka Putih hampir sama, sedangkan di soal nomor 11 sebelas jawaban siswa dari kedua sekolah tersebut hampir sama sebagian besar siswa merasa bersemangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn, namun ada 1 satu orang siswa yang berasal dari MIN Ciputat menjawab tidak setuju bahwa siswa semangat pada saat mengikuti pembelajaran PKn, kemungkinan alasan siswa tersebut menjawab 1 Susanto, op. cit., h 66 2 Yudhi Muadi, Media Pembelajaran Sebua hPendekatan Baru Jakarta: Gaung Persada Press Karya Jakarta, 2012, cet. Keempat., h. 29 3 Hurlock, op. cit., h. 114 tidak pernah bersemangat adalah siswa tersebut sering mendapatkannilai yang kurang bagus pada saat mengerjakan latihan PKn yang diberikan oleh guru. Alasan tersebut dapat diketahui dari jawaban siswa pada soal angket nomor 6 enam yaitu “Saya mendapatkan nilai bagus bila mengerjakan latihan PKn” dan siswa terseebut menjawab “Tidak Setuju” Rasa semangat dalam diri siswa dapat diperoleh dari motivasi yang diberikan, baik dari orang tua, guru maupun teman-temannya, seperti yang dikatakan oleh M. Dalyono dalam bukunya yang berjudul “Psikologi Pendidikan” bahwa seseorang yang belajar dengan dengan motivasi kuat, akan melaksanakan semua kegiatan dengan sungguh-sungguh, penuh gairah atau semangat. Sebaliknya, belajar dengan motivasi yang lemah, akan malas bahkan tidak mau mengerjakan tugas-tugas yang berhubungan dengan pelajaran. 4 Begitu juga untuk soal nomor 12 dua Belas sebagian besar siswa dari kedua MIN merasa senang pada saat mengikuti pembelajaran PKn, namun ada 2 dua orang siswa dari kedua MIN tersebut yang menjawab tidak pernah senang, hal ini disebabkan karena kedua siswa tersebut merasa bahwa pembelajaran PKn sulit untuk mereka.hal ini dapat diketahui dari jawaban siswa pada soal nomor 20 “Saya merasa pembelajaran PKn sulit bagi saya” dan kedua siswa tersebut menjawab “Sangat Setuju”.Pada soal no 13 tiga belas sebagian besar siswa merasa pengetahuan mereka semakin bertambah pada saat mengikuti pembelajaran PKn, namun terdapat dua orang siswa dari kedua MIN tersebut yang menjawab tidak setuju bahwa pengetahuan mereka bertambah pada saat mengikuti pembelajaran PKn, hal ini disebabkan kedua siswa tersebut kurang sungguh-sungguh dalam memperhatikan materi yang sedang dijelaskan oleh guru. Kemugkinan alasan tersebut, didapatkan dari jawaban siswa pada angket nomor 7 tujuh yaitu “Saya sungguh-sungguh dalam memperhatikan jawaban dari guru dan kedua siswa tersebut menjawab “Kadang-Kadang”. Dale Carnegie, penulis legendaris pernah menyatakan bahwa pekerjaan yang paling baik adalah pekerjaan yang dijalankan dengan penuh kegembiraan. 5 Rasa senang terhadap sebuah pekerjaan akan membuat orang tidak merasa enggan, malas, dan merasakan kejenuhan. Mungkin itulah yang 4 Dalyono, op. cit., h. 57 5 Naim, op. cit., h. 93 dirasakan oleh kedua siswa yang menjawab tidak senang dengan pembelajaran PKn dan merasa bosan pada saat mengikuti pembelajaran PKn, karena tidak ada rasa senang maka timbulah rasa bosan dan malas dan akhirnya berpengaruh dengan hasil belajarnya Dari hasil angket yang penulis berikankepada siswa kelas 5 MIN Se Tangerang Selatan, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa dari kedua sekolah tersebut memiliki minat yang cukup tinggi dalam pembelajaran PKn. Walaupun minat siswa terhadap pembelajaran PKn di ke dua sekolah itu sama- sama tinggi, namun tetap memiliki kadar mina yang berbeda, minat siswa terhadap pembelajaran PKn di MIN Cempaka Putih terlihat memiliki minat yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa pada MIN Ciputat. hal ini sesuai dengan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di ke dua MIN tersebut. Sesuai dengan observasi penulis yang dilaksanakan pada hari senin, 23 Februari 2015, pukul 08.00 WIB – 09.30 WIB di MIN Cempaka Putih, Guru menggunakan metode diskusi dan presentasi untuk membahas materi organisasi, hasilnya para siswa menjadi lebih aktif dan semangat dalam mengikuti pembelajaran tersebut. Selain itu, guru juga memberikan reward kepada kelompok yang menyelesaikan tugas paling cepat, hal ini menambah semangat dan suasana kompetitif dalam kegiatan pembelajaran. Walaupun masih terlihat beberapa orang yang kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran, namun hal tersebut tidak mempengaruhi minat siswa yang lain dalam mengikuti pembelajaran. 6 Tidak jauh berbeda dengan MIN Cempaka Putih, hasil observasi yang penulis lakukan pada hari kamis, 26 Februari 2015, pada pukul 08.30 sampai dengan 10.00 WIB. di MIN 1 Ciputat. Memperoleh hasil bahwa sebagian siswa masih memiliki minat yang kurang terhadap pembelajaran PKn. Hal demikian dapat diketahui dari masih banyak siswa yang tidak memperhatikan pada saat guru menerangkan materi dan beberapa siswa yang terlihat bercanda pada saat pembelajaran berlangsung. 7 Salah satu penyebab dari perbedaan tersebut adalah metode atau strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam menampaikan pembelajaran PKn, guru pada MIN Cempaka Putih 6 Hasil Observasi di Kelas V MIN Cempaka Putih Jl. WR. Supratman Pada tanggal 23 Februari 2015. 7 Hasil Observasi di kelas V MIN 1 Ciputat Jl. Dewi Sartika, Pada tangggal 26 Februari 2015

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2933 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 748 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 648 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 419 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 575 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 967 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

49 880 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 533 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 790 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 954 23