Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan Perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan Identifikasi risiko

2 Tindakan yang sesuai diambil terkait dengan tingkah laku menyimpang dari pegawai departures from policy and remedial checks. 3 Kelayakan dan kriteria retensi dan promosi serta teknik informasi terkait dengan aturan perilaku dan pedoman lainnya retention and promotion criteria.

2.2.2. Penilaian Resiko Manajemen

Menurut Singleton 2007 “perusahaan harus melakukan penilaian resiko risk assessment untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengelola resiko yang berkaitan dengan pelaporan keuangan”. Penilaian resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan dan desain serta implementasi aktivitas pengendalian yang ditujukan untuk mengurangi resiko tersebut pada tingkat minimum untuk mermpertimbangkan biaya dan manfaatnya. Tujuan manajemen mengadakan penilaian resiko adalah untuk menentukan bagaimana cara mengatasi resiko yang telah di identifikasi. Urutan-urutan penilaian risiko dapat dibagi ke dalam beberapa tahapan, yaitu:

2.2.2.1. Perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan

Agar perumusan tujuan organisasi secara keseluruhan dapat berjalan secara efektif, maka organisasi harus melakukan hal-hal berikut: 1 Organisasi harus merumuskan tujuan dan menjadikannya sebagai pedoman dalam penetapan arah dan kegiatan. 2 Tujuan organisasi telah dikomunikasikan secara efektif kepada seluruh jenjang organisasi dan telah memperoleh masukan yang signifikan dalam proses pengkomunikasian tujuan organisasi. Universitas Sumatera Utara 3 Tujuan organisasi sejalan dengan kegiatan strategis yang dilakukan oleh organisasi tersebut. 4 Organisasi telah merumuskan rencana penilaian risiko yang relevan terhadap tujuan organisasi dan terhadap risiko yang mungkin timbul yang datang dari faktor internal maupun eksternal.

2.2.2.2. Perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan

Agar perumusan tujuan organisasi pada tingkat kegiatan efektif, maka organisasi harus menyusun program organisasi dengan syarat: 1 Sejalan dengan tujuan rencana strategis organisasi; 2 Saling melengkapi dengan pemberdayaan kegiatan lain dan tidak saling bertentangan satu dengan yang lain; 3 Sejalan dengan kegiatan yang dilaksanakan oleh unit-unit kerja yang terdapat dalam organisasi tersebut; 4 Harus dapat diukur; 5 Harus didukung dengan sumber daya yang memadai; dan 6 Pimpinan harus merumuskan faktor-faktor kunci keberhasilan untuk mencapai tujuan program organisasi.

2.2.2.3. Identifikasi risiko

Pendekatan strategis untuk menilai suatu risiko sangat tergantung pada identifikasi risiko terhadap tujuan utama organisasi. Risiko yang relevan terhadap tujuan organisasi harus diperhatikan dan dievaluasi. Mengidentifikasikan risiko tidak hanya penting dalam melakukan proses identifikasi risiko, tetapi juga penting untuk Universitas Sumatera Utara mengalokasikan sumber-sumber daya untuk menyikapi risiko dimaksud. Dalam melakukan identifikasi risiko, hal-hal yang menjadi titik perhatian adalah: 1 Pimpinan organisasi menggunakan metode identifikasi risiko yang memadai. 2 Terdapat mekanisme yang memadai dalam mengidentifikasikan risiko yang timbul dari faktor internal dan eksternal. 3 Terdapat mekanisme yang memadai dalam mengidentifikasi faktor-faktor yang mendorong meningkatnya risiko yang timbul. 4 Terdapat mekanisme yang memadai dalam mengidentifikasi ketidaksesuaian antara program dan tujuan organisasi.

2.2.2.4. Analisis risiko

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 1017 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

17 286 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 228 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

2 162 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 223 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 295 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 281 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

5 161 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

7 292 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 323 23