Motif Diversi Dan Tayangan Infotainment (Studi Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU Melalui Tayangan Infotainment Di Stasiun Televisi Swasta)

MOTIF DIVERSI DAN TAYANGAN INFOTAINMENT
(Studi Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU
Melalui Tayangan Infotainment Di Stasiun Televisi Swasta)

SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Menyelesaikan Program
Pendidikan Sarjana (S-1) pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Departemen Ilmu Komunikasi

OLEH:

SEKAR SUSFINA
060904092

DEPARTEMEN ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
USU
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

BERITA ACARA PERSETUJUAN
Telah selesai diberikan bimbingan dalam penulisan skripsi sehingga naskah
skripsi ini telah memenuhi syarat dan dapat disetujui untuk dipertahankan dalam
ujian skripsi oleh:
Nama

:

Sekar Susfina

NIM

:

060904092

Program Studi :

Ilmu Komunikasi

Judul Skripsi

Motif

:

Diversi

Dan

Tayangan

Infotainment

(Studi

Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP
USU Melalui Tayangan Infotainment Di Stasiun Televisi
Swasta)

DISETUJUI OLEH:

PEMBIMBING

KETUA DEPARTEMEN
ILMU KOMUNIKASI

DRS. AMIR PURBA, MA
NIP. 196110011987011001

DRS. AMIR PURBA, MA
NIP. 195102191987011001

a. n. DEKAN FISIP USU
PEMBANTU DEKAN I

ZAKARIA TAHER
NIP. 196605251992031002

Universitas Sumatera Utara

BERITA ACARA PENGESAHAN
Skripsi ini telah dipertahankan di depan Panitia Penguji Ujian Skripsi
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara oleh:
Nama

:

Sekar Susfina

NIM

:

060904092

Program Studi

:

Ilmu Komunikasi

Pada hari, tanggal

:

.......................................

Waktu

:

Pukul.............................

TIM PENGUJI:

PENGUJI I

: ......................................................................... ( ................. )

PENGUJI II

: ......................................................................... ( ................. )

PENGUJI III

: .......................................................................... ( ................. )

PANITIA PENGUJI

KETUA

.........................................

SEKRETARIS

.........................................

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Motif Diversi Dan Tayangan Infotainment (Studi
Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU Melalui Tayangan
Infotainment Di Stasiun Televisi Swasta)”. Adapun tujuan dari penelitian ini
untuk melihat hubungan antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP USU
melalui tayangan infotainment dengan menggunakan pendekatan uses and
gratifications. Pendekatan ini menekankan bahwa khalayak adalah pihak yang
aktif dalam menggunakan media. Khalayak bebas memilih media mana yang
mampu memuaskan kebutuhannya, dalam hal ini kebutuhan motif diversi.
Penelitian ini dimulai pada bulan April 2010 dengan lama penelitian yang
disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mencari jumlah sampel dalam penelitian ini
maka dipakai rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan
90%. Dari hasil ini maka didapatlah jumlah responden yaitu 90 orang. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik stratifikasi
proporsional berdasarkan jenis kelamin responden. Kriteria sampel dalam
penelitian ini adalah mahasiswa reguler FISIP USU angkatan 2007-2008.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
korelasional. Untuk menguji hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan
maka peneliti menggunakan rumus koefisien korelasi tata jenjang oleh Spearman
(Spearman’s Rho Rank Order Correlations) yakni data dari variabel-variabel
yang diteliti harus ditetapkan peringkatnya dari yang terkecil sampai terbesar
dengan alat bantu SPSS Seri 13.0 for Windows. Lalu didapatlah kekuatan
hubungannya sebesar r = 0.604. Sesuai dengan skala Guilford, maka kekuatan
hubungan antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP USU melalui
tayangan infotainment di televisi swasta menunjukkan korelasi yang cukup
berarti. Angka probabilitas yang terlihat dalam hasil tabel pengolahan data SPSS
adalah 0.00 < 0.05 maka hubungan kedua variabel adalah signifikan dan layak
diteliti. Ini juga berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dari hasil
penghitungan koefisien determinasi yang dilakukan dengan rumus KD = r2 x
100%, hasil yang diperoleh adalah 36,5%.
Dengan demikian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang cukup berarti antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP
USU melalui tayangan infotainment di televisi swasta dengan peranan sebesar
36,5%.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Diawali dengan ungkapan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, karena atas
izin-Nya, skripsi dengan judul “ Motif Diversi Dan Tayangan Infotainment (Studi
Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU Melalui Tayangan
Infotainment Di Stasiun Televisi Swasta)” dapat diselesaikan. Shalawat
bermahkotakan salam penulis hadiahkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang
telah membawa umat manusia ke alam penuh peradaban seperti sekarang ini.
Skripsi ini disusun berdasarkan hasil pengamatan dan penelitian terhadap
fenomena yang dipilih. Kemudian disempurnakan dengan kajian teori, pengolahan
data dan hingga akhirnya penarikan kesimpulan akhir mengenai penemuan terkait
penelitian yang dilakukan tersebut. Dengan dilakukannya penelitian ini,
diharapkan dapat memenuhi porsi tujuan dan manfaatnya sehingga skripsi ini
dapat berguna untuk menjadi referensi di masa yang akan datang.
Terima kasih diucapkan untuk semua pihak yang membantu dalam
penyusunan skripsi ini. Maka dalam kesempatan ini penulis ingin menyampaikan
ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1.

Kedua orang tua tercinta, Papa Ir. Muslim Lubis dan Ibu Sri Retnowati
yang selalu memberikan dukungan dan doa yang terbaik buat penulis.

2. Bapak Drs. Amir Purba, M.A selaku dosen pembimbing yang telah banyak
memberikan arahan dan pengetahuan.
3. Ibu-ibu dan Bapak-bapak dosen Ilmu Komunikasi FISIP USU yang telah
membekali penulis dengan ilmu pengetahuan selama dibangku perkuliahan.
4. Seluruh staff Departemen Ilmu Komunikasi dan staff Laboratorium Ilmu
Komunikasi.

Universitas Sumatera Utara

5. Kakak dan adik tercinta, Sekar Kurniasih dan Sekar Musfira yang
memberikan penulis sebuah persaudaraan yang indah.
6. Keluarga gg. Hormat dan gg. Pendidikan yang penulis sayangi.
7. Teman-teman Ilmu Komunikasi angkatan 2006, terutama J_LO Genk yang
memberikan persahabatan yang indah dan tak terlupakan selama kuliah.
8. Seseorang yang sangat spesial dihati penulis, terima kasih telah menjadi
teman dikala suka dan duka, berbagi airmata, tawa canda dan selalu
memotivasi penulis.
9. Semua pihak yang telah telah membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini.
Akhir kata, skripsi ini disadari masih memiliki kekurangan baik dari segi
sistematika penulisan maupun dari segi isi. Demi kesempurnaan di masa yang
akan datang, diharapkan berbagai saran dan kritikan konstruktif dari semua
pihak yang menggunakan skripsi ini. Atas perhatian semua pihak, disampaikan
terima kasih.

Medan, Oktober 2010

Sekar Susfina

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAKSI ...............................................................................................
KATA PENGANTAR .................................................................................
DAFTAR ISI ...............................................................................................
DAFTAR TABEL .......................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH ...................................................
1.2 PERUMUSAN MASALAH ..............................................................
1.3 PEMBATASAN MASALAH ...........................................................
1.4 TUJUAN PENELITIAN
1.5 MANFAAT PENELITIAN.. .............................................................
1.6 KERANGKA TEORI ........................................................................
1.7 KERANGKA KONSEP ....................................................................
1.8 MODEL TEORITIS ..........................................................................
1.9 VARIABEL OPERASIONAL ..........................................................
1.10 DEFINISI OPERASIONAL ...........................................................
1.11 HIPOTESIS ...................................................................................
1.12 METODOLOGI PENELITIAN......................................................
BAB II URAIAN TEORITIS .....................................................................
2. 1 USES AND GRAFICATIONS APPROACH.....................................
2. 2 KOMUNIKASI MASSA............................................................. .......
2.2.1 Pengertian Komunikasi Massa...............................................
2.2.2 Karakteristik Komunikasi Massa...........................................
2.2.3 Fungsi Komunikasi Massa.....................................................
2. 3 MOTIF PENGGUNAAN MEDIA .....................................................
2.3.1 Motif dan Pemuasan Kebutuhan............................................
2.3.2 Motif Diversi dan Tayangan Hiburan.....................................
2. 4 TELEVISI DAN TAYANGAN TELEVISI
2.4.1 Televisi...................................................................................
2.4.2 Tayangan Televisi..................................................................
2. 5 TEORI GENDER................................................................................

Universitas Sumatera Utara

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ..................................................
3.1 DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN .....................................................
3. 1. 1 Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik ......................
3. 1. 2 Program Studi......................................................................
3. 1. 3 Visi dan Misi FISIP USU.....................................................
3. 1. 4 Tujuan, Tugas dan Fungsi FISIP USU .................................
3.2 METODOLOGI PENELITIAN.................................................................
3. 2. 1 Metode Penelitian ................................................................
3. 2. 2 Lokasi Penelitian .................................................................
3. 2. 3 Waktu Penelitian .................................................................
3. 2. 4 Populasi dan Sampel ............................................................
3. 2. 5 Teknik Penarikan Sampel ....................................................
3. 2. 6 Teknik Pengumpulan Data ...................................................
3. 2. 7 Teknik Analisis Data ...........................................................
BAB IV PEMBAHASAN............................................................................
4.1 ANALISIS TABEL TUNGGAL .......................................................
4.2 ANALISIS TABEL SILANG ............................................................
4.3 PENGUJIAN HIPOTESIS ................................................................
4.4 PEMBAHASAN ...............................................................................
BAB V PENUTUP ......................................................................................
5.1 KESIMPULAN .................................................................................
5.2 SARAN.............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................
LAMPIRAN…………………………………………………………………

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
No.

Uraian

Halaman

3.1

Jumlah Mahasiswa Program S-1 FISIP USU Angkatan 2007-2008....

4.1

Jenis Kelamin ....................................................................................

4.2

Departemen................................... .....................................................

4.3

RCTI............................................................................... .....................

4.4

TRANS TV...........................................................................................

4.5

Global TV.......................................................................... ..................

4.6

SCTV........................................................ ..........................................

4.7

TRANS 7.............................................................. ..............................

4.8

Indosiar............................................................. ..................................

4.9

ANTV....................................................... ..........................................

4.10

Istirahat Dari Rutinitas.................................................... ....................

4.11

Lupa Masalah................................................................... ...................

4.12

Pelepasan Emosi......................................................................... .........

4.13

Isi Waktu Luang...................................................... ............................

4.14

Usir Bosan................... ......................................................................

4.15

Hiburan Utama........................................ ...........................................

4.16

Infotainment Tayangan Menarik.................... ....................................

4.17

Infotainment Menyajikan Berita Yang Menarik....................................

4.18

Usir Rasa Bosan......... .......................................................................

4.19

Solusi Masalah.......................................................... ..........................

4.20

Lepas Ketegangan Emosi.....................................................................

4.21

Hiburan........................... ...................................................................

Universitas Sumatera Utara

4.22

Rasa Santai.............................................................. ............................

4.23

Jam Tayang Sesuai............................................................... ...............

4.24

Tidak Mengganggu Acara Lain...................................................................

4.25

Frekuensi Tayang Sehari......................... ...........................................

4.26

Frekuensi Tayang Seminggu...................... ........................................

4.27

Insert Pagi................................. .........................................................

4.28

WAS-WAS.......................................................................... ................

4.29

OBSESI........................................... ...................................................

4.30

ESPRESSO....................................................... ..................................

4.31

Insert Siang........................................................ .................................

4.32

SILET........................................................................... .......................

4.33

KISS............................... ...................................................................

4.34

Frekuensi Menonton.............................................................................

4.35

Terhibur.................................................................... ...........................

4.36

Mengisi Waktu Luang........................................................................

4.37

Mengusir Rasa Bosan..........................................................................

4.38

Lepas Ketegangan Emosi......................................................................

4.39

Lupa Masalah................................................................................ .......

4.40

Santai............................................................................... ....................

4.41

Hubungan Antara Jenis Kelamin (Z) dan Frekuensi Menonton
Infotainment di Televisi (X)..... .........................................................

4.42

Hubungan Antara Menonton Televisi Dapat Beristirahat dari Rutinitas (X)
dan Infotainment Memberikan Hiburan Saat Beristirahat (Y) Pada
Responden Laki-laki......... .................................................................

Universitas Sumatera Utara

4.43

Hubungan Antara Menonton Televisi Dapat Beristirahat dari Rutinitas (X)
dan Infotainment Memberikan Hiburan Saat Beristirahat (Y) Pada
Responden Perempuan.......................................................................

4.44

Hubungan Antara Menonton Televisi Dapat Mengisi Waktu Luang (X)
dan Kesesuaian Jam Tayang Infotainment Sebagai
Tayangan Hiburan (Y) Pada Responden Laki-laki... ..........................

4.45

Hubungan Antara Menonton Televisi Dapat Mengisi Waktu Luang (X)
dan Kesesuaian Jam Tayang Infotainment Sebagai
Tayangan Hiburan (Y) Pada Responden Perempuan... .......................

4.46

Korelasi Pemenuhan Motif Diversi dan Tayangan Infotainment Pada
Responden Laki-Laki............................................... ...........................

4.47

Korelasi Pemenuhan Motif Diversi dan Tayangan Infotainment Pada
Responden Perempuan............................................... .........................

4.48

Korelasi Pemenuhan Motif Diversi dan Tayangan Infotainment.........

4.49

Independent Sample Test Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU........

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
No.

Uraian

Halaman

1.1

Bagan Cara Uses and Gratications Approach Beroperasi ...................

1.2

Model Teoritis Penelitian..................... ..............................................

1.3

Bagan Variabel Operasional..................................................................

2.1

Bagan Uses and Gratifications..............................................................

2.2

Model Uses and Gratification................................................................

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

1. Kuesioner
2. Tabel Pengolahan Data
3. Surat Permohonan Penelitian dari FISIP USU
4. Lembar Catatan Bimbingan
5. Biodata

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAKSI
Penelitian ini berjudul “Motif Diversi Dan Tayangan Infotainment (Studi
Korelasional Pemenuhan Motif Diversi Mahasiswa FISIP USU Melalui Tayangan
Infotainment Di Stasiun Televisi Swasta)”. Adapun tujuan dari penelitian ini
untuk melihat hubungan antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP USU
melalui tayangan infotainment dengan menggunakan pendekatan uses and
gratifications. Pendekatan ini menekankan bahwa khalayak adalah pihak yang
aktif dalam menggunakan media. Khalayak bebas memilih media mana yang
mampu memuaskan kebutuhannya, dalam hal ini kebutuhan motif diversi.
Penelitian ini dimulai pada bulan April 2010 dengan lama penelitian yang
disesuaikan dengan kebutuhan. Untuk mencari jumlah sampel dalam penelitian ini
maka dipakai rumus Taro Yamane dengan presisi 10% dan tingkat kepercayaan
90%. Dari hasil ini maka didapatlah jumlah responden yaitu 90 orang. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan peneliti adalah teknik stratifikasi
proporsional berdasarkan jenis kelamin responden. Kriteria sampel dalam
penelitian ini adalah mahasiswa reguler FISIP USU angkatan 2007-2008.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
korelasional. Untuk menguji hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan
maka peneliti menggunakan rumus koefisien korelasi tata jenjang oleh Spearman
(Spearman’s Rho Rank Order Correlations) yakni data dari variabel-variabel
yang diteliti harus ditetapkan peringkatnya dari yang terkecil sampai terbesar
dengan alat bantu SPSS Seri 13.0 for Windows. Lalu didapatlah kekuatan
hubungannya sebesar r = 0.604. Sesuai dengan skala Guilford, maka kekuatan
hubungan antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP USU melalui
tayangan infotainment di televisi swasta menunjukkan korelasi yang cukup
berarti. Angka probabilitas yang terlihat dalam hasil tabel pengolahan data SPSS
adalah 0.00 < 0.05 maka hubungan kedua variabel adalah signifikan dan layak
diteliti. Ini juga berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dari hasil
penghitungan koefisien determinasi yang dilakukan dengan rumus KD = r2 x
100%, hasil yang diperoleh adalah 36,5%.
Dengan demikian dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang cukup berarti antara pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP
USU melalui tayangan infotainment di televisi swasta dengan peranan sebesar
36,5%.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang Masalah
Sejalan dengan berkembangnya masyarakat beserta peradaban dan
kebudayaannya, media massa mengalami kemajuan pula melalui alat komunikasi
yang dipergunkannya. Semua digunakan untuk memuaskan penggunanya yang
heterogen dengan jangkauan yang sangat luas. Salah satu media massa yang terus
berkembang adalah televisi melalui beragam jenis tayangannya.
Televisi sebagai salah satu bukti nyata dari perkembangan teknologi
komunikasi yang sudah menunjukkan perannya dalam kehidupan. Televisi
merupakan salah satu media komunikasi massa. Menurut Wikipedia, 2005
Televisi adalah sistem telekomunikasi untuk penyiaran dan penerimaan gambar
dan suara dari jauh.
Dibandingkan media-media yang lain, baik media elektronik, media massa
maupun media online, televisi tergolong yang paling banyak diminati.
Berdasarkan data Bank Dunia tahun 2004 ada 65 persen lebih rumah tangga
pemilik televisi di Indonesia. Hiburan yang disajikan mampu menarik mayoritas
penduduk untuk menekuni tayangan televisi dalam kegiatannya sehari-hari.
Menurut Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2006, lebih tiga
perempat (86%) dari seluruh penduduk usia 10 tahun ke atas di Indonesia
memiliki aktivitas rutin mengikuti acara televisi dalam seminggu.

Universitas Sumatera Utara

Semua media massa umumnya mempunyai fungsi yang sama. Sebagai alat
komunikasi memberikan informasi (fungsi informatif), artinya melalui isinya
seseorang dapat mengetahui dan memahami suatu hal. Sebagai alat yang
mendidik (fungsi edukatif), artinya isi televisi dapat meningkatkan pengetahuan,
keterampilan, dan moral seseorang. Sebagai alat hiburan (fungsi entertainment),
artinya seseorang dapat terhibur, menyenangkan hati, memenuhi hobi dan mengisi
waktu luangnya melalui tayangan-tayangan televisi.
Dalam perkembangannya terutama setelah lahirnya televisi-televisi swasta
porsi tayangan menjadi berubah. Fungsi hiburan menjadi dominan karena lebih
banyak mendatangkan iklan yang merupakan nyawa bagi kelangsungan hidup
suatu stasiun televisi. Saat ini terdapat sebelas stasiun televisi, mulai dari TVRI,
RCTI, SCTV, TPI, Indosiar, ANTV, Metro TV, Global TV, Trans TV, Trans 7
dan TV One. Namun, Metro TV dan TV One mengkhususkan dirinya sebagai TV
berita.
Sejumlah program yang ditawarkan oleh stasiun TV berhasil menarik
sejumlah besar pemirsa, yang menjadikannya sebagai tayangan yang patut
diperhitungkan sebagai tayangan TV. Namun sebagian lainnya justru menjauhkan
pemirsa. Setiap tahunnya stasiun TV menghadirkan beragam tayangan; banyak di
antaranya yang kreatif, yang kemudian menjadi tren, tetapi yang lainnya hanya
menjadi “pengikut”. Program kontes menyanyi atau sinetron misteri sempat naik
daun beberapa tahun silam, meski beberapa “pengikut” gagal mengikuti jejak
program yang menjadi “trend setter”. Belakangan, reality show yang sempat
memunculkan kontroversi, karena diragukan keaslian realitasnya, menjadi tren
baru, terutama sejak akhir tahun 2008.

Universitas Sumatera Utara

Secara umum, pada tahun 2009, porsi tayangan hiburan (seperti reality
show, musik, variety show, kuis, dll) dan berita di stasiun TV nasional adalah
yang terbesar, yaitu 21% dari total jam tayang. Porsi ini meningkat 3%
dibandingkan tahun 2008. Sebaliknya, porsi tayang program informasi berkurang
2%, sementara porsi tayang film dan serial masing-masing turun 1%. Tahun ini,
penonton terlihat menambah porsi menonton program hiburan sebanyak 4% dan
berita sebanyak 2% dari total jam menonton mereka. Sebaliknya porsi menonton
serial dan film mereka turun masing-masing 2%. Namun, porsi menonton terbesar
pemirsa diberikan untuk program hiburan (25%) dan serial (24%) 1.
Masih menurut riset dari AGB Nielsen, dua puluh empat persen (24%)
dari total jam siaran dialokasikan oleh stasiun televisi untuk program Informasi
selama bulan April-Juni 2008. Rata-rata durasi tayang program Informasi sama
banyaknya dengan program Hiburan (25%), seperti musik, kuis, game show,
variety show, komedi, dll. Sekarang tergantung apakah Anda lebih memilih untuk
memperoleh informasi daripada hiburan dari kotak ajaib bernama televisi? Atau
Anda menyukai kombinasi keduanya? “Nyalakan TV dan dapatkan informasi
yang menghibur darinya”, itu mungkin yang akan dikatakan oleh stasiun TV.
Namun, pemirsa hanya menghabiskan 10% dari 2- jam-42-menit waktu
menonton setiap harinya untuk menonton program informasi. Sementara 25%
dihabiskan untuk program hiburan. Dari program-program berkategori Informasi,
tampak bahwa setiap sub-genre menarik perhatian dari pemirsa yang berbedabeda. Biasanya laki-laki menonton program dokumenter (seperti The Shark Fin,
1

(http://www.agb.com/Uploads/Indonesia/AGBNielsenNewsletterDec09-Ind.pdf).

Universitas Sumatera Utara

Reptiles of the Living Desert, Halal, dll.) dan ketrampilan/ hobi (seperti Jejak
Petualang, Mancing Mania, Impossible Matic 2, dll.). Di sisi lain, perempuan
memperlihatkan ketertarikan pada program bincang-bincang (Dunia Bunda, Kick
Andy, dll.), infotainment (Silet, Hot Shot, dll.), infomercial (Summarecon Serpong
Better Living, Sahabat Hemat, dll.), majalah TV (Griya Unik, Jelang, dll.), dan
jalan-jalan/gaya hidup (Paspor Selebritis, Nikmatnya Dunia, dll).
Program bincang-bincang dan dokumenter mendapat alokasi waktu yang
lebih banyak di antara sub-sub-genre di dalam kategori program Informasi.
Masing-masing dialokasikan 21% dan 23% dari total jam siar Informasi dalam
satu hari atau rata-rata satu jam per hari pada setiap stasiun TV (21 stasiun TV)
yang dimonitor oleh AGBNielsen. Alokasi jam tayang berikutnya adalah
infotainment (16%), infomercial (15%), jalan-jalan/gaya hidup (10%), majalah
TV (8%), dan ketrampilan/hobi (7%) 2.
Berdasarkan profil pemirsa pada bulan April-Juni 2006, persentase dari
penonton dewasa muda sebanyak penonton anak-anak. Dua puluh satu persen
(21%) dari total pemirsa adalah para dewasa muda. Meskipun persentasenya
besar, kepemirsaan TV mereka tidak setinggi anak-anak atau orang dewasa.
Angka indeks – yang menunjukkan kedekatan target pemirsa tertentu pada
program TV – dari pemirsa dewasa muda di bawah 100, artinya program TV
kurang efektif dalam menjangkau kelompok ini. Kelompok ini juga pada
penonton dewasa pada pukul 08.00 hingga 11.00 (maksimum 10,6% dari populasi
dewasa muda menonton TV, sedangkan 10% dari populasi dewasa menonton
2

(http://cs.agbnmr.com/Uploads/Indonesia/AGBNielsenNewsletterAugInd.pdf).

Universitas Sumatera Utara

TV). Remaja merupakan penonton yang paling dominan. Pada pencapaian
tertingginya antara pukul 08.00 hingga 11.00, semua stasiun TV dapat meraih
14,7% dari populasi remaja dan 13,3% dari populasi anak-anak.
Dewasa muda memilih tayangan hiburan di televisi sebagai untuk
memenuhi kebutuhannya melalui tayangan ringan seperti Selamat Pagi (Indeks
168). Nilai indeks menunjukkan bahwa jumlah penonton dewasa muda pada
program tersebut 68% lebih tinggi daripada semua penonton TV usia 5 tahun ke
atas. Pada pukul 23.00-04.00, kebanyakan dewasa muda menonton program yang
menarik perhatian seperti film, baik horor maupun drama.
Mahasiswa termasuk dalam kategori usia dewasa muda. Sebagai kaum
terpelajar dan intelek, akan sangat menarik untuk melihat bagaimana
kecenderungan konsumsi media massa—terutama televisi— di kalangan
mahasiswa. Bagaimana cara mereka menggunakan televisi untuk mendapatkan
sebuah kepuasan (artinya televisi mampu memenuhi kebutuhan mereka akan
suatu hal).
Ditengah kian maraknya kritik terhadap tayangan hiburan televisi yang
dianggap tidak mendidik, pilihan tayangan para mahasiswa ini tentu menarik
untuk diteliti. Tayangan-tayangan seperti apa yang dapat memberikan hiburan
bagi mereka, tentunya sesuai dengan selera dan keinginan. Terlepas dari apakah
tayangan hiburan itu mendidik atau tidak, yang menjadi fokus adalah apakah
mereka merasa terhibur atau tidak setelah menyaksikan tayangan tersebut.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti merasa tertarik untuk melihat sejauhmanakah
pemenuhan motif diversi dalam diri mahasiswa mempengaruhi keputusannya
dalam memilih tayangan di televisi.

Universitas Sumatera Utara

1. 2. Perumusan Masalah
Mencermati uraian latar belakang masalah di atas, penelitian ini ingin
menjawab rumusan masalah sebagai berikut:
“Sejauhmanakah pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP USU terhadap
tayangan infotainment di stasiun televisi swasta?”

1. 3. Pembatasan Masalah
Untuk menghindari pembahasan masalah yang terlalu luas sehingga dapat
mengaburkan penelitian, maka penulis membatasi masalah yang akan diteliti.
Adapaun pembatasn masalah tersebut adalah sebagai berikut:
1. 3. 1 Penelitian ini utuk menemukan pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP
USU.
1. 3. 2 Penelitian ini hanya meneliti tayangan hiburan khususnya infotainment di
televisi swasta.
1. 3. 3 Objek penelitian ini adalah tayangan infotainment ditelevisi, bukan stasiun
televisi yang menayangkannya.
1. 3. 4 Penelitian ini bersifat korelasional, yaitu mencari atau menjelaskan
hubungan dan menguji hipotesis.

Universitas Sumatera Utara

1. 4. Tujuan Dan Manfaat Penelitian
1. 4. 1. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut
1. 4. 1. 1. Untuk mengetahui upaya pemenuhan motif diversi mahasiswa FISIP
USU.
1. 4. 1. 2. Untuk mengetahui motif diversi mahasiswa FISIP USU dapat terpenuhi
atau tidak (fungsional dan disfungsional) melalui tayangan infotainment
di televisi swasta.
1. 4. 1. 3 Untuk mengetahui sejauhmanakah motif diversi mahasiswa FISIP USU
terpenuhi terhadap tayangan infotainment di televisi swasta.

1. 5. 2 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagi berikut:
1. 5. 2. 1. Secara akademik, penelitian ini disumbangkan kepada Departemen ilmu
komunikasi untuk memperkaya khasanah penelitian dan sumber bacaan.
1. 5. 2. 2. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan
dan wawasan peneliti tehadap penelitian.
1. 5. 2. 3. Secara praktis, hasil penelitian ini dapat memberi masukan kepada
pihak media televisi agar dapat terus-menerus meningkatkan kualitas
tayangannya untuk memenuhi kebutuhan penonton.

Universitas Sumatera Utara

1. 5. Kerangka Teori
Setiap penelitian memerlukan kejelasan titik tolak atau landasan berpikir
dalam memecahkan atau menyoroti masalahnya. Untuk itu, perlu disusun
kerangka teori yang memuat pokok – pokok pikiran yang menggambarkan dari
sudut mana masalah penelitian akan disoroti. 3
Kerlinger menyebutkan teori adalah himpunan konstruk (konsep), definisi,
dan proposisi yang mengemukakan pandangan sistematis tentang gejala dengan
menjabarkan relasi diantara variabel, untuk menjelaskan dan meramalkan gejala
tersebut.4
Dalam penelitian ini teori yang dianggap relevan adalah pendekatan uses
and gratifications, komunikasi massa, motif penggunaan media, televisi dan
tayangan hiburan serta teori gender.

1. 5. 1. Uses and Gratifications Approach
Pendekatan uses and gratification dijabarkan untuk pertama kalinya dalam
sebuah artikel oleh Elihu Katz (1959) sebagai reaksi atas pernyataan Bernard
Berelson (1959) bahwa bidang penelitian komunikasi sudah mati. Katz
berpendapat bahwa bidang yang sedang sekarat adalah kajian komunikasi massa
sebagai persuasi. 5
Pendekatan uses and gratifications merupakan perpanjangan dari teori
kebutuhan dan motivasi. Dalam model ini yang ingin dilihat adalah apa yang
3

Hadari Nawawi, Metode Penelitian Bidang Sosial, (Yogyakarta: Gajah Mada University
Press, 1995), h. 40.
4
Jalaluddin Rakhmat, Metode Penelitian Komunikasi: dilengkapi Contoh Analisis
Statistik, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2004), h. 6.
5
Severin dan Tankard, Teori Komunikasi: Sejarah, Metode, dan Terapan di Dalam Media
Massa, (Jakarta: Kencana, 2008), h. 354.

Universitas Sumatera Utara

dilakukan seseorang terhadap media, bukan apa yang dilakukan media pada diri
seseorang. Pemirsa dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan, mereka
bertanggung jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk
memenuhi kebutuhan mereka dan individu ini tahu kebutuhan mereka dan
bagaimana memenuhinya. Media dianggap hanya menjadi salah satu cara
pemenuhan kebutuhan dan individu bisa jadi menggunakan media untuk
memenuhi kebutuhan mereka, atau tidak menggunakan media dan memilih cara
lain.
Elihu Katz, Jay G. Blumler dan Michael Gurevitch, uses and gratifications
meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan
harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain, yang membawa pada
pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan
menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain, barangkali termasuk
juga yang tidak kita inginkan. Blumler dan Katz (1974) merumuskan asumsiasumsi dasar dari uses and gratifications ini, yaitu :
1. Khalayak dianggap aktif, artinya sebagian penting dari penggunaan media
massa diasumsikan mempunyai tujuan.
2. Dalam proses komunikasi massa banyak inisiatif untuk mengaitkan
pemuasan kebutuhan dengan pemilihan media terletak pada anggota
khalayak.
3. Media massa harus bersaing dengan sumber-sumber lain untuk
memuaskan kebutuhannya. Kebutuhan yang dipenuhi media hanyalah
bagian dari rentangan kebutuhan manusia yang lebih luas, bagaimana

Universitas Sumatera Utara

kebutuhan ini terpenuhi melalui konsumsi media amat bergantung kepada
prilaku khalayak yang bersangkutan.
4. Banyak tujuan pemilih media massa disimpulkan dari data yang diberikan
anggota khalayak, artinya otang dianggap cukup mengerti untuk
melaporkan kepentingan dan motif pada situasi-situasi tertentu.
5. Penilaian tentang arti kultural dari media massa harus ditangguhkan
sebelum diteliti lebih dahulu orientasi khalayak.
Uses and gratifications ini lebih menekankan pada pendekatan manusiawi
di dalam melihat media. Artinya, manusia itu punya otonomi, wewenang untuk
memperlakukan media. Blumler dan Katz percaya bahwa tidak hanya ada satu
jalan bagi khalayak untuk menggunakan media. Sebaliknya, mereka percaya
bahwa ada banyak alasan khalayak untuk menggunakan media. Menurut pendapat
model ini, konsumen media mempunyai kebebasan untuk memutuskan bagaimana
(lewat media mana) mereka menggunakan media dan bagaimana media itu akan
berdampak bagi dirinya.
Katz, Gurevitch dan Haas (1973) memandang media massa sebagai suatu
alat yang digunakan individu-individu untuk berhubungan dengan yang lain. Para
peneliti tersebut membuat daftar 35 kebutuhan yang diambil dari literatur fungsifungsi sosial dan psikologis media massa, kemudian menggolongkannya ke dalam
lima kategori: 6
1.

Kebutuhan kognitif (cognitive needs), yaitu memperoleh informasi,
pengetahuan dan pemahaman.

6

Severin dan Tankard, op. cit., h. 357.

Universitas Sumatera Utara

2.

Kebutuhan afektif (affective needs), yaitu emosional, pengalaman
menyenangkan, atau estetis.

3.

Kebutuhan integratif personal (personal integrative needs), yaitu
memperkuat kredibilitas, rasa percaya diri, stabilitas dan status.

4.

Kebutuhan integratif sosial (social integrative needs), yaitu memperkuat
hubungan dengan keluarga, teman dan sebagainya.

5.

Kebutuhan pelepasan ketegangan (escapist needs), yaitu pelarian dan
pengalihan.
Berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang diuraikan diatas, maka secara

sederhana bagan uses and gartification menurut Katz dkk, sebagai berikut 7:

7

Alexis Tan, Mass Communications: Theories and Research, (Grid Publishing, Inc,
1981), h. 299.

Universitas Sumatera Utara

Nonmedia Sources of
Need Satisfaction

Social
Environment
1. Demographic
characteristics
2. Group
affilations
3. Personality
characteristics

Individual’s Needs
1. Cognitive needs
2. Affective needs
3. Personal
integrative needs
4. Social integrative
needs
5. Tension-release
needs

1. Family, friends
2. Interpersonal
communication
3. Hobbies
4. Sleep
5. Drugs, etc

Mass Media Use
1. Media type—
newspaper,
radio, TV,
movies
2. Media content
3. Exposure to
media
4. Social context of
media exposure

Media Gratificatons
1. Surveillance
2. Diversion/
entertainment
3. Personal identity
4. Social
relationship

Gambar. 1
Bagan cara Uses and Gratificatins approach Beroperasi

Universitas Sumatera Utara

1. 5. 2. Motif Penggunaan Media
Motif berasal dari bahasa Latin “movere” yang artinya bergerak. Motif
berarti kekuatan yang terdapat dalam diri individu yang mendorong untuk berbuat
sesuatu/merupakan driving force. Semua tingkah laku manusia pada hakikatnya
mempunyai motif tertentu. Motif merupakan suatu pengertian yang melingkupi
semua penggerak, alasan-alasan atau dorongan-dorongan dalam diri manusia yang
menyebabkan manusia berbuat sesuatu.
Perbedaan motif berlaku juga dalam proses pemilihan media. Perbedaan
seseorang dalam menggunakan media menimbulkan perbedaan pula pada tingkat
kepuasan yang didapat individu dalam menggunakan media. Semakin sesuai
pesan komunikasi dengan motif, semakin besar pula kemungkinan komunikasi
tersebut dapat diterima dengan baik oleh komunikan.
Motif timbul karena adanya motivasi. Motivasi adalah pernyataan dari
dalam berupa gerakan yang sering muncul sebelum bertingkah laku, hubungan
motivasi dan tingkah laku berdekatan. Konsep motivasi yang berhubungan dengan
tingkah laku seseorang dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
1. Seseorang senang terhadap sesuatu, apabila ia dapat mempertahankan rasa
senangnya maka akan termotivasi untuk melakukan kegiatan itu.
2. Apabila orang merasa yakin mampu menghadapi tantangan maka biasanya
orang terdorong melakukan kegiatan tersebut.
Sumber utama munculnya motif adalah dari rangsangan (stimulus)
perbedaan situasi sekarang dan situasai yang akan datang, sehingga tanda
perubahan tersebut tampak pada adanya perbedaan afektif saat munculnya motif
dan saat usaha pencapaian yang diharapkan.

Universitas Sumatera Utara

Dapat disimpulkan bahwa motif adalah dorongan internal dan eksternal
dalam diri seseorang untuk mengadakan perubahan tingkah laku, yang
mempunyai indicator sebagai berikut:
1. Adanya hasrat dan keinginan untuk melakukan kegiatan.
2. Adanya dorongan dan kebutuhan melakukan kegiatan.
3. Adanya harapan dan cita-cita.
4. Penghargaan dan penghormatan atas diri.
5. Adanya lingkungan yang baik.
6. Adanya kegiatan yang menarik.
Salah satu motif dalam pendekatan uses and gratifications adalah motif
diversi. Motif diversi adalah motif yang meliputi kebutuhan atau pelepasan diri
dari tekanan dan kebutuhan akan hiburan. Apabila motif ini terpenuhi setelah
menonton tayangan hiburan di televisi maka tayangan tersebut dinilai fungsional
dalam memenuhi kebutuhan akan hiburan dan pelepasan. Sebaliknya apabila tidak
terpenuhi maka tayangan tersebut dinilai disfungsional/tidak berguna.

Motif diversi dapat diukur melalui indikator-indikator sebagai berikut:
1. Melepaskan diri dari kegiatan rutin.
2. Melupakan masalah yang ada meski hanya untuk sesaat.
3. Melepaskan/mengurangi ketegangan dan emosi yang sedang dirasakan.
4. Mengisi waktu luang.
Menurut Zillman dan Bryant pilihan-pilihan dalam dalam hiburan dibuat
”mendadak” atau secara spontan. Orang memilih hiburan secara intutif,
tergantung mood/selera mereka. Para peneliti itu mengatakan:

Universitas Sumatera Utara

”Program-program syur lebih banyak menarik perhatian subjek-subjek yang
mengalami kebosanan secara signifikan dibandingkan dengan subjek yang
tertekan.... Program-program relaks lebih banyak menarik perhatian subjek
yang tertekan dibandingkan subjek yang bosan.... Hampir semua subjek telah
memilih materi-materi yang membantu mereka secara efektif lari dari
keadaan yang tidak diinginkan....”8

1. 5. 3. Televisi dan Tayangan Televisi
1. 5. 3. 1. Televisi
Televisi sebagai media komunikasi massa, berasal dari dua suku kata yaitu
tele yang berarti “jarak” dalam bahasa Yunani dan visi yang berarti “citra atau
gambar” dalam bahasa Latin. Jadi, kata televisi berarti suatu sistem penyajian
gambar berikut suaranya dari suatu tempat yang bejarak jauh. 9
Fungsi televisi sama dengan fungsi media massa lainnya yaitu memberi
informasi pada audiens, mendidik dengan memberikan informasi-informasi bagi
audiens, dan membujuk. Tetapi fungsi menghibur lebih dominan pada media
televisi. Umumnya tujuan khalayak menonton televisi adalah untuk memperoleh
informasi. 10
Jika dihubungkan dengan penggunaan media, motif seorang anggota
khalayak adalah untuk memenuhi kebutuhannya sesuai dengan fungsi media itu
sendiri. Adapun fungsi media yang sesuai dengan pendekatan uses and
gratification adalah 11:

8

Ibid. , h. 169-170.
Sutisno, 1993, h. 1.
10
Elvinaro Ardianto dan Lukiati Komala Erdinaya, Komunikasi Massa: Suatu Pengantar,
(Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), h. 123.
11
Dennis Mc Quail, Teori Komunikasi Massa: Suatu Pengantar, (Jakarta: Erlangga,
1996), h. 72.
9

Universitas Sumatera Utara

1. Informasi


Mencari berita tentang peristiwa dan kondisi yang berkaitan dengan
lingkungan terdekat, masyarakat dan dunia.



Mencari bimbingan menyangkut berbagai masalah praktis, pendapat,
hal-hal yang berkaitan dengan penentuan pilihan.



Memuaskan rasa ingin tahu dan minat umum.



Belajar, pendidikan sendiri

2. Identitas diri


Menemukan penunjang nilai-nilai pribadi



Menemukan model prilaku



Mengidentifikasikan diri dengan nilai-nilai lain (media)



Meningkatkan pemahaman tentang diri sendiri

3. Integrasi dan interaksi sosial


Menemukan bahan percakapan dan interaksi sosial



Memperoleh teman



Memperoleh pengetahuan tentang orang lain empati

4. Hiburan


Melepaskan diri atau terpisah dari permasalahan



Bersantai



Memperoleh kenikmatan jiwa.

Motif diversi dalam diri seseorang menjadikan fungsi hiburan televisi
begitu dominan. Seseorang sering mengaku menghabiskan waktu dengan
menonton televisi sebagai pelarian dari rutinitas maupun masalah. Setelah
menonton tayangan hiburan di televisi seseorang berharap akan mendapatkan

Universitas Sumatera Utara

kepuasan berupa adanya perasaan terhibur atau lebih jauh lagi bisa mendapatkan
jawaban untuk memecahkan masalahnya.

1. 5. 3. 2. Tayangan Televisi
Hadirnya stasiun TV swasta untuk mengakomodir keinginan masyarakat,
yang membutuhkan hiburan, dengan format yang berbeda. Dengan adanya
keterbatasan TVRI, bersaing dengan stasiun televisi asing, yang dapat diperoleh
melalui parabola saat itu, TVRI hampir kehilangan peminat, dan masyarakat lebih
tertarik untuk menyaksikan program di stasiun televisi asing, itulah salah satu
alasan diizinkannya stasiun televisi swasta muncul dengan format yang lebih
segar, sehingga pemirsa kembali pada produksi lokal. Saat ini terdapat sebelas
stasiun televisi swasta di Indonesia.
Sepanjang tahun 2009, porsi hiburan lebih banyak mewarnai televisi
swasta Indonesia. Hasil riset AGB Nielsen menunjukkan porsi tayangan hiburan
dan berita mendominasi sebanyak 21 persen dari total jam tayang. Porsi ini
meningkat 3 persen dibandingkan tahun 2008. Sementara porsi program informasi
berkurang 2 persen dan porsi tayang film dan serial masing-masing turun 1
persen. Porsi penonton berbanding lurus dengan porsi tayangan. Penonton
terbesar terhitung untuk program hiburan sebanyak 25 persen dan film serial
sebesar 24 persen.
(http://www.agb.com/Uploads/Indonesia/AGBNielsenNewsletterDec09-Ind.pdf)
Masing-masing stasiun televisi berlomba-lomba menyuguhkan berbagai
jenis tayangan hiburan untuk pemirsanya dengan lebih ekspresif. Seperti tayangan
sinetron stripping, acara musik, pertandingan olah raga, komedi, beragam jenis

Universitas Sumatera Utara

talk show, reality show bahkan infotainment yang setiap hari mengudara di
televisi. Selain itu tayangan-tayangan yang menampilkan eksplorasi alam
Indonesia juga menjadi tontonan yang menarik.

1. 5. 3. 3. Teori Gender
Gender adalah segala sesuatu yang diasosiasikan dengan jenis kelamin
seseorang, termasuk juga peran, tingkah laku, preferensi, dan atribut lainnya yang
menerangkan kelaki-lakian atau kewanitaan di budaya tertentu (Baron&Byrne,
1979). Pada beberapa kepentingan, norma sosial mengacu pada norma tradisional
dan perilaku yang sesuai dengan jenis kelaminnya diharapkan oleh masyarakat,
dimana laki-laki lebih diharapkan lebih kuat, dominan, asertif, sementara
perempuan seharusnya mempunyai sifat merawat, sensitif, dan ekspresif. Jika
situasinya sesuai dan nyaman, maka akan sangat memuaskan untuk mengikuti dan
bertingkah laku sesuai norma sosial tersebut, namun jika tidak sesuai, maka
tingkah laku dapat disesuaikan dengan kondisi.
(http://psychemate.blogspot.com/2007/12/teori-gender.html).
Teori gender digunakan dalam penelitian ini untuk melihat perbedaan
pilihan tayangan hiburan antara responden pria dan wanita. Karena pada dasarnya
pria dan wanita itu berbeda dalam banyak hal.

Universitas Sumatera Utara

1. 6. Kerangka Konsep
Kerangka konsep merupakan hasil pemikiran rasional yang bersifat
kritis dalam memperkirakan kemungkinan hasil penelitian yang akan dicapai.
Kerangka konsep akan menuntun peneliti dalam memutuskan hipotesis. 12 Agar
konsep – konsep dapat diteliti secara empiris, maka harus dioperasionalkan
dengan mengubahnya menjadi variabel – variabel. Adapun variabel – variabel
yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. 6. 1. Variabel Bebas (X)
Variabel bebas merupakan variabel yang diduga sebagai peneyebab atau
pendahulu dari variabel yang lain. Variabel bebas dalam penelitian ini
adalah motif diversi mahasiswa FISIP USU.
1. 6. 2. Variabel Terikat (Y)
Variabel terikat adalah variabel yang diduga sebagai akibat atau yang
dipengaruhi oleh variabel yang mendahuluinya. Variabel terikat dalam
penelitian ini adalah pilihan jenis tayangan hiburan.
1. 6. 3. Variabel Antara (Z)
Variabel antara adalah sejumlah gejala yang tak dapat terkontrol akan
tetapi dapat diperhitungkan dalam pengaruhnya terhadap variabel bebas.
Variabel antara dalam penelitian ini adalah karakteristik responden.

12

Hadari Nawawi, loc. cit.

Universitas Sumatera Utara

1. 7. Model Teoritis
Model

teoritis

merupakan

paradigma

yang

mentransformasikan

permasalahan – permasalahan terkait antara satu dengan lainnya. Variabel –
variabel yang telah dikelompokkan dalam kerangka konsep, dibentuk menjadi
suatu model teoritis sebagai berikut:

Social Environment


Personality
characteristics
(Jenis Kelamin
Mahasiswa FISIP
USU)

Individual’s
Needs


Mass Media Use


Tensionrelease needs

Media type— TV
(Televisi swasta)



(Motif Diversi)

Media content
(Infotainment)

Media Gratificatons


Diversion/
entertainment

(Terhibur dan nyaman)
Gambar. 2
Model Teoritis Penelitian

Universitas Sumatera Utara

1. 8. Variabel Operasional
Berdasarkan kerangka teori dan kerangka konsep yang telah diuraikan di
atas, maka selanjutnya dapat dibuat operasional variabel yang berfungsi untuk
membentuk kesatuan dan kesesuaian dalam penelitian, yaitu sebagai berikut:

Social
Environment
1. Jenis Kelamin

Individual’s Needs
1. Motif Diversi


Mahasiswa
FISIP USU


Pria



Wanita



Mass Media Use
1. Infotainment

Pelarian dari



Waktu tayang

rutinitas



Frekuensi tayang

Pelarian dari



Durasi penayangan

masalah


Pelepasan emosi



Mengisi waktu
luang.

Media Gratifications
1. Terhibur atau tidak terhibur
(fungsional/disfungsional).

Gambar. 3
Bagan variabel Operasional

Universitas Sumatera Utara

1. 9. Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan unsur penelitian yang memberitahukan
bagaimana caranya mengukur suatu variabel. Dengan kata lain, definisi
operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti yang
ingin menggunakan variabel yang sama. 13
Definisi operasional dari variabel – variabel dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. 9. 1. Variabel Bebas (Motif Diversi), yaitu:
1. 9. 1. 1. Pelarian dari rutinitas, yaitu mencari hiburan setelah sekian
waktu bergelut dengan rutinitas belajar maupun pekerjaan.
1. 9. 1. 2. Pelarian dari masalah, yaitu upaya untuk melupakan sejenak
permasalahan yang sedang dihadapi.
1. 9. 1. 3. Pelepasan emosi, yaitu cara atau upaya yang dilakukan untuk
melampiaskan emosi.
1. 9. 1. 4. Mengisi waktu luang, yaitu untuk mencari hiburan saat tidak ada
kegiatan.

1. 9.

2.

Variabel

Terikat

(Infotainment),

adalah

tayangan

yang

menggabungkan information dan entertainment yang menyajikan sisi-sisi
pribadi artis dan selebritis.
1. 9. 2. 1. Waktu tayang, jam penayangan tayangan tersebut.
1. 9. 2. 2. Frekuensi Tayang, intensitas tayangan muncul di televisi
1. 9. 2. 3. Durasi Penayangan, lamanya waktu sekali penayangan.
13

Masri Singarimbun, Metode Penelitian Survey, (Jakarta: LP3ES, 1995), h. 46.

Universitas Sumatera Utara

1. 9. 3. Variabel Antara (Karakteristik Responden), yaitu:
1. 9. 3. 1. Jenis kelamin, yaitu jenis kelamin responden pria atau wanita.

1. 10. Hipotesis
Menurut Suparmoko 14, hipotesis adalah pernyataan tentatif yang
berhubungan dengan permasalahan sehingga berguna dalam mencari atau
mendapatkan alat pemecahan.
Menurut Soehartono 15, hipotesis adalah suatu pernyataan yang masih
harus diuji kebenarannya secara empiris. Hipotesis merupakan jawaban sementara
atas pertanyaan penelitian yang kebenarannya akan diuji berdasarkan data yang
dikumpulkan.
Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Ho: Tidak terdapat hubungan yang signifikan dalam pemenuhan motif d

Dokumen yang terkait

Talk Show Dan Sikap Mahasiswa (Studi Korelasional Tentang Pengaruh Tayangan “Apa Kabar Indonesia Malam” di tvOne terhadap Sikap Mahasiswa FISIP USU)

0 71 232

Pengaruh Tayangan Televisi terhadap Sikap (Studi Korelasional Pengaruh Acara Dahsyat di Stasiun Televisi RCTI Terhadap Sikap Mahasiswa FISIP USU)

2 46 133

MOTIF MAHASISWA MENYAKSIKAN TAYANGAN INFOTAINMENT SILET DI RCTI Studi Pada Mahasiswa Fakultas Agama Islam Angkatan 2005 Universitas Muhammadiyah Malang

0 22 2

OBJEKTIVITAS BERITA DALAM INFOTAINMENT DI STASIUN TELEVISI SWASTA (Analisis Isi Program Tayangan Entertainment News Pada Stasiun Televisi NET Tv)

7 15 26

MOTIF DAN KEPUASAN MENONTON TAYANGAN TELEVISI Motif Dan Kepuasan Menonton Tayangan Televisi Studi Korelasi Motif Dan Kepuasan Dalam Menonton Tayangan Indonesia Lawak Klub Di Trans7 Pada Kalangan Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan

0 4 11

MOTIF DAN KEPUASAN MENONTON TAYANGAN TELEVISI Motif Dan Kepuasan Menonton Tayangan Televisi Studi Korelasi Motif Dan Kepuasan Dalam Menonton Tayangan Indonesia Lawak Klub Di Trans7 Pada Kalangan Mahasiswa Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan

0 2 16

SKRIPSI Siaran Televisi Dan Anak: Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Tayangan Infotainment.

3 14 18

PENDAHULUAN Siaran Televisi Dan Anak: Studi Tentang Perlindungan Hukum Terhadap Tayangan Infotainment.

0 1 18

"Infotainment" Jadi Tayangan Nonfaktual.

0 0 2

MOTIF DAN KEPUASAN PEMIRSA TELEVISI PADA PROGRAM INFOTAINMENT INSERT DAN INTENS

0 0 127