Hasil Penelitian HASIL PENELITIAN

19 S19 11 4 11 73,3 Tuntas 20 S20 6 9 6 40,0 Belum tuntas 21 S21 8 7 8 53,3 Belum tuntas 22 S22 8 7 8 53,3 Belum tuntas 23 S23 12 3 12 80,0 Tuntas 24 S24 10 5 10 66,7 Tuntas 25 S25 8 7 8 53,3 Belum tuntas 26 S26 4 11 4 26,7 Belum tuntas Dari hasil tes pemahaman awal tersebut, nilai reabilitas dan tingkat kesulitan soal adalah sebagai berikut: Tabel 4.3: Nilai Reabilitas dan Tingkat Kesulitas Soal KKM=60 No Butir Daya Beda Tingkat Kesukaran Kes. Akhir Koef. Ket. Koef. Ket. 1 0,738 Baik 0,680 Sedang Baik 2 0,240 Cukup Baik 0,920 Mudah Cukup Baik 3 0,219 Cukup Baik 0,600 Sedang Baik 4 0,630 Baik 0,680 Sedang Baik 5 0,431 Baik 0,400 Sedang Baik 6 0,647 Baik 0,440 Sedang Baik 7 0,299 Cukup Baik 0,560 Sedang Baik 8 0,595 Baik 0,360 Sedang Baik 9 0,000 Tidak Baik 0,000 Sulit Tidak Baik 10 -0,116 Tidak Baik 0,080 Sulit Tidak Baik 11 -0,106 Tidak Baik 0,640 Sedang Tidak Baik 12 0,302 Baik 0,800 Mudah Cukup Baik 13 0,000 Tidak Baik 1,000 Mudah Tidak Baik 14 0,702 Baik 0,680 Sedang Baik 15 0,493 Baik 0,600 Sedang Baik Dari tabel 4.2 di atas, dapat dilihat bahwa terdapat 4 butir soal yang tidak dapat digunakan untuk tes diagnostik siswa yaitu soal nomor 9, 10, 11, dan 13. Sedangkan grafik dan diagram lingkaran berkaitan dengan proporsi ketuntasan belajar adalah sebagai berikut: Gambar 4.2: Grafik Nilai Tes Pemahaman Awal KKM=60 Gambar 4.3: Diagram Persentase Ketuntasan Belajar pada Tes Pemahaman Awal KKM=60 Sedangkan jika KKM yang ditetapkan adalah 75, maka rekapitulasi ketuntasan belajar siswa kelas VIII.A pada tes pemahaman awal adalah sebagai berikut: Tabel 4.4: Hasil Tes Pemahaman Awal KKM=75 No Identitas siswa Hasil Tes Objektif Skor Nilai Keterangan Benar Salah 1 S1 9 6 9 60,0 Belum Tuntas 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S1 S1 1 S1 2 S1 3 S1 4 S1 5 S1 6 S1 7 S1 8 S1 9 S2 S2 1 S2 2 S2 3 S2 4 S2 5 S2 6 Ni la i Tuntas 48 Belum tuntas 52 Proporsi Ketuntasan Belajar Identitas Siswa KKM KKM 2 S2 8 7 8 53,3 Belum tuntas 3 S3 5 10 5 33,3 Belum tuntas 4 S4 9 6 9 60,0 Belum Tuntas 5 S5 7 8 7 46,7 Belum tuntas 6 S6 13 2 13 86,7 Tuntas 7 S7 5 10 5 33,3 Belum tuntas 8 S8 6 9 6 40,0 Belum tuntas 9 S9 Tidak mengikuti tes pemahaman 10 S10 10 5 10 66,7 Belum Tuntas 11 S11 11 4 11 73,3 Belum Tuntas 12 S12 9 6 9 60,0 Belum Tuntas 13 S13 8 7 8 53,3 Belum tuntas 14 S14 11 4 11 73,3 Belum Tuntas 15 S15 6 9 6 40,0 Belum tuntas 16 S16 6 9 6 40,0 Belum tuntas 17 S17 12 3 12 80,0 Tuntas 18 S18 9 6 9 60,0 Belum Tuntas 19 S19 11 4 11 73,3 Belum Tuntas 20 S20 6 9 6 40,0 Belum tuntas 21 S21 8 7 8 53,3 Belum tuntas 22 S22 8 7 8 53,3 Belum tuntas 23 S23 12 3 12 80,0 Tuntas 24 S24 10 5 10 66,7 Belum Tuntas 25 S25 8 7 8 53,3 Belum tuntas 26 S26 4 11 4 26,7 Belum tuntas Dari hasil analisis sementara, soal-soal yang diberikan memiliki tingkat kesulitan sebagai berikut: Tabel 4.5: Nilai Reabilitas dan Tingkat Kesulitas Soal KKM=75 No Butir Daya Beda Tingkat Kesukaran Kes. Akhir Koef. Ket. Koef. Ket. 1 0,738 Baik 0,680 Sedang Baik 2 0,240 Cukup Baik 0,920 Mudah Cukup Baik 3 0,219 Cukup Baik 0,600 Sedang Baik 4 0,630 Baik 0,680 Sedang Baik 5 0,431 Baik 0,400 Sedang Baik 6 0,647 Baik 0,440 Sedang Baik 7 0,299 Cukup Baik 0,560 Sedang Baik 8 0,595 Baik 0,360 Sedang Baik 9 0,000 Tidak Baik 0,000 Sulit Tidak Baik 10 -0,116 Tidak Baik 0,080 Sulit Tidak Baik 11 -0,106 Tidak Baik 0,640 Sedang Tidak Baik 12 0,302 Baik 0,800 Mudah Cukup Baik 13 0,000 Tidak Baik 1,000 Mudah Tidak Baik 14 0,702 Baik 0,680 Sedang Baik 15 0,493 Baik 0,600 Sedang Baik Dari tabel 4.2 di atas, dapat dilihat bahwa terdapat 4 butir soal yang tidak dapat digunakan untuk tes pemahaman siswa yaitu soal nomor 9, 10, 11, dan 13. Sedangkan grafik dan diagram lingkaran berkaitan dengan proporsi ketuntasan belajar adalah sebagai berikut: Grafik 4.4: Grafik Nilai Tes Pemahaman Awal KKM=75 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S1 S1 1 S1 2 S1 3 S1 4 S1 5 S1 6 S1 7 S1 8 S1 9 S2 S2 1 S2 2 S2 3 S2 4 S2 5 S2 6 Ni la i Identitas Siswa KKM Gambar 4.5: Diagram Persentase Ketuntasan Belajar pada Tes Pemahaman Awal KKM=75 Analisis kesalahan siswa pada tes pemahaman awal terdapat pada beberapa topik pembahasan. Hal itu bisa dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4.6: Materi Remedial setiap Siswa No IDENTITA S SISWA LP MATERI REMIDIAL 1 S1 L Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 2 S2 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Tuntas 12 Belum tuntas 88 Proporsi Ketuntasan Belajar 3 S3 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 4 S4 L Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 5 S5 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 6 S6 L Tidak Ada 7 S7 P Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 8 S8 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 9 S9 P 10 S10 L Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 11 S11 P Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 12 S12 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 13 S13 P Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 14 S14 P Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 15 S15 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 16 S16 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 17 S17 L Tidak Ada 18 S18 L Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 19 S19 P Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 20 S20 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 21 S21 P Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; 22 S22 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 23 S23 L Tidak Ada 24 S24 P Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 25 S25 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; 26 S26 L Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Unsur-unsur dan bagian lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Menentukan keliling dan luas lingkaran; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari; Sedangkan secara umum, peserta remedialnya adalah sebagai berikut: No Kompetensi Dasar Peserta Remidial Soal Objektif Siswa yang melakukan kesalahan 1 Unsur-unsur dan bagian lingkaran S3; S5; S7; S13; S15; S16; S20; S26; 2 Unsur-unsur dan bagian lingkaran S7; S13; 3 Unsur-unsur dan bagian lingkaran S2; S5; S8; S13; S14; S15; S20; S21; S24; S25; 4 Unsur-unsur dan bagian lingkaran S7; S8; S12; S15; S16; S20; S22; S26; 5 Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran S1; S2; S3; S4; S5; S7; S8; S10; S11; S12; S16; S18; S22; S25; S26; 6 Hubungan sudut pusat dan sudut keliling lingkaran S3; S4; S5; S7; S12; S13; S15; S16; S20; S21; S22; S24; S25; S26; 7 Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran S3; S5; S7; S13; S15; S16; S17; S19; S21; S23; S26; 8 Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran S2; S3; S4; S5; S7; S8; S14; S15; S16; S19; S20; S21; S22; S24; S25; S26; Tabel 4.7: Peserta Remedial Berdasarkan Indikator 2. Tes diagnostik Pelaksanaan penelitian pada tahap berikutnya adalah pemberian tes diagnostik yang dilaksanakan pada Kamis, 14 Mei 2015. Soal-soal yang diberikan pada tes diagnostik berpatokan pada hasil analisis pada tes pemahaman awal, artinya ada beberapa soal pada tes pemahaman awal yang dimodifikasi dan dihapus tidak digunakan. Tes diagnostik ini terdiri atas 8 soal dengan skor tiap soal masing-masing adalah 5, 5, 15, 15, 15, 15, 15, 15. Dari hasil tes diagnostik tersebut, terdapat 7 siswa yang mencapai nilai tuntas 60 sedangkan 18 siswa lainnya berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebelumnya. Tes diagnostik diberikan untuk melihat letak kesalahan siswa yang kemudian dianalisis sehingga peneliti mengetahui kesulitan yang dihadapi oleh siswa. Namun sebelum 9 Menentukan besar sudut pusat dan sudut keliling lingkaran S1; S2; S3; S4; S5; S6; S7; S8; S10; S11; S12; S13; S14; S15; S16; S17; S18; S19; S20; S21; S22; S23; S24; S25; S26; 10 Menentukan keliling dan luas lingkaran S1; S3; S4; S6; S7; S8; S10; S11; S12; S13; S14; S15; S16; S17; S18; S19; S20; S21; S22; S23; S24; S25; S26; 11 Menentukan keliling dan luas lingkaran S1; S4; S8; S10; S11; S12; S18; S22; S25; 12 Menentukan keliling dan luas lingkaran S1; S2; S3; S18; S26; 13 Menentukan luas bagian lingkaran Tidak Ada 14 Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari S2; S3; S5; S8; S15; S16; S20; S26; 15 Aplikasi lingkaran dalam kehidupan sehari-hari S1; S2; S3; S7; S8; S10; S18; S20; S21; S26; melakukan tes diagnostik, peneliti terlebih dahulu melakukan validitas soal tes. Validitas soal tersebut menggunakan validitas ahli dan berikut ini adalah tabel hasil tes diagnostik: Tabel 4.8: Hasil Tes Diagnostik No. Identitas siswa Tes Diagnostik Nilai Ket. T BT 1 S1 10 √ 2 S2 14 √ 3 S3 16 √ 4 S4 10 √ 5 S5 27 √ 6 S6 100 √ 7 S7 13 √ 8 S8 10 √ 9 S9 96 √ 10 S10 15 √ 11 S11 8 √ 12 S12 15 √ 13 S13 83 √ 14 S14 96 √ 15 S15 40 √ 16 S16 18 √ 17 S17 48 √ 18 S18 10 √ 19 S19 98 √ 20 S20 43 √ 21 S21 12 √ 22 S22 10 √ 23 S23 Tidak ikut 24 S24 70 √ 25 S25 24 √ 26 S26 41 √ Keterangan: T : Tuntas BT : Belum Tuntas Gambar 4.6: Diagram Ketuntasan Belajar pada Tes Diagnostik Gambar 4.7: Diagram Persentase Ketuntasan Belajar pada Tes Diagnostik Berdasarkan hasil pekerjaan siswa pada tes diagnostik, maka peneliti merasa perlu untuk mengkategorikan jenis kesalahan yang 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S1 S1 1 S1 2 S1 3 S1 4 S1 5 S1 6 S1 7 S1 8 S1 9 S2 S2 1 S2 2 S2 3 S2 4 S2 5 S2 6 N il a i Identitas Siswa Tuntas 24 Belum tuntas 76 Proporsi Ketuntasan Belajar dilakukan siswa untuk mengetahui lebih jelas letak kesalahannya, seperti pada tabel berikut ini: Tabel 4.9: Tabel Kategori Kesalahan yang dilakukan Siswa pada Tes Diagnostik No. Identitas siswa PL Letak Kesalahan siswa Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 1 S1 L Tidak ada Tidak ada tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 15 2 S2 L Tidak ada Tidak ada tidak ada proses Kesalahan menggunakan logika Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi 14 3 S3 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan data Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan data 16 4 S4 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 5 S5 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teknis Tidak ada proses Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses 27 6 S6 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 100 7 S7 P Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak ada proses Tidak mengerjakan Kesalahan langkah 13 8 S8 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak ada proses Kesalahan menggunakan logika Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 9 S9 P Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 96 10 S10 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 15 11 S11 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 13 12 S12 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 13 S13 P Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 83 14 S14 P Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 96 15 S15 L Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan data Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teknis Kesalahan teknis Tidak mengerjakan 40 16 S16 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses Tidak ada proses Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 18 17 S17 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 48 18 S18 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 19 S19 P Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan Data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 98 20 S20 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan data Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan data Tidak mengerjakan 43 21 S21 P Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada proses Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak ada proses Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 12 22 S22 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 23 S23 L Tidak mengikuti tes diagnostik 24 S24 P Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan 70 Tabel 4.10: Tabel Rekapitulasi dan Persentase Kesalahan Siswa No soal Tanpa proses Kes. interpretasi bahasa Kes. teorema atau def. Kes. Teknis Kes. data Tidak mengerjakan Kes. menggunakan logika Kes. langkah Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh 1 - - - - - - - - - - - - - - - - 2 - - - - 4 16 - - - - - - - - - 3 5 20 - - 7 28 - - 2 8 6 24 - - - - 4 6 24 - - 5 20 - - 3 12 7 27 1 4 - - 5 1 4 - - 3 12 1 4 2 6 10 40 1 4 - - 6 5 20 - - 2 8 2 8 - - 9 35 - - - - 25 S25 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan data Kesalahan teorema atau definisi Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 24 26 S26 L Tidak ada Kesalahan teorema atau definsi Tidak ada proses Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teknis Kesalahan interpretasi bahasa Kesalahan interpretasi bahasa 41 7 - - 1 4 2 8 1 4 1 4 15 56 - - - - 8 1 4 1 4 1 4 - - 1 4 15 56 - - 1 4 Dari tabel di atas, tampak jelas bahwa kategori kes alahan yang paling banyak dilakukan siswa adalah pada kategori “Tidak Mengerjakan” khususnya untuk nomor 7 dan nomor 8. Prosentase kesalahan siswa pada kedua kategori tersebut sebesar 56 . 3. Wawancara Pada tahap ini, peneliti melakukan wawancara kepada siswa dan guru bidang studi matematika. a. Wawancara siswa Pelaksanaan wawancara kepada para siswa dilaksanakan di luar jam pelajaran di kelas yakni pada jam istirahat. Siswa yang diwawancara terdiri atas 10 siswa. Peneliti mewawancarai 10 siswa atas pertimbangan bahwa kesalahan yang dilakukan oleh kesepuluh siswa tersebut setidaknya dapat mewakili siswa-siswa lain yang memiliki kesalahan yang sama pada tes diagnostik. Dari hasil wawancara tersebut, ada beberapa persoalan yang peneliti temukan yang menjadi kelemahan siswa dalam matematika. Kelemahan-kelemahan tersebut terletak pada beberapa hal seperti berikut ini: 1 Keterampilan dalam operasi perkalian dan pembagian. Kesalahan mendasar yang kerap dilakukan oleh siswa pada tes diagnostik adalah ketidakmampuan mereka dalam menghitung khususnya yang berkaitan dengan operasi perkalian dan pembagian bilangan yang hasilnya tak bulat. Salah satunya adalah S11 yang mengakui mengalami kesulitan dalam operasi menghitung. P : Kalo misalnya sebelum UKK, persiapan kamu gimana? S11 : belajar P : Belejar nya itu malem sebelumnya apa udah di persiapan dari lama? Seminggu sebelumnya mungkin? S11 : mungkin sebelumnya juga belajar kadang-kadang... P : belajar juga ya sebelumnya.. nah ini pertanyaan terakhir, yang paling penting gitu ya, kita kan belajar tentang lingkaran, kira-kira menurut kamu materi paling susah di lingkaran itu apa? S11 : sulit dalam menghitung dan mengingat rumus P : menghitung dan menguasai rumus ya... menghitung dalam hal ini kaya perkalian dan penjumlahan gitu ya... S11 : iya... susah itu.. P : apalagi angka-angkanya enggak enak gitu ya... S11 : iyaaa... P : nah, yang membuat kamu susah menghitung itu apa? S1 : mungkin karena nggak belajar dan keseringan main... Dari hasil wawancara di atas, tampak jelas bahwa siswa mengalami kesulitan dalam operasi hitung. 2 Penguasaan konsep Kelemahan lain dari siswa yang peneliti temukan pada saat wawancara adalah masalah yang berkaitan dengan penguasaan konsep lingkaran. Sebagian besar siswa mengakui bahwa pada materi lingkaran rumus yang digunakan terlalu banyak sehingga membuat mereka kesulitan dalam mengingatnya. Misalnya pengakuan dari S17 seperti pada hasil wawancara berikut ini: P : yang kamu suka dari matematika khususnya lingkaran itu apa? S17 : yang sukanya tentang juring sama apotema P: kalo luas, keliling, tembereng? S17 : gak suka... P: kenapa? Susah? S17 : iya susah... P: oh okelah... nah menurut kamu sendiri yang membuat kamu susah itu apa? S17 : cara ngerjainnya, rumusnya... Contoh lain yang berkaitan dengan penguasan konsep ini adalah pengakuan dari S22 seperti pada cuplikan wawancara berikut ini: P : kita kan kemarin tes materi lingkaran ya, nah kalo saya melihat hasil pekerjaan mu kemarin, ada banyak kesalahan yang saya temukan.. menurut kamu sendiri yang membuat kamu kesulitan mempelajari matematika itu apa? Khususnya lingkaran deh... yang membuat kamu merasa sulit mempelajari lingkaran S22 : caranya P : cara apanya? Cara ngerjainnya? Kalo tadikan temenmu gak terlalu pandai menghitung dan gak terlalu bisa menghafal rumus, kalo kamu? S22 : gak bisa hafal rumus juga... Kelemahan siswa dalam menguasai rumus adalah sebagai dampak lanjut dari kelemahan mereka dalam menguasai konsep matematis, karena bagaimanapun juga rumusprinsip dalam bidang studi matematika berangkat dari konsep-konsep. 3 Faktor Labeling Salah satu kesulitan yang menurut peneliti masuk dalam kategori kelemahan siswa adalah faktor labeling. Adanya anggapan bahwa matematika itu sulit membuat para siswa menjadi kurang bersemangat untuk menguasi materi lingkaran ataupun materi lain pada matematika. Hal ini tampak pada cuplikan wawancara peneliti dengan S15 seperti berikut ini: P: Kamu suka Matematika khususnya lingkaran? S15 : gak terlalu suka... P: yang membuat kamu gak suka matematika itu apa? S15 : rumus-rumusnya agak ribet P: agak ribet kenapa? Kebanyakan gitu? S15 : iya... pusing belajarnya... 4 Sumber belajar Ada dua alasan mendasar mengapa peneliti berkesimpulan bahwa sumber belajar yang dimiliki siswa kurang membantu siswa dalam memahami materi pelajaran yaitu catatan yang tidak lengkap dan buku pelajaran matematika yang tidak dimiliki oleh semua siswa. Sedangkan untuk siswa yang memiliki buku pelajaran juga tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga berdampak pada kurang dipahaminya materi yang diajarkan di kelas. Hal ini didasarkan pada pengakuan dari guru bidang studi matematika yaitu bahwa setiap akhir pertemuan siswa akan diberikan pekerjaan rumah untuk dijadikan latihan mandiri, namun di sisi lain, siswa tidak memiliki sumber belajar khususnya catatan yang lengkap sehingga berdampak pada tidak maksimalnya hasil pekerjaan rumah tersebut. Berikut ini adalah cuplikan wawancara peneliti dengan S18: P : kamu punya buku paket? S18 : punya... P: di baca gak? S18 : kadang aja... P: terus catatan? S18 : kadang-kadang catet kadang gak... P: berarti gak lengkap? S18 : gak... 5 Pendampingan orang tua. Sebuah keadaan yang tak dapat ditolak adalah bahwa semua anak yang berusia SMP adalah anak-anak yang sangat membutuhkan perhatian dan bimbingan orang tua khususnya dalam hal belajar. Pendampingan orang tua akan sangat membantu anak dalam usahanya memahami materi. Namun tak dapat dipungkiri bahwa pada saat wawancara ada beberapa siswa yang mengakui tidak adanya pendampingan dari orang tua pada saat belajar. Misalnya saja seperti yang diakui oleh S2 berikut ini: P : oh okelah.. di rumah sering belajar matematika kan? S2 : jarang... P: kalo misalnya belajar ada yang ngawasi gak di rumah? S2 : gak ada P: gak ada yang ngawasi? Kalo kamu belajar ibu sama bapak di rumah ngapain? Gak pernah bimbing belajar gitu? S2 : iya.. Selanjutnya S2 juga mengakui bahwa meski diminta untuk didampingi namun itu tidak diindahkan. P: yang paling akrab siapa? Ibu atau bapak? S2 : ibu... P: ibu paling akrab ya... kenapa kamu gak minta ke ibu buat bimbing kamu pas lagi belajar? S2 : gak mau P: gak mau? Kamu udah pernah minta buat bimbing kamu belajar? S: udah... b. Wawancara guru bidang studi Setelah melakukan wawancara kepada beberapa siswa yang mengalami kesulitan dalam mempelajari materi lingkaran, kegiatan selanjutnya adalah mewawancarai guru bidang studi. Berikut ini adalah beberapa kisi-kisi pertanyaan wawancara kepada guru bidang studi: Topik I : Pendapat guru bidang studi tentang cara belajar Kelas VIII.A Topik II : Pendapat guru tentang suasana belajar di sekolah Topik III : pendapat guru tentang media dan sumber belajar di kelas Topik IV : Pendapat guru tentang prestasi siswa yang telah diwawancara sebelumnya Topik V : Pendapat guru tentang kelemahan dari siswa yang telah diwawancara oleh peneliti sebelumnya Topik VI : pendapat guru tentang kelebihan yang dimiliki siswa Dalam pelaksanaan wawancara tersebut, guru bidang studi tidak memperkenankan peneliti untuk menggunakan media sebagai alat bantu untuk merekam hasil wawancara, sehingga pada bagian ini, peneliti hanya menjelaskan secara singkat terkait informasi yang didapat dari guru bidang studi tentang keadaan akademis kelas VIII.A. secara umum, ada beberapa hal yang peneliti dapat dari hasil wawancara tersebut yakni: 1. Prestasi belajar siswa Dari beberapa siswa yang diwawancara peneliti sebelumnya, ternyata siswa yang cukup mempunyai kemampuan dalam hal akademik adalah siswa dengan nomor urut 15 S15. Ketika peneliti hendak membandingkan prestasi belajar yang diperoleh siswa yang tinggal di asrama dengan yang tidak, guru bidang studi berpendapat bahwa siswa-siswa yang tinggal di asrama adalah siswa-siswa yang bermasalah, siswa-siswa pindahan, termasuk juga adalah siswa-siswa yang berasal dari keluarga yang bermaslah broken home. Selain itu, dari 26 siswa kelas VIII.A yang sekarang kelas IX.A, terdapat 1 siswa yang menurut guru bidang studi tidak bisa mengikuti pelajaran dengan baik, bahkan seharusnya disekolahkan di sekolah khusus seperti SLB sekolah luar biasa. 2. Pengetahuan tentang materi prasyarat Adalah hal yang mustahil ketika seorang siswa mampu memahami suatu materi matematika tanpa didasari oleh pengetahuan mengenai materi-materi prasyarat. Misalnya saja untuk mempelajari materi lingkaran, setidaknya seorang siswa mempunyai pengetahuan dan pemahaman tentang jumlah sudut dalam sebuah segitiga, dan lain sebagainya. Kesulitan terbesar siswa adalah ketidak-pahaman mereka tentang materi-materi prasayat, dan hal itu diakui oleh guru bidang studi. 3. Keterampilan-keterampilan dasar Yang dimaksudkan dengan keterampilan dasar dalam hal ini adalah keterampilan siswa dalam operasi hitung. Berdasarkan pengakuan dan pengamatan guru bidang studi, kesulitan paling mendasar yang dihadapi siswa adalah kelemahan mereka dalam melakukan operasi perkalian dan pembagian bilangan yang hasilnya tidak bulat desimal. Menurut guru bidang studi, salah satu contoh yang begitu nampak yaitu ketika diberikan tugas yang salah satu tuntutannya adalah menyederhanakan bentuk pecahan, misalnya 9 , hal ini merupakan hal yang sulit bagi siswa untuk disederhanakan sehingga mereka pun hanya menuliskan demikian, tanpa disederhanakan lagi. 4. Hal-hal teknis Yang dimaksudkan dengan hal teknis dalam hal ini adalah hal-hal yang berkaitan dengan sumber belajar siswa. Sumber belajar dari kelas VIII.A adalah buku matematika BSE. Namun tidak semua siswa memiliki buku tersebut karena ada sistem yang digunakan yakni satu buku untuk dua orang siswa, sedangkan ketika hendak diberikan Pekerjaan Rumah, guru bidang studi mewajibkan siswa yang tidak memiliki buku untuk menuliskan soal-soal yang hendak dijadikan pekerjaan rumah. Selain itu, berkaitan dengan buku catatan, guru bidang studi mengakui bahwa terdapat beberapa siswa yang tidak memiliki catatan yang lengkap yang membuat mereka kesulitan ketika diberikan pekerjaan rumah. 5. Motivasi belajar Hal terakhir yang sempat dibahas pada wawancara dengan guru bidang studi tersebut adalah berkaitan dengan motivasi belajar siswa. Guru bidang studi mengakui bahwa beliau mengalami kesulitan dalam memberikan motivasi belajr kepada para siswa dan kesulitan dalam membangun semangat belajar dalam diri siswa. Menurut guru bidang studi, ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar jika ditilik dari sisi motivasi diri yaitu: a Sebuah label bahwa matematika itu sulit untuk dipelajari dan dipahami. b Orang tua yang kurang berperan untuk membimbing dan memotivasi siswa. Hal ini dilihat dari banyaknya kejadian yang mana banyak siswa yang tidak mengerjakan pekerjaan rumah yang telah diberikan. c Kebiasaan yang dibawa sejak kecil berkaitan dengan kesadaran diri untuk belajar dan mendalami materi matematika. d Ketidak-percayaandiri siswa yang kurang. Hal ini tampak pada pengakuan siswa sendiri yang mengatakan demikian “Kalo sama ibu bisa ngerjain, tapi kalo udah sendiri itu jadi susah dikerjain” 4. Merancang tindakan untuk pembelajaran remedial Sesuai dengan apa yang telah dibahas pada bagian pendahuluan yaitu bahwa tindak lanjut dari tes diagnostik ini adalah melakukan pembelajaran remedial. Hal ini diadakan selain untuk membantu memperdalam pemahaman siswa juga untuk melihat apakah nantinya pembelajaran remedial tersebut bisa meningkatkan penguasaan materi siswa melalui tes remedial pada akhir pertemuan. Perubahan dalam hasil tes remedial menjadi tolok ukur untuk menentukan apakah penelitian yang dilakukan berhasil atau tidak. Tindakan yang hendak dilakukanselama pembelajaran remedial tentunya berpatokan pada hasil tes dan wawancara sebelumnya. Oleh karena itu, berdasarkan hasil tes dan hasil wawancara, peneliti memutuskan untuk melakukan kegiatan pembelajaran dengan tekanan pada penjelasan mengenai kesalahan-kesalahan yang dilakukan siswa pada tes diagnostik, misalnya yang berkaitan dengan unsur-unsur dan bagian-bagian lingkaran yang merupakan pokok bahasan pertama pada materi lingkaran. Untuk mempermudah peneliti dalam melakukan pembelajaran remedial, peneliti merasa perlu untuk menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran RPP-terlampir pada lampiran 3 5. Pembelajaran remedial Pembelajaran remedial secara teknis dilaksanakan dengan 3 jam pertemuan dan 2 kali tatap muka, yakni pada tanggal 22 mei 2015 dengan 1 JP dan pada tanggal 27 mei 2015 dengan 2 JP. Peneliti melakukan kegiatan pembelajaran berpatokan pada apa yang peneliti temukan dalam tes diagnostik dan juga dari hasil wawancara. Ada beberapa prosedur pembelajaran remedial yang dilakukan peneliti yaitu: a. Belajar berdasarkan kesalahan Yang dimaksudkan dengan belajar berdasarkan kesalahan adalah siswa diminta untuk mengerjakan beberapa latihan soalmenjawab pertanyaan lisan berdasarkan kesalahan yang telah mereka lakukan. Misalnya untuk S1 siswa 1, tidak mengerjakan soal diagnostik nomor 4, maka tindakan yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan memberikan S1 kesempatan untuk menjawab pertanyaan lisanlatihan soal yang hampir sama dengan apa yang ditanyakan pada nomor 4, dan demikian juga selanjutnya. Hal ini dimaksudkan tentu untuk membantu siswa tersebut dalam memperdalam materi yang menjadi persoalankesulitan baginya. Namun, khusus untuk siswa yang mempunyai masalah dalam keterampilan operasi perkalian dan pembagian, peneliti tetap memberikan mereka kesempatan untuk menjawab pertanyaan lisan yang tentunya berkaitan dengan kedua operasi tersebut. b. Latihan soal-soal Dalam kegiatan ini, soal-soal yang diangkatdibahas adalah soal-soal yang bisa menjangkau semua materi dalam lingkaran khususnya soal-soal yang nantinya akan diujikan pada tes remediasi. 6. Tes remedial Setelah melakukan pembelajan remedial, kegiatan selanjutnya adalah melakukan tes remediasi untuk melihat apakah para siswa yang menjadi subjek penelitian mengalami perubahan dalam pemahaman mereka dengan melihat hasil tes remediasi. Prosedur pelaksaan tes remediasi adalah dengan menggunakan soal-soal yang hampir sama dengan tes diagnostik. Hal ini dimaksudkan untuk melihat apakah para siswa telah memahami sdan memperoleh solusi dari semua soal yang diujikan berdasarkan kesalahan yang mereka lakukan pada tes diagnostik. Berikut ini adalah hasil rekapitulasi nilai siswa pada tes remediasi: Tabel 4.11: Hasil Tes Remedial No. Identitas siswa PL Tes Remedial Nilai Ket. T BT 1 S1 L 32 √ 2 S2 L 10 √ 3 S3 L 25 √ 4 S4 L Tidak ikut 5 S5 L 14 √ 6 S6 L 95 √ 7 S7 P 23 √ 8 S8 L 14 √ 9 S9 P 79 √ 10 S10 L 32 √ 11 S11 P 32 √ 12 S12 L 32 √ 13 S13 P 95 √ 14 S14 P 93 √ 15 S15 L 49 √ 16 S16 L 14 √ 17 S17 L 28 √ 18 S18 L 25 √ 19 S19 P 89 √ 20 S20 L 53 √ 21 S21 P 13 √ 22 S22 L 35 √ 23 S23 L 50 √ 24 S24 P 86 √ 25 S25 L 23 √ 26 S26 L Tidak ikut Prosentase 23,07 76,93 Keterangan: T : Tuntas BT : Belum Tuntas Gambar 4.8: Diagram Ketuntasan Belajar pada Tes Remediasi Gambar 4.9: Diagram Persentase Ketuntasan Belajar Siswa pada Tes Remedial 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S1 S1 1 S1 2 S1 3 S1 4 S1 5 S1 6 S1 7 S1 8 S1 9 S2 S2 1 S2 2 S2 3 S2 4 S2 5 S2 6 N il ai Identitas Siswa Tuntas 23,07 Belum tuntas 76,93 Proporsi Ketuntasan Belajar Berdasarkan hasil tes remedial tersebut, peneliti mendapatkan jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa dan juga prosentase kesalahan di setiap masing-masing kategorinya seperti pada table berikut ini: Tabel 4.12:Tabel Kategori Kesalahan yang dilakukan Siswa pada Tes Remedial No Identitas siswa PL Letak kesalahan siswa Skor 1 2 3 4 5 6 7 8 1 S1 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 32 2 S2 L Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 10 3 S3 L Tidak ada Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 25 4 S4 L Tidak mengikuti tes remediasi 5 S5 L Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Kesalahan teknis Kesalahan teknis Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 14 6 S6 L Tidak ada Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 95 7 S7 P Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan data dan kesalahan teorema atau definisi Tidak mengerjakan Kesalaahan teorema atau definisi Kesalahan teknis Kesalahan teknis Tidak mengerjakan 23 8 S8 L Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 14 9 S9 P Tidak ada Tidak ada Kesalahan data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan teknis Kesalahan teknis 79 10 S10 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 32 11 S11 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 32 12 S12 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 32 13 S13 P Tidak ada Tidak ada Kesalahan data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 95 14 S14 P Tidak ada Kesalahan teorema atau Kesalahan data Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 93 definisi 15 S15 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 49 16 S16 L Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 14 17 S17 L Tidak ada Tidak ada Tanpa proses pengerjaan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 28 18 S18 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 25 19 S19 P Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 89 20 S20 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 58 21 S21 P Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan interpertasi bahasa Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Kesalahan teknis Kesalahan teknis Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 13 22 S22 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 40 23 S23 L Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak ada Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 55 24 S24 P Tidak ada Kesalahan teorema atau definisi Kesalahan teorema atau definisi Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada 86 25 S25 L Tidak ada Tidak ada Kesalahan teorema dan kesalahan teknis Kesalahan teorema atau definisi Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan Tidak mengerjakan 23 26 S26 L Tidak mengikuti tes remediasi Tabel 4.13: Tabel Persentase kesalahan di setiap kategori No Tanpa proses Kes. Kes. teorema Kes. teknis Kes. data Tidak Kes. Kes. langkah soal interpretasi bahasa atau def. mengerjakan menggunakan logika Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh Jlh 1 - - - - 4 16,6 - - - - - - - - - - 2 - - 1 4 16,6 - - - - - - - - - - 3 6 25 - - 5 20,8 - - 2 8,3 2 8,3 - - - - 4 2 8,3 - - 1 4,16 1 4,16 - - 11 45,8 - - - - 5 - - - - 3 12,5 2 8,3 - - 12 50 - - - - 6 1 4,16 - - - - 8 33,3 - - 5 20,8 - - - - 7 - - - - - - 2 8,3 - - 17 70,83 - - - - 8 - - - - - - 1 4,16 - - 18 75 - - - - Berdasarkan table rekapitulasi di atas, kategori kesalahan yang sering dilakukan siswa adalah ketegori Tidak Mengerjakan khususnya untuk nomor 8. Pada tebel tampak jelas bahwa sebanyak 75 siswa khusus untuk nomor 8 tidak mengerjakan. Hal ini berdasarkan kesulitan siswa dalam menguasai materi lingkaran dan juga materi-materi prasyarat yang menjadi tuntutan dalam materi lingkaran itu sendiri. 1. Perbandingan tes diagnostik dan tes remedial Hasil tes remedial sejatinya bisa lebih baik daripada tes diagnostik. Namun hal ini tidaklah berlaku secara umum. Pada beberapa kasus tes diagnostik dan tes remediasi, terdapat beberapa subjek siswa yang tidak mengalami peningkatan dan bahkan ada siswa yang mengalami penurunan terkait hasil yang dicapai. Hal serupa juga terjadi pada penelitian yang dilaksanakan oleh peneliti di SMP Budi Mulia Minggir kelas VIII.A. berikut ini adalah perbandingan hasil tes diagnostik dan tes remedial: Tabel 4.14: Perbandingan Nilai pada Tes Diagnostik dan Tes Remedial No Identitas Siswa PL Tes Diagnostik Tes Remedial keterangan Nilai Ket Nilai Ket Positif Negatif 1 S1 L 10 BT 32 BT √ 220 2 S2 L 14 BT 10 BT √ 28.57 3 S3 L 16 BT 25 BT √ 56.25 4 S4 L 10 BT 5 S5 L 26 BT 14 BT √ 46.15 6 S6 L 100 T 95 T √ 5 7 S7 P 13 BT 23 BT √ 76.92 8 S8 L 10 BT 14 BT √ 40 9 S9 P 96 T 79 T √ 17.70 10 S10 L 15 BT 32 BT √ 113.33 11 S11 P 8 BT 32 BT √ 300 12 S12 L 15 BT 32 BT √ 113.33 13 S13 P 83 T 95 T √ 14.45 14 S14 P 91 T 93 T √ 2.19 15 S15 L 39 BT 49 BT √ 25.64 16 S16 L 18 BT 14 BT √ 22.22 17 S17 L 41 BT 28 BT √ 31.70 18 S18 L 10 BT 25 BT √ 150 19 S19 P 98 T 89 T √ 9.18 20 S20 L 43 BT 58 BT √ 34,88 21 S21 P 12 BT 13 BT √ 8.33 22 S22 L 10 BT 40 BT √ 300 23 S23 L 55 BT 24 S24 P 70 T 86 T √ 22.85 25 S25 L 24 BT 23 BT √ 4.16 26 S26 L 41 BT Prosentase akhir 57.69 30.76 Prosentase yang tidak ikut 11.53 Gambar 4.10: Grafik Perbandingan Tes Diagnotik dan Tes Remedial Secara umum, jika dilihat dari table di atas, prosentase peningkatan nilai siswa sebanyak 57,69 sedangkan yang tidak mengalami peningkatan sebanyak 30,76 dan sebanyak 11,53 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100 110 S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 S22 S23 S24 S25 S26 Nilai tes diagnostik Nilai tes remediasi Identitas Siswa N i l a i tidak termasuk dalam perhitungan karena tidak mengikuti tes diagnostik atau tes remedial. Hal ini mengindikasikan prosentase peningkatan sedikit lebih banyak jika dibandingkan dengan prosentase penurunan yang dilakukan para siswa. Berkaitan dengan perbandingan kesalahan, berikut ini adalah perbandingan kesalahan yang dilakukan siswa pada tes diagnostik dan tes remedial: Tabel 4.15: Perbandingan Jenis Kesalahan pada Tes Diagnostik dan Tes Remedial No Identitas siswa Jenis kesalahan pada tes diagnostik Jenis kesalahan pada tes remediasi 1 S1 Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 3 : benar Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 2 S2 Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 4 : Kesalahan menggunakan logika Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tanpa proses pengerjaan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 7 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 8 : tidak mengerjakan 3 S3 Soal 3 : kesalahan interpretasi bahasa Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : kesalahan interpretasi bahasa Soal 8 : tidak mengerjakan 4 S4 Soal 3 : tidak mengerjakan Tidak mengikuti tes remidiasi Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 5 S5 - Soal 1 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : kesalahan teknis Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : kesalahan teknis Soal 6 : tanpa proses pengerjaan Soal 6 : tanpa proses pengerjaan Soal 7 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tanpa proses pengerjaan Soal 8 : tidak mengerjakan 6 S6 Tidak ada kesalahan Tidak ada kesalahan 7 S7 Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : kesalahan data Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : kesalahan teknis Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 8 S8 Soal 1 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan 9 S9 Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : kesalahan konsep Soal 4 : benar Soal 7 : kesalahan teknis Soal : kesalahan teknis 10 S10 Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : tanpa proses pengerjaan soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan soal 8 : tidak mengerjakan 11 S11 Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 3 : benar Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 12 S12 Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 3 : benar Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 13 S13 Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 3 : kesalahan data Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : benar 14 S14 Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 2 : kesalahan data Soal 3 : kesalahan data Soal 4 : benar 15 S15 Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 2 : benar Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : benar Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 6 : kesalahan teknis Soal 6 : kesalahan teknis Soal 7 : kesalahan teknis Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 16 S16 Soal 1 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tanpa proses Soal 4 : tidak mengerjakan pengerjaan Soal 5 : tanpa proses pengerjaan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tanpa proses pengerjaan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 17 S17 Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 18 S18 Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 3 : benar Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 19 S19 Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : benar 20 S20 Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : benar Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : benar Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 6 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 6 : benar Soal 7 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 21 S21 Soal 1 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 2 : kesalahan interpertasi bahasa Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 4 : tanpa proses pengerjaan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengejakan Soal 5 : Kesalahan teknis Soal 6 : tanpa proses Soal 6 : kesalahan teknis pengerjaan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 22 S22 Soal 3 : tidak mengerjakan Soal 3 : benar Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 6 : benar Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 23 S23 Tidak mengikuti tes diagnostik Pekerjaan tidak diperiksa 24 S24 Soal 2 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : tidak mengerjakan Soal 4 : tidak ada Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak ada 25 S25 Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 3 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 4 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 5 : tidak mengerjakan Soal 6 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 6 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 7 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan Soal 8 : tidak mengerjakan 26 S26 Soal 2 : menentukan apotema Tidak mengikuti tes remediasi Soal 3 : tanpa proses pengerjaan Soal 5 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 6 : Kesalahan teorema atau definisi Soal 7 : Kesalahan interpretasi bahasa Soal 8 : kesalahan interpretasi bahasa Tabel di atas menunjukkan perbandingan prestasi siswa antara tes diagnostik pre test dan tes remediasi post test. Tampak jelas bahwa adanya kegiatan remidiasi sangat berpengaruh pada peningkatan pemahaman siswa, walaupun tak dapat dipungkiri bahwa masih terdapat beberapa siswa yang belum mengalami perubahan dan bahkan mengalami penurunan jika dilihat dari segi skornilai yang mereka peroleh. Pelaksaan pembelajaran remedial yang dilakukan sebelum tes remediasi dilakukan merupakan bagian dari upaya untuk melihat apakah siswa mengalami perubahan dalam hal hasil belajar dan dari hasil perbanding di atas, tampak bahwa sebagian besar siswa mampu menerima penjelasan dengan baik sehingga berdampak pada peningkatan hasil belejar. Namun masih terdapat kesalahan-kesalahan mendasar yang dilakukan siswa seperti keterampilan mereka dalam melakukan operasi hitung perkalian dan pembagian. Selain itu, masalah mendasar lainnya adalah berkaitan dengan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa yang setidaknya bisa menjadi pegangan bagi mereka untuk mempelejari lingkaran, seperti lambang sudut siku-siku ataupun yang berkaitan dengan jumlah semua sudut dalam sebuah segitiga. Keadaan inilah yang membuat siswa mengalami kendala dalam mengerjakan soal lingkaran lainnya.

A. Pembahasan akhir

Berdasarkan hasil penelitian seperti yang ditunjukkan pada tabel 4.3, bisa dilihat bahwa siswa yang memperoleh nilai di atas KKM sebanyak 6 siswa sehingga prosentase ketuntatasan belajar siswa kelas VIII.A SMP Budi Mulia Minggir hanya sebesar 24, sedangkan 76 lainnya tidak mencapai KKM yang telah ditentukan. Siswa yang memperoleh nilai di atas KKM adalah siswa dengan nomor urut 6, 9, 13, 14, 19, dan 24. Dari pembahasan-pembahasan sebelumnya, tanpak jelas bahwa kesalahan yang sering dilakukan siswa adalah pada kategori Tidak mengerjakan terutama pada soal nomor 7 dan nomor 8. Untuk lebih jelasnya, peneliti mencoba memberikan gambaran berkaitan kategori kesalahan yang dilakukan siswa pada tes diagnostik. 1. Kesalahan teorema atau definisi Jenis-jenis kesalahan yang termasuk dalam kategori kesalahan ini teknis adalah jenis-jenis kesalahan yang didasarkan pada kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh siswa. Salah satu contoh kesalahan teknis tersebut adalah kesalahan siswa dalam menentukan jumlah semua sudut dalam sebuah segitiga. Misalnya saja pada soal nomor 4, terdapat 20 ssiwa yang melakukan kesalahan mendasar berkaitan dengan jumlah semua sudut dalam sebah segitiga. Berikut ini adalah contoh kesalahan teknis yang dilakukan oleh S5 dan S9. Gambar 4.10: Contoh Kesalahan Teorema atau Definisi Dari hasil pekerjaan siswa di atas, persoalan utama yang mereka hadapi adalah mengidentifikasi bentuk bangun datar yang ada dalam lingkaran segitiga, sehingga merekapun mengalami kesulitan dalam menguasai jumlah semua sudut dalam segitiga tersebut. 2. Kesalahan data Ada banyak jenis kesalahan yang termasuk dalam kategori kesalahan data, mulai dari kemampuan siswa untuk memahami hal-hal dasar pada materi lingkaran seperti jumlah sudut dalam sebuah lingkaran, nilai Phi, bentuk-bentuk umum rumus dalam mencari luas dan keliling lingkaran sampai pada bagaimana pemahaman itu diaplikasikan pada persoalan sehari-hari. Beberapa contoh kesalahan konsep yang dilakukan oleh S25adalah sebagai berikut: Gambar 4.12: Contoh Kesalahan Data 3. Kesalahan teknis Keterampilan dalam operasi perkalian dan pembagian sebenarnya menjadi landasan utama dalam matematika selain operasi perjumlahan dan pengurangan. Tak dapat ditolak bahwa berdasarkan hasil tes diagnostik,

Dokumen yang terkait

analisis kesulitan beleaar dalam mengerjakan soal-soal akutansi pokok bahasan laporan keuangan pad siswa kelas 1.3 cawu 1 man 2 jember tahun ajaran 2000/2001

0 12 64

Identifikasi miskonsepsi materi biologi kelas II semester 1 pada siswa SMP negeri di kecamatan Kencong tahun ajaran 2003/2004

2 6 94

Identifikasi miskonsepsi dalam pembelajaran IPA ruang lingkup materi dan sifatnya di SMP Joannes Bosco Yogyakarta kelas VIII tahun ajaran 2014-2015

1 3 9

Perbedaan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran project based learning (pjbl) dan konvensional pada pokok bahasan lingkaran kelas viii smp n 3 Tanjung Morawa tahun ajaran 2017-2018 - Repository UIN Sumatera Utara

0 0 162

BAB V PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN - Penerapan model pembelajaran kreatif dan produktif pada materi pokok zat dan wujudnya kelas VII semester I SMP-N 7 Palangka Raya tahun ajaran 2013/2014. - Digital Library IAIN Palangka Raya

0 1 9

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya

0 0 12

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya

0 0 29

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya

1 1 21

Penerapan model pembelajaran berbasis masalah dan model pembelajaran inkuiri terbimbing pada materi pokok tekanan kelas VIII semester II MTsN 2 Palangka Raya tahun ajaran 2014/2015 - Digital Library IAIN Palangka Raya

0 1 48

Diagnosis kesulitan belajar matematika SMP

2 2 64

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

96 2696 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 698 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 588 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 384 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 525 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 883 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 803 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 493 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 730 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 871 23