Prinsip Gerakan Olahraga Pernapasan Satria Nusantara

peningkatan sumber daya manusia SDM, yaitu mengelola stresor dengan baik untuk menjaga dan bahkan mengembalikan ke homeostasis Maryanto, 1990.

4.2. Prinsip Gerakan Olahraga Pernapasan Satria Nusantara

Olahraga pernafasan Satria Nusantara adalah pengolahan nafas dan tenaga dalam yang dilakukan secara sadar dan teratur untuk meningkatkan kesehatan Maryanto, 2008. Prinsip gerakan olahraga pernapasan Satria Nusantara adalah sebagai berikut: 1. Latihan peregangan selama 10 sepuluh menit dilakukan dalam dua periode Peregangan sangat dibutuhkan sebelum menjalani latihan dalam upaya mencapai kelenturan otot menghindari cedera. Otot akan menjadi rentan cedera dan sakit jika tidak melakukan peregangan. Manfaat lain dari peregangan ialah dapat menghilangkan rasa ngilu atau pegal sehabis bekerja keras atau olahraga selama delapan jam atau lebih, serta menyebabkan otot tetap fleksibel. Untuk mencapai hasil yang baik, peregangan dilakukan sebelum dan setelah latihan dimana otot sudah mulai panas Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat Makasar, 2008. 2. Latihan pernapasan duduk awal dan duduk akhir selama 20 menit dalam dua periode Latihan pernapasan duduk awal dilakukan sebagai pemanasan warming-up bagian dalam tubuh sebelum melakukan pernapasan bergerak. Pernapasan duduk akhir dilakukan untuk pendinginan cooling down dan pengendapan tenaga hasil latihan Maryanto, 2008. Peserta pernafasan Satria Nusantara dilatih bernafas dengan ritme yang teratur, pelan dan dalam sehingga ritme pernafasan diperlambat. Kebiasaan Universitas Sumatera Utara bernafas pelan dan dalam akan memberikan pengaruh terhadap stabilitas fungsi saraf otonom dengan semakin meningkatnya fungsi saraf parasimpatik. Fungsi syaraf parasimpatik berhubungan erat dengan anabolisme yaitu metabolisme yang bersifat membangun, yang mengarah kepada perbaikan-perbaikan terhadap kerusakan jaringan dan gangguan fungsional. Penghambatan fungsi sistem jantung-pembuluh darah yang cenderung menyebabkan melambatnya denyut jantung dan melemasnya pembuluh darah, khususnya arterioale sehingga menyebabkan tekanan darah menurun Maryanto, 2008. Latihan pernapasan duduk akhir merupakan latihan pendinginan dimana latihan ini dapat menurunkan kerja jantung secara perlahan dan keseluruhan proses metabolisme yang meningkat selama latihan. Keuntungan pendinginan yaitu mecegah pengumpulan darah dalam vena dan memastikan cukupnya aliran darah dalam otot, mencegah kekakuan dan nyeri otot Maryanto, 2008 dalam Mardhiah, 2009. 3. Latihan pernapasan bergerak, dilakukan selama 80 delapan puluh menit dilakukan dalam dua periode. Pernapasan bergerak adalah pengolahan pernapasan yang dilakukan bersamaan dengan gerak tertentu jurus. Pada latihan pernapasan bergerak, napas ditahan selama 3 sampai 5 menit Maryanto, 2008. Latihan pernapasan bergerak menggunakan mekanisme hipoksia anaerobik. Latihan ini membuat sel-sel tubuh efisien menggunakan oksigen yang berarti meningkatnya kemampuan fungsional dan kesehatan sel serta merupakan cara yang sangat fisiologis dalam merangsang sel-sel tubuh untuk melakukan penyembuhan bagi dirinya Maryanto, 2008. Universitas Sumatera Utara 4. Istirahat Selama 10 Menit Istirahat dilakukan di antara dua periode latihan pernapasan bergerak selama 10 sepuluh menit dalam satu kali periode Maryanto, 2008. Istirahat dilakukan untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti pada awal latihan sebagai persiapan untuk latihan kemudian Simbar, 2008.

4.3. Gerakan Olahraga Pernapasan Satria Nusantara