Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun Garcinia benthami Pierre

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

ISOLASI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI DARI
DAUN Garcinia benthami Pierre.

SKRIPSI

SUMIATI
1111102000124

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
JULI 2015

UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

ISOLASI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI DARI
DAUN Garcinia benthami Pierre.

SKRIPSI
Diajukan sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Farmasi

SUMIATI
1111102000124

PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
JULI 2015

ii

HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS

Skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri,
dan semua sumber baik yang dikutip maupun dirujuk
telah saya nyatakan benar.

Nama

: Sumiati

NIM

: 1111102000124

Tanda Tangan

:

Tanggal

: 10 Juli 2015

iii

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING

Skripsi ini diajukan oleh:
Nama
: Sumiati
NIM
: 1111102000124
Program Studi : Farmasi
Judul
: Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun Garcinia benthami
Pierre.

Disetujui oleh:
Pembimbing I,

Pembimbing II,

Puteri Amelia, M. Farm., Apt
NIP: 198012042011012004

Ismiarni Komala, Ph. D., Apt
NIP: 197806302006042001

Mengetahui,
Ketua Program Studi Farmasi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Yardi, Ph. D., Apt
NIP: 197411232008011014

iv

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI

Skripsi ini diajukan oleh:
Nama
: Sumiati
NIM
: 1111102000124
Program Studi : Farmasi
Judul
: Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun Garcinia benthami
Pierre.

Telah berhasil dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima
sebagai bagian persyaratan yang diperlukan untuk memperoleh gelar
Sarjana Farmasi pada Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran dan
Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta.

DEWAN PENGUJI
Pembimbing 1 : Puteri Amelia, M. Farm., Apt

(

)

Pembimbing 2 : Ismiarni Komala, Ph. D., Apt

(

)

Penguji 1

: Dr. Azrifitria, M. Si., Apt

(

)

Penguji 2

: Eka Putri, M. Si., Apt

(

)

Ditetapkan di : Ciputat
Tanggal
: 10 Juli 2015

v

ABSTRAK

Nama
: Sumiati
Program Studi : Farmasi
Judul
: Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun Garcinia benthami
Pierre
Garcinia benthami Pierre merupakan salah satu spesies dari genus Gracinia yang
pemanfaatannya belum banyak dilaporkan. Penelitian terdahulu dilaporkan bahwa
senyawa 1,3,6,7-tetrahidroksixanton dari daun Garcinia benthami Pierre
mempunyai aktivitas antioksidan dan ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol dari
daun mempunyai potensi toksisitas akut. Penelitian ini bertujuan untuk
mengisolasi ekstrak etil asetat dari daun Garcinia benthami Pierre dan menguji
aktivitas antibakteri dari fraksi-fraksi hasil isolasi. Isolasi dilakukan dengan
tekhnik kromatografi kolom dan uji aktivitas antibakteri fraksi dengan metode
bioautografi langsung (TLC-DB atau Thin Layer Chromatography-Direct
Bioautography). Hasil uji aktivitas antibakteri terhadap 30 fraksi diperoleh 24
fraksi yang aktif terhadap Staphyloccus aureus ATCC 6538, 17 fraksi aktif
terhadap Salmonella enterica sv typhimurium ATCC 14028, dan 16 fraksi aktif
terhadap keduanya. Fraksi F11.30 memiliki aktivitas tertinggi terhadap bakteri
Staphylococcus aureus ATCC 6538 sebesar 12,7 mm. Fraksi F11.16 memiliki
aktivitas tertinggi terhadap bakteri Salmonella enterica sv typhimurium ATCC
14028 sebesar 7,983 mm.
Kata kunci : Garcinia benthami Pierre, Isolasi, Bioautografi Langsung, Aktivitas
Antibakteri

vi

ABSTRACT

Name
Program Study
Tittle

: Sumiati
: Pharmacy
: Isolation of Active Antibacterial Fraction from Etil Acetate
Extract Garcinia benthami Pierre Leave

Garcinia benthami Pierre is one of the species of the genus Garcinia which the
utilization has not been widely reported. Previous studies reported that the
compound 1,3,6,7-tetrahydroxyxhanton of Garcinia benthami Pierre leaves have
antioxidant activity, ethyl acetate and methanol of the leaves extracts have
potential acute toxicity. This study aims to isolate the ethyl acetate extract of
Garcinia benthami Pierre Leaves and test the antibacterial activity of isolated
fractions. Isolation performed by column chromatography techniques and test of
fractions antibacterial activity with direct bioautografi method (TLC-DB or Thin
Layer Chromatography-Direct Bioautography). The result of antibacterial activity
against 30 fractions obtained 24 fractions were active against Staphylococcus
aureus ATCC 6538, 17 active fractions against Salmonella enterica sv
typhimurium ATCC 14028, and 16 fractions active against both of them. F11.30
fraction have the highest activity against bacteria of Staphylococcus aureus ATCC
6538 amounted 12.7 mm. F11.16 fraction have the highest activity against
bacteria of Salmonella enterica sv typhimurium ATCC 14028 amounted 7.983
mm.
Keyword

: Garcinia benthami Pierre, Isolation, Direct Bioautography,
Antibacterial activity

vii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillaahirrabbil’aalamiin atas berkat nikmat, rahmat, dan barakah
dari Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat dan salam
kepada baginda Rasullaah SAW, semoga kelak kita mendapat syafaat beliau.
Penulisan skripsi dengan judul “Isolasi Fraksi Aktif Antibakteri dari Daun
Garcinia benthami Pierre” ini dilakukan dalam rangka memenuhi salah satu
syarat untuk menyelesaikan program pendidikan Strata 1 (S1) pada Program
Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri (UIN)
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulis menyadari bahwa keberhasilan penelitian dan penulisan skripsi ini
tidak lepas dari bantuan dan bimbingan dari banyak pihak. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini perkenankanlah penulis untuk menyampaikan ucapan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1. Ibu Puteri Amelia, M. Farm., Apt dan Ibu Ismiarni Komala, Ph. D., Apt
selaku pembimbing yang telah memberikan bimbingan, saran, waktu, tenaga,
dukungan dan motivasi kepada penulis selama penyusunan skripsi.
2. Bapak Dr. H. Arif Sumantri, SKM., M. Kes selaku Dekan Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
3. Bapak Yardi, Ph. D., Apt selaku Ketua Program Studi Farmasi Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
4. Bapak dan Ibu staf pengajar dan karyawan yang telah memberikan bimbingan
dan bantuan selama penulis menempuh pendidikan di Program Studi Farmasi
Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.
5. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan beasiswa
kepada penulis untuk menyelesaikan studi di Program Studi Farmasi Fakultas
Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta.
viii

6. Mbak Rani, Kak Eris, Kak Lisna, Kak Tiwi, Kak Rahmadi yang telah
memberi banyak bantuan kepada penulis selama penelitian di laboratorium
kampus.
7. Ubak Sarkowi dan Umak Ernawati yang selalu memberikan kasih sayang,
dukungan dan do’anya kepada penulis dalam menyelesaikan penelitian ini.
8. Yuk Dahlia, Okky Saputra, Kak Fathurrahman, Ujang Anang, dan Bi Masnah
serta seluruh keluarga yang selalu memberikan dukungan dan bantuan setiap
kali dibutuhkan, M. Fakhruddin Hawarie yang selalu menghibur dan
memberikan keceriaan dikala penat.
9. Teman-teman program “Santri Jadi Dokter Sumatera Selatan Angkatan 2011”
Via, Chima, Efri, Mega, Rois, Hari dan semuanya yang telah memberikan
bantuan, do’a, dukungan, dan semangat.
10. Sahabat terdekat Ismi, Karimah, Qadrina, Awp yang bersedia membantu,
mendengarkan keluhan, memberikan pendapat, saran, do’a dan semangat
kepada penulis selama menyelesaikan penelitian ini.
11. Teman-teman seperjuangan “Farmasi 2011”, Mbak Evi, Silvia, Athyah dan
“Microbiology United” atas semua kenangan dan kebahagian yang dijalani
bersama selama empat tahun ini. Semoga ukhuwah kita tetap terjaga.
12. Semua pihak yang telah memberikan bantuannya sehingga penelitian ini
dapat selesai.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak keterbatasan dan
kekurangan. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga segala kebaikan yang
telah diberikan kepada penulis dicatat sebagai amal ibadah dan dibalas dengan
ganjaran pahala oleh Allah SWT. Penulis berharap semoga penelitian ini dapat
bermanfaat bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Aamiin.

Ciputat, Juli 2015
Penulis

ix

HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
TUGAS AKHIR UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai sivitas akademik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
Jakarta, saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Sumiati

NIM

: 1111102000124

Program Studi : Farmasi
Fakultas

: Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan

Jenis Karya

: Skripsi

demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui skripsi/karya ilmiah saya
dengan judul:

ISOLASI FRAKSI AKTIF ANTIBAKTERI
DARI DAUN Garcinia benthami Pierre

untuk dipublikasikan atau ditampilkan diinternet atau media lain yaitu Digital
Library Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
untuk kepentingan akademik sebatas sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta.

Demikian pernyataan persetujuan publikasi karya ilmiah ini saya buat dengan
sebenarnya.

Dibuat di

: Ciputat

Pada Tanggal : 10 Juli 2015

Yang menyatakan,

( Sumiati )

x

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN JUDUL ........................................................................................... ii
HALAMAN PERNYATAAN ORISINALITAS ............................................ iii
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. vi
HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ........................................................... v
ABSTRAK ......................................................................................................... vi
ABSTRACT ........................................................................................................ vii
KATA PENGANTAR ..................................................................................... viii
HALAMAN PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ....................... x
DAFTAR ISI ...................................................................................................... xi
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiv
DAFTAR TABEL ............................................................................................ xv
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xvi
BAB 1 PENDAHULUAN .................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 3
1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 3
1.4 Manfaat Penelitian ................................................................................... 4
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ......................................................................... 5
2.1 Genus Garcinia .......................................................................................... 5
2.1.1 Garcinia benthami Pierre ................................................................ 6
2.1.2 Taksonomi ........................................................................................ 6
2.1.3 Deskripsi Garcinia benthami Pierre ................................................ 7
2.1.4Kandungan Kimia Genus Garcinia ................................................... 7
2.2 Simplisia .................................................................................................. 11
2.2.1 Definisi .......................................................................................... 11
2.2.2 Penyiapan Simplisia ...................................................................... 12
2.3 Ekstrak dan Ekstraksi ............................................................................... 13
2.3.1 Metode Ekstraksi ............................................................................ 15
2.3.2 Vaccum Rotary Evaporator ............................................................ 16

xi

2.3.3 Metode Isolasi ................................................................................ 17
2.4 Bakteri ..................................................................................................... 23
2.4.1 Definisi ........................................................................................... 23
2.4.2 Morfologi ...................................................................................... 24
2.4.3 Pertumbuhan Bakteri .................................................................... 25
2.4.4 Jenis Bakteri .................................................................................. 26
2.4.5 Bakteri Uji ..................................................................................... 27
2.4.6 Antibakteri Pembanding ................................................................ 28
2.4.7 Klasifikasi dan Mekanisme Kerja Antimikroba ............................. 29
2.4.8 Metode Uji Antimikroba ................................................................ 30
BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN ......................................................... 34
3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................................... 34
3.2 Alat dan Bahan ......................................................................................... 34
3.2.1 Tanaman ......................................................................................... 34
3.2.2 Alat ................................................................................................. 34
3.2.3 Bahan .............................................................................................. 35
3.3 Prosedur Kerja .......................................................................................... 35
3.3.1 Penyiapan Simplisia ....................................................................... 35
3.3.2 Pembuatan Ekstrak ........................................................................ 36
3.3.3 Penetapan Kadar Air Ekstrak ........................................................ 37
3.3.5 Penapisan Fitokimia ...................................................................... 37
3.3.6 Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak ................................................... 39
3.3.7 Isolasi dengan Kromatografi Kolom .............................................. 42
3.3.8 Pemurnian ..................................................................................... 44
3.3.9 Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi .................................................... 44
3.310Uji Aktivitas Antibakteri dengan Metode Bioautografi Elusi ....... 44
BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................ 46
4.1 Penyiapan Simplisia ................................................................................ 46
4.2 Pembuatan Ekstrak .................................................................................. 46
4.3 Uji Kadar Air Ekstrak .............................................................................. 48
4.4 Penapisan Fitokimia ................................................................................ 49
4.5 Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak dengan Metode Bioautografi ............. 50

xii

4.6 Isolasi dengan Kromatografi Kolom ....................................................... 55
4.7 Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi .............................................................. 58
4.8 Uji Aktivitas Antibakteri Fraksi dengan Zona Hambat Terbesar ............ 64
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 67
5.1 Kesimpulan .............................................................................................. 67
5.2 Saran ........................................................................................................ 67
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 68

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Pohon dan Daun Tanaman Garcinia benthami Pierre ..................... 6
Gambar 2.2 Struktur Xanton ................................................................................ 8
Gambar 2.3 Struktur Salimbenzofenon dan Ismailbenzofenon ........................... 9
Gambar 2.4 Struktur Dasar Flavonoid ............................................................... 10
Gambar 2.5 Struktur Kloramfenikol .................................................................. 28
Gambar 4.1 Hasil Pewarnaan Gram Bakteri Uji ................................................ 50
Gambar 4.2 Hasil Uji Bioautografi Non Elusi Ekstrak ...................................... 54
Gambar 4.3 Profil KLT Fraksi Kromatografi Kolom Ekstrak Etil Asetat ......... 55
Gambar 4.4 Profil KLT Fraksi Kromatografi Kolom Fraksi F11 ...................... 57
Gambar 4.5 Hasil Uji Bioautografi Fraksi Gabungan Ekstrak Etil Asetat ........ 59
Gambar 4.6 Hasil Uji Bioautografi Fraksi Gabungan Fraksi F11 ..................... 61
Gambar 4.7 Kontrol Negatif DMSO 10% dan Kontrol Positif Kloramfenikol . 61
Gambar 4.8 Diagram Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Semua Fraksi F11 ......... 63
Gambar 4.9 Uji Bioautografi Elusi Fraksi F11.30 ............................................. 65
Gambar 4.10 Uji Bioautografi Elusi Fraksi F11.16 ........................................... 66

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Fase Diam Kromatografi Lapis Tipis ................................................ 19
Tabel 4.1 Rendemen Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol .................. 48
Tabel 4.2 Hasil Uji Kadar Air Ekstrak n-Heksana, Etil Asetat, dan Metanol ... 48
Tabel 4.3 Hasil Uji Penapisan Fitokimia Ekstrak .............................................. 49
Tabel 4.4 Diameter Zona Hambat Ekstrak ........................................................ 54
Tabel 4.5 Bobot dan Karakteristik Fraksi Gabungan dari Ekstrak Etil Asetat .. 56
Tabel 4.6 Bobot dan Karakteristik Fraksi Gabungan dari Fraksi F11 ............... 57
Tabel 4.7 Diameter Zona Hambat Fraksi dari Ekstrak Etil Asetat .................... 59
Tabel 4.8 Diameter Zona Hambat Fraksi dari Fraksi F11 ................................. 52

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Hasil Determinasi Tanaman .......................................................... 68
Lampiran 2. Alur Penelitian ................................................................................ 78
Lampiran 3. Proses Ekstaksi dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak .................. 79
Lampiran 4. Fraksinasi Ekstrak Etil Asetat ........................................................ 80
Lampiran 5. Perhitungan Rendemen Ekstrak ..................................................... 81
Lampiran 6. Perhitungan Kadar Air Ekstrak ...................................................... 82

xvi

1

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang
Indonesia adalah negara dengan mega biodiversity yang kaya akan tanaman

obat, dan sangat potensial untuk dikembangkan, namun belum dikelola secara
maksimal. Keanekaragaman tumbuhan di Indonesia lebih dari 38.000 jenis
tumbuhan, 55% merupakan spesies endemik, 940 jenis diantaranya merupakan
tumbuhan berkhasiat obat (jumlah ini merupakan 90% dari jumlah tumbuhan obat
di Asia). Berdasarkan hasil penelitian, dari sekian banyak jenis tumbuhan obat,
baru 20-22% yang dibudidayakan (Pers, 2010; Arifin et al., 2011; Herdiyeni,
2013). Dari data tersebut, jika tanaman obat di Indonesia dikelola dan
dikembangkan dengan baik akan sangat bermanfaat bagi masyarakat seperti dalam
penanggulangan masalah kesehatan.
Penyakit infeksi merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih
menyerang masyarakat Indonesia. Penyakit infeksi adalah penyakit yang
disebabkan oleh mikroorganisme, yang dapat menimbulkan kerusakan atau
gangguan fungsi jaringan (Rubin, 2001). Beberapa penyakit infeksi yang ada di
masyarakat Indonesia adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut),
pneumonia, TB (tuberkulosis) paru, hepatitis, diare, dan malaria (Rikesdas, 2013).
Salah satu penyebab penyakit infeksi adalah bakteri, seperti Staphylococcus
aureus, Bacilus subtilis, Escherichia coli, Helicobacter pylori, dan Pseudomonas
aeruginosa (Rai, M. et al., 2012).
Staphylococcus aureus dapat menyebabkan berbagai infeksi, sebagian besar
pada area kulit dan tidak fatal. Bakteri ini dapat menyebabkan jerawat, infeksi
folikel rambut, sties (radang pada kelenjar kelopak mata), bisul, dan infeksi
saluran kemih. Staphyloccus aureus juga dapat menyebabkan penyakit infeksi
internal serius seperti pneumonia dan meningitis (Freeman-Cook, Lisa and Kevin
Freeman-Cook, 2006). Salmonella enterica sv typhimurium atau Salmonella typhi
merupakan penyebab penyakit demam tifoid. Berdasarkan data profil kesehatan
Indonesia tahun 2010, penyakit deman tifoid dan paratifoid termasuk 10 penyakit

1

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2

yang menyebabkan pasien dirawat di rumah sakit. Data Riskedas tahun 2007
menunjukkan bahwa prevalensi rata-rata tifoid nasional sebesar 1,6% (rentang
0,3-3%) (Anggraini, A. B. et al., 2014). Pengobatan penyakit infeksi bakteri
dengan penggunaan antibakteri atau antibiotik. Penggunaan antibakteri yang tidak
tepat dan secara besar-besaran dapat menyebabkan resistensi. Oleh karena itu,
seiring dengan ditemukan resistensi antibakteri harus diimbangi dengan penemuan
sumber antibakteri baru.
Garcinia, salah satu genus terbesar dari familia Guttiferae/Clusiaceae, yang
dikenal dengan manggis-manggisan merupakan tanaman tahunan berupa pohon
dengan tinggi mencapai 25-33 m. Di Indonesia, tanaman ini tersebar di Sumatera,
Jawa, Kalimantan, dan Irian Jaya (Elya, B. et al.. 2009). Berdasarkan data yang
ada di Herbarium Bogoriense, di Indonesia terdapat sekitar 100 jenis Garcinia dan
diperkirakan mencapai 400 jenis di dunia (Sari, R., 1999). Molekul bioaktif
seperti

hydroxycitric

acid

(HCA),

flavonoid,

terpen,

polysaccharides,

procyanidines dan polyisoprenylated benzophenone derivatives seperti garcinol,
xanthocymol dan guttiferone isoforms telah di isolasi dari genus Garcinia. Dimana
polyisoprenylated benzophenon dan turunan xanton diketahui memiliki aktivitas
antioksidan, apoptosis, anti kanker, anti inflamasi, antibakteri, anti virus, anti
jamur, anti ulser, anti protozoa dan menghambat properti HAT (Hemshekhar et
al.. 2011).

-Mangostin dari Garcinia malaccensis Hk.f aktif terhadap bakteri

Staphylococcus aureus dan Bacilus anthracis dengan nilai zona hambat dan MIC
(19 mm; 0,025 mg/mL) dan (20 mm; 0,013 mg/mL) (Taher, M. et al., 2012).
Ekstrak metanol akar dari Garcinia atroviridis Griff. Ex T. Anders mempunyai
aktivitas antibakteri dengan dosis hambat minimum 15,6 �g/disk terhadap bakteri

Bacilus subtilis (mutant), Bacilus subtilis (wild-type), methicillin-resistant
Staphylococcus aureus (MRSA), E. coli, dan P. aeruginosa (Mackeen, M. M. et
al., 2000).
Garcinia benthami Pierre merupakan salah satu genus Garcinia yang
pemanfaatannya belum banyak dilaporkan (Heyne, K. 1987). Hasil penelitian
terdahulu diketahui bahwa telah diisolasi senyawa benzofenon baru yaitu
salimbenzofenon, ismailbenzofenon dan hilmibenzofenon dari kulit batang dari

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

3

Garcinia benthami Pierre (Elya, B., et al., 2004; Elya, B., et al., 2006). Selain itu,
dua triterpenoid telah berhasil diisolasi dari ekstrak n-heksana kulit batang
Garcinia benthami Pierre yaitu friedelin dan asam-3�-hidroksida-lanosta-9(11),
24-dien-26-oat (Elya, B. et al., 2009).
Hasil isolasi daun Garcinia benthami Pierre didapatkan senyawa murni
friedelin dari ekstrak aseton dan 1,3,6,7-tetrahidroksixanton dari ekstrak metanol.
Dalam pengujian aktivitas antioksidan, senyawa 1,3,6,7-tetrahidroksixanton
mampu menghambat aktivitas radikal bebas DPPH dengan IC50 8,01 �g/mL

(Amelia, P., Berna E., M. Hanafi., 2014). Selain itu, telah dilaporkan uji aktivitas

toksisitas akut metode BSLT (Brine Shrimp Lethality Test) terhadap ekstrak nheksana, ekstrak etil asetat, dan ekstrak metanol dari daun Garcinia benthami
Pierre. Ekstrak n-heksana tidak memiliki potensi toksisitas akut, sedangkan
ekstrak etil asetat dan ekstrak metanol mempunyai potensi toksisitas akut dengan
LC50 sebesar 99,78 ppm dan 73,43 ppm (Rizqillah, N., 2013; Mutiyani, N., 2013;
Ajrina, A. 2013). Berdasarkan penelitian di atas diketahui bahwa masih sedikit
pelaporan bioaktivitas dari tumbuhan Garcinia benthami Pierre. Oleh karena itu,
peneliti tertarik untuk mengisolasi fraksi aktif antibakteri dari ekstrak daun
Garcinia benthami Pierre guna menambah informasi mengenai bioaktivitas dari
tumbuhan ini.

1.2

Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang mendasari penelitian ini adalah untuk mengetahui

manakah diantara fraksi-fraksi hasil isolasi ekstrak etil asetat dari daun Garcinia
benthami Pierre yang menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap bakteri
Staphylococcus aureus ATCC 6538 dan Salmonella enterica sv typhimurium
ATCC 14028.

1.3

Tujuan Penelitian
Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah memberikan informasi

mengenai aktivitas antibakteri dari fraksi-fraksi hasil isolasi ekstrak etil asetat dari

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

4

daun Garcinia benthami Pierre terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC
6538 dan Salmonella enterica sv typhimurium ATCC 14028.

1.4

Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai aktivitas

antibakteri

dari

daun

Garcinia

benthami

Pierre

yang

berguna

untuk

pengembangan ilmu pengetahuan dan menjadi acuan dalam penelitian
selanjutnya.

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

5

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1

Genus Garcinia
Garcinia, salah satu genus terbesar dari familia Guttiferae/Clusiaceae, yang

dikenal dengan manggis-manggisan merupakan tanaman tahunan (Elya, et al..
2009). Genus Garcinia sub familia Mesua dan Mamea kaya dengan senyawa
xanton,

kumarin,

kalanon,

flavonoida,

biflavonoida,

benzofenon,

dan

poliisoprenilketon (Linuma, 1996). Di Indonesia banyak terdapat di Sumatera,
Jawa dan Kalimantan (Elya, et al., 2006).
Garcinia berupa pohon dengan tinggi mencapai 25-33 m. Batangnya lurus
dengan diameter 60-100 cm, mengecil kearah ujung. Bentuk pohon seperti
kerucut, memiliki percabangan berselang-seling. Bila dilukai, seluruh bagian
tanaman mengeluarkan getah putih atau kuning yang kental dan lengket. Daun
selalu berwarna hijau, berhadapan silang. Marga ini berumah satu (monoecious)
dan ada yang berumah dua (dioecious). Bunga berada di ketiak daun. Daun
kelopak dan daun mahkota terdiri dari 4-5 helai; bunga jantan memiliki benang
sari yang jumlahnya bervariasi, dengan tangkai sari menjadi satu tiang tengah atau
membentuk 4-5 berkas. Bagian putik mengecil atau tidak sama sekali. Bunga
betina biasanya berukuran lebih besar daripada bunga jantan, seringkali
menyendiri, benang sari semu dengan tangkai-tangkai sarinya yang bersatu
menjadi sebuah cincin di bagian pangkal, atau menjadi 4-5 berkas pendek; bakal
buah beruang 2-12, biasanya berbentuk papilla. Bijinya besar, biasanya
terbungkus oleh arilus yang berisi banyak sari buah; embrionya berupa massa
yang padat, hanya tersusun atas hipokotil, sedangkan keping bijinya tidak ada.
Bagian kayu dari genus ini biasanya keras dengan warna yang beragam mulai
kuning sampai coklat kemerahan umumnya memiliki tekstur bagus (Sosef, M. S.
M., 1998; Vierhejj, E. W. M., 1992).

5

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

6

2.1.1 Garcinia benthami Pierre
Garcinia benthami Pierre merupakan salah satu species dari Garcinia (Elya,
B. et al., 2009). Garcinia benthami Pierre termasuk tumbuhan tahunan atau
perennial yang masa hidupnya dapat mencapai puluhan tahun. Tumbuhan tersebut
hidup di hutan primer dataran rendah dengan ketinggian 700 m di atas permukaan
laut (Heyne, K., 1987). Tumbuhan ini dapat ditemukan di Thailand, Malaysia,
Singapura, Filipina dan Indonesia. Di Indonesia banyak terdapat di Sumatera,
Jawa dan Kalimantan (Elya, B. et al., 2006).

2.1.2 Taksonomi
Tumbuhan Garcinia benthami Pierre secara taksonomi mempunyai
klasifikasi sebagai berikut (Heyne, K., 1987):
Kingdom

: Plantae

Division

: Spermatophyta

Anak divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Sub kelas

: Archichlamydeae

Ordo

: Guttiferales

Familia

: Clusiaceae

Genus

: Garcinia

Species

: Garcinia benthami Pierre

Gambar 2.1 Pohon dan Daun Tanaman Garcinia benthami Pierre
(Sumber: Koleksi Pribadi Februari, 2015)

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

7

2.1.3 Deskripsi Garcinia benthami Pierre
Garcinia benthami Pierre mempunyai habitus berupa pohon dengan tinggi
mencapai 30 m, batangnya lurus, mengecil ke arah ujung. Bentuk pohon berupa
kerucut, memiliki percabangan berselang-seling. Seluruh bagian tanaman
mengeluarkan getah kuning yang kental dan lengket bila dilukai. Daun selalu
berwarna hijau, berhadapan berseling. Bunga berada diketiak daun. Daun kelopak
dan daun mahkota terdiri dari 4-5 helai. Bunga jantan memiliki benang sari yang
jumlahnya bervariasi, dengan tangkai sari bersatu menjadi satu tiang tengah atas.
Bunga betina biasanya berukuran lebih besar dari bunga jantan, seringkali
menyendiri, benang sari semu dengan tangkai-tangkai sarinya yang bersatu
menjadi sebuah cincin di bagian pangkal, bakal buah beruang 2-12 dan biasanya
berbentuk palila. Bijinya besar, biasanya terbungkus oleh arilus yang berisi
banyak sari buah. Embrionya berupa massa padat, hanya tersusun atas hipokotil,
sedangkan bijinya tidak ada (Rachman, I., 2003).

2.1.4 Kandungan Kimia Genus Garcinia
Berdasarkan studi literatur, kandungan kimia genus Garcinia adalah
senyawa xanton, benzofenon, golongan flavonoid, triterpen dan asam organik
(Elya, B. et al., 2006).

2.1.4.1 Xanton
Xanton adalah kelas senyawa fenolik polyprenylated dengan kerangka
xhantone-9-one. Ini adalah komponen struktural kimia yang direpresentasikan
sebagai sistem cincin aromatik tetrasiklik. Substituen yang mungkin berperan
dalam pembentukan struktur adalah isoprene, fenolik, dan kelompok metoksi.
Xanton alami dapat dibagi berdasarkan sifat substituen yaitu xanton oksigen
sederhana, xanton glikosilasi, xanton terprenilasi dan turunannya seperti xanton
dimer, xanthonolignoids dan lain-lain (Rai, M., et al., 2012).
Xanton adalah senyawa organik yang mempunyai struktur molekul
C13H8O2. Dalam tumbuhan, senyawa ini banyak ditemui pada familia
Bonnetiaceae dan Clusiaceae. Xanton mempunyai aktivitas sebagai antioksidan,

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

8

antiproliferatif, antiinflamasi, dan antimikroba (Iswari, K., T. Sudaryono, 2007).
Banyak senyawa xanton yang ditemui dari genus Garcinia, seperti cowaxanton,
7-O-metilgrasinon,

-mangostin,

-mangostin dan xanton terprenilasi (3-O-

metilcowaxanton) dari getah Garcinia cowa Roxb (Na, Zhi., Qishi S., Huabin
H., 2013). Senyawa diprenylated xanthone, 1,5-dihydroxy-3-methoxy-4,7diprenylxanthone dari kulit batang Garcinia griffithii (Elfita, et al., 2008).
Senyawa 2,6-dihidroksi-8-metoksi-5-(3-metilbut-2-enil)-xanton, enam senyawa
xanton terprenilasi,

-mangostin, �-mangostin, garcinon D, 1,6-dihidroksi-3,7-

dimetksi-2-(3-metilbut-2-enil)-2H, mangostanol, dan 5,9-dihidroksi-8-metoksi2,2-dimeti-7-(3-metilbut-2-enil)-2H,6H-pyrano-[3,2-b]-xantene-6-one dari kulit
batang Garcinia mangostana (Ee, G. C. L. et al., 2006). Senyawa garcinon A
dan B dari batang Garcinia multiflora (Chiang, Yi-Ming et al., 2003). Senyawa
xanton terprenilasi, 1,3,5,6-tetrahidroksi-4,7,8-tri(3-metil-2-butenil)xanton dan
garciniaxanton dari Garcinia xanthochyymus (Chanmahasathien, Wisinee et al.,

2003). Senyawa diprenylated xanthone (mangoxanton), dulxanton D, 1,3,7trihidroksi-2-metoksixanton,

1,3,5-trihidroksi-13,13-dimetil-2H-piran[7,6-

b]xanten-9-on dari Garcinia mangostana (Nilar, et al., 2005).

Gambar 2.2 Struktur Xanton (Sumber: Harbone, 1987)

Senyawa garcinon A dan B dari Garcinia multiflora memiliki toksisitas
akut dengan LD50 sebesar 7,7 �M dan 25,8 �M (Chiang, Yi-Ming et al., 2003).

Senyawa

-mangostin dan

-mangostin dari Garcinia mangostana memiliki

aktivitas antiinflamasi (Chen, Lih-Geeng., Ling-Ling Y., Ching-Chiung W.,
2008). Senyawa oliganton A dari Garcinia oligantha yang memiliki efek
menghambat pertumbuhan sel HeLa dengan IC50

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3867 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1027 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 804 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1317 23