Pengaruh Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar dan Kemauan Membayar Masyarakat Kota Medan Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah

 

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN, KEMAMPUAN
MEMBAYAR DAN KEMAUAN MEMBAYAR
MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP
PENERIMAAN RETRIBUSI SAMPAH

TESIS

Oleh

SITI SAHARA AZHAR
097017019/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN, KEMAMPUAN
MEMBAYAR DAN KEMAUAN MEMBAYAR
MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP
PENERIMAAN RETRIBUSI SAMPAH

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Sains
dalam Program Studi Akuntansi pada Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara

Oleh

SITI SAHARA AZHAR
097017019/Akt

SEKOLAH PASCASARJANA
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

 
Universitas Sumatera Utara

 

Judul Tesis

:

Nama Mahasiswa
Nomor Pokok
Program Studi

:
:
:

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN, KEMAMPUAN
MEMBAYAR
DAN
KEMAUAN
MEMBAYAR
MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP PENERIMAAN
RETRIBUSI SAMPAH
Siti Sahara Azhar
097017019
Akuntansi

 
 

Menyetujui
Komisi Pembimbing,

(Prof. Erlina, S.E., M.Si, Ph.D, Ak.)
Ketua

(Drs. Rasdianto, MA, Ak.)
Anggota

Ketua Program Studi,

Direktur,

(Prof.Dr. Ade Fatma Lubis,MAFIS,MBA, CPA.)

(Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)

 
 

Tanggal lulus : 15 Agustus 2011

 
Universitas Sumatera Utara

 

Telah Diuji pada
Tanggal : 15 Agustus 2011

Panitia Penguji Tesis :
Ketua

: Prof. Erlina, S.E., M.Si, Ph.D, Ak.

Anggota : 1. Drs. Rasdianto, MA, Ak.
2. Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA
3. Dra. Sri Mulyani, MBA, Ak
4. Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si.,Ak.

 
Universitas Sumatera Utara

 

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan tesis yang berjudul : “Pengaruh Tingkat
Pelayanan, Kemampuan Membayar dan Kemauan Membayar Masyarakat Kota
Medan Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah”
Adalah benar hasil kerja saya sendiri dan belum dipublikasikan oleh
siapapun sebelumnya. Sumber-sumber data dan informasi yang digunakan telah
dinyatakan secara benar dan jelas.

Medan, 15 Agustus 2011
Yang membuat pernyataan :

(Siti Sahara Azhar)
 

 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN, KEMAMPUAN MEMBAYAR DAN
KEMAUAN MEMBAYAR
MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP
PENERIMAAN RETRIBUSI SAMPAH

ABSTRAK

Pelayanan pengelolaan sampah diharapkan dapat dibiayai sendiri dari hasil
penerimaan retribusinya. Namun telah terjadi penurunan hasil penerimaan retribusi
sampah di Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir ini. Fenomena ini menarik
untuk diteliti, sehingga dapat diberikan masukan kepada dinas terkait, maupun
Pemerintah Kota dalam membuat kebijakan mengenai pelayanan pengelolaan
sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa faktor, berupa
tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar terhadap
penerimaan retribusi sampah di Kota Medan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan memakai
model analisis regresi linier berganda dalam pengujian hipotesisnya, baik secara
simultan maupun parsial. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada
para Mandor/Pengutip. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang, di
mana 104 orang di antaranya dijadikan sebagai sampel, sementara 35 orang dipilih
sebagai responden dalam Pilot Study. Dari 104 kuesioner yang didistribusikan, hanya
100 kuesioner yang memenuhi syarat untuk diolah lebih lanjut.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan variabel
tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar berpengaruh
positif dan signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah. Dalam pengujian secara
parsial ditemukan bahwa variabel kemampuan membayar menunjukkan pengaruh
yang signifikan tetapi negatif terhadap penerimaan retribusi sampah. Sementara
variabel tingkat pelayanan dan kemauan membayar masing-masing berpengaruh
positif signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah.

Kata Kunci: Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar, Kemauan Membayar,
Penerimaan Retribusi Sampah.

 
Universitas Sumatera Utara

 

THE INFLUENCE OF SOLID WASTE LEVEL OF SERVICE, ABILITY TO
PAY, AND WILLINGNESS TO PAY OF MEDAN CITIZENT ON THE
AMOUNT OF SOLID WASTE RETRIBUTION

ABSTRACT

Solid waste management service is expected be financed by solid waste
retribution receipts. However, the amount of solid waste retribution receipts in Medan
City are going down during the current years. This phenomenon is interesting to
search, in order to provide some inputs to the related governmental unit as well as to
the city of government in preparing policies about solid waste management services.
This research is intended to examine the influence of some factors, e.g. solid waste
level of service, ability to pay, and willingness to pay on the amount of solid waste
retribution receipts in Medan City.
The predictive or associative research method used in this matter and
hypotheses testing, either to test a simultaneously or partially association is excecuted
by using a multiple regression analysis model. Data was collected by distributing
questionnaires to all Foremen/Collectors of Dinas Kebersihan Medan. The amount of
population are 139, where 104 Foremen/Collectors were chosen as a sample, while 35
were chosen as respondents on Pilot Study. From 104 distributed quesionnaires only
100 of them are acceptable for further analysis.
The result of hypotheses testing showed that solid waste level of service,
ability to pay, and willingness to pay are simultaneously significant influence on the
amount of solid waste retribution receipts in a positive way. In testing partially
influences, it is found that the ability to pay variable has negatively significant
influence on the amount of solid waste retribution receipts. On the other hand, solid
waste level of service and willingness to pay variables have positively significant
influence on the amount of solid waste retribution receipts.

Key words: Solid waste level of service, Ability to Pay, Willingness to Pay, Solid
waste Retribution Receipts

 
Universitas Sumatera Utara

 

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahiim
Alhamdulillahirabbil’alamiin, dengan segala kerendahan hati, penulis
mengucapkan puja dan puji syukur kehadirat Allah Swt Yang Maha Pengasih, Maha
Penyayang, Maha Sempurna, dan Maha Pemberi Petunjuk atas segala rahmat dan
karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis sehingga penulisan tesis ini dapat
diselesaikan. Shalawat beriring dalam senantiasa terlimpah kepada Rasulullah SAW,
keluarga, para sahabat, dan orang-orang beriman yang mengikuti sunnahnya.
Dalam penyusunan tesis ini, penulis menyadari bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi isi maupun cara penyajiannya. Hal ini disebabkan karena
keterbatasan kemampuan penulisan miliki. Namun demikian, penulis akan tetap
berusaha untuk memperbaiki diri lebih baik lagi di masa yang akan datang.
Penulis telah mendapatkan bantuan dan bimbingan baik berupa moril
maupun materil dari berbagai pihak dalam penyelesaian tesis ini. Maka pada
kesempatan ini, penulis menyampaikan rasa terimakasih dan penghargaan yang
sebesar-besarnya kepada semua pihak yang terlibat dan turut memnatu penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini terutama kepada :
1. Bapak Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H., M.Sc(CTM), Sp.A(K), selaku
Rektor Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera
Utara.

 
Universitas Sumatera Utara

 

2. Bapak Prof. Dr. Ir. A. Rahim Matondang, MSIE, selaku Direktur Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara atas kesempatan yang diberikan untuk
mengikuti dan menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera
Utara.
3. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, CPA. selaku Ketua Program
Studi Magister Akuntansi atas kesempatan yang diberikan untuk mengikuti dan
menyelesaikan pendidikan magister di Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Prof. Erlina, S.E., M.Si, Ph.D,Ak. dan Bapak Drs. Rasdianto,MA, Ak
selaku ketua dan anggota komisi pembimbing yang telah memberikan banyak
saran dan masukan dalam penulisan tesis ini.
5. Ibu Prof. Dr. Ade Fatma Lubis, MAFIS, MBA, Ak., Ibu Dra.Sri Mulyani,
MBA, Ak, dan Ibu Dra. Tapi Anda Sari Lubis, M.Si., Ak. selaku tim penguji
tesis atas saran dan masukan untuk kesempurnaan penulisan tesis ini.
6. Seluruh staf pengajar Program Magister Akuntansi atas segala ilmu dan
pengetahuan yang telah diberikan.
7. Orang tua tercinta, ayahanda Prof. Dr. H. Azhar Maksum,MEc, Ak. dan ibunda
Hj.Siti Hasanah, yang selalu mendoakan dan memberikan dorongan moril
maupun materil serta bantuan yang tidak ternilai dalam bentuk apapun juga,
sehingga penulis dapat menyelesaikan kuliah dan tesis ini.
8. Abang dan Kakak Ipar tercinta (Mhd.Karya Satya Azhar.,SE.,M.Si.,Ak. dan
Raisa Herwanti.,SE), Calon Suami tercinta M. Yusuf Nst, S.H. yang selalu

 
Universitas Sumatera Utara

 

mendoakan dan memberikan dorongan moril maupun materil serta bantuan
yang tak ternilai dalam bentuk apapun juga, sehingga penulis dapat
menyelesaikan kuliah dan tesis ini dan Adik-adikku tersayang (Ibnu A.Sina
Azhar.,SE , Azwanto Rizky Azhar dan Dara Balqis Azhar ), yang telah memberi
dukungan dan motivasi yang tak pernah henti.
9. Teman-teman di Program Magister Ilmu Akuntansi, yang penuh dengan rasa
kekeluargaan dan persahabatan dalam memberi sumbangan pikiran selama
perkuliahan ( Desi, Ivo, Ruswan, Rahima, Pasca, Namira, Eva, Ria )
Akhirnya penulis mengharapkan kiranya skripsi ini merupakan usaha yang
diridhoi oleh Allah SWT dan merupakan hasil yang bermanfaat bagi kita semua dan
bagi penulis sendiri.
Amin Ya Rabbal’alamin

Medan, 15 Agustus 2011
Penulis,

Siti Sahara Azhar

 
Universitas Sumatera Utara

 

RIWAYAT HIDUP
Nama

:

Siti Sahara Azhar

Tempat/Tanggal Lahir

:

Medan/19 November 1984

Agama

:

Islam

Status

:

Belum Menikah

Orang tua

:

Ayah

:

Prof. Dr. H. Azhar Maksum, MEc., Ak

Ibu

:

Hj.Siti Hasanah

:

Jl. Karya Bakti No.109-a Titi Kuning Pangkalan Masyhur

Alamat

Medan Johor
Pendidikan

:

1. TK

: TK Al-Azhar Medan

2. SD

: SD Harapan 2 Medan

3. SMP : SLTP Harapan 1 Medan
4. SMA : SMU Negeri 2 Medan
5. S1

: STIE Harapan Medan

6. Profesi : PPAk , FE USU

 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK………………………………………………………………….

i

ABSTRACT………………………………………………………………....

ii

KATA PENGANTAR…………………………………………………...... .

iii

RIWAYAT HIDUP…………………………………………………….......

vi

DAFTAR ISI………………………………………………………………..

vii

DAFTAR TABEL………………………………………………………… .

xi

DAFTAR GAMBAR……………………………………………………….

xii

DAFTAR LAMPIRAN……………………………………………………

xiii

BAB I. PENDAHULUAN………………………………………………….

1

1.1. Latar Belakang…………………………………………………

1

1.2. perumusan Masalah………………………………………….....

5

1.3. Tujuan Penelitian………………………………………………

5

1.4. Manfaat Penelitian……………………………………………..

5

1.5. Originalitas Penelitian………………………………………….

6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA………………………………………….
2.1. Landasan Teori………………………………………………....

8
8

2.1.1. Retribusi Daerah..……………………………………...

11

2.1.2. Retribusi Sampah…….………………………………..

12

2.1.3. Pengutipan Retribusi Sampah………….……………..

13

2.1.4. Tingkat Pelayanan………………………………….......

15

 
Universitas Sumatera Utara

 

2.1.5. Kemampuan Membayar……………..………………...

18

2.1.6. Kemauan Membayar……………………………………

24

2.2. Review Penelitian Terdahulu…………………………………...

26

BAB III. KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS……………………

31

3.1. Kerangka Konsep….………………………………………......

31

3.2. Hipotesis Penelitian…………………………………………….

33

BAB IV. METODE PENELITIAN……………………………………….

35

4.1. Jenis Penelitian…………………………………………………

35

4.2. Lokasi Penelitian……………………………………………….

35

4.3. Populasi dan Sampel …………………………………………..

36

4.4. Metode Pengumpulan Data………………………………….....

37

4.5. Defenisi Operasional dan Metode Pengukuran Variabel………

38

4.6. Metode Analisis Data………………………………………….

41

4.7. Pengujian Kualitas Data……………………………………….

43

4.7.1. Pengujian Validitas…….……………………………….

43

4.7.2. Pengujian Reliabilitas…………………………………...

44

4.8.

Uji Asumsi Klasik……………………………………………..

44

4.8.1. Uji Normalitas……………..………………………......

45

4.8.2. Uji Multikolinearitas…………………………………..

46

4.8.3. Uji Heteroskedastisitas………………………………..

47

4.9. Pengujian Hipotesis……………………………………………

48

 
Universitas Sumatera Utara

 

BAB V. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN………………….

49

5.1. Hasil Penelitian…………………………………………….......

49

5.1.1. Gambaran Umum Objek dan Populasi Penelitian……..

49

5.1.2. Karakteristik Responden………………………………

51

5.1.3. Hasil Pengujian Validitas dan Reliabilitas…………….

52

5.1.3.1.

Hasil Pengujian Validitas…………………….
53

5.1.3.2.

Hasil Pengujian Reliabilitas…………………..

56

5.1.4. Statistik Deskriptif ……………………………………

57

5.2. Hasil Pengujian Asumsi Klasik………………………………..

58

5.2.1. Hasil Uji Normalitas…………………………………...

59

5.2.2. Hasil Uji Multikolinearitas………………..……………

60

5.2.3. Hasil Uji Heteroskedastisitas………………………….

61

5.3. Hasil Pengujian Hipotesis…….………..………………………

64

5.3.1. Koefisien Determinasi R2..…………………………….

64

5.3.2. Hasil Uji Statistik F……..………………………….......

66

5.3.3. Hasil Uji Statistik t...........................................................

67

5.4. Pembahasan Hasil Penelitian………………………………….

70

5.4.1. Pengaruh Tingkat Pelayanan terhadap Penerimaan Retribusi
Sampah………………………………………....………

70

5.4.2. Pengaruh Kemampuan Membayar terhadap Penerimaan
Retribusi Sampah………………………………………

70

 
Universitas Sumatera Utara

 

5.4.3. Pengaruh Kemauan Membayar terhadap Penerimaan Retribusi
Sampah…………………………………………………
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN………………………………......

71
73

6.1. Kesimpulan…………………………………………………….

73

6.2. Keterbatasan Penelitian……………………………………......

74

6.3. Saran……………………………………………………….......

75

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………

76

 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR TABEL
No.

Judul

Halaman

2.1.

Tinjauan atas Penelitian Terdahulu......................................................

29

4.1.

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel...................................

40

5.1.

Karakteristik Responden………..........................................................

52

5.2.

Hasil Pengujian Validitas…………….................................................

55

5.3.

Hasil Pengujian Reliabilitas……………………………………..........

56

5.4.

Statistik Deskriptif Variabel Penelitian…………………………........

57

5.5.

Hasil Uji Normalitas Data …………..................................................

59

5.6.

Hasil Uji Multikolinearitas …….........................................................

61

5.7.

Hasil Uji Heteroskedastisitas ………..................................................

63

5.8.

Hasil Adjusted R2…………………......................................................

65

5.9.

Hasil Uji Statistik F...............................................................................

66

5.10. Hasil Uji Statistik t……………………................................................

67

 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Halaman

3.1.

Kerangka Konsep ………................................................................

32

5.1.

Scatterplot………………………………………………………….

62

 
Universitas Sumatera Utara

 

DAFTAR LAMPIRAN

Judul

No.
1

Kuesioner

2

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Pilot Studi.

3

Tabulasi Distribusi Jawaban Responden

4

Tabulasi Data Karakteristik Responden

5

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

6

Deskriptif Statistik Karakteristik Jawaban Responden

7

Hasil Uji Asumsi Klasik

8

Hasil Uji Hipotesis

 
Universitas Sumatera Utara

 

PENGARUH TINGKAT PELAYANAN, KEMAMPUAN MEMBAYAR DAN
KEMAUAN MEMBAYAR
MASYARAKAT KOTA MEDAN TERHADAP
PENERIMAAN RETRIBUSI SAMPAH

ABSTRAK

Pelayanan pengelolaan sampah diharapkan dapat dibiayai sendiri dari hasil
penerimaan retribusinya. Namun telah terjadi penurunan hasil penerimaan retribusi
sampah di Kota Medan dalam beberapa tahun terakhir ini. Fenomena ini menarik
untuk diteliti, sehingga dapat diberikan masukan kepada dinas terkait, maupun
Pemerintah Kota dalam membuat kebijakan mengenai pelayanan pengelolaan
sampah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh beberapa faktor, berupa
tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar terhadap
penerimaan retribusi sampah di Kota Medan.
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian asosiatif dengan memakai
model analisis regresi linier berganda dalam pengujian hipotesisnya, baik secara
simultan maupun parsial. Data dikumpulkan dengan membagikan kuesioner kepada
para Mandor/Pengutip. Jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 139 orang, di
mana 104 orang di antaranya dijadikan sebagai sampel, sementara 35 orang dipilih
sebagai responden dalam Pilot Study. Dari 104 kuesioner yang didistribusikan, hanya
100 kuesioner yang memenuhi syarat untuk diolah lebih lanjut.
Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa secara simultan variabel
tingkat pelayanan, kemampuan membayar, dan kemauan membayar berpengaruh
positif dan signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah. Dalam pengujian secara
parsial ditemukan bahwa variabel kemampuan membayar menunjukkan pengaruh
yang signifikan tetapi negatif terhadap penerimaan retribusi sampah. Sementara
variabel tingkat pelayanan dan kemauan membayar masing-masing berpengaruh
positif signifikan terhadap penerimaan retribusi sampah.

Kata Kunci: Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar, Kemauan Membayar,
Penerimaan Retribusi Sampah.

 
Universitas Sumatera Utara

 

THE INFLUENCE OF SOLID WASTE LEVEL OF SERVICE, ABILITY TO
PAY, AND WILLINGNESS TO PAY OF MEDAN CITIZENT ON THE
AMOUNT OF SOLID WASTE RETRIBUTION

ABSTRACT

Solid waste management service is expected be financed by solid waste
retribution receipts. However, the amount of solid waste retribution receipts in Medan
City are going down during the current years. This phenomenon is interesting to
search, in order to provide some inputs to the related governmental unit as well as to
the city of government in preparing policies about solid waste management services.
This research is intended to examine the influence of some factors, e.g. solid waste
level of service, ability to pay, and willingness to pay on the amount of solid waste
retribution receipts in Medan City.
The predictive or associative research method used in this matter and
hypotheses testing, either to test a simultaneously or partially association is excecuted
by using a multiple regression analysis model. Data was collected by distributing
questionnaires to all Foremen/Collectors of Dinas Kebersihan Medan. The amount of
population are 139, where 104 Foremen/Collectors were chosen as a sample, while 35
were chosen as respondents on Pilot Study. From 104 distributed quesionnaires only
100 of them are acceptable for further analysis.
The result of hypotheses testing showed that solid waste level of service,
ability to pay, and willingness to pay are simultaneously significant influence on the
amount of solid waste retribution receipts in a positive way. In testing partially
influences, it is found that the ability to pay variable has negatively significant
influence on the amount of solid waste retribution receipts. On the other hand, solid
waste level of service and willingness to pay variables have positively significant
influence on the amount of solid waste retribution receipts.

Key words: Solid waste level of service, Ability to Pay, Willingness to Pay, Solid
waste Retribution Receipts

 
Universitas Sumatera Utara

 

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Menurut Undang Undang No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah
bahwa otonomi daerah adalah kewenangan Daerah Otonom untuk mengatur dan
mengurus kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan
aspirasi masyarakat sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dengan demikian
otonomi daerah merupakan pemberdayaan Pemerintah Daerah dalam pengambilan
keputusan sehingga daerah akan lebih leluasa untuk mengelola potensi sumber daya
yang dimilikinya sesuai dengan kepentingan daerah itu sendiri. Dengan otonomi
daerah yang luas, nyata, dan bertanggung jawab, setiap daerah dituntut untuk
meningkatkan kemandiriannya (Silalahi, 2002). Salah satu tolok ukur untuk melihat
kesiapan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah adalah dengan mengukur
seberapa besar kemampuan keuangan suatu daerah untuk menyelenggarakan otonomi
daerah atau pemerintahan sendiri. Sumber keuangan utama yang dapat menunjang
kemampuan keuangan daerah tersebut adalah berasal dari Pendapatan Asli Daerah
(PAD).
PAD merupakan sumber penerimaan yang berasal dari beberapa hasil
penerimaan daerah dan satu di antara penerimaan-penerimaan daerah tersebut adalah
yang berasal dari penerimaan restribusi daerah. Hal ini sejalan dengan isi dari Undang

 
Universitas Sumatera Utara

 

Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang menjelaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah
terdiri dari: Hasil Pajak Daerah, Hasil Restribusi Daerah, Hasil Perusahaan Milik
Daerah, Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang dipisahkan dan Lain-lain
Pendapatan Asli Daerah yang sah. Hasil restribusi daerah perlu diusahakan agar
menjadi pemasukan yang potensial dari PAD. Di antara berbagai jenis retribusi
daerah yang ada, retribusi sampah merupakan sumber penerimaan PAD yang dikelola
oleh sebuah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Untuk Kota Medan, SKPD
yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan pelayanan persampahan dan
mengelola penerimaan retribusinya adalah Dinas Kebersihan Kota Medan.
Dinas Kebersihan inilah yang bertugas untuk memberikan dan mengelola
pelayanan sampah dalam wilayah Kota Medan. Kegiatan pengelolaan tersebut tidak
hanya meliputi aktivitas pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan serta
pemusnahan sampah-sampah yang telah dihasilkan oleh masyarakat atau penduduk
Kota Medan ke lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA), tetapi juga meliputi
kegiatan pengutipan pembayaran balas jasa atas pelaksanaan pelayanan pengelolaan
sampah yang disebut dengan Retribusi Sampah. Seyogianya hasil pengutipan
retribusi sampah inilah yang dimanfaatkan untuk membiayai berbagai aktivitas
pengelolaan sampah sebagaimana disinggung di atas. Oleh sebab itu seharusnya
terdapat hubungan searah antara jumlah sampah atau jumlah penduduk yang dilayani
dengan jumlah penerimaan retribusi sampah, di mana jumlah penerimaan retribusi
sampah akan mengalami kenaikan bila jumlah penduduk yang dilayani mengalami
pertambahan (Allen Consulting Group, 2003).

 
Universitas Sumatera Utara

 

Fenomena yang terlihat selama tahun-tahun belakangan ini di Kota Medan
adalah terdapatnya dua hal yang bertolak belakang, yaitu terjadinya pertambahan
jumlah penduduk yang dilayani di satu pihak, yang berarti terjadinya peningkatan
volume sampah yang berdampak pada peningkatan biaya pelayanan, sementara di
pihak lain terjadinya penurunan hasil pengutipan retribusi sampah. Menurut data yang
diperoleh dalam penelitian awal di Dinas Kebersihan Kota Medan diketahui bahwa
jumlah hasil pengutipan retribusi sampah yang diterima dalam tahun 2008 hanya
mencapai sebesar 92,20% dari jumlah retribusi sampah yang telah dianggarkan. Di
tahun 2009 persentase hasil pengutipan ini justru semakin menurun lagi, yaitu hanya
mencapai sebesar 88,70% dari jumlah yang dianggarkan. Bahkan di tahun 2010 hasil
penerimaan aktual pengutipan retribusi sampah tersebut hanya mencapai 68,37%
dibanding dengan anggaran penerimaan retribusi sampah yang telah ditetapkan.

Terjadinya penurunan hasil pengutipan retribusi sampah ini tentu disebabkan
oleh berbagai faktor yang ada. Faktor-faktor tersebut mungkin berupa faktor yang
melekat di badan yang mengelola sampah sendiri, misalnya pelayanan yang kurang
memuaskan, atau karena besaran tarif pelayanan yang ditetapkan oleh Dinas
Kebersihan terlalu tinggi. Dalam setiap pemberian pelayanan, baik buruknya tingkat
pelayanan akan menentukan bagaimana tingkat kepuasan konsumen terhadap
pelayanan tersebut. Hal ini selanjutnya akan mendorong penerima pelayanan tersebut
untuk melakukan pembayaran atas pelayanan yang diberikan yang pada akhirnya
akan menaikkan hasil penerimaan. Selanjutnya para penerima pelayanan juga selalu

 
Universitas Sumatera Utara

 

menghubungkan pelayanan yang diterimanya dengan kelayakan tarif yang
dibebankan kepadanya. Bila tarif yang dikenakan dipandang terlalu mahal, tentu akan
menimbulkan keengganan mereka untuk melakukan pembayaran. Dengan demikian
besarnya tarif juga akan mempengaruhi tinggi rendahnya hasil penerimaan retribusi,
termasuk retribusi sampah.
Selain itu, faktor-faktor yang melekat pada diri sipelanggan pelayanan
persampahan sendiri dapat juga berpengaruh terhadap penerimaan retribusi sampah,
misalnya rendahnya tingkat kemampuan untuk membayar retribusi sampah, dan juga
rendahnya tingkat kesadaran atau kemauan sipenerima pelayanan dalam membayar
retribusi sampah. Meskipun pelayanan yang diberikan cukup baik, namun bila pihak
yang dilayani tidak atau kurang memiliki kemampuan dalam membayar (mungkin
karena tarif yang ditetapkan kurang mempertimbangkan pendapatan penduduk yang
dilayani) biaya pelayanan sampah yang telah diterimanya, maka hasil penerimaan
retribusi juga akan tetap rendah. Oleh sebab itu tinggi rendahnya hasil penerimaan
retribusi persampahan akan ditentukan juga oleh tingkat kemampuan membayar para
penerima pelayanan persampahan. Begitu juga halnya, meskipun penerima pelayanan
memiliki tingkat kemampuan untuk membayar, tetapi bila tingkat kesadarannya
terhadap kewajiban untuk membayar biaya pelayanan yang telah diterimanya masih
rendah, maka hasil penerimaan retribusi sampah akan tetap rendah, dan demikian
pula sebaliknya.

 
Universitas Sumatera Utara

 

Bertolak dari permasalahan yang telah diidentifikasi di atas, peneliti tertarik
untuk melakukan penelitian tentang masalah hasil pengutipan retribusi sampah di
Kota Medan dan menuangkannya dalam sebuah penelitian yang berjudul: “Pengaruh
Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar, dan Kemauan Membayar Masyarakat
terhadap Penerimaan Retribusi Sampah di Kota Medan”.

1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian mengenai latar belakang dan fenomena di atas, maka
masalah yang akan diteliti dalam hal ini dapat dirumuskan sebagai berikut: “Apakah
tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar masyarakat
berpengaruh terhadap penerimaan retribusi sampah di Kota Medan, baik secara
simultan maupun secara parsial?”

1.3 Tujuan Penelitian
Sejalan dengan uraian-uraian di atas, maka tujuan yang hendak dicapai dalam
penelitian ini adalah menemukan bukti empiris tentang pengaruh faktor-faktor
tertentu berupa tingkat pelayanan, kemampuan membayar dan kemauan membayar
masyarakat terhadap penerimaan retribusi sampah di Kota Medan, baik secara
simultan maupun secara parsial.

1.4 Manfaat penelitian

 
Universitas Sumatera Utara

 

Adapun berbagai manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Sebagai bahan masukan bagi Pemerintah Kota Medan khususnya Dinas
Kebersihan Kota Medan dalam membuat kebijakan yang terkait dengan
tingkat pelayanan persampahan dan pengutipan retribusi sampah di Kota
Medan.
2. Bagi peneliti sendiri, hasil penelitian ini diharapkan dapat memperluas
pengetahuan di bidang akuntansi sektor publik, khususnya tentang faktorfaktor yang mempengaruhi penerimaan retribusi sampah sebagai salah satu
sumber penerimaan PAD. Faktor-faktor yang diteliti dalam hal ini hanya
terdiri atas tingkat pelayanan sampah, kemampuan membayar dan kemauan
membayar masyarakat terhadap retribusi sampah.
3. Bagi dunia ilmu pengetahuan, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah
khasanah ilmu pengetahuan di bidang akuntansi sektor publik yang sekaligus
dapat dijadikan referensi bagi peneliti-peneliti lainnya di masa yang akan
datang yang tertarik dengan masalah pengutipan retribusi sampah dalam
rangka mewujudkan kota yang bersih dan berwawasan lingkungan.

1.5 Originalitas Penelitian

 
Universitas Sumatera Utara

 

Penelitian ini terinspirasi dari hasil penelitian Arizal (2003) dengan judul
“Faktor-faktor Sosiologis yang Mempengaruhi Penerimaan Retribusi Sampah (Survei
di Masyarakat Kecamatan Bangko Kabupaten Merangin Propinsi Jambi)”. Penelitian
Arizal menggunakan faktor-faktor sosiologis yang terdiri dari agama, pendidikan,
jenis pekerjaan dan tingkat penghasilan sebagai variabel independen yang dapat
digolongkan sebagai faktor-faktor yang melekat pada diri sipenerima pelayanan
sampah. Sementara dalam penelitian ini variabel independennya terdiri dari tingkat
pelayanan,

kemampuan

membayar

dan

kemauan

membayar

yang

dapat

dikelompokkan sebagai faktor yang melekat pada diri pihak yang meberi pelayanan
dan faktor yang melekat pada diri pihak yang menerima pelayanan. Selain itu,
penelitian Arizal dilaksanakan di sebuah wilayah yang lebih kecil, yaitu di
Kecamatan Bangko, Propinsi Jambi, sementara penelitian ini dilaksanakan di Kota
Medan, Propinsi Sumatera Utara yang akan meliputi areal yang lebih luas yang
meliputi lebih dari satu wilayah kecamatan. Perbedaan lainnya terletak pada pihak
yang dijadikan responden, di mana dalam penelitian Arizal yang menjadi responden
adalah rumah tangga, sementara dalam penelitian ini yang dijadikan responden adalah
para petugas Dinas Kebersihan yang secara langsung terlibat dalam pemberian
pelayanan dan juga melakukan pengutipan retribusi sampah.

 
Universitas Sumatera Utara

 

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 . Landasan Teori
Berdasarkan Undang Undang No.32 Tahun 2004, pasal 1 ayat 5 tentang
otonomi daerah, otonomi daerah diartikan sebagai hak, wewenang, dan kewajiban
daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan dan
kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Dengan diimplementasikannya ketentuan tentang pelaksanaan otonomi daerah
tersebut, maka akan terbentuklah daerah-daerah yang memiliki hak dan kewenangan
tertentu guna mengatur dan menata kepentingan masyarakatnya ke arah yang lebih
baik. Daerah-daerah dimaksud disebut dengan daerah otonomi yaitu kesatuan
masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur
dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut
prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat dalam sistem Negara Kesatuan
Republik Indonesia (Undang Undang No.34 Tahun 2000, pasal 1 ayat 1).
Pelaksanaan otonomi daerah dititikberatkan kepada Daerah Kabupaten dan
Daerah Kota yang dimulai dengan adanya sejumlah penyerahan daerah kewenangan
(urusan) dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah yang bersangkutan. Penyerahan
berbagai kewenangan dalam rangka otonomi daerah

ini tentunya harus disertai

dengan penyerahan dan pengalihan pembiayaan. Pelaksanaan otonomi daerah ini

 
Universitas Sumatera Utara

 

diharapkan membawa sejumlah peluang kepada daerah untuk membangun wilayah
daerahnya sendiri-sendiri.

Selanjutnya dengan pemberlakuan otonomi daerah

tersebut berarti setiap wilayah daerah dihadapkan pada adanya tantangan berupa
kemandirian keuangan dan fiskal. Sebaliknya, sebagai konsekuensi logis dari
otonomi daerah ini adalah akan menurunnya dukungan keuangan dari Pemerintah
Pusat kepada pemerintah daerah dan oleh sebab itu pemerintah daerah harus berupaya
untuk meningkatkan sumber-sumber pembiayaan daerahnya sendiri.
Sumber pembiayaan daerah yang paling penting adalah sumber pembiayaan
yang dikenal dengan istilah PAD (Pendapatan Asli Daerah). Komponen-komponen
PAD menurut Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 pasasl 79 terdiri dari pajak
daerah, retribusi daerah, laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan lain-lain
pendapatan yang sah. Pajak daerah adalah peralihan kekayaan dari pihak rakyat
kepada kas negara untuk membiayai pengeluaran rutin dan surplusnya digunakan
untuk investasi publik. Pajak daerah adalah pajak yang wewenang pungutannya
berada di daerah. Retribusi adalah pembayaran kepada negara dan atau daerah yang
dilakukan karena digunakannya jasa-jasa negara atau daerah. Retribusi sangat
berhubungan erat dengan jasa pelayanan yang diberikan pemerintah kepada
masyarakat yang membutuhkan. Komponen PAD selanjutnya adalah laba Badan
Usaha Milik Daerah. Perusahaan daerah adalah perusahaan yang dimiliki oleh atau
modalnya berasal dari Pemerintah Daerah. Komponen terakhir PAD adalah Lain-lain
Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang sah yang dapat terdiri atas Pendapatan Hibah,
Pendapatan Dana Darurat (Bencana Alam) dan Pendapatan Lainnya misalnya

 
Universitas Sumatera Utara

 

penerimaan dari swasta, bunga simpanan giro dan Bank serta penerimaan dari denda
kontraktor (Peraturan Pemerintah No.24 tahun 2005 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan).
Aspek pembiayaan merupakan aspek yang sangat penting dalam berbagai
macam kegiatan, termasuk dalam kegiatan pengelolaan sampah (Meidiana & Gamse,
2010). Hal ini sejalan dengan pendapat Waluyo (2010) bahwa untuk meningkatkan
kesejahteraan rakyat, baik materil maupun spirituil berbagai pihak perlu banyak
memperhatikan masalah pembiayaan. Lebih lanjut Santosa, Darsono dan Syafrudin
(2010) mengatakan pula bahwa aspek pembiayaan merupakan sumber daya
penggerak agar roda sistem pengelolaan persampahan agar berjalan lancar. Jadi, dapat
dikatakan bahwa aspek pembiayaan sebagai ujung tombak dalam pengelolaan sampah
karena akan sangat mempengaruhi aspek lainnya terutama aspek teknis operasional
seperti dalam penyediaan sarana prasarana pengelolaan sampah seperti wadah
sampah, sapu dan truk pengangkut sampah. Ketidak-mampuan dalam penyediaan
dana untuk membiayai kegiatan pelayanan kebersihan akan berakibat menurunnya
tingkat maupun kualitas pelayanan dan tentu akan berakibat menurunnya kualitas
lingkungan di lokasi atau daerah terkait.
Pada tahun 2007, diproyeksikan penduduk Kota Medan mencapai 2.083.156
jiwa. Berdasarkan hasil Sensus Penduduk tahun 2000 diperkirakan akan terjadi
pertumbuhan penduduk selama tahun 2000-2007 sebesar 1,28 % pertahun. Dengan
luas wilayah yang mencapai 265,10 km², maka kepadatan penduduk mencapai 7858
jiwa/km². Selanjutnya menurut data dari Dinas Kebersihan Kota Medan bahwa pada

 
Universitas Sumatera Utara

 

tahun 2009 jumlah penduduk Kota Medan telah bertambah menjadi 2.578.315 jiwa,
sementara jumlah sampah yang dihasilkan akan mencapai sebesar 5.616 m³/hari
(1.404 ton/hari). Dengan volume sampah sebesar itu, maka pengelolaan sampah harus
dilakukan dengan sebaik mungkin. Jika tidak, maka akan terjadi penurunan kualitas
lingkungan, dan hal ini terbukti di mana selama beberapa periode terakhir ini Kota
Medan tidak pernah lagi memperoleh piagam penghargaan di bidang kebersihan
maupun lingkungan hidup, berupa penghargaan Adipura dan Kalpataru.

2.1.1. Retribusi Daerah
Retribusi diartikan sebagai “pungutan yang dikenakan sehubungan dengan
suatu jasa atau fasilitas yang diberikan oleh Pemerintah secara langsung dan nyata
kepada pembayar” (Resmi, 2007: 2). Jadi, retribusi merupakan sejumlah pungutan
biaya yang harus dibayarkan seseorang kepada negara karena telah memperoleh jasa
atau pelayanan tertentu secara langsung dari pemerintah dalam hal ini pemerintah
daerah. Contoh: retribusi parkir, retribusi sampah, retribusi jalan tol dan sebagainya.
Undang Undang Nomor 34 tahun 2000 pasal 1 ayat 2 menjelaskan bahwa
retribusi daerah adalah pungutan daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian
izin tertentu yang khusus disediakan atau diberikan pemerintah daerah untuk
kepentingan orang pribadi atau badan. Selanjutnya dalam Undang Undang Nomor 18
tahun 1997 pasal 18 ayat (2) Golongan retribusi terdiri dari 3 golongan yaitu:
Retribusi Jasa Umum, Retribusi Jasa Usaha dan Retribusi Perizinan Tertentu.

 
Universitas Sumatera Utara

 

Retribusi Jasa Umum adalah pungutan retribusi yang dilakukan atas jasa yang
diberikan atau disediakan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan dan
kemanfaatan umum serta dapat dinikmati oleh orang pribadi atau badan. Retribusi
jenis ini ditetapkan berdasarkan kebijaksanaan daerah dengan mempertimbangkan
biaya penyediaan jasa yang bersangkutan, kemampuan masyarakat, dan aspek
keadilan (Undang-Undang nomor 34 tahun 2000 Pasal 21). Sementara Retribusi Jasa
Usaha merupakan pungutan retribusi yang dilakukan atas jasa yang disediakan oleh
Pemerintah Daerah dengan menganut prinsip komersial karena pada dasarnya dapat
pula disediakan oleh sektor swasta. Pemungutannya didasarkan pada tujuan untuk
memperoleh keuntungan yang layak. Sedangkan Retribusi Perizinan Tertentu adalah
pungutan retribusi atas kegiatan tertentu Pemerintah Daerah dalam rangka pemberian
izin kepada orang pribadi atau badan yang dimaksudkan untuk pembinaan,
pengaturan, pengendalian dan pengawasan atas kegiatan, pemanfaatan ruang,
penggunaan sumber daya alam, barang, prasarana, sarana atau fasilitas tertentu guna
melindungi kepentingan umum dan menjaga kelestarian lingkungan, didasarkan pada
tujuan untuk menutup sebagian atau sama dengan biaya penyelenggaraan pemberian
izin yang bersangkutan. Berdasarkan penggolongan di atas, maka retribusi sampah ini
termasuk dalam golongan retribusi jasa umum.

2.1.2. Retribusi Sampah
Sejalan dengan pengertian retribusi di atas, maka retribusi sampah merupakan
pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (dalam hal ini SKPD tertentu)

 
Universitas Sumatera Utara

 

kepada rumah tangga ataupun objek lainnya yang telah memperoleh jasa pelayanan
pengelolaan sampah. Jadi retribusi sampah yang termasuk ke dalam golongan
retribusi jasa umum merupakan pungutan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah
kepada masyarakat yang berada dalam wilayah hukumnya atas pemberian jasa atau
pelayanan penanganan sampah atau kebersihan. Pemungutannya harus didasarkan
pada pertimbangan mengenai biaya penyelenggaraan pelayanan, tingkat kemampuan
masyarakat dalam membayar serta aspek keadilan. Oleh sebab itu penetapan besarnya
tarif retribusi sampah ini harus didasarkan pada besarnya biaya operasional
pengelolaan. Selain itu pemungutan retribusi (termasuk retribusi sampah) haruslah
dilandasi oleh Undang Undang atau peraturan tertentu. Untuk wilayah Kota Medan
retribusi sampah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan Nomor 8 Tahun
2002.

2.1.3. Pengutipan Retribusi Sampah
Pemerintah Daerah wajib menentukan besarnya biaya jasa pengelolaan
sampah yang dipungut dari masyarakat dan pelaku usaha dengan mempertimbangkan
kemampuan ekonomi masyarakat. Besarnya biaya jasa pengelolaan sampah dari
masyarakat dan pelaku usaha yang akan ditentukan oleh Pemerintah Daerah harus
mempertimbangkan

infrastruktur

dan

peralatan

yang

tersedia.

Dengan

mempertimbangkan tingkat kemampuan ekonomi masyarakat dan juga infrastruktur
dan peralatan yang tersedia, diharapkan pelayanan yang diberikan akan menjadi

 
Universitas Sumatera Utara

 

optimal dan dapat memuaskan masyarakat, sehingga hasil pengutipan retribusi
sampah akan menjadi tinggi.
Pengutipan retribusi sampah di Kota Medan dilakukan berdasarkan Peraturan
Daerah Kota Medan Nomor 18 Tahun 2002. Apakah jumlah tarif yang ditetapkan
oleh Pemerintah Kota Medan sebagaimana diatur dalam peraturan ini telah
memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai faktor yang diperkirakan akan ikut
mempengaruhi hasil pengutipannya, seperti tingkat pelayanan yang diberikan,
kemampuan membayar masyarakat, sosialisasi mengenai pentingnya partisipasi
masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, kiranya perlu
penelitian yang tersendiri. Namun demikian, data hasil pengutipan retribusi sampah
di Kota Medan dalam beberapa tahun belakangan ini telah menunjukkan penurunan
yang cukup berarti, sehingga kemungkinan akan mempengaruhi kemampuan Dinas
Kebersihan dalam melakukan atau memberikan pelayanan pengeloaan sampah.
Besarnya hasil pengutipan retribusi sampah akan dipengaruhi oleh berbagai
faktor yang dapat berupa faktor yang melekat pada pihak yang menerima pelayanan,
maupun faktor yang melekat pada pihak yang memberikan pelayanan. Faktor-faktor
yang melekat pada diri pihak yang menerima pelayanan, antara lain dapat berupa
tingkat kemampuan dan kemauan rumah tangga untuk membayar retribusi sampah
(disebut sebagai faktor-faktor sosiologis dalam Arizal, 2003). Sementara faktor yang
melekat pada pihak yang memberikan pelayanan antara lain seperti besaran tarif
retribusi sampah, tingkat pelayanan dan kesungguhan petugas pengutip retribusi
sampah juga diperkirakan akan mempengaruhi besar kecilnya hasil pengutipan

 
Universitas Sumatera Utara

 

retribusi sampah tersebut. Dalam penelitian ini, hanya faktor kemampuan membayar,
kemauan membayar retribusi sampah dan tingkat pelayanan saja yang diteliti. Faktorfaktor besaran tarif dan kesungguhan petugas pengutip retribusi sampah tidak ikut
diteliti karena penentuan besaran tarif tidak sepenuhnya berada di tangan Dinas
Kebersihan, melainkan juga ditentukan oleh pihak lain, yaitu Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah, sementara faktor kesungguhan petugas pengutip retribusi sampah
juga tidak dimasukkan dalam penelitian ini karena faktor ini dipandang sangat
subjektif bagi responden.

2.1.4. Tingkat Pelayanan
Berbagai teori mengenai perilaku konsumen menjelaskan hubungan antara
tindakan

perusahaan

dalam

rangka

mempengaruhi

konsumen

atau

calon

konsumennya dengan perilaku konsumen tersebut. Stimulus-Response Theory yang
dikemukakan oleh Skinner (dalam Samboro, 2008: 19) mengenai proses belajar
mengemukakan bahwa suatu tanggapan dari seseorang timbul sebagai akibat dari
suatu rangsangan yang dihadapinya. Dalam hal ini, tingkat pelayanan yang baik dan
berkualitas serta frekwensi pelayanan yang tinggi dapat dipandang sebagai atau akan
menjadi stimulus yang dapat merangsang anggota masyarakat yang dilayani untuk
memberikan respons terhadap stimulus itu berupa kesediaan dan kesadaran untuk
memberikan kontribusi (balas jasa) atas pelayanan tersebut yang dalam hal ini berupa
pembayaran atas retribusi pelayanan sampah. Selanjutnya, menurut Douglas dalam

 
Universitas Sumatera Utara

 

Mulyono (2008) bahwa untuk produk yang membutuhkan jasa pelayanan fisik, jasa
pelayanan menjadi komponen yang kritis dari nilai.
Pelayanan merupakan serangkaian kegiatan yang dilakukan seseorang atau
sesuatu pihak terhadap orang/pihak lain dalam rangka memberikan kepuasan kepada
orang/pihak yang dilayani tersebut. Pelayanan kebersihan atau pelayanan/jasa
persampahan termasuk dalam kelompok pelayanan umum, yaitu pelayanan yang
ditujukan kepada semua anggota masyarakat di suatu lokasi/daerah tertentu dan
umumnya dilakukan oleh pihak pemerintah (pemerintah daerah). Keputusan MenPan
No.81 tahun 1993 menyatakan bahwa pelayanan umum adalah segala bentuk
pelayanan yang diberikan oleh pemerintah pusat/daerah dalam rangka pemenuhan
kebutuhan masyarakat, dan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku. 
Sementara Munir (2000: 17) mengartikan pelayanan umum sebagai “setiap kegiatan
yang dilakukan oleh pihak lain yang ditujukan guna memenuhi kepentingan orang
banyak”. Begitu pula Batinggi (1999: 12) berpendapat bahwa pelayanan umum
merupakan “perbuatan atau kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah untuk
mengurus hal-hal yang diperlukan masyarakat/khalayak umum”. Oleh karena sampah
diproduksi oleh setiap anggota masyarakat, maka pelayanan kebersihan merupakan
bentuk pelayanan umum yang harus diberikan oleh Pemerintah (dalam hal ini
Pemerintah Daerah). Berdasarkan adanya pelayanan tersebut, maka Pemerintah
Daerah dapat melakukan pengutipan balas jasa atas pelayanan yang diberikan yang
disebut sebagai retribusi sampah.

 
Universitas Sumatera Utara

 

Pelayanan yang baik, berkualitas dan memuaskan sangat tergantung kepada
sumber daya yang tersedia untuk melakukan kegiatan pelayanan tersebut. Sumber
daya ini dapat berupa tenaga manusia yang bertugas melayani pengutipan,
pengangkutan dan pemusnahan sampah, peralatan-peralatan yang digunakan, serta
fasilitas lainnya yang terkait dengan itu, seperti penyediaan sarana pengumpulan
sampah, baik di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun di Tempat
Pembuangan Akhir (TPA). Selain ketersediaan sumber daya, manajemen terhadap
sumber daya tersebut juga merupakan hal yang krusial dalam rangka memberikan
pelayanan sampah yang memuaskan. Frekwensi pengutipan/pengambilan sampah
oleh para petugas kebersihan dan begitu juga pengangkutannya ke lokasi TPS
maupun TPA akan secara langsung berpengaruh kepada kualitas kebersihan di lokasi
pelayanan. Hal ini selanjutnya tentu akan menimbulkan kepuasan masyarakat yang
dilayani.
Kepuasan adalah respon pelanggan terhadap evaluasi ketidaksesuaian atau
diskonfrontasi yang dirasakan antara harapan sebelumnya (atau norma kinerja
lainnya) dan kinerja aktual produk yang dirasakan setelah pemakaiannya (Tse &
Wilton dalam Tjiptono, 1996: 146). Kunci utama dalam mengelola mutu jasa yang
memuaskan adalah adanya kemudahan dalam mengakses dan berkomunikasi,
kompetensi karyawan yang dapat diandalkan, kesopanan dan kredibilitas yang tinggi,
jaminan jasa pelayanan dengan reabilitas dan keberwujudan, dan adanya kecepatan
dalam menanggapi berbagai keluhan dan masalah dari pelanggan, bukan saja dengan
pemenuhan fasilitas yang lengkap dan memadai, melainkan juga kelengkapan

 
Universitas Sumatera Utara

 

paralatan dan alat-alat dan pemberian tarif yang relatif terjangkau bagi semua
kalangan masyarakat (Kotler, 2001: 105). Dapat dikatakan bahwa kepuasan
pelanggan merupakan modal utama dalam usaha memenangkan dan tetap dapat
bertahan dalam persaingan sekaligus sebagai faktor penting bagi kelangsungan hidup
perusahaan. Kotler (1997: 36) mengatakan bahwa kepuasan dan ketidakpuasan
konsumen terhadap jasa yang diberikan akan mempengaruhi tingkah laku konsumen
selanjutnya. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen, adalah mutu
produk dan pelayanan, kegiatan penjualan, pelayanan setelah penjualan dan nilai-nilai
perusahaan.
Kepuasan dapat diartikan sebagai suatu keadaan dalam diri seseorang, di
mana ia telah berhasil mendapatkan sesuatu yang menjadi kebutuhan-kebutuhan dan
keinginan-keinginannya. Untuk dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan,
perusahaan harus berusaha mengetahui terlebih dahulu apa yang dibutuhkan dan
diinginkan oleh pelanggan yang dilayani. Pratiwi & Prayitno (2005) dalam penelitian
mereka tentang tingkat kepuasan atas pelayanan hotel menemukan ada dua variabel
yang menentukan tingkat kepuasan pelanggannya, yaitu kualitas pelayanan dan
tingkat harga kamar, dan masing-masing memberikan pengaruh yang signifikan
terhadap tingkat kepuasan konsumen. Jadi kedua variabel itu harus sama-sama
ditingkatkan sehingga akan menjadikan konsumen merasa lebih puas.
Dalam

konteks

jasa

pelayanan

sampah,

tingkat

pelayanan

pengutipan/pengambilan sampah, pengangkutan, dan pemusnahannya merupakan
faktor penentu tinggi rendahnya kepuasan pelanggan yang dilayani. Bila frekwensi

 
Universitas Sumatera Utara

 

kegiatan pengambilan dan pengangkutan sampah yang dilakukan oleh petugas Dinas
Kebersihan tinggi dan teratur dan kualitas pelayanan tersebut baik, tentu rumah
tangga maupun anggota masyarakat lainnya yang dilayani akan merasa puas terhadap
pelayanan tersebut. Selanjutnya, bila tingkat kepuasan pelanggan tinggi, maka
dapatlah diharapkan bahwa mereka akan rela melakukan pembayaran atas retribusi
yang ditagih oleh petugas Dinas Kebersihan, dan hal ini tentu akan menaikkan jumlah
penerimaan retribusi sampah. Dengan demikian dapat diprediksi bahwa tingkat
pelayanan akan sangat berpengaruh terhadap pengutipan retribusi sampah. Semakin
baik kualitas pelayanan pengelolaan sampah, maka akan semakin tinggi hasil
pengutipan retribusi sampah.

2.1.5. Kemampuan Membayar
Dalam rangka mendorong kelancaran pelaksanaan otonomi daerah, sumber
pembiayaan pengelolaan sampah seharusnya berasal dari retribusi yang dibebankan
kepada dan dikutip dari masyarakat yang dilayani dan juga berasal dari dana
pemerintah (Meidiana & Thomas, 2010). Selanjutnya, menurut The Allen Consulting
Group (2003), salah satu sumber pembiayaan dalam pengelolaan sampah dapat
berasal dari retribusi yang biasa disebut dengan user charges (tarif pelanggan atau
tarif retribusi sampah). Besarnya tarif retribusi sampah sangat dipengaruhi oleh
kemampuan

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Pengaruh Tingkat Pelayanan, Kemampuan Membayar dan Kemauan Membayar Masyarakat Kota Medan Terhadap Penerimaan Retribusi Sampah