Pendapatan bagi hasil dan beban bonus

BTN Terdepan GCG Rumahkoe PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk. Indonesian language. PT BANK TABUNGAN NEGARA PERSERO TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2014 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain PT BANK TABUNGAN NEGARA PERSERO TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2014 and for the Year Then Ended Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated 59

2. IKHTISAR

KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN lanjutan

2. SUMMARY

OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES continued ab. Pelaporan segmen lanjutan ab. Segment reporting continued Bank telah mengidentifikasi dan mengungkapkan informasi keuangan berdasarkan kegiatan bisnis dimana Bank terlibat segmen usaha. Segmen pendapatan, biaya, hasil, aset dan liabilitas, termasuk bagian yang dapat diatribusikan langsung kepada segmen, serta yang dapat dialokasikan dengan dasar yang memadai untuk segmen tersebut. The Bank identifies and discloses financial information based on the business activities in which the Bank engages business segments in. Segment revenues, expenses, income, assets and liabilities include ítems directly attributable to a segment as well as those that can be allocated on a reasonable basis to that segment. ac. Laba per saham dasar dan dilusian ac. Basic and diluted earnings per share Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba tahun berjalan dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada tahun yang bersangkutan. Basic earnings per share is computed by dividing income for the year by the weighted average number of issued and fully paid shares during the related year. Laba per saham dilusian dihitung setelah dilakukan penyesuaian terhadap jumlah rata- rata tertimbang saham biasa yang beredar dengan asumsi bahwa seluruh opsi saham karyawan dieksekusi pada harga yang telah ditentukan pada saat penerbitan opsi saham tersebut. Diluted earnings per share is computed after making the necessary adjustments to the weighted average number of common shares outstanding assuming full execise of employee stock options at the time of the issuance using the determined exercise price. ad. Biaya emisi penerbitan saham ad. Shares issuance costs Biaya-biaya emisi efek yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham kepada masyarakat termasuk penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu dikurangkan langsung dari hasil emisi dan disajikan sebagai pengurang pada akun “Tambahan Modal Disetor - Neto”, sebagai bagian dari Ekuitas pada laporan posisi keuangan. Costs related to the public offering of shares including pre-emptive rights issue are deducted from the proceeds and presented as a deduction from the “Additional Paid-in- Capital - Net” account, under Equity section in the statement of financial position. ae. Opsi Saham ae. Stock Options Bank telah memberikan opsi saham kepada Direksi dan pekerja pada posisi dan jabatan tertentu berdasarkan persyaratan yang telah ditetapkan. Biaya kompensasi saham pada penerbitan dihitung dengan menggunakan nilai wajar dari opsi saham tersebut dan diakui dalam akun “Beban Tenaga Kerja dan Tunjangan” menggunakan metode garis lurus selama masa tunggu vesting period. Akumulasi dari biaya kompensasi saham diakui sebagai “Opsi Saham” dalam bagian ekuitas. Penentuan nilai wajar dari opsi saham yang diberikan dihitung dengan menggunakan model penentuan harga opsi Binomial-tree Binomial-tree option pricing model. The Bank has granted stock options to Directors and employees of certain positions and levels based on established criteria. Cost of stock compensation at the issuance date is calculated using the fair value of the stock options and is recognized as part of Salaries and Employee Benefits Expense using the straight-line method over the vesting period. The accumulation of the stock compensation cost is recognized as Stock Options in the equity. The fair value of the stock options granted are calculated using the Binomial-tree option pricing model. BTN Terdepan GCG Rumahkoe PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk. BTN Terdepan GCG Rumahkoe PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk. Indonesian language. PT BANK TABUNGAN NEGARA PERSERO TBK CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Tanggal 31 Desember 2014 dan untuk Tahun yang Berakhir pada Tanggal Tersebut Disajikan dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain PT BANK TABUNGAN NEGARA PERSERO TBK NOTES TO THE FINANCIAL STATEMENTS As of December 31, 2014 and for the Year Then Ended Expressed in millions of Rupiah, unless otherwise stated 60

2. IKHTISAR

KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN lanjutan

2. SUMMARY

OF SIGNIFICANT ACCOUNTING POLICIES continued af. Cadangan kerugian penurunan nilai aset non-produktif dan komitmen dan kontinjensi af. Allowance for impairment losses on non- earning assets and commitments and contingencies Sesuai dengan Surat Edaran Bank Indonesia SE-BI No. 13658DPNPDPnP tanggal 23 Desember 2011, Bank tidak diwajibkan lagi untuk membentuk cadangan kerugian penurunan nilai atas aset non-produktif dan transaksi rekening administratif komitmen dan kontinjensi, namun Bank tetap harus menghitung cadangan kerugian penurunan nilai mengacu pada Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku kecuali Unit Usaha Syariah berdasarkan peraturan Bank Indonesia No. 1313PBI2011 tanggal 24 Maret 2011. In accordance with Bank Indonesia Circular Letter SE-BI No. 13658DPNPDPnP dated December 23, 2011, the Bank is not required to provide an allowance for impairment losses on non-earning assets and administrative account transactions commitments and contingencies, but the Bank should still calculate the allowance for impairment losses in accordance with the applicable accounting standards except for Sharia Business Units based on Bank Indonesia Regulation No.1313PBI2011 dated March 24, 2011. ag. Provisi ag. Provisions Provisi diakui jika Bank memiliki kewajiban kini baik bersifat hukum maupun bersifat konstruktif yang akibat peristiwa masa lalu, besar kemungkinannya besar penyelesaian kewajiban tersebut mengakibatkan arus keluar sumber daya yang mengandung manfaat ekonomi dan estimasi yang andal mengenai jumlah kewajiban tersebut dapat dibuat. Provisions are recognized when the Bank has a present obligation legal or constructive where, as a result of a past event, it is probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation and a reliable estimate can be made of the amount of the obligation. Provisi ditelaah pada setiap tanggal pelaporan dan disesuaikan untuk mencerminkan estimasi terbaik yang paling kini. Jika arus keluar sumber daya untuk menyelesaikan kewajiban kemungkinan besar tidak terjadi, maka provisi dibatalkan. Provisions are reviewed at each reporting date and adjusted to reflect the current best estimate. If it is no longer probable that an outflow of resources embodying economic benefits will be required to settle the obligation, the provision is reversed. ah. Perubahan atas kebijakan akuntansi dan pengungkapan ah. Changes in accounting policy and disclosures Bank telah menerapkan standar akuntansi pada tanggal 1 Januari 2014, yang dianggap relevan dengan laporan keuangan Bank, yaitu PSAK No. 102 Revisi 2013, “Murabahah”, yang merupakan penyempurnaan dari PSAK No. 102 yang diterbitkan pada tahun 2008, perihal kriteria transaksi murabahah sehubungan dengan pengakuan, pengukuran, penyajian dan pengungkapannya. The Bank adopted the revised accounting standard on January 1, 2014, which is considered relevant to the Bank’s financial statements. The revised standard is SFAS No. 102 Revised 2013, “Murabahah”, which represents improvement of SFAS No. 102 issued in 2008, regarding criteria of murabahah transaction in relation with the recognition, measurement, presentation and disclosure. Dampak dari penerapan PSAK No. 102 revisi 2013 terhadap penurunan nilai aset keuangan yang timbul dari transaksi murabahah telah dibebankan sepenuhnya dalam laporan laba rugi komprehensif tahun 2014 atas dasar materialitas. The impact of the SFAS No. 12 revised 2013 on impairment of financial assets arising from murabahah transactions have been fully charged to 2014 statement of comprehensive income on the basis of materiality. BTN Terdepan GCG Rumahkoe PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk.