Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Pada Penumpang Pesawat Lion Air Rute Domestik Di Bandara Polonia Medan)

SKRIPSI
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS PADA PENUMPANG PESAWAT LION AIR RUTE DOMESTIK DI BANDARA POLONIA MEDAN)
OLEH DIAN SARI NAPITUPULU
090502239
PROGRAM STUDI STRATA-1 MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013

ABSTRAK
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS PADA PENUMPANG PESAWAT LION AIR RUTE DOMESTIK DI BANDARA POLONIA MEDAN)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek terhadap loyalitas konsumen (studi kasus pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan yang jumlahnya tidak diketahui. Teknik penentuan sampel menggunakan rumus Supramono dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi berganda. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan kuesioner yang pengukurannya menggunakan skala Likert dan diolah secara statistik dengan program SPSS 19.00 for windows, yaitu model uji t, uji F dan identifikasi determinan (R2).
Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan kesadaran merek,asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan. Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel asosiasi merek dan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan sedangkan, variabel kesadaran merek dan persepsi kualitas secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Variabel yang paling dominan adalah variabel loyalitas merek. Nilai Adjusted R Square = 0,422, berarti 42,2% faktor-faktor loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh variabel bebas, kesadaran merek (brand awareness), asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas (perceived quality), dan loyalitas merek (brand loyalty) sedangkan sisanya 57,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Ekuitas Merek, Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi
Kualitas, Loyalitas Merek, Loyalitas Konsumen.

ABSTRACT
EFFECT OF BRAND EQUITY ON CONSUMER LOYALTY (CASE STUDY ON LION AIR PASSENGER AIRCRAFT IN DOMESTIC ROUTES POLONIA AIRPORT MEDAN)
The purpose of this study is to determine the effect of brand equity consisting of brand awareness, brand associations, perceived quality, brand loyalty and customer loyalty (case study on Lion Air passenger aircraft on domestic routes in Polonia Airport Medan).
The population in this study were all passengers on domestic routes Lion Air Polonia Airport Medan whose number is unknown. The technique uses a formula Supramono sampling with a sample size of 100 people. Sampling technique using incidental sampling method.
The analysis method used is descriptive analysis method and the method of multiple regression analysis. This research is association research, and data used are primary data and secondary data obtained through the study of documentation and measurement questionnaire using Likert scale and statistically processed with the SPSS program for Windows 19.00, which models the t test, F test and identification of determinants (R2).
The results of this study indicate that simultaneous of the brand awareness , brand association, perceived quality, and brand loyalty have positive and significant impact on consumer loyalty on Lion Air passenger plane route domestic Polonia Airport Medan. Partially, it can be seen that the variables of brand association and brand loyalty have positive and significant impact on customer loyalty Lion Air passenger aircraft on domestic routes in Polonia Airport Medan while, the variable of brand awareness and perceived quality partially positive but not significant. Most dominant variable was the variable of brand loyalty. Value Adjusted R Square = 0.422, means that 42.2% purchase consumer loyalty can be explained by the independent variable (brand awareness (brand awareness), the association of the brand (brand association), perceived quality (perceived quality), and brand loyalty (brand loyalty) while the remaining 57.8% is explained by other factors not examined in this study.
Keywords: Brand Equity, Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, and Consumer Loyalty

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur peneliti sampaikan kepada Tuhan Yesus Kristus atas limpahan Rahmat-Nya sehingga peneliti mampu menyelesaikan pembuatan skripsi ini sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Departemen Manajemen pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Kepada kedua orang tua yang tercinta, Bapak Abidin Napitupulu tersayang yang saat ini sudah bahagia bersama-Nya, Mama Erina Manurung yang cintanya luar biasa kepada anak-anaknya. Terimakasih atas cinta kasih dan pengorbanan Bapak dan Mama yang tidak akan pernah dapat terbalas.
Skripsi ini berjudul “Pengaruh Ekuitas Merek Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Pada Penumpang Pesawat Lion Air Rute Domestik Di Bandara Polonia Medan”. Peneliti telah banyak menerima bimbingan, saran, motivasi, dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi ini. Oleh karena itu, pada kesempatan ini peneliti ingin menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dan bimbingan, yaitu:
1. Bapak Prof Dr. Azhar Maksum, SE, ME selaku Plt Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Univesitas Sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Marhayanie, M.Si selaku Sekretaris Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara sekaligus Dosen Pembimbing yang telah membimbing, mengarahkan, dan memberikan saran kepada peneliti.
4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak Drs. Liasta Ginting, M.Si selaku Dosen Pembaca Penilai yang telah banyak memberikan saran dalam penulisan dan perbaikan skripsi ini.
6. Seluruh Dosen dan Pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara untuk segala jasa-jasanya selama masa perkuliahan.
7. Kakak dan adik tersayang Anastasya Desi Oktavia Napitupulu, Eva Damayanti Napitupulu, Riko Napitupulu, dan Rizky Dwi Putra Napitupulu yang telah memberikan dukungan, semangat, dan perhatian bagi peneliti.
8. Uda Ganda Napitupulu terkasih. Terima kasih buat kasih sayang, nasehat, dukungannya selama ini. Biarpun sering kena marah, tetapi tetap sayang sama Uda.
9. Sepupu-sepupu tersayang: Jesika Andrea Napitupulu, Regina Mellisa Napitupulu, Yessi Maretta, Ronny, dan Bang Gemos. Terima kasih telah menjadi sepupu-sepupu terbaik, teman curhat, dan senasib sepenanggungan.

10. Keluarga besar Ompung Duma Napitupulu terkasih. Terimakasih telah memberikan motivasi, perhatian, kasih sayang,dan dukungan bagi peneliti.
11. Sahabat-sahabat Sance tersayang: Agustine Maranata Simatupang, Haryati Manurung, Della Winda Gultom, Maloma Naibaho, R.P Syahmatua Manihuruk yang telah memberikan motivasi, dukungan, dan kasih sayang bagi peneliti. Terimakasih buat persahabatan kita yang selama ini telah terjalin. Semoga tetap bersama sampai tua nanti.
12. Teman serta sahabat tersayang di Manajemen Stambuk 2009. Anak-anak Gahuls Putri Kamisa, Susanti Nadeak, Kezia Yurischa Purba, Hanna Panggabean, Friska Panggabean dan Mellysa Maria. Risa Angela, Rumiaty Manurung, Sri R. Juliani, Ferynando Bangun, Kharisma Sari Pardede, Nina Andriani, serta teman-teman lainnya yang tidak dapat disebutkan namanya satu-persatu. Terimakasih atas perhatian, kasih sayang, semangat, dan persahabatan yang telah diberikan selama masa perkuliahan dan suka duka dalam melewati perkuliahan dan pergumulan dalam penyusunan skripsi selama ini. Akhir kata, peneliti berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan
peneliti lainnya.
Medan, April 2013 Peneliti
Dian Sari Napitupulu

DAFTAR ISI
Halaman
ABSTRAK . ............................................................................................... i ABSTRACT ................................................................................................ ii KATA PENGANTAR .............................................................................. iii DAFTAR ISI ............................................................................................. v DAFTAR TABEL ..................................................................................... vii DAFTAR GAMBAR ................................................................................ viii DAFTAR LAMPIRAN . ........................................................................... ix
BAB 1 PENDAHULUAN ...................................................................... 1 1.1 Latar Belakang ................................................................... 1 1.2 Perumusan Masalah ............................................................ 10 1.3 Tujuan Penelitian ............................................................... 11 1.4 Manfaat Penelitian ............................................................. 11
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ............................................................. 13 2.1 Merek .................................................................................. 13 2.1.1 Pengertian Merek .................................................... 13 2.1.2 Peranan dan Kegunaan Merek ................................ 17 2.1.3 Nilai Merek ............................................................. 19 2.2 Ekuitas Merek ..................................................................... 22 2.2.1 Dimensi Ekuitas Merek .......................................... 23 2.2.2 Manfaat Ekuitas Merek ........................................... 34 2.3 Loyalitas Konsumen ........................................................... 35 2.3.1 Pengertian Loyalitas Konsumen .............................. 35 2.3.2 Jenis-jenis Loyalitas Konsumen .............................. 36 2.3.3 Fungsi Loyalitas Konsumen .................................... 39 2.4 Hubungan Variabel Ekuitas Merek dengan Variabel Loyalitas Konsumen ........................................................................... 40 2.5 Penelitian Terdahulu ........................................................... 41 2.6 Kerangka Konseptual ......................................................... 42 2.7 Hipotesis ............................................................................. 45
BAB 3 METODE PENELITIAN ............................................................ 46 3.1 Jenis Penelitian ................................................................... 46 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ............................................ 46 3.3 Batasan Operasional ........................................................... 46 3.4 Definisi Operasional ........................................................... 47 3.5 Skala Pengukuran Variabel ................................................ 48 3.6 Populasi dan Sampel ........................................................... 49 3.6.1 Populasi .................................................................. 49 3.6.2 Sampel .................................................................... 50 3.7 Jenis Data dan Metode Pengumpulan Data ........................ 52

3.7.1 Jenis Data ................................................................ 52 3.7.2 Metode Pengumpulan Data...................................... 53 3.8 Metode Analisis Data ......................................................... 54 3.8.1 Analisis Deskriptif .................................................. 54 3.8.2 Uji Validitas dan Uji Reliabilitas ............................ 54 3.8.3 Uji Asumsi Klasik ................................................... 56 3.8.4 Analisis Regresi Linear Berganda .......................... 57 3.8.5 Pengujian Hipotesis Penelitian ............................... 58
BAB 4 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .......................... 63 4.1 Gambaran Umum Perusahaan ............................................ 63 4.2 Hasil Penelitian ................................................................... 66 4.2.1 Analisis Deskriptif .................................................. 66 4.2.2 Uji Asumsi Klasik .................................................. 76 4.2.3 Analisis Regresi Linear Berganda .......................... 82 4.2.3.1 Uji Serempak ( Uji F) .................................. 83 4.2.3.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ..................... 84 4.2.3.3 Uji Koefisien Determinan (R2) .................... 87 4.3 Pembahasan ........................................................................ 88 4.3.1 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Variabel Kesadaran Merek (X1) .............................. 90 4.3.2 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Variabel Asosiasi Merek (X2).................................. 91 4.3.3 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Variabel Persepsi Kualitas (X3) ............................... 93 4.3.4 Pembahasan Hasil Penelitian Berdasarkan Variabel Loyalitas Merek (X4) ................................ 95
BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN .................................................. 97 5.1 Kesimpulan ......................................................................... 97 5.2 Saran ................................................................................... 98
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................... 99
LAMPIRAN .............................................................................................. 101

DAFTAR TABEL

No. Tabel

Judul

Halaman

1.1 Jadwal Penerbangan Lion Air dan Garuda rute Medan-Jakarta Per-Hari Tahun 2013 .....................................................................
1.2 Data Penumpang Lion Air Rute Domestik Tahun 2008-2012....... 2.1 Empat Jenis Loyalitas Konsumen ................................................. 3.1 Operasionalisasi Variabel .............................................................. 3.2 Instrumen Skala Likert .................................................................. 3.3 Uji Validitas .................................................................................. 3.4 Uji Reliabilitas .............................................................................. 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ................................. 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin................... 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan.......................... 4.4 Karakteristik Responden Berdasarkan Frekuensi Menaiki Lion Air 4.5 Distribusi Penilaian Responden Terhadap Variabel X1 ................ 4.6 Distribusi Penilaian Responden Terhadap Variabel X2 ................ 4.7 Distribusi Penilaian Responden Terhadap Variabel X3 ................ 4.8 Distribusi Penilaian Responden Terhadap Variabel X4 ................ 4.9 Distribusi Penilaian Responden Terhadap Variabel Y ................. 4.10 Uji Kolmogrov-Smirnov................................................................ 4.11 Uji Heteroskedastisitas .................................................................. 4.12 Uji Multikolinieritas ...................................................................... 4.13 Uji Serempak (Uji F) ..................................................................... 4.14 Uji Signifikansi Parsial (Uji t) ....................................................... 4.15 Uji Koefisien Determinan (R2) ......................................................

7 8 37 47 49 56 57 67 68 68 69 70 71 72 73 74 78 81 82 83 84 88

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar

Judul

Halaman

2.1 Piramida Kesadaran Merek............................................................ 24

2.2 Diagram Nilai Persepsi Kualitas.................................................... 29

2.3 Dimensi Ekuitas Merek ................................................................. 34

2.4 Kerangka Konseptual..................................................................... 45

4.1 Logo Lion Air ................................................................................ 66

4.2 Histogram ...................................................................................... 76

4.3 Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual ................ 77

4.4 Scatterplot...................................................................................... 80

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran

Judul

Halaman

1 Kuesioner Penelitian...................................................................... 97

2 Nama Responden dan Daftar Distribusi Jawaban ......................... 102

3 Uji Validitas dan Reliabilitas......................................................... 110

4 Uji Asumsi Klasik ......................................................................... 111

5 Regresi Linier Berganda ................................................................ 114

ABSTRAK
PENGARUH EKUITAS MEREK TERHADAP LOYALITAS KONSUMEN (STUDI KASUS PADA PENUMPANG PESAWAT LION AIR RUTE DOMESTIK DI BANDARA POLONIA MEDAN)
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek terhadap loyalitas konsumen (studi kasus pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan).
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan yang jumlahnya tidak diketahui. Teknik penentuan sampel menggunakan rumus Supramono dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode insidental sampling.
Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dan metode analisis regresi berganda. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif, dan data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumentasi dan kuesioner yang pengukurannya menggunakan skala Likert dan diolah secara statistik dengan program SPSS 19.00 for windows, yaitu model uji t, uji F dan identifikasi determinan (R2).
Hasil yang didapat dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan kesadaran merek,asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan. Secara parsial dapat dilihat bahwa variabel asosiasi merek dan loyalitas merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap loyalitas konsumen pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan sedangkan, variabel kesadaran merek dan persepsi kualitas secara parsial berpengaruh positif tetapi tidak signifikan. Variabel yang paling dominan adalah variabel loyalitas merek. Nilai Adjusted R Square = 0,422, berarti 42,2% faktor-faktor loyalitas konsumen dapat dijelaskan oleh variabel bebas, kesadaran merek (brand awareness), asosiasi merek (brand association), persepsi kualitas (perceived quality), dan loyalitas merek (brand loyalty) sedangkan sisanya 57,8% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kata Kunci: Ekuitas Merek, Kesadaran Merek, Asosiasi Merek, Persepsi
Kualitas, Loyalitas Merek, Loyalitas Konsumen.

ABSTRACT
EFFECT OF BRAND EQUITY ON CONSUMER LOYALTY (CASE STUDY ON LION AIR PASSENGER AIRCRAFT IN DOMESTIC ROUTES POLONIA AIRPORT MEDAN)
The purpose of this study is to determine the effect of brand equity consisting of brand awareness, brand associations, perceived quality, brand loyalty and customer loyalty (case study on Lion Air passenger aircraft on domestic routes in Polonia Airport Medan).
The population in this study were all passengers on domestic routes Lion Air Polonia Airport Medan whose number is unknown. The technique uses a formula Supramono sampling with a sample size of 100 people. Sampling technique using incidental sampling method.
The analysis method used is descriptive analysis method and the method of multiple regression analysis. This research is association research, and data used are primary data and secondary data obtained through the study of documentation and measurement questionnaire using Likert scale and statistically processed with the SPSS program for Windows 19.00, which models the t test, F test and identification of determinants (R2).
The results of this study indicate that simultaneous of the brand awareness , brand association, perceived quality, and brand loyalty have positive and significant impact on consumer loyalty on Lion Air passenger plane route domestic Polonia Airport Medan. Partially, it can be seen that the variables of brand association and brand loyalty have positive and significant impact on customer loyalty Lion Air passenger aircraft on domestic routes in Polonia Airport Medan while, the variable of brand awareness and perceived quality partially positive but not significant. Most dominant variable was the variable of brand loyalty. Value Adjusted R Square = 0.422, means that 42.2% purchase consumer loyalty can be explained by the independent variable (brand awareness (brand awareness), the association of the brand (brand association), perceived quality (perceived quality), and brand loyalty (brand loyalty) while the remaining 57.8% is explained by other factors not examined in this study.
Keywords: Brand Equity, Brand Awareness, Brand Association, Perceived Quality, Brand Loyalty, and Consumer Loyalty

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Seiring dengan berkembangnya dunia usaha sekarang ini, pertumbuhan di
bidang perekonomian baik di sektor industri maupun jasa juga berkembang dengan sangat pesat. Persaingan juga tidak dapat dihindarkan karena banyaknya kini jasa penerbangan yang menyediakan perjalanan khususnya untuk rute domestik. Rute ini merupakan rute yang memberikan perjalanan terbang ke daerah-daerah yang berada di Indonesia.
Dewasa ini, semakin meningkatnya mobilitas masyarakat menyebabkan semakin tingginya kebutuhan konsumen akan jasa transportasi yang memudahkan mereka pergi kemana saja, khususnya pesawat terbang. Semakin berkembangnya jaman, konsumen semakin mudah untuk mendapatkan informasi dan memiliki banyak pilihan. Oleh karena itu, industri penerbangan didorong untuk masuk ke dalam persaingan yang lebih berat demi mendapatkan perhatian konsumen dan menarik mereka tidak hanya untuk sekedar melakukan pembelian tetapi juga melakukan pembelian yang berulang atau adanya konsumen yang loyal.
Menurut Sheth & Mittal dalam Tjiptono (2005:387), loyalitas pelanggan adalah komitmen pelanggan terhadap suatu merek, toko, atau pemasok, berdasarkan sikap yang sangat positif dan tercermin dalam pembelian ulang yang konsisten.

Bukan hanya itu saja, banyaknya bermunculan maskapai-maskapai penerbangan baru maupun maskapai yang sudah lama membuat konsumen kini lebih selektif dalam memilih jasa yang digunakan sesuai dengan kebutuhan dan manfaat yang diterimanya. Untuk itu, perusahaan dituntut untuk selalu mengembangkan dan merebut pangsa pasar. Salah satu untuk menciptakan keadaan tersebut adalah dengan merek.
Fenomena persaingan yang sangat kompetitif membuat perusahaan semakin menyadari pentingnya memaksimalkan aset-aset perusahaan, khususnya merek, yang bertujuan untuk menjaga kelangsungan hidup dari perusahaan itu sendiri. Merek bukan sekedar logo atau nama perusahaan, melainkan image atau persepsi seseorang terhadap produk maupun perusahaan. Merek adalah segala sesuatu yang terkait dengan perusahaan, produk, atau layanan, baik yang berwujud maupun tidak berwujud.
Merek memberikan nilai, menciptakan diferensiasi dan mendapatkan hasil jangka panjang. Oleh karena itu, merek termasuk menentukan proses pengambilan keputusan membeli bagi pelanggan dan menciptakan konsumen yang loyal terhadap perusahaan. Merek yang baik akan menempatkan produk atau perusahaan di atas para pesaing dan membantu menjadi pilihan utama. Apabila dikembangkan dengan baik, dapat menjadi tempat untuk mempromosikan produk, merangsang pembelian, menciptakan ikatan khusus secara emosional dengan pelanggan, serta memelihara konsistensi dengan kualitas layanan yang ditawarkan.

Pemasar merasakan bahwa konsumen modern mulai mengalihkan perhatiannya pada kualitas tinggi dan gengsi, dimana konsumen tersebut bersedia untuk membayar berapapun demi mendapatkan suatu kepuasan. Konsumen menganggap produk yang bergengsi, memiliki merek yang terkenal memiliki kualitas yang lebih baik, walaupun kenyataannya tidak selalu begitu. Disinilah letak kekuatan ekuitas merek. Oleh karena itu, merek perlu dikelola dengan cermat agar ekuitas merek tidak mengalami penyusutan.
Menurut Aaker (1997:22), ekuitas merek (brand equity) adalah seperangkat aset dan liabilitas merek yang berkaitan dengan suatu merek, nama, dan simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.
Ekuitas merek terdiri atas beberapa elemen utama yaitu kesadaran merek (brand awarenesss), asosiasi merek (brand asssociattions), persepsi kualitas (perceived quality), loyalitas merek (brand loyalty), dan aset merek lainnya.
Kesadaran merek (brand awarenesss) adalah kemampuan konsumen untuk mengenali atau mengingat bahwa sebuah merek merupakan anggota dari kategori produk tertentu. Asosiasi merek (brand asssociattions) mencerminkan segala hal yang berkaitan dengan ingatan mengenai sebuah merek. Persepsi kualitas (perceived quality) adalah persepsi pelanggan terhadap keseluruhan kualitas yang diharapkan. Konsumen akan menyukai dan mungkin menjadi loyal dengan persepsi kualitas yang tinggi. Loyalitas merek (brand loyalty) adalah hubungan konsumen pada nilai yang tinggi dari suatu merek, dengan hubungan yang dibangun ini maka konsumen akan menolak segala strategi yang dilakukan

oleh kompetitor merek. Konsumen akan memberikan loyalitas dan kepercayaannya pada merek selama merek tersebut sesuai dengan harapan yang dimiliki oleh konsumen, bertindak dalam cara-cara tertentu dan menawarkan nilai-nilai tertentu.
Timbulnya loyalitas pada merek disebabkan oleh konsumen mempersepsikan merek tersebut menghasilkan produk yang memiliki sejumlah manfaat dan kualitas dengan harga yang sesuai. Loyalitas pada merek juga mengindikasikan adanya kekuatan merek, karena tanpa loyalitas merek tidak tercipta kekuatan merek. Hal ini dapat dilihat pada merek-merek yang unggul di pasaran, dapat dipastikan bahwa merek tersebut memiliki konsumen yang loyal pada merek tersebut.
Lion Air sebagai salah satu maskapai penerbangan swasta terbesar di Indonesia memulai perjalanannya di dunia penerbangan nasional pada tahun 2000. Maskapai penerbangan Lion Air banyak digunakan karena selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpangnya, tidak hanya menawarkan harga yang terjangkau kepada konsumen tetapi juga perjalanan udara yang aman, menyenangkan, dapat diandalkan dan nyaman.
Lion Air kini terbang lebih dari 36 kota di Indonesia dan banyak tujuan– tujuan penerbangan lainnya, tidak hanya perjalanan domestik tetapi juga perjalanan ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam dengan armada Boeing 737–900ER yang baru.

Pada pertengahan 2005, bersama dengan penerbangan internasional lainnya, Lion Air menempati terminal dua bandara Soekarno–Hatta. Sedangkan perusahaan penerbangan lokal atau penerbangan domestik menempati terminal satu. Faktor tersebut, selain mampu memberikan para penumpang kemudahan penerbangan sambungan ke Indonesia atau dari Indonesia ke tujuan internasional lainnya, juga memberikan keuntungan lebih dari segi prestise.
Pada 2005, Lion Air hanya memiliki 24 pesawat penerbangan yang terdiri dari 19 seri MD80 dan lima pesawat DHC-8-301. Untuk memenuhi layanan dengan biaya rendah, armada Lion Air didominasi oleh MD80 karena efisiensi dan kenyamanannya. Pada Juni 2008, Lion Air berubah menjadi full-service. Lion Air juga berencana bersaing dengan Garuda maupun Saudi Arabia untuk mengurangi rute – rute umroh bahkan haji dengan pesawat 777.
Jumlah armada yang ada saat ini telah mencapai 71 pesawat dengan tambahan pesanan 230 pesawat baru dari perusahaan Boeing pada tahun 2011, dan yang merupakan rekor pesanan pesawat komersil terbesar di dunia.
Lion air memperoleh “Best Brand Award 2004” dari SWA, sebuah majalah marketing yang terbit di Indonesia. Hasil ini diperoleh oleh Marketing Research (MARS) berdasarkan survei yang dilakukan pada 6.000 orang di 5 kota besar di Indonesia. Lion Air meraih indeks sebesar 33,6% dalam hal kemampuan atau potensial dari sebuah produk untuk menambah jumlah penumpang di masa depan ( sumber : www. etravel.co.id).

Penelitian ini dilakukan terhadap masyarakat yang berada di Bandara Polonia Medan. Hal ini dikarenakan bandara Polonia merupakan bandara satusatunya yang berada di Medan.
Ekuitas merek perusahaan penerbangan Lion Air dapat dilihat dari seberapa besar antusias pelanggan dalam menggunakan jasa penerbangan Lion Air rute domestik di bandara Polonia Medan apakah Lion Air memiliki kelebihan dan keuntungan dibandingkan dengan jasa penerbangan lain seperti Garuda, Sriwijaya, Aairasia, dan Merpati. Kesadaran pelanggan akan merek Lion Air menjadikan perusahaan tetap berkomitmen dan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik dan menjaga citra merek dari Lion Air agar menjadi salah satu perusahaan jasa yang diminati oleh konsumen. Loyalitas merek atas penggunaan jasa penerbangan Lion Air tergantung dari kepercayaan konsumen, keyakinan akan manfaat dan kenyamanan dalam menggunakan Lion Air dan harga tiket yang terjangkau.
Ingatan pelanggan akan merek Lion Air dapat menjadi salah satu pertimbangan dan pemahaman konsumen akan kualitas yang akan diperoleh setelah menggunakan jasa penerbangan ini. Kualitas pelayanan yang baik dapat memberikan kepuasan bagi konsumen. Untuk mengetahui apakah konsumen puas atau tidak terhadap jasa yang diterima sangat tergantung dari harapan dan kenyataan, yaitu salah satunya apakah harga yang dibayarkan sesuai dengan harapannya. Apabila harapan pelanggan ternyata lebih besar dari kenyataan yang mereka terima dari jasa yang telah dibeli maka konsumen akan merasa kecewa, karena produk tidak sesuai kenyataan. Apabila harapan konsumen ternyata sama

dengan kenyataan yang mereka terima maka kedua belah pihak, yaitu perusahaan pemberi jasa dan konsumen sebagai pembeli jasa, akan sama-sama puas. Hal tersebut akan memberikan dampak yang positif bagi perusahaan ini.
Jadwal penerbangan Lion Air untuk Medan-Jakarta per hari tahun 2013 dapat dilihat pada tabel 1.1 berikut ini :

Tabel 1.1 Jadwal Penerbangan Lion Air dan Garuda Indonesia Rute Medan – Jakarta
Per-Hari Tahun 2013

Lion Air

Garuda Indonesia

Waktu

Waktu

Penerbangan Keberangkatan Penerbangan Keberangkatan

JT 211

05:45

GA0181

05:20

JT 381

06:45

GA0183

08:45

JT 397

07:50

GA0185

10:55

JT 207

08:40

GA0187

12:00

JT 301

10:00

GA0143

13:10

JT 303

11:50

GA0189

13:55

JT 215

12:25

GA0191

16:25

JT 201

12:50

GA0193

17:40

JT 387

13:50

GA0147

18:35

JT 399

15:20

GA0195

20:00

JT 383

15:50

JT 385

17:00

JT 203

18:00

JT 295

16:40

JT 305

18:30

JT 309

19:10

JT 205

20:10

Sumber : www.lionair.co.id dan www.garuda-indonesia.com (Data diolah peneliti)

Dari tabel 1.2 diatas dapat dilihat bahwa jadwal penerbangan Lion Air untuk rute Medan–Jakarta hampir ada setiap jamnya yaitu 17 kali lebih terbang dalam sehari. Sedangkan Garuda Indonesia hanya menyediakan 10 kali

penerbangan dalam sehari untuk rute Medan-Jakarta. Banyaknya jam keberangkatan ini memungkinkan juga banyaknya pelanggan yang akan menggunakan jasa penerbangan Lion Air dibandingkan dengan Garuda Indonesia.

Sedangkan data penumpang Lion Air rute domestik dapat dilihat pada tabel 1.2 berikut ini:

Tabel 1.2

Data Penumpang Lion Air Rute Domestik Tahun 2008-2012

Tahun

Jumlah Penumpang (dalam juta)

2008

9,21

2009

13,3

2010

17,79

2011

24,59

2012

23,93

Sumber : www.dephub.go.id (Data diolah peneliti)

Dari tabel 1.2 diatas dapat dilihat bahwa dari tahun 2008 hingga 2011, jumlah penumpang Lion Air terus meningkat. Peningkatan jumlah penumpang yang paling signifikan terjadi pada tahun 2011 sebesar 24,59 juta. Sedangkan pada tahun 2012 terjadi penurunan jumlah penumpang menjadi 23,93 juta. Hal ini dapat disebabkan karena konsumen merasa kurang puas atas pelayanan yang diterimanya apakah baik atau buruk. Contohnya saja sering terjadinya penundaan keberangkatan (delay).
www. merdeka.com - Maraknya jasa layanan penerbangan murah selama satu dekade terakhir, tidak diimbangi dengan kualitas layanan maskapai yang maksimal sehingga banyak konsumen dirugikan.

Anggota Divisi Pengaduan dan Hukum Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Karunia Asih Rahayu menyatakan dari catatannya maskapai paling banyak berkasus adalah Lion Air. Keluhan konsumen terhadap maskapai milik Rusdi Kirana itu rata-rata soal gagal terbang atau ditolak check in di bandara. "Kebanyakan menimpa pemegang tiket promo, sudah dibeli malah sampai di meja check in katanya semua kursi penuh," ujarnya di kantornya, Jakarta Selatan, Rabu (23/1). Ada dua layanan tiket yang buruk dengan alasan kursi penuh melibatkan Lion Air sepanjang tahun lalu. Sementara gagal terbang tanpa alasan jelas sebanyak lima kasus. YLKI percaya masih banyak penumpang yang mengalami masalah serupa, dan tidak terbatas penumpang Lion Air. "Ini berarti informasi dan manajemen tiketing maskapai yang buruk," cetusnya.
Selain itu, problem yang kerap dikomplain layanan maskapai murah adalah akal-akalan terhadap pengembalian uang tiket (refund). Seharusnya tiket dikembalikan penuh sesuai imbauan Kementerian Perhubungan. Kalaupun diganti penerbangan lain, penumpang yang gagal terbang karena sebab jelas tinggal menambahkan biaya sesuai kekurangan. "Praktiknya sering penumpang diminta membeli baru untuk penerbangan selanjutnya, dengan harga full, bahkan lebih mahal karena belinya mendadak," ungkapnya. Karunia mengakui beberapa konsumen juga belum sadar perbedaan sistem penerbangan udara dengan moda transportasi lainnya. Alhasil ada banyak juga kegagalan terbang terjadi karena penumpang datang terlalu mepet dengan jadwal penerbangan. "Kita juga harus mendidik konsumen, apalagi di Jakarta macet, jangan sampai menunggu satu penumpang penerbangan menjadi delay dan membuat semua

jadwal terganggu," kata Karunia. Data YLKI ada 19 aduan untuk Lion Air, kasus yang banyak dilaporkan mencakup pembatalan penerbangan 5, penolakan check in 7, bagasi hilang 4, dan layanan tiket 2. Citilink mendapat satu kasus, sementara Sriwijaya mendapat dua pengaduan. Khusus soal bagasi hilang atau terlambat sampai, YLKI melihat kesalahan ada di pihak bandara. Namun konsumen sering tidak paham bahwa maskapai tidak langsung mengurus barang bawaan mereka. "Kalau bagasi yang salah sering ground handling, tapi penumpang kan tahunya mereka naik Lion misalnya, jadi komplain ke Lion," ungkapnya.
Banyaknya kasus penundaan keberangkatan pada Lion Air serta banyaknya komplain konsumen dapat menyebabkan citra merek dari Lion Air menjadi buruk. Bukan hanya itu saja, konsumen yang merasa tidak puas akan pelayanan yang diterimanya tidak hanya akan berpaling dari suatu produk tetapi juga akan menceritakan hal yang buruk kepada orang lain.
Berdasarkan uraian-uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk membuat suatu penelitian yang berjudul: “Pengaruh Ekuitas Merek (Brand Equity) Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Kasus Pada Penumpang Pesawat Lion Air Rute Domestik di Bandara Polonia Medan.”

1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka perumusan masalah
penelitian ini adalah: “ Apakah ekuitas merek (brand equity) yang terdiri dari kesadaran merek (brand awarenesss), asosiasi merek (brand asssociattions), persepsi kualitas (perceived quality) dan loyalitas merek (brand loyalty) berpengaruh terhadap loyalitas konsumen (studi kasus pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan).
1.3 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
ekuitas merek (brand equity) yang terdiri dari kesadaran merek (brand awarenesss), asosiasi merek (brand asssociattions), persepsi kualitas (perceived quality) dan loyalitas merek (brand loyalty) terhadap loyalitas konsumen (studi kasus pada penumpang pesawat Lion Air rute domestik di Bandara Polonia Medan).
1.4 Manfaat Penelitian Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:
1. Bagi pihak Lion Air di Bandara Polonia Medan, sebagai masukan dalam mengelola dan mempertahankan ekuitas merek dari Lion Air sehingga menjadi pilihan utama pelanggan mengingat persaingan antar merek yang semakin meningkat.

2. Bagi peneliti, merupakan suatu kesempatan untuk menerapkan teori-teori dan literatur yang diperoleh selama perkuliahan. Dengan adanya penelitian ini juga diharapkan penulis mendapatkan pengetahuan yang lebih luas terutama mengenai ekuitas merek (brand equity) yang terdiri dari kesadaran merek (brand awarenesss), asosiasi merek (brand asssociattions), persepsi kualitas (perceived quality) dan loyalitas merek (brand loyalty).
3. Bagi peneliti berikutnya, sebagai bahan referensi untuk menjadi dasar acuan perbandingan dalam melakukan penelitian di masa yang akan datang, khususnya yang berkaitan dengan ekuitas merek dan loyalitas konsumen.

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Merek 2.1.1 Pengertian Merek
Menurut UU Merek No. 15 Tahun 2001 pasal 1 ayat 1, merek adalah “tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa”.
Merek merupakan nama, istilah, tanda, simbol/lambang/logo, desain, warna, gerak, atau kombinasi atribut-atribut produk lainnya yang diharapkan dapat memberikan identitas atau diferensiasi yang membedakannya dengan produk pesaing. Pada dasarnya merek juga merupakan janji produsen untuk secara konsisten menyampaikan serangkaian ciri-ciri/fitur, manfaat, dan layanan tertentu kepada para konsumen. Merek yang baik juga menyampaikan jaminan tambahan berupa jaminan kualitas (Tjiptono, 2000:39).
Menurut American Marketing Association dalam Kotler dan Keller (2008:258), mendefinisikan merek sebagai nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasinya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa dari salah satu penjual atau kelompok penjual dan mendeferensiasikan mereka dari para pesaing.

Jadi dapat disimpulkan bahwa merek adalah segala sesuatu yang menampilkan identitas dari suatu produk melalui tanda yang berupa nama, gambar, lambang maupun desainnya.
Merek mencerminkan keseluruhan persepsi dan perasaan konsumen mengenai atribut dan kinerja produk, nama merek, dan maknanya, dan perusahaan yang diasosiasikan dengan merek yang bersangkutan (Tjiptono, 2000:19).
Menurut Kotler dan Keller (2008:269) ada enam kriteria utama untuk memilih elemen merek, yaitu :
1. Dapat diingat
Seberapa mudah elemen merek itu diingat dan dikenali serta berlaku dalam pembelian maupun konsumsi. Nama-nama pendek seperti LV, BMW dan Levi’s adalah elemen merek yang mudah diingat.
2. Berarti
Elemen merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang berhubungan dengannya dan menyiratkan sesuatu tentang bahan produk atau tipe orang yang menggunakan merek.
3. Dapat disukai
Seberapa menarik estetika suatu elemen merek dan dapat disukai secara visual, secara verbal, dan cara lain.

4. Dapat ditransfer Dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru dalam kategori yang sama maupun berbeda dan juga menambah ekuitas merek melintasi batas geografis dan segemen pasar.
5. Dapat disesuaikan Elemen merek tersebut mudah untuk disesuaikan dan diperbaharui.
6. Dapat dilindungi Dapat dilindungi secara kompetitif dan secara hukum. Nama-nama yang menjadi sama dengan kategori produk seperti Xerox dan BMW harus mempertahankan hak nama dagang merek. Menurut Tjiptono (2000:42) agar suatu merek dapat mencerminkan
makna–makna yang ingin disampaikan, maka ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan, yaitu :
1. Merek harus khas dan unik 2. Merek harus menggambarkan sesuatu mengenai manfaat produk dan
pemakaiannya 3. Merek harus menggambarkan kualitas produk 4. Merek harus mudah diucapkan, dikenali, diingat

5. Merek tidak boleh mengandung arti yang buruk di negara dan dalam bahasa lain
6. Merek harus dapat menyesuaikan diri dengan produk–produk baru yang mungkin ditambahkan ke dalam lini produk
Merek juga mengisyaratkan tipe konsumen yang membeli atau menggunakan produknya.
Whitwell dalam Tjiptono (2005:22) menerangkan bahwa pemahaman mengenai merek tidak bisa dipisahkan dari tipe–tipe utama merek, karena masing–masing tipe memiliki citra merek yang berbeda. Ketiga tipe tersebut meliputi :
1. Attribute brands
Yakni merek–merek yang memiliki citra yang mampu mengkomunikasikan keyakinan/kepercayaan terhadap atribut organisasi produk. Kerapkali sangat sukar bagi konsumen untuk menilai kualitas dasn fitur secara obyektif atas begitu banyak tipe produk, sehingga mereka cenderung memiliki merek–merek yang dipersepsikan sesuai dengan kualitasnya.
2. Aspirational brands
Yaitu merek–merek yang menyampaikan citra tentang tipe orang yang membeli merek yang bersangkutan. Citra tersebut tidak banyak mengandung produknya, tetapi justru lebih banyak berkaitan dengan gaya

hidup yang didambakan. Keyakinan yang dipegang konsumen adalah bahwa dengan memiliki merek semacam ini, akan tercipta asosiasi yang kuat antara dirinya dengan kelompok aspirasi tertentu. Dalam hal ini, status, pengakuan sosial, dan identitas jauh lebih penting daripada sekedar nilai fungsional produk.
3. Experience brands
Mencerminkan merek–merek yang menyampaikan citra asosiasi dan emosi bersama (shared associations and emotionals). Tipe ini memiliki citra melebihi sekedar aspirasi dan lebih berkenaan dengan kesamaan filosofi antara merek dan konsumen individual. Kesuksesan sebuah experience brands ditentukan oleh kemampuan merek bersangkutan dalam mengekspresikan individualitas dan pertumbuhan personal.
2.1.2 Peranan dan Kegunaan Merek
Menurut Durianto (2004:61), setiap merek mempunyai peranan yang sangat penting salah satunya adalah dalam hal menjembatani harapan konsumen pada saat perusahaan menjanjikan sesuatu kepada konsumen. Dengan demikian, dapat diketahui ikatan emosional yang tercipta antara perusahaan dengan konsumen.
Menurut Durianto (2004:62–63), setiap merek mengandung beberapa aspek peranan yang sangat bermanfaat bagi para konsumen, antara lain:

a. Memotivasi orang untuk terlibat atau membeli Merek seringkali menjadi alat utama untuk menarik perhatian konsumen. Merek tersebut mengisyaratkan, “Inilah yang Anda inginkan”.
b. Menjadikan produk mudah diingat Merek itu sendiri harus menempel diingatan konsumen. Banayak cara agar hal itu terjadi, seperti memilih nama yang unik dan beda, atau nama yang menimbulkan kesan meyakinkan.
c. Menciptakan titik fokus
Merek harus memberikan daya tarik sentral yang merangkum semuanya. Merek harus relevan dengan produk dan fungsinya serta idealnya harus memberi sejenis inspirasi atau petunjuk pada seluruh komunikasi merek.
d. Menggambarkan hakikat atau fungsi produk Peraturan ini selalu berlaku. Adapun yang perlu dilakukan adalah mengingat nama produk dan pertimbangkan yang mana.
e. Menciptakan perasaan atau identifiksi yang positif
Merek yang dapat membuat konsumen merasa bangga ketika membelinya adalah merek yang berkontribusi besar pada loyalitas konsumen. Menurut Durianto (2004:64), ada beberapa faktor yang menyebabkan setiap merek memiliki aspek peranan yang sangat penting, yaitu sebagai berikut:

a. Emosi konsumen terkadang naik turun. Merek mampu membuat emosi menjadi konsisten dan stabil.
b. Merek mampu menembus setiap pagar budaya pasar. Bisa dilihat bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima seluruh dunia dan budaya.
c. Merek mampu menciptakan interaksi dengan konsumen, semakin kuat suatu merek, semakin kuat pula interaksinya dengan konsumen.
d. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen. Merek yang kuat akan merubah perilaku konsumen.
e. Merek memudahkan dalam proses pengambilan keputusan oleh konsumen. Konsumen mudah menentukan produk yang akan dibelinya dengan adanya merek.
f. Merek berkembang menjadi sumber asset yang bermanfaat bagi perusahaan.
2.1.3 Nilai Merek
Menurut Kotler (2005:117), nilai merek adalah nilai dari suatu merek, berdasarkan pada sejauh mana merek itu mempunyai loyalitas merek, kesadaran nama merek, anggapan mutu, asosiasi merek yang tinggi, dan asset lain, contohnya paten, merek dagang dan hubungan distribusi. Dengan demikian, setiap merek akan bervariasi dalam besarnya pengaruh dan nilai di pasar. Pada dasarnya, setiap merek yang ampuh akan mempunyai nilai merek yang tinggi.

Menurut Nicolino (2004:45), setiap merek mengandung beberapa nilai yang sangat bermanfaat bagi para konsumen, antara lain:
a. Pemberian merek memungkinkan mutu dan kualitas produk lebih terjamin serta lebih konsisten
b. Meningkatkan efisiensi pembeli karena merek dapat menyediakan informasi tentang produk dan tempat membelinya.
c. Meningkatkan inovasi–inovasi produk baru, karena produsen terdorong untuk menciptakan keunikan–keunikan baru guna mencegah peniruan dari pesaing.
Menurut Nicolino (2004:48), selain memberi manfaat bagi para konsumen, nilai merek juga memberikan manfaat yang penting bagi para produsen, antara lain:
a. Memudahkan para produsen mengolah pesanan dan menelusuri masalah– masalah yang timbul.
b. Memberikan perlindungan hukum atas keistimewaan atau ciri khas dari setiap produk.
c. Memungkinkan para produsen untuk menarik sekelompok konsumen yang setia dan menguntungkan.
d. Membantu para produsen dalam melakukan segmentasi pasar produk.

2.2 Ekuitas Merek
Dengan semakin banyaknya perusahaan yang mempunyai tujuan untuk dikenal di tengah padatnya pasar, ekuitas merek yang dimiliki oleh perusahaan memainkan peran besar untuk mendapatkan kesuksesan dalam hal tersebut. Ketika sebuah merek sudah berdiri, merek tersebut memiliki potensi yang tidak terbatas untuk membuat bangunan ekuitas (Nicolino, 2004:78). Semakin muda atau semakin lemah ekuitas suatu merek, maka ia akan semakin rentan terhadap masalah. Aaker (1997:22) mendefinisikan brand equity sebagai “serangkaian asset merek dan aktiva lainnya yang berhubungan dengan sebuah merek, yang dapat meningkatkan nilai produk bagi pelanggan”. Kotler dan Susanto (2001:579) mendukung pernyataan ini dengan menyatakan bahwa sebuah merek yang kuat sebenarnya mewakili sekelompok pelanggan yang setia, sehingga aktiva dasar yang mendasari ekuitas merek adalah ekuitas pelanggan.
Dari sisi perusahaan, merek yang kuat dapat membantu perusahaan dalam mengelola aset-aset merek dengan baik, meningkatkan arus kas, memperluas pangsa pasar, menetapkan harga premium, mengurangi biaya promosi, meningkatkan penjualan, menjaga stabilitas, dan meingkatkan keunggulan kompetitifnya.
Ekuitas merek dapat memberikan nilai bagi perusahaan antara lain sebagai berikut:
a. Ekuitas merek yang kuat dapat membantu perusahaan untuk menarik minat calon konsumen dan untuk menjalin hubungan yang baik dengan

para pelanggan dan dapat menghilangkan keraguan konsumen terhadap kualitas merek.
b. Seluruh elemen ekuitas merek dapat mempengaruhi keputusan pembelian konsumen karena ekuitas merek yang kuat akan mengurangi keinginan konsumen untuk berpindah ke merek lain.
c. Konsumen yang memiliki loyalitas yang tinggi terhadap suatu merek tidak akan mudah untuk berpindah ke merek pesaing, walaupun pesaing telah melakukan inovasi produk.
d. Asosiasi merek yang akan berguna bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi atas keputusan strategi perluasan merek.
e. Perusahaan yang memiliki ekuitas merek yang kuat dapat menentukan harga premium serta mengurangi ketergantungan perusahaan terhadap promosi.
f. Perusahaan yang memiliki ekuits merek yang kuat dapat menghemat pengeluaran biaya pada saat perusahaan memutuskan untuk melakukan perluasan merek.
g. Ekuitas merek yang kuat akan menciptakan loyalitas saluran distribusi yang akan meningkatkan jumlah penjualan perusahaan.
h. Empat elemen inti ekuitas merek (brand awarness, perceived quality, brand associations, dan brand loyalty) yang kuat dapat meningkatkan

kekuatan elemen ekuitas merek lainnya seperti kepercayaan konsumen, dan lain-lain.
2.2.1 Dimensi Ekuitas Merek
Beberapa peneliti mempunyai pendapat yang berbeda-beda dalam mengklasifikasi kategori ataupun dimensi yang terdapat dalam ekuitas merek, namun pendapat yang paling umum digunakan adalah pendapat Aaker (1997:23) yang mengklasifikasikan ekuitas merek dalam 5 dimensi, yakni kesadaran merek (brand awarness), asosiasi merek (brand associations), persepsi kualitas (perceived quality), loyalitas merek (brand loyalty), dan aset-aset lainnya. Hanya empat dari kelima indikator yang disebutkan diatas yang merupakan dimensidimensi utama dari ekuitas merek, yaitu kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas merek. Sementara dimensi aset-aset merek yang lainnya tidak diikutsertakan

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3866 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1027 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 617 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1214 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 803 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1316 23