Observasi Dokumentasi Tes Wawancara

mendapatkan data yang memenuhi standar yang ditetapkan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini meliputi observasi, dokumentasi, tes, dan wawancara.

3.5.1 Observasi

Menurut Nasution sebagaimana dikutip oleh Sugiyono 2012: 310 menyatakan bahwa, observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan. Pengumpulan data dengan teknik observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan secara teliti menggunakan instrumen yang sengaja dirancang untuk mengamati aktifitas siswa.

3.5.2 Dokumentasi

Dokumentasi adalah mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, dan sebagainya. Teknik dokumentasi pada penelitian ini menggambarkan secara nyata mengenai situasi pembelajaran, meliputi RPP. hasil pekerjaan siswa, video serta foto pelaksanaan pembelajaran di kelas. Metode dokumentasi untuk mengumpulkan data kemampuan berpikir kreatif dari siswa yang menjadi sampel penelitian.

3.5.3 Tes

Tes adalah serangkaian pertanyaan, latihan, atau alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok Arikunto, 2009: 150. Metode tes digunakan untuk memperoleh data hasil belajar matematika pada segiempat setelah dilakukannya pembelajaran matematika. Dalam penelitian ini, tes diberikan kepada subjek penelitian untuk melihat kemampuan berpikir kreatif pada subjek penelitian.

3.5.4 Wawancara

Salah satu cara untuk mendapatkan data primer adalah dengan melakukan wawancara. Menurut Sugiyono 2012: 317 wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, tetapi juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan menangkap secara langsung seluruh informasi dari subjek penelitian. Wawancara dalam penelitian ini dilakukan untuk menggali kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan tes yang diberikan. Pedoman wawancara yang dibuat oleh peneliti berbeda untuk masing-masing subjek. Beberapa hal yang berkaitan dengan pelaksanaan wawancara adalah sebagai berikut. 1. Prosedur wawancara Wawancara dilakukan kepada semua subjek penelitian secara satu persatu, sehingga peneliti mendapatkan data untuk dianalisis. 2. Pedoman wawancara Menurut Moleong 2013: 229-231, hal-hal yang berkaitan dengan pedoman wawancara adalah sebagai berikut. 1 Alur pertanyaan dikembangkan terlebih dahulu agar arah diskusi dapat terbimbing. Hal ini dilakukan agar tanya- jawab yang dilakukan oleh peneliti tidak melebar dari pokok pertanyaan. 2 jumlah pertanyaan yang diajukan kepada narasumber tidak lebih dari 20 pertanyaan. 3 jenis pertanyaan yang digunakan adalah pertanyaan yang tidak terstruktur. 4 seorang pewawancara harus terampil untuk mengarahkan diskusi dan tanggap untuk memahami perilaku narasumber. 5 pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan perekam dan pembuatan catatan saat diskusi.

3.6 Instrumen Penelitian

Dokumen yang terkait

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DAN KEMANDIRIAN MELALUI PEMBELAJARAN MODEL 4K DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VII

9 49 262

PEMBELAJARAN MODEL TABA BERBANTUAN GSP UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII MATERI SEGIEMPAT

3 47 516

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DENGAN PEMBELAJARAN MODEL 4K MATERI GEOMETRI KELAS VIII DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA

21 118 377

ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP KELAS VII DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI SEGIEMPAT DITINJAU DARI GAYA BELAJAR

5 45 493

ANALISIS KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIKA SISWA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF Analisis Kemampuan Koneksi Matematika Siswa pada Materi Teorema Pythagoras Ditinjau dari Gaya Kognitif di Kelas VIII SMP Negeri 1 Jatiroto Tahun Ajaran

0 6 15

KARAKTERISTIK BERPIKIR KREATIF SISWA KELAS VII SMP N 1 KRAGAN DALAM MEMECAHKAN DAN MENGAJUKAN MASALAH MATEMATIKA MATERI PERBANDINGAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF | Argarini | 5301 11523 1 SM

0 0 12

PROFIL BERPIKIR KREATIF SISWA SMP KARUNA DIPA PALU DALAM PEMECAHAN MASALAH ALJABAR DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF

0 1 14

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DALAM PEMECAHAN SOAL CERITA MATERI KESEBANGUNAN DITINJAU DARI GAYA KOGNITIF SISWA KELAS IX SMP NEGERI 2 TAWANGASARI TAHUN AJARAN 20162017

0 1 24

DESKRIPSI KEMAMPUAN GENERALISASI MATEMATIS SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 1 PURWOKERTO DITINJAU DARI GAYA BERPIKIR

0 0 17

ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS DITINJAU DARI GAYA BELAJAR SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 1 LUMBIR

0 0 16