Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga Di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupetan Simalungun

KONTRIBUSI PETANI PEREMPUAN TERHADAP SOSIAL
EKONOMI KELUARGA DI DESA SIBANGUN MARIAH
KECAMATAN SILIMAKUTA

KABUPATEN

SIMALUNGUN

Skripsi
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk
Memperoleh Gelar Sarjana Sosial
Universitas Sumatera Utara

Oleh:
CASTRI DELFI SARAGIH
070902028

DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2011

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMETERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Nama : Castri Delfi Saragih
Nim : 070902028

ABSTRAK

KONTRIBUSI PETANI PEREMPUAN TERHADAP SOSIAL EKONOMI
KELUARGA DI DESA SIBANGUN MARIAH KECAMATAN SILIMAKUTA
KABUPETAN SIMALUNGUN. Skripsi ini terdiri dari 6 bab: 93 halaman, 33
kepustakaan, 36 tabel serta lampiran).
Penelitian ini menyoroti tentang kontribusi petani dalam kaitannya dengan
sosial ekonomi keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten
Simalungun, yaitu dengan melihat peranan perempuan terhadap perekonomian dan
kehidupan sosial keluarga petani. Pada masyarakat pedesaan para perempuan sudah
dituntut untuk hidup mandiri dan bekerja karena tuntutan ekonomi. Hal ini
mendasari peran perempuan desa tidak hanya bekerja sebagai pembantu laki-laki
khususnya dalam pertanian dan mengelola lahan pertanian dengan sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kontribus petani
perempuan terhadap sosial ekonomi keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan
Silimakuta Kabupaten Simalungun. Guna memperolah data atau tanggapan dari
pertani perempuan secara langsung terkait pekerjaan mereka dan kontribusinya
terhadap sosial ekonomi keluarga mereka. Penulis terjun ke lapangan melakukan
penelitian serta membagikan angket (kuesioner) dan melakukan wawancara kepada
sejumlah petani perempuan di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta
Kabupaten Simalungun. Populasi dari penelitian ini adalah petani perempuan yang
budidaya tanamannya adalah sayur mayur dengan luas lahan yang dikelola maksimal
1 ha. Sehingga diperoleh 15 populasi dan populasi tersebut dijadikan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa menyimpulkan bahwa petani
perempuan memberikan kontribusi yang besar dan baik dalam kehidupan social
ekonomi keluarga. Hal tersebut terlihat dari kemampuan mereka memenuhi
kebutuhan sehari-hari dari penghasilan bekerja sebagai petani dan keterlibatan
responden serta peran dalam kehidupan sosial.

Kata Kunci

: Kontribusi, Petani Perempuan, Sosial Ekonomi Keluarga

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA
FACULTY OF SOCIAL, SCIENCE, AND POLITICAL SCIENCE
SCENCE DEPARTEMENT OF SOCIAL WELFARE
Name : Castri Delfi Saragih
Nim : 070902028

ABSTRACT

WOMEN FARMERS ON SOCIAL CONTRIBUTIION OF ECONOMIC
FAMILY IN THE VILLAGE DISTRICT SIBANGUN MARIAH
SELIMAKUTA SIMALUNGUN DISTRICT. (This thesis is composed of: 6
chapters, 93 pages, 36 tables and appendix).
This study highlights the contribution of women as fermers in reelation to
socioeconomic families in the village District Sibangun Mariah Silimakuta
Simalungun District, namely by looking at the role of women to the economy and
social life of family fermers. On rural communities the women are required to live
independently and work because the demands of economy, this is the underlying role
of rural women had the oppurtunnity to work as farmers and farming with his own.
The porpuse of this study was to see how the contribution of women to socioeconomic farmer family in the Village Sibangun Mariah Silimakuta Simalungun
District. To obtain data or the response of women farmers is directly related to their
work and contribution to socio-economic lives of their families, the author falls
spaiciousness conduct research and distribute the questionnaire (questionnaires) and
interview to a number of women farmers in the village of Silimakuta Sibangun
Mariah Simalungun District. The population of this study is that women farmers
culvating vegetables crops is land that is managed by a maximum of 1 ha. 15
respondents in order to obtain population and population is sampled rate translation.
Based on the result of research and analysisi concludes that the peasant
women contributed a great and good in the socio-economic life of the and economic
such as the daily necessities of income working as farmers and the involvement of
the respondents as well as role in social life Rate translation.

Keywords

: Contribution, Farmer Women, Family Socio-economic.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan atas berkat dan karunia Tuhan Yang Maha
Esa karena penulis diberikan waktu, pikiran, kesehatan dan

kekuatan mental

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik dengan judul skripsi “
Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga di Desa Sibangun
Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun”. Skripsi ini disusun untuk
diajukan sebagai salah satu syarat dalam menempuh Ujian Komprehensif untuk
mencapai gelar Sarjana Sosial pada Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara.
Selama penyusunan skrpisi ini, penulis menyadari akan sejumlah kekurangan
dan kelemahan sehingga mengurangi nilai kesempurnaan. Hal ini dikarenakan
keterbatasan pengetahuan, kemampuan dan pengalaman penulis. Maka dengan
kerendahan hati penulis membuka diri untuk saran dan kritik yang dapat membangun
guna perbaikan di masa akan datang.
Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua
pihak yang membantu dalam penyelesaian skripsi ini, dengan secara khusus penulis
mengucapkan terimakasih kepada:
1. Bapak Prof. Badaruddin, M.si, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara Medan.
2. Ibu Hairani Siregar, S.Sos, M.SP selaku Ketua Departemen Ilmu
Kesejahteraan Sosial Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas
Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Berlianti, M.SP, selaku dosen pembimbing yang telah bersedia
menyediakan waktu dan tenaga membimbing penulis serta memberi
dukungan dalam penyelesaian skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

4. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen dan Pegawai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Sumatera Utara untuk segala ilmu pengetahuan,
bimbingan, dan jasa-jasanya hingga penulis dapat menyelesaikan
perkuliahan.
5. Bapak Metton Manihuruk, selaku Kepala Desa Sibangun Mariah yang
telah memberikan izin penelitian di desa tersebut.
6. Buat orang tua saya, Alm Bapak Tarida Manihuruk dan Ibu Rusmi
Girsang tersayang yang telah membesarkan , mendidik dan memotivasi
saya. Buat ayah terimakasih atas doa dan dukungannya selama ini,
terimakasih sudah menjadi sumber motivasi dan inspirasi serta sudah
menjadi ayah yang terhebat bagi saya. Terimakasih buat Ibu yang telah
memberikan kasih sayang dan doanya yang senantiasa mengiringi
langkahku, terimakasih buat kerja kerasnya dan bantuan moril material
selama perkuliahan hingga sampai ke tahap penyelesaian skripsi ini
tetaplah menjadi ibu yang kuat dan hebat. Semoga saya dapat membalas
semua jasa kalian dan menjadi anak yang membanggakan buat kalian, I
love you mom, I love you dad.
7. Buat abang dan kakak , bang Jaberti Saragih dan keluarga, bang Sarma
Saragih, kak Siti Sahmalum dan keluarga, kak Enika Sinaria dan keluarga
yang memberikan kasih sayang, perhatian, motivasi serta dukungan serta
bantuan moril maupun materil selama perkuliahan hingga sampai ke
tahap penyelesaian skripsi ini.
8. Buat keponakanku tersayang. Eplin Jesica

Girsang, Edrian Girsang,

Naura Sari Girsang, Gomgom Alfarelta Saragih, Rosetta ( Ochen)
Saragih, Ramos Sipayung ( Sigendut) serta ponakanku yang paling kecil

Universitas Sumatera Utara

yang baru saja lahir pada tanggal 05 Agustus 2011. Jangan nakal dan
jadilah anak-anak yang baik, sayang kepada orang tua, rajin belajar dan
takut akan Tuhan sehingga kelak jadi anak yang membanggakan keluarga
besar kita.
9. Teman-teman di stambuk 2007 IKS my best friend , Lukas, Alexander,
Septian, Frans Sinaga,

Yohana, Petrus, terima kasih

dalam mengerjakan skripsi ini

buat bantuan

dan juga buat kebaikan kalian, banyak

suka duka dan pengalaman yang kita lalui bersama kiranya itu bisa
menjadi pelajaran untuk membentuk kita menjadi lebih baik. Dan kepada
teman-teman 07 yang lain Novanta, Kristina, Endika Pratama, Deddy,
Andri, Riswan, Sunario dan yang tidak dapat disebutkan satu persatu.
Semangat dan semoga kita dapat mencapai cita-cita yang kita inginkan
terimakasih buat perjalanan serta kenangan indah di perkuliahan selama
ini.
10. Buat teman-teman Se*SOOY Christy, Lydia Pasaribu, Tri Angel, Tissa,
Maya dan Sheila, terimakasih buat bantuan dan dukungannya selama
mengerjakan skripsi ini semoga apa yang kita jalani di perkuliahan
menjadi pelajaran yang berharga dalam hidup kita, semangat dan sukses
buat kita semua.
11. Buat Teman-teman Seperjuangan di GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen
Indonesia) FISIP USU Gunawan ,Hilda Simatupang, Nina Karina, Jeng
Karona, Bang Frans, Kak Yusniar, Kak Pertiwi Ginting, Kakanda Zidane
Pall, Riyama, Rasna dan yang tidak dapat disebutkan satu-persatu
terimakasih buat bantuan dalam penyelesaian skripsi ini dan juga atas doa
serta dukungan motivasinya. Saya tidak akan melupakan pengalaman dan

Universitas Sumatera Utara

pelajaran yang kita lalui bersama, dan kepada seluruh civitas GMKI tetap
semangat

dalam

pelayanan,

tinggi

iman,

tinggi

ilmu,

tinggi

pengabdian,UT OMNES UNUM SINT.
12. Teman-teman di kos Gg. Dame No. 5 yang membantu menginspirasi dan
memotivasi dalam penyelesaian skripsi ini, sukses selalu buat kita semua.
13. Buat orang-orang yang tidak tersebutkan namanya yang sudah
mendukung dan membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, terimakasih
saya ucapkan. Biarlah ilmu yang kita miliki dapat kita pergunakan untuk
keharuman dan kebanggaan almamater kita.

Dengan segala kerendahan hati penulis menyadari masih terdapat kekurangan
dalam skripsi ini. Untuk itu sangat diharapkan saran dan kritik guna
menyempurnakannya. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak
terkait.

Medan,

Agustus 2011

Penulis

Castri Delfi Saragih

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
HALAMAN
ABSTRAK ………………………………………………………………... i
KATA PENGANTAR ……………………………………………………iii
DAFTAR ISI ……………………………………………………………... vii
DAFTAR TABEL ………………………………………………………... x
DAFTAR GAMBAR ……………………………………………………... xiii

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang ……………………………………………………. 1

1.2.

Perumusan Masalah ……………………………………………….. 7

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………………. 7

1.3.1. Tujuan Penelitian ………………………………………………... 7
1.3.2. Manfaat Penelitian ………………………………………………. 7
1.4.

BAB II

Sistematika Penulisan …………………………………………… 8

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Kontribusi ............................................................................................ 10
2.1.1. Pengertian Kontribusi .................................................................... 10
2.2. Petani Perempuan ................................................................................ 11
2.2.1 Petani ..............................................................................................11
2.2.2. Perempuan Sebagai Petani ............................................................. 12
2.3. Sosial Ekonomi .................................................................................... 14
2.3.1. Pendapatan ..................................................................................... 19
2.4. Keluarga ............................................................................................... 20

Universitas Sumatera Utara

2.5. Kesejahteraan Sosial ............................................................................ 22
2.5.1. Pengertian KesejahteraaN Sosial ................................................... 22
2.6. Kerangka Pemikiran .............................................................................25
2.7. Defenisi Konsep dan Definisi Operasional .......................................... 26
2.7.1. Defenisi Konsep ............................................................................. 26
2.7.2. Defenisi Operasional ......................................................................28

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1. Tipe Penelitian ………………………………………………………. 31
3.2. Lokasi Penelitian ……………………………………………………..31
3.3. Populasi dan Sampel ………………………………………………… 31
3.4. Teknik Pengumpulan Data …………………………………………... 32
3.5. Teknik Analisa Data ………………………………………………… 33

BAB IV

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

4.1. Sejahtera Desa Sibangun Mariah ……………………………………. 35
4.2. Letak Geografis Desa dan Iklim …………………………………….. 36
4.3. Pola Pemukikam .................................................................................. 38
4.4. Bahasa .................................................................................................. 39
4.5. Komposisi Penduduk ........................................................................... 40
4.5.1. Gambaran Umum Penduduk .......................................................... 40
4.5.2. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Usia ............................ 40
4.5.3. Komposisi Penduduk Menurut Suku Bangsa ................................ 41
4.5.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian .................. 41
4.5.5. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama .................................... 43

Universitas Sumatera Utara

4.6. Sarana dan Prasarana di Desa Sibangun Mariah ..................................43
4.6.1. Sarana Ibadah ................................................................................. 43
4.6.2. Sarana Pendidikan .......................................................................... 44
4.6.3. Sarana Jalan dan Transportasi ........................................................45
4.6.4. Sarana Kesehatan ........................................................................... 47
4.6.5. Sarana Penerangan dan Air Bersih ................................................ 48
4.7. Struktur Sosial dan Organisasi Kemsyarakatan ................................... 49
4.7.1. Sistem Kepemimpinan ................................................................... 51
4.8. Organisasi Sosial di Desa Sibangun Mariah ........................................ 52
4.8.1. Organisasi Keagamaan ...................................................................52
4.8.2. Organisasi Kepemimpinan ............................................................. 52
4.8.3. Organisas Kemasyarakatan ............................................................ 53

BAB V

ANALISA DATA

5.1. Analisis Karakteristik Responden ........................................................ 55
5.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ...................................55
5.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Suku Bangsa/Etnis ............56
5.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Agama .............................. 57
5.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ........................ 58
5.1.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga. 59
5..1.6. Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan Suami ............... 60
5.2. Sosial Ekonomi Keluarga .................................................................... 62
5.2.1. Jawaban Responden Berdasarkan Pendapatan ...............................62
5.2.2. Jawaban Responden Berdasarkan Luas Lahan Yang Dikelola ...... 63
5.2.3. Jawaban Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan

Universitas Sumatera Utara

Pertanian ........................................................................................ 65
5.2.4. Jawaban Responden Berdasarkan Darimana Mendapat Modal
Usaha Pertanian ............................................................................. 66
5.2.5. Jawaban Responden Berdasarkan Lokasi Penjualan Hasil
Pertanian ........................................................................................67
5.2.6. Jawaban Responden Berdasarkan Pemanfaatan Pendapatan
Responden ...................................................................................... 68
5.2.7. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Tabunga ............. 69
5.2.8. Jawaban Responden Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan
Sehari-hari ...................................................................................... 70
5.2.9. Jawaban Responden Berdasarkan Konsumsi Hasil Panen .............71
5.2.10. Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Rumah ........................ 72
5.2.11. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Rumah ................74
5.2.12. Jawaban Responden Berdasarkan Kepemilikan Kendaraan .......... 75
5.2.13. Jawaban Responden Berdasarkan Tempat Berobat Keluarga
Yang Sakit .....................................................................................76
5.2.14. Jawaban Responden Berdasarkan Kondisi Anak Dalam
Keluarga ......................................................................................... 77
5.2.15. Jawaban Responden Berdasarkan Keterlibatan Pengambilan
Keputusan Pendidikan Anak .......................................................... 79
5.2.16. Jawaban Responden Berdasarkan Sumber Dana Pendidikan
Anak................................................................................................ 80
5.2.17. Jawaban Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja Sebagai
Petani ..............................................................................................81
5.2.18. Jawaban Responden Berdasarkan Dorongan Bekerja Sebagai

Universitas Sumatera Utara

Petani ..............................................................................................82
5.2.19. Jawaban Responden Berdasarkan Pengguna KB ........................... 83

5.2.20. Jawaban Responden Berdasarkan Keterlibatan Dalam Pengambilan
Keputusan Dalam Keluarga ........................................................... 84
5.2.21. Jawaban Responden Berdasarkan Frekuensi Mengikuti Kegiatan
Sosial di Lingkungan Sekitar ......................................................... 85
5.2.22. Jawaban Responden Berdasarkan Jenis Kegiatan Sosial Yang
Paling Sering Diikuti ..................................................................... 86
5.2.23. Jawaban Responden Berdasarkan Tanggapan Responden
Terhadap Aktivitas Pekerjaan Yang Dilakukan ............................. 88
5.2.24. Jawaban Responden Berdasarkan Interaksi Responden Dengan
Keluarga dan Keluarga Sekitar ...................................................... 89

BAB VI

KESIMPULAN

6.1. Kesimpulan .......................................................................................... 91
6.2. Saran .................................................................................................... 92

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

TABEL

JUDUL

HALAMAN

4.1. Komposisi Luas Wilayah Desa Sibangun Mariah ………………… 37
4.2. Komposisi Penduduk Berdasarkan Kelompok Usia Produkstif …... 41
4.3. Komposisi Penduduk Berdasarkan Mata Pencaharian …………..... 42
4.4. Komposisi Penduduk Berdasarkan Agama .......................................43
4.5. Sarana Ibadah .................................................................................... 44
4.6. Sarana Pendidikan ............................................................................. 44
5.1.1. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ......................................55
5.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Suku Bangsa/Etnis ...............56
5.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Agama ................................. 57
5.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan ........................... 58
5.1.5. Distribusi Responden Berdasarkan Jumlah Anak ............................. 59
5.1.6. Distribusi Responden berdasarkan Pekerjaan Suami ...................... 60
5.2.1. Distribusi Responden Berdasarkan Pendapatan /Minggu ................ 62
5.2.2. Distribusi Responden Berdasarkan Luas Lahan Yang Dikelola ...... 63
5.2.3. Distribusi Responden Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan ........65
5.2.4. Distribusi Responden Berdasarkan Modal Usaha Pertanian ............ 66
5.2.5. Distribusi Responden Berdasarkan Lokasi Penjualan Hasil
Pertanian ........................................................................................... 67
5.2.6. Distribusi Responden Berdasarkan Pemanfaatan Pendapatan
Responden ......................................................................................... 68
5.2.7. Distribusi Responden Berdasarkan Kepemilikan Tabungan ........... 68

Universitas Sumatera Utara

5.2.8. Distribusi Responden Berdasarkan Pemenuhan Kebutuhan
Sehari-hari ..........................................................................................70
5.2.9. Dsitribusi Responden Berdasarkan Konsumsi Hasil Panen ..............71
5.2.10. Distribusi Responden Berdasarkan Kondisi Rumah .........................72
5.2.11. Distribusi Responden Berdasarkan Kepemilikan Rumah ................. 74
5.2.12. Dstribusi Responden Berdasarkan Kepemilikan Kendaraan............. 75
5.2.13. Distribusi Responden Berdasarkan Tempat Berobat Keluarga
Yang Sakit .........................................................................................76
5.2.14. Distribusi Responden Berdasarkan Kondisi Pendidikan
Anak Dalam Keluarga....................................................................... 77
5.2.15. Distribusi Responden Berdasarkan Keterlibatan Pengambilan
Keputusan Pendidikan Anak ............................................................ 79
5.2.16. Distribusi Responden Berdasarkan Sumber Dana Pendidikan
Anak...................................................................................................80
5.2.17. Distribusi Responden Berdasarkan Lamanya Bekerja Sebagai
Petani..................................................................................................81
5.2.18. Distribusi Responden Berdasarkan Dorongan Bekerja Sebagai
Petani ................................................................................................ 82
5.2.19. Distribusi Responden Berdasarkan Ikut Program KB ...................... 83
5.2.20. Distribusi Responden Berdasarkan Keterlibatan Pengambilan
Keputusan Dalam Keluarga ............................................................ 84
5.2.21. Distribusi Responden Berdasarkan Frekuensi Mengikuti Kegiatan
Sosial di Sekitar Lingkungan ........................................................... 85
5.2.22. Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kegiatan Sosial Yang

Universitas Sumatera Utara

Paling Banyak Diikuti ...................................................................... 86
5.2.23. Distribusi Responden Berdasarkan Tanggapan Responden Terhadap
Aktivitas Pekerjaan Yang Dilakukan ……………………………… 88
5.2.24. Distribuís Responden Berdasarkan Interaksi Responden Dengan
Keluarga dan Lingkungan Sekitar………………………………… 89

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

2.1. Bagan Kerangka Pemikiran ………………………………………………… 26

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITAS SUMETERA UTARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
DEPARTEMEN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL
Nama : Castri Delfi Saragih
Nim : 070902028

ABSTRAK

KONTRIBUSI PETANI PEREMPUAN TERHADAP SOSIAL EKONOMI
KELUARGA DI DESA SIBANGUN MARIAH KECAMATAN SILIMAKUTA
KABUPETAN SIMALUNGUN. Skripsi ini terdiri dari 6 bab: 93 halaman, 33
kepustakaan, 36 tabel serta lampiran).
Penelitian ini menyoroti tentang kontribusi petani dalam kaitannya dengan
sosial ekonomi keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten
Simalungun, yaitu dengan melihat peranan perempuan terhadap perekonomian dan
kehidupan sosial keluarga petani. Pada masyarakat pedesaan para perempuan sudah
dituntut untuk hidup mandiri dan bekerja karena tuntutan ekonomi. Hal ini
mendasari peran perempuan desa tidak hanya bekerja sebagai pembantu laki-laki
khususnya dalam pertanian dan mengelola lahan pertanian dengan sendiri.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana kontribus petani
perempuan terhadap sosial ekonomi keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan
Silimakuta Kabupaten Simalungun. Guna memperolah data atau tanggapan dari
pertani perempuan secara langsung terkait pekerjaan mereka dan kontribusinya
terhadap sosial ekonomi keluarga mereka. Penulis terjun ke lapangan melakukan
penelitian serta membagikan angket (kuesioner) dan melakukan wawancara kepada
sejumlah petani perempuan di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta
Kabupaten Simalungun. Populasi dari penelitian ini adalah petani perempuan yang
budidaya tanamannya adalah sayur mayur dengan luas lahan yang dikelola maksimal
1 ha. Sehingga diperoleh 15 populasi dan populasi tersebut dijadikan sampel.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisa menyimpulkan bahwa petani
perempuan memberikan kontribusi yang besar dan baik dalam kehidupan social
ekonomi keluarga. Hal tersebut terlihat dari kemampuan mereka memenuhi
kebutuhan sehari-hari dari penghasilan bekerja sebagai petani dan keterlibatan
responden serta peran dalam kehidupan sosial.

Kata Kunci

: Kontribusi, Petani Perempuan, Sosial Ekonomi Keluarga

Universitas Sumatera Utara

UNIVERSITY OF NORTH SUMATERA
FACULTY OF SOCIAL, SCIENCE, AND POLITICAL SCIENCE
SCENCE DEPARTEMENT OF SOCIAL WELFARE
Name : Castri Delfi Saragih
Nim : 070902028

ABSTRACT

WOMEN FARMERS ON SOCIAL CONTRIBUTIION OF ECONOMIC
FAMILY IN THE VILLAGE DISTRICT SIBANGUN MARIAH
SELIMAKUTA SIMALUNGUN DISTRICT. (This thesis is composed of: 6
chapters, 93 pages, 36 tables and appendix).
This study highlights the contribution of women as fermers in reelation to
socioeconomic families in the village District Sibangun Mariah Silimakuta
Simalungun District, namely by looking at the role of women to the economy and
social life of family fermers. On rural communities the women are required to live
independently and work because the demands of economy, this is the underlying role
of rural women had the oppurtunnity to work as farmers and farming with his own.
The porpuse of this study was to see how the contribution of women to socioeconomic farmer family in the Village Sibangun Mariah Silimakuta Simalungun
District. To obtain data or the response of women farmers is directly related to their
work and contribution to socio-economic lives of their families, the author falls
spaiciousness conduct research and distribute the questionnaire (questionnaires) and
interview to a number of women farmers in the village of Silimakuta Sibangun
Mariah Simalungun District. The population of this study is that women farmers
culvating vegetables crops is land that is managed by a maximum of 1 ha. 15
respondents in order to obtain population and population is sampled rate translation.
Based on the result of research and analysisi concludes that the peasant
women contributed a great and good in the socio-economic life of the and economic
such as the daily necessities of income working as farmers and the involvement of
the respondents as well as role in social life Rate translation.

Keywords

: Contribution, Farmer Women, Family Socio-economic.

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang

Perempuan yang menjadi kunci pembangunan pertanian dan sebagai
penyelamatan krisis pangan yang terjadi 2 tahun terakhir ini. Dalam laporan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dikeluarkan pada tahun 2008 menunjukkan
bahwa pertanian menjadi sumber utama kehidupan untuk perempuan dibanyak
negara berkembang dan menjadi jalan keluar utama untuk mengatasi kemiskinan di
keluarganya. Namun demikian banyak perempuan di berbagai wilayah pedesaan
tidak mempunyai akses untuk input dan sumber daya produksi bagi pertaniannya
serta pelayanan publik yang memadai. Mereka juga tidak mendapatkan insentive
yang memadai dalam usahanya serta sangat rentan upaya produktivitasnya di
pertanian. Padahal pertanian yang dihasilkan para perempuan ini menjadi tumpuan
hidup dan kehidupan banyak keluarga miskin. Bahkan pertanian menjadi kunci dari
pembangunan banyak negara berkembang.

Perempuan menjadi kunci dalam produksi pertanian di negara berkembang.
Dimana 32% dari mereka hanya bekerja sebagai buruh dan hidup dalam keterbatasan
di areal pedesaan (70%). Perempuan menjadi sumber yang potensial tenaga kerja
dalam produksi pangan yang dikonsumsi masyarakat lokal. Pertanian di berbagai
negara termasuk di wilayah Asia dan Afrika menjadi mesin pertumbuhan ekonomi
dan menjadi basis kehidupan di pedesaan. Lebih banyak proposi produksi pertanian
dihasilkan oleh perempuan, sehingga perempuan menjadi agen yang cukup penting
dalam ketahanan pangan dan kesejahteraan keluarga. Untuk itulah sudah sewajarnya

Universitas Sumatera Utara

perempuan mendapatkan prioritas dalam program pertanian dan mendapatkan
dukungan dari kebijakan pembangunan pertanian karena dialah sumber daya dalam
keberlanjutan kehidupan pedesaan dan pengurangan kemiskinan (Pertiwi. 2010,
Pembangunan

Pertanian

yang

Responsif

Gender.

di

akses

dari

http://www.gitapertiwi.org)

Negara Indonesia dikenal dengan negara agraris hal ini disebabkan karena
sebagian terbesar penduduk dunia bermata pencaharian dalam bidang-bidang di
lingkup pertanian, namun pertanian hanya menyumbang 4% dari Produk Domestik
Bruto (PDB) dunia. Sejarah Indonesia sejak masa kolonial sampai sekarang tidak
dapat dipisahkan dari sektor pertanian dan perkebunan, karena sektor-sektor ini
memiliki arti yang sangat penting dalam menentukan pembentukan berbagai realitas
ekonomi dan sosial masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini didukung
karena potensi sumber daya alam Indonesia, lahan yang luas dan juga tanah yang
masih subur di berbagai daerah dan iklim yang baik untuk pertanian

juga

menjadikan negara Indonesia tetap bertahan dan bertumpu pada sector pertanian.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, bidang pertanian di
Indonesia menyediakan lapangan kerja bagi sekitar 45,3% penduduk meskipun
hanya menyumbang sekitar 18,3% dari total pendapatan domestik bruto. Negara
Indonesia sebagai negara agraris didukung dengan banyaknya penduduk Indonesia
yang bermata pencaharian sebagai petani (Wikipedia. 2010. Petani. Diakses dari
http://id.wikipedia.org).

Pertanian

masih merupakan sektor strategis bagi bangsa Indonesia untuk

waktu lima dan sepuluh tahun ke depan. Hal tersebut disebabkan karena sebagian
besar penduduk Indonesia hidup di wilayah pedesaan dengan mata pencaharian

Universitas Sumatera Utara

utama sebagai petani. Keberadaannya merupakan suatu kekuatan tersendiri bagi
pembangunan nasional. Oleh karena itu pengaruhnya masih sangat besar terhadap
pembangunan bangsa.

Pertanian

yang

begitu

banyak

memberikan

partisipasinya

terhadap

pembangunan seolah tidak disadari hal ini dapat dilihat dari kurangnya perhatian
terhadap masyarakat petani. Semakin lama para petani semakin kurang terjamin
kesejahteraannya, kemiskinan petani yang semakin hari semakin memperihatinkan,
apabila dilihat secara seksama faktor penyebab kemiskinan petani tidak hanya dipicu
oleh kepemilikan lahan, tetapi juga sering dipicu oleh kebijakan pemerintah yang
terkesan setengah hati untuk berpihak kepada petani, karena tidak disertai perangkat
aturan yang akan memberi sanksi apabila kebijakan tersebut tidak dijalankan
(Samsudin.

2011,

Pelatihan

Peningkatan

Pertanian

Sehat.

Diakes

dari

www.pertaniansehat.or.id ).

Sebagai negara agraris, jumlah perempuan usia di atas 15 tahun dalam sektor
pertanian luas yang berada di wilayah pedesaan mencapai 40 persen. Berbagai
penelitian dalam sektor pertanian menunjukkan bahwa peran perempuan pada
kegiatan pertanian sangat substansial. Kesemuanya menyebut adanya pembagian
kerja seksual dimana perempuan melakukan kerja selama proses produksi yang
meliputi penanaman, penyiangan, pemeliharaan, panen, pasca panen, pemasaran,
baik yang bersifat manajerial tenaga buruh, pada komoditi tanaman pangan ataupun
tanaman industri yang diekspor. Beberapa pekerjaan

justru dianggap sebagai

pekerjaan perempuan seperti halnya menanam bibit, menabur benih dan menyiang.
Dalam proses budi daya, nyaris tak ada benih jatuh ke bumi tanpa sentuhan tangan
perempuan. Bahkan dalam pengairan, yang selama ini dianggap kerja laki-laki,

Universitas Sumatera Utara

perempuan ternyata ikut menentukan kapan pengairan dilakukan, banyaknya
kuantitas air, kedalaman air, frekuensi pengairan, termasuk “bagian kerja laki-laki”.
Tanpa keterlibatan perempuan, proses produksi tak akan berlangsung, termasuk
komoditi ekspor yang diperdagangkan secara internasional (Peran Perempuan
Pedesaan dalam Ekonnomi Global (Yana. 2010. Peran Perempuan Pedesaan Dalam
Ekonomi Global. Diakses dari http://lajur-kiri.com).

Peran perempuan dalam dunia pertanian tidak sekadar menjadi teman atau
pembantu laki-laki dalam mengerjakan lahan pertanian. Pekerjaan yang dilakukan
oleh perempuan dapat lebih berat dari laki-laki. Selain mengurus dan menyiapkan
anak ke sekolah, perempuan juga harus menyiapkan dan mengirimi makan suami di
lahan. Tidak berhenti disitu saja, perempuan membantu pekerjaan suami yang sedang
dikerjakan. Bahkan apabila pekerjaan di lahan sudah selesai hari berikutnya
perempuan dapat bekerja di lahan milik orang lain. Mereka dapat menjadi buruh
untuk tanam, pemupukan dan membersihkan lahan dari rumput dan gulma. Pada saat
panen perempuan jarang dilibatkan karena dianggap tidak memiliki cukup tenaga.
Meskipun demikian peran lain untuk tetap menjaga ketahanan pangan keluarga
masih dapat dilakukan. Peran yang sering dilakoni adalah bekerja mengumpulkan
bulir-bulir padi yang tertinggal di batang pada saat panen (Resyidi. 2010. Pertanian
Perempuan di Desa. Diakses dari http://rumahsurvey.blogspot.com).

Pada pencapaian keadaan perempuan Indonesia dalam tahun 1990-an
berdasarkan data statistik, hasil sensus 1990 menunjukkan penduduk perempuan
masih tetap sedikit lebih banyak daripada laki-laki. Dari segi kuantitas perempuan
adalah sumber daya manusia yang sama dengan laki-laki sehingga penting untuk

Universitas Sumatera Utara

dikaji bagaimana kualitas perempuan sebagai sumber daya manusia (Sadli, 2010:
2010).

Dalam hal sumber pendapatan dan solidaritas rumah tangga sumbangan
perempuan sangat besar terhadap keluarga dalam sumber penghasilan keluarga yang
tercermin dari bekerja di lahan usahanya sendiri maupun buruh di lahan orang lain.
Namun di samping sumbangan perempuan yang tinggi terhadap sumber pendapatan
khususnya sumber pendapatan keluarga perempuan petani di desa masih sering
kurang diperhatikan kebutuhannya dan sering ditempatkan dalam posisi marginal
kurang dianggap bisa berperan dalam pengambilan keputusan, bahkan juga sering
menjadi pihak yang dikorbankan dalam pemenuhan kesehatan reproduksi.
Perempuan punya beban ganda sebagai ibu dan sebagai istri yang mengharuskannya
menomor duakan perhatiannya terhadap kesehatan reproduksinya (Bataviase. 2010.
Perempuan Petani Masih Dikorbankan. Diakses dari http://bataviase.co.id).
Pekerjaan petani perempuan dalam usaha taninya harus dapat diseimbangkan dengan
perhatian terhadap petani perempuan akan resiko pekerjaan petani. Namun sering
perempuan kurang diperhatikan peran sosialnya. Kodrat perempuan dan pahampaham tentang kodrat perempuan bahwa perempuan masih didominasi oleh laki-laki
masih sangat mempengaruhi kontribusi perempuan dalam kehidupan sosial ekonomi.

Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun
merupakan daerah yang pada umumnya sumber pendapatannya berasal dari
pertanian, perempuan di desa ini tidak lagi hanya bekerja di rumah dan mengurus
pekerjaan rumah, merawat anak namun di desa ini perempuan sudah ikut bekerja
sebagai petani dan mengelolah lahan pertanian baik lahan pertanian milik sendiri
maupun lahan pertanian yang di sewa. Di desa Sibangun Mariah

terdapat

Universitas Sumatera Utara

perempuan yang bekerja sebagai petani

dan sudah menikah untuk memenuhi

kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Petani perempuan tidak lagi hanya
mengerjakan pekerjaan yang biasanya dikerjakan perempuan dalam bertani seperti
membersihkan tanah dari rumput, memupuk atau sekedar membantu suami dan
mengantar makanan suami di saat bekerja di lahan pertanian. Di desa ini perempuan
juga mengerjakan pekerjaan yang biasa yang di lakukan laki-laki seperti menyemprot
pestisida, mengangkat peralatan-peralatan pertanian dan waktu yang di gunakan para
perempuan petani di desa ini dalam mengelola lahan pertaniannya lebih banyak dari
pada laki-laki padahal setelah bekerja di lahan pertanian juga harus mengerjakan
pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci dan lain-lain.

Di desa tersebut juga ada perempuan yang bekerja sebagai petani tetapi
suaminya tidak bekerja bersama pada usaha pertanian dalam memenuhi kebutuhan
dirinya dan keluarganya. Hal ini terlihat bahwa perempuan memiliki peran yang
besar dalam perekonomian di desa tersebut khususnya dalam perekonomian
keluarganya. Walaupun perempuan sudah mampu memenuhi kebutuhan hidupnya
dan keluarganya dengan bekerja sebagai petani

namun kodrat perempuan

yang

masih muncul sebagai indikator sosial dan kemampuan perempuan sebagai pencari
nafkah untuk kebutuhan keluarganya sering dikatakan sebagai pencari nafkah
tambahan karena senantiasa laki-laki yang dianggap sebagai tuan untuk pencari
nafkah dalam pemenuhan kebutuhan keluarga hal ini terjadi karena budaya partiarki
yang masih berkembang di dalam kehidupan masyarakat khususnya masyarakat desa
dan bukan tidak mungkin hal ini mempengaruhi kontribusi perempuan

dalam

bidang social ekonomi keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta
Kabupaten Simalungun.

Universitas Sumatera Utara

Melihat betapa pentingnya kontribusi petani perempuan dalam kehidupan
keluarga khususnya dalam peningkatakn pendapatan membuat penulis menjadi
tertarik untuk melakukan penelitian tentang keterkaitan petani perempuan terhadap
peningkatan kehidupan sosial ekonomi keluarga dengan judul ” Kontribusi Petani
Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga di Desa Sibangun Mariah
Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun Sumatera Utara” .

1.2.

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan sebelumnya, penulis

merumuskan masalah penelitian ini sebagai berikut: “ Bagaimana Kontribusi
Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi Keluarga di Desa Sibangun
Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun”

1.3.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.3.1.

Tujuan Penelitian
Berdasarkan masalah penelitian yang telah dirumuskan, penelitian ini

bertujuan untuk mengetahui Kontribusi Petani Perempuan Terhadap Sosial Ekonomi
Keluarga di Desa Sibangun Mariah Kecamatan Silimakuta Kabupaten Simalungun.

1.3.2. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi pada ilmu

pengetahuan khususnya terhadap studi masyarakat yang membahas masalah petani
perempuan yang sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial ekonomi
masyarakat dalam kaitannya dengan ilmu kesejahteraan sosial, selain itu dapat

Universitas Sumatera Utara

memperluas wawasan serta mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya Ilmu
Kesejahteraan Sosial.

1.4.

Sistematika Penulisan
Rencana dan hasil penelitian ini akan dilaporkan menurut sistematika

penulisan sebagai berikut.

BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang masalah, perumusan masalah,
tujuan dan manfaat penelitian serta sistematika penulisan.

BAB II

: TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini berisikan uraian teoritis tentang konsep-konsep yang
berkaitan dengan masalah dan objek yang diteliti, kerangka
pemikiran yang kemudian dituangkan dalam bentuk bagan alur
pikiran, definisi konsep dan definisi operasional.

BAB III

: METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan tipe penelitian, lokasi penelitian, populasi
penelitian, sampel penelitian serta teknik penarikan sampel, teknik
pengumpulan data serta teknik analisis data yang diterapkan.

BAB IV

: DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN
Bab ini berisikan uraian tentang gambaran umum lokasi penelitian
dan data-data lain yang turut memperkaya karya ilmiah ini.

Universitas Sumatera Utara

BAB V

: ANALISIS DATA
Bab ini berisikan uraian data yang diperoleh dari pengumpulan data
penelitian yaitu melalui observasi, kuisioner, dan wawancara.

BAB VI

: PENUTUP
Bab

ini

berisikan

direkomendasikan

kesimpulan
berdasarkan

penelitian
kesimpulan

dan

saran

yang

penelitian

yang

diperoleh.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.

Kontribusi

2.1.1.

Pengertian Kontribusi
Kontribusi berasal dari bahasa inggris yaitu contribute, contribution,

maknanya adalah keikutsertaan, keterlibatan, melibatkan diri maupun sumbangan.
Berarti dalam hal ini kontribusi dapat berupa materi atau tindakan. Hal yang bersifat
materi misalnya seorang individu memberikan pinjaman terhadap pihak lain demi
kebaikan

bersama

(Wikipedia.

2011.

Kontribusi.

Diakses

dari

http://id.wikipedia.org). Kontribusi dalam pengertian sebagai tindakan yaitu berupa
perilaku yang dilakukan oleh individu yang kemudian memberikan dampak baik
positif maupun negatif terhadap pihak lain. Sebagai contoh, seseorang melakukan
kerja bakti di daerah rumahnya demi menciptakan suasana asri di daerah tempat ia
tinggal sehingga memberikan dampak positif bagi penduduk maupun pendatang.
Dengan kontribusi berarti individu tersebut

juga berusaha meningkatkan

efisisensi dan efektivitas hidupnya. Hal ini dilakukan dengan cara menajamkan posisi
perannya, sesuatu yang kemudian mejadi bidang spesialis, agar lebih tepat sesuai
dengan kompetensi. Kontribusi dapat diberikan dalam berbagai bidang yaitu
pemikiran, kepemimpinan, profesionalisme, finansial, dan lainnya.
Dari rumusan pengertian kontribusi yang dikemukakan di atas maka dapat
diartikan bahwa kontribusi adalah suatu keterlibatan yang dilakukan oleh seseorang
yang kemudian memposisikan dirinya terhadap peran dalam keluarga sehingga
memberikan dampak yang kemudian dinilai dari aspek sosial dan aspek ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

2.2.

Petani Perempuan

2.2.1. Petani
Penggunaan kata “perempuan” karena akan dibahas adalah jenis kelamin
yang tergolong perempuan sebagai lawan jenis kelamin laki-laki. Serta lebih
memantapkan informasi yang menjelaskan arti kata perempuan adalah yang
diempukan (empu artinya induk atau ahli) sehinggaa tersirat arti penghormatan
(Sadli,2010:3)Dalam keseharian perilaku perempuan sering dikaitkan dengan aspek
jasmaniah. Dalam budaya indonesia aspek jasmaniah secara langsung maupun tidak
langsung sering di interpreasikan secara populer sebagai perempuan dan kodratnya.
Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya
dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan
memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk
memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya
kepada orang lain (Wikipedia. 2010. Petani. Diakses dari http://id.wikipedia.org).
Dari rumusan pengertian petani yang dikemukakan di atas maka dapat
diartikan bahwa petani adalah orang yang mata pencahariannya bercocok tanam
dengan melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan
memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain), dengan harapan untuk
memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya
kepada orang lain.
Terdapat tiga golongan petani yaitu petani berlahan sempit yaitu golongan
pemilik-penyewa penggarap, pemilik penggarap dan penyewa penggarap serta dua
golongan petani berlahan luas yaitu golongan pemilik-penyewa penggarap dan
pemilik penggarap. Kendala utama bagi usaha tani lahan luas golongan pemilikpenyewa adalah modal sedangkan untuk golongan pemilik penggarap adalah biaya

Universitas Sumatera Utara

pupuk kandang. Harga bayangan dari setiap kendala atau sumberdaya langka tersebut
menunjukkan bila menambah ketersediaan sumberdaya tersebut satu rupiah akan
mendatangkan pendapatan sebesar harga bayangannya (shadow price). Analisis
sensitivitas menunjukkan batasan perubahan dari harga dan biaya agar tidak merubah
keadaan optimal (Yuningsih. 1999. Analisis Optimalisasi Pendapatan Usaha Tani
Pada Keragaman Jenis Usaha Petani. Diakses dari http://repository.ipb.ac.id).
Menurut Jayadinata, menyebutkan bahwa cara-cara untuk meningkatkan
kehidupan sosial ekonomi petani dapat dilakukan dengan cara
1. Meningkatkan pendidikan keterampilan
2. Mengusahakan perubahan mata pencaharian jika pendapatan dalam pertanian
tidak dapat ditingkatkan.
3. Memperluas dan memperbaiki usaha tani.
4. Mengikut sertakan para keluarga petani dalam kegiatan masyarakat dan
kegiatan kelembagaan ( Jayadinata, 1992:2).

2.2.2. Perempuan Sebagai Petani
Kedudukan perempuan dalam aspek sosiologi menunjukan sebagai makhluk
Tuhan Yang Maha Esa. Kedudukan Perempuan dalam pengertian ini memposisikan
perempuan sebagai kelompok sosial yang berstatus lebih rendah dari laki-laki di
lingkungan tempat berinteraksi. Status sosial yang dimaksud ditujukan kepada
kemampuan menerjemahkan dan teknologi sebagai ukuran interaksi yang dibentuk
dari esensi-esensi kemampuan komunikasi sosial yang berada dalam skala rendah.
Dalam proses-proses pembangunan terdapat hubungan timbal balik antara
perempuan dan laki-laki. Jika perbedaan-perbedaan hakiki yang menyangkut jenis
kelamin tidak bisa diganggu gugat dimana bahwa secara biologis perempuan

Universitas Sumatera Utara

memiliki kemampuan mengandung dan melahirkan sementara laki-laki tidak, dan
sejenisnya. Maka perbedaan perbedaan gender

juga harus bisa dirubah karna yang

menjadi akarnya adalah faktor-faktor sosial dan sejarah (Macdonal, dkk: 13).
Pengakuan bahwa perempuan dan laki-laki sama, yaitu sama-sama manusia
yang mempunyai pikiran, perasaan dan pendapat memang dibutuhkan oleh
perempuan, karena selama berabad-abad itu masih disangkal. Banyak kerugiankerugian yang disebabkan yang tidak mengenal atau mengakui perbedaan-perbedaan
ini. Pengakuan akan perbedaan antara perempuan dan laki-laki dibutuhkan untuk
meningkatkan kualitas kehidupan perempuan. Peranan yang berbeda antara
perempuan dan laki-laki dalam keluarga dan masyarakat merupakan akibat
pembagian kerja secara seksual. Pembagian kerja secara seksual ini bertahan karena
mendapat kekuatan dari masa ke masa melalui sosialisasi dan enkulturalisasi. Peran
perempuan selalu dikaitkan dengan urusan domestik dan laki-laki di ruang publik
(Primariantari, dkk 1998:121).
Pada dasarnya perempuan Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di
daerah pedesaan dan miskin peranan ganda bukanlah merupakan sesuatu hal yang
baru. Pada masyarakat pedesaan para perempuan sudah dituntut untuk hidup mandiri
dan bekerja karena tuntutan perekonomian, hal ini yang mendasari peran perempuan
desa tidak hanya lagi bekerja sebagai pembantu laki-laki khususnya dalam pertanian,
perempuan sudah memiliki kesempatan untuk bekerja sebagai petani dan mengelola
lahan pertanian dengan sendiri. Dalam pertanian perempuan juga sudah dapat
memiliki tanah pertanian dan mengawasi penggarapannya. Dengan demikin
perempuan tidak mengalami kesulitan untuk menghidupi dirinya sendiri dan
keluarganya.

Universitas Sumatera Utara

Jadi yang dimaksud dengan petani perempuan merupakan perempuan yang
bekerja sebagai petani yang bercocok tanam dengan melakukan pengelolaan tanah
dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman dengan harapan untuk
memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk di gunakan sendiri ataupun
menjualnya kepada orang lain memperoleh pendapatan dan tidak lagi tergantung
kepada laki-laki.

2.3.

Sosial Ekonomi
Sosial berasal dari istilah bahasa Inggris yaitu society ( berasal dari bahasa

Latin socius, yang berarti ”kawan”) kata ini lazim dipakai dalam tulisan-tulisan
ilmiah maupun bahasa sehari-hari untuk menyebutkan kesatuan hidup manusia
( Koentjaningrat, 2005:119)
Kata sosial menurut Kamus Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang
berkenaan dengan masyarakat. Sedangkan dalam sosiologi manusia sering disebut
mahluk sosial yang artinya manusia tidak dapat hidup dengan wajar tanpa orang lain
di sekitarnya. Dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terlepas dari interaksi dengan
manusia baik individu, kelompok dan lingkungan alam.
Kegiatan sosial tidak terlepas dari tindakan-tindakan sosial dan interaksi
sosial, tindakan sosial adalah hal-hal yang dilakukan individu atau kelompok. Di
dalam interaksi adalah proses dimana individu dengan individu, individu dengan
kelompok atau kelompok dengan kelompok yang satu dengan yang lain ( Narwoko,
dkk, 2006: 20.)
Kepentingan interaksi mempunyai kepentingan praktis yang sesuai dengan
hakikat manusia sebagai mahluk sosial. Interaksi sosial merupakan syarat utama
terjadinya aktivitas sosial. Kegiatan sosial adalah hubungan interaksi sosial dan

Universitas Sumatera Utara

merupakan keadaan dimana seseorang melakukan hubungan respon dengan orang
lain ataupun kelompok. Dalam diri manusia terdapat dua kepentingan, yaitu
kepentingan individu dan kepentinga bersama.
Manusia sebagai mahluk sosial, artinya manusia sebagai warga masyarakat,
dalam kehidupan sehari-hari tidak mungkin dapat hidup sendiri atau mencukupi
kebutuhan sendiri tanpa orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan dan papan)
sedangkan kebutuhan sosial ( pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan
kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiositas semua hal
te

Dokumen yang terkait

Dokumen baru