Pengaruh Penggunaan Media Grafis (Gambar) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran Pendidikan agama islam (Quasi eksperimen di SMP PGRI 1 Ciputat)

PENGARUH PEGGUNAAN MEDIA GRAFIS (GAMBAR)
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA
PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
(Quasi Eksperimen SMP PGRI 1 Ciputat )

Disusun oleh:
Nurul Fitri
(109011000152)

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH JAKARTA
TAHUN 2014

PENGESAHAN PANITIA UJIAN MUNAQASAH
Skripsi berjudul “Pengaruh Penggunaan Media Grafis Terhadap Hasil Belajar Siswa pada
Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam” (Quasi Eksperimen SMP PGRI 1 Ciputat )
disusun oleh Nurul Fitri, NIM 109011000152 telah disajikan dalam Sidang Munaqasah Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dinyatakan LULUS pada ujian
munaqasah tanggal 14 April 2014 Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat
memperoleh Gelar Sarjana S1 (S.Pd.I) pada jurusan Pendidikan Agama Islan (PAI).

Jakarta, 27 April 2014
Panitia Ujian Munaqasah
Tanggal

Tanda Tangan

Ketua Panitia (Ketua Jurusan PAI)
Abdul Majid Khon, M.Ag
NIP. 19580707 198703 1 005
Sekertaris (Sekertaris Jurusan PAI)
Marhamah Saleh, Lc, M.A
NIP. 19720313 200801 2 010
Penguji I
A.Basuni, M.Ag
NIP. 19491126 197901 1 001
Penguji II
Dra. Manerah
NIP. 19680323 199403 2 002

Mengetahui
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Dra. Nurlena, MA, Ph.D

NIP. 19591020 198603 2 001

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
Yang bertanda tangan di bawah ini :

Nama

: Nurul Fitri

NIM

: 109011000152

Jurusan

: Pendidikan Agama Islam

Alamat

: Kp. Jambu Ds. Sampir Kec. Waringinkurung Kab. Serang

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA

Bahwa skripsi yang berjudul PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS
TERHADAP

HASIL

BELAJAR

SISWA

PADA

MATA

PELAJARAN

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM adalah benar hasil karya sendiri di bawah bimbingan
dosen :

Nama Pembimbing

: Siti Khadijah, M.A

NIP

: 19700727 199703 2 004

Demikian Surat Pernyataan Ini Saya Buat Dengan Sesungguhnya dan Saya Siap
Menerima Segala Konsekuensi Apabila Terbukti Bahwa Skripsi Ini Bukan Hasil Karya
Sendiri.

Jakarta, 8 April 2014
Yang Menyatakan

Nurul Fitri
NIM : 109011000152

ABSTRAK

Nurul Fitri (109011000152): Pengaruh Penggunaan Media Grafis terhadap
Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (Quasi
Eksperimen Di SMP PGRI 1 Ciputat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan hasil belajar
siswa antara yang menggunakan Media Grafis dengan yang tidak menggunakan
media pada materi pelajaran PAI tentang Perilaku Tercela. Penelitian ini
dilaksanakan selama kurang lebih dua bulan, yang bertempat di SMP PGRI 1
Ciputat, Tangerang Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode penelitian quasi eksperimen.
Subjek dalam penelitian ini berjumlah 43 siswa yang diambil secara purposive
sampling dari seluruh siswa kelas VIII Tahun Ajaran 2013/2014. Dari 43 Siswa
tersebut dibagi menjadi 2 Kelompok, yaitu 22 siswa untuk kelompok eksperimen dan
21 siswa untuk kelompok kontrol.
Untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan hasil belajar siswa antara yang
menggunakan Media Grafis dengan siswa yang tanpa menggunakan Media, diambil
dari hasil pretest dan posttest yang diberikan kepada siswa kelompok eksperimen
dan kelompok kontrol. Instrumen yang digunakan adalah tes objektif bentuk pilihan
ganda sebanyak 20 soal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang
signifikan antara yang menggunakan media Grafis dengan siswa yang tanpa
menggunakan media pada materi pelajaran PAI tentang Perilaku Tercela (Ananiah,
Ghadab, Hasad, Ghibah dan Namimah). Perbedaan hasil belajar siswa kelompok
eksperimen dan kontrol tersebut dapat dilihat dari nilai rata-rata yaitu kelompok
eksperimen sebesar 78.2 dan kelompok kontrol sebesar 69. Sehingga dari perolehan
nilai rata-rata yang didapat masing-masing kelompok, dapat dikatakan terdapat
perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan media grafis
dengan siswa yang tanpa menggunakan media.
Kata kunci: Media Grafis, Tanpa Media, Pengaruh, dan Hasil Belajar.

ABSTRACT
Nurul Fitri (109011000152): Effect the Graphics Media use on Student Results in
Islamic Education Subjects (Quasi-Experiments In SMP PGRI 1 Ciputat)
This researh aims to know the effect of student learning outcomes and the difference
between the use of media that do not use the media graphics on the subject PAI
Disgraceful Behavior. The research was conducted for approximately two months,
which is housed in the SMP PGRI 1 Ciputat, South Tangerang. The method used in this
research is a quasi-experimental research methods.
Subjects in this research amounted to 43 students were taken by purposive sampling of
all eighth grade students in Academic Year 2013/2014. 43 students were divided into 2
groups, namely 22 students for the experimental group and 21 students for the control
group.
To know the effect of student learning outcomes and the difference between the use of
Media Graphics with students without the use of media, taken from the results of the
pretest and posttest were given to the students the experimental group and the control
group. The instrument used is an objective test of 20 multiple choice questions.
This research shows that there are differences in student learning outcomes significantly
between the use of media graphics with students without the use of the media on the
subject PAI Disgraceful Behavior (Ananiah, Ghadab, Hasad, Ghibah and Namimah).
The difference in student learning outcomes experimental and control groups can be
seen from the average value of the experimental group and the control group was 78.2 at
the 69th So from the acquisition of the average value obtained each group, it can be said
there are significant differences between the results of learning students who use
graphic media with students without the use of media.
Keywords: Media Graphics, without Media, effect, and Learning Outcomes.

KATA PENGANTAR

Segala puji penulis panjatkan ke hadirat Alla SWT yang telah memberikan
taufiq dan hidayah-Nya kepada kita semua, shalawat serta salam semoga tercurahkan
kepada Nabi besar Muhamad SAW, Keluarga, Sahabat dan pengikutnya yang setia dan
istiqomah.
Laporan skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat mencapai gelar Sarjana
Pendidikan Islam (S.Pd.I) Pada jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta. Laporan skripsi ini membahas tentang Pengaruh
Penggunaan Media Grafis terhadap Hasil Belajar Siswa pada mata pelajaran Pendidikan
Agama Islam (Quasi Eksperimen di SMP PGRI 1 Ciputat).
Selanjutnya, penulis menyadari sepenuhnya bahwa tidak sedikit kesulitan yang
dihadapi selama penulisan skripsi ini. Namun atas bimbingan-Nya dan Motivsi dari
berbagai pihak penulis menyadari bahwa keberhasilan dan kesempurnaan merupakan
sebuah proses yang harus dijalani. Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis
menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang berjasa dalam penulisan
skripsi ini, diantaranya:
1. Prof. Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
2. Majid Khon, M.Ag., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam.
3. Marhamah Shaleh, Lc, M.A., Wakil Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam.
4. Khadijah M.A., Pembimbing skripsi yang telah memberikan waktu, tenaga untuk
membimbing, mengarahkan, dan mengembangkan pemikiran kepada penulis demi
terselesakannya penyusunan skripsi ini dengan baik. Terima kasih ibu atas
bimbingannya.
5. Pimpinan perpustakaan Utama beserta staf-stafnya dan pimpinan perpustakaan
fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan UIN Jakarta beserta staf-stafnya, yang juga
telah memberikan fasilitas untuk mencari atau mengadakan studi kepustakaan.
6. Segenap Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam, yang telah memberikan ilmu
pengetahuan yang sangat berguna bagi diri pribadi penulis dan para mahasiswa pada
umumnya.

7. Kepala SMP PGRI 1 Ciputat, Bapa Ibu guru beserta staf Tata Usaha dan Humas
SMP PGRI 1 Ciputat yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan
penelitian di SMP PGRI 1 Ciputat.
8. Siswa dan Siswi SMP PGRI 1 Ciputat yang telah bersedia menjadi subyek
penelitian.
9. Teruntuk Bapakku tercinta Bapak Saefuddin dan ibuku tercinta Holisah terima kasih
atas kasih sayang yang tercurah semenjak penulis kecil sampai sekarang, yang tak
henti-hentinya memberikan Do’a kepada penulis, serta dorongan dan Motivasi baik
moral maupun material sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Tak lupa
pula kedua adiku Fikri Zufri dan Agung Diki Maulan yang kadang suka bikin sebel
penulis tapi tetep teteh sayang.
10. Teruntuk kekasihku Mukhlis yang tak henti-hentinya menyuport penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
11. Teruntuk sahabat-sahabatku Septara Putri dan Khaleda Zia Rajak yang telah
memberikan motivasi support, do’a, yang selalu mendukung, menyemangati dan
mendampingi penulis selama ini.
12. Teruntuk semua teman-teman PAI angkatan 2009 yang selalu bersama-sama baik
suka maupun duka, terimakasih atas support dan motivasinya.
Serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu, mudah-mudahan
bantuan, bimbingan, semangat, dan do’a yang telah diberikan menjadi pintu
datangnya ridha dan kasih sayang Allah SWT di dunia dan akhirat kelak. Smoga
skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi khazanah ilmu
pengetahuan pada umumnya.

Jakarta, 8 April 2014

Nurul Fitri

DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah

1

B. Identifikasi Masalah

4

C. Pembatasan Masalah

5

D. Perumusan Masalah

5

E. Tujuan Penelitian

5

F. Manfaat Penelitian

6

BAB II KAJIAN TEORI
A. Kajian Teori
1. Hakikat Media
a. Pengertian Media Pembelajaran

7

b. Fungsi Penggunaan Media

9

c. Pengertian Media Gambar

10

d. Fungsi Media Grafis (Gambar)

10

e. Karakteristik Media Grafis (Gambar)

12

f.

Kelebihan dan Kelemaha Media Grafis (Gambar)

14

2. Hakekat Hasil Belajar PAI
a. Pengertian Hasil Belajar

16

b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar

17

c. Klasifikasi Hasil Belajar

21

3. Pendidikan Agama Islam
a. Pengertian Pendidikan Agama Islam

24

B. Hasil penelitian yang Relevan

25

C. Kerangka Berfikir

26

D. Hipotesis Penelitian

27

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian

30

B. Metode Penelitian dan Desain Penelitian

30

C. Populasi dan Sample

31

D. Prosedur Penelitian

32

E. Teknik Pengumpulan Data

34

F. Instrumen Penelitian

35

G. Teknik Pengolahan Data

38

H. Teknik Analisis Data Hasil Belajar

44

I. Hipotesis Statistik

48

BAB VI HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum SMP PGRI 1 Ciputat

49

B. Hasil Penelitian

54

C. Pembahasan

63

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan

65

B. Saran

66

DAFTAR TABEL
Tabel
Tabel 3.1 Desain Penelitian

31

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrument Hasil Belajar

36

Tabel 3.3 Kriteria Indeks Korelasi

40

Tabel 3.4 Kriteria Reliabilitas

41

Tabel 3.5 Indekstaraf Kesukaran Soal

43

Tabel 3.6 Klarifikasi Daya Pembeda

44

Tabel 3.7 Kategorisasi Perolehan Nilai Gain

47

Tabel 4.1 Rekapitulasi Ukuran Pemusatan dan Penyebaran Data Hasil Prettest dan
Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol
59
Tabel 4.2 Uji Normalitas

60

Tabel 4.3 Uji Homogenitas

60

Tabel 4.4 Hasil Uji-t

61

Tabel 4.5 Uji Kesamaan Dua Rata-rata Normal Gain

62

Tabel 4.6 Data Rata-rata N-gain Tes Hasil Belajar Siswa

63

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber
daya manusia (SDM) melalui kegiatan pengajaran. Kegiatan pengajaran tersebut
diselenggarakan pada semua satuan dan jenjang pendidikan yang meliputi wajib belajar
pendidikan dasar 9 tahun, pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Pengajaran
sebagai aktifitas oprasional kependdikan dilaksanakan oleh para tenaga pendidik yang
tugas utamanya mengajara. Menurut undang-undang No 2 tahun 1989 tentang sistem
pendidikan nasional, tenaga pendidik yang tugas utamanya mengajar itu adalah guru
untuk jenjang pendidikan dasar dan menengah dan dosen untuk jenjang pendidikan
tinggi. 1
Dalam proses belajar mengajar, guru berusaha untuk mentransfer pesan kepada
siswa. Namun untuk menghasilkan perubahan perilaku sebagaimana yang diharapkan
dalam proses pembelajaran tidaklah mudah. Karena untuk mendapatkan pemahaman
yang sama antara guru dengan siswa tentang makna pesan yang disampaikan bukanlah
suatu hal yang mudah. Oleh karena itu, guru sebagai ujung tombak dalam pencapaian
tujuan pendidikan perlu memilih strategi pembelajaran yang efektif dan efisien agar
mudah diterima oleh siswa.
Proses pembelajaran yang terjadi selama ini di sekolah dinilai monoton atau
membosankan karena guru menyampaikan informasi kepada anak didik hanya dengan
berbicara

(verbalisme).

Keterbatasan

komunikasi

dengan

kata-kata

sering

menimbulkan kesulitan dalam menyampaikan bahan pelajaran kepada anak didik.
Kadang guru tidak sadar sehingga maju terus dengan kata-kata yang diucapkannya
tanpa memperhatikan murid. Hal ini dapat mengakibatkan murid-murid menjadi pasif,
bahkan tidak jarang terjadi murid “mimpi di siang bolong”, mata dan telinga mengikuti
pelajaran, sedangkan ingatan mereka melayang-layang tidak menentu. Proses belajar
mengajar murid tidak hanya mempelajari hal-hal yang ada sekarang ini tetapi juga
1

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar Cet-1 (Jakarta: PT LOGOS, 1991), h.1.

1

2

peristiwa-peristiwa masa lampau. Penyampaian materi yang berasal dari pengalaman
nyata itu diperlukan pengganti yakni dengan mengikut sertakan media pengajaran
dalam proses belajar mengajar.2
Komunikasi memegang peranan penting dalam pengajaran. Agar komunikasi
antara guru dan siswa berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat
diterima siswa, guru perlu menggunakan media pengajara. Kegiatan belajar mengajar
melalui media terjadi bila ada komunikasi antara guru (sumber) dan murid (penerima).
Tugas media bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber
(pengajar) dan si penerima (siswa), namun lebih dari itu merupakan bagian yang
integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan lainnya,
saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.3
Dalam pembelajaran menggunaiakn media menuntut guru relative berbeda dari
pembelajaran konvensional. Agnew dan Kellram (1996) yang dikutip oleh Munir
mengemukakan bahwa elemen gambar digunakan untuk mendeskrpsikan sesuatu lebih
jelas. Gambar digunakan dalam presentasi atau penyajian multimedia karena lebih
menarik perhatian dan dapat mengurangi kebosanan dibandingankan dengan teks.4
Gambar sebagai media pendidikan akan berhasil dengan efektif, apabila disesuaikan
dengan faktor kematangan anak, tujuan yang akan dicapai dan teknik penggunaan dalam
situasi belajar.5
Grafis atau gambar merupakan alat visual yang penting dan mudah didapat.
Dikatakan penting sebab ia dapat mengganti kata verbal, mengkonkritkan yang abstrak,
dan mengatasi pengamatan manusia. Gambar membuat orang dapat menangkap ide atau
informasi yang terkandung di dalamnya dengan jelas, lebih jelas daripada yang
diungkapka dengan kata-kata.
Hasil belajar seseorang ditentukan oleh berbagai faktor yang mempengaruhinya.
Salah satu faktor yang ada di luar individu adalah tersedianya media pembelajaran yang
memberi kemudahan bagi individu untuk mempelajari materi pembelajaran, sehingga
2

Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, Cet. 1 (Jakarta: Ciputat Press, Juni

2002), h.5.
3

Asnawir dan Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran…, h.7-8.

4

Munir, Multimedia Konsep & Apliksi dalam Pendidikan, (Bandung: ALFABETA CV. 2012),

h.17

.
5

Oemar Hamalik, Media Pendidikan, (Bandung: Citra Aditya Bakti, 1994), h.68

3

menghasilkan belajar yang lebih baik. Selain itu juga gaya belajar atau learning style
merupakan suatu karakteristik kognitif, afektif dan perilaku psikomotoris, sebagai
indikator yang bertindak yang relatif stabil bagi pembelajar yang merasa saling
berhubungan dan bereaksi terhadap lingkungan belajar. 6
Selanjutnya hasil belajar digambarkan sebagai tingkat penguasaan siswa
terhadap sasaran belajar pada topik bahasan yang dieksperimenkan, yang diukur
berdasarkan pada jumlah skor jawaban benar pada soal yang disusun sesuai dengan
sasaran belajar.
Ada kemungkinan rendahnya nilai kompetensi siswa disebabkan oleh strategi
penyampaian pelajaran kurang tepat.Dalam hal ini guru mungkin kurang atau tidak
memanfaatkan sumber belajar secara optimal. Diantaranya guru dalam menyampaikan
pengajaran sering mengabaikan penggunaan media, padahal media itu berfungsi untuk
meningkatkan motivasi belajar siswa dan pada gilirannya akan meningkatkan mutu
pendidikan siswa.
Berdasarkan hasil observasi awal yang penulis lakukan di SMP PGRI 1 Ciputat,
diketahui bahwa model pembelajaran yang sering digunakan guru PAI adalah ceramah
dan pemberian tugas. Model pembelajaran ini menekankan peran guru yang lebih
dominan dibandingkan siswa selama proses belajar, sehingga siswa cenderung pasif dan
jenuh dalam belajar. Hal ini selanjutnya akan menyebabkan kurang optimalnya hasil
belajar siswa. Melihat kondisi tersebut, hendaknya guru menerapkan model
pembelajaran yang lebih variatif dan menuntut keterlibatan siswa secara aktif dalam
proses belajar untuk meningkatkan hasil belajarnya.
Oleh karena itulah dari latar belakang diatas, penulis merasa berminat dan
tertarik untuk meneliti bagaiman Pengaruh Penerapan Media Grafis terhadap Hasil
Belajar Siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP PGRI 1 Ciputat.
Dengan demikian penulis mengangkat permasalahan tersebut dalam bentuk
karya ilmiah dengan judul “PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA GRAFIS
(GAMBAR)

TERHADAP

HASIL

BELAJAR

SISWA

PADA

MATA

PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (Quasi Eksperimen kelas VIII-1
dan VIII-5 PGRI 1 Ciputat )

6

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h.89.

4

B. Identifikasi Masalah
Dari uraian latar belakang masalah diatas, masalah-masalah yang muncul,dapat
diidentifikasi sebagai berikut:
1. Kurangnya Minat siswa dalam belajar PAI
2. Pembelajaran PAI belum menggunakan Media.
3. Kurangnya komunikasi yang jelas antara Murid dan Guru

C. PembatasanMasalah
Agar lebih terarah dan terfokus, penulis membatasi permasalahan pada dua
titik fokus yaitu:
1. Hasil belajar siswa diukur dari hasil belajar pada ranah kognitif.
2. Penggunaan media grafis disini Pokok bahasan yang diukur hanya pada pembahasan
Perilaku Tercela.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas maka permasalahan ini dapat
dirumuskan:
1. Apakah terdapat perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan media gambar
dan yang tidak menggunakan media dalam mata pelajaran PAI

pada pokok

bahasan Perilaku Tercela.
2. Apakan penggunaan media gambar berpengaruh terhadap hasil belajar?

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah:
1. Untuk menguji apakah ada perbedaan hasil belajar siswa yang belajar
menggunakan media grafis dengan siswa yang tidak belajar dengan media pada
pelajaran PAI.
2. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan media gambar pada mata pelajaran
PAI terhadap hasil belajar siswa kelas VIII SMP PGRI 1 Ciputat.

5

F. Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah:
1. Menarik perhatian siswa supayah lebih giat membaca pelajaran PAI yang
disajikan berbentuk gambar.
2. Sebagai suatu kajian ilmiah yang dapat menambah khasanah pengetahuan
khususnya pagi penulis sendiri dan pada umumnya bagi para praktisi dunia
pendidikan.
3. Menyajikan suatu wawasan tentang pengaruh media grafis terhadap prestasi
belajar siswa.
4. Bagi guru, sebagai bahan masukan dalam upaya meningkatkan profesionalisme
khususnya dalam memanfaatkan metode dan media pembelajaran.
5. Memberikan peluang bagi siapa saja untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan
mendalam tentang hal yang sama dengan menggunakan teori-teori yang belum
digunakan dalam penelitian ini.
6. Dapat menjadi sumbangsih bagi para guru dan calon guru dalam mengajar
pendidikan agama terutama pada mata peajaran pendidikan Islam.

BAB II
KAJIAN TEORITIS

1. Hakikat Media Pembelajaran
1. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa Latin “Medius” yang secara harfiah berarti
tengah, perantara, atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan dari
pengirim ke penerima pesan.1 Tetapi secara lebih khusus, pengertian media dalam
proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media
juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan
pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa, sehingga dapat
terdorong terlibat dalam proses pembelajaran.
Menurut Heinich, dan kawan-kawan yang dikutip oleh Azhar Arsyad
mengemukakan istilah medium sebagai perantara yang mengantar informasi antara
sumber dan penerima. Jadi televisi, film, foto, radio, rekaman audio, gamabar yang
diproyeksikan, bahan-bahan cetakan, dan sejenisnya adalah media komunikasi. Apabila
media itu mebawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau
mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran.2
AECT

(Assosiation

of

Education

and

Communication

Technology,)

memberikan batasan media sebagai segala bentuk saluran yang dipergunakan untuk
menyampaikan pesan atau informasi. Sedangkan NEA (National Education Assosiation)
memberikan batasan media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak, audio
visual, serta peralatanya. Adapun batasan yang diberikan, ada persamaan diantara
batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk
menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,

1

Arief Sadiman, dkk. Media pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya,

(Jakarta: PT.RajaGrafindo), 2003, h.6
2

Azhar Arsyad, media pembelajaran,( Jakarta : Rajawali Pres, 2011),h.4.

6

7

perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses
belajar terjadi.3
Pada tahun 1975 Gagne dan Briggs yang dikutip oleh Azhar Arsyad
mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk
menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari buku, tape recorder, Kaset, Video
Kamera, Video Recorder, Film, Slide, Foto, Gambar Grafik, Televisi dan Komputer.
Dengan kata lain, media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang
mengandung materi instrksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa
untuk belajar.4
Oleh karena itu penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
sangat dianjurkan untuk mempertinggi kualitas pengajaran. Rudi Bertz yang dikutip
oleh Arief Sadiman mengidentifikasi ciri utama dari media menjadi tiga unsur pokok
yaitu:
1. Suara
2. Visual dan
3. Gerak
Visual sendiri dibedakan menjadi tiga golongan yaitu:
1. Gambar atau grafis,
2. Garis (line graphic)
3. Symbol.5
Beberapa jenis media pembelajaran yang biasa digunakan:
a. Gambar, diantaranya: sketsa, lukisan, dan photo.
b. Grafik diantaranya: grafik garis, grafik batang, grafik lingkaran dan grafik simbol.
c. Diagram
d. Bagan
e. Peta 6

3

Arief Sadiman, dkk. Media pendidikan pengertian, pengembangan, dan pemanfaatannya,…,

4

Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, …,h.5.

5

Arief Sadiman, dkk, Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Pemanfaatanya …, h.

6

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran,… h. 85.

h.7

20.

8

Dari berbagai Penjelasan di atas dapat dirumuskan bahwa media adalah segala
sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang
pikiran, dapat membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat
mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.

2. Fungsi Penggunaan Media
a. Sebagai penyaji stimulus informasi, sikap, dll
b. Untuk meningkatkan keserasiaan dalam penerimaan informasi
c. Juga untuk mengatur langkah-langkah kemajuan
d. Untuk memberikan umpan balik.
Menggunakan media dalam proses belajar mengajar mempunyai nilai-nilai
praktis sebagai berikut:
1. Media dapat mengatasi berbagai keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa atau
mahasiswa.
2. Media dapat mengatasi ruang kelas.
3. Media memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungan.
4. Media menghasilkan keseragamaan pengamatan.
5. Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis.
6. Media dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru.
7. Media dapat membangkitkan motivasi dan merangsiang siswa untuk belajar.
8. Media dapat memberikan pengalaman yang integral dari suatu yang konkrit sampai
kepada yang abstrak. 7

3. Pengertian Media Grafis (Gambar)
Media Grafis termasuk media visual. Sebagaimana halnya media yang lain
media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan.
Saluran yang dipakai menyangkut indra penglihatan. Pesan yang akan disampaikan
dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual. Secara khusus media grafis
berfungsi pula untuk menarik perhatian memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau

7

Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran …,.h. 13.

9

menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak
digrafiskan. 8

4. Fungsi Media Grafis (Gambar)
Pemanfaatan media pembelajaran ada dalam komponen metode mengajar
sebagai salah satu upaya untuk mempertinggi proses interaksi guru-siswa dan interaksi
siswa dengan lingkungan belajarnya. Oleh sebab itu fungsi utama dari media
pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang dipergunakan guru. Secara garis
besar fungsi utama penggunaan media gambar adalah :
a. Fungsi edukatif, artinya mendidik dan memberikan pengaruh positif pada
pendidikan
b. Fungsi sosial, artinya memberikan informasi yang autentik dan pengalaman
berbagai bidang kehidupan dan memberikan konsep yang sama kepada setiap
orang.
c. Fungsi ekonomis, artinya memberikan produksi melalui pembinaan prestasi kerja
secara maksimal.
d. Fungsi politis, berpengaruh pada politik pembangunan.
e. Fungsi seni budaya dan telekomunikasi, yang mendorong dan menimbulkan
ciptaan baru, termasuk pola usaha penciptaan teknologi kemediaan yang modern.
Fungsi-fungsi tersebut diatas terkesan masih bersifat konseptual. Fungsi praktis
yang dijalankan oleh media pengajaran adalah sebagai berikut :
1. Mengatasi perbedaan pengalaman pribadi pesrta didik, misalnya kaset video
rekaman kehidupan di luar sangat diperlukan oleh anak yang tinggal didaerah
pegunungan.
2. Mengatasi batas ruang dan kelas, misalnya gambar tokoh pahlawan yang
dipasang diruang kelas.
3. Mengatasi keterbatasan kemampuan indera
4.

Mengatasi peristiwa alam, misalnya rekaman peristiwa letusan gunung berapi
untuk menerangkan gejala alam.

8

h.29.

Arief Sadiman dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya …,

10

5. Menyederhanakan kompleksitas meteri.
6. Memungkinkan siswa mengadakan kontak langsung dengan masyarakat atau
alam sekitar.9
Gamabar yang bisa Digunkan tentu yang ada hubungannya dengan
pelajaran atau permasalahan yang sedang dihadapi. Guru harus dapat
mengarahkan minat siswa yang sedang melihat gambar untuk mendaptkan
jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam pikirannya. Gambar
harus dapat merangsang perhatian siswa agar siswa dapat memahami dan
mampu menciptakan gambar dapat lahir ide-ide kreatif siswa tentang
permasalahan yang dibicarakan.

5. Karakteristik Media Grafis (Gambar)
Gambar secara garis besar dapat dibagi pada tiga jenis:
a. Sketsa atau biasa disebut sebagai gambar garis (stick figura), yakni gambar
sederhana atau draft kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok suatu objek tanpa
detail.
b. Lukisan merupakan gambar hasil representasi simbolis dan artistik seseorang
tentang suatu objek atau situasi.
c. Photo yakni gambar hasil pemotretan atau photografi. 10
Menurut blogspot Muhammad Faiq Jenis-Jenis Media Gambar dalam
Pembelajaran diantaranya adalah:
1. Poster
Poster

adalah

media

pembelajaran

berbentuk

ilustrasi

gambar

yang

disederhanakan, dibuat dengan ukuran besar, bertujuan menarik perhatian, dan isi atau
kandungannya berupa bujukan, memotivasi, atau mengingatkan suatu gagasan pokok,
fakta atau peristiwa tertentu. Gagasan tadi disampaikan dengan kata-kata singkat namun
padat dan jelas.
2. Kartun
9

Budiono, dkk, http://tpcommunity05.blogspot.com/2008/05/strategi-memanfaatkan-media-

gambar.html, 05 oktoer 2013.
10

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada Press, 2008), h. 85.

11

Kartun merupakan sebuah media unik untuk mengemukakan gagasan. Kartun
dapat digunakan sebagai media pembelajaran karena dapat dipakai untuk memotivasi
siswa dan memberikan ilustrasi secara komunikatif. Kartun dibuat dalam bentuk lukisan
atau karikatur.
3. Komik
Komik adalah media pembelajaran berbentuk gambar selain kartun yang juga
bersifat unik. Bedanya, pada komik terdapat karakter yang memerankan suatu cerita
dalam urutan (rangkaian seri). Komik memiliki keunggulan tersendiri sebagai media
pembelajaran dalam bentuk gambar, karena komik sangat akrab dengan keseharian
siswa.
4. Gambar Fotografi
Gambar fotografi merupakan media pembelajaran yang sangat mudah dibuat
pada era digital sekarang ini. Berbagai macam gadget yang ada di sekitar kita biasanya
dilengkapi dengan fitur kamera yang memungkinkan kita membuat gambar fotografi.
Gambar fotografi karena langsung berisi foto nyata objek atau situasi atau peristiwa,
maka ia merupakan media pembelajaran gambar yang sangat realistik (konkret).
5. Bagan
Bagan adalah kombinasi media grafis dan foto yang dirancang untuk
memvisualisasikan suatu fakta pokok atau gagasan dengan cara yang logis dan teratur.
Fungsi utama bagan sebagai media gambar adalah untuk memperlihatkan hubungan,
perbandingan, jumlah relatif, perkembangan, proses, klasifikasi, dan organisasi.
6. Diagram
Diagram adalah gambar yang digunakan untuk media pembelajaran dalam
bentuk gambaran sederhana yang dibuat dengan tujuan memperlihatkan bagian-bagian,
atau hubungan timbal balik, biasanya dengan menggunakan garis-garis dan keterangan
bagian atau hubungan yang ingin ditunjukkan.
7. Grafik

12

Grafik adalah media gambar untuk tujuan penyajian data berupa angka-angka.
Grafik memberikan informasi inti suatu data, berupa hubungan antar bagian-bagian
data. Ada bermacam-macam bentuk media gambar grafik yang dapat disajikan sebagai
media pembelajaran kepada siswa, misalnya grafik garis, grafik batang, grafik
lingkaran, dan grafik bergambar. Setiap jenis grafik mempunyai kekhususan dalam hal
jenis data yang ditampilkan.11

6. Kelebihan dan Kelemahan Media Grafis (Gambar)
Kelebihan Media Grafis adalah:
a. Sifatnya konkrit
b. Gambar dapat membatasi ruang dan waktu.
c. Gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan panca indera kita.
d. Memperjelas suatu sajian masalah dalam bidang apa saja dan untuk usia berapa
saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahan pemahaman.
e. Media gambar, lebih murah harganya, mudah didapat dan digunakan.
f. Dapat mempermudah dan mempercepat pemahaman siswa terhadap pesan yang
disajikan.
g. Dapat dilengkapi dengan warna-warna sehingga lebih menarik perhatian siswa.
Kelemahan Media Grafis adalah:
1. Gambar hanya menekankan persepsi indra mata
2. Gambar benda yang terlalu komplek kurang efektif untuk kegiatan
pembelajaran
3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

11

A.k.a.

Suhadi

Mukhan

(Guru

IPA

SMPN

4

Amuntai,

Kalimantan

http://penelitiantindakankelas.blogspot.com/2013/01/media-gambar-dalam-pembelajaran.html
05/12/1013.

Selatan),

13

4. Membutuhkan keterampilan khusus dalam pembuatannya, terutama untuk
grafis yang lebih kompleks.12
Media cetakan dan grafis di dalam proses belajar mengajar paling banyak
dan paling sering digunakan. Media ini termasuk kategori media visual non
proyeksi yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari pemberi ke penerima
pesan (dari guru kepada siswa). Pesan yang dituangkan dalam bentuk tulisan,
huruf-huruf, gambar-gambar dan simbol.
Menurut Oemar Hamalik penggunaan media gambar akan efektif apabila
gambar disesuikan dengan tingkatan anak, baik dalam hal besarnya gambar,
detail, warna, dan latar belakang yang perlu untuk penafsiran dijadikan alat untk
pengalamaan kreatif untuk memperkaya fakta dan memperbaiki kekurang
jelasan. Ini merupakan kelebihan media gambar. Akan tetapi ada juga
kelemahannya yaitu media gambar menjadi tidak efektif apabila terlalu sering
digunakan dalam satu waktu tertentu. Gambar sebaiknya disusun menurut urutan
tertentu dan dihubungkan dengan masalah yang luas. Gambar-gambar dapat
digunakan untuk suatu maksud dalam hubungan dengan suatu pembelajaran,
memberikan pengalaman dalam bahasa, ilustrasi, menjelaskan konsep-konsep
dan sebagainya. 13

B. Hakekat Hasil Belajar PAI
1. Pengertian Hasil Belajar
Menurut Dimyati dan Mujiono, hasil belajar merupakan proses untuk
menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan/atau pengukuran hasil
belajar. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh
siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, dimana tingkat keberhasilan
tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata atau simbol. 14

12

Arief Sadiman dkk, Media Pendidikan pengertian, pengembangan dan pemanfaatannya …,

13

Oemar Hamalik, Media Pendidikan,…h.66.

14

Dimyati dan Mujiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta:PT Rineka Cipta,2002), h.200.

h.29.

14

Tes hasil belajar kadang-kadang disebut juga tes prestasi belajar, mengukur
hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dalam kurun waktu tertentu. Menurut waktunya
dibedakan dalam rentang: satu pertemuan (tes akhir pertemuan), satu pokok bahasan
(tes akhir pokok bahasan), satu minggu (tes mingguan), setengah catur wulan/semester
(tes akhir catur wulan/ tengah semester), satu cawu atau satu semester (tes akhir catur
wulan/ akhir semester), satu jenjang pendidikan (tes atau ujian akhir pendidikan). Tes
hasil belajar juga dibedakan menurut materi yang diukur, sesuai dengan nama-nama
mata pelajaran atau bidang studi yang dipelajari, seperti tes: matematika, kimia, biologi,
bahasa, sejarah, geografi, dll.
Menurut tujuan atau fungsinya tes hasil belajar ini juga dibedakan antara tes
diagostik, penempatan, formatif, dan sumatif. Tes diagnostik ditujukan untuk
mengukur/mendiagnosis kelemahan atau kekurangan siswa dan digunakan untuk
memberikan perbaikan. Tes penempatan mengukur penguasaan atau keunggulan siswa,
digunakan untuk menempatkan siswa sesuai dengan tingkat penguasaan atau
keunggulannya. Tes formatif mengukur tingkat penguasan siswa dan posisinya baik
antar teman sekelas maupun dalam penguasaan target materi. Hasil tes formatif
digunakan untuk perbaikan program atau proses pembelajaran. Tes sumatif ditujukan
mengukur penguasaan siswa pada akhir periode pendidikan, akhir cawu, semester atau
tahun, dan digunakan untuk mengukur keberhasilan belajar siswa dalam periode waktu
tersebut. 15
Dari penjelasan diatas dapat saya simpulkan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menenrima pengalaman belajar.
Hasil belajar ini digunakan guru untuk dijadikan ukuran atau kriteria dalam mencapai
suatu tujuan pendidikan. Hal ini biasa tercapai apa bila siswa sudah memahami belajar
kemudian diiringi dengan perubahan tingkah laku yang lebih baik. .
2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Berhasil atau tidaknya belajar itu tergantung pada beberapa faktor, adapun
faktor-faktor tersebut dapat dibedakan menjadi golongan.

15

h. 223.

Nana Syaodih S, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung, PT. Remaja Rosdakarya, 2012),

15

a. Faktor internal (faktor dalam dari diri siswa), yakni kondisi atau kondisi jasmani dan
rohani siswa.
b. Faktor eksternal (faktor dari luar siswa ), yakni kondisi lingkungan disekitar siswa
c. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yakni jenis upaya belajar siswa
yang meliputi strategi dan model yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan
pembelajaran materi pelajaran.16
Menurut Yudhi Munadi Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil
Belajar diantaranya:
1) Faktor Internal
a. Faktor fisiologis
Secara umum kondisi fisiologis, seperti kesehatan yang prima, tidak
dalam keadaan lelah dan capek, tidak dalam keadaan cacat jasmani dan
sebagainya, semuanya akan membantu dalam hasil belajar. Siswa yang
kekurangan gizi misalnya, ternyata kemampuan belajarnya berada di bawah
siswa-siswa yang tidak kekurangan gizi, sebab mereka yang kekurangan gizi
pada umumnya cenderung cepat lelah dan capek, cepat ngantuk dan akhirnya
tidak mudah dalam menerima pelajaran.
Demikian juga kondisi saraf pengontrol kesadaran dapat berpengaruh
pada hasil belajar siswa. Misalnya, seorang yang minum minuman keras akan
kesulitan untuk melakukan proses belajar, karena saraf pengontrol kesadarannya
terganggu. Bahkan, perubahan tingkah laku akibat pengaruh minuman keras
tersebut, tidak bisa dikatakan perubahan tingkah laku hasil belajar.17

a. Faktor Psikologis
Setiap manusia atau anak didik pada dasarnya memiliki kondisi
psikologis yang berbeda-beda. Beberapa faktor psikologis yang dapat diuraikan
diantaranya meliputi intelegensi, perhatian, minat, dan bakat, motif dan
motivasi, dan kognitif dan daya nalar.

16

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 2005), h. 130.

17

Yudhi Munadi. Media Pembelajaran,… h. 24.

16

Pertama, intelegensi. Mengartikan intelegensi sebagai kemampuan
menghadapi dan menyesuaikan diri terhadap situasi baru secara cepat dan
efektif, kemampuan menggunakan konsep abstrak secara efektif dan
kemampuan memahami pertalian-pertalian dan belajar dengan cepat sekali.
Kedua, Perhatian. Perhatian adalah keaktifan jiwa yang dipertinggi, jiwa
semata-mata tertuju kepada suatu obyek ataupun sekumpulan obyek.
Ketiga minat dan bakat. Minat diartikan oleh Higard sebagai
kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan mengenang beberapa
kegiatan. Bakat adalah kemampuan untuk belajar.
Keempat, motif dan motivasi. Motif diartikan sebagai daya upaya yang
mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam konsep pembelajaran,
motivasi berarti seni mendorong siswa untuk melakukan kegiatan belajar
sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Kelima, kognitif dan daya nalar. Pembahasan mengenai hal ini meliputi
tiga hal, yakni persepsi, mengingat dan berpikir. Persepsi adalah penginderaan
terhadap suatu kesan yang timbul dalam lingkungannya. Mengingat adalah suatu
aktivitas kognitif, dimana seseorang menyadari bahwa pengetahuannya berasal
dari masa yang lampau atau berdasarkan kesan-kesan yang diperoleh melalui
pengalamannya di masa lampau. Sedangkan nalar adalah kekuatan mental yang
berkaitan dengan pembentukan kesimpulan dan penilaian.

2) Faktor Eksternal
a. Faktor Lingkungan
Kondisi lingkungan juga mempengaruhi proses dan hasil belajar.
Lingkungan ini dapat berupa lingkungan fisik atau alam dan dapat pula berupa
lingkungan sosial.
Lingkungan alam misalnya keadaan suhu, kelembaban, kepengapan udara,
dan sebagainya. Lingkungan sosial baik berupa wujud manusia maupun hal-hal
lainnya, juga dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Seringkali guru dan para
siswa terganggu oleh obrolan orang-orang yang berada di luar, hiruk pikuk
lingkungan sosial seperti suara mesin pabrik, lalu lintas, gemuruhnya pasar dan lainlain juga akan berpengaruh terhadap proses dan hasil belajar.

17

b. Faktor instrumental
Faktor-faktor

instrumental

adalah

faktor

yang

keberadaan

dan

penggunaannya dirancang sesuai dengan hasil belajar yang diharapkan. Faktorfaktor instrumental ini dapat berupa kurikulum, sarana dan fasilitas, dan guru.18
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses dan hasil belajar yang meliputi
faktor internal dan eksternal diatas bila dikemukakan akan tampak seperti pada
bagan berikut:

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Proses dan Hasil Belajar

(Sumber: Yudhi Munadi, 2008)

3. Klasifikasi Hasil Belajar

18

Yudhi Munadi. Media Pembelajaran .., h. 26-32.

18

Dalam sistem pendidikan nasional rumusan tujuan pendidikan, baik tujuan
kurikuler maupun tujuan instruksional menggunakan klasifikasi hasil belajar dari
Benyamin Bloom yang secara garis besar membaginya dalam tiga ranah, yakni ranah
kogtiitif,

ranah afektif, dan ranah psikomotoris.

1. Ranah Kogintif
Ranah kognitif yang berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari
enam aspek, yakni pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis,
dan evaluasi. Kedua aspek pertama disebut kognitif tingkat rendah dan keempat aspek
berikutnya termasuk kognitif tingkat tinggi.
a. Tingkat Pengetahuan (Knowledge). Pengetahuan di sinі diartikan kemampuan
seseoarng dalam menghafal atau mengingat kembali atau mengulang kembali
pengetahuan yang pernah diterimanya. Contoh. Siswa dapat menyebutkan kembali
bagan-bagan geometri yang berdimensi tiga.
b. Tingkat Pemahaman (Comprehension). Pemahaman di sini diartikan kemampuan
seseorang dalam mengartikan, menafsirkan menerjemahkan atau menyatakan
sesuatu dengan caranya sendiri tentang pengetahuan yang pernah diterimanya.
Contoh: Siswa dapat menjelaskan dengan kata-katanya sendiri tentang perbedaan
bangun geometri yang berdimensi dua dan berdimensi tiga.
c. Tingkat Penerapan (Application). Penerapan di sini diartikan kemampuan
seseorang dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan
sehari-hari. Contoh. Siswa dapat menentukan salah satu sudut dari suatu segitiga
jika diketahui sudut-sudut lainnya.
d. Tingkat Analisis (Analysis). Analisis di sini diartikan kemampuan seseorang dalam
menggunakan pengetahun dalam memecahkan berbagai masalah yang timbul
dalam kehidupan sehari-hari. Contoh. Siswa dapat mengolah data mentah melalui
statistik, sehingga dapat diperoleh harga-harga range, interval kelas dan standar
deviasinya.
e. Tingkat Sintesis (Synthesis). Sintesis di sini diartikan kemampuan seseorang
dalam mengaitkan dan menyatukan berbagai elemen dan unsur pengetahuan yang
ada sehingga terbentuk pola baru yang lebih menyeluruh. Contoh. Siswa dapat
menyusun rencana belajar masing-masing sesuai dengan kebijakan yang berlaku di
sekolah.

19

f. Tingkat Evaluasi (Evaluation). Evaluasi di sini diartikan kemampuan seseorang
dalam membuat perkiraan atau keputusan yang tepat berdasarkan kriteria atau
pengetahuan yang dimilikinya. Contoh. Siswa dapat menilai kualitas kemampuan
pemikiran temannya berdasarkan kemampuan dirinya.

2. Ranah Afektif
Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek, yakni
penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi, dan internalisasi. Secara lebih
rinci akan dijelaskan pada pembahasan dibawah ini :
a. Penerimaan, yang mencakup kepekaan tentang hal tertentu dan kesediaan

memperhatikan hal tersebut. Misalnya, kemampuan mengakui adanya perbedaanperbedaan.
b. Partisipasi, yang mencakup kerelaan, kesediaan memperhatikan, dan berpartisipasi

dalam suatu kegiatan. Misalnya, mematuhi aturan, dan berpartisipasi dalam suatu
kegiatan.
c. Penilaian dan penentuan sikap, yang mencakup menerima suatu nilai, menghargai,

mengakui, dan menentukan sikap. Misalnya, menerima suatu pendapat orang lain.
d. Organisasi, yang mencakup kemampuan membentuk suatu sistem nilai sebagai

pedoman dan pegangan hidup. Misalnya, mendapatkan nilai dalam suatu skala
nilai dan dijadikan pedoman bertindak secara bertanggung jawab.
e. Pembentukan pola hidup, yang mencakup kemampuan menghayati nilai dan

membentuknya menjadi pola nilai kehidupan pribadi. Misalnya, kemampuan
mempertimbangkan dan menunjukkan tindakan yang berdisiplin.

3. Ranah Psikomotorik
Ranah psikomotorik berkenaan dengan hasil belajar keterampilan dan
kemampuan bertindak. Ada enam aspek ranah psikomotorik, yakni :
a. Persepsi, berkenaan dengan penggunaan indera dalam melakukan kegiatan. Seperti
mengenal keruskan mesin dari suaranya yang sumbang, atau menghubungkan suara
musik dengan tarian tertentu.

20

b. Kesiapan, yang mencakup kemampuan penempatan diri dalam keadaan di mana
akan terjadi suatu gerakan atau rangkaian gerakan. Kemampuan ini mencakup
jasmani dan rohani. Misalnya, posisi star lomba lari.
c.

Gerak terbimbing,

mencakup kemampuan melakukan gerakan sesuai contoh, atau

gerakan peniruan. Misalnya, meniru gerak tari, membuat lingkaran di atas pola.
d.

Gerakan yang terbiasa,

mencakup kemampuan melakukan gerakan-gerkan tanpa

contoh. Misalnya, melakukan lompat tinggi dengan tepat.
e.

Gerakan

kompleks,

yang mencakup

kemampuan

melakukn

gerakan

atau

keterampilan yang terdiri dari banyak tahap, secara lancar, efisien, dan tepat.
Misalnya, bongkar-pasang peralatan secara tepat.
f.

Penyesuaian pola gerakan,

yang mencakup kemampuan mengadakan perubahan dan

penyesuaian pola gerak-gerik dengan persyaratan khusus yang berlaku. Misalnya,
keterampilan bertanding.
g.

Kreativitas,

mencakup kemampuan melahirkan pola gerak-gerak yang baru atas

dasar prakarsa sendiri. Misalnya, kemampuan membuat tari kreasi baru.19
C.

Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Pendidikan Agama Islam
Untuk mengetahui tentang pengertian Pendidikan Agama Islam terlebih dahulu
dikemukakan pengertian pendidikan dari segi etimologi dan terminologi. Dari segi
etimologi atau bahasa, kata pendidikan berasal kata “didik” yang mendapat awalan pedan akhiran -an sehingga pengertian pendidikan adalah sistem cara mendidik atau
memberikan pengajaran dan peranan yang baik dalam akhlak dan kecerdasan berpikir.20
Pendidikan Agama Islam berkenaan dengan tanggung jawab bersama. Oleh
sebab itu usaha yang secara sadar dilakukan oleh guru mempengaruhi siswa dalam
rangka pembentukan manusia beragama yang diperlukan dalam pengembangan

19

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2011), h.49-

59. (bisa dilihat juga di Sukardi Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Oprasionalnya h.74-78).
20

h. 250.

W.J.S. Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta : PN Balai Pustaka,1984),

21

kehidupan beragama dan sebagai salah satu sarana pendidikan nasional dalam rangka
meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.21
Tayar Yusuf yang dikutip oleh Abdul Majid dkk mengartikan pendidikan agama
sebagai usaha sadar generasi tua untuk mengalihkan pengalaman, pengetahuan,
kecakapan dan keterampilan kepada generasi muda agar kelak menjadi manusia
bertakwa kepada Allah SWT.22 Omar Muhammad al-toumy al-syaibany menyatakan
bahwa dasar pendidikan islam identik dengan dasar tujuan islam. Keduanya berasal dari
sumber yang sama yaitu al-Quran dan Hadis. 23
Dalam buku Muhaimin pendidikan islam adalah sistem pendidikan yang islami,
yang memiliki komponen-komponen yang secara keseluruhan mendukung terwujudnya
sosok muslim yang diidealkan, atau pendidikan yang teori-teorinya disusun berdasarkan
Al-Quran dan Hadis. 24
Dari beberapa definisi di atas, maka dapat diambil pengertian bahwa yang
dimaksud Pendidikan Agama Islam adalah suatu aktivitas atau usaha-usaha tindakan
dan bimbingan yang dilakukan secara sadar dan sengaja serta terencana yang mengarah
pada terbentuknya kepribadian anak didik yang sesuai dengan norma-norma yang
ditentukan oleh ajaran agama.
Pendidikan Agama Islam juga merupakan upaya sadar dan terencana dalam
menyiapkan peserta didik untuk mengenal, memahami, menghayati, hingga mengimani,
bertaqwa, dan ber akhlak mulia dalam mengamalkan ajaran agama Islam dari sumber
utamanya yaitu kitab suci Al-Quran dan Al-Hadits, melalui kegiatan bimbingan
pengajaran, latihan, serta penggunaan pengalaman.

21

Zakiah Daradjad, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta : Bumi Aksara, 1995),

22

Abdul Majid dkk, Pendidikan Agama Islam Berbasis Kompetensi, (Bandung, PT. Remaja

h. 172.

Rosdarya, 2004) h.130.
23
24

Jalaluddin, Teologi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2002) h. 82.
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Raja Grafindo

Persada, 2009) h. 6.

22

D. Hasil penelitian yang Relevan

Sebagai bahan penguat penelitian tentang pengaruh media grafis terhadap hasil
belajar PAI siswa, penulis mengutip beberapa penelitian yang relevan di antaranya:
1. Nur Hikmah (2008) dalam skripsinya yang berjudul pengaruh penggunaan media
grafis kartun terhadap hasil belajar matematika siswa. Memberikan kesimpulan
bahwa hasil belajar matematika antara siswa yang diajar dengan menggunakan
media grafis kartun lebih baik dari hasil belajar matematika siswa yang diajar tidak
menggunakan media grafis kartun.
2. Lina Rahmawati (2008) dalam skripsinya yang berjudul pengaruh penggunaan
media gambar kartun terhadap hasil belajar siswa. Memberikan kesimpulan
pembelajaran menggunakan media gambar kartun dalam pembelajara fisika dalam
sub pokok bahasan usaha dan daya pada kelompok eksperimen ada pengaruhnya
dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibanding kelompok kontrol yang dalam
pembelajaran tidak menggunakan media gambar kartun. Artinya, pemberian media
gambar dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.

E. Kerangka Berfikir

Berdasarkan kajian teoritis sebagaiman telah dipaparkan dimuka, maka dalam
penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran
sebagi berikut:
Proses pembelajaran PAI yang tidak menarik membuat siswa merasa jenuh dan
bosan. Hal tersebut tentunya menjadi bahan evaluasi bagi para guru atau pengajar untuk
memberikan bentuk pengajaran yang berbeda dalam rangka meningkatkan minat dan
motivasi siswa dalam belajar PAI. Dalam hal ini guru memiliki peran yang cukup
penting, bagaimana mengidentifikasi masalah menjadi lebih spesifik dan menemukan
solusi yang terbaik dalam pnyelesaian masalah tersebut.
Di era modern seperti ini perkembangan ilmu teknologi sangat pesat. Ada
beragam media yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan secara
khusus pembelajaran PAI. Tentunya pemilihan media tersebut haruslah tepat dan

23

efektif. Guru harus betul-betul memahami media pembelajaran yang digunakan dan
memiliki kemampuan mengolah media tersebut. Agar tujuan pembelajaran benar-benar
tercapai.
Proses pembelajaran yang disesuaikan dengan perkembangan teknologi yang
terus berkembang diharapkan dapat memberi pengaruh yang besar terhadap proses
penyerapan materi atau pemahaman siswa, sehingga diharapakan hasil belajar PAI
siswa semakin baik.
Pembelajaran PAI berbentuk med

Dokumen yang terkait

"PENGARUH LINGKUNGAN SEKITAR SEOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR PESETA DIDIK PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS X-l SMA 2 MEI TANGERANG SELATAN",

6 103 116

Pengaruh kedisplinan guru terhadap prestasi belajar siswa pada pendidikan agama islam di SMP PGRI I Ciputat

4 16 103

Pengaruh pendekatan contextual teaching and learning (CTL) melalui metode eksperimen terhadap hasil belajar siswa : quasi eksperimen di SMP Negeri 6 kota Tangerang Selatan

0 4 182

Pengaruh Penggunaan Media Gambar Kartun Terhadap Hasil Belajar Ips Pada Siswa Kelas Viii Smp Al-Amanah, Setu Tangerang Selatan

2 23 191

Efektifitas penggunaan media audio visual terhadap keberhasilan belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam di SMK al-Hidayah Lebak Bulus

1 37 93

Pengaruh pemanfaatan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa(kelas II SMP YAPIA Ciputat

0 4 127

Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Geografi (Penelitian Quasi Eksperimen Pada Kelas X di SMAN 8 Kota Tangerang Selatan)

2 28 299

Pengaruh pembelajaran matematika dengan pendekatan problem centered learning terhadap hasil belajar matematika siswa : quasi eksperimen di SMP Pgri 1 ciputat

1 8 160

pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw terhadap tingkat pemahaman siswa tentang materi zakat pada mata pelajaran pendidikan agama islam (Penelitian Quasi Eksperimen di Kelas VIII SMP Sulthan Bogor Tahun Ajaran 2015/2016)

1 10 154

PENGARUH PENGGUNAAN METODE DISKUSI TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KELAS VII DI SMP AL HIKMAH SURABAYA.

0 0 161

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23