Variabel independen dikatakan berpengaruh terhadap variabel dependen bisa dilihat dari probabilitas variabel independen dibandingkan
dengan tingkat kesalahannya . Jika probabilitas variabel independen
lebih besar dari tingkat kesalahannya maka variabel independen tidak
berpengaruh, tetapi jika probabilitas variabel independen lebih kecil dari tingkat kesalahannya
maka variabel independen tersebut berpengaruh terhadap varibel dependen.
Model pengujiannya adalah: Ho : b
1
, b
2
= 0, artinya variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
Ha : b
1
, b
2
≠ 0, artinya variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Kriteria pengambilan keputusan: Ho diterima bila t
hitung
t
tabel
pada = 5
Ho ditolak bila t
hitung
t
tabel
pada = 5
e. Pengujian Koefisien Determinasi
2
R
Pengujian ini digunakan untuk melihat besar pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Persamaan dengan model regresi akan dapat dihitung
R
2
atau coefficient of determination yang menunjukkan persentase dari variasi variabel keputusan pembelian yang mampu dijelaskan oleh model.
Selanjutnya, dengan membandingkan besarnya nilai R
2
untuk masing-masing variabel bauran pemasaran eceran, dapat diketahui faktor terpenting atau
dominan yang menentukan pengaruhnya terhadap citra merek.
Universitas Sumatera Utara
Jika determinan
2
R semakin besar atau mendekati satu, maka variabel bebas X terhadap variabel terikat Y semakin kuat.
Jika determinan
2
R semakin kecil atau mendekati nol, maka variabel bebas X terhadap variabel terikat Y semakin kecil.
Universitas Sumatera Utara
BAB II URAIAN TEORITIS
A. Penelitian Terdahulu
Penelitian terdahulu telah dilakukan oleh Dahmiri 2009 dalam tesisnya
yang berjudul “Pengaruh Bauran Penjualan Eceran Retailing Mix terhadap Citra Department Store Studi Pada Ramayana Department Store Kota Jambi .
Bertujuan untuk menganalisis pengaruh unsur bauran pemasaran eceran yang meliputi barang daganganproduk, harga, lokasi, promosi, fasilitas fisik,
pelayanan, dan wiraniaga terhadap citra merek Department Store Ramayana Kota Jambi. Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen Ramayana Department
Store Kota Jambi. Jumlah sampel yang digunakan adalah 100 orang. Adapun alat uji yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan menggunakan
skala ordinal. Pengujian atas hipotesis yang diajukan diperoleh kesimpulan bahwa
terdapat pengaruh langsung positif dan signifikan variabel barang daganganproduk X1, harga X2, lokasi X3, promosi X4, fasilitas fisik X5,
pelayanan X6, dan wiraniaga X7 berpengaruh signifikan terhadap citra merek Y. Variabel yang memiliki pengaruh terbesar adalah variabel lokasi X3 sebesar
3,556.
Rahmad 2009 dalam skripsinya yang berjudul ”Analisis Pengaruh
Bauran Pemasaran Eceran Retailing Mix Terhadap Citra Merek Konsumen Super Swalayan Semarang” menunjukkan bahwa permasalahan yang timbul
dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauhmana faktor keragaman produk, layanan toko, atmosfer toko, harga, promosi dan lokasi dalam
Universitas Sumatera Utara