Orang tua dan keluarga

76 Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X Latihan: Fungsi Keluarga adalah: 1. ……………………………...................................................... 2. ……………………………...................................................... Dalam lingkungan keluarga dikenal dua macam sosialisasi yaitu; a. Sosialisasi Represif Represive socialization Sosialisasi ini menekankan dan mengharapkan ketaatan anak ter- hadap orang tuanya. Dalam proses sosialisasi ini orang tua menjadi pusat dan banyak melakukan dominasi terhadap proses pembela- jaran sosial anak. Sosialisasi represif ini memiliki ciri-ciri; 1. Adanya hukuman terhadap pelanggaran atau sikap anak yang tidak disetujui oleh orang tuanya. 2. Adanya penghargaan dan imbalan berupa materil. 3. Adanya kepatuhan anak terhadap orang tua. 4. Adanya dominasi orang tua yang sangat kuat 5. Komunikasi bersifat satu arah 6. Komunikasi bersifat sebagai perintah. b. Sosialisasi Partisipasi Participatory Socialization Sosilisasi ini berlawanan dengan sosialisasi represif karena mene- kankan pada anak sebagai pusat proses sosialisasi. Dalam proses sosialisasi ini interaksi anak menjadi proses sosialisasi di keluarga dan orang tua mengikuti segala pola tingkah laku anak. Orang tua atau keluarga merupakan lingkungan per- tama sejak manusia dilahir- kan dan lingkungan paling lama yang kita tinggali. sumber: www.mbeproject.com 77 Sosialisasi dan Kepribadian Ciri-ciri dari sosialisasi represif ini adalah; 1. Adanya imbalan apabila anak bertingkah laku baik 2 Adanya dominasi dan otonomi pada anak 2 Adanya komunikasi sebagai interaksi 3 Adanya komunikasi verbal 4 Adanya perhatian orang tua terhadap keinginan anak nya 5 Sosialisasi berpusat pada anak 6 Antar anggota keluarga memiliki tujuan yang sama. Sebagai media sosialisasi keluarga pun memiliki peranan untuk menghambat proses sosialisasi. Keluraga yang memiliki kendala-ken- dala akan mempengaruhi sikap dan kepribadian anggota keluar-ganya, yaitu; 1 Keluarga modern merupakan kesatuan konsumtif, sehingga hubun- gan antar individu dalam keluarga menjadi sangat berkurang. 2 Keluarga sebagai lembaga institute sudah berubah menjadi kelu- arga yang bersifat persekutuan companionship yang sangat longgar ikatannya. 3 Semakin banyak keluarga yang hidup terpisah dan meningkatnya perceraian , sehingga longgar intensitas interelasi sosialnya.

2. Teman sepermainan

Teman sepermainan merupakan lingkungan sosial kedua yang akan ditemui oleh seorang individu setelah keluarga. Teman seper-mainan merupakan kelompok sosial yang jumlahnya kecil memiliki kesamaan usia, memiliki kesamaan kegiatan yaitu bermain, biasanya kelompok ini memiliki tujuan yang sama yaitu mencari kepuasaan rohani yaitu tujuan rekreatif. Intensitas interaksi sosial antar kelompok ini sangat tinggi, ditandai dengan rasa saling memiliki satu sama lain dan sen- ang melakukan kegiatan bersama-sama. Kelompok sosial ini bukan berdasarkan atas hubungan darah, keturunan ataupun kekerabatan tetapi atas dasar seringnya terjadi pertemuan antar anggota kelompok dan kesamaan kepentingan. Teman sepermainan disebut dengan sahabat, pada usia remaja pola hubungan antar sehabat ini memberikan pengaruh yang besar dalam proses sosialisasi dan pembentukan kepribadian. Adakalanya seorang sahabat menjadi faktor pendorong seorang individu untuk melaku- kan tindakan sosial. Kelompok persahabatan ini memberikan peranan positif, bagi proses sosialisasi dan perkembangan kepribadian anak di antaranya yaitu: 78 Sosiologi untuk SMA dan MA kelas X a. Pengakuan terhadap eksistensi individu karena dianggap diakui dan dianggap penting oleh anggota kelompok lainnya, sehingga individu akan memiliki rasa aman. Apabila pengakuan diri ini tidak diakui oleh para angggota kelompoknya maka individu akan merasa dikucilkan dan akan selalu merasa tidak aman dan merasa selalu tidak aman. b. Membantu proses kemantapan dan kepribadian individu dalam masyarakat. Individu dapat tumbuh berkembang dewasa apabila ia senantiasa dapat bersosialisasi dengan baik di antara para anggota kelompoknya. c. Kelompok sosial ini dapat memberikan rasa nyaman terhadap indi- vidu, maksudnya individu dapat mencurahkan ekspresi atas segala perasaan yang dialaminya. Individu memiliki cara dan tempat untuk menyalurkan perasaan takut, gembira, kecewa, sedih dan sebagi- anya terhadap teman-temannya. Kelompoknya akan memberikan respon yang baik karena bisa saja mereka mengalami hal yang serupa, dan hal ini tidak bisa dilakukan oleh anggota keluarga di rumah. d. Pada hubungan persahabatan ini, individu dapat mengembangkan keterampilannya. Hubungan kelompok sosial ini terjadi karena kesamaan kepentingan dan mungkin kesamaan minat. Melalui interaksi yang terus menerus terjadi bukan tidak mungkin mereka akan memiliki ide-ide untuk mengembangkan kesamaan minat yang mereka miliki menjadi sebuah kreativitas. e. Individu yang bergabung dengan kelompok persahabatan akan lebih cepat mengalami proses pendewasaan, karena individu senantiasa berinterksi dan membangun interelasi dengan anggota kelom- poknya. Karena proses interaksi ini akan membantu pemahaman individu atas nilai-nilai yang dianut oleh para anggota kelompok lainnya. Selain memberikan dampak positif, kelompok sosial ini juga dapat memberikan dampak negatif terhadap individu atau anggota kelompok klik. Pengaruh negatif itu di antaranya yaitu: a. Pembentukan kelompok sosial yang terjadi karena adanya kesa- maan kepribadian dan kepentingan akan menimbulkan eksklusi- fisme kelompok. Kesamaan kepentingan yang tidak baik seperti tindakan-tindakan penyimpangan sosial akan membuat kelompok sosial ini semakin memantapkan kepentingannya itu. Kelompok ini akan menganggap individu di luar kelompoknya sebagai lawan. Fanatisme terhadap kelompok ini akan memicu bentrokan dengan kelompok sosial yang lain. Contoh, Tawuran dan perkelahian di