Minat siswa terhadap pembelajaran pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas v min di tangerang selatan

MINAT SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN PENDIDIKAN
KEWARGANEGARAAN PADA SISWA KELAS V MIN DI
TANGERANG SELATAN

Skripsi
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai
Gelar Sarjana Pendidikan Islam

Oleh
Mariati Mauly Bellanisa
NIM 1111018300025

PRODI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015 M/ 1436 H

LEMBAR PENGESAH,A,N PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi yang berjudul Minat Siswa Terhadap Pembelajaran
Pendidikan Kawarganegaraan Pada Siswa Kelas

V MIN di

Tangerarrg Selatan. Disusun oleh Mariati Mauly Bellanisa NIM.
1111018300025, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif

Hidayatullah Jakarta. Telah melalui bimbingan dan dinyatakan sah
sebagai karya

ilmiah yang berhak untuk diujikan pada

sidang

munaqasah sesuai ketentuan yang ditetapkan fakultas.

Jakarta,

Yang Mengesahkan

Pembimbing

in, M.Pd

NIP

1983 1206201101 1005

03 September 2015

LEMBAR PENGESAHAN PEI{GUJI
Skripsi berjudul "Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Pada Kelas V MIN di Tangerang Selatan" disusun oleh
Hafizah Nadia, NIM 1111018300025. Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam
ujian munaqosah pada tanggal 01 Oktober 2015 dihadapan dewan penguji, karena
itu penulis berhak memperoleh gelar Sarjana S1(S. Pd.) dalam bidang Pendidikan
Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Jakarta,

01 Oktober

20 1 5

Panitia Ujian Munaqasah
Ketua Panitia (Ketua

Jurusary'Prodi)

Dr. Khalimi, MA
NrP 196s0sts 199403

Tanggal

tar{

sl'
..1.k
1 006

Sekretaris ( Sekretaris Jurusan/Prodi)
Asep Ediana Latip, M. Pd
NIP 19810623 2009t21 003

Penguji

rt/lr

1AE

1

Drs.H. Abd. Shomad. MA
NIP 19570815 198703 1 002

fl,r...N,W.u{

Penguji 2

Dra. Zikri Neni Iska. M.Psi
NrP19690206 199503 2 00r

02 No\Pmut ZotS

Mengetahui,
Dekan Fakultas mu Tarbi

203

I 407

Tanda Tangan

e"

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan di bawah ini

:

Nama

; Mariati Mauly Bellanisa

Alamat

: JL. RE. Martadinata,

RT 0021013, Ciputat, Tangerang Selatan

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA
Bahwa skripsi yang berjudul Minat Siswa Dalam Pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan Pada Siswa Kelas

\r MIN di Tangerang

Selatan adalah

benar hasil karya sendiri dengan bimbingan dosen:

Nama

Pembimbing : Takiddin, M.Pd

NIP
Prodi/Bidang

: 198312062011011005

Studi

: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah

Demikian surat pemyataan

ini

saya buat dengan sesungguhnya dan saya siap

menerima konsekuensi apabila terbukti bahwa skripsi

ini bukan hasil karya

sendiri.

Jakarta, September 2015

Yang Menyatakan

Mauly Bellanisa

ABSTRAK
Mariati Mauly Bellanisa(1111018300025), 2015, “Minat Siswa
Terhadap Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa
Kelas V (Lima) MIN di Tangerang Selatan”, Jurusan Pendididkan Guru
Madrasah Ibtidaiyyah, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN
Syarif Hidayatullah, Jakarta. Pembimbing: Takiddin. M. Pd.
Minat merupakan keadaan dalam diri seseorang, terutama pada siswa,
dengan adanya minat dalam diri siswa, maka siswa dapat mengerjakan
pekerjaannya dengan senang, dan semangat, serta dapat memperoleh
hasil yang baik. Dengan adanya minat, seseorang dapat melakukan
pekerjaan tanpa adanya paksaan dari siapapun. Adapun indikator minat
adalah perasaan senang, perhatian, memiliki penegetahuan,
penghargaan, ketertarikan serta keinginan dan cita-cita. Dengan adanya
indikator-indikator minat tersebut dalam diri siswa ketika melakukan
pekerjaannya misalnya belajar atau terhadap sesuatu misalnya mata
pelajaran, maka dapat dikatakan bahwa siswa tersebut memiliki minat
yang tinggi pada pembelajaran atau mata pelajaran tersebut. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan dan untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi minat siswa terhadap pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif
dengan pendekatan deskriptif dan menggunakan teknik penelitian
observasi, wawancara dan angket. Dari hasil penelitian yang dilakukan
penulis menunjukan bahwa minat siswa terhadap pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan adalah tinggi.
Kata
Kunci:
Minat
Kewarganegaraan

Siswa,

i

Pembelajaran

Pendidikan

ABSTRACT
MariatiMaulyBellanisa, 2015, "The Student’s interest Against Citizen
ship Education Learning in Fifth grade of MIN in South Tangerang",
Teacher of Madrasah Ibtidaiyyah Education Study Program, Faculty of
Education UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Advisor:Takiddin. M.Pd
Interest is one of importhant things, which affects thestudent in
learning. withtheinterest the studentwill become more enthusiasticin
learningandwillgetgood score, theindicator ofinterestis feeling happy,
getattention,
havethe
knowledge,
appreciation,
the
interestanddesiresandideals, whenthestudentsthemselves therearethe
componentsinastudyoractivities, it can be saidstudents' interesttowards
studyor activityis high.
This
studyaims
to
determinestudents'
interesttowards
learningCivicsandtodetermine the factorsthat affect theinterest of the
studentstowards learningCitizenship Education. The method that
x100% of
usedisquantitatively usingstatistical formulaspercentage
theresults of the studyshowedthat thestudents' interest towardscivic
educationisalreadyhigh.
Keywords: StudentInterests, CitizenshipEducation Learning

ii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas segala
rahmat dan karunia_Nya kepada penulis, sehingga penulis mampu
menyelesaikan Laporan Karya Ilmiah berupa skripsi yang berjudul
“Minat Siswa Terhadap Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di
Kelas V MIN Se Tangerang Selatan”. Skripsi ini diajukan untuk
mememnuhi persyaratan mempeoleh gelar Strata satu (S1).
Shalawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi
Muhammad SAW, beserta keluarga dan para sahabatnya. Sehingga kita
dapat menikmati indahnya iman dan Islam seperti saat ini.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari kesempurnaan dan
tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak, tanpa
bantuan dan dukungan tersebut, sulit rasanya bagi penulis untuk
menyelesaikan skripsi ini. ole karena itu, penulis mengucapkan
terimakasih yang tak terhingga kepada:
1. Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Thib Raya,
MA,
2. Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah,
Ilmu

Tarbiyah

dan

Keguruan

Universitas

Negeri

Fakultas
Syarif

Hidayatullah Jakarta, Dr. Khalimi, M. Ag.
3. Takiddin, M. Pd, dosen pembimbing saya yang telah banyak
memberikan bantuannya, nasihat, ilmu pengetahuan serta waktunya,
sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik
4. Kepala

Madrasah Ibtidaiyah Negeri Ciputat, Dra. HJ. Ratu

Rohimah serta Ibu Hamidah, S. Pd selaku guru mata pelajaran PKn
yang telah memberikan izin serta meluangkan waktunya untuk saya
melaksanakan penelitian di kelas V (Lima) MIN Ciputat.dan juga
terimakasih untuk siswa dan siswi kelas V MIN Ciputat atas
kesediaannya untuk mengisi angket serta wawancara.

iii

5. Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri Cempaka Putih, Dra. Jetty
Maynur M.Pd dan Suherti, S.Pd selaku guru mata pelajaran PKn
kelas V (Lima) yang telah memberikan izin serta meluangkan
waktunya untuk saya melaksanakan penelitian di MIN Cempaka
Putih. dan juga terimakasih untuk siswa dan siswi kelas V MIN
Cempaka Putih atas kesediaannya untuk mengisi angket serta
wawancara.
6. Seluruh staf jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah,
Fakultas Ilmu Tarbyyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarata.
7. Seluruh Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyyah, Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
8. Kedua orang tua saya ibu Rohani serta Bapak Marhali yang telah
merawat dan mendidik saya dengan penuh kasih sayang dan cinta,
serta dengan kerja kerasnya dapat menyekolahkan saya sampai
perguruan tinggi.serta adik-adikku Dewi Mauly Syahidah dan
Raihan Maulana Ali, atas dukungan dan motivasinya.
9. Encing Martini, Mamang Nata dan seluruh keluarga besar yang
telah mendukung penulis dari segi moril maupun materil.
10. Sahabatku Melita Andriyani yang telah memberikan semangat,
bantuan baik dalam segi motivasi maupun ilmunya untuk saya,
sehingga skripsi ini dapat terselesaikan Maaf jika selama ini sering
membuat kesal dan sering menjahili dirimu, semoga kita dapat
bersahabat selamanya.
11. Kawan-kawan-kawan satu kelompok bimbingan yang dibimbing
oleh bapak Takiddin (Husnul Ma’ab, Siti Sa’adah, Halimah
Tusya’diyah, Ratna Sarifah Muda’im dan Arrum Nisa) terimakasih
kawan-kawan atas bantuan dan semangatnya selama ini
12. Seluruh teman-teman kelas A dan B Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyyah yang tak bisa penulis sebutkan satu persatu.

iv

13. Serta seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi
ini, namun tidak bisa penulis sebutkan satu per satu

Penulis berharap semoga seluruh amal baik dari semua pihak yang
telah membantu dan mendukung penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini mendapatkan pahala dan rahmat dari Allah SWT.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan skripsi ini
masih terdapat banyak kesalahan. Untuk itu, penulis mengharapkan
saran dan kritik yangmembangun demi sempurnanya skripsi ini. Besar
harapan penulis, semoga skripsiini dapat bermanfaat bagi semua pihak
yang membaca dan membutuhkannya.

Jakarta, 30 Juni 2015

Penulis

v

DAFTAR ISI

ABSTRAKSI ......................................................................................

i

ABSTRACT .......................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ......................................................................

iii

DAFTAR ISI ......................................................................................

iv

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................

1

B. Identifikasi Masalah .........................................................

8

C. Pembatasan Masalah ........................................................

8

D. Perumusan Masalah .........................................................

9

E. Tujuan Penelitian .............................................................

9

F. Manfaat Penelitian ...........................................................

9

BAB II KAJIAN PUSTAKA ..............................................................

10

A. Landasan Teori ..............................................................

10

1. Minat Belajar ...........................................................

10

a. Pengertian Minat Belajar ...................................

10

b. Macam-Macam Minat ........................................

12

c. Indikator Minat ..................................................

15

2. Hakikat Pembelajaran Kewarganegaraan .................

18

a. Pengertian PKn ..................................................

18

b. Tujuan Pembelajaran PKn ..................................

20

c. Ruang Lingkup PKn ...........................................

21

B. Penelitian Yang Relevan ................................................

23

C. Kerangka Berpikir ..........................................................

25

BAB III METODOLOGI PENELITIAN .........................................

26

A. Tujuan Penelitian ..........................................................

26

B. Tempat dan Waktu Penelitian ......................................

26

C. Populasi dan Sampel ....................................................

26

D. Metode Penelitian ........................................................

27

E.

Teknik Pengumpulan Data ...........................................

27

F.

Instrumen Pengumpulan Data ......................................

32

G. Teknik Analisis Data dan Pengolahan Data .................

32

BAB IV HASIL PENELITIAN ........................................................

35

A. Gambaran Umum Objek Penelitian ........................
1.

2.

Gambaran Umum MIN Ciputat ........................

35
35

a.

Identitas Madrasah ...........................................

35

b.

Visi dan Misis ..................................................

35

Gambaran Umum MIN Cempaka Putih ..........

36

a.

Identitas Madrasah ...........................................

36

b.

Visi dan Misi .....................................................

36

B. Deskripsi Data .............................................................

36

C. Hasil Analisis Data Angket .........................................

36

D. Hasil Observasi ...........................................................

49

1.

Hasil Observasi MIN Ciputat ................................

49

2.

Hasil Observasi MIN Cempaka Putih ....................

51

E. Analisis Hasil Wawancara .........................................

54

F.

61

Pembhasan Penelitian ................................................

BAB V PENUTUP ............................................................................

65

A.

Kesimpulan ..................................................................

65

B.

Saran ............................................................................

65

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................

66

LAMPIRAN-LAMPIRAN ................................................................

DAFTAR TABEL
1. Tabel 1 Pedoman Wawancara Guru .................................................................. 26
2. Tabel 2 Pedoman Wawancara Siswa
3. Tabel 3 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Angket .................................................. 33
4. Tabel 4 Memberikan Pendapat pada saat pembelajaran PKn ............................ 33
5. Tabel 5 Merasa Bosan Pada saat pembelajaran PKn ........................................ 33
6. Tabel 6 Datang tepat waktu pada saat pembelajaran PKn ................................. 34
7. Tabel 7 Mengerjakan latihan yang diberikan leh gur PKn ................................ 35
8. Tabel 8 Merasa tertarik dengan pembelajaran PKn .......................................... 35
9. Tabel 9 Mendapat nilai bagus bila mengerjakan latihan PKn ........................... 36
10. Tabel 10 Sungguh-sungguh memperhatikan materi yang disampaikan guru... 37
11. Tabel 11 Menjawab pertanyaan yang diajukan guru mengenai maeri
PKn diawal ataupun pada saat pembelajaran berakhir ...................................... 37
12. Tabel 12 Merasa senang pada saat mengikuti pembelajaran PKn ..................... 38
13. Tabel 13 Merasa pengetahuan bertanbah setiap mengikuti pembelajaran PKn . 38
14. Tabel 14 Mudah memahami materi PKn yang disampaikan oleh guru .............. 39
15. Tabel 15 Mengikuti pembelajaran dengan baik agar mendapat pujian guru ...... 40
16. Tabel 16 Berusaha mendapat nilai bagus agar mendapatkan pujian dari
guru dan teman-teman ....................................................................................... 40
17. Tabel 17 Berusaha mendapatkan nilai bagus agar bisa mendapatkan
penghargaan dari guru atau orang tua ............................................................... 41
18. Tabel 18 mengikuti pembelajaran PKn dengan baik agar mendapat
pujian dari guru ................................................................................................. 41
19. Tabel 19 berusaha mendapat nilai agus agar mendapatkan pujian dari
guru dan teman-teman....................................................................................... 42
20. Tabel 20 berusaha mendapatkan nilai bagus agar bisa mendapatkan
penghargaan dari guru atau orang tua ................................................................ 42
21. Tabel 21 belajar PKn dengan rajin agar mendapat nilai yang bagus ................ 43
22. Tabel 22 Guru memberikan motivasi agar materi pembelajaran PKn
menjadi penting bagi saya ................................................................................... 43
23. Tabel 23 pembelajaran PKN sangat sulit ........................................................... 44

Daftar Lampiran

Lampiran 1`

Lembar Panduan Observasi MIN Ciputat hari ke-1 ..................................... 66

Lampiran 2

lembar Panduan Observasi MIN Ciputat hari ke- 2 ..................................... 67

Lampiran 3

Lembar Panduan Observasi MIN Ciputat hari ke- 3 ................................... 68

Lampiran 4

Lembar Panduan Observasi MIN Cempaka Putih Hari ke-1 ....................... 70

Lampiran 5

Lembar Panduan Observasi MIN Cempaka Putih hari ke-2 ........................ 71

Lampiran 6

Lembar Observasi MIN Cempaka Putih hari ke-3 ....................................... 72

Lampiran 7

Hasil wawancara Siswa MIN Ciputat ......................................................... 73

La mpiran 8

Hasil waqwancara siswa MIN Ciputat ............................................. ......... 74

Lampiran 9

Hasil wawancara siswa MIN Cempaka Putih ............................................ 75

Lampiran 10 Hasil wawancara siswa MIN Cempaka Putih ............................................. 76
Lampiran 11 Hasil wawancara guru MIN Ciputat ............................................................ 77
Lampiran 12

Hasil wawancara guru MIN Cempaka Putih .............................................. 79

Lampiran 13 Angket ......................................................................................................... 81
Lampiran 14 Rumus Statistik Presentase .......................................................................... 84

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam pendidikan terdapat komponen-komponen yang sangat
penting,diantarana adalah kurikulum, silabus, Racangan Perencanaan
Pembelajaran (RPP), guru, siswa dan media pembelajaran. Kurikulum
adalah alat untuk mencapai tujuan pendidikan. Di Indonesia, tujuan
kurikulum tertera pada Undang-Undang sistem pendidikan Nasional
Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 di sebutkan bahwa kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggara kegiatan
belajar mengajar.1
Selama beberapa tahun ini Indonesia mengalami beberapa kali
pergantian kurikulum, mulai dari kurikulum 1994, kurikulum 2004
(KBK), kurikulum 2006 (KTSP), samapi dengan kurikulum 2013, yang
telah dilaksanakan pada tahun 2014. Perubahan kurikulum dilakukan
oleh pemerintah dengan tujuan menjadikan pendidikan di Indonesia
lebih baik.
E. Mulayana dalam bukunya yang berjudu Pengembangandan
Implementasi Kurikulum 2013 berpendapat bahwa pendidikan nasional
telah gagagl dalam membentuk nilai-nilai karakter bangsa. Hal ini
mungkin karena orientasi pendidikan di Indonesia lebih terfokus pada
ranah kogniif yang telah dikembangkan oleh Bloom dan kawan-kawan
tapi hanya pada ranah kognitif tingkat rendah. Namun pendidikan
karakter diabaikan sehingga menjadikan guru dan siswa hanya
mementingkan nilai kognitif dan kurang mementigkan nilai-nilai

1

H. Dakir. Perencanaan dan Pengembangan Kurikulum. (Jakarta:PT Rineka
Cipta. 2o1o), h. 1

1

2

karakter.2 Karena hal tersebut mengakibatkan permasalahan yang
terjadi pada pendidikan Indoneisa, diantaranya adalah rendahnya moral
anak bangsa, yang memicu terjadinya tauran, saling bully diantara
siswa, seks bebas, narkoba bahkan korupsi.
Untuk mengatasi permasalahan yang terjadi pada dunia
pendidikan di Indonesia, diperlukan perubahan yang cukup mendasar
dalam sistem pndidikan, perubahan mendasar tersebut berkaitan dengan
kurikulum, yang dengan sendirnya meuntut dan mempersyaratkan
berbagai perubhan pada komponen lain. Kurikulum berbasis karakter
dan kompetensi diharapkan mampuu memecahkan berbagai persoalan
bangsa, khususnya dalam bidag pendidkan, dengan mempersiapkan
peserta didik melaui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi terhadap
sistem pendidikan. Oleh karena itu pemerintah merevitalisasi
pendidikan karakter dalam seluruh jenis jenjang pendidikan, termasuk
dalam pengembangan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 lebih
menekankan pada pendidikan karakter, terutama pada tingkat dasar,
yang akan menjadi fondasi bagi tingkat berikutnya. Kurikulum 2013
diharapkan dapat menjadikan bangsa Indonesia bangsa ang bermartabat
dan dapat bersaing dengan negara-negara lain di dunia, bahkan dapat
menghasilkan insan yang produktif, kreatif, inovatif dan berkarakter.3
Komponen yang selanjutnya yaitu silabus, menurut Abdul
majid, silabus adalah rancangan pembelajaran yang berisi rencana,
bahan ajar, mata pelajaran tertentu pada jenjang dan kelas tertentu,
sebagai hasil dari seleksi, pengelompokkan, pengururtan, dan penyajian
materi kurikulum, yang dipertimbangkan berdasarkan ciri dan
kebutuhan daerah setempat. Dengan adana silabus diharapkan dapat
memudahkan guru dalam menjabarkan kmpetensi dasar menjadi

2

H. E. Mulyasa. Pengembangan dan Implementasi Kurikulum 2013. (Bandung:
PT. Remaja Rosdakarya. 2014),.h. 3
3
Ibid,.h. 6

3

perencanaan belajar mengajar, sehingga kegiatan belajar mengajar di
kelas menjadi lebih terarah.4
Komponen yang selanjutnya adalah guru. Peran guru sangat
penting dalam dunia pendidikan, karena guru bertugas dan bertanggung
jawab memotivasi, memfasilitasi, mendidik dan melatih siswa.5 Tanpa
adanya guru kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung. Selain itu,
guru juga dapat berperan untuk mengembangkan bakat siswa melalui
pengetahuannya mengenai minat siswa.
Guru adalah “penggerak” perjalanan belajar bagi siswa. Sebagai
penggerak maka guru perlu memahami dan mencatat kesukarankesukaran siswa. Sebagai penggerak belajar, guru diharapkan
memantau tingkat kesukaran pengalaman belajar dan segera membantu
dan mengatasi kesukaran belajar yang dialami oleh siswa. 6 Salah satu
cara mengatasi kesulitan yang dialami oleh siswa adalah dengan
meningkatkan minat belajar siswa dalam pelajaran yang siswa merasa
mengalami kesulitan, dengan adanya minat, diharapkan siswa dapat
belajar dengan baik dan dapat mengatasi kesulitan yang siswa alami.
Selain sebagai penggerak, guru juga berperan sebagai fasilitator
bagi siswa. Sebagai fasilitator guru menyiapkan media serta bahan ajar
yang dibutuhkan pada saat pembelajaran berlangsung. Selain itu,
sebagai fasilitator guru dapat melihat minat siswa dan mengarahkannya
kepada hal-hal yang positif. Misalnya siswa yang mempunyai minat
terhadap seni musik, guru dapat mengarahkan siswa tersebut untuk
lebih mendalami seni musik, seperti, bernyanyi atau memainkan alat
musik. Dengan mengarahkan minat siswa kearah yang positif

4

Abdul Majid. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar
Kompetensi Guru. (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. 2009),.h.38
5
Abd. Rozak, Pengembangan Profesi Guru, (Jakarta: FITK UIN Jakarta, 2010),
h. 1
6
Dr. Dimati dan Drs. Mudjono. Belajar dan pembelajaran. (Jakarta: PT. Rineka
Cipta. 2010). Cet. Keempat. h 105

4

diharapkan siswa dapat mengembangkan minat dan bakatnya dengan
baik.7
Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang
untuk melakukan apa yang mereka inginkan.8 Dengan adanya minat,
seseorang dapat lebih senang dalam melaksanakan aktivitasnya.
Misalnya, seorang siswa yang memiliki minat terhadap pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaan (PKn), maka siswa tersebut akan mengikuti
pembelajaran PKn dengan baik dan sungguh-sungguh, agar dapat
memperoleh hasil yang baik dan dapat menambah kecintaannya
terhadap tanah air.
Aktivitas apa pun, jika dilakukan dengan penuh minat dan
kegembiraan, akan membawa hasil yang memuaskan. Demikian juga
dengan belajar. Belajar yang dilakukan dengan penuh minat dan rasa
suka akan membawa hasil yang jauh lebih baik dibandingkan dengan
belajar yang dilakukan karena terpaksa. Jika siswa melakukan belajar
karena terpaksa maka hasil yang diperoleh pun tidak akan baik.
Siswa yang berminat dengan suatu materi tertentu akan
memberikan perhatian yang lebih banyak pada materi itu dan menjadi
terlibat secara aktif didalamnya. Siswa juga cenderung mempelajarinya
secara lebih bermakna, terorganisai dan terperinci. Misalnya, siswa
akan mengaitkan materi yang siswa pelajari dengan pengetahuan
sebelumnya, membentuk gambar-gambar visual, serta memberikan
contoh-contoh. Siswa yang berminat pada apa yang mereka pelajari
akan menunjukan prestasi akademik yang lebih tinggi dan lebih
mungkin mengingat materi pelajaran tersebut dalam jangka panjang.9
Minat dapat timbul karena adanya dorongan yang kuat dari diri
sendiri. Selain itu, dorongan tersebut juga dapat pula timbul melalui

7

Wina Sanjaya, Pembelajaran dalam Implementasi Kurikulum Berbasis
Kompetensi, Jakarta: Kencana, 2011), h. 79
8
Elizabeth B. Hurlock, Perkembangan Anak Jilid 2 (Erlangga), h. 114
9
Jeanne Ellis Ormrod, Psikologi Pendidikan Membantu Siswa Tumbuh dan
Berkembang Jilid 2 Edisi Keenam, (Indonesia:Erlangga, 2009), h. 102

5

lingkungan sekitar, seperti orang tua, sanak saudara, teman sejawat,
lingkungan masyarakat dan lain sebagainya. Dorongan-dorongan
tersebut merupakan semangat untuk meraih sesuatu yang diinginkannya
dengan usaha yang besar. Secara psikologi, minat itu sangat
berpengaruh sekali pada diri seorang siswa untuk mencapai suatu yang
diinginkan. Dengan adanya minat yang kuat seseorang akan
mempunyai semangat yang kuat pula, agar segala sesuatu yang
diinginkan dapat terwujud.10
Membangkitkan minat belajar pada siswa, sehingga siswa
menjadi senang dan hobi dalam belajar di dalam mata pelajaran apa pun
adalah tugas guru dan orang tua. Minat belajar akan menjadi daya
dorong yang kuat untuk mengarahkan siswa melakukan belajar tanpa
adanya paksaan. Membangkitkan minat belajar penting dilakukan
terutama pada mata pelajaran yang kurang diminati oleh siswa.11
Misalnya, pembelajaran PKn yang selama ini kurang diminati oleh
siswa. Karena kebanyakan guru hanya menggunakan metode ceramah
dalam mengajar.
PKn adalah salah satu mata pelajaran yang harus dan penting
dipelajari oleh siswa, karena Pendidikan kewarganegaraan dapat
membuat siswa untuk memiliki rasa tanggung jawab, cinta tanah air,
dan menciptakan rasa bangga terhadap bangsa dalam diri siswa serta
dapat membentuk karakter yang baik pada diri siswa.
Seperti yang dikatakan oleh Junaedi, dkk, secara sederhana
dapat disimpulkan bahwa Pendidikan Kewarganegaraan adalah
suatu program pendidikan yang berusaha menggabungkan
unsur-unsur subtantif yang meliputi demokrasi, hak-hak asasi
manusia, dan masyarakat madani melalui model pembelajaran
yang demokratis, interaktif dan humanis dalam lingkungan yang
demokratis, untuk mencapai suatu standar kompetensi yang
telah ditentukan.12
10

Ibid
Ngainun Naim, Dasar-Dasar Komunikasi Pendidikan, (Jogjakarta: Ar-Ruzz
Media, 2011), h. 93
12
Junaedi, dkk. Pendidikan Kewarganegaraan Edisi Pertama. (Surabaya:
Amanah Pustaka. 2009). h 1-14
11

6

Pentingnya pendidikan kewarganegaraan diajarkan di sekolah
dasar ialah sebagai pemberian pemahaman dan kesadaran jiwa setiap
anak didik dalam mengisi kemerdekaan, dimana kemerdekaan bangsa
Indonesia yang diperoleh dengan perjuangan keras dan penuh
pengorbanan harus diisi dengan upaya membangun kemerdekaan,
mempertahankan kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara perlu
memiliki apresiasi yang memadai terhadap makna perjuangan yang
dilakukan para pejuang kemerdekaan.
Apresiasi itu menimbulkan rasa senang, sayang, cinta, keinginan
untuk

memelihara, melindungi,

membela negara untuk

itulah

pendidikan kewarganegaraan penting diajarkan di sekolah sebagai
upaya sadar menyiapkan warga negara yang mempunyai kecintaan dan
kesetiaan serta keberanian membela bangsa dan negara.
Selain itu, pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan diajarkan
di kelas adalah untuk membentuk karakter baik siswa, seperti tolongmenolong, disiplin, gotong royong, tenggang rasa, toleransi, saling
menghormati sesama manusia, menanamkan rasa kebangsaan serta
cinta

tanah

air.

Karena

dalam

pembelajaran

Pendidikan

Kewarganegaraan di sekolah dasar terdapat materi tentang tolongmenolong, toleransi,gotong roong, tenggang rasa, saling menghormati,
organisasi, musyawarah mufakat serta sistem pemerintahan.
Namun, walaupun pembelajaran pendidikan kewarganegaraan
sangat penting dipelajari di sekolah, sebagian siswa masih menganggap
tidak penting mata pelajaran ini. Hal demkian dapat diketahui dari
kesungguhan mereka dalam mengikuti pembelajaran pendidikan
kewarganegaraan.

Sebagian

siswa

masih

banyak

yang

tidak

memperhatikan saat guru sedang menjelaskan dan teman yang sedang
mempresentasikan hasil diskusi. Serta beberapa siswa ada yang sibuk
berbincang-bincang pada saat diskusi berlangsung.

7

Selain siswa meganggap remeh pembelajaran Pendidikan
Kewaranegaraan, siswa juga merasa bosan dengan pembelajaran
Pendidikan Kewaranegaraan. Rasa bosan dan jenuh siswa dikarenakan
kurangnya inovasi guru dalam menggunakan metode pembelajaran di
kelas, metode pembelajaran yang digunakan guru di kelas cenderung
monoton, guru hanya menggunakan metode ceramah dan diskusi tanpa
mencoba menggunakan metode yang lain. Padahal banyak metode
pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru sehingga dapat menarik
minat siswa dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan,
diantaranya adalah dengan menggunakan metode sosio drama, card
short, poster session, bahkan dengan melakukan study tour atau
mengunjungi

tempat-tempat

yang

berhubungan

dengan

materi

pembelajaran seperti kantor-kantor pemerintahan, musium dan lain
sebagainya.
Permasalahan-permasalahan di atas, peneliti peroleh dari hasil
observasi yang dilakukan di sekolah tempat penulis melaksanakan
PPKT yaitu MI As- Salamaah, lebih tepatnya di kelas V. Namun,
karena nasihat dari desen penguji proposal skripsi maka peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang minat siswa terhadap pembelajaran
Pendidikan Kewarganegaraan di MIN Ciputat dan MIN Cempaka Putih
yang terletak di Tangerang Selatan.
Rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan, selain dapat diketahui dari sikap mereka pada saat
pembelajaran berlangsung. rendahnya minat siswa juga dapat diketahui
dari nilai-nilai siswa yang rendah. Menurut penuturan Ibu Hamidah,
guru MIN 1 Ciputat yang ditemui pada hari Rabu, 25 Februari 2015.
Beliau adalah guru Kewarganegaraan di kelas V, manuturkan bahwa
rendahnya nilai siswa dikarenakan bukan hanya karena kurangnya
minat siswa, namun, juga dikarenakan pembelajaran Pendidikan
Kewarganegaraan

membutuhkan

pemahaman

siswa.

Walaupun

dirasakan mudah, namun, siswa sulit memahaminya, karena materi

8

dalam pembelajaran tersebut sulit ditemui dalam kehidupan sehari-hari
secara langsung, seperti ketata negaraan dan organisasi masyarakat.13
Selain itu rendahnya minat siswa dan rasa bosan yang timbul
pada saat pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan juga disebabkan
oleh rendahnya kemampuan siswa untuk mengambil manfaat setelah
mempelajari materi Pendidikan Kewarganegaraan di kelas. Sehingga
membutuhkan peran guru untuk menjelaskannya.
Berdasarkan permasalahan tersebut, maka penulis tertarik untuk
melakukan

penelitian

dengan

judul

Minat

Siswa

Terhadap

Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Pada Siswa kelas V
MIN di Tangerang Selatan.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan sebelumnya,
masalah yang akan diidntifikasikan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
1. Minat siswa terhadap pembelajaran PKn rendah.
2. Proses pembelajaran PKN siswa kelas V MI/SD yang kurang
diminati oleh sebagian siswa.
3. Pemahaman siswa yang rendah terhadap materi yang
disampaikan oleh guru PKn.
4. Manfaat yang dapat diambil oleh siswa setelah mempelajari
PKn.

5. Guru yang kurang melakukan inovasi dalam menarik minat
siswa untuk belajar PKn.

C. Pembatasan Masalah
Dalam penelitian ini, peneliti perlu membatasi masalah yang
akan dibahas agar jelas penjabarannya. Permasalahan dalam pnelitian
ini dibatasi pada minat siswa terhadap pembelajaran Kewarganegaraan
di kelas V MI/SD.
13

Hasil Wawancara dengan Guru PKn Kelas V MIN 1 Ciputat (Jl. Dewi Sartika)
Pada tanggal 25 Februari 2015.

9

D. Rumusan Masalah
Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana minat siswa terhadap pembelajaran PKn?

2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi minat siswa dalam
pembelajaran PKn?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk

mengetahui

minat

siswa

terhadap

pembelajran

Kewarganegaraan.

2. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat
siswa dalam pembelajaran Kewarganegaraan.

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Untuk pihak sekolah diharapkan mampu memberikan fasilitas
yang memadai untuk menarik minat siswa, sehingga proses
belajar dapat berjalan lebih baik.
2. Untuk bapak/Ibu guru yang senantiasa memberikan materi
pelajaran dengan maksimal. Penelitian ini dapat bermanfaat
sebagai sumbangan pemikiran dalam meningkatkan minat
belajar siswa pada mata pelajaran PKn.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Minat Belajar
a. Pengertian Minat Belajar
Keberhasilan seorang siswa dalam proses belajar, tidak hanya
didasarkan oleh sarana dan prasarana yang lengkap, tetapi ada yang lebih
penting dari itu, yaitu faktor yang timbul dari dalam diri siswa sendiri,
diantaranya adalah minat untuk belajar dengan sunggguh-sungguh, giat srta
dilakukan secara terus menerus.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia minat diartikan sebagai
perhatian; kecenderungan hati terhadap sesuatu, gairah, keinginan.1Minat
merupakan sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat besar sekali
pegarhnya terhadap kegiatan seseorang, sebab dengan minat ia akan
melakukan sesuatu yang diminatinya dengaan senang hati. Sebaliknya tanpa
minat seseorang tidak bergairah untuk melakukan sesuatu.
Menurut Lusi Nurhayati dalam bukunya yang berjudul Psikologi
anak, minat adalah kecenderungan seseorang terhadap sesuatu, atau bisa
dikatakan apa yang disukai seseorang untuk dilakukan. Pada dasarnya
setiap orang akan lebih senang melakukan sesuatu yang sesuai dengan
minatnya (yang disukai) dari pada melakukan sesuatu yang kurang disukai.
Belajar dengan keadaan hati senang tentu saja akan lebih mudah daripada
anak belajar dengan suasana hati ang terpaksa.2
Menurut Reber dalam Muhibbin Syah, minat tidak termasuk istilah
populer dalam psikologi karna ketergantungannya yang banyak pada faktorfaktor internal lainnya seperti: pemusatan perhatian, keingintahuan, moticasi
dan kebutuhan.3
Menurut Alisuf Sabri minat (interest) adalah kecenderungan untuk
selalu memperhatikan dan mengingat sesuatu secara terus menerus. Minat ini

1

Budiono, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. (Surabaya: Karya Agung,2005). hlm.341.
Lusi Nurhayati. Psikologi Anak. (Jakarta: PT. Indeks, 2008), h. 59
3
Muhibbin Syah. Psikologi Belajar. (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada. 2011), h. 152

2

8

9

erat kaitannnya dengan perasaan senang, karena itu akan dikatakan minat itu
terjadi karena sikap senang kepada sesuatu.4
Menurut Hidi, Renninger & Krapp dalam dalam Jeanne Ellis Omrod
yang dimaksud dengan minat adalah suatu bentuk motivasi intrinsik. Siswa
ang mengejar suatu ugas yang menarik minatnya, mengalami afek positif yang
signifikan seperti keenangan, kebahagiaan, kegembiraan dan kesukaan.5
Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara
diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan
tersebut, semakin besar minatnya.6
Secara sederhana minat (interest) berarti kecenderungan dan
kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Menurut
Reber minat tidak termasuk istilah populer dalam psikologi karena
kebergantungannya yang banyak pada faktor-faktor internal lainnya seperti:
pemusatan perhatian, keingintahuan, motivasi dan kebutuhan.7
Namun, terlepas dari masalah populer atau tidak, minat seperti yang
dipahami oleh orang selama ini dapat mempengaruhi kualitas pencapaian hasil
belajar siswa dalam bidang-bidang studi tertentu. Msalnya, seorang siswa
yang menaruh minat besar terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)
akan memusatkan perhatiannya lebih banyak daripada siswa lainnya.
Kemudian karena pemusatan perhatian yang intensif terhadap materi itulah
yang memungkinkan siswa untuk belajar lebih giat dan semangat sehingga
siswa dapat mencapai hasil yang diinginkannya. Guru dalam kaitan ini
sebaiknya

berusaha

membangkitkan

minat

siswa

untuk

menguasai

pengetahuan yang terkandung dalam bidang studinya.
Dari pendapat tokoh-tokoh diatas, dapat disimpulkan bahwa minat
adalah rasa senang dan rasa kecenderungan seseorang terhadap sesuatu baik
kegiatan maupun benda begitupula dengan kegiatan pembelajaran. Dengan
adanya minat dalam diri seseorang, maka pekerjaan apapun akan tersa ringan

4

Alisuf Sabri,Psikologi Pendidikan, (Jakarta: CV. Pedoman Ilmu Jaya, 2007), cet. III, h. 84
Jeanne Ellis Omrod. Psikologi Pendidikan Membentu Siswa Tumbuh dan Berkemang Edisi
keenam. (Eralangga. 2009), h. 101
6
Sardini, Pengaruh Minat Belajar Terhadap Hasi Belajar Pelajaran Ekonomi kelas XI IPS
MAN Pontianak,Artikel Penelitian, 2013, h. 2
7
Muhibbin Syah. Psikologi Pendidika Dengan Pendekatan Baru. (Bandung: PT. Remja
RosadaKarya.2010). hlm 133
5

10

dan menyenangkan serta dapat dilakukan dengan penuh semangat sehingga
menghasilkan hasil kerja yang baik.
Timbulnya minat belajar disebabkan oleh berbagai hal, antara lain
karena keinginan yang kuat untuk menaikkan martabat atau memperoleh
pekerjaan yang baik serta hidup bahagia. Minat belajar yang besar cenderung
menghasilkan prestasi yang tinggi, sebaliknya minat belajar ang kurang akan
menghasilkan prestasi yang rendah.8
b. Macam-Macam Minat
Menurut Rasyidah, timbulnya minat pada diri seseorang pada
prinsipnya dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: minat siswa yang berasal
dari pembawaan dan minat yang timbul karena adanya pengaruh luar. Pertama,
minat yang berasal dari pembawaan timbul dengan sendirinya dari setiap
individu, hal ini biasanya didasari oleh faktor keturunan bakat alamiah.Kedua,
Minat yang timbul karena adanya pengaruh dari luar diri individu, timbul
seiring dengan proses perkembangan individu yang bersangkutan. Minat ini
sangat dipengaruhi oleh lingkungan , dorongan orang tua dan kebiasan atau
adat.9
Gagne juga membedakan sebab timbulnya minat pada diri seseorang
kepada dua macam, yaitu minat timbul secara spontan dari dalam diri
seseorang tanpa pengaruh oleh pihak luar. Adapun minat terpola adalah
minat yang timbul sebagai akibat adanya pengaruh dari kegiatan-kegiatan
yang terencana dan terpola, misalnya dalam kegaiatan beajar mengajar baik
di sekolah maupun di luar sekolah. Dalam tulisan ini, tampaknya minat
yang dimaksud cenderung mengarah kepada minat terpola, sebagaimana
yang dimaksud oleh Gagne tadi. Mengingat minat sswa terhadap mata
pelajaran tertentu tidak terlepas dari pengaruh sistem pembelajaran yang
diselenggarakan guru di sekolah.10
Adapun mengenai jenis atau macam-macam minat, Kuder dalam
Purwaningrum mengelompokkan jenis-jenis minat ini menjadi sepuluh macam
yaitu:11
a. Minat terhadap alam sekitar, yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan
yang berhubungan dengan alam, binatang dan tumbuhan.

8

M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta:PT. Rineka Cipta, 2007), h.57
Drs. Ahmad Susanto, M. Pd. Teori Belajar & Pembelajaran di Sekolah Dasar. (Jakarta:
Kencana Prenadamedia Grup. 2013),h. 60
10
Ibid
11
Ibid, h. 61
9

11

b. Minat mekanik, yaitu minat terhadap pekerjaan-pekerjaan yang bertalian
dengan mesin-mesin atau mekanik.
c. Minat hitung menghitung, yaitu minat terhadap pekerjaan yang
membutuhkan perhitungan.
d. Minat terhadap ilmu pengetahuan, yaitu minat untk menemukan faktafakta baru dan pemecahan problem.
e. Minat persuasif, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubugan untuk
mempengaruhi orang lain.
f. Minat seni, yaitu minat terhadap pekerjaan yang berhubngan dengan
kesenian, kerajinan dan kreasi tangan.
g. Minat leterer, yaitu minat yang berhubungan dengan masalah-masalah
membaca dan menulis berbagai karangan.
h. Minat musik, yaitu mina terhadap masalah-masalah musik, seperti
menonton konser dan memaainkan alt musik.
i. Minat layanan sosial, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan
untuk membantu orang lain.
j. Minat klerikal, yaitu minat yang berhubungan dengan pekerjaan
administratif.12
Selanjutnya dalam hubungannya dengan ciri-ciri minat, Elizabeth Hurlock
menyebut ada tujuh ciri minat yanga masing-masing dalam hal ini tidak
dibedakan antara ciri minat secara spontan maupun terpola sebagaimana yang
dikemukakan oleh Gagne diatas. Ciri—ciri ini, sebagai berikut:13
a. Minat tumbuh bersamaan dengan perkembangan fisik dan mental.
Minat di semua bidang berubah selama terjadi perubahan fisik dan
mental, misalnya perbahan minat dalam hubungannya dengan
perubahan usia.
b. Minat bergantung pada kegiatan belajar. kesiapan belajar merupakan
salah satu penantyebab meningkatnya minat seseorang.
c. Minat sangat bergantung pada kseempatan belajar. Kesempatan belajar
merupakan faktor yang sangat berharaga, sebab tidak semua orang bisa
menikmatinya.
d. Perkembangan minat mungkin terbatas. Keterbatasan ini mungkin
dikarenakan keadaan fisik yang tidak memngkinkan.
e. Minat dipengaruhi budaya. Budaya sangat mempengaruhi, sebab jika
budaya sudah mulai luntur mungkin minat juga akan ikut luntur.

12
13

Ibid, h. 61
Elizabet B. Hurlock, op. cit., h. 115

12

f. Minat berbobot emosional. Minat berhbungan dengan perasaan,
maksudnya bila suatu objek dihayati sebagai sesuatu yang sagat
berharga, maka akan timbul perasaan senang yang akhirnya dapat
dinikmatinya.
g. Minat berbobot egosentris. Artinya seseorang senag terhadap sesuatu,
maka akan timbul hasrat untuk memilikinya. 14
Minat secara psikologis banyak dipengaruhi oleh perasaan senang dan
tidak senang yang terbentuk ada setiap fase perkembangan fisik dan psikologis
anak. Pada tahap tertentu, regulasi rasa senang dan tidak senang ini akan
membentuk pola minat. Munculnya pola minat ketika sesuatu yang disenangi
berubah menjadi tidak disenangi sebagai dampak perkembangan psikologi dan
fisik seseorang.
Secara psikologis menurut Munandar, fase perkembangan minat
berlangsung secara bertingkat dan mengikuti pola perkembangan individu itu
sendiri.

Di

samping

itu,

kematangan

individu

juga

memengaruhi

perkembangan minat, karena semakin matang secara psikologisnya maupun
fisik, maka minat juga akan semakin kuat dan terfokus pada objek
tertentu.pada mulanya minat terpusat pada diri sendiri, hal-hal yang menjadi
kepunyaan, kemudian berpusat pada orang lain, termasuk pada objek-objek
yang ada dalam lingkungannya.
Kecenderungan siswa dalam memilih atau menekuni suatu mata
pelajaran secara intensif dibanding dengan mata pelajaran lainnya pada
dasarnya dipengaruhi oleh minat siswa yang bersangkutan. Proses pemilihan
sampai diambilanya suatu keputusan oleh siswa untuk menekuni ini secara
psikologis sangat ditentukan oleh minatnya terhadap mata pelajaran itu
sendiri.di samping itu, minat juga banyak dikontribusi oleh pola dan kebiasaan
yang mereka alami bersama teman-teman sebayanya. Artinya, bisa saja
seorang anak berminat terhadap sesuatu yang sebelumnya tidak mereka minati,
namun karena pengaruh teman sebayanya akhirnya berminat, karena dari
kebiasaan itu si anak cenderung meniru, yang akhirnya menjadi kesenangan
yang bersifat tetap yaitu minat.
Minat merupakan faktor yang sangat penting dalam kegiatan belajar
siswa. Suatu kegiatan belajar yang dilakuan tidak sesuai dengan minat siswa

14

Elizabet B. Hurlock, op. cit., h. 115

13

akan memungkinkan berpengaruh negatif terhadap hasil belajar siswa yang
bersangkutan. Dengan adanya minat dan tersedianya rangsanagan yang ada
sngkut pautnya dengan diri siswa, maka siswa akan mendapatkan kepuasan
batin dari kegiatan belajar tadi.
c. Indikator Minat
Dalam dunia pendidkan di sekolah, minat memegang peranan penting
dalam belajar. karena minat ini merupakan sesuatu kekuatan motivasi yang
menyebabkan seseorang memusatkan perhatian terhadap seseorang, suatu
benda, atau kegiatan tertentu. Dengan demikian, minat merupakan unsur yang
menggerakkan

motivasi

seseorang

sehingga

orang

tersebut

dapat

berkonsentrasi terhadap suatu benda atau kegiatan tertentu. Dengan adanya
unsur minat belajar
Terdapat beberapa indikator yang mempengaruhi minat terhadap
sesuatu antara lain:
a. Perasaan Senang
Seseorang yang memiliki perasaan senang atau suka dalam hal
tertentu ia cenderung mengetahui hubungan antara perasaannya
dengan minat. Siswa yang berminat pada suatu pelajaran, maka
dirinya akan merasakan kesenangan, kenikmatan dan tidak bosan
untuk mengikuti kegiatan pembelajaran, ia akan rajin hadir dan
mengerjakan latihan-latihan yang diberikan oleh gurunya dengan
antusias tanpa ada beban dalam dirinya. Seperti yang disebutkan
oleh Suryasubrata bahwa minat adalah kecenderungan yang tetap
untuk memperhatikan dan mengenang beberapa objek kegiatan.
Objek yang diminati seseorang diperlihatkan terus menerus disertai
perasaan senang.
b. Perhatian
Adanya perhatian juga menjadi salah satu indikator minat,
perhatian merupakan konsentrasi atau aktivitas jiwa seseorang
terhadap pengamatan,pengertian atau pun yang lainnya dengan
mengesampingkan hal lain. Siswa yang erminat pada satu
pembelajaran akan terdapat kecenderungan-kecenderungan yang
kuat untuk selalu memberikan perhatian yang besar terhadap objek
yang diminatinya. Dengan demikian, siswa yang berminat teradap

14

suatu kegiatan pembelajaran dapat diketahui seberapa besar
perhatian

yang

diberikannya

dalam

mengikuti

kegiatan

pembelajaran.
c. Memiliki pengetahuan
Selain dari perasaan senagn dan perhatian, untuk mengetahui
berminat atau tidaknya seorang siswa terhadap kegiatan dapat
dilihat dari pengetahuan yang dimilikinya. Siswa yang berminat
terhadap suatu kegiatan, maka ia akan mempunyai pengeauan yang
luas tenang kegiatan tersebut, tahu tujuan dan manfaat kegiatan
tersebut dalam kegiatan sehari- hari.
d. Perasaan tertarik
Makna minat menurut Croow and Crow (interest) bisa
berhubungan dengan gaya gerak yang mendorong kita cenderung
atau rasa tertarik pada orang, benda atau kegiatan ataupun bisa
berupa pengalaman yang efektif yang dirangsang oleh kegiatan itu
sendiri.15 Orang yang memiliki minat terhadap suatu kegiatan pada
dirinya akan terdapat kecenderungan yag kuata untuk tertarik
kepada guru dan materi yang diajarkan
e. Keinginan dan cita-cita
Keinginan dan cita-cita anak-anak yang masih muda umumnya
bersifat material. Akan semakin dewasa seseorang, akan berbuah
dan

berkisar

pada

siswa

perbaikan

dan

pembentukan

kepribadiannya, ambisi, kesopanan dan aspirasi. Siswa yang belajar
dengan giat dan tekun diyakini akan mencapai cia-cita yang ia
inginkan di masa yang akan datang.
f. Prestise (penghargaan)
Sejak kecil anak menamakan bahwa berbagai pekerjaan
mempunyai berbagai tingkat prestise. Misalnya anak yang
bersekolah akan jauh lebih bergengsi daripada anak yang tidak
sekolah. Anak ang disekolahkan di sekolah yang unggul dan
terkenal lebih bergengsi dibanding sekolah yang biasa saja.16
15

Abdurrahman Abrar, Psikologi Pendidikan, (Yogyakarta: PT. Tiara Wacana Yogya, 2005),
cet, IV, h. 112
16
Sardini, h. 7-8, loc.Icit

15

Menumbuhkan minat belajar pada diri siswa merupakan tugas bagi
guru dan orang tua. Minat sangat dibutuhkan dalam proses
pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru untuk
menguasai strategi yang dapat membangkitkan minat siswa terhadap
materi dan topik-topik di kelas.
Menurut Jeanne Ellis Ormrod, terdapat beberapa strategi yang
sering membangkitkan minat terhadap topik-topik di kelas, diantaranya
yaitu;
a. Modelkan (contohkan) kesenangan dan antusiasisme tentang topiktopik di kelas
b. Sesekali masukan keunikan, variasi, fantasi atau materi sebagai bahan
pelajaran dan prosedur
c. Doronglah siswa mengindentifikasi tokoh-tokoh sejarah atau karakter
fiksi serta membayangkan apa yang mungkin dipikirkan atau dirasakan
oleh orang-orang ini.
Memberikan kesempatan bagi siswa untuk merespon materi
pelajaran secara aktif, mungkin dengan memanipulasi dan
bereksperimen dengan objek-objek fisik, menciptakan produk baru,
memperdebatkan isu-isu kontroversial atau mengajarkan sesuatu yang
telah mereka pelajari kepada teman-teman sebayanya.
Selain indikator yang telah disebutkan diatas, minat juga dapat
dipengaruhi dengan gaya belajar anak baik di rumah maupun di
sekolah. Connell dalam Muhammad Yaummi membagi gaya belajar
kedalam tiga bagian, yakni visual learners, auditory learners dan
kinestethic learners.17
Siswa visual adalah siswa yang belajar sesuatu paling baik melalui
penglihatan. Kekuatan siswa visual adalah visual, oleh karena itu
mereka membutuhkan alat peraga atau alat bantu belajar yang dapat
mereka lihat secara langsung, seperti power point, gambar-gambar,
pster dan lain sebagainya. Siswa auditorial adalah siswa yang belajar
sesuatu paling baik melalui pendengaran. Siswa auditorial paling baik
belajar dengan metode ceramah. Sedangkan siswa kinestetik adala gaya

17

Muhammad Yamin, Prinsip-Prinsip Desain Pembelajaran Disesuaikan dengan kurikulum
2013, (Jakarta: Kencana, 2013), h. 127

16

belajar dimana siswa melakukan aktivitas secara fisik. Siswa kinestetik
lebih baik jika menggunakan metode pembelajaran role playing.18

2. Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
a. Pengertian PKn
Menurut Trianto, Pembelajaran merupakan aspek kegiatan
manusia yang kompleks, yang tidak sepenuhnya dapat dijelaskan.
Pembelajaran secara sederhana diartikan sebagai produk interaksi
berkelanjutan antara pengembangan adan pengalaman hidup. Dalam
makna yang lebih kompleks pembelajaran hakikatnya adalah usaha
sadar dari seorang guru untuk membelajarkan siswanya (menarahkan
interaksi siswa dengan sumber belajar lainnya) dalam rangka untuk
mencapai tujuan yang diharapkan.19
Menurut pandangan Soemantri (1967) Pendidikan Kewarga Negara
(PKN) identik dengan istilah civic yaitu mata peljaran yang bertujuan
membentuk atau membina warga Negara yang baik, warga Negara yan

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2755 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 395 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

45 909 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 818 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 501 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 895 23