Pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan pada Bank Syariah Cabang Padangsidempuan

(1)

UNIVETSITAS SUMATERA UTARA FAKULTAS EKONOMI

MEDAN

PENGARUH STRES KERJA, MOTIVASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA BANK SYARIAH DI

PADANGSIDEMPUAN

OLEH :

NAMA : MARTUA REZEKI HARAHAP NIM : 060503050

DEPARTEMEN : AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara

MEDAN 2010


(2)

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap kinerja karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan skripsi program S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas, benar, dan apa adanya. Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.

Medan, 2010 Yang Membuat Pernyataan,

Martua Rezeki Harahap NIM : 060503050


(3)

Segala puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah Subhanahu wa

Ta’ala atas segala rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan sejak penulis

mencari ide, mengajukan, menyusun, hingga dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini. Terima kasih yang tulus saya ucapkan kepada mama dan papa yang selalu memberikan doa, dukungan, perhatian, dan pengorbanan yang begitu besar. Terima kasih atas segalanya “Semoga mama dan papa selalu dalam lindungan Allah SWT”.

Penulisan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya dukungan berupa pengarahan, bimbingan, bantuan, dan kerja sama semua pihak yang telah turut membantu dalam proses menyelesaikan skripsi ini. Untuk itu, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak.

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

2. Bapak Drs. Hasan Sakti Siregar, M.Si, Ak selaku Ketua Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara Dosen terima kasih atas segala bimbingan dan arahan yang Bapak berikan dalam proses penyelesaian skripsi ini.

3. Bapak, Iskandar Muda SE, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing saya, terima kasih atas bimbingan dan arahan Bapak dalam proses penyelesaian skripsi ini.


(4)

4. Bapak Safrizal Helmi,SE, M.Si, Ak selaku Dosen Penguji I saya, terima kasih atas bimbingan dan arahan Bapak dalam proses penyelesaian skripsi ini.

5. Ibu Dra, Mutia Ismail, MM, Ak selaku Dosen Penguji II saya, terima kasih atas bimbingan dan arahan Bapak dalam proses penyelesaian skripsi ini. Penulis menyadari banyak terdapat kekurangan dalam skripsi ini, untuk itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga skripsi ini dapat bermamfaat bagi banyak pihak.

Medan, 2010 Penulis,

Martua Rezeki Harahap NIM: 060503050


(5)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan pada Bank Syariah Cabang Padangsidempuan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan. Populasi penelitian ini adalah 47 orang dan sampel 32 orang. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuisoner dengan menggunakan skala likert, data diolah dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel stres kerja (X1) dan Motivasi (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan karena memiliki t hitung yang lebih kecil dari t tabel dan p- valuenya lebih besar dari level of signifikannya, dimana t hitung X1= 0,164 dan p- valuenya 0,871 dan t hitung X2 =0,453 dan p valuenya 0,654, sedangkan variabel komunikasi (X3) berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan karena memiliki t hitung yang lebih besar dari t tabel dan p- valuenya lebih kecildari level of signifikannya dimana t hitung X1= 4,287 dan p- valuenya 0,000, dimana nilai t tabelnya adalah 2,045 dan nilai level of signifikannya adalah 0,05. Sedangkan untuk uji F adalah variabel stres kerja (X1) dan Motivasi (X2) dan Komunikasi (X3) berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan karena memiliki f hitung yang lebih besar dari f tabel dan p- valuenya lebih kecil dari level of signifikannya dimana f hitungnya = 16,044 dan p valuenya 0,000 dimana nilai F tabelnya adalah 2,950 dan nilai level of signifikannya 0,05. Dari persamaan regresinya dapat disimpulkan bahwa jika stres kerja, motivasi dan komunikasi diabaikan maka kinerja karyawan 9,355. Jika terjadi penambahan komunikasi 1 maka di ikuti peningkatan kinerja 0,638. Berdasarkan uji koefisien determinasi menyatakan bahwa sebesar 59,3% kinerja karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan dapat dijelaskan oleh stres kerja, motivasi dan komunikasi sedangkan sisanya 31,7% dijelaskan faktor lainnya.Berdasarkan uji hipotesis diporeh bahwa nilai signifikansi lebih kecil dibanding 0,05 ( 0.000< 0,05 ). Hal ini bermakna bahwa stres kerja, motivasi dan komunikasi berpengaruh secara bersama sama ( simultan ) terhadap kinerja karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Kata kunci : Stres Kerja (X1), Motivasi(X2), Komunikasi (X3), dan Kinerja Karyawan (Y)


(6)

ABSTRACT

This study entitled Work Stress, Motivation and Communication on the Performance of Islamic Banking Branch Padangsidempuan. The purpose of this study is to determine whether there is influence of Work Stress, motivation and communication on the Performance Bank Branch Padangsidempuan. The population was 47 men and 32 samples of people. The data used are primary data in the form of questionnaires using Likert scale data were analyzed using SPSS 16. The result of study shows that work stress variable (X1) and Motivation (X2) had no effect on employee performance partially because it has the t smaller than t tables and p-value greater than level of significance, where t count X1 = 0.164 and p-0.871 and t test value X2 = 0.453 and p value 0.654, while the communication variables (X3) is partially an effect on the performance of employees because it has the t greater than t tables and p-value more smaller than level of significance, where t count X1 = 4.287 and p-value 0.000, where t table value is 2.045 and the value level of significance is 0.05. While for the F test is job stress variable (X1) and Motivation (X2) and Communications (X3) simultanously influence employee performance because it has a larger compute f from f and p-value table is smaller than the level of significance where f counted = 16.044 and p 0.000 value where the value of F table is 2.950 and the value level of significance of 0.05. From the regression equation can be concluded that if the job stress, motivation and communication are ignored, the performance of 9.355 employees. If there is an additional communication will follow in the performance improvement of 0.638. Based on the experimental determination coefficient of 59.3% stated that employee performance Padangsidempuan Islamic Banking Branch can be explained by job stress, motivation and communication while the remaining 31.7% described the other. Based on factor test that hypothesis show significance value smaller than 0.05 ( 0000 <0.05). This means that the job stress, motivation and communication with the same effect by (simultaneously) on the performance of Islamic Banking Branch Padangsidempuan employees, so the hypothesis proposed in this study received.

Keywords: Work Stress (X1), Motivation (X2), Communication i (X3), and Employee Performance (Y)


(7)

DAFTAR ISI

PERNYATAAN ... i

KATA PENGANTAR ... ii

ABSTRAK ... iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ... vi

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR LAMPIRAN ... xiii

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian ... 1

B. Perumusan Masalah ... 6

C. Batasan Masalah ... 6

D. Tujuan Penelitian ... 8

E. Manfaat Penelitian ... 8

BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Teoritis ... 10

1. Stres Kerja a. Pengertian Stres Kerja ... 10


(8)

c. Konsekuensi Stres ... 12

d. Reaksi Karyawan Terhadap Stres ... 13

e. Mengelola Stres ... 14

f. Usaha Menghadapi Stres ... 15

2. Motivasi a. Pengertian Motivasi ... 15

b. Teori Motivasi ... 15

c. Jenis Motivasi ... 18

3. Komunikasi a. Pengertian Komunikasi ... 19

b. Tahap Komunikasi ... 20

c. Jenis Komunikasi ... 21

4. Kinerja Karyawan a. Pengertian Kinerja Karyawan...23

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 25

C. Kerangka Konseptual ... 26

D. Hipotesis Penelitian ... 27

BAB III METODE PENELITIAN A. Desain Penelitian ... 29

B. Lokasi dan Waktu penelitian ... 29

C. Populasi dan Sampel ... 29


(9)

E. Teknik Pengumpulan Data ... 30

F. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 30

1. Variabel Independen ... 30

2. Variabel Dependen ... 31

G. Uji Validitas dan Reabilitas ... 32

H. Metode Analisis Data ... 33

1. Pengujian Asumsi Klasik ... 33

2. Pengujian Hipotesis ... 34

BAB IV Hasil dan Pembahasan A. Hasil Penelitian ... 36

1. Sejarah Perusahaan... 36

2. Strukrur Organisasi ... 43

3. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab ... 44

4. Profil Responden ... 63

B. Pembahasan ... 66

1. Uji Validitas dan rebilitas ... 66

2. Pengujian Asumsi Klasik ... 75

a. Uji Normalitas Data ... 75

b. Uji Heteroskedastisitas ... 76

c. Uji Multikolenearitas ... 77

3. Uji Regresi Berganda ... 79

a. Uji-T ... 80


(10)

c. Uji Koefisien Determinasi ( R2 ) ... 82

d. Uji Hipotesis ... 82

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan ... 86

B. Saran ... 87

DAFTAR PUSTAKA ... 88

LAMPIRAN ... 90


(11)

DAFTAR TABEL

Nomor Tabel Keterangan Halaman

Tabel 2.1 Tinjauan Penelitian Terdahulu ... 26

Tabel 4.1 Tabel Responden Berdasarkan Usia ... 64

Tabel 4.2 Tabel Responden Berdasarkan Gender ... 64

Tabel 4.3 Tabel Responden Berdasarkan jenjang Pendidikan ... 65

Tabel 4.4 Tabel Responden Berdasarkan Masa Kerja ... 65

Tabel 4.5 Tabel Uji validitas pertama Variabel Stres Kerja ... 66

Tabel 4.6 Tabel Uji Validitas Kedua Variabel Stres kerja ... 67

Tabel 4.7 Tabel Tingkat Reabilitas berdasarkan alpha ... 68

Tabel 4.8 Tabel Uji Validitas Motivasi ... 69

Tabel 4.9 Tabel Uji Reabilitas ... 70

Tabel 4.10 Tabel Uji Validitas komunikasi ... 71

Tabel 4.11 Tabel Uji Reabilitas ... 72

Tabel 4.12 Tabel Uji Validitas Pertama Kineja Karyawan... . ... 73

Tabel 4.13 Tabel Uji Validitas Kedua Kinerja Karyawan ...74

Tabel 4.14 Tabel Uji Reabilitas...75

Tabel 4.15 Tabel Uji Normalitas ………...76

Tabel 4.16 Tabel Multikolonieritas...78

Tabel 4.17 Tabel Uji T- Test...80

Tabel 4.18 Tabel Uji F- Test...81


(12)

Tabel 4.20 Tabel Uji Hipotesis I...84 Tabel 4.21 Tabel Uji Hipotesis II………84


(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual ... 27

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bank Muamalat Indonesia ... 42

Gambar 4.2 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri ... 43


(14)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran i Kuisoner...90

Lampiran ii Data Variabel Stres Kerja... 97

Lampiran iii Data Variabel Motivasi ...98

Lampiran iv Data Variabel Komunikasi...99

Lampiran v Data Variabel Kinerja Karyawan...100

Lampiran vi Data Regresi Berganda...101

Lampiran vii Correlation Stres kerja 1...102

Lampiarn viii Hasil Reability Stres kerja 1...107

Lampiran ix Correlation Stres kerja 2...111

Lampiran x Hasil Reability Stres kerja 2...112

Lampiran xi Correlation Motivasi ...114

Lampiran xii Hasil Reability Motivasi...116

Lampiran xiii Correlation Komunikasi...118

Lampiran xiv Hasil Reability Komunikasi...120

Lampiran xv Corelation Kinerja Karyawan 1...123

Lampiran xvi Hasil Reability Kinerja Karyawan 1...125

Lampiran xvii Hasil Rebility Kinerja Karyawan 2...128

Lampiran xviii Corelation Kinerja Karyawan 2...130

Lampiran xix Hasil regresi berganda...131

Lampiran xx Surat Riset ...142


(15)

ABSTRAK

Penelitian ini berjudul Pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan pada Bank Syariah Cabang Padangsidempuan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh Stres Kerja, Motivasi dan Komunikasi terhadap Kinerja Karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan. Populasi penelitian ini adalah 47 orang dan sampel 32 orang. Data yang digunakan adalah data primer berupa kuisoner dengan menggunakan skala likert, data diolah dengan menggunakan SPSS 16. Hasil penelitian menyatakan bahwa variabel stres kerja (X1) dan Motivasi (X2) tidak berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan karena memiliki t hitung yang lebih kecil dari t tabel dan p- valuenya lebih besar dari level of signifikannya, dimana t hitung X1= 0,164 dan p- valuenya 0,871 dan t hitung X2 =0,453 dan p valuenya 0,654, sedangkan variabel komunikasi (X3) berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan karena memiliki t hitung yang lebih besar dari t tabel dan p- valuenya lebih kecildari level of signifikannya dimana t hitung X1= 4,287 dan p- valuenya 0,000, dimana nilai t tabelnya adalah 2,045 dan nilai level of signifikannya adalah 0,05. Sedangkan untuk uji F adalah variabel stres kerja (X1) dan Motivasi (X2) dan Komunikasi (X3) berpengaruh secara simultan terhadap kinerja karyawan karena memiliki f hitung yang lebih besar dari f tabel dan p- valuenya lebih kecil dari level of signifikannya dimana f hitungnya = 16,044 dan p valuenya 0,000 dimana nilai F tabelnya adalah 2,950 dan nilai level of signifikannya 0,05. Dari persamaan regresinya dapat disimpulkan bahwa jika stres kerja, motivasi dan komunikasi diabaikan maka kinerja karyawan 9,355. Jika terjadi penambahan komunikasi 1 maka di ikuti peningkatan kinerja 0,638. Berdasarkan uji koefisien determinasi menyatakan bahwa sebesar 59,3% kinerja karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan dapat dijelaskan oleh stres kerja, motivasi dan komunikasi sedangkan sisanya 31,7% dijelaskan faktor lainnya.Berdasarkan uji hipotesis diporeh bahwa nilai signifikansi lebih kecil dibanding 0,05 ( 0.000< 0,05 ). Hal ini bermakna bahwa stres kerja, motivasi dan komunikasi berpengaruh secara bersama sama ( simultan ) terhadap kinerja karyawan Bank Syariah Cabang Padangsidempuan, sehingga hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima.

Kata kunci : Stres Kerja (X1), Motivasi(X2), Komunikasi (X3), dan Kinerja Karyawan (Y)


(16)

ABSTRACT

This study entitled Work Stress, Motivation and Communication on the Performance of Islamic Banking Branch Padangsidempuan. The purpose of this study is to determine whether there is influence of Work Stress, motivation and communication on the Performance Bank Branch Padangsidempuan. The population was 47 men and 32 samples of people. The data used are primary data in the form of questionnaires using Likert scale data were analyzed using SPSS 16. The result of study shows that work stress variable (X1) and Motivation (X2) had no effect on employee performance partially because it has the t smaller than t tables and p-value greater than level of significance, where t count X1 = 0.164 and p-0.871 and t test value X2 = 0.453 and p value 0.654, while the communication variables (X3) is partially an effect on the performance of employees because it has the t greater than t tables and p-value more smaller than level of significance, where t count X1 = 4.287 and p-value 0.000, where t table value is 2.045 and the value level of significance is 0.05. While for the F test is job stress variable (X1) and Motivation (X2) and Communications (X3) simultanously influence employee performance because it has a larger compute f from f and p-value table is smaller than the level of significance where f counted = 16.044 and p 0.000 value where the value of F table is 2.950 and the value level of significance of 0.05. From the regression equation can be concluded that if the job stress, motivation and communication are ignored, the performance of 9.355 employees. If there is an additional communication will follow in the performance improvement of 0.638. Based on the experimental determination coefficient of 59.3% stated that employee performance Padangsidempuan Islamic Banking Branch can be explained by job stress, motivation and communication while the remaining 31.7% described the other. Based on factor test that hypothesis show significance value smaller than 0.05 ( 0000 <0.05). This means that the job stress, motivation and communication with the same effect by (simultaneously) on the performance of Islamic Banking Branch Padangsidempuan employees, so the hypothesis proposed in this study received.

Keywords: Work Stress (X1), Motivation (X2), Communication i (X3), and Employee Performance (Y)


(17)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Dengan semakin pesatnya ilmu dan teknologi serta datangnya era bebas

sekarang ini, dunia bisnis semakin di pengaruhi dengan persaingan yang cukup ketat dan menimbulkan berbagai macam persoalan, salah satu persoalan yang dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana cara meningkatkan kinerja yang baik dan memenuhi standar. Salah satu faktor yang tidak boleh dilupakan oleh perusahaan adalah faktor SDM. SDM di dalam perusahaan merupakan suatu yang sangat pentig untuk menjalankan roda perusahaan untuk mencapai tujuannya. SDM merupakan sumber daya yang paling strategis dan penting diantara sumber-sumber lainnya. Bagaimanapun melimpahnya sumber daya tanpa ada dukungan sumber daya manusia yang berkualitas, akan mengganggu kelangsungan perusahaan. SDM yang berkualitas bisa di lihat dari hasil kinerjanya. Dalam kerangka profesional, kinerja yang baik adalah bagaimana seseorang karyawan mampu memperlihatkan perilaku kerja yang mengarah tercapainya maksud dan tujuan perusahaan.

Tingkat keberhasilan suatu perusahaan dapat dilihat dari kinerja perusahaan mengelola sumber daya yang dimilikinya. Perusahaan mempunyai kinerja yang baik, mempunyai efektivitas dalam menangani produksi, SDM nya, menentukan sasaran yang dicapai baik secara individual maupun organisasional (Amstrong,


(18)

2004). Faktor yang diperhatikan oleh perusahaan agar kinerja sumber daya manusianya baik adalah stres kerja karyawan, motivasi dan komunikasi.

Stres merupakan suatu kondisi keadaan seseorang mengalami ketegangan karena adanya kondisi yang mempengaruhi dirinya (Robbins, 2001). Menurut Robbins ( 2004:224) terdapat tiga sumber stres yang mengancam individu yaitu lingkungan, organisasi, individual.

Menurut alwi (2004) dalam meneliti tentang pengaruh sumber stres terhadap tingkat kinerja karyawan yang menunjukkan bahwa stressor individual yang paling dominan berpengaruh terhadap kinerja karyawan, diperlukan cara yang efektif dan efisien agar produk yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan dengan memperhatikan faktor-faktor yang berhubungan dengan kinerja karyawan antara lain stres kerja, dengan memperhatikan faktor tersebut diharapkan kinerja karyawan dapat ditingkatkan dan mencapai tujuan perusahaan. Motivasi adalah bagaimana menghargai orang dengan martabatnya, yang mana sangat dibutuhkan bagi karyawan yang mengalami stres berat, jadi manajer harus mengetahui bagaimana memotivasi karyawan. Adapun salah satu tujuan penting komunikasi bagi manejer adalah untuk belajar dari karyawan itu sendiri apa yang dapat memotivasi mereka. Para manejer harus mempelajari apa saja kegiatan lain karyawan apabila mempunyai waktu luang, dan kemudian menciptakan kesempatan bagi mereka agar melakukan kegiatan itu secara teratur. Bila perusahaan ingin karyawannya mempunyai kinerja yang baik, maka para manejer harus memperlihatkan pada karyawan bagaimana mereka dapat


(19)

berkembang dan memberikan kesempatan untuk mempelajari kemampuan-kemampuan baru.

Komunikasi adalah suatu pertukaran konsep yang sederhana tapi vital, pentingnya komunikasi manusia tidak dapat dipungkiri begitu juga bagi organisasi dan perusahaan. Dengan adanya komunikasi yang efektif, suatu perusahaan dapat berjalan dengan lancar dan begitu pula sebaliknya, kurang atau tidak adanya komunikasi akan berakibat buruk pada perusahaan. Kadang-kadang penyebab rusaknya antar individu dalam organisasi. Misalnya antara manajer dan karyawan atau diantara karyawan itu sendiri. Untuk berkomunikasi dengan baik dibutuhkan keterampilan dan kemampuan dasar untuk mengirim dan menguraikan pesan secara akurat dan efektif, untuk memperlancar dan memahami cara terbaik dalam penyebaran informasi dalam suatu organisasi, serta untuk memahami tindakan-tindakan seseorang sebagai seorang manajer.

Sebagai seorang manajer berperan penting dalam menciptakan suasana yang tertib dan nyaman diantara sesama anggota organisasi. Apalagi di tengah-tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, setiap perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dan tetap bertahan agar tujuan yang diinginkan tercapai dengan baik. Pencapaian tujuan harus di dukung dengan komunikasi yang baik dan lancar sehingga dapat meningkatkan semangat dan kepuasan sehingga kinerja karyawan juga meningkat.

Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh


(20)

bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah di Indonesia. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah.

Bank Syariah merupakan pendatang baru di dunia perbankan Indonesia, dimana bank ini menawarkan konsep syariah dalam menjalankan operasionalnya yaitu dengan pola bagi hasil terhadap keuntungan dan kerugian. Dengan pola bagi hasil untung rugi, pihak pihak yang terkait harus bertanggungjawab dan sungguh dalam menjalankan amanah yang diberikan. Dan hal tersebut merupakan karakteristik dasar dalam melahirkan suatu sistem hukum ekonomi yang stabil dengan sistem pembagian hasil yang terbebas dari bunga. Mengingat di Indonesia sebagian besar masyarakatnya adalah muslim, maka ini merupakan peluang untuk mendukung bisnis muslim dengan prinsip syariah. Oleh karena itu tidak ada pertimbangan lain harus diwujudkan dengan media Bank Syariah sesuai dengan :

1. MUI Melakukan penelitian bahwa lebih dari 30 % masyarakat Indonesia berpendapat bahwa bunga konvensional adalah riba.

2. Pendirian bank syariah saat ini mendapat respon yang baik dari bank Indonesia, Dengan dikeluarkannya undang undang nomor 10 tanggal 10 november 1998


(21)

Sebagai pendatang baru di dunia perbankan indonesia maka bank ini di tuntut untuk mempunyai kinerja yang baik dan menawarkan konsep baru. Oleh karena itu, para karyawannya di tuntut memiliki kinerja yang baik sehingga tujuan yang telah direncanakan tidak mengecewakan nasabahnya.

Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang yang sesuai dengan wewenang / tanggung jawab masing-masing karyawan selama periode tertentu. Penilaian hendaknya memberikan suatu gambaran akurat mengenai prestasi karyawan. Untuk tujuan ini sistem-sistem penilaian harus mempunyai standar dan menggunakan berbagai ukuran yang dapat diandalkan. Untuk mencapai kinerja yang baik akan dipengaruhi beberapa faktor yaitu diantaranya stres kerja, motivasi, komunikasi, pengalaman kerja, sarana prasarana, kepuasan kerja dan suasana dan iklim kerja. Dari beberapa faktor di atas stres kerja, motivasi, dan komunikasi merupakan salah satu faktor yang meningkatkan kinerja karyawan.

Adapun teori ini didukung oleh Istijanto yang menyatakan bahwa setiap karyawan perlu saling berhubungan satu sama lain agar terjadi kesatuan arah dan gerak untuk mengembangkan perusahaan sesuai tujuan yang diharapkan, yang mana tujuan tersebut dapat diwujudkan dengan komunikasi. Selain itu, menurut penelitian yang dilakukan Rika Sutiza menyatakan motivasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi dan meningkatkan kinerja karyawan. Sedangkan masalah stres adalah masalah yang akhir-akhir ini hangat dibicarakan, dan posisinya sangat penting dalam kaitannya dengan produktifitas kerja karyawan.


(22)

Adapun faktor-faktor yang dinilai pada penilaian karyawan yaitu hasil kerja diantaranya kualitas ,kuantitas pekerjaan dan sifat pribadi., diantaranya orientasi pada pelanggan, kerja sama, kemampuan teknik, akhlak , kedisiplinan, motivasi berprestasi, inisiatif dan pengembangan diri.

Dengan demikian untuk mencapai kinerja seperti yang diinginkan, harus diperhatikan tingkat stres kerja karyawan, motivasi dan komunikasi yang efektif antara atasan dan bawahan dan sesama karyawan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk menulis penelitian yang berjudul :

Pengaruh Stres Kerja, Motivasi Dan Komunikasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bank Syariah di Padangsidempuan.

B. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berkut :

Apakah stres kerja, motivasi dan komunikasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah di Padangsidempuan ?

C. Batasan Masalah

Untuk memperjelas masalah yang diteliti dan dengan mempertimbangkan keterbatasan keterbatasan yang ada pada peneliti, dibuat suatu batasan yang bertujuan untuk menghindari kekeliruan dalam menafsirkan judul penelitian. Mengingat luasnya lingkup kajian penelitian yang dipaparkan dalam judul penelitian, maka dalam penulisan dibatasi pada beberapa hal, yang mana


(23)

berdasarkan identifikasi masalah diatas penelitian ini mengkaji empat variabel yaitu :

1. Variabel bebas (X1) : stres kerja

Penelitaian ini dibatasi pada stres organisasi dengan indikatornya : 1. Tuntutan tugas

2. Kepemimpinan Organisasi 3. Tuntutan antar pribadi 4. Struktur organisasi 2. Variabel bebas (X2) : Motivasi

Penelitian ini dibatasi pada motivasi karyawan pada masing masing bagian dengan indikator :

1. Motivasi berkaitan dengan tantangan dan persaingan

2. Motivasi yang berkaiatan dengan tanggung jawab dan penyelesaian tugas

3. Motivasi dengan hubungan dengan rekan kerja 3. Variabel bebas (X3): komunikasi

Penelitaian ini dibatasi pada komunikasi dua arah yaitu bawahan ke atasan dan atasan ke bawahan pada masing masing bagian indikatornya :

1. Komunikasi yang berkaitan dengan tugas

2. Komunikasi yang berhubungan dengan prestasi bawahan 3. Komunikasi mengenai karir

4. Komunikasi yang berhubungan dengan daya tanggap atasan dan karyawan


(24)

5. komunikasi pribadi 6. media komunikasi 7. waktu komunikasi

4. Variabel terikat (Y) : kinerja karyawan

Penelitian ini dibatasi pada kinerja karyawan di bawah pengawasan atasannya masing masing.Indikatornya adalah :

1. Kualitas kerja meliputi ketelitian, keterampilan dan kerapian . 2. Kuantitas kerja meliputi ketetapan untuk menyelesaikan pekerjaan

rutin

3. Sikap meliputi sikap terhadap perusahaan, karyawan dan pekerjaan serta kerja sama.

D. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh stres kerja, motivasi dan komunikasi terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah di Padangsidempuan.

E. Manfaat Pelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah :

1. Bagi penulis, untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan berfikir. 2. Bagi perusahaan yang diteliti, sebagai bahan masukan didalam

pengambilan keputusan dan pengelolaan sumber daya manusia dalam meningkatkan kinerja karyawannya.


(25)

3. Bagi peneliti lain, sebagai bahan reperensi untuk penelitian tentang objek yang sama di masa mendatang maupun sebagai tambahan ilmu pengetahauan.


(26)

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Tinjauan Teoritis 1. Stres Kerja

a. Pengertian Stres

Menurut Stephen. P.Robbins dalam bukunya prilaku organisasi (2006:793) Stres adalah ”kondisi dinamik yang didalamnya individu menghadapi peluang, kendala, atau tuntutan yang terkait dengan apa yang sangat diinginkannya dan hasilnya dipersepsikan sebagai tidak pasti tetapi penting”.

Menurut Malayu S.P Hasibuan (2001: 201) dalam bukunya yang berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia menyatakan “Stres kerja adalah kondisi ketergantungan yang mempengaruhi emosi, proses berfikir dari seseorang. Orang orang yang mengalami stres menjadi nervous dan merasakan kondisi kronis “

b. Potensi Sumber Stres

Ada tiga potensi stres yaitu lingkungan, organisasi, dan indivdu. 1. Faktor lingkungan

Ketidakpastian lingkungan mempengaruhi desain dari struktur suatu organisasi, ketidakpastian itu juga mempengaruhi tingkat stres dikalangan para karyawan dalam organisasi tersebut. Ketidakpastian lingkungan meliputi :


(27)

1). Ketidakpastian ekonomis, yang disebabkan karena perubahan dalam daur bisnis, sehingga dapat menimbulkan rasa khawatir karyawan ataupekerjaannya.

2). Ketidakpastian politik, yang disebabkan karena kondisi politik suatu negara yang tidak stabil, sehingga dapat berpengaruh kedalam aspek kehidupan karyawan.

3). Ketidakpastian teknologis, adanya inovasi baru yang membuatketerampilan dan pengalaman seorang karyawan menjadi usang dalam waktu yang sangat pendek

2. Faktor Organisasi

Banyak faktor dalam organisasi yang mempengaruhi timbulnya stres, diantaranya adalah tuntutan tugas, tuntutan peran, tuntutan hubungan antar pribadi, struktur organisasi, kepemimpinan organisasi, dan tingkat hidup organisasi

Tuntutan tugas merupakan faktor yang terkait pekerjaan seseorang, Faktor ini mencakup desain pekerjaan individu itu ( otonomi, keragaman tugas, tingkat otomatisasi ), kondisi kerja, dan taat letak kerja fisik .

a. Tuntutan peran berhubungan dengan tekanan yang diberikan pada seseorang sebagai fungsi dan peran tertentu yang dimainkan dalam organisasi. Konflik peran menciptakan harapan harapan yang barang kali sulit dirujukkan atau dipuaskan .

b. Tuntutan antar pribadi adalah tekanan yang diciptakan karyawan lain, kurang nya dukungan sosial dari rekan rekan dan hubungan antar pribadi yang buruk


(28)

dapat menimbulkan stres yang cukup besar, Khususnya karyawan yang memiliki kebutuhan sosial yang tinggi

c. Struktur organisasi menentukan tingkat diffrensiasi dalam organisasi, tingkat aturan dan peraturan, dan dimana keputusan diambil .

d. Kepemimpinan organisasi mengambarkan gaya manajerial eksekutif senior organisasi

Tingkat hidup organisasi organisasi berjalan dengan siklus yaitu didirikan, tumbuh, menjadi dewasa, dan akhirnya merosot. Tahap pendirian dan kemerosotan sangat menimbulkan stres, yaitu :

1. Besarnya kegairahan dan ketidakpastian

2. Lazimnya menuntut pengurangan, pemberhentian dan serangkaian ketidakpastian beberapa titik terendah

3. Faktor Individu

Lazimnya individu bekerja hanya 40 sampai 50 jam sepekan. Namun pengalaman dan masalah yang dijumpai orang diluar jam kerja lebih dari 120 jam tiap pekan dan dapat membuat pekerjaan kedodoran, maka kategori terakhir adalah faktor individu karyawan yang mencakup faktor ekonomi, keluarga, ekonomi, dan karakteristik kepribadian bawaan dari karyawan.

c. Konsekuensi Stres

Terdapat tiga kategori umum yaitu :

1. Gejala fisikologis yaitu gejala fisikologis dasar menyangkut pemenuhan kebutuhan fisikis dan biologis seperti makan, tempat tinggal dan


(29)

sejenisnya kebutuahan ini dapat dipenuhi dengan : uang, keamanan, kebutuhan sosial

2. Gejala Psiologis yaitu stres dapat menyebabkan ketidakpuasan. Stres yang berkaitan dengan pekerjaan dapat menimbulkan ketidakpuasan yang berkaitan dengan pekerjaan, memang itulah dampak psiologis yang paling sederhana dan paling jelas dari stres itu, tetapi stres juga dapat timbul dalam keadaan pisiologis lain misalnya ketegangan, kecemasan, mudah marah, kebosanan dan suka menunda nunda .

3. Gejala prilaku yaitu gejala stres yang terkait dengan prilaku mencakup perubahan produktivitas, absensi, tingkat keluar masuknya karyawan, juga pola kebiasaan makan, gangguan tidur dan lain lain

d. Reaksi Karyawan terhadap Stres

Karyawan mempunyai toleransi berbeda dalam mengelola stres. Banyak karyawan yang merasa sedih karena masalah ringan. Dipihak lain, banyak karyawan yang dingin dan tenang terutama mereks yang mempunyai kepercayaan diri dalam menghadapi stres.

Berdasarkan reaksi dalam menghadapi stres T.Hani Handoko (2001:203 )membagi karyawan menjadi dua tipe yaitu :

1. Tipe A yaitu mereka yang agresif dan kompetitif, menetapkan standar tinggi yang menempatkan diri mereka dibawah tekanan waktu yang konstan


(30)

e. Mengelola Stres

Dari titik pandang organisasi, manajemen mungkin tidak peduli bila karyawan mengalami tingkat stres rendah sampai sedang, Alasannya, tingkat semacam itu dapat bersifat fungsional dan mendorong kinerja karyawan yang lebih tinggi. Tetapi tingkat stres yang tinggi atau bahkan tingkat rendah tapi berkepanjangan, dapat mendorong penurunan kinerja karyawan, dan menuntut adanya tindakan dari manjemen.

Ada dua pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengelola stres yaitu : 1. Pendekatan Individu

Karyawan dapat memikul tanggung jawab pribadi untuk mengurangi tingkat stresnya. Strategi individu yang terbukti efektif untuk mengatasi stres yaitu :

1. Teknik teknik manajemen waktu 2. Meningkatkan latihan fisik 3. Pelatihan pengenduran 4. Dan perluasan jaringan sosial 2. Pendekatan Organisasi

Beberapa faktor yang menyebabkan stres yaitu tuntutan tugas, tuntutan peran dan struktur organisasi yang dikendalikan oleh manajemen. Dengan demikian faktor faktor ini dapat dimodifikasi atau diubah. Strategi yang mungkin dilakukan manajemnen untuk mengelola stres yaitu :

1. Perbaikan seleksi karyawan dan penempatan kerja 2. Penggunaan penetapan sasaran yang realistis


(31)

3. Perancangan ulang pekerjaan 4. Peningkatan keterlibatan karyawan 5. Perbaikan komunikasi organisasi 6. Dan penegakan kesejahtraan karyawan

f. Usaha untuk menghadapi stres

Untuk menghadapi stres dapat dilakukan dengan 2 cara :

1. Tindakan preventive

2. Mengurangi dampak negatif dari stres

2. Motivasi

a. Pengertian Motivasi

Motivasi berasal dari kata Movere yang berarti bergerak. Motivasi adalah hasrat dalam diri seseorang yang menyebabknan orang tersebut melakukan tindakan, jadi motivasi merupakan penggerak yang mengarahkan pada tujuan.

b. Teori Motivasi

1. Teori Abraham H. Maslow (Teori Kebutuhan)

Teori motivasi yang dikembangkan oleh Abraham H.Maslow (Ahkmad Sudrajat : 2008) pada intinya berkisar pada pendapat bahwa manusia mempunyai lima tingkat atau hierarki kebutuhan, yaitu :

1. Fisiologis


(32)

3. Sosial, kasih sayang, rasa dimiliki

4. Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi

5. Aktualisasi diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia lakukan.

Menurut maslow, jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, maka ia perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah posisi bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.

2. Teori Motivasi X dan Y

Teori ini dikemukakan oleh Douglas McGregor (Ahkmad Sudrajat : 2008) yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negatif (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan satu lagi positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.

3. Teori Motivasi – Higiene

Dikemukakan oleh psikolog Frederick Herzberg (Ahkmad Sudrajat : 2008), yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua faktor itu dinamakan faktor yang membuat orang merasa tidak puas atau faktor-faktor motivator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:


(33)

1. Prestasi (achievement) 2. Pengakuan (recognition)

3. Tanggung Jawab (responsibility) 4. Kemajuan (advancement)

5. Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)

6. Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)

4. Teori Motivasi kebutuhan McClelland

Teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan, yaitu :

1. Prestasi (achievement) 2. Kekuasaan (power) 3. Afiliasi (pertalian)

5. Teori Motivasi Harapan - Victor Vroom

Teori ini berargumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu, dan pada daya tarik dari keluaran bagi individu tersebut (Ahkmad Sudrajat : 2008). Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantarkan ke suatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran-ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut.


(34)

6. Teori Motivasi Keadilan

Teori ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh

keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan. Individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi (Ahkmad Sudrajat : 2008).

c. Jenis jenis motivasi

Berdasarkan literature yang ada, ada beberapa teori yang dapat memberikan gambaran tentang motivasi yaitu :

1. Content Theory

Teori ini menekankan arti pentingnya pemahaman faktor faktor yang ada dalam individu yang menyebabkan mereka bertingkah laku tertentu. Bagi seorang manajer yang diperlukannya adalah bagaimana menebak kebutuhan karyawan dengan mengamati perilaku mereka dan kemudian memilih dengan cara apa yang biasa digunakan agar mereka bertindak sesuai dengan keinginan manajer.

2. Process Theory

Teori ini menekankan pada isi kebutuhan dan sifat dan dorongan dari kebutuhan tersebut, tetapi pendekatan ini menekankan bagaimana dan dengan tujuan apa setiap individu dimotivasi. Dalam hal ini, kebutuhan hanya salah satu elemen dalam proses tentang bagaimana para individu bertingkah laku. Berdasarkan pendekatan ini, tampak bahwa motivasi ini adalah pengharapan yaitu apa yang dipercaya oleh individu, akan mereka peroleh dari tingkah laku mereka.


(35)

3. Reinforcement Theory

Teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi prilaku dimasa lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan datang dalam suatu siklus proses belajar. Dalam pandangan teori ini, jelas bahwa individu bertingkah laku tertentu yang akan menghasilkan akibat yang tidak yang menyenangkan. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa motivasi positif yaitu proses mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan suatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapat hadiah. Motivasi negatif adalah mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan, tetapi teknik dasar yang digunakan lewat kekuatan dan tekanan.

Beberapa jenis motivasi positif dapat disajikan sebagai berikut : 1. Penghargaan terhadap pekerjaan yang dilakukan 2. Informasi

3. Pemberian perhatian yang tulus pada karyawan individu 4. Persaingan

5. Partisipasi 6. Kebanggaan 7. Uang

3. Komunikasi

a. Pengertian Komunikasi

Istilah komunikasi berasal dari bahasa latin, yaitu communication yang berarti pemberitahuan atau pertukaran. Kata sifatnya communis, yang bermakna umum


(36)

atau bersama sama. Namun ada tiga unsur utama dari depenisi komunikasi, yaitu sebagai berikut :

1. Komunikasi diartikan sebagai sutu proses 2. Pengiriman informasi,arti dan pengertian 3. Mencakup aspek manusia dan bukan manusia

Jadi, pengertian atau defenisi komunikasi adalah suatu proses pemindahan atau penyampaian gagasan, harapan, peringatan dan pesan yang disampaikan melalui proses, mengandung arti, untuk membuat seseorang mengerti.

b. Tahap komunikasi

1. Tahap ideasi

Suatu proses penciptan informasi yang dilakukan komunikator 2. Tahap ecoding

Gagasan dan informasi disusun dalam serangkaian bentuk simbol yang dirancang untuk dikirimkan kepada komunikan dan juga pemilihan saluran media komunikasi yang digunakan

3. Tahap pengiriman

Pengiriman dapat dilkukan dengan berbicara, menulis, menggambar dan bertindak, saluran yang digunakan dapat berupa lisan, tulisan, mengalir kebawah, kesamping, informal dan formal


(37)

4. Tahap penerimaan

Setelah dikirim melalui media komunikasi, maka diterima oleh komunikan, melalui proses mendengar, membaca, mengamati, tergantung pada saluran dan media yang digunakan

5. Tahap ecoding

Pesan pesan yang diterima, dibaca, diartiakan dan diuraikan secara langsung atau tidak langsung melalui proses berfikir

6. Tahap tindakan

Tindakan dilakukan oleh komunikan sebagai respon terhadap pesan yang diterima nya, dan merupakan tahap akhir dari proses komuikasi. Selain itu, proses komunikasi dapat digambarkan sebagai berikut :

c. Jenis jenis komunikasi

1. Komunikasi Verbal

Komunikasi verbal merupakan pesan yang diucapkan pengirim. Bentukkomuniksi ini dapat dilakukan dengan lisan maupun tulisan dan memiliki struktur yang terorganisir dan baik. Melalui komunikasi tulisan dan lisan diharapkan orang dapat memahami dengan apa yang disampaikan oleh pengirim pesan.

2. Komunikasi Nonverbal

Komunikasi nonverbal memiliki sifat yang kurang terstruktur yang membuat komunikasi nonverbal sulit untuk dipelajari. Jenis komunikasi nonverbal adalah gerak gerik atau sikap dari si pengirim pesan, komunikasi ini bersifat spontan.


(38)

Komunikasi nonverbal penting artinya bagi pengirim dan penerima pesan, karena sifatnya yang efisien, komunikasi ini disampaikan tanpa harus berfikir panjang dan pihak pendengar dapat menangkap artinya dengan tepat.

3. Komunikasi dari atas ke bawah

Komunikasi ke bawah merupakan pesan yang dikirim dari tingkat yang lebih tinggi ke tingkat yang lebih rendah. Aliran komunikasi dari atas ke bawah umumnya menyangkut tanggungjawab dan wewenang dalam suatu organisasi. Salah satu kelemahan dari saluran komunikasi dari atas ke bawah adalah kemungkinan terjadinya penyaringan atau sensor informasi yang penting yang ditujukan kebawahannya, dengan kata lain informasi yang diterima bawahan tidak lengkap.

4. Komunikasi dari bawah ke atas

Komunikasi dari bawah ke atas merupakan pesan yang dikirim dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi. Dengan komunikasi ini, para pemimpin organisasi juga dapat menerima feedback tentang efektifitas keputusan yang diambilnya, Sebab anggota yang lebih rendah mempunyai kesempatan untuk menginformasikan, mengajukan keluhan dan memberikan saran dan pengembangan.

5. Komunikasi Horizontal

Komunikasi horizontal disebut juga komunikasi lateral dimana pesan antar sesama atau rekan kerja atau bagian bagian yang mempunyai posisi yang sejajar dalam suatu organisasi yakni manajer ke manejer, karyawan ke karyawan. Tujuan komunikasi horizontal antara lain untuk memberi informasi dan memperluas


(39)

hubungan kerja antara sesama bagian yang mempunyai posisi sejajar. Komunikasi ini mempunyai arti penting manakala masing masing bagian mempunyai ketergantungan yang cukup besar.

6. Komunikasi Diagonal

Komunikasi diagonal melibatkan komunikasi antar dua tingkat/ level organisasi yang berbeda. Bentuk komunikasi ini mempunyai keuntungan yaitu penyebaran informasi yang lebih cepat, memungkinan individu dari berbagai bagian ikut membantu menyelesaikan masalah dalam organisasi. Sedangkan kelemahan komunikasi ini adalah menggangu komunikasi rutin yang telah berjalan dengan normal. Disamping itu, komunikasi ini sulit untuk dikendalikan.

4. Kinerja Karyawan

a. Pengertian Kinerja Karyawan

Dalam bahas indonesia kinerja adalah sebuah kata dari kata dasar “kerja“ yang menterjemahkan kata dari bahasa asing prestasi atau hasil kerja. Kinerja karyawan atau prestasi kerja diberi batasan oleh Maier (dalam Andreani ,2005 ) sebagai kesuksesan seseorang dalam melaksanakan pekerjaan. Lebih tegas lagi Lawyer dan Poter (dalam Andreani, 2005 ) menyatakan bahwa kinerja adalah succesfull

role achievement yang diperoleh seseorang dari perbutan perbutannya

Menurut Gibson, ada tiga variabel yang mempengaruhi kinerja karyawan dan prilaku kerja seseorang, yaitu :

a. Variabel individu yang terdiri dari variabel kemampuan dan keterampilan, latar belakang dan demografis


(40)

b. Variabel Psikologis terdiri dari variabel persepsi, sikap, kpribadian, belajar dan motivasi

c. Variabel organisasi terdiri dari sumber daya, kepemimpinan, imbalan struktur dan desain pekerjaan

Adapun untuk mengukur kinerja menurut Gomes (2003:134) adalah sebagai berikut :

1) Quantity of work

2) Quality of work 3) Job Knowladge 4) Creativeness 5) Cooperation

6) Dependability 7) Initiative

8) Personal Quality

Sedangkan menurut sedarmayanti ( 2001:51 ) Menyatakan kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu :

1. Quality of Work ( Kualitas kerja )

2. Promtness (ketepatan waktu ) 3. Innitiative (inisiatif )

4. Capability ( kemampuan ) 5. Comunication ( komunikasi )

Penilaian kinerja merupakan proses yang dilaksanakan pada setiap karyawan dan setiap karyawan berhak mengetahui bagaimana kinerja mereka dan manajemen berkewajiban memberitahu mereka. Jadi, kinerja karyawan merupakan suatu yang sangat penting dalam usaha perusahaan untuk mencapai tujuannya dan ini berkaitan erat dengan pentingnya penilaian kerja, yang mana karyawan harus didorong untuk meninjau kinerja mereka sendiri dan mamberi pendapat mengenai pekerjaan yang telah dilakukannya.

Adapun manfaat penilaian kinerja yaitu sebagai penyesuaian penyesuaian kompensasi, perbaikan kinerja, kebutuhan latihan dan pengembangan,


(41)

pengambilan keputusan dalam hal penempatan promosi, mutasi, pemecatan, pemberhentian, perencanaan tenaga kerja, dan untuk kepentingan penelitian pegawai

B. Tinjauan penelitian terdahulu

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

Nama peneliti Judul penelitian Varibel penelitian Hasil penelitian Rika Sutiza 2008 Rebecca Helga 2005 Pengaruh komunikasi dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Bank Muamalat Indonesia ,Tbk. Cabang medan. Pengaruh komunikasi terhadap efisiensi kerja karyawan pada PT.Swadharma Sarana Informatika Medan. Komunikasi Motivasi Kinerja karyawan Komunikasi Efisiensi kerja Karyawan Komunikasi antara atasan dan bawahan dan motivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan PT. Bank Muamalat Indonesia.Tbk. Komunikasi berpengaruh 22.2% terhadap kinerja karyawan dan selebihnya dipengaruhi faktor lain.

Penelitian yang ada kaitannya dengan variable penelitian yang penulis lakukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Rika Sutiza dan Rebecca Helga namun untuk mengkombinasi pengaruh antara stres kerja, motivasi serta komunikasi terhadap kinerja karyawan belum dilakukan. untuk itu, maka perlu


(42)

adanya suatu penelitian yang menggambarkan pengaruh ketiga variabel ( stress kerja, motivasi, komunikasi, ) terhadap kinerja karyawan.

C. Kerangka konseptual

Kerangka konseptual merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasikan sebagai masalah penting.

Dalam penelitian ini, peneliti meneliti empat vatiabel yaitu terdiri dari tiga variabel independen dan satu variabel dependen. Varibel independen terdiri dari stres kerja, motivasi dan komunikasi sedangkan varibel dependennya adalah kinerja karyawan. Komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan agar diterima dengan baik oleh penerimanya. Oleh karena itu dibutuhkan media penyampaian pesan dan waktu yang tepat untuk menjamin keakuratan informasinya. Pada sebuah perusahaan, komunikasi memiliki pengaruh terhadap kinerja, adapun teori ini didukung oleh Istijanto yang menyatakan bahwa setiap karyawan perlu saling berhubungan satu sama lain agar terjadi kesatuan arah dan gerak untuk mengembangkan perusahaan sesuai tujuan yang diharapkan, yang mana tujuan tersebut dapat diwujudkan dengan komunikasi. ini sama halnya dengan motivasi dan stres kerja yang sangat mempengaruhi kinerja suatu perusahaan.Untuk mencapai kinerja yang baik akan dipengaruhi beberapa faktor yaitu diantaranya stres kerja, motivasi, komunikasi, pengalaman kerja, sarana prasarana, kepuasan kerja,disiplin dan suasana dan iklim kerja.


(43)

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa stres kerja, motivasi dan komunikasi mempunyai peranan dalam meningkatkan kinerja karyawan. Perusahaan pun dapat terus menjalankan kegiatannya secara berkesinambungan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Jadi, semakin kecil tingkat stres karyawan dan semakin baiknya motivasi dan komunikasi, maka semakin baik pula kinerja karyawannya. Untuk memberikan gambaran atas masalah yang diteliti, mka peneliti merumuskan kerang konseptual sebagai berikut:

Gambar 2.1 Kerangka konseptual

D. Hipotesis Penelitian

“ Hipotesis dikembangkan dari telaah teoritis sebagai jawaban sementara dari masalah atau pertanyaan penelitian yang memerlukan pengujian secara impiris” (Sugiyono, 2007: 51). Hipotesis yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah : Ha1 : Stres kerja, motivasi dan komunikasi berpengaruh secara bersama sama (simultan) terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah di Padangsidempuan ?

Stres kerja (X1)

Motivasi (X2)

Komunikasi (X3)

Kinerja Karyawan (Y)


(44)

Ha2 : Stres kerja, motivasi dan komunikasi berpengaruh secara parsial terhadap kinerja karyawan pada Bank Syariah di Padangsidempuan ?


(45)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian

Penelitian ini mengacu pada pendekatan penelitian kuantitaif, yang mana merupakan kegiatan setelah data dari seluruh responden terkumpul, dengan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah dan menguji hipotesis yang telah diajukan.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Bank Syariah Padangsidempuan, yang terdiri dari : PT. Bank Muamalat Indonesia, Tbk. Cabang Padangsidempuan, Jalan Gatot Subroto No.08 Padangsidempuan 22718 – Sumatera Utara, Telpon : 0634 – 22999 Fax 0634 – 27837 dan PT. Bank Mandiri Syariah, Tbk. Cabang padangsidempuan Jalan Merdeka No.81 Padangsidempuan 22931 - Sumatera Utara, Telpon : 0634 – 28200 Fax 0634 – 28103.

Waktu penelitian yang dilakukan peneliti, dimulai dari April sampai Juni.

C. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah semua karyawan Bank Syariah Mandiri dan Bank Muamalat Indonesia yang ada di Padangsidempuan yang terdiri dari 47 orang. Sedangkan penetapan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dimana penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Kriteria yang dijadikan


(46)

acuan sampel adalah karyawan yang telah bekerja selama lebih dari 2 tahun dan terkait operasional bank.jadi sampelnya terdiri dari 32 orang.

D. Jenis dan Sumber Data

Dalam hal ini data yang digunakan adalah data primer, yaitu data yang diperoleh dari kuisoner/ pertanyaan dimana data tersebut harus diolah terlebih dahulu oleh peneliti, yaitu berupa data dari hasil jawaban dari kuisoner.

E. Teknik Pengumpulan Data

Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan kuisoner ( angket ), yaitu satu set pertanyaan yang tersusun secara sistematis dan standar yang diberikan kepada sampel penelitian tentang stres kerja, motivasi, komunikasi dan kinerja karyawan.

F. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel

1. Variabel Independen a. Stres kerja

Stres kerja adalah kondisi ketergantungan yang mempengaruhi emosi, proses berpikir dari seseorang. Orang orang yang mengalami stres menjadi gugup dan merasakan kondisi kronis.


(47)

b. Motivasi

Motivasi adalah hasrat dalam diri seseorang yang menyebabkan orang tersebut melakukan tindakan, jadi motivasi merupakan penggerak yang mengarahkan pada tujuan.

c. Komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses pemindahan atau penyampaian gagasan, harapan, peringatan dan pesan yang disampaikan melaui proses, mengandung arti, untuk membuat seseorang mengerti.

2. Variabel Dependen a. Kinerja karyawan

Kinerja karyawan adalah hasil kerja yang dicapai seseorang atau kelompok orang sesuai dengan wewenang/ tanggung jawab masing masing karyawan selama priode tertentu. Penilaian hendaknya memberikan suatu gambaran akurat mengenai prestasi karyawan.Untuk tujuan ini sistem sistem penilaian harus mempunyai standar dan menggunakan berbagai ukuran yang dapat diandalkan. Adapun dalam mengukur variabel penelitian ini menggunakan skala likert yaitu, untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau kelompok orang tentang phenomena social yaitu sebagai berikut :

3. Sangat setuju diberi skor 5

4. Setuju diberi skor 4

5. Ragu ragu diberi skor 3

6. Tidak setuju diberi skor 2 7. Sangat tidak setuju diberi skor 1


(48)

G. Uji Validitas dan Reliabilitas

Untuk menguji hasil jawaban pada kuisoner maka digunakan uji : 1. Validitas

Validitas adalah uji untuk mengukur apakah kuisoner yang digunakan dapat mengukur variabel yang akan diukur.Teknik yang digunakan untuk uji validitas adalah teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Pengujian ini menggunakan program SPSS dilakukan dengan cara mengkorelasikan masing-masing pertanyaan dengan skor total. Nilai korelasi (r) dibandingkan dengan angka kritis dalam tabel korelasi, untuk menguji koefisien korelasi ini digunakan taraf sifnifikansi 5% dan jika r hitung > r tabel maka pertanyaan tersebut valid.

2. Reliabilitas

Reliabilitas adalah untuk melihat apakah alat yang digunakan menunjukkan konsistensi dalam mengukur gejala yang sama. Pengujian terhadap hasil kuesioner ini hanya dilakukan terhadap butir yang valid, dimana butir-butir yang valid diperoleh melalui uji validitas. Tehnik yang digunakan untuk uji reliabilitas adalah tehnik Alpha Cronbach. Uji reliabilitas instrumen menggunakan pengujian dengan taraf signifikansi 5%, jika r alpha > 0,6 maka instrumen tersebut dinyatakan reliabel. Penghitungan dengan menggunakan komputer program SPSS


(49)

H. Metode Analisis Data

Untuk mendukung hasil penelitian, data penelitian yang diperoleh akan dianalisis dengan data statistik melalui bantuan program SPSS. Adapun pengujian pengujian yang akan dilakukan dalam penelitian ini adalah :

1. Uji asumsi Klasik

Uji asumsi klasik yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas, uji multikolonieritas, dan uji heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas

Uji asumsi klasik normalitas adalah asumsi bahwa nilai-nilai Y atau tiap X tertentu didistribusikan secara normal disekitar rata-ratanya. Dalam model regresi linear, asumsi ini menandakan bahwa distribusi dari error sampling adalah normal. Uji normalitas bertujuan menguji apakah model regresi variable terikat dan variable bebas keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Adapun alat yang digunakan untuk mengukur apakah data berdistribusi normal atau tidak adalah dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov.

b. Uji Multikolonieritas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas, istilah multikolonieritas digunakan untuk menunjukkan adanya hubungan linear diantara variable-variabel bebas dalam model regresi. Jika didalam model mengandung multikolonieritas, berarti terjadi korelasi (mendekati sempurna) antar variable bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antar variable bebas. Jika variable bebas saling


(50)

berkorelasi, maka variable-variabel tidak orthogonal. Variable orthogonal adalah variable bebas yang nilai korelasi antar sesama variable bebas sama dengan nol.

Untuk mengetahui ada tidaknya multikolonieritas antar variable, salah satu caranya dengan melihat nilai Variance inflative factor ( VIF ) tidak lebih dari 10 dan tidak kurang dari 0,1 maka model dapat dikatakan bebas dari multikolinieritas .

c. Uji Heterokedastisitas

Bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heteroskedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homoskedastisitas.

2. Uji hipotesis

Pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan SPSS. Peneliti melakukan analisa data dengan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji hipotesis yang diajukan . Teknik analisis data ini bertujuan untuk mengukur pengaruh antara dua atau lebih variabel penelitian

Pengujian analisis regresi linear barganda dilakukan dengan persamaan sebagai berukut :

KK= a + b1SK + b2M + b3K + e Dimana :

Y : Kinerja karyawan (KK) X1 : Stress Kerja (SK)


(51)

X2 : Motivasi (M) X3 : Komunikasi (K) a : Konstanta

b : Koefisien Regresi

e : Faktor penggangu diluar model (error term )

Kriteria yang digunakan dalam menetukan signifikan atau tidaknya suatu korelasi adalah dengan membandingkan t hitung dengan t tabel pada taraf signifikansi 5% ,jika t hitung lebih besar dari t tabel (t hitung > t Tabel ) maka hipotesis diterima.


(52)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian 1. Sejarah Perusahaan

a. Bank Muamalat Indonesia

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 24 Rabius Tsani 1412 H

atau 1 Nopember 1991 diprakarsai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Indonesia, dibuat dihadapan Notaris Yudo Paripurno, S.H di Jakarta dan disahkan oleh Menteri Kehakiman RI dengan SK No.C2-2413.HT.01,01 tanggal 21 maret 1992, tanggal 30 maret 1992 didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat No. 970/1992 dan memulai kegiatan operasinya pada 27 Syawwal 1412 H atau 1 Mei 1992 dengan SK Menteri Keuangan RI No.430/KMK.013/1992.

Dengan dukungan nyata dari eksponen Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) dan beberapa pengusaha Muslim, pendirian Bank Muamalat juga menerima dukungan masyarakat, terbukti dari komitmen pembelian saham Perseroan senilai Rp 84 miliar pada saat penandatanganan akta pendirian Perseroan. Selanjutnya, pada acara silaturahmi peringatan pendirian tersebut di Istana Bogor, diperoleh tambahan komitmen dari masyarakat Jawa Barat yang turut menanam modal senilai Rp 106 miliar.

Pada tanggal 27 Oktober 1994, hanya dua tahun setelah didirikan, Bank Muamalat berhasil menyandang predikat sebagai Bank Devisa. Pengakuan ini


(53)

semakin memperkokoh posisi Perseroan sebagai bank syariah pertama dan terkemuka di Indonesia dengan beragam jasa maupun produk yang terus dikembangkan.

Pada akhir tahun 90an, Indonesia dilanda krisis moneter yang memporakporandakan sebagian besar perekonomian Asia Tenggara. Sektor perbankan nasional tergulung oleh kredit macet di segmen korporasi. Bank Muamalat pun terimbas dampak krisis. Di tahun 1998, rasio pembiayaan macet (NPF) mencapai lebih dari 60%. Perseroan mencatat rugi sebesar Rp 105 miliar. Ekuitas mencapai titik terendah, yaitu Rp 39,3 miliar, kurang dari sepertiga modal setor awal.

Dalam upaya memperkuat permodalannya, Bank Muamalat mencari pemodal yang potensial, dan ditanggapi secara positif oleh Islamic Development Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi. Pada RUPS tanggal 21 Juni 1999 IDB secara resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Muamalat. Oleh karenanya, kurun waktu antara tahun 1999 dan 2002 merupakan masa-masa yang penuh tantangan sekaligus keberhasilan bagi Bank Muamalat. Dalam kurun waktu tersebut, Bank Muamalat berhasil membalikkan kondisi dari rugi menjadi laba berkat upaya dan dedikasi setiap Kru Muamalat, ditunjang oleh kepemimpinan yang kuat, strategi pengembangan usaha yang tepat, serta ketaatan terhadap pelaksanaan perbankan syariah secara murni.

Melalui masa-masa sulit ini, Bank Muamalat berhasil bangkit dari keterpurukan. Diawali dari pengangkatan kepengurusan baru dimana seluruh anggota Direksi diangkat dari dalam tubuh Muamalat, Bank Muamalat kemudian


(54)

menggelar rencana kerja lima tahun dengan penekanan pada (i) tidak mengandalkan setoran modal tambahan dari para pemegang saham, (ii) tidak melakukan PHK satu pun terhadap sumber daya insani yang ada, dan dalam hal pemangkasan biaya, tidak memotong hak Kru Muamalat sedikitpun, (iii) pemulihan kepercayaan dan rasa percaya diri Kru Muamalat menjadi prioritas utama di tahun pertama kepengurusan Direksi baru, (iv) peletakan landasan usaha baru dengan menegakkan disiplin kerja Muamalat menjadi agenda utama di tahun kedua, dan (v) pembangunan tonggak-tonggak usaha dengan menciptakan serta menumbuhkan peluang usaha menjadi sasaran Bank Muamalat pada tahun ketiga dan seterusnya, yang akhirnya membawa Bank kita, dengan rahmat Allah Rabbul Izzati, ke era pertumbuhan baru memasuki tahun 2004 dan seterusnya.

Hingga akhir tahun 2004, Bank Muamalat tetap merupakan bank syariah terkemuka di Indonesia dengan jumlah aktiva sebesar Rp 5,2 triliun, modal pemegang saham sebesar Rp 269,7 miliar serta perolehan laba bersih sebesar Rp 48,4 miliar pada tahun 2004.

Visi

Menjadi bank syariah utama di Indonesia, dominan di pasar spiritual, dikagumi di pasar rasional.

Misi

Menjadi role model lembaga keuangan syariah dunia dengan penekanan pada semangat kewirausahaan, keunggulan manajemen dan orientasi investasi yang inovatif untuk memaksimumkan nilai bagi stakeholder.


(55)

b. Bank Syariah Mandiri

Krisis moneter dan ekonomi sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis politik nasional telah membawa dampak besar dalam perekonomian nasional. Krisis tersebut telah mengakibatkan perbankan Indonesia yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami kesulitan yang sangat parah. Keadaan tersebut menyebabkan pemerintah Indonesia terpaksa mengambil tindakan untuk merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.

Lahirnya Undang-Undang No. 10 tahun 1998, tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 7 tahun 1992 tentang Perbankan, pada bulan November 1998 telah memberi peluang yang sangat baik bagi tumbuhnya bank-bank syariah di Indonesia. Undang-Undang tersebut memungkinkan bank beroperasi sepenuhnya secara syariah atau dengan membuka cabang khusus syariah.

PT Bank Susila Bakti (PT Bank Susila Bakti) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi berupaya keluar dari krisis 1997 - 1999 dengan berbagai cara. Mulai dari langkah-langkah menuju merger sampai pada akhirnya memilih konversi menjadi bank syariah dengan suntikan modal dari pemilik.

Dengan terjadinya merger empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, BankExim dan Bapindo) ke dalam PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999, rencana perubahan PT Bank Susila Bakti menjadi bank syariah (dengan nama Bank Syariah Sakinah) diambil alih oleh PT Bank Mandiri (Persero).


(56)

PT Bank Mandiri (Persero) selaku pemilik baru mendukung sepenuhnya dan melanjutkan rencana perubahan PT Bank Susila Bakti menjadi bank syariah, sejalan dengan keinginan PT Bank Mandiri (Persero) untuk membentuk unit syariah. Langkah awal dengan merubah Anggaran Dasar tentang nama PT Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Sakinah berdasarkan Akta Notaris: Ny. Machrani M.S. SH, No. 29 pada tanggal 19 Mei 1999. Kemudian melalui Akta No. 23 tanggal 8 September 1999 Notaris: Sutjipto, SH nama PT Bank Syariah Sakinah Mandiri diubah menjadi PT Bank Syariah Mandiri.

Pada tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/KEP. BI/1999 telah memberikan ijin perubahan kegiatan usaha konvensional menjadi kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah kepada PT Bank Susila Bakti. Selanjutnya dengan Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999 tanggal 25 Oktober 1999, Bank Indonesia telah menyetujui perubahaan nama PT Bank Susila Bakti menjadi PT Bank Syariah Mandiri.

Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999 merupakan hari pertama beroperasinya PT Bank Syariah Mandiri. Kelahiran Bank Syariah Mandiri merupakan buah usaha bersama dari para perintis bank syariah di PT Bank Susila Bakti dan Manajemen PT Bank Mandiri yang memandang pentingnya kehadiran bank syariah dilingkungan PT Bank Mandiri (Persero). PT Bank Syariah Mandiri hadir sebagai bank yang mengkombinasikan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani yang melandasi operasinya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani inilah yang menjadi salah satu


(57)

keunggulan PT Bank Syariah Mandiri sebagai alternatif jasa perbankan di Indonesia.

Visi

Menjadi Bank Syariah Terpercaya Pilihan Mitra Usaha. Misi

Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan yang berkesinambungan

Mengutamakan penghimpunan dana konsumer dan penyaluran pembiayaan pada segmen UMKM

Merekrut dan mengembangkan pegawai profesional dalam lingkungan kerja yang sehat

Mengembangkan nilai-nilai syariah universal


(58)

2. Struktur Organisasi Perusahaan

1. Bank Muamalat Indonesia

Sumber : PT.Bank Muamalat Indonesia

Gambar 4.1 Struktur Organisasi Bank Muamalat Indonesia Kantor dibawah kantor cabang ( Capem/UPS/KK/Gerai )

Support pembiayaan

Marketing Manager Operasional Manager

Residen Auditor Account Manager

Account manager Kas Teller

Customer service

Back office/devisa/sundries Kepala Kantor Cabang


(59)

2. Bank Syariah Mandiri Cabang Padangsidempuan

Sumber : PT. Bank Syariah Mandiri

Gambar 4,2 Struktur Organisasi Bank Syariah Mandiri Satpam Massenger Driver Office Boy Account Officer

Manager Operasional

CS Representatif

Teller Pelaksana BO Manager

Marketing

Pelaksana marketing Support


(60)

3. Pembagian Tugas dan Tanggung Jawab

1. Bank Muamalat Indonesia a. Marketing Lending

Fungsinya :

1) Memonitor account nasabah pembiayaan

2) Mamberi informasi pada calon nasabah pembiayaan 3) Mengadministrasikan file file pembiayaan

4) Mengadministrasikan droping dan pelunasan pembiayaan 5) Membuat memo bagi hasil

6) Membuat surat peringatan dan surat tunggakan nasabah pembiayaan

b. Marketing funding Fungsinya :

1) Melakukan sosalisasi terhadap nasabah yang menguntungkan 2) Melakukan pemeliharaan nasabah prima

3) Memberikan pelayanan prima pada nasabah utama

4) Melakukan pemasaran produk dan jasa Bank Muamalat Indonesia

5) Melakukan sosialisasi produk dan aktivitas aktivitas promosi c. Personalia

Fungsinya :

1) Melakukan biaya reimburment biaya keseluruhan 2) Meregistrasi surat lamar


(61)

3) Mengirim data payroll ke kantor pusat 4) Pembayaran gaji karyawan

5) Menghitung sisa cuti gaji karyawan 6) Sebagai alternit bagian umum d. Umum

Fungsinya :

1) Checker seluruh transaksi dan otorisasi transaksi harian back office/sundries/devisa yang limit maksimum Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah)

2) Memberikan pelayanan yang baik kepada nasabah

3) Bertanggung jawab atas aktivitas back office berjalan dengan baik

e. Sekretaris Fungsinya :

1) Membantu keperluan administrasi business manager

2) Mempersiapkan surat menyurat internal dan eksternal kantor 3) Menerima dan filing surat eksternal

4) Mengatur kegiatan bisnis manager 5) Mengatur penerimaaan tamu di kantor

6) Menyambung telpon bisnis manager dengan relasi 7) Memonitor surat/memo yang belum di follow up

8) Mendistibusikan surat atau memo yang disposisikan pada bagian lain


(62)

f. Support Pembiayaan Fungsinya :

1) Proses droping seluruh ssegmentasi

2) Menerima, menyimpan dan mengeluarkan file pembiayaan dan dokumentasi dari loan documentdan keeping

3) Meng up date file pembiayaan dan load document dan safe keeping recorder

4) Alternative tugas harian seksi legal 5) Sebagai sekretaris komite

g, Costumer Service Fungsinya :

1) Melayani nasabah pas membuka dan menutup rekening

2) Memberikan penjelasan mengenai produk produk Bank Muamalat

3) Melayani dan menyelesaikan komplain nasabah

4) Memelihara persediaanaplikasi yang berhubungan dengan pembukaan dan penutupan rekening

5) Bertanggung jawab pada current file nasabah

6) Menghubungi nasabah untuk pengambilan saldo rekening tutup 7) Melayani setoran BPIH serta melakukan cross selling

8) Memberitahu kepada account funding apabila terdapat calon nasabah potensial yang perlu di dekati


(63)

h, Teller Fungsinya :

1) Memberikan pelayannan pada nasabah secara cepat,cermat dan memuaskan

2) Bertanggungjawab antara uang fisik dan pembukuuan 3) Membuat laporan teller dan tiket kas untuk pembukuan 4) Melakukan penyetoran kelebihan kas ke kantor cabang 5) Menjalankan tugas sesuai prosedur

6) Menciptakan suasana harmonis baik sesama teller dengan atasan dan karyawan lain

2, Bank Syariah Mandiri

a, Customer Service Representatif(CSR) Fungsinya :

1. Melaksanakan kegiatan-kegiatan Operasional Capem sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan ketentuan yang telah ditetapkan.

2. Memberikan penjelasan kepada nasabah/calon nasabah atau investor mengenai produk-produk Bank Syariah Mandiri, berikut syarat-syarat maupun tata cara prosedurnya.

3. Melayani pembukaan/penutupan rekening giro,tabungan dan deposito, sesuai permohonan investor atau Peraturan BI.


(64)

5. Melayani permintaan buku Cek/Bilyet Giro, surat referensi bank/surat keterangan bank dan sebagainya .

6. Melayani permintaan nasabah untuk melakukan pemblokiran (Stop Payment), informasi saldo, laporan kehilangan, mutasi rekening, "standing order" atau instruksi pembayaran berjangka lainnya.

7. Input data customer facility

8. Melaksanakan pelayanan kepada nasabah sesuai standar layanan BSM.

9. Melaksanakan pemasaran dan promosi produk dan jasa BSM, antara lain:

a. Menjual dan mempromosikan produk retail, melalui:

1) Secara proaktif memberikan informasi dan menawarkan produk dan jasa serta transaksi BSM kepada nasabah. 2) Menyarankan kepada nasabah untuk memanfaatkan

produk dan jasa BSM lainnya.

3) Memberikan brosur-brosur produk dan jasa BSM.

4) Membantu dan mengantar nasabah ke petugas lainnya di Capem

5) Membantu nasabah dalam pengisian formulir transaksi. 6) Memelihara nasabah lama dan mencari nasabah baru

yang potensial.

b. Pembukaan, pemeliharaan , dan penutupan rekening seluruh produk dana, antara lain:


(65)

1) Menerima permohonan pembukaan dan penutupan rekening giro, tabungan, deposito berjangka, sertifikat deposito.

2) Menerima permohonan dan memproses pelayanan jasa-jasa retail lainnya antara lain: Safe Deposit Box, BSM Card & Payment Point.

3) Memasukan data nasabah kedalam komputer.

4) Memeriksa keabsahan dokumen antara lain: Kartu Identitas, Akta Pendirian Perusahaan,SIUP, NPWP dan TDP.

5) Meneruskan permohonan nasabah ke Operation Officer untuk diverifikasi

10.Melakukan pengamanan, pemeliharaan dan pengelolaan surat-surat berharga dengan baik sesuai dengan ketentuan, antara lain sebagai berikut:

a. Pencatatan administrasi terhadap surat-surat berharga yang diterima dari Kantor Pusat, posisi persediaan yang ada dan surat-surat berharga yang diberikan kepada nasabah.

b. Mengadministrasikan dengan tertib surat tanda terima/ resi Cek/ Bilyet Giro yang diterima dari nasabah.

11.Memberikan pelayanan rekening, antara lain: a. Informasi saldo

b. Permintaan Rekening Koran c. Informasi mutasi rekening.


(66)

b, Funding Officer Fungsinya :

1. Melaksanakan strategi marketing produk Bank guna mencapai volume/sasaran yang telah ditetapkan

a. Melaksanakan strategi marketing produk Bank guna mencapai volume/sasaran yang telah ditetapkan.

b. Melakukan survei/pengamatan secara langsung terhadap kondisi/potensi bisnis daerah.

c. Membuat perencanaan solisitasi nasabah maupun investor, untuk memperoleh nasabah/investor yang baik.

d. Melaksanakan solisitasi nasabah/investor sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

e. Pemberian pelayanan kepada nasabah yang prima.

f. Memelihara nasabah/investor dengan menjaga hubungan dan komunikasi yang baik dan berkesinambungan.

g. Memberikan pelayanan prima dalam setiap interaksi dengan nasabah

h. Melakukan settlement atas transaksi nasabah BSM Priority ke unit kerja terkait

i. Menindaklanjuti dan menuntaskan permohonan dan keluhan nasabah BSM Priority

j. Mengumpulkan data untuk solisitasi nasabah baru(pre marketing)


(67)

k. Melakukan solisitasi nasabah baru, dengan target mendapatkan minimal 1 nasabah baru dari 1 nasabah lama ( Gerakan 141:baca one for one)

l. Membina hubungan dengan nasabah, yaitu melakukan komunikasi kepada setiap nasabah lewat telepon 2(dua) kali per bulan.

m. Meningkatkan business relation dengan nasabah, sehingga

product holding ratio minimal 5: 1, yaitu 1 nasabah

minimal memiliki 2 produk dana dan 3 produk fee based( Gerakan 123)

n. Memantau portfolio dan profitability nasabah BSM Priority setiap awal bulan melalui Laporan Portfolio Nasabah BSM

Priority

o. Memelihara data profil nasabah BSM Priority setiap akhir bulan

c, Pelaksana Administrasi Pembiayaan Fungsinya :

1. Mempersiapkan dokumen pembiayaan yang telah diputuskan, antara lain :

a. Membuat Akad Pembiayaan dan Surat

Sanggup.

b. Menyiapkan dokumen untuk pengikatan jaminan melalui Notaris.

c. Melaksanakan penutupan asuransi yang dipersyaratkan dalam persetujuan akad pembiayaan


(68)

2. Membantu untuk pengecekan kelengkapan pemenuhan dokumen pembiayaan sebelum fasilitas dicairkan berdasarkan prasyarat/syarat yang telah disepakati.

3. Monitoring ketertiban pelaksanaan pembayaran kewajiban nasabah (angsuran/bagi hasil).

4. Melakukan administrasi jaminan pembiayaan.

5. Monitoring kewajiban nasabah yang telah jatuh tempo (menunggak) untuk diinformasikan/ diteruskan kepada Kerpala Cabang Pembantu.r untuk ditindaklanjuti.

6. Membuat dan menyampaikan laporan dibidang pembiayaan baik kepada Cabang Induk, Kantor Pusat maupun kepada Bank Indonesia secara benar dan tepat waktu.

7. Melakukan monitoring atas Kualitas Aktiva Produktif dan menginformasikan hasilnya kepada Operation Officer.

8. Mengusulkan perbaikan pedoman/ketentuan monitor- ing/ pengawalan pembiayaan.

9. Melaksanakan pengelolaan filling dokumen pembiayaan (legal dokumen) secara aman dan tertib.

10.Menerima surat permintaan informasi bank dari bank lain dan melakukan:

a). Pemeriksaan surat permintaan informasi bank dari bank lain serta mencocokkan dengan data nasabah yang ada.


(69)

b). Pemeriksaan dan memaraf jawaban informasi bank tersebut dan diserahkan kepada Kepala Cabang Pembantu untuk di tandatangani.

c). Meneruskan jawaban informasi bank kepada bank lain yang membutuhkan

d, Pelaksana Domestic & Clearing

Fungsinya :

1. Transfer

1. Melaksanakan pemeriksaan ulang atas semua transaksi transfer keluar/masuk maupun Nota Debet keluar/masuk setiap akhir hari.

2. Menatausahakan persediaan blanko Nota Kredit/Nota Debet. 3. Memeriksa kebenaran/kecocokan antara pisik blanko Nota

Kredit/Nota Debet dengan kartu persediaan. 4. Melaksanakan corporate culture (SIFAT).

5. Melaksanakan tugas-tugas lainnya yang ditunjuk oleh atasan. 6. Terlaksananya pelayanan yang baik bagi seluruh nasabah

dengan tetap terpenuhinya sistem dan prosedur yang berlaku. 7. Melaksanakan bahwa pelaksanaan transfer masuk/keluar

telah sesuai dengan permintaan yang ditulis dalam aplikasi transfer.

8. Terlaksananya tertib administrasi transfer sesuai ketentuan yang berlaku.


(70)

2. Inkaso

a. Melayani dan menatausahakan transaksi inkaso keluar, antara lain :

1) Menerima aplikasi inkaso yang telah diisi dan ditandatangani nasabah serta meneliti kebenarannya. 2) Melengkapi pengisian aplikasi inkaso.

3) Membuat nota inkaso dan mendistribusikannya.

b. Melayani dan menatausahakan transaksi inkaso masuk, antara lain :

1) Menerima nota inkaso dan warkat inkaso. 2) Membuat nota pembayaran hasil inkaso (NPHI).

3) Melakukan pembayaran kepada Capem pengirim inkaso (bila pemohon inkaso nasabah BSM, maka pembayaran hasil inkaso langsung dikreditkan ke rekening nasabah. c. Melayani dan menatausahakan hasil inkaso.

d. Membuat daftar inkaso yang masih outstanding setiap akhir bulan.

e. Memelihara berkas-berkas inkaso dan output komputernya. f. Pelayanan yang cepat, tepat/benar, dan baik.

g. Kebenaran dalam administrasi inkaso masuk/keluar.

h. Menjamin bahwa hasil inkaso telah dibayarkan/ dibukukan dengan benar.


(71)

3. Kliring

a. Menerima warkat kliring penyerahan dari Capem.

Menerima warkat kliring berupa Cek/Bilyet Giro bank lain, Nota Kredit/Nota Debet dari petugas terkait

d, Pelaksana GA/Logistik Fungsinya :

1. Ketersediaan atas persediaan barang cetakan dan alat tulis kantor, serta berbagai kebutuhan kantor lainnya..

2. Mengadministrasikan Harta tetap Bank baik sewa maupun milik sendiri.dan pengadaan peralatan/perlengkapan kantor yang telah mendapatkan persetujuan Kepala Cabang atau Pejabat berwenang.

3. Melaksanakan pemeliharaan Harta Tetap Bank baik sewa maupun milik sendiri.dan perbaikan peralatan/perlengkapan kantor, kendaraan dinas, dan harta bank lainnya..

4. Mengkoordinir pelaksana kebersihan dan pengamanan Cabang. 5. Mengadministrasikan/mencatat dan memonitor pengeluaran

biaya-biaya yang berkaitan dengan logistik, a.l. biaya telepon, air, kendaraan bermotor, kebersihan, alat tulis kantor, barang cetakan dan berupaya untuk menekannya.

6. Mengatur penggunaan kendaraan dinas Cabang.

7. Mempersiapkan cek/bilyet giro, sehubungan permintaan nasabah.


(72)

8. Pada setiap akhir bulan melakukan penyusutan atas nilai buku inventaris kantor serta aktiva tetap milik kantor lainnya.

9. Membuat Laporan Proofing Bulanan atas Rekening Persediaan Barang Catakan/Alat Tulis, Biaya Dibayar Dimuka, dan Biaya yang akan Dibayar.

10.Mengadministrasikan perizinan yang dikelola oleh Cabang.

11.Kebenaran pencatatan transaksi dan administrasi pembukuannya serta ketepatan, kelancaran penyediaan informasi dan laporan-laporan Bagian Logistik.

e, Pelaksana Marketing Support Fungsinya :

1. Melaksanakan strategi marketing produk Bank guna mencapai volume/sasaran yang telah ditetapkan dengan melakukan survei/pengamat an secara langsung terhadap kondisi/potensi bisnis daerah.

2. Membuat perencanaan solisitasi nasabah maupun investor, untuk memperoleh nasabah/investor yang baik.

3. Melaksanakan solisitasi nasabah/investor sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

4. Memonitor realisasi pengajuan permohonan pembiayaan dan penyimpanan dana atas nasabah-nasabah/investor-investor yang telah disolisit dan kesuksesan dalam pemberian pembiayaan


(73)

5. Melayani permohonan pembiayaan nasabah, baik baru maupun perpanjangan dan memberikan informasi kepada nasabah mengenai persyaratan pembiayaan yang harus dipenuhi sehubungan dengan permohonan pembiayaan nasabah tersebut. 6. Menerima dan memeriksa kebenaran dan kelengkapan berkas

permohonan pembiayaan nasabah.

7. Melakukan investigasi melalui wawancara, bank checking, pemeriksaan setempat, trade & market checking.

8. Membuat surat penolakan atas permohonan pembiayaan nasabah yang ditolak.

9. Melakukan pengawasan dan membina nasabah sehubungan dengan fasilitas pembiayaan yang sedang dinikmati.

10. Melaksanakan penagihan rutin atas kewajiban nasabah yang jatuh tempo.

11. Menyelesaikan fasilitas pembiayaan nasabah yang tergolong kolektibilitas Kurang Lancar, Diragukan, dan Macet.

12. Melakukan pemantauan terhadap Kualitas Aktiva Produktif dan mengupayakan pencapaian kolektibilitas Lancar minimal sama dengan target yang ditetapkan Direksi.

13. Memonitor realisasi pengajuan permohonan pembiayaan dan penyimpanan dana atas nasabah-nasabah/investor-investor yang telah disolisit dan kesuksesan dalam pemberian pembiayaan. 14. Pemberian pelayanan kepada nasabah yang prima.


(74)

15. Membantu Kepala Capem dalam menetapkan Rencana Kerja (RKAP) Tahunan Bidang Marketing baik pembiayaan, pendanaan, maupun jasa-jasa bank.

f, Pelaksana SDI Fungsinya :

1. Menatausahakan dan membayar gaji pegawai, uang lembur pegawai, penggantian uang kesehatan pegawai.

2. Menatausahakan absensi harian pegawai (pagi dan sore hari), cuti tahunan pegawai dan pemberian pinjaman pegawai.

3. Mensosialisasikan peraturan perusahaan dan ketentuan-ketentuan bidang ketenagakerjaan kepada seluruh pegawai Capem.

4. Membuat analisa kebutuhan pegawai seluruh unit kerja dikaitkan dengan kondisi usaha telah dibuat secara akurat.

5. Membuat rencana pendidikan pegawai dan memastikan bahwa rencana pendidikan dan pelatihan pegawai telah terlaksana dengan baik.

6. Melaksanakan rotasi/mutasi pegawai sesuai dengan keputusan Kantor Pusat/Cabang.

7. Membuat Laporan Personalia Cabang ke Kantor Pusat.

8. Membuat proofing atas tiket-tiket KRR yang berada dalam pengelolaannya, seperti : tiket KRR Pajak, KRR Tunjangan Hari Raya, BDD Porsekot Gaji (jika ada), dan berbagai bentuk


(75)

kontinjensi lainnya yang berhubungan dengan personalia setiap akhir bulan atau akhir periode.

9. Mengimplementasikan corporate culture Bank Syariah Mandiri secara optimal.

10.Memberikan masukan kepada atasan untuk perbaikan ketentuan-ketentuan yang berkaitan dengan personalia.

11.Terlaksananya pembayaran hak-hak pegawai secara benar dan tepat waktu.

12.Kebenaran data laporan kepersonaliaan dan penyampaiannya tepat waktu.

13. Tersedianya kebutuhan pegawai yang memadai.

14.Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan. g, Teller

Fungsinya :

1. Melaksanakan kegiatan-kegiatan sesuai dengan ketentuan dan SOP yang telah ditetapkan

2. Mangambil box Teller dan kartu Contoh Tanda Tangan(CTT) setiap pagi hari( dari kluis/khasanah) dan menyimpan kembali ke kluis./khasanah pada sore hari setelah kegiatan operasional Teller selesai.

3. Bersama-sama dengan Operation Officer/pegawai lain yang ditunjuk oleh Kepala Capem/UPS, menghitung persediaan


(76)

uang yang ada pada awal/akhir hari membuka/menutup box Teller.

4. Melayani penyetoran/penarikan tunai maupun non tunai dengan benar dan cepat sesuai dengan wewenangnya.

5. Membuku (posting) mutasi kas secara benar melalui terminalnya.

6. Memastikan kesesuaian jumlah penyetoran/penarikan nasabah, antara jumlah menurut huruf dan jumlah menurut angka; dan jumlah uang tunai/warkat setoran serta data yang direkam dalam komputer Capem/UPS.

7. Memastikan kesesuaian tanda tangan nasabah pada bukti penarikan dengan Contoh Tanda Tangan (CTT) nasabah.

8. Menjaga keamanan dan kerahasiaan CTT nasabah.

9. Menyerahkan cek/bilyet giro, slip penarikan serta bloter kepada Operation Officer Teller untuk diperiksa.

10.Menyortir dan mempersiapkan bundelan uang tunai yang akan dilabel (diikat dengan kertas vignet BSM).

11.Menghitung saldo kas akhir hari dan mencocokkan dengan jumlah fisik saldo uang tunai yang ada dalam box-nya sendiri.

12.Menyediakan uang tunai pada ATM yang berada dibawah kelolaan Capem/UPS


(1)

Estimated Distribution Parameters

STRES

KERJA MOTIVASI KOMUNIKASI

KINERJA KARYAWAN Normal Distribution Locat

ion 40.5938 46.8750 44.3125 41.4062

Scale 6.09526 3.94110 4.84893 4.14152 The cases are unweighted.


(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Biodata

Nama : Martua Rezeki Harahap

Tempat/ Tgl Lahir : Pargarutan, 26 September 1987 Jenis Kelamin : Laki laki

Alamat : Jl. Gurilla Gg. Karto. No.1 Telepon : 085275628584

Pendidikan

1994-2000 SD Negeri 142457 Padangsidempuan. 2000-2003 MTS Swasta YPKS Padangsidempuan. 2003-2006 MAN -1 Padangsidempuan