Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISIONS (STAD) UNTUK
MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA SD/MI
(Penelitian Tindakan Kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Syarat
Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:
DENI IRAWAN
NIM. 109018300097

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1435 H / 2014 M

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi berjudul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Matematika Siswa SD/MI”, disusun oleh Deni Irawan NIM. 109018300097,
Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah melalui
bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk diujikan
pada sidang munaqosah sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas.

Jakarta, 21 Februari 2014

Menyetujui,
Dosen Pembimbing Skripsi,

Otong Suhyanto, M.Si
NIP. 19681104 199903 1 001

ii

HALAMAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN MONAQOSAH

Skripsi berjudul: “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Matematika Siswa SD/MI” disusun oleh Deni Irawan, NIM. 109018300097,
diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam
Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, dan telah dinyatakan LULUS dalam Ujian
Munaqosah pada tanggal 11 Maret 2014 dihadapan Dewan Penguji. Karena itu,
penulis berhak memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam bidang
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI).
Panitia Ujian Munaqosah

Tanggal

Tanda Tangan

...........................

...........................

...........................

...........................

...........................

...........................

1. Ketua Panitia (Ketua Jurusan PGMI)
Dr. Fauzan, MA
NIP. 19761107 200701 1 013
2. Penguji I
Maifalinda Fatra, M.Pd
NIP. 19700528 199603 2 002
3. Penguji II
Dr. Gelar Dwi Rahayu, M.Pd
NIP. 19720419 199903 2 002

Jakarta, April 2014
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Dekan,

Dra. Nurlena Rifa’i, MA, Ph.D
NIP. 19591020 198603 2 001

iii

PERNYATAAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: Deni Irawan

NIM

: 109018300097

Jurusan

: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Fakultas

: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Judul Skripsi

: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Matematika Siswa SD/MI

Menyatakan bahwa Skripsi ini adalah hasil pekerjaan saya sendiri dan sepanjang
pengetahuan saya tidak berisi materi yang dipublikasikan atau ditulis oleh orang lain
atau telah digunakan sebagai persyaratan studi di perguruan tinggi lain kecuali pada
bagian-bagian tertentu saya ambil sebagai acuan. Apabila ternyata terbukti bahwa
pernyataan ini tidak benar, sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya.

Jakarta, 21 Februari 2014

DENI IRAWAN

iv

PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
Nama

: Deni Irawan

NIM

: 109018300097

Jurusan

: Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)

Fakultas

: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Jenis Penelitian

: Skripsi

Judul

: Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan
Motivasi Belajar Matematika Siswa SD/MI

Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk:
1. Memberikan hak bebas royalty kepada perpustakaan UIN Syarif Hidayatuallah
Jakarta atas penulisan karya ilmiah saya, demi mengembangkan ilmu
pengetahuan.
2. Memberikan hak penyimpanan, mengalih mediakan/mengalih formatkan.
3. Mengelola dalam bentuk pangkalan data (data base), mendistribusikannya, serta
menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis kepada
perpustakaan UIN Syarif Hidayatuallah Jakarta, tanpa perlu meminta ijin dari
saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.
4. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa melibatkan
perpustakaan UIN Syarif Hidayatuallah Jakarta, dari segala bentuk tuntutan
hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 21 Februari 2014
Yang Menyatakan,

Deni Irawan

v

ABSTRAK

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement
Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa
SD/MI (PTK di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi-Jakarta Barat)
Kata Kunci: Pembelajaran Kooperatif, STAD, dan Motivasi Belajar

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar Matematika
siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement
Divisions (STAD) pada siswa kelas IV SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta
Barat. Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
dengan melalui empat tahapan; perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
Penelitian ini terdiri dari dua siklus yang terdiri dari empat kali pertemuan pada
setiap siklusnya. Data penelitian berupa motivasi belajar siswa diperoleh melalui
instrumen angket yang diberikan kepada setiap siswa pada setiap akhir siklus.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Student Teams Achievement
Divisions (STAD) dapat meningkatkan motivasi belajar Matematika siswa pada
siklus I sebesar 77,62% dengan kategori “Sedang”. Pada siklus II meningkat
menjadi 95,08% dengan kategori “Tinggi”. Peningkatan motivasi belajar
Matematika siswa dari siklus I ke siklus II sebesar 17,46%. Dari paparan di atas
dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Divisions (STAD) dapat meningkatkan motivasi belajar Matematika
siswa kelas IV SDN Cengkareng Timur 01 Pagi-Jakarta Barat.
Pada penelitian tindakan ini, motivasi belajar matematika siswa dapat
meningkat dengan diterapkannya langkah-langkah yang terdapat pada model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD)
diantaranya dengan memberi angka atau nilai atas kegiatan dan hasil belajar
siswa, penghargaan dan pemberian hadiah, pujian guru, persaingan antar
kelompok, dan keterlibatan siswa dalam belajar. Siswa juga termotivasi dengan
adanya metode-metode belajar yang menarik, aktif, dan kreatif, serta tujuan
belajar yang akan dicapai siswa pada saat proses pembelajaran berlangsung.

DENI IRAWAN (PGMI)

vi

ABSTRACT

Application of Cooperative Learning Model Type of Student Teams
Achievement Divisions (STAD) to Enhance Learning Mathematics Student
Motivation SD/MI (CAR in SDN 01 East Cengkareng-West Jakarta)
Keywords: Cooperative Learning, STAD, and Learning Motivation

This study aims to improve students' motivation to learn mathematics
through cooperative learning model Student Teams Achievement Divisions
(STAD) in the fourth grade students of SDN 01 Morning East Cengkareng-West
Jakarta. The design of this study was Classroom Action Research (CAR) through
four stages; planning, implementation, observation, and reflection. The study
consisted of two cycles consisting of four meetings in each cycle. The research
data in the form of student motivation is obtained through a questionnaire
instrument given to each student at the end of each cycle.
The results showed that Student Teams Achievement Divisions (STAD)
can increase students' motivation to learn mathematics in the first cycle of 77.62%
to the category of "Moderate". In the second cycle increased to 95.08% in the
category of "High". Increasing students' motivation to learn mathematics from the
first cycle to the second cycle of 17.46%. From the above description it can be
concluded that the cooperative learning model Student Teams Achievement
Divisions (STAD) may increase the motivation to learn mathematics fourth grade
students of SDN 01 Morning East Cengkareng-West Jakarta.
In this action research, students' motivation to learn mathematics can be
increased with the implementation of the measures contained in the cooperative
learning model Student Teams Achievement Divisions (STAD) gave them the
number or value of the activity and student learning outcomes, awards and gifts,
teacher praise, competition between groups, and student involvement in learning.
Students are also motivated by the presence of learning methods are interesting,
active, and creative, as well as the learning objectives to be achieved by students
during the learning process takes place.

DENI IRAWAN (PGMI)

vii

MOTTO

Masa depan adalah milik mereka yang percaya tentang keindahan mimpi-mimpi mereka.
(Eleanor Roosevelt)

Apabila di dalam diri seseorang masih ada rasa malu dan takut untuk berbuat suatu
kebaikan, maka jaminan bagi orang tersebut adalah tidak akan bertemunya ia dengan
kemajuan selangkah pun.
(Soekarno)

Hidup seekor lebah lebih bernilai daripada binatang lain bukan lantaran ia pekerja giat, tapi
karena ia lebih suka bekerja (menghasilkan madu) untuk kenikmatan pihak lain.
(Anonim)

Tak ada yang dapat menghentikan orang yang bersikap mental benar dari upayanya meraih
cita-cita, dan tidak ada satu pun yang dapat menolong orang bersikap mental keliru.
(Thomas Jefferson)

Kita menikmati kehangatan karena kita pernah kedinginan. Kita menghargai cahaya karena
kita pernah dalam kegelapan. Maka begitu pula, kita dapat bergembira karena kita pernah
merasakan kesedihan.
(David L. Weatherford)

Dari semua hal, pengetahuan adalah yang paling baik, karena tidak kena tanggung jawab
maupun tidak dapat dicuri, karena tidak dapat dibeli, dan tidak dapat dihancurkan.
(Hitopadesa)

Do’a memberikan kekuatan pada orang yang lemah, membuat orang tidak percaya menjadi
percaya, dan memberikan keberanian pada orang yang ketakutan.
(Irawan D. Radino)

viii

PERSEMBAHAN

For all those time you stood by me
For all the truth that you made me see
For all the joy you brought to my life
For all the wrong that you made right
For every dream you made come true
For all the love i found in you
I’ll be forever thankful
You’re the one who held me up, never let me fall
You’re the one who saw me through it all
You were my strength when i was weak
You were my voice when i couldn’t speak
You were my eyes when i couldn’t see
You saw the best there was in me
Lifted me up when i couldn’t reach
You gave me wings and made me fly
You touch my hand i could touch the sky
I lost my faith you gave it back to me
You said no star was out of reach

Kupersembahkan karya ini untuk:
o Ayah dan Bunda tersayang, yang sangat kusayangi dan segalanya bagiku, love you.
o Adik-adikku yang selalu memberikan dukungan dengan kasih sayang dan perhatiannya,
Rohman Azi Saputra dan Faozan Nur Amanulloh.

ix

KATA PENGANTAR

Tiada kata yang paling indah selain memanjatkan puji kepada Yang Maha
Suci, memuja kepada Yang Maha Kuasa, dan bersyukur kepada Yang Maha
Ghofur. Dia-lah Allah SWT Yang Maha Esa, Maha Agung dan Maha Bijaksana.
Berkat inayah, taufiq, dan pertolongan-Nya penulis dapat menyelasaikan skripsi
ini dengan baik dan lancar.
Rasa hormat, ta’zim, dan kerinduan kepada Baginda Rasulullah Nabi
Muhammad SAW yang memberikan pencerahan kepada seluruh umat manusia,
semoga sholawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada beliau, keluarga,
sahabat, para pewarisnya, dan kepada kita selaku umat akhir jaman semoga
menjadi umat yang selalu mengikuti akan ajarannya, Amin.
Sebuah karya ilmiah ini tentunya masih sangat banyak kekurangan dan
kelemahan dalam penulisan dan penyusunannya. Hal ini dikarenakan keterbatasan
pengetahuan dan pengalaman penulis, namun berkat dorongan dan bantuan dari
berbagai pihak maka dapat diselesaikan dengan baik.
Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan moril
dan materil, sehingga skripsi ini dapat selesai. Ucapan terima kasih penulis
sampaikan kepada:
1. Ibu Dra. Nurlena Rifa’i, MA., Ph.D, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Dr. Fauzan MA., Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah
Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, yang selalu mengingatkan untuk terus menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Drs. Syaripulloh, M.Si., Dosen Penasehat Akademik Program Studi
Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang selalu memberikan
bimbingan dan arahan.

x

4. Bapak Otong Suhyanto, M.Si., Dosen Pembimbing Skripsi yang telah
banyak meluangkan waktunnya, bimbingan, dan arahan sehingga penulis
bisa menyelasaikan skripsi ini.
5. Segenap Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang telah
memberikan ilmu kepada penulis, semoga dapat dimanfaatkan dengan
sebaik-baiknya.
6. Teristimewa Keluarga Besar penulis, Ayahanda Radino dan Ibunda
Suminem, atas ketulusan dan kesabaran beliau dalam membesarkan,
merawat, mendidik, dan menolong penulis agar senantiasa menjadi orang
yang sabar, tidak mudah putus asa, tawakal, bermanfaat bagi orang lain,
serta do’a beliau yang selalu menyertai hidup penulis. Teriring do’a
semoga Allah mengampuni dosa dan kekhilafan beliau dan menyayangi
beliau seperti keduanya menyayangi penulis, amin. Dan kepada adik
Rohman Azi Saputra dan Faozan Nur Amanullah, yang selalu mendukung
penulis dengan perhatian dan kasih sayang.
7. Untuk yang tersayang, my lovely Rahesya Fara Aulia yang selalu
memberikan semangat dan senyuman kasih sayang, cinta, perhatian, dan
motivasinya.
8. Sahabat-sahabat seperjuangan dari awal perkuliahan satu kelas dan satu
angkatan (Imam Hanafi, Abdul Aziz, Ramdan Suwarman, Rudy Purbianto,
Agi Nurahmadana, Herey Purwanto, Syifa Kumala, Mailina Hidayati,
Fathi Maulawi, Ahmad Maulana, Akbar Gunawan, Muhammad Sukroni,
Heri Dermawan, Angga Pranata, Rizky Pradana, Wahyu Samadyo, Nayla
Rizkiyah, Ryan Syahrini, Anggi Restiana, Sita Jayanti, Annisa Nurul Aini,
Ina Isfarina, Yuni Anggraeni, Yanita Puspitasari, Shinta Anggraeni,
Khumaira Ziya, dan Rafika Nurhidayati) yang tidak henti-hentinya
memberikan bantuan, motivasi, dan kehangatan serta kebersamaan dalam
ikatan persahabatan yang seperti dalam satu keluarga.
9. Kawan-kawan TQN Sirrul Asrar (Hufaz Fazari, Syahidain, Faizal Bahren,
Sahari, Andre Gunawan, Hendi, Aris, Imam Baihaqi, dan Ahmad Ghozali)
yang memberikan pengalaman hidup yang penuh makna dan nilai.

xi

10. Risnufa dan Al-Farisi (Toif Mustofa, Sulistiyo Feri, Ishak Mardia, Zardari
Alzamendy, Ambar Primandaru, Popy Meisela, Hifzhy Zulfikar, dan
Harun Ayi) bersama kawan-kawan yang terus bersemangat dan
membangun untuk lebih baik, kreatif, dan mandiri.

Semua pihak yang ikut terlibat dalam penyusunan skripsi ini yang tidak
dapat penulis sebutkan satu-persatu. Semoga Allah Subhanahuwata’ala membalas
segala kebaikan saudara-saudari semuanya dengan yang lebih baik. Semoga Allah
Subhanahu wata’ala dapat menerima sebagai amal kebaikan atas jasa baik yang
diberikan kepada penulis, Dan semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis,
pembaca, dan kaum muslimin, serta semoga Allah Subhanahu wata’ala
membimbing, menolong, dan memberikan taufik, rahmat serta hidayah-Nya
kepada kita semua. Semoga shalawat dan salam serta barakah senantiasa Allah
Subhanahu wata’ala limpahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu'alaihi
wasallam, keluarganya, para sahabatnya, serta para pewaris dan pengikutnya.
Alhamdulillahi Rabbil ‘Aalamiin.
Jakarta, 27 Rabi’ul Awal 1435 H
29 Januari 2014 M
Penulis

Deni Irawan

xii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL..............................................................................................

i

HALAMAN PERSETUJUAN............................................................................... ii
HALAMAN PENGESAHAN................................................................................

iii

HALAMAN PERNYATAAN................................................................................ iv
HALAMAN PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH......................... v
ABSTRAK............................................................................................................... vi
ABSTRACT............................................................................................................

vii

MOTTO................................................................................................................... viii
HALAMAN PERSEMBAHAN............................................................................. ix
KATA PENGANTAR............................................................................................

x

DAFTAR ISI........................................................................................................... xiii
DAFTAR TABEL................................................................................................... xvii
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................

xviii

DAFTAR LAMPIRAN..........................................................................................

xix

BAB I: PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah...............................................................................

1

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian........................................................

6

C. Pembatasan Fokus Penelitian.......................................................................

7

D. Perumusan Masalah Penelitian..................................................................... 7
E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian.................................................... 8

xiii

BAB II: DESKRIPSI TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
INTERVENSI TINDAKAN
A. Deskripsi Teoritik......................................................................................... 9
1. Pembelajaran Kooperatif.........................................................................

9

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif................................................ 9
b. Prinsip dan Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif................................ 10
c. Jenis-Jenis Pembelajaran Kooperatif...............................................

12

d. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif...................................

14

2. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement
Divisions (STAD) .................................................................................. 15
a. Pengertian STAD.............................................................................

15

b. Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD................ 16
c. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Tipe STAD.................. 18
3. Motivasi Belajar......................................................................................

19

a. Pengertian Motivasi.........................................................................

19

b. Fungsi Motivasi................................................................................ 21
c. Macam-Macam Motivasi.................................................................

22

d. Jenis-Jenis Motivasi.........................................................................

24

e. Motivasi Belajar...............................................................................

25

f. Tujuan Motivasi Belajar................................................................... 26
g. Ciri-Ciri Orang Memiliki Motivasi.................................................. 27
h. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Motivasi Belajar...................... 28
i. Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar...........................................

29

4. Pembelajaran Matematika di SD/MI.......................................................

32

a. Pengertian Matematika..................................................................... 32
b. Pembelajaran Matematika di SD/MI................................................ 33
B. Hasil Penelitian yang Relevan.....................................................................

36

C. Kerangka Berpikir........................................................................................ 37

xiv

D. Hipotesis Penelitian Tindakan...................................................................... 37

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian......................................................................

38

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian...................................

38

C. Subjek Penelitian.......................................................................................... 41
D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian..................................................

41

E. Tahapan Intervensi Tindakan....................................................................... 41
F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan................................................ 44
G. Data dan Sumber Data.................................................................................

44

H. Instrumen Pengumpulan Data......................................................................

44

I. Teknik Pengolahan Data dan Analisis Data................................................. 47
J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan........................................................... 49
K. Pengembangan Perencanaan Tindakan........................................................

49

BAB IV: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data..............................................................................................

50

1. Penelitian Pendahuluan..........................................................................

50

2. Penelitian Siklus I................................................................................... 51
a) Perencanaan...................................................................................... 51
b) Pelaksanaan......................................................................................

51

c) Observasi..........................................................................................

62

d) Refleksi............................................................................................. 68
3. Penelitian Siklus II.................................................................................

70

a) Perencanaan...................................................................................... 70
b) Pelaksanaan......................................................................................

70

c) Observasi..........................................................................................

81

d) Refleksi............................................................................................. 86

xv

B. Analisis Data................................................................................................

88

C. Pembahasan..................................................................................................

91

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan................................................................................................... 94
B. Saran.............................................................................................................

95

DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................

96

LEMBAR UJI REFERENSI.................................................................................

98

LAMPIRAN............................................................................................................ 100

xvi

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1

Langkah-Langkah Pembelajaran Kooperatif………………............. 14

Tabel 2.2

Penghitungan Perkembangan Skor Individu.....................................

Tabel 2.3

Penghitungan Perkembangan Skor Kelompok.................................. 18

Tabel 3.1

Tahapan dalam Penelitian Tindakan Kelas..……………….............

42

Tabel 3.2

Kisi-Kisi Instrumen Angket Motivasi Belajar Matematika..............

46

Tabel 3.3

Kriteria Penilaian Angket Motivasi Siswa…………………............

47

Tabel 3.4

Kategori Nilai Angket Motivasi Belajar...........................................

48

Tabel 4.1

Skor Perkembangan Individu 1.........................................................

56

Tabel 4.2

Skor Perkembangan Individu 2.........................................................

59

Tabel 4.3

Skor Perkembangan Individu 3.........................................................

61

Tabel 4.4

Hasil Pengamatan Catatan Lapangan Siklus I…………................... 63

Tabel 4.5

Hasil Observasi Aktifitas Guru pada Siklus I…………...................

64

Tabel 4.6

Hasil Observasi Aktifitas Siswa pada Siklus I……..........................

65

Tabel 4.7

Hasil Wawancara Siswa pada Siklus I……………..........................

66

Tabel 4.8

Hasil Jawaban Angket Motivasi Belajar pada Siklus I.....................

67

Tabel 4.9

Perhitungan Rata-Rata Skor Angket Siklus I………………............

68

Tabel 4.10

Tindakan Perbaikan pada Siklus I…………………….....................

69

Tabel 4.11

Skor Perkembangan Individu 4.........................................................

72

Tabel 4.12

Skor Perkembangan Individu 5.........................................................

75

Tabel 4.13

Skor Perkembangan Individu 6.........................................................

77

Tabel 4.14

Skor Perkembangan Individu 7.........................................................

79

Tabel 4.15

Skor Perkembangan Individu 8.........................................................

80

Tabel 4.16

Hasil Pengamatan Catatan Lapangan Siklus II.................................

81

Tabel 4.17

Hasil Observasi Aktifitas Guru pada Siklus II……………..............

82

Tabel 4.18

Hasil Observasi Aktifitas Siswa pada Siklus II……………............. 83

Tabel 4.19

Hasil Wawancara Siswa pada Siklus II.................................................. 84

Tabel 4.20

Hasil Jawaban Angket Motivasi Belajar pada Siklus II……............

Tabel 4.21

Perhitungan Rata-Rata Skor Angket Siklus II………………........... 86
xvii

17

85

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Proses Motivasi Dasar................................................................ 20

Gambar 3.1

Alur Penelitian Tindakan Kelas Menurut Kurt Lewin………...

Gambar 4.1

Diagram Persentase Aktifitas Mengajar Guru Siklus I dan II.... 88

Gambar 4.2

Diagram Persentase Aktifitas Belajar Siswa Siklus I dan II......

Gambar 4.3

Diagram Persentase Angket Motivasi Belajar Siklus I dan II.... 90

xviii

40

89

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus I.......................

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Siklus II...................... 105

Lampiran 3

Posisi Duduk Kelompok Belajar..................................................... 110

Lampiran 4

Hasil Observasi Aktifitas Guru Siklus I.........................................

111

Lampiran 5

Hasil Observasi Aktifitas Guru Siklus II........................................

112

Lampiran 6

Hasil Observasi Aktifitas Siswa Siklus I........................................

113

Lampiran 7

Hasil Observasi Aktifitas Siswa Siklus II....................................... 114

Lampiran 8

Hasil Jawaban Angket Motivasi Belajar Matematika Siklus I.......

Lampiran 9

Hasil Jawaban Angket Motivasi Belajar Matematika Siklus II...... 119

Lampiran 10

Hasil Wawancara Guru Pra Penelitian............................................ 123

Lampiran 11

Hasil Wawancara Guru Setelah Penelitian Siklus I........................ 125

Lampiran 12

Hasil Wawancara Guru Setelah Penelitian Siklus II......................

127

Lampiran 13

Hasil Wawancara Siswa Setelah Penelitian Siklus I......................

128

Lampiran 14

Hasil Wawancara Siswa Setelah Penelitian Siklus II.....................

129

Lampiran 15

Kisi-Kisi Instrumen Observasi Aktifitas Belajar Siswa ………....

130

Lampiran 16

Rubrik Penilaian Observasi Aktifitas Belajar Kelompok…….…..

131

Lampiran 17

Angket Motivasi Belajar Matematika Siswa.............……….........

133

Lampiran 18

Kisi-Kisi Instrumen Angket Motivasi Belajar Siswa……….........

134

Lampiran 19

Perhitungan Rata-Rata Angket Motivasi Belajar Siklus I…..........

135

Lampiran 20

Perhitungan Rata-Rata Angket Motivasi Belajar Siklus II….........

136

Lampiran 21

Lembar Kerja Siswa Siklus I…......................................................

137

Lampiran 22

Lembar Kerja Siswa Siklus II......................................................... 139

Lampiran 23

Hasil Observasi Aktifitas Belajar Kelompok.................................. 141

Lampiran 24

Gambar (Reward) Penghargaan….................................................. 144

Lampiran 25

Foto Kegiatan Pembelajaran........................................................... 145

xix

100

115

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan memegang peranan penting untuk menjamin kelangsungan
hidup suatu negara dan bangsa, dan untuk mengembangkan kualitas sumber daya
manusia. Perwujudan masyarakat berkualitas tersebut menjadi tanggung jawab
pendidikan, terutama dalam mempersiapkan peserta didik menjadi subjek yang
makin berperan menampilkan keunggulan dirinya yang tangguh, kreatif, mandiri,
dan profesional pada bidangnya masing-masing.
Hal tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang tercantum
dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 pada Bab II
Pasal 3, menerangkan bahwa:
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka
mencerdaskan
kehidupan
bangsa,
bertujuan
untuk
berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi Manusia yang
beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia,
sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.”1
Tujuan

pendidikan

nasional

dapat

dicapai

dengan

upaya

menyelenggarakan pendidikan bagi bangsa Indonesia. Karena melalui pendidikan,
satu persatu tujuan pendidikan nasional tersebut dapat diupayakan. Maka dari itu
pemerintah wajib memberikan kesempatan kepada warga negaranya untuk
memperoleh pendidikan, karena memperoleh pendidikan merupakan hak bagi
setiap warga suatu negara itu sendiri, dan setiap negara harus menjamin
keberlangsungan jalannya sebuah proses pendidikan bagi warga negaranya. Selain
itu belajar juga merupakan kewajiban bagi setiap individu agar memperoleh ilmu
pengetahuan guna meningkatkan derajat kehidupan manusia. Oleh karena itu,
kualitas pendidikan harus ditingkatkan secara terus menerus agar sesuai dengan
tujuan yang dirancang.
1

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional, (Jakarta: DEPAG RI, 2006), h. 3.

1

2

Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut maka perlu dilakukan
beberapa rencana dan proses, salah satunya adalah dengan proses pembelajaran.
Pada hakikatnya proses pembelajaran merupakan kegiatan yang terpadu dan
menyeluruh antara siswa dengan guru dalam suasana yang bersifat pengajaran.
Dalam hal proses pembelajaran seyogyanya para guru mengacu kepada
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan, Bab IV Pasal 19 tentang Standar Proses yang berbunyi:
"Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik
untuk berpartisipasi, aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan
perkembangan fisik serta psikologis peserta didik".2
Pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam menciptakan
manusia yang berkualitas. Pendidikan juga dipandang sebagai sarana untuk
melahirkan insan-insan yang cerdas, kreatif, terampil, bertanggung jawab,
produktif, dan berbudi pekerti luhur.
Keadaan di atas menjadi tantangan bagi para pendidik untuk memperbaiki
dan meningkatkan kualitas pendidikan. Perubahan sistem pendidikan, program
kurikulum, strategi belajar mengajar, serta sarana dan prasarana pendidikan
mempengaruhi perkembangan siswa dalam bidang akademis, sosial, maupun
pribadi.

Karena

pendidikan

merupakan

sebuah

usaha

terencana

untuk

mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif
dapat mengembangkan potensinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, dan kecerdasan.
Kemampuan guru dalam menentukan metode yang sesuai dengan tujuan
dan materi pelajaran juga merupakan kunci keberhasilan dalam meningkatkan
motivasi belajar siswa. Tuntutan tersebut harus dimiliki oleh seorang guru ketika
melakukan proses pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Hal
tersebut sejalan dengan tuntutan kurikulum saat ini yang sangat memperhatikan
metode pembelajaran yang akan digunakan oleh guru.

2

Ibid., h. 12.

3

Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang menduduki
peranan penting dalam pendidikan, hal ini dapat dilihat dari waktu jam pelajaran
sekolah lebih banyak dibandingkan pelajaran lain. Pelajaran matematika diberikan
kepada semua jenjang pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai perguruan
tinggi.
Peserta didik pada masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak
yang berlangsung dari usia 6 tahun hingga 12 tahun. Menurut para ahli psikologi,
yang juga harus diperhatikan dalam pendidikan adalah menyelesaikan tugas
perkembangan pada tahap yang sedang berlangsung. Salah satu tugas
perkembangan anak usia sekolah dasar adalah belajar, bergaul dan bersahabat
dengan anak-anak sebayanya, dan bekerja dalam kelompok. Tahap perkembangan
ini harus bisa dimiliki anak usia SD agar perkembangan tahap berikutnya tidak
mengalami

gangguan

yang

mengakibatkan

perkembangan

sosial

yang

menyimpang.
Akan tetapi, pada kenyataannya banyak dijumpai pembelajaran di SD/MI
masih jauh dari harapan. Pembelajaran di SD/MI masih banyak menggunakan
pembelajaran konvensional yang hanya terpusat pada guru semata (teacher
centered). Pembelajaran ini masih sering diterapkan oleh guru dengan alasan
pembelajaran ini adalah yang paling praktis dan tidak menyita waktu yang banyak
sehingga menyebabkan sedikit tuntutan aktifitas belajar dari siswa. Dalam proses
pembelajaran masih sering dijumpai adanya kecenderungan peserta didik yang
menyerah meskipun mereka sebenarnya masih bingung tentang materi yang
disampaikan. Ditambah lagi dalam praktik belajar, kepribadian (kecerdasan
emosional) terabaikan hanya mengutamakan aspek akademik (kecerdasan
intelektual) semata yang dipentingkan.
Proses pembelajaran seperti yang diungkapkan tersebut sangat tidak
diharapkan. Konsep-konsep matematika lebih banyak langsung diberikan kepada
siswa tanpa adanya proses yang bermakna yang melibatkan siswa untuk
pengalaman dalam belajar yang nantinya akan berdampak pada hasil akademik
yang rendah maupun kepribadian yang kurang baik. Untuk mencapai tujuan
pembelajaran, diperlukan strategi, pendekatan, metode, serta teknik tertentu.

4

Dengan kata lain, keberhasilan proses pembelajaran juga bergantung pada
bagaimana suatu bahan ajar disampaikan.
Salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa adalah
pembelajaran kooperatif. Terdapat beberapa tipe dalam pembelajaran kooperatif,
salah satunya adalah tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD). STAD
merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan
merupakan model pembelajaran kooperatif yang paling baik untuk permulaan
bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif.3 Pada tipe ini
terdapat beberapa tahap yang harus dilalui selama proses pembelajaran. Tahap
awal, siswa belajar dalam suatu kelompok dan diberikan suatu materi yang
dirancang sebelumnya oleh guru. Setelah itu siswa bersaing dalam turnamen
untuk mendapatkan penghargaan kelompok. Selain itu terdapat kompetisi antar
kelompok yang dikemas dalam suatu permainan agar pembelajaran tidak
membosankan. Pembelajaran kooperatif tipe STAD juga dapat membuat siswa
aktif dan termotivasi mencari penyelesaian masalah dan mengkomunikasikan
pengetahuan yang dimilikinya kepada siswa yang lain, sehingga masing-masing
siswa lebih menguasai materi. Dalam pembelajaran tipe STAD, guru berkeliling
untuk membimbing siswa saat belajar kelompok. Hal ini memungkinkan siswa
untuk berinteraksi dengan guru dan diharapkan tidak ada ketakutan bagi siswa
untuk bertanya atau berpendapat kepada guru.
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara peneliti terhadap guru
matematika kelas IV SDN Cengkareng Timur 01 Pagi Jakarta Barat, didapat
informasi bahwa metode pengajaran didominasi oleh aktifitas guru sehingga
pembelajaran masih bersifat teoritis dan jauh dari pengalaman belajar yang
berdampak pada keaktifan dan keterlibatan siswa. Guru masih ragu menggunakan
metode diskusi kelompok dengan asumsi bahwa siswa lebih sulit dikondisikan
jika dibentuk dalam kelompok karena siswa hanya bercanda dengan temannya dan
hanya menyita waktu belajar. Hal tersebut terlihat ketika guru menjelaskan
konsep Matematika lebih menekankan pada pemberian materi secara langsung.
3

Robert E. Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik, (Bandung: Nusa Media,
2009), Cet. Ke- IV, h. 143.

5

Selain itu, berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap siswa
didapat beberapa informasi yang menyebabkan rendahnya motivasi belajar siswa
yaitu: 1) beberapa siswa kurang bersemangat saat mengikuti pembelajaran
matematika, 2) siswa masih membutuhkan dorongan dari guru dalam mengajukan
pertanyaan atau mengungkapkan pendapat, 3) masih ada siswa yang tidak
mengerjakan tugas atau PR, 4) siswa merasa sudah puas dan paham tentang
materi yang diajarkan namun ketika diajukan pertanyaan siswa terlihat
kebingungan, 5) siswa kurang berminat dalam memecahkan soal matematika yang
bersifat menantang, 6) beberapa siswa terlihat masih mengobrol dengan temannya
pada saat guru menjelaskan materi pelajaran, 7) masih ada siswa yang datang
terlambat, dan 8) beberapa siswa masih terlihat bermain-main di luar kelas ketika
guru telah memasuki ruang kelas.
Menyikapi permasalahan yang timbul dalam pembelajaran matematika di
sekolah tersebut, maka perlu adanya upaya untuk mengatasi permasalahan
tersebut. Dengan pertimbangan salah satu ciri masa anak usia SD/MI adalah
senang bergaul dan bekerja dalam kelompok sebayanya, maka untuk memenuhi
tugas perkembangan anak pada usia tersebut digunakanlah kegiatan belajar yang
salah satunya adalah melalui pembelajaran kooperatif atau pembelajaran
kelompok. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa peserta didik akan
lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling
berdiskusi dengan temannya. Apalagi pembelajaran kelompok sangat baik untuk
pendidikan di Indonesia yang merupakan negara majemuk untuk segala aspeknya
dan sejalan dengan ajaran Islam, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Quran bahwa
Allah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman:

(٢ ‫ من اآية‬:‫ )المائدة‬... ‫َوتَ َع َاونُواْ َعلَى الْب ِر َوالتَ ْق َوى َواَ تَ َع َاونُواْ َعلَى ا ِإثْ ِم َوالْعُ ْد َو ِان‬
“Dan tolong-menolonglah kalian dalam mengerjakan kebaikan dan takwa,
dan janganlah kalian tolong-menolong dalam berbuat dosa dan kejahatan”
(QS. Al-Maaidah: 2)

6

Berdasarkan dari uraian di atas peneliti ingin melakukan suatu penelitian
tindakan kelas guna meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran
matematika pada pokok bahasan menggunakan pengukuran sudut, panjang, dan
berat dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Divisions (STAD) pada siswa kelas IV SDN Cengkareng Timur 01
Pagi, jalan Daan Mogot KM. 14, Cengkareng-Jakarta Barat. Adapun judul
penelitian ini yaitu “Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student
Teams Achievement Divisions (STAD) untuk Meningkatkan Motivasi Belajar
Matematika Siswa SD/MI”.

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka
dapat diidentifikasikan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Siswa kurang mendapatkan pengalaman langsung dalam belajar dikarenakan
metode pembelajaran yang digunakan lebih didominasi oleh guru.
2. Keterlibatan siswa dalam belajar masih kurang sehingga menyebabkan
rendahnya hasrat dan minat siswa dalam belajar.
3. Kurangnya interaksi belajar siswa sesama teman sebayanya, bergaul bersama,
dan bekerja bersama teman sebayanya.
Penelitian ini difokuskan untuk meneliti pada aspek motivasi belajar siswa
terhadap pembelajaran matematika dengan menerapkan model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD).

7

C. Pembatasan Fokus Penelitian
Dari identifikasi masalah di atas, peneliti membatasi masalah pada
motivasi belajar siswa.
1. Motivasi belajar.
Motivasi yang dimaksud dalam kegiatan belajar adalah adanya dorongan
internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk mengadakan
perubahan tingkah laku pada umumnya, meliputi adanya hasrat dan keinginan
berhasil, adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar, adanya harapan dan
cita-cita masa depan, adanya penghargaan dalam belajar, adanya kegiatan
yang menarik dalam belajar, dan adanya lingkungan belajar yang kondusif
sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik.
2. Untuk mengatasi masalah tersebut peneliti menggunakan model pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD). Salah satu ciri
perkembangan masa anak usia SD/MI adalah senang bergaul dan bekerja
dalam kelompok sebayanya, maka untuk memenuhi tugas perkembangan
anak pada usia tersebut digunakan kegiatan belajar yang salah satunya adalah
melalui pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari
konsep bahwa peserta didik akan lebih mudah menemukan dan memahami
konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan teman sebayanya.

D. Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah di atas, dapat
dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut:
1. Apakah model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement
Divisions (STAD) dapat meningkatan motivasi belajar siswa pada
pembelajaran Matematika?
2. Bagaimanakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
pada pembelajaran Matematika?

8

E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang telah dikemukakan, maka tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi belajar matematika
siswa melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Divisions (STAD).
Manfaat dari hasil penelitian ini terbagi menjadi 2, yaitu manfaat teoritis
dan manfaat praktis:
1) Manfaat Teoritis
Untuk menambah khazanah hasil penelitian tentang upaya peningkatan
motivasi

belajar

matematika

siswa

dengan

menerapkan

model

pembelajaran kooperatif tipe STAD dan membuka kemungkinan
dilakukan penelitian tindakan lebih lanjut tentang permasalahan sejenis.
2) Manfaat Praktis
a) Bagi guru, dapat mengetahui pola dan strategi pembelajaran yang
tepat dalam upaya memperbaiki dan meningkatkan kualitas
pembelajaran.
b) Bagi siswa, menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam kegiatan
pembelajaran, berani dalam mengungkapkan pendapat, mengajukan
pertanyaan, sehingga siswa mendapatkan pengalaman dalam
belajarnya.
c) Bagi sekolah, dapat mengadakan perbaikan pembelajaran dan
peningkatan

mutu

pendidikan,

khususnya

mata

pelajaran

Matematika.
d) Bagi peneliti, mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam
meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, sehingga hasil
penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam pengembangan mata kuliah
Strategi Pembelajaran.

BAB II
DESKRIPSI TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
INTERVENSI TINDAKAN

A. Deskripsi Teoretik
1. Pembelajaran Kooperatif
Model pembelajaran merupakan landasan praktik pembelajaran hasil
penurunan teori psikologi pendidikan dan teori belajar yang dirancang
berdasarkan analisis terhadap implementasi kurikulum dan implikasinya pada
tingkat operasional di kelas. Model pembelajaran dapat diartikan pula sebagai
pola yang digunakan untuk penyusunan kurikulum, mengatur materi, dan
memberikan petunjuk kepada guru di kelas.
Banyak model pembelajaran yang dapat digunakan guru dalam kelas
untuk mempermudah proses belajar siswa. Di antara model pembelajaran
yang dapat digunakan guru dalam mengajar di kelas adalah pembelajaran
kooperatif.

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) merupakan
pembelajaran yang dapat mengembangkan interaksi antarsiswa untuk
menghindari

ketersinggungan

dan

kesalahpahaman

yang

dapat

menimbulkan permusuhan. Menurut Slavin, pembelajaran konstruktivis
dalam pengajaran menerapkan metode pembelajaran kooperatif secara
ekstensif, atas dasar teori bahwa siswa akan menjadi lebih mudah untuk
menemukan dan memahami konsep-konsep yang sulit apabila mereka
saling mendiskusikan konsep-konsep tersebut secara bersama-sama.1
Lebih lanjut Sanjaya menyatakan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah pembelajaran dengan menggunakan sistem pengelompokkan/tim
kecil yang bersifat heterogen, yaitu antara 4-6 orang degan latar belakang

1

Robert E. Slavin, Cooperative Learning Teori, Riset, dan Praktik, (Bandung: Nusa
Media, 2009), Cet. Ke- IV, h. 35-36.

9

10

kemampuan akademik berbeda yang harus saling membantu anggota tim
untuk mencapai tujuan pembelajaran, jenis kelamin, dan ras yang
berbeda. Hal ini dimaksudkan agar setiap anggota kelompok dapat saling
memberikan pengalaman, saling memberi dan menerima, sehingga
diharapkan setiap anggota dapat memberikan kontribusi terhadap
keberhasilan kelompok2

Riyanto menjelaskan bahwa pembelajaran kooperatif adalah
model pembelajaran yang dirancang untuk membelajarkan kecakapan
akademik (academic skill), sekaligus keterampilan sosial (social skill),
dan termasuk interpersonal skill.3

Dari beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa
pembelajaran

kooperatif

adalah

model

yang

digunakan

untuk

mewujudkan kegiatan belajar yang berpusat pada siswa terutama
untuk

mengatasi

permasalahan

yang

ditemukan

guru

dalam

mengaktifkan siswa dengan cara membelajarkan kecakapan akademik
sekaligus keterampilan sosial yang menggunakan pengelompokan kecil
yang bersifat heterogen untuk mencapai tujuan yaitu mencapai
ketuntasan belajar dan dapat meningkatkan hasil belajar, serta dapat
meningkatkan kepekaan sosial dan empati di antara siswa.

b. Prinsip dan Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif
Ada yang membedakan model pembelajaran kooperatif dengan
model pembelajaran yang lainnya. Perbedaan itu dapat dilihat dari
prinsip dan cirinya. Unsur yang mendasari pembelajaran kooperatif
sebagaimana yang dijelaskan oleh Riyanto yaitu:4
2

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
(Jakarta: Kencana, 2011), h. 244-245.
3
Yatim Riyanto, Paradigma Baru Pembelajaran, (Jakarta: PT. Kencana, 2009), h. 271.
4
Ibid., h. 270.

11

1) Positive independence, artinya adanya saling ketergantungan
positif yaitu anggota kelompok menyadari pentingnya kerjasama
dalam pencampaian tujuan.
2) Face to face interaction, artinya antar anggota berinteraksi dengan
saling berhadapan.
3) Individual accountability, artinya setiap anggota kelompok harus
belajar

dan aktif memberikan kontribusi untuk

mencapai

keberhasilan kelompok.
4) Use of collaborative/social skill, artinya harus menggunakan
keterampilan bekerja sama dan bersosialisasi. Agar siswa mampu
berkolaborasi perlu adanya bimbingan guru.
5) Group processing, artinya siswa perlu menilai bagaimana mereka
bekerja secara efektif.

Jadi, dalam menggunakan pembelajaran kooperatif harus
menerapkan lima prinsip tersebut agar mencapai hasil yang maksimal
dalam pelaksanaan pembelajaran kooperatif.

Sedangkan ciri-ciri pembelajaran kooperatif adalah sebagai
berikut:
1) Kelompok dibentuk secara heterogen dengan komposisi siswa
kemampuan tinggi, sedang, dan rendah, serta pria dan wanita
berdasarkan etnik dan ras yang berbeda.
2) Siswa dalam kelompok sehidup semati.
3) Siswa melihat semua anggota mempunyai tujuan yang sama.
4) Membagi tugas dan tanggung jawab yang sama.
5) Akan dievaluasi untuk semua.
6) Berbagi kepemimpinan dan keterampilan untuk bekerja bersama.
7) Diminta
ditangani.

mempertanggungjawabkan

individual

materi

yang

12

c. Jenis-Jenis Pembelajaran Kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif banyak sekali model-model
pembelajaran yang diperkenalkan, antara tipe pembelajaran yang satu
dengan yang lainnya memiliki masing-masing perbedaan, baik pada
keunggulan,

cara

pembelajaran,

maupun

kekurangannya.

Tipe

pembelajaran kooperatif yang sudah diterapkan di antaranya yaitu:
STAD (Student Teams Achievement Division), TAI (Team Assisted
Individualization), TGT (Teams Games Tournament), Jigsaw, dan
Penelitian Kelompok (Group Investigation);5
1) STAD (Student Teams Achievement Division)
Dalam STAD siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok
dengan beranggotakan 4-5 siswa, dalam kelompok tersebut harus
berbagai macam siswa, seperti tingkatan dalam prestasi, jenis
kelamin, rasa atau suku dan agama. Selanjutnya guru memberikan
materi kepada tiap kelompok, setiap siswa dalam kelompok
tersebut harus mengerjakan tugas secara sendiri-sendiri. Dalam
penilaiannya guru memeberikan skor kepada masing- masing siswa
sesuai kesepakatan bersama.
2) TAI (Team Accelerated Instruction)
TAI atau pembelajaran individual dibantu tim pada
dasamya hampir sa

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran terpadu tipe connected untuk meningkatkan konsep diri siswa dalam belajar matematika (penelitian tindakan klas di madrasah tsanawiyah pembangunan UIN Jakarta

0 9 373

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)

1 9 47

Penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada konsep gaya bernuansa nilai (penelitian tindakan kelas di MTs Hidayatul Islamiyah Karawang)

0 8 223

Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan teknik Student Teams Achievement Division (STAD) untuk meningkatkan hasil belajar fiqih di MTs Nurul Hikmah Jakarta

0 9 145

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Divisions (Stad) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Sd/Mi (Penelitian Tindakan Kelas Di Sdn Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

0 4 165

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

0 4 165

Penerapan model pembelajaran kooperatif Tipi Inside-outside circle untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematika siswa (penelitian tindakan kelas di MTSN Tangerang 11 Pamulang)

4 20 61

Peningkatan hasil belajar siswa melalui model kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) pada mata pelajaran IPS Kelas IV MI Al-Karimiyah Jakarta

0 5 158

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang

0 10 156

Penerapan model pembelajaran kontekstual untuk meningkatkan motivasi belajar PAI siswa SD Negeri Ciherang 01: penelitian tindakan kelas

1 8 0

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23