Deskripsi Lokasi Penelitian Pembahasan

64

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Bakalan Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul. SD ini terdiri dari 12 kelas dengan didukung oleh tenaga pengajar yang terdiri dari 12 guru kelas, 1 guru agama islam, dan 1 guru olah raga. Fasilitas yang dimiliki SDN Bakalan antara lain 1 ruang usaha kesehatan sekolah UKS, kantin, 1 ruang perpustakaan, 2 laboratorium IPA dan komputer, 8 kamar mandi siswa dan guru,1 ruang mushola, 1 ruang gudang, 1 ruangan guru, 1 ruang kepala sekolah, 1 ruang tata usaha, dan 1 rumah penjaga. Dalam kegiatan yang ada di SDN Bakalan juga diselenggarakan kegiatan bersifat ekstra kurikuler. Lokasi sekolah alamat Bakalan, Pendowoharjo, Sewon RTRW 00 Dusun Sawahan, Desa atau Kelurahan Pendowoharjo, Kecamatan Sewon, LintangBujur.

B. Deskripsi Hasil Penelitian

Dalam bab ini disajikan hasil penelitian tindakan kelas yang berupa hasil tes. Selanjutnya dilakukan pembahasan pada penelitian. Diperoleh dari kondisi awal, tindakan pada siklus I dan II. Hasil tes pada kondisi awal merupakan keterampilan menulis cerita menggunakan media gambar. Sedangkan, hasil tes pada siklus I dan II merupakan perbaikan keterampilan menulis cerita dalam menggunakan media gambar. 65

1. Keadaan Awal Hasil Belajar Siswa

Keadaan awal sebelum pelaksanaan Penelitian menulis cerita pada siswa dalam menggunakan gambar, nilai rata-rata hasil belajar siswa kelas IVB SDN Bakalan menunjukan adalah 75. Kondisi tersebut menjadikan indikator pada penelitian ini bahwa kemampuan belajar siswa dalam menulis cerita masih rendah. Rendahnya kemampuan siswa tersebut di atas dapat disebabkan karena siswa masih mengalami kesulitan dalam menulis cerita. Berdasarkan hasil observasi pada waktu guru mengajar, menunjukan bahwa pembelajaran yang cenderung bersifat ceramah, serta siswa kurang terlibat aktif. Tabel 4. Hasil Tes Awal Menulis Cerita No. Nilai Kriteria Frekuensi Siswa Persentase Keterangan 1 75-80 Sangat Baik 3 13,04 Tuntas13,04 2 69-74 Baik 1 4,34 Belum tuntas 86,93 3 62-68 Cukup Baik 11 47,82 4 59-61 Kurang Baik 7 30,43 5 45-58 Sangat Kurang 1 4,34 Jumlah 23 100 Berdasarkan tabel nilai hasil tes awal menulis cerita tersebut masih rendah, maka diperlukan suatu penggunaan media gambar dalam pembelajaran keterampilan menulis cerita yang mampu meningkatkan situasi kelas yang kondusif, siswa terlibat aktif dalam belajar, terjadinya komunikasi antara guru dan siswa, serta siswa mempunyai peningkatan motivasi untuk belajar. Pembelajaran yang dimaksud adalah pembelajaran menulis cerita menggunakan media gambar yang dilaksanakan dalam dua siklus. 66

2. Siklus I

a. Perencanaan Tindakan Siklus I

Pada awalnya peneliti mempersiapkan Rencana pelaksanaan pembelajaran RPP, lembar observasi untuk mengamati kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar dan juga lembar observasi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar yang berlangsung di dalam kelas. Guru dan peneliti mempersiapkan materi yang akan diajarkan kepada siswa berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP. Peneliti mempersiapkan media gambar tentang teknologi sederhana dalam bertani. Guru menugaskan kepada siswa untuk membawa buku pembelajaran Bahasa Indonesia. Peneliti mempersiapkan lembar kerja unttuk siswa dan siswa dibagikan dalam 4 kelompok, setiap kelompok terdiri dari 5 sampai 6 anak.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus I

a Pertemuan Pertama Pertemuan pertama siklus I dilaksanakan pada hari selasa 16 juni 2015. Pada awalnya Sebelum dimulai pelajaran guru mengajak siswa untuk menyebutkan tentang jenis-jenis teknologi sederhana yang sebelmnya mereka lihat ditempat tinggal mereka masing-masing. Guru menempelkan gambar tentang teknologi sederhana dalam bertani didepan papan tulis. Guru meminta salah satu siswa untuk membaca teks contoh cerita di depan kelas agar masing-masing kelompok bisa mendengarkan dan menyusun cerita sesuai dengan gambar teknologi sederhana yang 67 diberikan oleh guru. Guru mengajak siswa untuk mengamati tentang gambar yang sudah ditempelkan di depan papan tulis. Guru menjelaskan maksud dan tujuan dari gambar tersebut. Guru menjelaskan tentang proses awalnya dalam bertani menanam padi sampai dengan mendapatkan hasil panen yang sudah dilakukan oleh seorang petani. Guru membagikan Lembar Kerja kepada siswa dan menyuruh siswa untuk menulis cerita sesuai dengan gambar yang sudah ditempelkan atau yang sudah dijelaskan oleh guru dan siswa membuat cerita sesuai dengan kata-kata mereka sendiri. Guru mengajak siswa dalam setiap kelompok untuk mempersentasikan hasil kerja kelompok sudah mereka kerjakan di bacakan didepan kelompoknya masing-masing. Setelah itu, guru memberikan penguatan kepada siswa dan memberikan pekerjaan rumah PR. b Pertemuan Kedua Pertemuan kedua siklus I dilaksanakan pada hari senin 22 juni 2015. Sebelum dimulai pelajaran guru mengajak siswa untuk menyebutkan tentang jenis-jenis teknologi sederhana yang sebelumnya mereka lihat ditempat tinggal mereka masing-masing. Guru menempelkan gambar tentang teknologi sederhana dalam memasak didepan papan tulis. Guru mengajak siswa untuk mengamati tentang gambar yang sudah ditempelkan di depan papan tulis. Guru menjelaskan maksud dan tujuan dari gambar tersebut. Guru meminta salah satu siswa untuk membaca teks contoh cerita di depan kelas agar siswa siswi yang lain bisa mendengarkan 68 dan menyusun cerita sesuai dengan gambar teknologi sederhana. Guru menjelaskan tentang teknologi sederhana dalam memasak, proses awalnya menyediakan kayu bakar sampai dengan akhir memasak dalam menggunakan alat sederhana. Guru membagikan Lembar Kerja kepada masing-masing siswa dan menyuruh siswa untuk menulis cerita sesuai dengan gambar yang sudah ditempelkan dipapan depan tulis. Guru menjelaskan dan menyebutkan maksud dan tujuan dari gambar yang sudah ditempelkan oleh guru. Dan guru menyuruh masing-masing siswa menyusun cerita sesuai dengan gambar menggunakan kata-kata siswa sendiri. Setelah akhir pembelajaran guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa untuk dikerjakan agar bisa mengetahui pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar yang sudah berlangsung. Guru memberikan penguatan kepada siswa tentang materi yang sudah di bahas bersama.

c. Observasi Siklus I

Observasi terhadap siswa yang dilakukan dalam menulis cerita menggunakan media gambar. Observasi terhadap kerja sama siswa dalam kelompok dan masing-masing siswa, berdasarkan data hasil observasi kerja sama siswa dalam kelompok saat pengajaran pada siklus I dengan menggunakan media gambar dalam menulis cerita. Peneliti mengobservasi secara terbuka dengan mencatat hal-hal yang terjadi pada saat proses pembelajaran, pengaruh tindakan yang di sengaja, situasi dalam kelas, keadaan kelas dan kendala dalam proses pembelajaran. 69 Lembar pengamatan yang di gunakan peneliti yaitu untuk mengamati siswa dan guru pada proses belajar mengajar tentang keterampilan menulis cerita menggunakan media gambar pada lembar observasi. Peneliti telah melakukan penelitian terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis cerita dengan menggunakan media gambar untuk mencaritahu tindakan yang di lakukan siswa secara langsung.

d. Pengamatan Terhadap Siswa

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada pembelajaran menulis cerita di siklus I pada hari selasa 16 juni 2015, pada pukul 10.00 sampai 11.35 Wib. Dari hasil observasi aktivitas siswa pada pembelajaran menulis cerita pertemuan pertama siklus I yaitu 93,33, untuk lebih jelas lihat pada lampiran 5 halaman 98. Pada siklus I pertemuan pertama yang dilakukan, siswa terlihat kurang begitu aktif dan masih bingung karena siswa kurang terbiasa dengan pembelajaran menulis cerita menggunakan media gambar. Keaktifan siswa dalam bertanya masih terlihat beberapa siswa saja yang bertanya kepada gurunya sedangkan sebagian besar belum bisa bertanya , hal tersebut menyebabkan siswa kurang terbiasa dalam menulis cerita dan bingung tentang apa yang ingin disampaikan. Guru menjelaskan kepada siswa, apabila menemukan kesulitan segera bertanya kepada guru. Guru memberitahukan kepada siswa agar siswa mengerjakan tugas terlebih dahulu, apabila menemukan kesulitan baru bertanya kepada guru. Siswa 70 harus saling membantu temannya, yang diam harus berusaha memberikan pikirannya. Dalam penilaian guru difokuskan pada kerjasama siswa saling memberikan pendapatnya, dan semangat kerja sama serta perhatiannya, dan kualitas hasil tulisannya Pertemuan kedua siklus I ini dilaksanakan pada senin 22 juni 2015. Pembelajaran dimulai pukul 07.10 sampai 09.00 Wib dengan materi melanjutkan siklus pertemuan pertama yaitu menulis cerita dengan menggunakan media gambar. Siswa dalam melakukan tugasnya secara individu untuk mencari jawaban dan menyelesaikan kegiatan menulis cerita. Hasil observasi siswa pada pembelajaran keterampilan menulis cerita pertemuan kedua siklus I yaitu 93,33, untuk lebih jelas lihat pada lampiran 6 halaman 99. Berdasarkan hasil observasi pada pertemuan kedua siklus I difokuskan kepada siswa agar dapat menulis cerita sesuai dengan gambar yang diamati tentang gambar teknologi sederhana. Pada siklus I pembelajaran dengan menggunakan media gambar teknologi sederhana belum dapat dilaksanakan secara optimal, karena siswa belum terbiasa, sehingga kegiatan yang diharapkan perlu diterapkan dengan baik. Masih juga sebagian siswa waktu mengerjakan tugas individu hanya mengerjakan saja. Tidak mendengarkan penjelasan dari guru, siswa masih saling mengganggu dengan teman yang sebangku sehingga tugas-tugas yang dikerjakan kurang maksimal. Membuktikan dengan hasil observasi keterampilan menulis cerita siswa kelas IV SD Negeri Bakalan 71 Tabel 5. Hasil Menulis Cerita Pada siklus I No. Nilai Kriteria Frekuensi Persentase Keterangan 1. 77-80 Sangat Baik 4 17,39 Tuntas 17,39 2. 65-76 Baik 12 52,17 Belum Tuntas 80,60 3. 55-64 Cukup Baik 7 30,43 4. 45-54 Kurang Baik 5. 35-44 Sangat Kurang Jumlah 23 100 Berdasarkan tabel di atas disimpulkan bahwa hasil keterampilan menulis cerita yang diperoleh siswa pada siklus I ini masih terlihat rendah karena hasil yang dimiliki siswa masih jauh dari kriteria keberhasilan yang ditetapkan oleh peneliti. Pada pernyataan tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa siswa dalam keterampilan menulis cerita hasil yang didapatkan sudah cukup, tetapi masih banyak yang perlu dibenarkan. Dalam hasil menulis cerita yang dilakukan setelah akhir siklus I, nilai dari siswa sudah ada peningkatan dibandingkan sebelum tindakan. Namun masih terlihat rendah dalam menulis cerita dan belum mencapai batas hasil kriteria minimal KKM yang telah ditetapkan oleh peneliti dan guru yaitu 77. Pada nilai awal sebelum tindakan dan siklus I jumlah siswa yang memperoleh nilai tuntas sesuai dengan KKM dari peneliti dan guru yaitu 77, dari 3 siswa 13.04 meningkat menjadi 4 siswa 17,39 dari 23 siswa. Siswa yang mendapat nilai dibawah KKM tinggal 19 siswa 82,60. 72 Tabel 6. Perbandingan Ketuntasan Keterampilan Menulis Cerita Pada Tes Awal Dan Siklus I Uraian Ketuntasan Tes Awal Siklus I Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Siswa 3 20 4 19 Persentase 13.04 86,95 17,39 82,60 Berdasarkan tabel di atas, peningkatan hasil persentase dapat dilihat pada histogram berikut ini. Gambar 3. Histogram Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Siswa Kelas IV Hasil tes keterampilan menulis cerita yang diberikan kepada siswa dipertemuan pertama siklus I diperoleh nilai rata-rata sebagai berikut: siswa menyusun isi cerita kurang sesuai dengan unsur cerita, hasilnya yaitu 8,73, siswa menulis cerita kurang sesuai dengan alur cerita yaitu 15,65, siswa menulis cerita kurang sesuai dengan tokoh dalam cerita yaitu 18,91, siswa menulis cerita kurang sesuai dengan struktur kalimat dalam cerita yaitu 11,73, siswa menulis cerita kurang sesuai dengan EYD yaitu 0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00 100.00 Tuntas Belum Tuntas Tes Awal Siklus I 73 8,95. Pada pertemuan kedua siklus I diperoleh nilai rata-rata sebagai berikut: siswa menyusun isi cerita cukup sesuai dengan unsur cerita yaitu 8,65, siswa menulis cerita cukup sesuai dengan alur cerita yaitu 18,69, siswa menulis cerita cukup sesuai dengan tokoh cerita yaitu 20,95, siswa menulis cerita cukup sesuai dengan struktur kalimat dalam cerita yaitu 13,26, siswa menulis cerita cukup sesuai dengan EYD yaitu 9,39.

e. Tahap Refleksi

Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada siklus I dapat diketahui bahwa masih ada siswa yang memiliki perilaku yang kurang baik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung dikelas ada siswa yang bermain dengan teman sebangkunya yang tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Pada saat siswa mengerjakan tugas, guru sudah membimbing mereka tetapi siswa masih berdiri di tempat duduknya sambil mengganggu teman sebangkunya. Sebaiknya guru membimbing siswa dengan berkeliling dalam ruangan kelas. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran menulis cerita perlu dilakukan. Situasi dalam kelas perhatikan dengan baik tiap kelompok dan individu hendaknya diarahkan lebih aktif dalam menulis cerita. Siswa yang pandai memberikan kesempatan kepada siswa yang kurang pandai untuk bertanya dan menulis cerita. Siswa yang kurang pandai itulah yang perlu mendapatkan perhatian yang lebih agar siswa tersebut bisa mampu menguasai cara menulis cerita dengan menggunakan media gambar dengan baik. Agar lebih mengembangkan kreativitas siswa guru bisa 74 mengembangkan dengan memberikan tugas rumah menceritakan benda nyata yang siswa temukan masing-masing dirumah. Pembelajaran menulis cerita dengan menggunakan media gambar perlu ditingkatkan. Peneliti harus menyusun rencana pembelajaran, menyiapkan media gambar, membuat lembar kerja siswa menyiapkan evaluasi, harus berada ditengah- tengah siswa. Guru perlu meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa agar mereka dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Guru perlu menilai siswa yang kurang aktif. Guru perlu menyampaikan kepada siswa bahwa aktivitas mereka dinilai oleh guru. Berdasarkan hasil tersebut di atas maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran ini kurang memenuhi sepenuhnya. Dengan demikian pembelajaran perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya dengan mengkaji ulang rencana pembelajaran yang dibuat oleh peneliti sesuai dengan permasalahan pada siklus I. Dalam hasil pengamatan dan hasil kerja siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I. pada hasil pengamatan dan hasil kerja siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus I dari bagian pendahuluan dalam setiap kegiatan pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan apersepsi berupa pernyataan-pernyataan dan juga pernyataan singkat yang diberikan kepada siswa sehingga siswa menjadi tertarik dan siap menerima dan juga terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Pada apersepsi kegiatan inti dalam pembelajaran adalah pemberian kelompok dan tugas individu. Pemberian 75 penghargaan terhadap kelompok maupun individu yang dapat melaksanakan dengan baik. Oleh karena itu guru perlu melakukan hal tersebut agar siswa termotivasi dalam mengerjakan tugas menulis cerita. Pada akhir pelajaran guru dan siswa menyimpulkan materi yang sudah dibahas bersama sebagai penguatan dan motivasi kepada siswa. 3 . Siklus II

a. Perencanaan Tindakan Siklus II

Pada awalnya peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran RPP, lembar observasi untuk mengamati kegiatan siswa dalam proses belajar mengajar dan juga lembar observasi guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar yang berlangsung di dalam kelas. Guru dan peneliti mempersiapkan materi yang akan diajarkan kepada siswa berdasarkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP. Peneliti mempersiapkan media gambar tentang koperasi sekolah. Guru menugaskan kepada siswa untuk membawa buku pembelajaran Bahasa Indonesia. Peneliti mempersiapkan lembar kerja untuk siswa dan dikerjakan oleh masing-masing siswa.

b. Pelaksanaan Tindakan Siklus II

a Pertemuan Pertama Pertemuan pertama siklus II dilaksanakan pada hari selasa 23 juni 2015. Sebelum dimulai pelajaran guru mengajak siswa untuk menjelaskan tentang koperasi kejujuran yang ada di sekolah mereka. Guru menempelkan gambar tentang koperasi kejujuran didepan papan tulis. Siswa membaca 76 teks contoh cerita di depan kelas agar siswa-siswi yang lainnya bisa mendengarkan dan menyusun cerita sesuai dengan gambar koperasi kejujuran yang sudah di tempelkan di depan papan tulis oleh guru. Siswamengamati tentang gambar yang sudah ditempelkan di depan papan tulis. Setelah itu guru menjelaskan maksud dan tujuan dari gambar tersebut. Guru menjelaskan tentang kebutuhan sekolah yang di sediakan dalam koperasi kejujuran yang ada di sekolah. Guru membagikan lembar kerja kepada siswa dan siswa menulis cerita sesuai dengan gambar yang sudah ditempelkan di depan papan tulis oleh guru dan siswa membuat cerita sesuai dengan kata-kata siswa sendiri. Siswa membaca hasil kerjanya di depan kelas. Setelah itu guru memberikan penguatan kepada siswa dan memberikan pekerjaan rumah PR kepada siswa. b Pertemuan Kedua Pertemuan keduasiklus II dilaksanakan pada hari kamis 25 juni 2015. Sebelum dimulai pelajaran guru mengajak siswa untuk menyebutkan tentangapasaja yang di ketahui dalam kantin kejujuran. Guru menempelkan gambar tentang kantin kejujuran di depan papan tulis. Guru mengajak siswa untuk mengamati tentang gambar yang sudah ditempelkan di depan papan tulis. Setelah itu guru menjelaskan maksud dan tujuan dari gambar tersebut. Guru meminta salah satu siswa untuk membaca teks contoh cerita di depan kelas agar siswa siswi yang lain bisa mendengarkan dan menyusun cerita sesuai dengan gambar kantin kejujuran. Guru membagikan Lembar Kerja kepada masing-masing siswa dan menyuruh siswa untuk menulis cerita 77 sesuai dengan gambar yang sudah ditempelkan didepan papan tulis. Guru menyuruh masing-masing siswa menyusun cerita sesuai dengan gambar menggunakan kata-kata siswa sendiri. Pada akhir pembelajaran guru memberikan soal evaluasi kepada masing-masing siswa untuk dikerjakan agar bisa mengetahui pemahaman siswa dalam proses belajar mengajar yang sudah berlangsung. Guru memberikan penguatan kepada siswa tentang materi yang sudah di bahas bersama.

c. Observasi Siklus II

Observasi terhadap siswa yang dilakukan dalam menulis cerita menggunakan media gambar. Observasi terhadap masing-masing siswa, berdasarkan data hasil observasi masing-masing siswa saat pengajaran pada siklus I dengan menggunakan media gambar dalam menulis cerita. Peneliti mengobservasi secara terbuka dengan mencatat hal-hal yang terjadi pada saat proses pembelajaran, pengaruh tindakan yang di sengaja, situasi dalam kelas, keadaan kelas dan kendala dalam proses pembelajaran. Lembar pengamatan yang di gunakan peneliti yaitu untuk mengamati siswa dan guru pada proses belajar mengajar tentang keterampilan menulis cerita menggunakan media gambar pada lembar observasi. Peneliti telah melakukan penelitian terhadap pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia dalam menulis cerita dengan menggunakan media gambar untuk mencaritahu tindakan yang di lakukan siswa secara langsung. 78

d. Pengamatan Terhadap Siswa

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada pembelajaran menulis cerita di siklus II pada selasa 23 juni 2015, pada pukul 10.00 sampai 11.35 Wib. Pada siklus II pertemuan pertama yang dilakukan, siswa terlihat sudah aktif dan paham dalam pembelajaran menulis cerita menggunakan media gambar. Hasil observasi siswa pada pembelajaran keterampilan menulis cerita pertemuan pertama siklus II yaitu 100, untuk lebih jelas lihat pada lampiran 7 halaman 100. Keaktifan siswa dalam bertanya rata-rata semua siswa sudah memahami tentang maksud dan tujuan pembelajaran dalam keterampilan menulis cerita yang sudah di sampaikan oleh guru. Guru memberitahukan kepada siswa agar siswa mengerjakan tugas, dan siswa tidak lagi bingung dan keberatan dalam mengerjakan tugas yang di berikan oleh gurunya. Siswa mengerjakan tugas menulis cerita masing-masing dan tidak lagi bertanya kepada teman, mempunyai penuh tanggung jawab yang baik. Melalui hal ini penilaian guru difokuskan pada hasil kerja siswa masing-masing, perhatian siwa, dan kualitas hasil tulisannya. Pertemuan kedua siklus II ini dilaksanakan pada hari kamis 25 juni 2015. Pembelajaran dimulai pukul 07.10 sampai 09.00 Wib dengan materi melanjutkan siklus II pertemuan kedua yaitu menulis cerita dengan menggunakan media gambar. Siswa dalam melakukan tugasnya secara individu untuk mencari jawaban dan menyelesaikan kegiatan menulis cerita. Hasil observasi siswa pada pembelajaran keterampilan menulis 79 cerita pertemuan kedua siklus II yaitu 100, untuk lebih jelas lihat pada lampiran 7 halaman 100. Pembelajaran pada siklus II kepada siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita sesuai dengan gambar yang diamati tentang gambar kantin kejujuran di sekolah. Pada siklus II pembelajaran dengan menggunaka media gambar kantin kejujuran sudah dapat dilaksanakan secara optimal, dan siswa menjadi terbiasa, sehingga kegiatan yang diharapkan dapat tercapai dengan baik. Keseluruhan siswa di dalam kelas aktif mengerjakan tugas individu dengan baik. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru dengan tenang, siswa tidak saling mengganggu dengan teman sebangku sehingga tugas-tugas yang dikerjakan siswa sudah maksimal. Melalui hal ini dibuktikan dengan hasil observasi keterampilan menulis cerita siswa kelas IV SD Negeri Bakalan. Tabel 7. Hasil Keterampilan Menulis Cerita Siswa Kelas IV pada Siklus II No. Nilai Kriteria Frekuansi Persentase Keterangan 1 80-90 Sangat baik 12 52,17 Tuntas 100 2 70-79 Baik 11 47,82 3 60-69 Cukup baik Belum tuntas 0 4 50-59 Kurang baik 5 40-49 Sangat kurang jumlah 23 100 Berdasarkan tabel tersebut di atas disimpulkan bahwa jumlah persentase yang dimiliki siswa dapat mencapai nilai ≥77 ada 23 siswa atau 100 sedangkan yang tidak mencapai nilai kelulusan 77 yaitu 0. 80 Berdasarkan hasil tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa siswa dalam keterampilan menulis cerita hasil yang didapatkan sudah sangat baik, dan tdak perlu di benarkan lagi. Pada hasil menulis cerita yang dilakukan setelah akhir siklus II, nilai dari siswa sudah ada peningkatan dibandingkan sebelumnya tindakan. Nilai siswa dalam menulis cerita sudah terlihat hasilnya mencapai keriteria minimal KKM yang telah di tetapkan oleh peneliti. Pada siklus I dan siklus II ini ada peningkatan jumlah siswa yang memperoleh nilai KKM 77,00 dari 4 siswa 17, 39 meningkat menjadi 23 siswa 100 dari 23 orang siswa. Dari hasil tes menulis cerita siswa sudah mencapai KKM yang ditetapkan peneliti maka penelitian ini dihentikan pada siklus II. Tabel 8. Pebandingan Ketuntasan Keterampilan Menulis Cerita pada Siklus I dan siklus II Uraian Ketuntasan Siklus I Siklus II Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Siswa 4 19 23 Persentase 17,39 82,60 100 Berdasarkan Tabel tersebut di atas peningkatan hasil persentase ketuntasan dapat dilihat pada histogram berikut ini. 81 Gambar 4. Histogram Keterampilan Menulis Cerita Siswa Kelas IV Hasil tes keterampilan menulis cerita yang diberikan kepada siswa dipertemuan pertama siklus II diperoleh nilai rata-rata sebagai berikut: siswa sudah menyusun cerita sesuai dengan unsur cerita, hasil yang ditentukan yaitu 9, siswa menulis cerita sesuai dengan alur cerita yaitu 22,60, siswa menulis cerita sesuai dengan tokoh dalam cerita yaitu 24,34, siswa menulis cerita sesuai dengan struktur kalimat dalam cerita yaitu 14,34, siswa menulis cerita sesuai dengan EYD yaitu 9,13. Pada pertemuan kedua siklus II siswa memperoleh nilai rata-rata dalam menyusun cerita sangat sesuai yaitu 8,91, alur cerita yaitu 24,74, tokoh cerita yaitu 23,69, struktur kalimat dalam cerita yaitu 14,56, dan siswa menyusun cerita sangat sesuai EYD yaitu 10. 0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00 120.00 Tuntas Belum Tuntas Siklus I Siklus II 82 Tabel 9. Hasil Menulis Cerita Pada Tes Awal, Siklus I, dan Siklus II Uraian Ketuntasan Tes Awal Siklus I Siklus II Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Tuntas Belum Tuntas Jumlah Siswa 3 20 4 19 23 Persentase 13,04 86,95 17,39 82,60 100 Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa hasil pesentase ketuntasan meningkat yaitu 86,96. Pada hasil tes awal siswa yang memiliki ketuntasan yaitu 13,04 meningkat menjadi 100. Dari peningkatan hasil persentase ketuntasan dapat dilihat pada histogram berikut ini. Gambar 5. Histogram Keterampilan Menulis Cerita Siswa Kelas IV e. Tahap Refleksi Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan peneliti pada siklus II dapat diketahui bahwa semua siswa memiliki perilaku yang baik ketika kegiatan pembelajaran berlangsung dikelas sudah tidak ada siswa yang 83 bermain dengan teman sebangkunya dan mereka sudah memperhatikan penjelasan dari guru dengan baik dan tenang. Pada saat siswa mengerjakan tugas, guru terlihat membimbing mereka dan siswa mendengarkannya serta mengikuti perintah dari guru. Penggunaan media gambar dalam pembelajaran menulis cerita sudah diterapkan kepada siswa. Situasi dalam kelas di perhatikan dengan baik setiap siswa hendaknya diarahkan lebih aktif dalam menulis cerita. Siswa yang sudah mempersentasikan hasil kerjanya diberikan kesempatan kepada siswa lain yang belum tampil untuk membacakan ceritanya di depan kelas kepada teman-temannya. Agar lebih mengembangkan kreativitas siswa guru sudah memberikan tugas rumah untuk siswa menceritakan tentang koperasi kejujuran yang ada disekitar tempat tinggal mereka masing-masing. Pembelajaran menulis cerita dengan menggunakan media gambar sudah meningkat. Peneliti harus menyusun rencana pembelajaran, menyiapkan media gambar, membuat lembar kerja siswa menyiapkan evaluasi, harus berada ditengah-tengah siswa. Guru sudah meningkatkan keterampilan menulis cerita siswa sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Guru sudah menilai siswa yang kurang aktif. Guru perlu menyampaikan kepada siswa bahwa aktivitas mereka dinilai oleh guru. Berdasarkan hasil di atas maka tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dari kegiatan pembelajaran ini sudah memenuhi sepenuhnya. Dengan demikian pembelajaran tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya 84 dengan mengkaji ulang rencana pembelajaran yang dibuat oleh peneliti karena nilai semua siswa sudah memenuhi kriteria minimal KKM dari peneliti. Dalam hasil pengamatan dan hasil kerja siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus II. Pada hasil pengamatan dan hasil kerja siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran pada siklus II dari bagian pendahuluan dalam setiap kegiatan pembelajaran, guru terlebih dahulu menyampaikan apersepsi berupa pernyataan-pernyataan dan juga pernyataan singkat yang diberikan kepada siswa sehingga siswa menjadi tertarik dan siap menerima dan juga terlibat dalam aktivitas pembelajaran. Pada apersepsi kegiatan inti dalam pembelajaran adalah pemberian tugas individu. Guru memberikan penghargaan terhadap masing-masing siswa kerena mereka dapat mengerjakan tugas menulis cerita dengan baik. Oleh karena itu guru perlu melakukan hal tersebut agar siswa termotivasi dalam mengerjakan tugas menulis cerita. Pada akhir pelajaran guru dan siswa menyimpulkan materi yang sudah dibahas bersama sebagai penguatan dan motivasi kepada siswa.

C. Pembahasan

Pada hasil tes menulis cerita pertemuan pertama siklus I dengan menggunakan media gambar menunjukan nilai rata-rata yang di peroleh siswa yaitu 64,78 nilai rata-rata yang di peroleh tidak mencapai keberhasilan yang telah di tetapkan yaitu 77. Dari hasil pengamatan peneliti menunjukan, pada pembahasan siklus I dengan menulis cerita menggunakan media gambar 85 terlihat siswa kurang bersemangat dalam proses pembelajaran menulis cerita. Pada pertemuan pertama siklus I dari pembelajaran menulis cerita menunjukan bahwa hanya 4 orang 17,39 dari 23 orang siswa yang mempunyai keterampilan menulis cerita yang baik sedangkan siswa yang mempunyai nilai yang terendah berjumlah 19 orang atau 82,60. Kurangnya keterampilan menulis cerita ditunjukan dalam beberapa hal sebagai berikut. 1. Keterampilan menulis cerita di kelas IVB SDN Bakalan masih rendah. 2. Peneliti masih mendapatkan siswa yang kurang trampil dalam menulis cerita sesuai dengan langkah-langkah bercerita seperti tema, alur, tokoh, setting dan EYD. 3. Peneliti mendapatkan beberapa siswa yang nilainya 58 dalam kegiatan pemebelajan menulis cerita, padahal KKM yang harus di capai oleh siswa yaitu 77. 4. Siswa belum aktif dalam melaksanakan pembelajaran menulis cerita dikelas menjadi kurang menyenangkan. 5. Siswa kurang aktif dalam menulis cerita karena guru di kelas menggunakan media gambar yang kurang jelas dalam pembelajaran menulis cerita. Pada hasil tes menulis cerita pertemuan pertama siklus I dengan menggunakan media gambar menunjukan nilai rata-rata yang di peroleh siswa ada peningkatan yaitu 71,95 nilai rata-rata yang di peroleh tidak mencapai keberhasilan yang telah di tetapkan yaitu 77. Dalam hasil pengamatan peneliti menujukan, pada pertemuan kedua siklus I dengan menulis cerita 86 menggunakan media gambar terlihat siswa cukup semangat dalam proses pembelajaran menulis cerita. Pada pertemuan kedua siklus I dari pembelajaran menulis cerita menunjukan bahwa hanya 8 orang 34,78 dari 23 orang siswa yang mempunyai keterampilan menulis cerita yang baik sedangkan siswa yang mempunyai nilai yang terendah berjumlah 15 orang atau 65,21. Hasil keterampilan menulis cerita pada pertemuan pertama siklus II dengan menggunakan media gambar menunjukan nilai rata-rata yang di peroleh siswa ada peningkatan yaitu 79,47 nilai rata-rata yang di peroleh siswa sudah mencapai kriteria keberhasilan yang di tetapkan peneliti yaitu 77. Pada hasil pengamatan peneliti menujukan, pada pertemuan pertama siklus II dengan keterampilan menulis cerita menggunakan media gambar terlihat siswa semangat dalam mengikuti proses pembelajaran menulis cerita dengan baik. Pada pertemuan kedua siklus II dalam pembelajaran menulis cerita meningkat menjadi 23 orang 100 dari 23 orang siswa yang mempunyai keterampilan menulis cerita yang baik. Pada pertemuan kedua siklus II nilai rata-rata yang diperoleh siswa dari hasil keterampilan menulis cerita menggunakan media gambar sangat baik dan meningkat menjadi 82,17 dan sudah mencapai kriteria keberhasilan yang ditetapkan peneliti. Dari pengamatan peneliti pada pertemuan kedua siklus II bahwa siswa mempunyai semangat dan aktif dalam keterampilan menulis cerita dengan sangat baik. Pada pertemuan kedua siklus II ini menunjukan bahwa hasil menulis cerita yang diperoleh siswa sangat memuaskan dan mencapai 87 lebih dari nilai kelulusan 77 dan semua siswa memperoleh ketuntasan yang sangat baik yaitu 100. Berdasarkan pengamatan peneliti hasil analisis dan keterampilan menulis cerita telah disampaikan pada masing-masing siklus, menyimpulkan bahwa penggunaan media gambar dapat meningkatkan keterampilan menulis cerita pada siswa kelas IV SD Negeri Bakalan Sewon Bantul. Dalam teori Ahmad Rofi’udin dan Darmiyati, 1999: 164, cerita nonfiksi pada dasarnya adalah semua jenis cerita yang menyajikan informasi, gagasan, ide, keinginan, yang dikemukakan berdasarkan pengetahuan serta pengalaman empiris. Dalam cerita nonfiksi ini pengarang menyajikan isi ceritanya tidak dengan imajinasinya, melainkan dengan kemampuan bernalarnya.

D. Keterbatasan Penelitian