Pengaruh tekanan klien, pengamalan auditor dan profesionalisme auditor terhadap kualitas audit; studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta Selatan

PENGARUH TEKANAN KLIEN, PENGALAMAN AUDITOR DAN
PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan)
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

RAMDANIALSYAH
204082002368

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1431 H/2010

Daftar Riwayat Hidup
I. IDENTITAS PRIBADI
1. Nama

: Ramdanialsyah

2. Tempat & Tgl. Lahir : Jakarta, 27 Mei 1985
3. Tinggal di

: Jakarta

4.

: Jln. Karya No.3 Comp. Caltex. Pisangan, Ciputat, Tangerang

Alamat

Selatan. Banten. 15419.
5. Telepon

: 021-99779098 / 085693603366

II. PENDIDIKAN
1.

SD

: SDN Gunung 01 Pagi

2.

SMP

: SMPN 11 Jakarta

3.

SMA

: SMUN 7 Jakarta

4.

S1

: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

III.LATAR BELAKANG KELUARGA
1.

Ayah

: Drs. Syahril Achiar

2.

Tempat & Tgl. Lahir : Medan, 27 Mei1956

3.

Alamat

: Jln. Karya No.3 Comp. Caltex, Pisangan, Ciputat, Tangerang
Selatan. Banten.15419.

4.

Telepon

: 021-74716886

5.

Ibu

: Tuty Syahril

6.

Tempat & Tgl. Lahir : Bogor, 16 Juni 1963

7.

Alamat

: Jln. Karya No.3 Comp. Caltex, Pisangan, Ciputat,
Tangerang Selatan. Banten. 15419.

8.

Telepon

: 021-74716886

9.

Anak Ke dari

: 2 dari 4 bersaudara

i

PENGARUH TEKANAN KLIEN, PENGALAMAN AUDITOR DAN
PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT
(Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Selatan)
Oleh:
Ramdanialsyah
ABSTRAK

Auditor haruslah memiliki pengalaman dan keahlian atau profesional
dalam melakukan pekerjaannya dan juga harus dapat menjaga independensi
seorang auditor terhadap tekanan dari klien yang dapat merusak independensi
seorang auditor. Apabila auditor tidak memiliki pengalaman dan keahlian atau
profesioanlisme dalam mengaudit maka akan dapat mempengaruhi kualitas audit
yang dibuatnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan
klien, pengalaman auditor dan profesionalisme auditor terhadap kualitas audit.
Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara melakukan penelitian
langsung dilapangan dengan memberikan kuesioner / lembar pertanyaan kepada
60 responden. Data yang dikumpulkan dan dianalisis menggunakan uji validitas
dan reliabilitas, uji asumsi klasik, dan analisis regresi sederhana. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) Pengalaman Auditor memiliki pengaruh signifikan paling
dominan terhadap Kualitas Audit dibandingkan dengan dua variabel lainnya, dan
Profesionalisme berpengaruh signifikan terhadap kualitas audit. (2) Tekanan Klien
tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit.
Kata kunci: tekanan klien, pengalaman auditor, profesionalisme auditor, dan
kualitas audit.

iii

PRESSURE EFFECT OF CLIENT, EXPERIENCE AND
PROFESSIONALISM AUDITORS ON AUDIT QUALITY
(Empirical Study On Public Accountant in South Jakarta)
By:
Ramdanialsyah
ABSTRACT
Auditors must have the experience and expertise or professional in doing his job and also
need to maintain the independence of an auditor to pressure from clients that can damage the
independence of an auditor. If the auditor does not have the experience and expertise in auditing
or profesioanlisme it will affect the quality of audits made. This study aims to analyze the effect
of client pressure, auditors' experience and professionalism of auditors on audit quality. This
study uses primary data by conducting research directly in the field by providing a questionnaire
/ worksheet questions to 60 respondents. Data collected and analyzed using validity and
reliability, the classic assumption test, and simple regression analysis. The results indicated that
(1) The experience of Auditors have a significant influence on the Quality Audit dominant
compared with two other variables, and Professionalism significant effect on audit quality. (2)
Pressure Clients no significant effect on audit quality.
Keywords: Client Pressure, Auditor Experience, The Professionalism of Auditors, and Audit
Quality.

ii

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrohim
Segala puja dan puji syukur yang tidak terhingga dan tidak bisa
terlukiskan walau dengan rangkaian kata-kata yang indah kepada sang pencipta
dan pemilik alam semesta yakni Allah SWT, yang telah melimpahkan taufiq,
hidayah serta rahmat kepada seluruh mahluk ciptaan-Nya. Atas segala kuasa dan
kehendak-Nya,

penulis

dapat

“PENGARUH

TEKANAN

menyelesaikan

KLIEN,

skripsi

PENGALAMAN

ini

dengan

judul:

AUDITOR

DAN

PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT (Studi
Empiris Pada Kantor Akuntan Publik (KAP) di Jakarta Selatan)”.
Shalawat serta salam semoga tetap terlimpah dan tercurahkan kepada
Bapak revolusi dunia yakni baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai pembawa
risalah bagi seluruh umat Islam dan telah membawa perubahan bagi dunia.
Dalam kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan banyak terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah mendukung dan
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Secara khusus penulis
ucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Allah SWT atas berkat dan rahmat-Nya, yang sampai detik ini masih
mengizinkan penulis untuk bernafas.
2. Kedua orang tua tercinta yang penulis sayangi, Papa dan Mama, Terima kasih
atas semua kasih sayang, pendidikan dan semua hal yang tak bisa penulis
ungkapkan dengan kata-kata. Serta Kakak dan Adik-adikku tercinta.
3. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS, selaku DEKAN Fakultas Ekonomi dan
Bisnis.
4. Bapak Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM selaku pembimbing 1 dan selaku
PUDEK 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang tiada henti memberikan arahan
dalam penulisan skripsi ini.
5. Bapak Hepi Prayudiawan SE., Ak., MM, selaku pembimbing 2 yang telah
banyak meluangkan waktunya, memberikan saran dan pengarahan serta
membimbing penulis dengan penuh kesabaran hingga terselesaikannya skripsi
ini.

iv

6. Bapak Suhendra,MM dan Ibu Rahmawati SE, MM selaku Kordinator Teknis
dan Sekretaris Jurusan Program Non Reguler Fakultas Ekonomi dan Bisnis
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
7. Segenap Dosen yang telah mentransformasikan ilmu pengetahuannya kepada
penulis, serta seluruh staf dan karyawan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
8. Seluruh Staf dan Karyawan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
9. Seluruh Kantor Akuntan Publik (KAP) yang telah bersedia menjadi tempat
penyebaran kuesioner saya dan memberikan banyak informasi.
10. Special people, Pacarku tersayang Marina Sukma Putri Y. yang selalu
memberikan inspirasi dan semangat dalam hidupku, terima kasih atas semangat
dan doa yang kamu berikan untukku.
11. Teman-teman seperjuangan penulis saat menyelesaikan skripsi ini. Alya, Tya,
mpit, dian, akiel, aya, dan anggun. “Terima kasih telah menjadi teman diskusi
dan memberikan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini”.
12. Pihak-pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu. Terima kasih atas
bantuannya.
Segala kerendahan hati penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh
dari kesempurnaan, karena pengetahuan dan kemampuan yang penulis miliki
sangat terbatas. Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik serta
tanggapan dari semua pihak demi kesempurnaan skripsi ini. Mudah-mudahan atas
segala bantuan dan budi baik yang penulis terima selama menjalani pendidikan
mendapatkan ridha Allah SWT, Amin. Akhir kata semoga skripsi ini dapat
memberikan sumbangan pikiran dan saran untuk perkembangan dalam
pendidikan.
Jakarta, 16 Desember 2010

Penulis
v

DAFTAR ISI

DAFTAR RIWAYAT HIDUP................................................................................

i

ABSTRACT..............................................................................................................

ii

ABSTRAK................................................................................................................

iii

KATA PENGANTAR.............................................................................................

iv

DAFTAR ISI ……….………………...…….................………………………….…

vi

DAFTAR TABEL....................................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR...............................................................................................

x

DAFTAR LAMPIRAN...........................................................................................

xi

BAB I.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah.....................................................................

1

B. Perumusan Masalah...........................................................................

7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian..........................................................

8

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Tekanan Klien………………………………………….......................

10

B. Pengalaman Auditor………………………….……………................

12

C. Profesionalisme Auditor.......................................................................

18

D. Auditing................................................................................................

21

1. Pengertian Auditing.........................................................................

21

2. Tujuan Audit …………………….……...…….…..........................

24

3. Jenis-Jenis Audit ………………………......…..…..…...................

25

4. Standar Auditing..............................................................................

26

vi

5. Tahap-tahap Pelaksanaan Audit.......................................................

28

E. Kualitas Audit........................................................................................

29

F. Penelitian Terdahulu...............................................................................

33

G. Keterkaitan Antar Variabel....................................................................

38

H. Kerangka Pemikiran .............................................................................

41

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian.................................................................

42

B. Metode Penentuan Sample................................................................

42

C. Metode Pengumpulan Data...............................................................

43

D. Metode Analisis................................................................................

44

1. Uji Kualitas data...........................................................................

44

2. Uji Asumsi Klasik.........................................................................

45

3. Uji Hipotesis..................................................................................

48

E. Operasionalisasi Variabel Penelitian...................................................

50

1. Variabel Independen......................................................................

51

2. Variabel dependen.........................................................................

52

BAB IV. PENEMUAN DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian.........................................

54

1. Tempat dan Waktu penelitian.........................................................

54

2. Karateristik Profil Responden.........................................................

55

B. Hasil Uji Insturment Penelitian.............................................................

58

1. Hasil Uji Kualitas Data...................................................................

58

a. Hasil Uji Validitas.....................................................................

58

vii

Hasil Uji Reabilitas.........................................................................

61

2. Hasil Uji Asumsi Klasik.................................................................

62

a. Hasil Uji Multikolonieritas.......................................................

62

b. Hasil Uji Heteroskedastisitas.....................................................

63

c. Hasil Uji Normalitas..................................................................

64

3. Hasil Uji Hipotesis..........................................................................

65

a. Hasil Uji Koefisien Determinasi...............................................

67

b. Hasil Uji Statistik Secara Parsial (Uji t)....................................

68

c. Hasil Uji Statistik Secara Simultan (Uji F)...............................

70

C. INTEPRETASI DAN PEMBAHASAN..............................................

71
72

BAB V. PENUTUP
A. KESIMPULAN....................................................................................

73

B. IMPLIKASI..........................................................................................

73

C. SARAN................................................................................................

74

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................

76

LAMPIRAN- LAMPIRAN........................................................................................

79

viii

DAFTAR TABEL

Tabel

Keterangan

Halaman

2.1

Penelitian Terdahulu

36

3.1

Metode Skala dan Pengukurannya

45

3.2

Operasional Variabel Penelitian

52

4.1

Deskripsi Penyebaran Kuesioner

54

4.2

Sampel Tingkat Pengembalian

55

4.3

Data Responden Berdasarkan Jenis

55

4.4

Data Responden Berdasarkan Pendidikkan

56

4.5

Data Responden Berdasarkan pengalaman Kerja

56

4.6

Data Responden Berdasarkan Jabatan

57

4.7

Uji Validitas variabel Tekanan Klien

58

4.8

Uji Validitas variabel Pengalaman Auditor

59

4.9

Uji Validitas variabel Profesionalisme auditor

59

4.10

Uji Validitas variabel Kualitas Audit

60

4.11

Uji Reabilitas

61

4.12

Uji Multikolonieritas

62

4.13

Uji Regresi Linear Berganda

66

4.14

Uji Koefisien Determinasi

67

4.15

Uji Statistik t

68

4.16

Uji Statistik F

70

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Keterangan

Halaman

2.1

Kerangka Pemikiran

41

4.1

Grafik Scatterplot

63

4.2

Grafik P-Plot

64

4.3

Grafik Histogram

65

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Keterangan

Halaman

1.

Kuesioner

79

2.

Jawaban Responden

85

3.

OutPut SPSS

91

xi

LAMPIRAN 1
KUESIONER
PENGARUH TEKANAN KLIEN, PENGALAMAN AUDITOR DAN
PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP KUALITAS AUDIT
Untuk Memenuhi Tugas Akhir Kuliah Strata Satu

DISUSUN OLEH:
Ramdanialsyah
204082002368

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2010

79

Hal

: Permohonan Pengisian Kuesioner

Kepada Yth.
Bapak/Ibu/Sdr/i Responden
Di Tempat

Dengan hormat,
Saya adalah mahasiswi Program Strata Satu (S1) Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta yang sedang menyusun skripsi sebagai syarat memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi.
Nama

: Ramdanialsyah

NIM

: 204082002368

Jurusan

: Akuntansi/Audit

Mengharapkan kesediaan Bapak/Ibu/Saudara/i untuk mengisi kuesioner ini
dengan lengkap sesuai dengan kondisi sebenarnya. Kuesioner ini akan dijadikan data
dalam penelitian saya. Oleh karena itu, Bapak/Ibu/Saudara/i diminta untuk membaca
dengan teliti dan menjawabnya dengan lengkap. Tidak ada jawaban benar atau salah,
yang terpenting adalah memilih jawaban sesuai dengan pendapat Bapak/Ibu/Saudara/i.
Segala informasi yang diterima dalam penelitian ini akan dijaga kerahasiaanya dan hanya
akan dipergunakan untuk keperluan akademis.
Atas kesediaan Bapak/Ibu/Sdra/i meluangkan waktu untuk mengisi dan menjawab
semua pertanyaan dalam eksperimen ini, saya sampaikan terima kasih.

Dosen Pembimbing I

Dosen Pembimbing II

Prof. Dr. Ahmad Rodoni, MM

Hepi Prayudiawan, SE, Ak., MM

Peneliti,

Ramdanialsyah

80

LEMBAR KUESIONER

Petunjuk Pengisian :
1. berilah tanda silang (X) pada pilihan yang sesuai dngan pendapat anda.
2. Pilih hanya satu jawaban untuk setiap pertanyaan.

A. Identitas Responden
Untuk keperluan keabsahan data penelitian ini, saya mengharapkan kepada
bapak/Ibu/Sdra/Sdri untuk mengisi data-data berikut ini:
1. Nama Responden

: ………………………………………………………..

(Catatan: boleh tidak diisi)

2. Jenis Kelamin

:

a. Laki-laki
b. Perempuan
3. Usia

:

a. 21 Tahun s/d 25 Tahun
b. 26 Tahun s/d 30 Tahun
c. 31 Tahun s/d 40 Tahun
d. 41 Tahun s/d 50 Tahun
e. 51 Tahun ke atas
4. Pendidikan terakhir

:

a. SLTA
b. Diploma
c. S1 atau lebih tinggi
5. Jabatan

:

81

B. Cara pengisian kuesioner
Pernyataan-pernyataan di bawah ini bertujuan untuk mengetahui pendapat
anda tentang pengaruh Tekanan Klien, Pengalaman Auditor da Profesionalisme
Auditor Terhadap Kualitas Audit. Pada setiap pertanyaan telah disediakan bagian
lima poin skala di sampingnya dengan keterangan sebagai berikut:
1. Sangat Tidak Setuju (STS)
2. Tidak Setuju

(TS)

3. Netral

(N)

4. Setuju

(S)

5. Sangat Setuju

(SS)

Anda diminta untuk memberikan jawaban yang tersedia di samping
pertanyaan sesuai dengan jawaban atau keadaan Anda dengan cara memberi tanda
silang (X).
1. Pertanyaan tentang Variabel Independen
a. Tekanan Klien
No

Pernyataan

1.

Saya harus bertindak jujur dan agar klien tetap
memperkerjakan saya.

2.

Auditor harus memiliki sikap yang selalu
mempertanyakan dan melakukan evaluasi
bukti audit secara kritis.

3.

Jika audit yang saya lakukan buruk, maka saya
dapat menerima sanksi dari klien

4.

Saya harus melaporkan kesalahan klien
meskipun mendapat peringatan dari klien
Auditor menggunakan segenap pengetahuan,
kemampuan dan pengalaman yang dimiliki
untuk mengaudit.

5.

6.

Audit fee dari satu klien merupakan sebagian
besar total pendapatan suatu kantor akuntan
publik

7.

Fasilitas yang saya terima dari klien tidak
menjadikan saya sungkan terhadap klien.
Saya tidak berani melaporkan kesalahan klien
karena klien dapat mengganti posisi saya
dengan auditor lain

8.

SS

Bobot Jawaban
S
N
TS

STS

82

b. Pengalaman Auditor
No

Pernyataan

1.

Pengalaman, pengetahuan merupakan elemen
penting dalam mengaudit.
Mengaudit berbagai jenis perusahaan
menambah pengalaman auditor.
Pengalaman auditor berpengaruh terhadap
keputusan yang dibuat.
Pengalaman dalam pekerjaan pada umumnya
dapat mengembangkan karir.
Semakin banyak pengalaman yang dimiliki
auditor, semakin besar kemampuan auditor
dalam mengatasi setiap permasalahan yang
ada.
Auditor dikatakan berpengalaman bila
menjalankan tugas lebih dari tiga tahun.
Pengalaman membantu auditor dalam
memprediksi dan mendeteksi masalah secara
professional

2.
3.
4.
5.

6.
7.

SS

Bobot Jawaban
S
N
TS

STS

c. Profesionalisme Auditor
No

Pernyataan

1.

Saya mendapatkan kepuasan batin dengan
berprofesi sebagai auditor.
Saya mengharapkan segenap pengetahuan,
kemampuan dan pengalaman saya dalam
melaksanakan proses pengauditan.
Pekerjaan sebagai auditor sudah menjadi
keinginan saya dari dahulu hingga sekarang.
Saya bekerja semampu dan sekuat tenaga
saya, dalam mengemban pekerjaan dimana
saya bekerja.
Karena saya sudah mengenal pekerjaan ini
sehingga saya riskan meninggalkannya.
Profesi eksternal auditor adalah profesi yang
penting dimasyarakat.
Profesi eksternal auditor merupakan profesi
yang dapat dijadikan dasar kepercayaan
masyarakat terhadap pengelolaan kekayaan
Negara.

2.

3.
4.

5.
6.
7.

Bobot Jawaban
SS

S

N

TS

STS

83

2. Pertanyaan tentang Variabel dependen (Kualitas Audit)

No

Pernyataan

1.

Prosedur dan pelaksanaan audit telah sesuai
dengan SPAP dan PSAk hingga saat ini
Tim auditor memiliki kompentensi teknis
profesional sesuai dengan tuntutan SPAP dan
PSAK.
Suatu
kewajiban
auditor
adalah
memperhitungkan setiap resiko audit yang
mungkin dapat terjadi selama melakukan
audit.
Suatu
kewajiban
auditor
adalah
memperhitungkan setiap resiko audit yang
mungkin dapat terjadi selama melakukan
audit.
KAP selalu melakukan review secara berkala
terhadap independensi dan kompentensi pada
staf auditor.
Supervisi hasil laporan audit secara berkala
mampu menjamin kualitas hasil kerja auditor.
Manajer dan partner perlu secara berkala
memberikan training kepada para stafnya
dalam meningkatkan kualitas hasil kerja
mereka.

2.

3.

4.

5.

6.
7.

Bobot Jawaban
SS

S

N

TS

STS

84

LAMPIRAN 2 : DATA MENTAH RESPONDEN
TEKANAN KLIEN
Resp.

1

NOMOR KUESIONER
2 3 4
5 6 7

1

5 5 5 5

4

2

4 4 4 3

4

3

4 4 4 5

3

4

5 4 4 4

4

5

4 4 4 4

4

6

4 4 4 4

4

7

4 5 4 4

3

8

4 4 3 4

4

9

4 4 4 4

3

10

5 5 4 4

4

11

4 4 4 4

4

12

4 5 3 4

4

13

4 4 4 3

5

14

4 4 4 4

4

15

4 5 4 5

4

16

5 5 5 5

4

17

4 4 4 5

4

18

4 4 4 4

3

19

3 3 3 3

2

20

5 4 4 4

4

21

4 4 4 4

4

22

4 4 3 4

4

23

4 4 4 4

4

24

4 4 4 5

4

25

4 5 4 4

3

26

4 4 5 4

4

27

5 5 4 5

4

28

4 5 4 4

4

29

4 5 5 4

4

30

4 4 4 4

4

31

4 4 4 3

5

32

4 4 4 4

4

33

3 3 5 4

4

34

4 4 4 4

5

8

Total

4 4 2
3 4 2

34

5 4 2
4 4 2

31

4 4 1
3 4 2

29

4 4 2
3 4 1

30

4 3 2
4 5 2

28

4 4 2
4 4 2

30

3 4 2
3 4 2

29

4 4 2
5 5 2

32

4 4 2
3 4 2

31

3 2 2
3 5 1

21

4 4 2
3 4 2

30

4 4 1
3 4 2

29

5 3 2
4 4 2

30

4 5 2
4 4 2

34

4 4 2
4 4 2

32

4 4 2
4 3 2

30

4 4 2
4 4 2

29

28

31

29

27

33

30

29

36

28

30

28

30

31

31

30

29

31

85

5 5 5 5
36 4 4 3 5
37 4 4 4 4

4
4

38

3 2 3 3

3

39

5 5 5 4

4

40

4 4 3 4

4

41

4 4 4 4

4

42

5 5 5 5

4

43

4 4 4 3

4

44

4 4 4 5

3

45

5 4 4 4

4

46

4 4 4 4

4

47

4 4 4 4

4

48

4 5 4 4

3

49

4 4 3 4

4

50

4 4 4 4

3

51

5 5 4 4

4

52

4 4 4 4

4

53

4 5 3 4

4

54

4 4 4 3

5

55

4 4 4 4

4

35

4

4 4 1
4 5 2
4 4 2

33

3 3 1
4 4 2

21

3 4 2
4 4 2

28

4 4 2
3 4 2

34

5 4 2
4 4 2

31

4 4 2
3 4 2

30

4 4 2
3 4 2

30

4 3 1
4 5 2

27

4 4 2
4 4 1

30

3 4 2
3 4 2

29

31
30

33

30

28

31

29

28

33

29

29

PENGALAMAN AUDITOR
Resp.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14

1
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
4
4

NOMOR KUESIONER
2 3 4 5 6
4 4 4 5 5
5 5 5 4 4
3 3 3 4 4
4 4 4 3 3
4 4 4 4 4
5 5 5 5 5
4 4 4 4 4
3 3 3 3 3
4 5 5 4 4
5 5 4 5 5
3 4 4 4 3
4 5 5 5 5
5 5 5 5 4
5 4 5 4 5

7
5
4
4
3
4
5
4
3
5
4
3
3
4
4

Total
31
32
24
25
28
35
28
21
31
33
24
31
32
31

86

15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

4
5
4
5
5
3
3
4
5
4
3
3
4
3
5
3
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
4
4
4
5
4
5
5
3
3
4
5
4
3

4
4
4
4
5
3
4
4
5
5
3
3
5
4
4
4
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
5
4
4
4
4
5
3
4
4
5
5
3

3
5
3
4
4
3
4
4
5
5
4
3
4
3
5
3
4
5
3
4
4
5
4
3
5
5
4
5
5
4
3
5
3
4
4
3
4
4
5
5
4

3
4
3
5
4
3
3
4
5
5
4
5
5
4
4
4
4
5
3
4
4
5
4
3
5
4
4
5
5
5
3
4
3
5
4
3
3
4
5
5
4

3
5
4
5
4
3
3
4
5
5
4
5
4
3
5
3
5
4
4
3
4
5
4
3
4
5
4
5
5
4
3
5
4
5
4
3
3
4
5
5
4

4
4
4
4
5
3
4
4
5
4
3
5
5
4
4
4
5
4
4
3
4
5
4
3
4
5
3
5
4
5
4
4
4
4
5
3
4
4
5
4
3

3
5
3
4
5
3
4
4
5
4
3
3
4
3
5
3
5
4
4
3
4
5
4
3
5
4
3
3
4
4
3
5
3
4
5
3
4
4
5
4
3

24
32
25
31
32
21
25
28
35
32
24
27
31
24
32
24
31
32
24
25
28
35
28
21
31
33
24
31
32
31
24
32
25
31
32
21
25
28
35
32
24

87

PROFESIONALISME AUDITOR
Resp.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40

1
4
5
3
4
5
4
3
4
3
4
4
3
4
5
4
4
4
5
4
3
3
4
5
4
3
5
5
4
4
3
4
5
3
4
5
4
3
4
3
4

NOMOR KUESIONER
2
3 4 5 6
4 4
5 5 4
5 5
4 4 5
3 3
4 4 3
4 4
3 3 4
5 5
5 5 5
4 4
4 4 4
3 3
3 3 3
4 4
4 4 4
4 4
5 5 4
5 5
4 4 5
3 3
3 4 4
4 4
4 3 3
4 5
5 5 4
5 4
4 5 5
3 4
3 4 3
5 4
5 4 5
4 3
3 4 4
5 4
4 5 5
4 5
5 4 4
3 3
3 3 3
3 4
4 3 3
4 4
4 4 4
5 5
5 5 5
4 4
5 5 5
4 4
4 4 4
5 5
5 3 4
4 5
4 5 4
3 4
3 4 3
5 4
5 4 5
4 3
4 3 4
4 4
5 5 4
5 5
4 4 5
3 3
4 4 3
4 4
3 3 4
5 5
5 5 5
4 4
4 4 4
3 3
3 3 3
4 4
4 4 4
4 4
5 5 4
5 5
4 4 5

7
4
5
3
4
5
4
3
4
4
5
4
3
4
4
4
4
3
4
5
3
4
4
5
5
3
3
5
4
4
3
4
5
3
4
5
4
3
4
4
5

Total
30
33
23
26
35
28
21
28
29
32
25
24
31
32
25
31
25
32
31
21
24
28
35
32
26
30
32
25
31
24
30
33
23
26
35
28
21
28
29
32

88

41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

4
3
4
5
4
4
4
5
4
3
3
4
5
4
3

3
4
4
5
3
5
4
5
4
3
3
4
5
4
4

3
4
5
4
4
4
3
4
5
3
4
4
5
4
4

3
4
5
4
3
5
3
4
5
3
4
4
5
5
4

4
3
5
5
4
4
4
5
4
3
3
4
5
5
4

4
3
4
5
3
5
4
5
4
3
3
4
5
5
4

4
3
4
4
4
4
3
4
5
3
4
4
5
5
3

25
24
31
32
25
31
25
32
31
21
24
28
35
32
26

KUALITAS AUDIT
Resp.
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23

1
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
4
3
5
3
4
5
3
3
4
5

NOMOR KUESIONER
2 3 4 5 6
4 4 5 4
5
5 5 4 5
3
3 3 4 3
4
4 4 3 4
4
4 4 4 4
5
5 5 5 5
3
4 4 4 4
4
3 3 3 3
4
4 4 5 4
4
5 5 4 5
3
3 3 4 3
5
4 4 3 4
3
5 5 5 5
4
5 5 4 5
4
4 3 4 3
5
4 5 4 5
5
4 4 3 4
5
5 5 4 5
5
4 4 5 4
4
3 3 3 3
3
4 3 4 3
5
4 4 4 4
3
5 5 5 5
4

7
4
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
3
4
4
4
5
5
5
4
3
4
3
4

Total
30
30
24
27
29
31
28
23
29
30
25
25
33
31
26
33
28
33
30
21
26
26
33

89

24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55

5
3
4
4
3
5
4
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
4
3
5
3
4
5
3
3
4
5
5
3

4
3
4
5
4
4
3
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
5
4
4
4
5
4
3
4
4
5
4
3

4
3
4
4
3
5
4
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
5
3
5
4
5
4
3
3
4
5
4
3

4
3
4
5
4
4
3
5
4
4
3
4
5
4
3
5
4
4
3
5
4
4
4
3
4
5
3
4
4
5
4
3

4
3
4
4
3
5
4
4
5
3
4
4
5
4
3
4
5
3
4
5
5
3
5
4
5
4
3
3
4
5
4
3

4
5
3
4
4
5
3
4
4
4
3
5
3
4
4
5
5
5
5
4
3
5
5
5
5
4
3
5
3
4
4
5

4
4
3
4
4
4
3
4
4
4
3
4
3
4
4
4
5
5
5
4
3
4
5
5
5
4
3
4
3
4
4
4

29
24
26
30
25
32
24
29
32
24
25
29
31
28
23
30
34
26
29
33
29
26
33
28
33
30
21
26
26
33
29
24

90

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian
Semakin kompleks perekonomian suatu masyarakat dan semakin
kompleksnya transaksi keuangan yang dilakukan masyarakat tersebut, maka
mengakibatkan perlunya suatu kompentensi yang tinggi seorang auditor dalam
melakukan audit. Pencapaian keahlian tersebut harus dinilai dengan
pendidikan formal yang diperluas dengan pengalaman-pengalaman, dan
selanjutnya diterapkan dalam proses audit.
Kematangan auditor dalam melakukan audit tidak hanya ditentukan
oleh pengetahuan yang diperoleh selama pendidikan namun juga tidak kalah
pentingnya

adalah

pengalaman

yang

diperoleh

selama

melakukan

pemeriksaan keuangan. Pengalaman merupakan salah satu elemen penting
dalam tugas audit disamping pengetahuan yang juga harus dimiliki oleh
seorang auditor. Tentu tidak mengherankan apabila cara pandang dan cara
menanggapi informasi yang diperoleh selama melakukan pemeriksaan antara
auditor yang berpengalaman dengan yang kurang berpengalaman akan
berbeda, demikian pula dalam memberikan kesimpulan audit terhadap objek
yang diterima. Pengalaman disini dapat dilihat dari lamanya seorang auditor
bekerja. Semakin lama seorang auditor bekerja maka pengalaman yang
dimiliki semakin banyak.

1

Sebagaimana yang telah ditetapkan dalam Standar Audit Profesional
Akuntan Publik (SPAP), akuntan dituntut dapat menjalankan setiap standar
yang ditetapkan oleh SPAP tersebut. Standar-standar tersebut meliputi standar
auditing, standar atestasi, standar jasa akuntan dan review, standar jasa
konsultasi, dan standar pengendalian mutu. Dalam salah satu SPAP diatas
terdapat standar umum yang mengatur tentang keahlian auditor yang
independen.
Dalam standar umum SA seksi 210 tentang pelatihan dan keahlian
Auditor Independen yang terdiri atas paragrap 03-05, menyebutkan secara
jelas tentang keahlian auditor disebutkan dalam pargarf pertama sebagai
berikut “audit harus dilakukan oleh seseorang atau lebih yang memiliki
keahlian dan pelatihan yang cukup sebagai seorang auditor” (SPAP, 2001).
Standar umum pertama menegaskan bahwa syarat yang harus dipenuhi oleh
seorang akuntan untuk melaksanakan audit adalah harus memiliki pendidikkan
serta pengalaman yang memadai dalam bidang auditing. Pengalaman seorang
auditor sangat berperan penting dalam meningkatkan keahlian sebagai
perluasan dari pendidikkan formal yang telah diperoleh auditor. Sebagaimana
yang telah diatur dalam paragraf ketiga SA seksi 210 tentang pelatihan dan
keahlian independen disebutkan:
Dalam melaksanakan audit untuk sampai pada suatu pernyataan
pendapatan, auditor harus senatiasa bertindak sebagai seoarang yang ahli
dalam bidang akntan dan bidang auditing. Pencapaian keahlian tersebut
dimulai dengan pendidikkan formalnya yang diperluas melalui pengalamanpengalaman selanjutnya dalam praktik audit…… (SPAP, 2001)

2

Keahlian merupakan salah satu faktor utama yang harus dimiliki
seorang auditor, dengan keahlian yang dimilikinya memungkinkan tugas-tugas
pemeriksaan yang dijalankan dapat diselesaikan secara baik dengan hasil yang
maksimal.
Keahlian yang dimiliki auditor yang diperoleh dari pendidikan formal
dan non-formal harus terus menerus ditingkatkan. Salah satu sumber
peningkatan keahlian auditor dapat berasal dari pengalaman-pengalaman
dalam bidang audit dan akuntansi. Pengalaman tersebut dapat diperoleh
melalui proses yang bertahap, seperti: pelaksanaan tugas-tugas pemeriksaan,
pelatihan ataupun kegiatan lainnya yang berkaitan dengan pengembangan
keahlian auditor.
Dalam Ananing (2006), selain faktor pengalaman yang mempunyai
peran penting bagi peningkatan keahlian auditor, pengalaman juga
mempunyai arti penting dalam upaya pengembangan tingkah laku dan sikap
seorang auditor sebagaimana dikemukakan oleh ahli psikologis, bahwa
perkembangan adalah bertambahnya potensi untuk bertingkah laku. Mereka
juga mengemukakan, bahwa suatu perkembangan dapat dilukiskan sebagai
suatu proses yang membawa seseorang kepada suatu tingkah laku yang lebih
tinggi. Dalam hak ini pengembangan pengalaman yang diperoleh auditor
berdasarkan teori tersebut menunjukkan dampak yang positif bagi
penambahan tingkah laku yang dapat diwujudkan melalui keahlian yang
dimiliki untuk lebih mempunyai kecakapan yang matang. Dan pengalaman-

3

pengalaman yang didapat auditor, memungkinkan berkembanganya potensi
yang dimiliki oleh auditor melalui proses yang dapat dipelajari.
Kelebihan auditor berpengalaman dijelaskan oleh Hidayatullah
(2009:2) bahwa auditor berpengalaman akan memperlihatkan adanya
experiantial learning melebihi pengetahuan auditor yang berpengalaman.
Auditor sering berhadapan dengan berbagai tekanan yang mungkin
mempengaruhi kemampuannya dalam mengatasi situasi konflik. Sebagai
contoh, bahkan pada saat auditor memahami tanggung jawab profesionalnya,
mereka mungkin memilih untuk bertindak secara tidak etik untuk memperoleh
penilaian kerja yang positif atau secara sederhana agar dipandang sebagai
team player. Auditor mungkin juga bertindak tidak etik dalam situasi adanya
tekanan karena adanya kemungkinan kegagalan. Khotma Asyriah (2009:5)
dalam penelitian sebelumnya menunjukkan bukti bahwa auditor mendapatkan
perintah tidak tepat baik itu dari atasan ataupun dari klien cenderung akan
berperilaku menyimpang dari stándar profesional. Pengaruh tekanan atasan
pada konsekuensi yang memerlukan biaya, seperti halnya tuntutan hukum,
hilangnya profesionalisme, dan hilangnya kepercayaan publik, dan kredibilitas
sosial. Hal tersebut mengindikasikan adanya pengaruh dari tekanan terhadap
opini audit.
Memang bukan hal yang mudah bagi seorang auditor untuk dapat
bertahan dalam menghadapi tekanan klien yang sudah menjadi risiko profesi
bagi seorang auditor. Auditor harus memikul tanggung jawab atau amanah,
yaitu harus mempertahankan integritas dan obyektivitas yang tinggi dalam

4

menjalankan tugasnya (Pedoman Kode Etik Akuntan Indonesia, Pasal 1 ayat
2) dalam Triana (2010). Auditor tidak boleh menyalahgunakan kemampuan
dan keahlian yang dimilikinya untuk digunakan pada jalan yang tidak benar.
Wahyudi (2006), menyatakan bahwa profesionalisme juga menjadi
syarat utama bagi seseorang yang ingin menjadi seorang auditor eksternal.
Sebab dengan profesionalisme yang tinggi kebebasan auditor akan semakin
terjamin. Untuk menjalankan perannya yang menuntut tanggung jawab yang
semakin luas, auditor eksternal harus memiliki wawasan yang luas tentang
kompleksitas organisasi modern.
Menurut Elfarini (2007), kepercayaan yang besar dari pemakai laporan
keuangan auditan dan jasa lainnya yang diberikan oleh akuntan publik inilah
yang akhirnya mengharuskan akuntan publik memperhatikan kualitas audit
yang dihasilkannya. Kualitas audit ini penting karena dengan kualitas audit
yang tinggi maka akan dihasilkan laporan keuangan yang dapat dipercaya
sebagai dasar pengambilan keputusan.
Penelitian ini adalah replikasi atau pengembangan dari beberapa
penelitian, diantaranya : Triana (2010), Aini (2009), Hasibuan (2010), Elfarini
(2007), Herman (2009), Agestino (2010), Budiman (2010) dan Hidayatullah
(2009).
Penelitian yang dilakukan Triana (2010) menunjukan bahwa tekanan
klien dan tekanan peran secara simultan dan signifikan berpengaruh terhadap
independensi auditor dan kecerdasan spiritual bukanlah variabel moderating
bagi tekanan klien, tetapi merupakan variabel moderating bagi tekanan peran.

5

Aini (2009) menunjukkan bahwa independensi, pengalaman dan etika auditor
berpengaruh secara signifikan

terhadap kualitas audit. Hasibuan (2010)

menunjukkan bahwa lingkungan kerja, independensi dan pengalaman auditor
berpengaruh secara signifikan terhadap kualitas audit. Elfarini (2007)
menunjukkan bahwa Independensi mempunyai pengaruh signifikan terhadap
kualitas audit. Herman (2009) menunjukan bahwa baik secara parsial maupun
simultan pengalaman dan skeptisme profesional auditor berpengaruh secara
signifikan terhadap pendeteksian kecurangan. Agestino (2010) menunjukkan
bahwa kompetensi dan profesionalisme berpengaruh secara signifikan
terhadap kualitas audit, tetapi bonus dan batasan waktu audittidak berpengaruh
secara signifikan terhadap kualitas audit. Budiman (2010) menunjukan bahwa
terdapat pengaruh yang signifikan antara audit judgement, independensi dan
komitmen profesionalisme auditor terhadap kualitas audit secara parsial
maupun

secara

simultan.

Hidayatullah

(2009)

menunjukkan

bahwa

profesionalisme berpengaruh dalam mendeteksi kekeliruan, independensi
berpengaruh dalam mendeteksi, keahlian berpengaruh dalam mendeteksi
kekeliruan dan pengalaman auditor berpengaruh dalam mendeteksi kekeliruan.
Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya antara lain:
Penelitian ini menggabungkan tiga variabel independen, yaitu tekanan klien
dalam Triana (2010) dan Chirstina, pengalaman auditor dalam Hasibuan
(2010), Aini (2009) dan Herman (2009), dan profesionalisme dalam Agestino
(2010) dan Budiman (2010). Dari beberapa variabel independen ini adalah
juga variabel independen pada penelitian sebelumnya. Variabel dependen

6

dalam penelitian ini adalah kualitas audit. Variabel dependen ini adalah juga
variabel dependen pada penelitian sebelumnya.
Dari uraian di atas, penulis termotivasi untuk melakukan penelitian ini
karena cukup penting untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang
mempengaruhi kualitas audit dan sejauh mana pengaruh setiap faktor terhadap
kualitas audit. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti melakukan penelitian
mengenai “Pengaruh Tekanan Klien dan Pengalaman Auditor dan
Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit”.

B. Perumusan Masalah Penelitian
Perumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian sebagai
berikut:
1. Apakah Tekanan Klien berpengaruh secara signifikan terhadap Kualitas
Audit?
2. Apakah Pengalaman Auditor berpengaruh secara signifikan terhadap
Kualitas Audit?
3. Apakah Profesionalisme Auditor berpengaruh secara signifikan terhadap
Kualitas Audit?
4. Apakah Tekanan Klien, Pengalaman Auditor, dan Profesionalisme Auditor
secara signifikan dan simultan terhadap Kualitas Audit?

7

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Berdasarkan dengan perumusan masalah, penelitian ini bertujuan
sebagai berikut:
a. Menganalisis pengaruh tekanan klien terhadap kualitas audit.
b. Menganalisis pengaruh pengalaman auditor terhadap kualitas audit.
c. Menganalisis pengaruh profesionalisme auditor terhadap kualitas
audit.
d. Menganalisis secara simultan pengaruh tekanan klien, pengalaman
auditor, dan profesionalisme auditor terhadap kualitas audit.
2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi semua pihak,
diantaranya:
a. Bagi penulis
Hasil penelitian ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan
penulis tentang bagaimana pengaruh tekanan klien dan pengalaman
auditor terhadap kualitas opini audit yang dilakukan perusahaan.
b. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini bermanfaat sebagai kritikan dan saran agar
perusahaan dapat memilih auditor atau KAP yang kompeten.

8

c. Bagi auditor
Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan
bagi auditor dalam meningkatkan kualitas jasa yang diberikan kepada
perusahaan.
d. Bagi mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber informasi
bagi mahasiswa khususnya jurusan akuntansi untuk digunakan dalam
penelitian selanjutnya.
e. Bagi pustaka akuntansi
Selain bermanfaat bagi berbagai pihak, hasil penelitian ini juga
diharapkan dapat menambah jumlah koleksi perpustakaan akuntansi
yang ada.

9

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tekanan Klien
Dalam penelitian Triana (2010) akuntan secara terus menerus
mengalami dilema etika yang melibatkan pilihan antara lain nilai-nilai yang
bertentangan, sehingga klien bisa saja mempengaruhi proses pemeriksaan
yang dilakukan auditor yakni dengan menekan auditor untuk mengambil
tindakan yang melanggar standar pemeriksaan. Apabila auditor memenuhi
tuntutan klien berarti auditor melanggar standar etika profesi, tetapi dengan
tidak memenuhi tuntutan klien auditor bisa kehilangan klien.
Menurtut Triana (2010) Tekanan klien adalah suatu hal yang sudah
menjadi risiko dari profesi akuntan publik, maka pertimbangan profesional
seorang auditor yang berlandaskan pada nilai dan keyakinan individu serta
kesadaran moral memainkan peranan penting dalam setiap keputusan auditor
dalam menghadapi tekanan klien. Auditor harus memiliki kompeten untuk
menjaga perilaku demi kehormatan profesi dengan cara apapun, bahkan
dengan mengorbankan keuntungan pribadi sekalipun.
Pendapat De Angelo (1981) dalam penelitian Triana (2010) :
“large auditors will have more clients than small auditors do and their
total fees will be allocated among those clients unlike smalls auditors who
depend on one domicated client, theyfore, large auditors will be more
independent than small auditors”
Pendapat diatas dapat diartikan sebagai berikut :
“Bagi KAP keberadaan klien sangat penting. Selain sebagai sumber
pendapatan klien juga sebagai tolak ukur perkembangan karier, tetapi klien
10

bagi KAP kecil yang belum banyak memiliki klien dan hanya memiliki satu
klien besar sebagai sumber pendapatan akan sangat mudah untuk ditekan
daripada KAP besar yang memiliki banyak klien.”
Dalam peneilitian Triana (2010:11) terdapat tiga teori yang menjelaskan
tentang tekanan klien, yaitu antara lain :
1. Teori Keagenan
Menurut Lodovicus Sensi Wondabiu (2006) auditor independen
diperlukan dalam perspektif auditing dapat dikaitkan dengan dasar teori
keagenan, yaitu hubungan antara pemilik (principal) dan manajemen
(agen).
Manajemen yang memiliki kepentingan pribadi yang bertentangan dengan
kepentingan pemilik perusahaan akan menimbulkan masalah. Oleh sebab
itu dibutuhkan pihak ketiga yang independen sebagai pihak penengah
untuk menangani konflik yang timbul.
2. Teori Kontrak
Teori ini menegaskan bahwa perusahaan merupakan kumpulan kontrakkontrak antara pihak ketiga, yaitu pemasok dan konsumen atau klien dari
faktor-faktor produksi. Oleh sebab itu, untuk memperoleh keyakinan
tentang

pertanggungjawaban

manajemen

dalam

bentuk

informasi

keuangan yang telah disusun sesuai standar akuntansi para stakeholder
membutuhkan pihak independen untuk mengaudit laporan keuangan
tersebut.

11

3. Engagement Risk.
Yaitu risiko yang muncul dari perikatan antara klien dengan KAP. Upaya
untuk menghambat risiko yang akan auditor hadapi dapat dilakukan pada
tahap perencanaan penugasan (audit planning) dimana dalam tahap ini
KAP melakukan manajemen resiko pada tahap keputusan untuk menerima
atau menolak klien, sehingga auditor bisa menghindari kejadian-kejadian
yang tidak diinginkan di kemudian hari yang berkaitan dengan klien.
Menurut Elfarini, (2007). tekanan dari klien dapat timbul pada situasi
konflik antara auditor dengan klien. Situasi konflik terjadi ketika antara
auditor dengan manajemen atau klien tidak sependapat dengan beberapa aspek
hasil pelaksanaan pengujian laporan keuangan (atestasi). Tekanan dari klien
seperti tekanan personal, emosional atau keuangan dapat mengakibatkan
independensi auditor berkurang dan dapat mempengaruhi kualitas audit.
Dengan menerima fee audit yang besar dan pemberian fasilitas dari klien,
auditor dapat mengalami tekanan dari klien.Tekanan dari klien tersebut dapat
berupa tekanan untuk memberikan pernyataan wajar tanpa pengecualian pada
laporan audit atas laporan keuangan yang disajikan oleh pihak manajemen.

B. Pengalaman Auditor
Knoers dan Haditono (1999) dalam Ananing (2006) mendefinisikan
pengalaman

sebagai

suatu

proses

pembelajaran

dan

pertambahan

perkembangan potensi bertingkah laku baik dari pendidikan formal maupun
non formal atau bisa diartikan sebagai suatu proses yang membawa seseorang
kepada suatu pola tingkah laku yang lebih tinggi. Suatu pembelajaran juga
12

mencakup perubahaan yang relatif tepat dari perilaku yang diakibatkan
pengalaman, pemahaman dan praktek.
Herman (2009) menyatakan bahwa pengalaman adalah keseluruhan
pelajaran yang dipetik oleh seseorang dari peristiwa-peristiwa yang dialami
dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman berdasarkan lama bekerja merupakan
pengalaman auditor yang dihitung berdasarkan suatu waktu/tahun. Sehingga
auditor yang telah lama bekerja sebagai auditor dapat dikatakan auditor
bepengalaman. Karena semakin lama bekerja menjadi auditor, maka akan
dapat menambah dan memperluas pengetahuan auditor dibidang akuntansi dan
auditing.
Menurut Hasibuan (2010) pengalaman auditor merupakan tingkat
pengetahuan auditor yang diperoleh dari kurun waktu yang panjang dan
menambah serta memperluas pengetahuannya dalam menghadapi hal yang
materlial. Pengalaman juga dapat dipetik dari pendidikkan formal maupun
non-formal dalam menambah pengetahuan tentang akuntansi dan auditing.
Ananing (2006) memberikan kesimpulan bahwa seorang yang memiliki
pengalaman kerja yang tinggi akan memiliki keunggulan dalam beberapa hal
diantaranya; 1). Mendeteksi kesalahan, 2). Memahami kesalahan, dan 3).
Mencari penyebab munculnya kesalahan. Keunggulan tersebut bermanfaat
bagi pengembangan keahlian. Ananing (2006) menjelaskan berbagai macam
pengalaman yang dimiliki individu akan mempengaruhi pelaksanakan suatu
tugas. Seseorang yang berpengalaman memiliki

cara berpikir yang lebih

13

terperinci, lengkap dan sophisticated dibandingkan seseorang yang belum
berpengalaman.
Pengalaman sebagai salah satu variabel yang banyak digunakan dalam
berbagai penelitian. Herliansyah dan Meifida (2006) menyatakan bahwa
secara spesifik pengalaman dapat diukur dengan rentang waktu yang telah
digunakan terhadap suatu pekerjaan atau tugas. Penggunaan pengalaman
didasarkan pada asumsi bahwa tugas yang dilakukan secara berulang-ulang
memberikan peluang untuk belajar melakukannya dengan yang terbaik. Lebih
jauh Herliansyah dan Meifida (2006), dalam risetnya menunjukkan bagaimana
pengalaman dapat digunakan untuk meningkatkan kinerja pengambilan
keputusan.
Selain itu, beberapa badan menghubungkan antara pengalaman dan
profesionalitas sebagai hal yang sangat penting didalam menjalankan profesi
akuntan publik. AICPA AU section 100-110 dalam Herman (2009)
mengkaitkan profesional dan pengalaman dalam kinerja auditor :
“The professional qualifications required of the independend auditor
are those of person with the education and experience to practice as such.
They do not include those of person trained for qualified to engage in another
profession or accupation”.
Menurut The Institute of Chartered Accountant in Australia (1997:28)
dalam Herman (2009):
Membership of profession means commitment to asset of value that serve
to define that professional as specific “moral community”. Tobe a good
accountant one not only needs to have insight into one’s profession, but to
have accepted and internalized those values. Professional value clarification
is an activity both of individual accountants, in identifying and gaining critical
insight into the meaning and application of those values, and activity of
professional it self.
14

Menurut Herliansyah dan Meifida (2006) memperlihatkan bahwa
seseorang dengan lebih banyak pengalaman dalam suatu bidang memiliki
lebih banyak hal yang tersimpan dalam ingatannya dan dapat mengembangkan
suatu pemahaman yang baik mengenai peristiwa-peristiwa. Maka dengan
adanya pengalaman kerja yang semakin lama diharapkan auditor dapat
semakin baik dalam pendeteksian kecurangan yang terjadi dalam perusahaan
klien. Dengan bertambahnya pengalaman auditing, jumlah kecurangan yang
diketahui oleh auditor diharapkan akan bertambah. Pada saat yang sama, hal
ini menjadi lebih mudah untuk membedakan hal-hal yang termasuk dalam
kategori yang berbeda. Bertambahnya pengalaman menghasilkan struktur
kategori yang lebih tepat (akurat) dan lebih komplek. Oleh karena itu, konsep
kecurangan yang dimiliki auditor kemungkinan menjadi lebih dapat
ditegaskan dan kemampuan untuk menentukan apakah kecurangan tertentu
yang terjadi pada suatu siklus transaksi tertentu kemungkinan akan meningkat
dengan bertambahnya pengalaman. Perubahan-perubahan dalam pengetahuan
auditor berkenaan dengan kecurangan kemungkinan terjadi bersama
perubahan pengalaman.
Herliansyah dan Meifida (2006), mengungkapkan bahwa akuntan
pemeriksa yang berpengalaman membuat judgment lebih baik dalam tugastugas profesional ketimbang akuntan pemeriksa yang belum berpengalaman.
Hal ini dipertegas oleh Haynes dkk., (1998) dalam Herliansyah dan Meifida
(2006) yang menemukan bahwa pengalaman audit yang dipunyai auditor ikut
berperan dalam menentukan pertimbangan yang diambil.
15

Menurut Ananing (2006) pengalaman kerja seseorang menunjukkan
jenis-jenis pekerjaan yang pernah dilakukan seseorang dan memberikan
peluang yang besar bagi seseorang untuk melakukan pekerjaan yang lebih
baik. Semakin luas pengalaman kerja seseorang, semakin trampil melakukan
pekerjaan dan semakin sempurna pola berpikir dan sikap dalam bertindak
untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Dalam

Ananing (2006) pengalaman kerja dapat memperdalam dan

memperluas kemampuan kerja. Semakin sering seseorang melakukan
pekerjaan yang sama, semakin terampil dan semakin cepat dia menyelesaikan
pekerjaan tersebut. Semakin banyak macam pekerjaan yang dilakukan
seseorang, pengalaman kerjanya semakin kaya dan luas, dan memungkinkan
peningkatan kinerja.
Seperti dikatakan Boner & Walker (1994) dalam Ananing (2006) bahwa
peningkatan pengetahuan yang muncul dari penambahan pelatihan formal
sama bagusnya dengan yang didapat dari pengalaman khusus dalam rangka
memenuhi persyaratan sebagai seorang professional. Auditor harus menjalani
pelatihan yang cukup. Pelatihan disini dapat berupa kegiatan-kegiatan seperi
seminar, simposium, lokakarya, dan kegiatan penunjang ketrampilan lainnya.
Selain kegiatan-kegiatan tersebut, pengarahan yang diberikan oleh auditor
senior kepada auditor pemula (junior) juga bisa dianggap sebagai salah satu
bentuk

pelatihan karena kegiatan

ini dapat meningkatkan kerja auditor,

melalui program pelatihan dan praktek-praktek audit yang dilakukan para
auditor juga mengalami proses sosialisasi agar dapat menyesuaikan diri

16

dengan perubahan situasi yang akan ia temui, struktur pengetahuan auditor
yang berkenaan dengan kekeliruan mungkin

akan berkembang dengan

adanya program pelatihan auditor ataupun dengan bertambahnya pengalaman
auditor.
Pengalaman yang lebih akan menghasilkan pengetahuan yang lebih
menurut Christ (1993) dalam Ananing (2006). Seseorang yang melakukan
pekerjaan sesuai pengetahuan yang dimilikinya akan memberikan hasil yang
lebih baik daripada mereka yang tidak mempunyai pengetahuan cukup akan
tugasnya. Kenyataan menunjukkan semakin lama seseorang bekerja maka,
semakin banyak pengalaman kerja yang dimiliki oleh pekerja tersebut.
Sebaliknya, semakin singkat masa kerja seseorang biasanya semakin sedikit
pula pengalaman yang diperolehnya. Pengalaman bekerja memberikan
keahlian dan keterampilan dalam kerja sedangkan, keterbatasan pengalaman
kerja mengakibatkan tingkat keterampilan dan keahlian yang dimiliki semakin
rendah. Ini biasanya terbukti dari kesalahan yang dilakukan dalam bekerja dan
hasil kerja yang belum maksimal.
Trotman dan Arnold Wright (1996) dalam Ananing (2006) memberikan
bukti empiris bahwa dampak auditor akan signifikan ketika kompleksitas
tugas dipertimbangkan. Pengalaman akan berpengaruh signifikan ketika tugas
yang dilakukan semakin kompleks. Seorang yang memiliki pengetahuan
tentang kompleksitas tugas akan lebih ahli dalam melaksanakan tugas-tugas
pemeriksaan,

sehingga

memperkecil

tingkat

kesalahan,

kekeliruan,

ketidakberesan, dan pelanggaran dalam melaksanakan tugas.

17

Tentang dampak pengalaman dalam kompleksitas tugas, tugas spesifik
dan

gaya

pengambilan

keputusan,

memberikan

kesimpulan

bahwa

kompleksitas tugas merupakan faktor terpenting yang harus dipertimbangkan
dalam pertambahan pengalaman. Auditor junior biasanya memperoleh
pengetahuan dan pengalamannya terbatas dari buku teks sedangkan auditor
senior mengembangkan pengetahuan dan pengalaman lewat pelatihan dan
pengembangan lebih lanjut dari kesalahan-kesalahan yang dilakukan.

C. Profesionalisme Auditor
Pengertian profesionalisme menurut kamus besar bahasa Indonesia (Balai
Pustaka: 2005) yang baku, yaitu kata “profesionalisme” berasal dari kata
profesi yang mempunyai arti “bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikkan
keahlian tertentu”. Pengertian profesionalisme adalah mutu, kualitas dan
tindak tanduk yang merupakan ciri suatu profesi atau orang yang asli
dibidangnya atau profesional.
Arens et al (2009) mendefenisikan profesionalisme sebagai tanggung
jawab untuk berperilaku lebih dari sekedar memenuhi tanggung jawab yang
dibebaskan kepadanya dan lebih dari sekedar memenuhi undang-undang dan
peraturan masyarakat.
Menurut Agestino (2010) profesionalisme adalah :
“suatu atribut individual yang melakukan kegiatan-kegiatan kerja tertentu
dalam masyarakat yang berbek

Dokumen yang terkait

Pengaruh Independensi, Akuntabilitas dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta)

3 15 168

Pengaruh profesionalisme, karakteristik personal auditor. dan batasan waktu audit terhadap kualitas audit : studi empiris pada kantor akuntan publik di dki jakarta

3 10 134

Pengaruh sikap skeptisme auditor profesionalisme auditor dan tekanan anggaran waktu terhadap kualitas audit (studi empiris pada kantor akuntan publik di Jakarta Utara)

2 12 137

Pengaruh profesionalisme dan independensi Auditor terhadap kualitas audit dengan etika Auditor sebagai variabel moderating (studi empiris pada kantor akuntan publik di dki jakarta)

1 5 124

Pengaruh Pengalaman Auditor dan Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Pada Kantor Akuntan Publik di Bandung)

4 53 32

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS DAN PROFESIONALISME AUDITOR TERHADAP Pengaruh Kompetensi, Independensi, Akuntabilitas Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit ( Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyak

0 2 16

PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI, AKUNTABILITAS DAN PROFESIONALISME AUDITOR Pengaruh Kompetensi, Independensi, Akuntabilitas Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit ( Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik di Surakarta dan Yogyakarta ).

0 3 14

Pengaruh Profesionalisme Auditor terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris pada Kantor Akuntan Publik di Kota Bandung.

0 3 20

Pengaruh Kompetensi dan Independensi Auditor Terhadap Kualitas Audit (Survey Terhadap Kantor Akuntan Publik di Jakarta Selatan).

0 2 83

Pengaruh Kompetensi, Independensi, Dan Profesionalisme Auditor Terhadap Kualitas Audit (Studi Empiris Pada Kantor Akuntan Publik Di Semarang)

0 0 6

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3885 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1034 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 927 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 623 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 777 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1323 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1222 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 808 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1093 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1322 23