Pengertian Minat Belajar Minat Belajar

b. Minat mekanik, yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang bertalian

dengan mesin-mesin atau mekanik. c. Minat hitung menghitung, yaitu minat terhadap pekerjaan yang membutuhkan perhitungan.

d. Minat terhadap ilmu pengetahuan, yaitu minat untk menemukan fakta-

fakta baru dan pemecahan problem. e. Minat persuasif, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubugan untuk mempengaruhi orang lain.

f. Minat seni, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubngan dengan

kesenian, kerajinan dan kreasi tangan. g. Minat leterer, yaitu minat yang berhubungan dengan masalah-masalah membaca dan menulis berbagai karangan.

h. Minat musik, yaitu mina terhadap masalah-masalah musik, seperti

menonton konser dan memaainkan alt musik. i. Minat layanan sosial, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan untuk membantu orang lain.

j. Minat klerikal, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan

administratif. 12 Selanjutnya dalam hubungannya dengan ciri-ciri minat, Elizabeth Hurlock menyebut ada tujuh ciri minat yanga masing-masing dalam hal ini tidak dibedakan antara ciri minat secara spontan maupun terpola sebagaimana yang dikemukakan oleh Gagne diatas. Ciri —ciri ini, sebagai berikut: 13 a. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental. Minat di semua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan mental, misalnya perbahan minat dalam hubungannya dengan perubahan usia. b. Minat bergantung pada kegiatan belajar. kesiapan belajar merupakan salah satu penantyebab meningkatnya minat seseorang. c. Minat sangat bergantung pada kseempatan belajar. Kesempatan belajar merupakan faktor yang sangat berharaga, sebab tidak semua orang bisa menikmatinya. d. Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin dikarenakan keadaan fisik yang tidak memngkinkan. e. Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat mempengaruhi, sebab jika budaya sudah mulai luntur mungkin minat juga akan ikut luntur. 12 Ibid, h. 61 13 Elizabet B. Hurlock, op. cit., h. 115 f. Minat berbobot emosional. Minat berhbungan dengan perasaan, maksudnya bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sagat berharga, maka akan timbul perasaan senang yang akhirnya dapat dinikmatinya. g. Minat berbobot egosentris. Artinya seseorang senag terhadap sesuatu, maka akan timbul hasrat untuk memilikinya. 14 Minat secara psikologis banyak dipengaruhi oleh perasaan senang dan tidak senang yang terbentuk ada setiap fase perkembangan fisik dan psikologis anak. Pada tahap tertentu, regulasi rasa senang dan tidak senang ini akan membentuk pola minat. Munculnya pola minat ketika sesuatu yang disenangi berubah menjadi tidak disenangi sebagai dampak perkembangan psikologi dan fisik seseorang. Secara psikologis menurut Munandar, fase perkembangan minat berlangsung secara bertingkat dan mengikuti pola perkembangan individu itu sendiri. Di samping itu, kematangan individu juga memengaruhi perkembangan minat, karena semakin matang secara psikologisnya maupun fisik, maka minat juga akan semakin kuat dan terfokus pada objek tertentu.pada mulanya minat terpusat pada diri sendiri, hal-hal yang menjadi kepunyaan, kemudian berpusat pada orang lain, termasuk pada objek-objek yang ada dalam lingkungannya. Kecenderungan siswa dalam memilih atau menekuni suatu mata pelajaran secara intensif dibanding dengan mata pelajaran lainnya pada dasarnya dipengaruhi oleh minat siswa yang bersangkutan. Proses pemilihan sampai diambilanya suatu keputusan oleh siswa untuk menekuni ini secara psikologis sangat ditentukan oleh minatnya terhadap mata pelajaran itu sendiri.di samping itu, minat juga banyak dikontribusi oleh pola dan kebiasaan yang mereka alami bersama teman-teman sebayanya. Artinya, bisa saja seorang anak berminat terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak mereka minati, namun karena pengaruh teman sebayanya akhirnya berminat, karena dari kebiasaan itu si anak cenderung meniru, yang akhirnya menjadi kesenangan yang bersifat tetap yaitu minat. Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar siswa. Suatu kegiatan belajar yang dilakuan tidak sesuai dengan minat siswa 14 Elizabet B. Hurlock, op. cit., h. 115 akan memungkinkan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar siswa yang bersangkutan. Dengan adanya minat dan tersedianya rangsanagan yang ada sngkut pautnya dengan diri siswa, maka siswa akan mendapatkan kepuasan batin dari kegiatan belajar tadi. c. Indikator Minat Dalam dunia pendidkan di sekolah, minat memegang peranan penting dalam belajar. karena minat ini merupakan sesuatu kekuatan motivasi yang menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu benda, atau kegiatan tertentu. Dengan demikian, minat merupakan unsur yang menggerakkan motivasi seseorang sehingga orang tersebut dapat berkonsentrasi terhadap suatu benda atau kegiatan tertentu. Dengan adanya unsur minat belajar Terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi minat terhadap sesuatu antara lain: a. Perasaan Senang Seseorang yang memiliki perasaan senang atau suka dalam hal tertentu ia cenderung mengetahui hubungan antara perasaannya dengan minat. Siswa yang berminat pada suatu pelajaran, maka dirinya akan merasakan kesenangan, kenikmatan dan tidak bosan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, ia akan rajin hadir dan mengerjakan latihan-latihan yang diberikan oleh gurunya dengan antusias tanpa ada beban dalam dirinya. Seperti yang disebutkan oleh Suryasubrata bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa objek kegiatan. Objek yang diminati seseorang diperlihatkan terus menerus disertai perasaan senang. b. Perhatian Adanya perhatian juga menjadi salah satu indikator minat, perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa seseorang terhadap pengamatan,pengertian atau pun yang lainnya dengan mengesampingkan hal lain. Siswa yang erminat pada satu pembelajaran akan terdapat kecenderungan-kecenderungan yang kuat untuk selalu memberikan perhatian yang besar terhadap objek yang diminatinya. Dengan demikian, siswa yang berminat teradap

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2705 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 702 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 591 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 388 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 527 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 888 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 808 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 494 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 734 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 876 23