Teknik Pengumpulan Data METODE PENELITIAN

81 7. Revisi produk Tahap terakhir adalah revisi produk setelah melakukan uji coba lapangan. Revisi dilakukan untuk perbaikan supaya produk yang dihasilkan dapat memiliki standar kualitas yang baik dan layak digunakan sebagai alat peraga untuk siswa kelas I SD. Revisi dilakukan pada beberapa huruf di alat peraga sandpaper letters terutama huruf t,y,f,p dan q. sebelum direvisi, posisi huruf masih salah dan tidak proporsional. Sesudah produk mengalami revisi, posisi huruf sudah tegak bersambung dan beberapa gradasi warna sudah sesuai. Hasil produk sudah melalui tahap revisi yaitu produk alat peraga sandpaper letters berbasis Montessori.

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Analisis data Kualitatif Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengolah hasil dari pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner analisis kebutuhan. Berikut dipaparkan teknik analisis data dari masing-masing teknik pengumpulan data. Analisis data yang pertama adalah wawancara dan observasi. Wawancara dan observasi merupakan salah satu teknik yang digunakan peneliti untuk mengumpulkan data tentang ketersediaan dan penggunaan alat peraga. Selain itu, wawancara dan observasi digunakan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar yang dialami oleh siswa kelas I di SDN Percobaan 2 Yogyakarta. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 82 Adapun pendapat dari Sugiyono 2012:137 mengemukakan teknik pengumpulan data untuk penelitian dan pengembangan dapat dilakukan dengan beberapa teknik diantaranya: 1. WawancaraInterview Dalam hal wawancara atau interview menurut Cresswell dalam Sugiyono,224: 2014 menyatakan bahawa “ Interview survey are form on which the researcher records answers supplied by the participant in the study. The researcher asks a question from an interview guide, listens for answers or observes behavior, and records responses on the survey”. Wawancara dalam penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan cara merekam jawaban atas pertanyaan yang diberikan kepada responden. Senada dengan pendapat Creswell, menurut larry Cristensen 2004:221 menyatakan bahwa “interview is a data collection methods in which an interviewer the researcher or someone working for the researcher asks question of an interviewer the research participant. wawancara merupakan teknik pengumpulan data, dimana pewawancarapeneliti mengumpulkan data dengan mengajukan suatu pertanyaan kepada yang diwawancarai. Wawancara dapat digunakan sebagai salah satu teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian seperti kualitatif,kuantitatif,research and development Sukmadinata,2007:216. Senada dengan pendapat Sugiyono 2012:138 menjelaskan bahwa wawancara adalah salah satu teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal- hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikitkecil. 83 Adapun jenis wawancara yang dilakukan oleh peneliti adalah jenis wawancara yang tidak terstrukturwawancara terbuka. Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan Sugiyono,2014:228. Narasumber wawancara pada penelitian ini adalah salah seorang kepala sekolah SDN Percobaan,guru kelas IA SDN Percobaan dan 5 orang siswa kelas I SDN Percobaan. Hasil wawancara digunakan untuk mengetahui ketersediaan alat peraga pembelajaran dan kemampuan belajar siswa dalam menulis huruf tegak bersambung. 1. Observasi Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik apabila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner. Kalau wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga dengan obyek-obyek alam yang lain. Menurut Larry Cristensen dalam Sugiyono, 2014:235 menyatakan bahwa “In research, observation is define as watching of behavioral patterns of people in certain situations to obtain information about phenomenon of interest. Observation is an important way of collecting information about people because people don’t always do what they say do”. Dalam penelitian ini, observasi dapat diartikan sebagai pengamatan terhadap pola perilaku manusia dalam situasi tertentu, untuk mendapatkan informasi tentang fenomena yang diinginakn. Senada 84 dengan pendapat Creswell 2012:23 4 menjelaskan bahwa “Observation is the process of gathering firsthand information by observing people and places at research site”. dalam hal ini, observasi merupakan proses untuk memperoleh data dari tangan pertama dengan mengamati orang dan tempat saat melakukan penelitian. Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawacncara dan kuesioner. Jika wawancara dan kuesioner selalu berkomunikasi dengan orang,maka observasi tidak terbatas pada orang,tetapi juga obyek-obyek alam yang lain Sugiyono,2014:145 sedangkan menurut Sukmadinata 2011:20 menjelaskan bahwa observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan melakukan pengamatan dalam kegiatan yang sedang berlangsung,sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa observasi dapat menjadi kegiatan pengamatan bagi peneliti ketika proses pembelajaran sedang berlangsung didalam kelas. Observasi yang dilakukan oleh peneliti merupakan observasi non-partisipan dimana peneliti mencatat,menganalisis dan membuat kesimpulan berdasarkan pengamatan peneliti ketika proses pembelajaran berlangsung menggunakan lembar pengamatan 2. Kuesioner Menurut Creswell 2012 :230 menyatakan bahwa “Questionnaires are form used in a survey design that participant in a study complete and return to the researcher” artinya, kuesioner merupakan teknik pengumpulan data dimana partisipanresponden mengisi pertanyaanpernyataan kemudian setelah diisi secara PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 85 lengkap dikembalikan kepada peneliti. Hal ini senada dengan pendapat Larry Cristensen dalam Sugiyono, 2014:230 menyatakan bahwa “a questionnaire is a self-report data collection instrument that each research participant fill out as part of a research study. Researcher use questionnaires so that they can obtain information about thoughts, feeling, attitudes, beliefs, values, perceptions, personality, and behavioral intentions of research participant. In other words, reseachers attempt to measure many different kinds of characteristic using questionnaires.” Artinya kuesioner merupakan instrumen untuk pengumpulan data, dimana partisipan atau responden mengisi pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti. Peneliti dapat menggunakan kuesioner untuk memperoleh data yang terkait dengan pemikiran,sikap, kepercayaan,nilai, persepsi, kepribadian, dan perilaku dari responden. Dalam kata lain, para peneliti dapat melakukan pengukuran bermacam-macam karakteristik dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya Sugiyono,2014:142. Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Kuesioner analisis kebutuhan. Kuesioner analisis kebutuhan digunakan untuk mengetahui kebutuhan alat peraga pembelajaran. Bentuk kuesioner yang digunakan adalah kuesioner terbuka Sukmadinata,2011:219. Kisi-kisi kuesioner analisis kebutuhan membahas tentang kebutuhan siswa dan guru akan alat peraga bahasa 86 Indonesia, khususnya untuk menulis huruf tegak bersambung. Kuesioner ini bertujuan untuk mengetahui ketersediaan alat peraga pada proses kegiatan belajar mengajar. Kuesioner analisis kebutuhan diberikan kepada guru kelas I SDN Percobaan dan siswa kelas I SDN Percobaan 2 Yogyakarta. Hasil dari kuesioner ini diolah untuk dijadikan data sebagai bahan pertimbangan dalam merancang dan mengembangkan produk alat peraga papan sandpaper berbasis metodeMontessori. b. Kuesioner Validasi Produk oleh Ahli Kuesioner validasi produk dilakukan untuk mengetahui kualitas alat peraga yang dikembangkan untuk digunakan dalam penelitian. Kisi-kisi yang terdapat pada kuesioner validasi produk oleh ahli yaitu membahas tentang kualitas kelayakan produk Sandpaper letters yang dihasilkan sebelum digunakan kepada siswa. selain melihat kualitas, validasi produk dilakukan supaya peneliti mengetahui kekurangan yang ada pada produk agar dapat direvisidiperbaiki sebelum produk digunakan. Validasi produk dilakukan kepada ahli Pembelajaran Montessori dan Ahli Pembelajaran Bahasa Indonesia. Setelah produk divalidasi, kemudian diujicobakan awal terlebih dahulu kepada dua orang siswa untuk mengetahui kekurangan produk yang harus diperbaiki. Setelah mengalami perbaikan, produk diujicobakan secara terbatas kepada 10 siswa kelas I SDN Percobaan 2 Yogyakarta. 3. Instrumen Non-Tes Instrumen non- tes yang dilakukan pada penelitian ini adalah mengukur kemampuan menulis siswa khususnya untuk kalimat tegak bersambung PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 87 dengan menggunakan buku tulis halus. Penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan tes, tetapi dapat juga dilakukan melalui alat bantu atau instrument pengukuran non tes, seperti pedoman observasi baik berupa checklist maupun rating scale,angket,skala sikap,dan rubrik penilaian. Instrumen untuk memperoleh informasi hasil belajar non-tes terutama digunakan untuk mengukur hasil belajar yang berkenaan kepada keterampilan dan sikap,yaitu aspek yang berhubungan dengan apa yang dibuat atau dikerjakan oleh siswa daripada a[a yang diketahuidipahaminya Widoyoko,2014:143. Instrumen non-tes merupakan satu kesatuan dengan instrumen tes, karena tes hanya mengukur aspek pengetahuan. Apa yang diketahui,dipahami atau yang dapat dikuasai oleh siswa dalam tingkatan proses mental yang lebih tinggi belum ada jaminan dapat didemonstrasikan dalam tingkah lakunya. Salah satu instrumen non tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah penilaian Produk product assessment yang merupakan penilaian terhadap proses pembuatan dan kualitas suatu produk tertentu. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni seperti tulisan. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa meliputi dua aspek penilaian tentang kualitas teknis cara menulis huruf tegak bersambung maupun estetik hasil kerja siswa hasil karya tulisan huruf tegak bersambung. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI 88 4. Triangulasi data kualitatif Dalam teknik pengumpulan data kualitatif, triangulasi dapat diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada Sugiyono,2011:327. Dalam hal triangulasi, Susan Stainback 1988:11 menyatakan bahwa “the aim is not to determine the truth about some social phenomenon, rather the purpose o f triangulation is to increase one’s understanding of whatever is being investigated”. Tujuan dari triangulasi adalah meningkatkan pemahaman peneliti terhadap apa yang telah ditemukan Sugiyono,2011:328. Data yang diperoleh dengan menggunakan teknik triangulasi adalah data yang dikumpulkan melalui kegiatan observasi,wawancara,dan kuesioner. Berikut dipaparkan triangulasi data yang disajikan dalam bagan 3.3. Bagan 3.3 Triangulasi Teknik Pengumpulan Data Analisis Kebutuhan Bagan diatas menggambarkan ada 3 teknik yang digunakan oleh peneliti dalam menganalisis kebutuhan alat peraga bahasa Indonesia kelas I SD untuk guru dan siswa yaitu kuesioner, observasi dan wawancara. Hasil analisis tersebut selanjutnya dianalisis oleh peneliti sebagai data sementara dan bahan pertimbangan peneliti dalam membuat alat peraga yang disesuaikan dengan Kuesioner Wawancara Observasi 89 kebutuhan guru dan siswa. Selain itu, peneliti juga menggunakan teknik triangulasi untuk menganalisis data wawancara berdasarkan 3 sumber data. Berikut merupakan bagan yang berisi triangulasi sumber data analisis kebutuhan yang peneliti peroleh selama proses penelitian dan penyusunan skripsi berlangsung. Bagan 3.4 Triangulasi Sumber Data Analisis Kebutuhan Ketiga sumber data yaitu kepala sekolah, guru dan siswa sebagai narasumber wawancara memiliki pendapat mengenai ketersediaan dan penggunaan alat peraga dan juga kesulitan yang dialami siswa pada saat belajar bahasa Indonesia materi menulis huruf tegak bersambung. Hasil data tersebut kemudian diolah untuk mendapatkan informasi dari ketiga pendapat sumber data diatas.

F. Instrumen Penelitian


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

64 1374 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 370 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 327 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 210 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 306 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 408 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 374 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 226 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 378 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 430 23