Rangkuman Penkondisian peserta 2. Pejelasan tentang peta konsep,

2 PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2016 34 Setiap kali guru hendak berkomunikasi, tentunya ada maksud tertentu. Apakah itu dalam bentk memberikan pengakuan, bimbingan, maupun perbaikan. Tentunya itu semua adalah untuk kepentingan anak didik dengan komunikasi itu terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. 2. Cara mengomunikasikan Meskipun mempunyai maksud yang baik, belum tentu komunikasi itu mampu mempengaruhi anak. Cara mengkomunikasikan masalah sangat menentukan kualitas komunikasi dan hasil yang diharapkan. Kadang-kadang maksud yang baik tetapi caranya kurang baik, maka diterima kurang baik. Sebaiknya, komunikasi dilakukan dengan cara yang baik. 3. Maksud bisa diterima Bila cara komunikasi yang dilakukan oleh guru tepat, maka maksud yang hendak dikomunikasikan akan dapat diterima. Sebaiknya, bila cara mengomunikasikan informasi tidak tepat, maka informasi tidak sampai pada anak. Sulhan 2010, 152. Irwan‘s Blog, http:irwanozi.blogspot.com201304makalah-tentang-bentuk- bentuk.html 12345 Dalam kominukasi efektif, empatik, dan santun, hendaknya guru mampu menghindari perkataan dan sikap yang dapat menjauhkan peserta didik dari aktivitas pembelajaran di TK, seperti: merendahkan, mencela, mengkritik, menggerutu, menyalahkan, membanding-bandingkan diantara peserta didik, menyindir, member label negative, atau bahkan mengancam peserta didik. Strategi komunikasi merupakan rencana yang disusun dan ditetapkan untuk mencapai tujuan dari komunikasi. Tujuan dari komunikasi adalah agar pesan yang disampaikan oleh guru dapat diterima dan difahami oleh anak. Pesan yang hendak disampaikan oleh guru terhadap anak berupa program-program pengembangan untuk mencapai Standard Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak STPPA, meliputi aspek perkembangan nilai-nilai agama dean moral, fisik-motorik, sosial- emosional, kognitif, bahasa, dan seni. Kompetensi inti, dan kompetensi dasar, yang dikemas ke dalam program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran mingguan RPPM, dan rencana pelaksanaan pembelajaran harian RPPH. 2 PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2016 35 Strategi berkomunikasi dengan anak usia dini dimulai dengan kejelasan perencanaan terkait dengan rumus 5W + 1H What, Who, When, Where, Why + How Komunikasi efektif, empatik, dan santun bisa bisa direncanakan dalam bentuk kegiatan secara terprogram dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan anak secara individual, kelompok, dan atau klasikal di dalam maupun di luar kelas., dan kegiatansecara tidak terprogram dapat dilaksanakan pada kegiatan sebagai berikut: a Kegiatan Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, b Kegiatan Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus c Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk memberikan contoh atau keteladanan terhadap anak. Komunikasi efektif itu melibatkan kejelasan, perkataan langsung, dan aktif mendengarkan clear, direct speech, active listening.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Cocokan jawaban anda dengan kunci jawaban yang telah tersedia. Hitung jawaban yang benar. Kemudian gunakan rumus berikut ini Tingkat penguasaan = Arti tingkat penguasaan : 90 – 100 = Baik sekali 80 – 89 = Baik 70 – 79 = Cukup 70 = Kurang Jika mencapai tingkat penguasaan 80 atau lebih, Anda dapat meneruskan dengan pembelajaran berikutnya. Jika masih di bawah 80, Anda harus mengulangi materi pokok 2, terutama materi-materi yang belum dikuasai. 2 PPPPTK TK DAN PLB BANDUNG © 2016 36

H. Kunci Jawaban

Komunikasi antara guru dengan peserta didik adalah proses penyampaian pesan dari guru terhadap peserta didik atau dari peserta didik terhadap guru sehingga penerima pesan tersebut mengerti, memahami dan menanggapinya dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. . Untuk menjalin komunikasi efektif dengan anak, maka ada tiga hal yang perlu dilakukan oleh guru. Ketiga hal ini merupakan rangkaian yang tak terpisahkan, yaitu : a. Maksud yang hendak dikomunikasikan b. Cara mengomunikasikan c. Maksud bisa diterima Dalam kominukasi efektif, empatik, dan santun, hendaknya guru mampu menghindari perkataan dan sikap yang dapat menjauhkan peserta didik dari aktivitas pembelajaran di TK, seperti: merendahkan, mencela, mengkritik, menggerutu, menyalahkan, membanding-bandingkan diantara peserta didik, menyindir, member label negative, atau bahkan mengancam peserta didik. Strategi berkomunikasi dengan anak usia dini dimulai dengan kejelasan perencanaan terkait dengan rumus 5W + 1H What, Who, When, Where, Why + How Komunikasi efektif, empatik, dan santun bisa bisa direncanakan dalam bentuk kegiatan secara terprogram dengan perencanaan khusus dalam kurun waktu tertentu untuk memenuhi kebutuhan anak secara individual, kelompok, dan atau klasikal di dalam maupun di luar kelas., dan kegiatansecara tidak terprogram dapat dilaksanakan pada kegiatan sebagai berikut: 1. Kegiatan Rutin, yaitu kegiatan yang dilakukan terjadwal, 2. Kegiatan Spontan, adalah kegiatan tidak terjadwal dalam kejadian khusus 3. Kegiatan Keteladanan, yaitu kegiatan dalam bentuk memberikan contoh atau keteladanan terhadap anak.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

94 2601 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 674 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 571 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 370 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 503 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 847 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 752 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 474 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 698 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 831 23