Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap pemahaman konsep matematika siswa

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE
TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIKA SISWA
Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk
Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh
SITI MUNIROH
NIM 107017000071

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014

ABSTRACT
The Effect of Learning Cycle Models to Students Mathematics Conceptual
Understanding. Skripsi of Math Education at Faculty of Tarbiyah and Teachers

Training of State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
Keyword: Learning Cycle Models, Mathematics Conceptual Understanding.
The method in this research is quasi experiment, the main of this research are to know (1)
student’s mathematics Conceptual understanding which is taught Learning cycle model;
(2) student’s Conceptual mathematics understanding which is taught conventional
learning model; (3) The Effect of learning cyle Model to Student’s Mathematics
Conceptual Understanding.
The subject of this research is the seven grade student in SMP Negeri 1 Pagedangan. the
sample of this study collected by using cluster random sampling. The instrument which
using for collect data in this research is essay test, which is based on indicator of
mathematics conceptual understanding. Test consisted of 15 question in essay.
The result of research revealed that there is a learning cycle model to student’s
mathematics conceptual understanding. The students who are taught with learning cycle
model have mean score of student’s mathematics conceptual understandingt higher than
students who are taught with conventional learning model.

SITI MUNIROH (P. MATEMATIKA)

i

ABSTRAK
Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Terhadap Pemahaman
Konsep Matematika Siswa. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika,
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta. 2013
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen,
tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kemampuan pemahaman konsep
matematika siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran learning cycle; (2)
kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model
pembelajaran konvensional; (3) pengaruh model pembelajaran learning cyle
tehadap pemahaman konsep matematika siswa.
Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 7 SMP NegEri 1
Pagedangan. Tehnik pengambilan sampel menggunkan tehnik cluster random
sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian
ini adalah tes essay, yang sesuai dengan indikator pemahaman konsep
matematika.Tes yang diberikan terdiri dari 10 soal bentuk uraian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran learning cycle
berpengaruh

terhadap

pemahaman

konsep

matematika

siswa.

Rata-rata

kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model
pembelajaran learning cycle lebih tinggi dari rata-rata kemampuan pemahaman
konsep matematika siswa yang diajarkan dengan model konvensional.

SITI MUNIROH (P. MATEMATIKA)

ii

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan segala
karunia, nikman iman, nikmat islam, dan nikmat kesehatan yang berlimpah di
dunia dan di akhirat. Shalawat serta salam senantiasa dicurahkan kepada Nabi
Muhammad SAW beserta seluruh keluarganya, sahabat, dan para pengikutnya
hingga akhir zaman.
Selama penulisan skripsi ini penulis menyadari bahwa tidak sedikit
kesulitan hambatan yang dialami. Namun, berkat kerja keras, doa, perjuangan,
kesungguhan hati, dan dorongan serta masukan-masukan yang positif dari
berbagai pihak untuk menyelesaikan skripsi ini, semua dapat terealisasikan. Oleh
sebab itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Rif’at Syauqi Nawawi, M. A., Dekan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Dr. Kadir, M. Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Abdul Mu’in, S.Si, M.Pd., Sekretaris Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
sekaligus Dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan bimbingan,
saran, masukan kepada penulis.
4. Ibu Dr. Gelar Dwirahayu, M. Pd., sebagai Dosen Pembimbing I dengan
kesabaran dan kebaikan hatinya untuk membimbing, memberikan saran,
masukan, serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi
ini.
5. Ibu Femmy Diwidian, S. Pd M.Si., sebagai Dosen Pembimbing II dengan
kesabaran dan kebaikan hatinya untuk membimbing, memberikan saran,
memotivasi, serta mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi
ini.
6. Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada

iii

penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan Ibu
berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT
7. Staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Staf Jurusan Pendidikan
Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan
kemudahan dalam pembuatan surat-surat serta sertifikat.
8. Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pagedangan, Bapak yang telah memberikan
izin untuk melakukan penelitian. Bapak Hayatudin selaku Guru Mata
Pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Pagedangan yang telah membantu
penulis dalam melaksanakan penelitian. Serta seluruh karyawan dan guru
SMP Negeri 1 Pagedangan yang telah membantu melaksanakan penelitian.
9. Pimpinan dan Staf perpustakaan Utama dan Perpustakaan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
membantu penulis dalam menyediakan serta memberikan pinjaman literatur
yang dibutuhkan.
10. Teman-teman seperjuangan Jurusan Pendidikan Matematika angkatan 2007
kelas A dan kelas B (Devi F, Purna, Vinda, Devi. S, Zizah, Dewi, Immah, Icha
Gofur, Kholif, Aji, Dinandar, Demus, Fella, Wulan,) yang selalu memberikan
semangat agar penulis dapat menyelesaikan skripsi..

Tulisan ini saya dedikasikan kepada yang paling istimewa orang tua
tercinta Ayahanda Mulyono, Ibunda Ayunih yang tak henti-hentinya mendoakan,
melimpahkan kasih sayang, memberikan semangat untuk menyelesaikan skripsi
ini serta memberikan dukungan moril dan materil kepada penulis. Suami tercinta
Rohmatullah yang selalu memotivasi dan mendukung serta mendoakan penulis
agar tetap semangat, Ananda Danish yang selalu memberikan keceriaan disaat
penulis sedang penat dan letih. Adik tercinta Saripah, Iyan, dan Nandar yang
selalu mendoakan dan memberi semangat dalam mengejar dan meraih cita-cita.
Nenek tersayang yang menjadikan motivasi tersendiri untuk penulis agar dapat
menyelesaikan skripsi, Serta semua keluarga yang selalu mendoakan, mendorong
penulis untuk dapat menyelesaikan skripsi ini.

iv

Ucapan terima kasih juga ditunjukkan kepada semua pihak yang namanya
tidak dapat penulis sebutkan satu persatu. Penulis hanya dapat memohon dan
berdoa mudah-mudahan bantuan, bimbingan, dukungan, semangat, masukan, dan
doa yang telah diberikan menjadi pintu datangnya ridho dan kasih sayang Allah
SWT di dunia dan akhirat. Amin ya Robbal’alamin.
Demikianlah, betapa pun penulis telah berusaha dengan segenap
kemampuan yang ada untuk menyusun karya tulis sebaik-baiknya. Namun, di atas
lembaran-lembaran skripsi ini masih dirasakan dan ditemukan berbagai macam
kekurangan dan kelemahan. Karena itu, kritik dan saran dari siapa saja yang
membaca skirpsi ini akan penulis terima dengan hari terbuka.
Penulis berharap semoga skripsi ini akan membawa manfaat yang sebesarbesarnya bagi penulis khususnya dan bagi pembaca umumnya.

Jakarta, 2014

Siti Muniroh

v

DAFTAR ISI

ABSTRACT`........................................................................................................i
ABSTRAK ..........................................................................................................ii
KATA PENGANTAR ...................................................................................iii
DAFTAR ISI .....................................................................................................vi
DAFTAR TABEL .......................................................................................... ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................x
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................xi

BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A. Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1
B. Identifikasi Masalah ................................................................................... 5
C. Pembatasan Masalah .................................................................................. 5
D. Perumusan Masalah .................................................................................... 5
E. Tujuan Penelitian ........................................................................................ 6
F. Manfaat penelitian ...................................................................................... 6

BAB II LANDASAN TEORI, KERANGKA BERPIKIR, DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS ....................................................... 7
A. Landasan Teori ........................................................................................... 7
1. Model Pembelajaran Learning Cycle ................................................... 7
a. Pengertian Learning Cycle… ......................................................... 7
b. Tahap-Tahap Model Learning Cycle… ....................................... 12
2. PemahamanKonsepMatematika…………………............................. 16
a. PengertianPemahaman Konsep .................................................... 16
b. PemahamanKonsepMatematika.................................................... 20
c. Perbedaan

Learning

Cycle

dengan

Pembelajaran

Konvensioanal................................................................................23

vi

3. Penelitian Yang Relevan .................................................................... 25
B. Kerangka Berpikir .................................................................................... 27
C. Pengajuan Hipotesis ................................................................................. 29

BAB III METODE PENELITIAN `.........................................................30
A. Tempat dan Waktu Penelitian `..................................................................30
B. Metode dan Desain Penelitian....................................................................30
C. Populasi dan Sampel `................................................................................31
D. Teknik Pengumpulan Data `.......................................................................32
E. Instrumen Penelitian `................................................................................32
F. AnalisisInstrumen

1. Validitas Instrumen `............................................................................34
2. Reliabilitas Instrumen `........................................................................36
3. Pengujian Taraf Kesukaran `................................................................38
4. Uji Daya Pembeda `.............................................................................39
G. TeknikAnalisis Data `.................................................................................41
1. Uji Prasyarat `.......................................................................................41
a. Uji Normalitas .............................................................................. 42
b. Uji Homogenitas .......................................................................... 43
1. Uji Perbedaan Dua Rata-rata ............................................................. 44
a. Uji-t .............................................................................................. 44
b. Uji Whitney .................................................................................. 45
5. Hipotesis Statistik ..................................................................................... 46

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .................. 48
A. Deskripsi Data .......................................................................................... 48
1. Pemahaman Konsep Matematika Kelas Eksperimen ......................... 49
2. Pemahaman Konsep matematika Kelas Kontrol ................................ 51
B. Hasil Uji Prasyarat Analisis Data Pemahaman Konsep ........................... 56
1. Uji Normalitas .................................................................................... 56
vii

2. Uji Homogenitas ................................................................................ 57
C. Pengujian Hipotesis .................................................................................. 58
D. Pembahasan Hasil Penelitian ................................................................... 60
1. Analisis Hasil Posttest ........................................................................ 60
2. Pembelajaran

dengan

Model

pembelajaran

Learning

Cycle

................................................................................................... 60
E. Keterbatasan Penelitian ............................................................................ 71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 72
A. Kesimpulan ............................................................................................... 72
B. Saran ......................................................................................................... 73

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................74
LAMPIRAN ...............................................................................................77

viii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1

Desain Penelitian .......................................................................... 28

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Pemahaman Konsep Matematika ................. 30

Tabel 3.3

Rekapitulasi Uji Valiitas Instrumen ............................................. 33

Tabel 3.4

Kriteria Koefisiensi Reliabilitas ................................................... 34

Tabel 3.5

Indeks Taraf kesukaran ................................................................ 35

Tabel 3.6

Rekapitulasi Taraf kesukaran Instrumen ..................................... 36

Tabel 3.7

Indeks Daya Pembeda ..................................................................37

Tabel 3.8

Rekapitulasi Daya Pembeda …………………………................ 37

Tabel 4.1

Hasil Statistik Deskriptif Posttest kelas eksperimen .................... 46

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen ....................................... 47

Tabel 4.3

Hasil Statistik Deskriptif Posttest Kelas Kontrol ......................... 49

Tabel 4.4

Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol .............................................. 50

Tabel 4.5

Rekapitulasi Hasil Pemahaman Konsep Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol ............................................................................... 51

Tabel 4.6

Uji Normalitas Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ................. 54

Tabel 4.7

Uji Homogenitas .......................................................................... 55

Tabel 4.8

Hasil Uji Perbedaan dengan Statistik Uji-t .................................. 56

Tabel 4.9

persentase per Aspek Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol .......................................... 67

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1

Histogram dan Poligon Frekuensi Pemahaman Konsep Matematika
Kelas Eksperimen ......................................................................... 48

Gambar 4.2

Histogram dan Poligon Frekuensi Pemahaman Konsep Matematika
Kelas Kontrol ............................................................................... 50

Gambar 4.3

Kurva Distribusi Nilai Hasil Posttest Pemahaman Konsep
Matematika Siswa Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ............ 52

Gambar 4.4

Aktivitas Siswa Pada Tahap Explore ………………………....... 58

Gambar 4.5

Aktivitas Siswa Pada Tahap Explain ………………………....... 59

Gambar 4.6

Hasil Diskusi Siswa Kelas Eksperimen Pada Lembar Kerja Siswa
(LKS) Pertemuan ke-1.................................................................. 60

Gambar 4.7

Hasil Diskusi Siswa Kelas Eksperimen Pada Lembar Kerja Siswa
(LKS) Pertemuan ke-8.................................................................. 60

Gambar 4.8

Aktivitas Siswa Pada Tahap Elaborate ……………………....... 59

Gambar 4.9

Hasil Jawaban Postttest Nomor 1a Siswa Kelas Kontrol
....................................................................................................... 62
Gambar 4.10 Hasil
Jawaban
Posttest
Nomor
1a
Siswa
Kelas
Kontrol................................................................. ……………….63
Gambar 4.11 Hasil Jawaban Posttest Nomor 8b dan 8c Siswa Kelas Eksperimen
....................................................................................................... 64
Gambar 4.12 Hasil Jawaban Posttest Nomor 8b dan 8c Siswa Kelas Kontrol
........................................................................................................64
Gambar 4.8

Hasil Jawaban Posttest Nomor 5 Siswa Kelas Eksperimen ......... 66

Gambar 4.9

Hasil Jawaban Posttest Nomor 5 Siswa Kelas Kontrol ................ 66

s

x

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Form Wawacara Pra Penelitian .................................................... 77

Lampiran 2

RPP Pertemuan I Kelompok Ekspserimen ................................... 78

Lampiran 3

RPP Pertemuan I Kelompok Kontrol ........................................... 81

Lampiran 4

Lembar Kerja Siswa (LKS) .......................................................... 85

Lampiran 5

Kisi-kisi Instrumen Pemahaman Konsep Matematika Siswa
Sebelum Validitas ...................................................................... 112

Lampiran 6

Instrumen Uji Coba Pemahaman Konsep Matematika ...............114

Lampiran 7

Kisi-kisi Instrumen Pemahaman Konsep Matematika Siswa Setelah
Validitas ..................................................................................... 116

Lampiran 8

Lembar Soal Tes Pemahaman Konsep Matematika ................... 118

Lampiran 9

Kunci Jawaban Instrumen Pemahaman Konsep Matematika .....119

Lampiran 10 Pedoman Penskoran Pemahaman Konsep Matematika Siswa ....125
Lampiran 11 Hasil Uji Validitas Instrumen ..................................................... 126
Lampiran 12 Langkah-langkah Perhitungan Uji Validitas Tes Uraian (Essay)
..................................................................................................... 127
Lampiran 13 Hasil Uji Reliabilitas Instrumen ................................................. 129
Lampiran 14 Langkah-langkah Perhitungan Uji Reliabilitas ......................... 130
Lampiran 15 Hasil Uji Taraf Kesukaran ......................................................... 131
Lampiran 16 Langkah-langkah Perhitungan Uji Taraf Kesukaran ................. 132
Lampiran 17 Hasil Uji Daya Pembeda ............................................................ 135
Lampiran 18 Langkah-langkah Perhitungan Uji Daya Pembeda .................... 136
Lampiran 19 Rekapitulasi Data Hasil Perhitungan Analisis Instrumen .......... 141
Lampiran 20 Perhitungan

Membuat

Daftar

Distribusi

Frekuensi

Kelas

Eksperimen ................................................................................. 142

xi

Lampiran 21 Perhitungan Membuat Daftar Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol
..................................................................................................... 145
Lampiran 22 Perhitungan Uji Homogenitas .................................................... 148
Lampiran 23 Perhitungan Uji Normalitas Kelas Eksperimen ......................... 149
Lampiran 24 Perhitungan Uji Normalitas Kelas Kontrol ................................ 150
Lampiran 25 Perhitungan Uji Hipotesis Statistik ............................................ 151

xii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Perkembangan teknologi yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam
dunia pendidikan. Dengan berkembangnya teknologi ini mengakibatkan
berkembangnya ilmu pengetahuan yang memiliki dampak positif maupun negatif.
Perkembangan teknologi ini dimulai dari Negara maju, sehingga Indonesia
sebagai Negara berkembang perlu mensejajarkan diri dengan negara-negara yang
sudah maju tersebut. Perbaikan pengajaran dan pembelajaran merupakan dasar
pijakan, kebijaksanaan nasional untuk menjamin masadepan siswa yang lebih
pasti. Belajar disekolah menjadi pola umum kehidupan warga masyarakat di
Indonesia. Dewasa ini keinginan hidup lebih baik telah dimiliki oleh warga
masyarakat. Belajar telah dijadikan alat hidup wajib belajar selama Sembilan
tahun, merupakan kebutuhan hidup. Oleh karena itu, warga masyarakat
mendambakan anak-anaknya memperoleh tempat belajar disekolah yang baik.
Matematika merupakan salah satu bidang studi yang diajarkan di lembaga
pendidikan formal memiliki peranan penting dalam pendidikan. Hal ini dapat
dilihat dari proses pelaksanaannya yang diajarkan kepada semua jenjang
pendidikan mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Matematika
merupakan ilmu pengetahuan yang sangat berguna dalam menyelesaikan
permasalahan kehidupan sehari-hari dan dalam upaya memahami ilmu
pengetahuan lainnya.
Tujuan dari pendidikan matematika pada jenjang pendidikan dasar dan
menengah adalah menekankan pada penataan nalar dan pembentukan kepribadian
(sikap) siswa agar dapat menggunakan dan menerapkan matematika dalam
kehidupannya. Dengan demikian, matematika menjadi mata pelajaran yang sangat
penting dalam pendidikan dan wajib dipelajari pada setiap jenjang pendidikan.
Pada dasarnya belajar matematika merupakan belajar konsep. Konsepkonsep pada matematika memliliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya.

1

2

Misalnya untuk dapat menyelesaikan soal aritmatika sosial, siswa terlebih dahulu
harus menguasai dan mengerti dengan konsep aljabar. Oleh karena itu, dalam
proses pembelajaran guru harus dapat menyampaikan konsep tersebut kepada
siswa dan bagaimana siswa dapat memahaminya.
Keberhasilan proses kegiatan belajar mengajar pada pembelajaran
matematika dapat diukur dari keberhasilan siswa dalam mengikuti kegiatan
pembelajaran. Keberhasilan dapat dilihat dari tingkat pemahaman, penguasaan
materi, serta prestasi belajar siswa. Semakin tinggi pemahaman dan penguasaan
materi, maka semakin tinggi pula prestasi belajar siswa. Namun dalam
kenyataannya, prestasi belajar matematika yang dicapai siswa masih rendah.
Rendahnya prestasi belajar pada pelajaran matematika dipengaruhi oleh
banyak faktor, seperti siswa cenderung pasif dalam proses pembelajaran, siswa
terbiasa untuk menghafal suatu materi daripada untuk memahami. Hal ini
menyebabkan siswa sering lupa dengan materi yang telah dipelajarinya. Dalam
pembelajaran, guru jarang mengkaitkan suatu materi yang diajarkan dengan
pengalaman langsung siswa atau contoh dalam kehidupan sehari-hari. Padahal,
dengan memberikan contoh langsung kepada siswa, siswa dengan sendirinya akan
memahami materi yang dijelaskan. Sebagai contoh pada materi aritmatika sosial
dalam menentukan untung dan rugi. Siswa akan lebih memahami rumus untung
dan rugi jika siswa diberikan contoh langsung dengan kegiatan jual beli,
dibandingkan dengan memberikan rumus langsung kepada siswa.
Berdasarkan hasil wawancara yang diperoleh peneliti dari guru mata
pelajaran matematika yang dilakukan di SMP Negeri 1 Pagedangan. Diperoleh
hasil wawancara dengan keterangan bahwa untuk mata pelajaran matematika
pemahaman konsep belajar siswa masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya
siswa yang memperoleh nilai dibawah KKM ( Kriteria Ketuntasan Minimal).
Di dalam proses pembelajaran, siswa cenderung pasif dan sebagian siswa
takut untuk bertanya kepada guru jika mengalami kesulitan dalam memahami
materi. Guru menggunakan metode konvensional dalam proses belajar mengajar.
Pembelajaran dilakukan dengan cara guru menjelaskan materi dengan ceramah
dan dilanjutkan dengan memberikan contoh kepada siswa. Hal ini akan

3

menimbulkan siswa kurang memahami materi dan siswa hanya mampu
menyelesaikan soal-soal yang serupa yang telah dicontohkan guru sebelumnya.
Sering kali siswa membuat kegaduhan atau keributan ketika proses
pembelajaran berlangsung. Hal ini terjadi karena sebagian siswa tidak menguasai
dan memahami materi atau bahan ajar sehingga minat belajar siswa berkurang.
Dalam pemberian tugas, siswa tidak akan mengalami kesulitan apabila bentuk
soal yang diberikan guru serupa dengan contoh yang diberikan. Lain halnya jika
siswa diberikan soal yang berbeda dengan contoh soal. Siswa akan mengalami
kebingungan dan kesulitan dalam mengerjakan soal tersebut, karena siswa tidak
memahami materi dengan baik.
Dari keterangan di atas, peneliti menyimpulkan bahwa siswa masih
mengalami kesulitan dalam memahami suatu konsep. Hal tersebut terlihat dari
hasil pekerjaan siswa pada ulangan harian. Hasil pekerjaan siswa menunjukkan
bahwa siswa kurang mampu memahami soal yang diberikan pada ulangan harian
tersebut, seperti menyebutkan apa yang diketahui dalam soal dan menggunakan
konsep yang benar dalam menyelesaikan soal. Lemahnya kemampuan siswa
dalam menyelesaikan soal karena sebagian siswa hanya menghafal suatu rumus
yang telah diajarkan tanpa memahami bagaimana cara menggunakannya dalam
menyelesaikan soal.
Dari gambaran yang telah dipaparkan di atas, bahwa pada pembelajaran
yang telah diterapkan kurang dapat membantu siswa dalam memahami suatu
konsep matematika. Oleh karena itu, siswa harus menguasai dan memahami
konsep-konsep matematika secara utuh sehingga jika diterapkan dalam
menyelesaikan soal-soal matematika siswa tidak mengalami kesulitan. Untuk
mencapai penguasaan matematika sekolah yang lebih baik, diperlukan
pengetahuan mengenai konsep-konsep atau prinsip-prinsip yang mendasari atau
melatarbelakangi matematika. Hal ini disebabkan karena pemahaman konsep
merupakan dasar dari pemahaman prinsip dan teori, artinya untuk dapat
memahami prinsip dan teori, terlebih dahulu harus memahami konsep-konsep
yang menyusun prinsip dan teori tersebut. Sehingga, akan menjadi sesuatu hal

4

yang fatal apabila siswa tidak menguasai atau memahami konsep-konsep dan
prinsip-prinsip dasar.
Upaya untuk meningkatkan pemahaman konsep dan hasil belajar siswa
dalam pembelajaran matematika perlu disusun suatu strategi pembelajaran yang
dikemas dalam suatu pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik
mata pelajaran matematika. Dalam pemilihan strategi pembelajaran, aktivitas
siswa sangat diutamakan.
Piaget menyatakan bahwa belajar merupakan pengembangan aspek
kognitif yang meliputi: stuktur ,isi, dan fungsi.1Struktur intelektual adalah
organisai-organisasi mental tingkatt inggi yang dimilikii ndividu untuk
memecahkan masalah-masalah. Isi adalah prilaku khas individu dalam merespon
masalah yang dihadapi.Sedangkan fungsi merupakan perkembangan intelektual
yang mencakup adaptasi dan organisasi.
MenurutWenasiklusbelajar (Learning Cycle)merupakansalahsatu model
pembelajaran dengan pendekatan kontruktivis yang pada mulanya terdiri atas tiga
tahap, yaitu:2 (a) eksplorasi (exploration), (b) pengenalan konsep (concept
introduction), dan (c) penerapan konsep (concept application). Kemudian
dikembangkan lagi menjadi lima tahap yaitu :3(a) pembangkitan minat
(engagement), (b) eksplorasi (exploration), (c) penjelasan (explanation), (d)
elaborasi (elaboration), dan (e) evaluasi (evaluation).
Siklus belajar (learning cycle) merupakan suatu model pembelajaran
dengan berpusat pada siswa (student centered).4Strategi mengajar model siklus
belajar memungkinkan seorang peserta didik untuk tidak hanya mengamati
hubungan, tetapi juga menyimpulkan dan menguji penjelasan tentang konsepkonsep yang dipelajari. Karakteristik kegiatan belajar pada masing-masing tahap
learning cycle mencerminkan pengalaman belajar dalam mengkontruksi dan
1

FauziyatulFajaroh, Pembelajarandengan Model SiklusBelajar (Learning
Cycle).JurnalPendidikandanPengembanganvol 11
2
Made Wena, StrategiPembelajaranInovatifKontemporer, (Jakarta: PT BumiAksara,
2009 cet. Pertama) h.170-171
3
Ibid., h.171
4
Depari, PembelajaranKooperatif Team Games Tournament dan Learning Cycle
PadaPelajaranElektronika Digital,(INVOTEK volume II no.2,2011)

5

mengembangkan pemahaman konsep.Model learning cycle dalam penelitian ini
yaitu model yang sudah mengalami perkembangan dalam istilah fasenya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan melakukan penelitian di
SMP

Negeri

1

Pagedangan

dengan

judul“PENGARUH

MODEL

PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE TERHADAP PEMAHAMAN
KONSEP MATEMATIKA SISWA” .
B. IdentifikasiMasalah
Berdasarkan uraian yang telah dijabarkan dalam latar belakang
permasalahan di atas, maka identifikasi masalah sebagai berikut :
1. Masih rendahnya tingkat pemahaman konsep matematika siswa dalam
pembelajaran matematika, ini terlihat dari jarangnya siswa untuk berdiskusi
mengemukakan pendapatnya, dan rendahnya siswa yang mengerjakan soalsoal matematika pada saat pembelajaran berlangsung.
2. Penggunaan model pembelajaran konvensional pada proses pembelajaran
matematika cenderung menjadikan siswa pasif.
3. Penerapan model pembelajaran learning cycle sebagai alternative untuk
meningkatkan pemahaman konsep matematika dalam kualitas pembelajaran.
C. PembatasanMasalah
Adanya masalah-masalah dalm pembelajaran agar permasalahan yang
dikaji lebih terarah, maka penelitian ini akan difokuskan pada :
1. Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap pemahaman konsep
matematika siswa.
2. Peningkatan pemahaman konsep dalam pembelajaran matematika.
D. PerumusanMasalah
Berdasarkan pembatasan fokus penelitian di atas maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang
melakukan pembelajaran dengan model Learning Cycle?
2. Bagaimana kemampuan pemahaman konsep matematika siswa yang
melakukan pembelajaran secara konvensional?

6

3. Apakah kemampuan pemahaman konsep matematik siswa yang diajarkan
dengan model pembelajaran Learning Cycle lebih tinggi dibandingkan
dengan pembelajaran dengan pendekatan konvensional?
E. Tujuan Penelitian
1. Mengkaji dan menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika
siswa yang pembelajarannya menggunakan

model pembelajaran Learning

Cycle.
2. Mengkaji dan menganalisis kemampuan pemahaman konsep matematika siswa
yang pembelajarannya dilakukan secara Konvensional.
3. Membandingkan
menggunakan

kemampuan pemahaman konsep siswa yang pembelajaran

model pembelajaran Learning Cycle dengan siswa yang

pembelajarannya dilakukan secara konvensional
F.

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian ini antara lain :

1) Bagi siswa, sebagai pengalaman terstruktur dalam mmengikuti metode
pembelajaran yang variatif, diharapkan siswa termotivasi dan merasa senang
dalam belajar matematika sehingga kemampuan pemecahan masalah pada
siswa dapat meningkat dengan baik.
2) Bagi guru, memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran matematika
dengan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan sehingga dapat
menghapus image matematika sebagai momok yang menakutkan.
3) BagiPeneliti
 Dapat meningkatkan pemahaman dan penguasaan peneliti terhadap model
learning cycledan agar peneliti dapat lebih mampu dalam pengajaran melalui
model learning cycle.
 Sebagai penguatan kompetensi kependidikan dan pematangan bagi profesi
keguruan.
 Memunculkan sikap peka terhadap permasalahan pendidikan sehingga dapat
memotivasi peneliti untuk meneliti masalah-masalah lain dalam dunia
pendidikan.

BAB II
DESKRIPSI TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR,DAN
HIPOTESIS PENELITIAN

A. Deskripsi Teoritis
1. Model Pembelajaran Learning Cycle
a. Pengertian Model Pembelajaran Learning Cycle
Menurut Soekamto (Trianto)1 model pembelajaran adalah suatu
perencanaan yang sistematis atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman
dalam merencanakan pembelajaran di kelas sehingga tujuan pembelajaran
memepunyai makna yang luas daripada strategi, metode atau prosedur.Model
pembelajaran mempunyai empat ciri khusus yang tidak dimiliki oleh strategi,
metode atau prosedur. Ciri-ciri tersebut adalah:
1. Rasional Teoritik logis yang disusun oleh para pencipta atau pengembangnya.
2. Landasan pemikiran tentang apa dan bagaimana siswa belajar
3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan agar model tersbut dapat dilaksanakan
dengan berhasil.
4. Lingkungan belajar yang diperlukan untuk tujuan pembelajaran itu dapat
tercapai.
Salah satu model pembelajaran dengan pendekatan kontruktivisme
adalah

model

pembelajaran

learning

cycle

(Wena)2.

Pendekatan

kontruktivisme sebagai pendekatan baru dalam proses pembelajaran memiliki
karakteristik sebagai berikut:
1. Proses pembelajaran berpusat pada peserta didik sehingga peserta didik diberi
peluang besar untuk aktif dalam proses pembelajaran.
2. Proses pembelajaran merupakan proses integrasi pengetahuan baru dengan
pengetahuan lama yang dimiliki peserta didik.

1

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif,(Jakarta:Perdana Media Group:2009),
h.23
2
Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer( Jakarta: Bumi Aksara, 2009), h. 170

7

8

3. Berbagai pandangan yang berbeda diantara peserta didik dihargai dan sebagai
tradisi dalam proses pembelajaran.
4. Peserta didik didorong untuk menemukan berbagai kemungkinan dan
mensintesiskan secara terintegrasi.
5. Proses pembelajaran berbasis masalah dalam rangka mendorong peserta didik
dalam proses pencarian yang lebih alami.
6. Proses pembelajaran mendorong terjadinya koperatif dan kompetitif
dikalangan peserta didik secara aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.
7. Proses pembelajaran dilakukan secara kontekstual, yaitu peserta didik
dihadapkan ke dalam pengalaman nyata.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran
kontruktivisme :3
1. Mendukung dan menerima otonomi dan inisiatif siswa.
2. Menggunakan data mentah dan nara sumber asli, bersama bahan yang
manipulatif, interaktif, dan nyata.
3. Ketika memberi tugas mengunakan istilah kognitif, seperti klasifikas, analisis,
meramalkan, menciptakan.
4. Memperbolehkan jawaban siswa menuntun pelajaran, mengubah strategi
pembelajaran dan mengubah isi.
5. Mencari tahu tentang pengertian siswa akan konsep yang akan diberikan.
6. Mendukung siswauntuk terlibat dalam dialog, baik dengan guru atau teman.
7. Mendorong siswa untuk bertanya dengan memberikan pertanyaan terbuka.
8. Mencari perluasan dari tanggapan siswa.
9. Memberikan waktu bagi siswa untuk membentuk hubungan.
10. Mengembangkan keinginan siswa dengan sering menggunakan model
pembelajaran Learning Cycle.

Menurut Fajaroh dan Dasna model pembelajaran learning cycle adalah
rangkaian tahap-tahap kegiatan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga
3

Yatim Rianto, Paradigma Baru Pembelajaran ( Kencana Prenada Media Group 2009)

h.153

9

siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam
pembelajaran dengan jalan berperan aktif.4
Model

pembelajaran

learning

cycle

(Wena)5

pertama

kali

diperkenalkan oleh Robert Karplus tahun 1960 dalam Science Curiculum
Improvement Study /SCIS ( Trowbridge & Bybee,1996).
Menurut Robert Karplus model pembelajran learning cycle terdiri atas
tiga tahap, yaitu : eksplorasi( Exploration), menemukan konsep( concept invetion)
dan perluasan konsep (concept extention). Kemudian Lawson (Dahar , R.W)6
mengembangkan siklus belajar berikut dengan menggunakan istilah berbeda yaitu
tahap eksplorasi (Exploration), pengenalan konsep (concept introduction) dan
aplikasi konsep (concept Application). Model learning cycle tiga tahap
digambarkan sebgai berikut:

Concept Extention

Exploration

Concept Invention
Bagan. 2. 1 :Model Learning Cycle
Sedangkan pada saat ini model pembelajaran learning cycle telah
dikembangkan oleh Antony W. Lorsbach (2002) menjadi lima tahap:
1) Pembangkitan minat ( Engagement)
2) Eksplorasi (Exploration)
3) Penjelasan ( Explanation)
4) Elaborasi ( Elaboration/Extent)

4

Fauziatul Fajaroh dan I Wayan Dasna, Pembelajaran Dengan Menggunakan Model
Pembelajaran Learning Cycle. H.2
5
Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer( Jakarta: Bumi Aksara, 2009),
h. 171
6
Dahar R.W Teori-teori Belajar,( Jakarta: Erlangga: 1996)h. 164

10

5) Evaluasi ( Evaluation)
Dalam model pembelajaran learning cycle ”5E” dilakukan kegiatankegiatan yaitu berusaha untuk membengkitkan minat siswa pada pelajaran
matematika (Engagement), memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengeksplorasi pengetahuan yang sudah dimilikinya dengan mengkonstruksi
sendiri pengetahuanya (Exploration), memberikan kesempatan yang luas kepada
siswa untuk menyampaikan ide atau gagasan yang mereka miliki melalui kegiatan
diskusi (Explanation), mengajak siswa mengaplikasikan konsep-konsep yang
mereka dapatkan dengan mengerjakan soal-soal aplikasi (Elaboration/ Extend)
dan melakukan evaluasi selama proses pembelajaran berlangsung (Evaluation).
Tahapan-tahapan model pembelajaran learning cycle 5E tersebut digambarkan
sebagai berikut:

Engage

Extend

Evaluate

Explore

Explain

Bagan. 2. 2 :Model Learning Cycle
Model pembelajaran learning cycle 5E pada dasarnya sesuai
dengan teori kontruktivis Vigostky dan teori belajar Ausebel. 7 Vigostky
menekankan adanya hakikat sosial dari belajar dan menyarankan menggunakan
kelompok-kelompok belajar dengan kemampuan yang berbeda –beda untuk
mengupayakan perubahan konseptual. Menurut Vigostky proses pembelajaran

7

Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer( Jakarta: Bumi Aksara, 2009),

h. 172

11

akan terjadi jika anak bekerja atau menangani tugas-tugas yang belum dipelajari,
namun tugas-tugas tersebut masih berada dalm jangkauan mereka disebut dengan
zone of proximal development, yakni daerah tingkat perkembangan sedikit di atas
daerah perkembangan seseorang saat ini. Vigostky yakin bahwa fungsi mental
yang lebih tinggi pada umumnya muncul dalam percakapan dan kerja sama antar
individusebelum fungsi mental yang lebih tinggi itu diserap ke dalam individu
tersebut.8Sedangkan Ausebel menekankan pada pembelajaran bermakna dan
pentingnya pengulangan sebelum belajar dimulai. Dalam melakukan diskusi,
siswa akan mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk mengemukakan
pendapatnya dan siswa akan menemukan konsep berdasarkan pemahamannya
sendiri. Konsep baru atau informasi baru harus dikaitkan dengan konsep-konsep
yang sudah ada dlam struktur kognitif siswa.
Berdasarkan teori Ausebel, dalm menanamkan pengetahuan baru dari
suatu materi , sangat diperlukan konsep-konsep awal yang sudah dimiliki siswa
yang berkaitan dengan konsep yang akan dipelajari. Sehingga jika dikaitkan
dengan model pembelajaran berdasarkan masalah, di mana siswa mampu
mengerjakan permasalahan yang autentik sangat memerlukan konsep awal yang
sudah dimiliki siswa sebelumnya untuk suatu penyelesaian nyata dari
permasalahan yang nyata.9
Beberapa keuntungan diterapkannya model pembelajaran learning
cycle “5E” adalah sebagai berikut:
1) Pembelajaran berpusat pada siswa
2) Proses pembelajaran lebih bermakna karena mengutamakan pengalaman
nyata.
3) Menghindarkan siswa dari cara belajar tradisional yang cenderung menghafal.
4) Memungkinkan siswa untuk mengasimilasi, mengakomodasi pengetahuan
lewat pemecahan masalahdan informasi yang didapat.

8

Trianto,M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif(Jakarta :Kencana,
2010) Ed.1 Cet. 4, h.39
9
Trianto,M.Pd, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif (Jakarta :Kencana,
2010) Ed.1 Cet. 4, h. 37-38

12

5) Membentuk siswa yang aktif, kritis dan kreatif.
Berdasarkan uraian di atas, model pembelajaran learning cycle
merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan tahapantahapan yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga siswa akan mampu
menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dimikinya dengan cara berperan
aktif. Untuk membangun pengetahuan yang dimilikinya.
b.

Tahapan-tahapan Model Pembelajaran Learning Cycle
Dalam model pembelajaran learning cycle ada lima tahapan, yaitu:

1. Engagement (Membangkitkan Minat)
Tahap membangkitkan minat adalah tahap awal dari model pembelajaran
learning cycle. Pada tahap ini guru berusaha membangkitkan minat dan
keingintahuan siswatentang topik yang akan diajarakan. Hal ini dilakukan dengan
cara mengajukan pertanyaan tentang proses factual dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, akan memberi respon/jawaban, kemudian jawaban tersebut
oleh guru dijadikan pijakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa tentang
pokok bahasan.
Pada fase engagement siswa dikenalkan terhadap materi yang akan dipelajari
melalui cara mengaitkan masalah dengan kadaaan sehari-hari, serta memotivasi
meraka untuk merangsang keaktifan untuk keinginan dalam mempelajari konsep,
serta memperhatikan guru. Guru

merupakan faktor yang penting untuk

terlaksanyan fungsi motivasi sebagai pendorong, pengarah, dan sekaligus
penggerak perilaku seseorang untuk mencapai tujuan
2.Explore (menyelidiki)
Fase explore merupakan tahap kedua model learning cycle, yaitu fase
yang membawa siswa untuk memperoleh pengetahuan dengan pengalaman
langsung yang berhubungan dengan konsep yang akan dipelajari dan guru sebagai
motivator dan fasilitatornya. Dalam fase ini, mencoba alternatif pemecahannya
dan menyelidiki konsep dari bahan-bahan pembelajaran yang disediakan di bentuk
kelompok-kelompok kecil antara 2-4 siswa dengan guru memiliki pertimbangan

13

dan

kriteria

dalam

mengelompokkan

siswa.10Siswa

bersama

teman

sekelompoknya dapat mengobservasi, bertanya, siswa didororong untuk menguji
hipotesis dan atau membuat hipotesis barusebelumnya bersama teman
sekelompok tanpa pembelajaran langsung dari guru. Dengan lain perkataan,
kadaan ini memberikan pengalaman belajar mandiri bagi siswa dan memberikan
kesempatan bagi siswa untuk menjadi mentor bagi teman yang lain. Tutor sebaya
dalam kelompok belajar terbukti berhasil untuk meningkatkan kualitas
pembelajaran.Dalam fase ini guru memberikan tugas-tugas yang disusun oleh
guru sebagai media pembelajaran untuk membantu siwa dalam menemukan
konsep yang nantinya di gunakan dalam penyelesaian soal pemecahan masalah
matematik.

Selama fase explore siswa menyelidiki fenomena baru dengan
bimbingan sedikit dari guru, fenomena baru ini mengakibatkan kekompleksan
yang tidak dapat mereka pecahkan dengan konsep mereka yang ada atau pola
penalaran yang biasa mereka gunakan, hal ini memberikan kesempatan pada siswa
untuk menyarankan gagasan yang dapat menimbulkan perdebatan dan analisis
alasan-alasan gagasan-gagasan mereka yang nantinya juga membawa mereka ke
identifikasi suatu pola keteraturan dalam fenomena yang diselidiki.11Dengan
munculnya gagasan-gagasan yang bersifat orisinal, siswa dapat membangun
pengetahuan di dalam dirinya.Siswa juga didorong untuk dapat mempresentasikan
hasil temuan penyelidikan kelompoknya, dengan bertujuan salah satunya agar
guru dapat mengecek pengetahuan yang telah dimiliki siswa, kekurangan maupun
kesalahannya.
3.Explain (menjelaskan)
Fase explain merupakan tahap ketiga dari model learning cycle, yaitu
fase dimana siswa menjelaskan dan meringkas hasil yang diperoleh dan

10

Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer(Jakarta: Bumi Aksara, 2009),

h. 172
11

.
Dahar R.W Teori-teori Belajar,( Jakarta: Erlangga: 1996)h. 164

14

membedakan konsep yang mereka ketahui dengan hasil eksplorasi yang
ditemukan. Pada fase penjelasan guru, dituntut mendorong siswa untuk
menjelaskan suatu konsep dengan kalimat atau pemikiran sendiri, meminta bukti
dan klarifikasi atas penjelasan siswa, dan saling mendengar secara kritis
penjelasan antar siswa dan guru.12
Fase ini di dalamnya berisi ajakan terhadap siswa untuk menjelaskan
konsep-konsep dan definisi-definisi awal yang mereka dapatkan ketika fase
explore. Definisi dan konsep yang telah ada kemudian dipresentasikan dan
didiskusikan sehingga pada akhirnya menuju konsep dan definisi yang lebih
formal.Dengan guru bertindak sebagai pengatur jalannya diskusi, di akhir kegiatan
pada fase ini guru mengklarifikasi konsep-konsep siswa yang masih salah dan
menjelaskan istilah-istilah penting dengan mengacu pada hasil eksplorasi siswa.
4.Elaborate (menerapkan)
Fase elaborate ini merupakan tahap keempat model learning cycle,
dalam fase ini siswa diberikan kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang
baru mereka temukan. Siswa dapat membangkitkan pertanyaan baru untuk
mengetahui

penyelidikan

selanjutnya.

Fase

elaborate

terdapat

transfer

pembelajaran yang bertujuan untuk membawa siswa menerapkan simbol-simbol,
definisi-definisi,

konsep-konsep,

dan

keterampilan-keterampilan

pada

permasalahan yang berkaitan dengan contoh dari pelajaran yang dipelajari dalam
berbagai masalah. Pada fase ini guru menyajikan masalah yang harus siswa
selesaikan dengan menerapkan pengetahuan yang telah mereka peroleh dari tahap
sebelumnya atau siswa menerapkan konsep dan keterampilan yang telah dipelajari
dalam situasi baru atau konteks yang berbeda.13
Bentuk-bentuk kegiatan pengaitan sangat bervariasi, misalnya melalui
pemecahan masalah atau melalui diskusi topik-topik yang spesifik. Dalam fase ini
guru menyediakan kesempatan berulang kali pada siswa untuk mengaitkan serta
menyelidiki konsep untuk di aplikasikan pada permasalahan yang lainnya dalam

12
13

h. 172

Ibid. h. 172.
Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer(Jakarta: Bumi Aksara, 2009),

15

konteks-konteks baru sehingga kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah
matematik siswa dapat meningkat.
5.Evaluate (Menilai)
Fase evaluate yaitu fase evaluasi dari hasil pembelajaran yang telah
dilakukan. Fase ini dapat digunakan sebagai strategi penilaian formal dan
informal. Fase evaluate merupakan siklus lanjutan untuk mengevaluasi
pengetahuan siswa dimana guru diharapkan secara teru menerus dapat
mengobservasi

dan

memperhatikan

siswa

terhadap

kemampuan

dan

keterampilannya untuk menilai tingkat pengetahuan atau kemampuannya,
kemudian melihat perubahan pemikiran siswa terhadap pemikiran awalnya.
Evaluasi merupakan tahap akhir dari model ini.Pada tahap evaluasi guru dapat
mengamati pengetahuan atau pemahaman siswa dalam menerapkan konsep baru
dan siswa dapat melakukan evaluasi diri dengan mengajukan pertanyaan
terbukadan mencari jawaban yang menggunakan observasi, bukti, dan penjelasan
yang diperoleh sebelumnya.14
Dalam hal ini siswa juga diminta untuk menyimpulkan hasil eksperimen
yang telah dilakukan sebagai bagian penilaian mereka. Tujuan utama evaluasi
adalah untuk menunjukkan hasil terbaik dari proses belajar siswa, guru dalam
situasi ini di tuntut bagaimana untuk tak membuat siswa merasa gelisah dalam
menghadapi evaluasi yang guru berikan agar siswa tak kehilangan kepercayaan
diri dan konsentrasi dalam menghadapinya. Hasil evaluasi ini sebagai bahan
evaluasi bagaimana proses penerapan model learning cycle yang sedang di
terapkan.
Kelima fase tersebut merupakan hal-hal yang harus dilakukan oleh guru
dan siswa untuk menerapkan model learning cycle pada pembelajaran dikelas.
Guru dan siswa memiliki peran masing-masing dalam setiap kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan model learning cycle.
Berdasarkan tahapan dalam model pembelajaran learning cycle yang
sudah dipaparkan, diharapkan siswa tidak hanya mendengar keterangan guru
14

Made Wena, Strategi Pembelajaran inovatif Kontemporer(Jakarta: Bumi Aksara, 2009),

h. 172
.

16

tetapi dapat berperan aktif untuk menggali, menganalisis, mengevaluasi
pemahamannya terhadap konsep yang dipelajari. Perbedaan mendasar antara
model pembelajaran learning cycle dengan pembelajaran konvensional adalah
guru lebih banyak bertanya daripada memberitahu. Dengan menggunakan model
pembelajaran learning cycle akan menjadikan pengalaman siswa lebih bermakna
dan diharapkan akan meningkatkan pemahaman konsep matematika siswa.
2. Pemahaman Konsep Matematika
a. Pengertian Pemahaman Konsep
Pemahaman merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan dalam suatu
proses belajar mengajar. Proses pemahaman dapat terjadi ketika siswa sudah
melakukan tahap pengetahuan atau pengenalan. Seperti yang dikatakan Bloom
dalam Hamalik, salah satu tujuan pendidikan adalah kompetemsi kognitif yaitu
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi.15
Pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai sesuatu
dengan pikiran.Memahami maksudnya menangkap maknanya, adalah tujuan akhir
dari setiap belajar.Comprehension atau pemahaman memiliki arti yang sangat
mendasar yang meletakkan bagian-bagian belajar pada proporsinya. Tanpa itu,
skill pengetahuan dan sikap yang tidak akan bermakna.16
Indikator pemahaman matematika meliputi mengenal, memahami, dan
menerapkankonsep, prosedur, prinsip, dan ide matematika. Polya merinci
kemampuan pada empat tahap, yaitu : 17(1) pemahaman mekanikal dengan ciri
dapat mengingat dan menerapkan rumus secara rutin dan menghitung secara
sederhana, (2) pemahaman induktif,dapat menerapkan rumus atau konsep dalm
kasus sederhana, (3) pemahaman rasional, membuktikan kebenaran rumus dan
teorema, (4) pemahaman intuitif, memperkirakan kebenaran dengan pasti, (5)
Pemahaman merupakan proses berpikir dan belajar,karena untuk menuju
ke arah pemahaman perlu diikuti dengan belajar dan berpikir. Menurut Rosyada
15

Oemar
Hamalik,
Kurikulum
dan
Pembelajaran,(Jakarta:
Bumi
Aksara,2009)cet.2,Ed.1,h.162
16
Sardiman, A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta :PT Raja
Grafindo Persada, 2011) cet.19, h. 42-43
17
Rohman Natawidjaja, dkk Rujukan Filsafat, Teori dan Praktis Ilmu Pendidikan
(Bandung : UPI Pers 2008) h.682

17

pemahaman adalah com

Dokumen yang terkait

Pengaruh metode pembelajaran sq3r terhadap pemahaman konsep matematika siswa

5 27 160

Pengaruh model pembelajaran learning cycle terhadap keterampilan berpikir kritis siswa

0 22 8

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE BERBANTUAN MODUL SMART INTERAKTIF TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA SMA MATERI POKOK HIDROKARBON

0 3 172

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 5E TERHADAP

0 0 9

PENINGKATAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Peningkatan Komunikasi Dan Pemahaman Konsep Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Learning Cycle ‘5E’ (PTK Pada Siswa Kelas VII PK Semester Genap SMP Muhammadiyah

0 0 17

PENINGKATAN KOMUNIKASI DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Peningkatan Komunikasi Dan Pemahaman Konsep Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Learning Cycle ‘5E’ (PTK Pada Siswa Kelas VII PK Semester Genap SMP Muhammadiyah

0 1 15

PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN PENINGKATAN PEMAHAMAN KONSEP DAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA PADA ALJABAR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE ENGAGEMENT, EXPLORATION, EXPLANATION,

0 2 15

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN PENALARAN ILMIAH SISWA SMA.

0 3 43

PENGARUH MODEL LEARNING CYCLE 5E TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL.

0 0 56

Pembelajaran Learning Cycle 5E berbantuan Geogebra terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis

0 2 12

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23