Sektor Industri Sektor Pertanian

mempunyai nilai asset lebih rendah dibandingkan pinjaman yang diterima. Hal itu terjadi karena pinjaman yang diterima tidak digunakan untuk pembelian asset, atau nilai piutangnya lebih rendah karena rendahnya penjualan secara kedit, dan persediaan yang rendah karena banyaknya yang tidak terjual. Semua itu merupakan faktor-faktor yang dapat menyebabkan nilai asset responden menjadi lebih rendah dibanding pinjaman Kupedes yang dierima.

7.2.2 Sektor Industri

Pada sektor industri, nilai asset meningkat sebanding dengan tingginya penerimaan Kupedes. Perbandingan Kupedes terhadap nilai asset pada sektor ini dapat dilihat pada Gambar 9. Gambar 9. Perbandingan Kupedes terhadap Nilai Asset untuk Masing-masing Responden Penerima Kupedes dalam Sektor Industri skala1: 4950000 Pada Gambar 9 dijelaskan mengenai perbandingan Kupedes terhadap nilai asset, dari data tersebut dapat diketahui semakin meningkat nilai Kupedes yang diterima maka akan maningkatkan nilai Kupedes. Tambahan nilai asset yang dimiliki tergantung dari besarnya nilai Kupedes yang diterima, karena dana Kupedes tersebut digunakan untuk modal kerja, contohnya adalah penambahan nilai asset berupa penambahan uang kas, persediaan, peralatan usaha, dan lain- lain. Rata-rata jumlah nilai asset yang dimiliki oleh responden dalam sektor industri sebesar Rp 65.077.722 12,97 persen dengan nilai asset maksimum Rp 297.000.000 59,2 persen dan nilai asset minimum Rp 14.871.651 2,81 persen. Rata-rata nilai Kupeds yang diterima sebesar Rp 23.013.158 4,65 persen, hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya Kupedes sebesar Rp 1.000 maka akan meningkatkan nilai asset sebesar Rp 2.827,85. Jumlah responden yang mempunyai nilai asset berbanding lurus dengan Kupedes sebesar 100 persen, hal ini terjadi karena Kupedes yang digunakan untuk modal keja dan menambah nilai asset responden. Pada Gambar 9 juga dapat dilihat bahwa responden 15 mempunyai nilai asset yang lebih besar 59,92 persen dibandingkan responden 25 walaupun jumlah Kupedes yang diterima sama 15,99 persen. Hal tersebut dikarenakan asset yang dimiliki oleh responden 15 lebih banyak, diantaranya mesin-mesin yang mendukung kegiatan produksi dibandingkan dengan responden 25 yang memproduksi tahu.

7.2.3 Sektor Pertanian

Pada sektor pertanian, nilai asset meningkat sebanding dengan tingginya penerimaan Kupedes. Perbandingan Kupedes terhadap nilai asset pada sektor ini dapat dilihat pada Gambar 10. Gambar 10. Perbandingan Kupedes terhadap Nilai Asset untuk Masing- masing Responden Penerima Kupedes dalam Sektor Pertanian skala 1 : 1440000 Pada Gambar 10 dapat diketahui bahwa meningkatnya pinjaman Kupedes maka akan meningkatkan nilai assetnya. Nilai maksimum asset responden dalam penelitian ini sebesar Rp 144.000.000 100 persen dan nilai minimumnya Rp 10.500.000 6,90 persen dengan nilai rata-rata asset responden sebesar Rp 48.572.667 33,45 persen. Rata-rata nilai pinjaman Kupedes sebesar Rp 16.401.674 11,39 persen, hal ini menunjukkan bahwa meningkatnya Kupedes sebesar Rp 1.000 maka akan meningkatkan nilai asset sebesar Rp 2.961, 45. Pada Gambar 10 dijelaskan juga, bahwa responden dengan nilai pinjaman Kupedes lebih tinggi akan memiliki nilai asset usaha yang besar pula dibandingkan dengan responden yang menerima pinjaman Kupedes lebih kecil. Jumlah responden yang mempunyai nilai asset berbanding lurus terhadap besarnya Kupedes sebesar 93,3 persen. Berdasarkan Gambar 10 dapat dilihat bahwa dengan pinjaman kupedes yang lebih rendah 13, 53 persen responden 17 mempunyai nilai asset yang lebih besar yaitu 100 persen, dibandingkan responden 18 yang menerima pinjaman lebih besar 17,02 persen. Hal tersebut dikarenakan responden 17 mempunyai tambahan pendapatan diluar usaha yang berasal dari penjualan sembako dan ayam sebesar Rp. 16.500.000 perbulan, sehingga responden tersebut dapat menyisihkan sebagian kasnya untuk membeli kendaraan usaha.

7.2.4 Perbandingan Kinerja di Setiap Sektor Berdasarkan Nilai Asset