Pemberdayaan mustahik zakat melalui program pekan yayasan griya yatim dan dhuafa

PEMBERDAYAAN MUSTAHIK ZAKAT MELALUI PROGRAM
PEKAN PADA YAYASAN GRIYA YATIM DAN DHUAFA

Skripsi
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh
Gelar Sarjana Ekonomi Syariah (S.E.Sy.)

Oleh:
ACHMAD ROMDHONI
1111046300003

KONSENTRASI MANAJEMEN ZAKAT DAN WAKAF
PROGRAM STUDI MUAMALAT (EKONOMI ISLAM)
FAKULTAS SYARIAH DAN HUKUM
UIN SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015 M/1437 H

ABSTRAK

   
Penelitian ini berjudul Pemberdayaan Mustahik Zakat Melalui Program
PEKAN Pada Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa. Adalah karya ilmiah Achmad
Romdhoni, NIM 1111046300003, Mahasiswa Program Studi Muamalat (Ekonomi
Islam), Konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf (ZISWAF), Fakultas Syariah dan
Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, 2015, di bawah
bimbingan Muh. Fudhail Rahman, Lc., M.A.
Penelitian berlokasi di Komplek Delations Virgin Island NA-7 De Lations,
Rawa Buntu Kec. Serpong Tangsel. Penelitian ini menelusuri akan mempertanyakan
pemberdayaan mustahik zakat di yayasan Griya Yatim dan Dhuafa sejak 2012-2014
(3 tahun terakhir). Penelitian bertujuan sebagai berikut, (1) Mekanisme
pemberdayaan mustahik zakat melalui program PEKAN pada yayasan GriyaYatim
dan Dhuafa. (2) Dampak pemberdayaan mustahik zakat terhadap peningkatan
keterampilan mustahik pada yayasan Griya Yatim dan Dhuafa.
Penelitian skripsi ini menggunakan metode penelitian pendekatan deskriptif
kualitatif. Tehnik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara pada lembaga
terkait data primer. Sementara data sekunder diperoleh dari kepustakaan,
dokumentasi, dan brosur lembaga serta official website yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa.
Kesimpulan penelitian ini adalah, (1) Mekanisme dalam program
pemberdayaan PEKAN yang dilakukan yayasan Griya Yatim dan Dhuafa baik dalam
prosedur dan tujuan pelaksanaanya kepada mustahik sesuai dengan prosedur yang
sudah terencana sehingga program dapat terlaksana dengan baik. (2) Sementara
dampak dengan adanya program pemberdayaan PEKAN mustahik zakat dalam
peningkatan keterampilan telah banyak dirasakan oleh penerima manfaat yakni
khusunya para lulusan asrama yayasan Griya Yatim dan Dhuafa mereka mendapatkan
pelatihan keterampilan dan guna bekal untuk mereka memasuki dunia kerja.
Kata Kunci

:Pemberdayaan, mekanisme, Mustahik Zakat, Yayasan
Griya Yatim dan Dhuafa

Pembimbing I

:Muh. Fudhail Rahman, Lc., M.A

Daftar Pustaka

: Tahun 1989 sampai 2015

v

KATA PENGANTAR


 
Rasa syukur serta rangkaian puji senantiasa penulis panjatkan kepada Tuhan
pemelihara dan pengatur semesta alam, Allah yang maha kuasa , berkat kehendak dan
kuasanya sehingga penulis mampu menyelesaikan skripsi ini. Sholawat serta salam
selalu tercurahkan kepada kepada baginda Nabi Muhammad SAW, suri tauladan kita
dalam setiap aktivitas kehidupan.
Alhamdulillah atas ridho dan kuasa Allah SWT seta doa dan bantuan dari
berbagai pihak secara langsung maupun tidak langung hingga akhirnya penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini. Izinkan penulis menyampaikan rasa hormat dan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1.

Bapak Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A selaku dekan Fakultas Syariah dan Hukum
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Bapak AM. Hasan Ali, M.A. dan Bapak H. Abdurrauf, Lc., M.A. selaku Ketua
dan Sekertaris Program Studi Muamalat Fakultas Syariah dan Hukum
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Muh. Fudhail Rahman, Lc., M.A. Dosen pembimbing yang tidak kenal lelah
meluangkan waktu dan memberikan sumbangan fikiran, serta arahan kepada
penulisan skripsi ini.

vi

4.

Kepada pimpinan perpustakaan beserta staff, baik perpustakaan Fakultas Syariah
dan Hukum, Perpustakaan Utama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang
memberikan fasilitas kepada penulis untuk mengadakan studi kepustakaan.

5.

Ibunda tercinta Royani dan Ayahanda Bahruddin yang telah mencurahkan do’a
dan kasih sayang, kesabaran dan dorongan spirit maupun materi serta
pengorbanan yang selalu diberikan kepada penulis sehingga penulis dapat
mempersembahkan sesuatu yang mudah-mudahan dapat dijadikan kebanggaan.
Serta kepada adik penulis Ahmad Dicky Darmawan dan Achmad Zulfikri Rhodin
yang selalu memberikan dukungan dan doa dalam penyelesaian skripsi ini.

6.

Silvia Arafah yang selalu sama-sama saling menyemangati dan memotivasi
selama berjalanya skripsi ini. Sehingga dapat menyelesaikan skripsi ini.

7.

Bapak Roni Anto selaku Manajer HumasYayasan Griya Yatim dan Dhuafa yang
telah membantu atas terselesaikannya skripsi ini.

8.

Saudara Catur Faturachman selaku Staff IT Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa
yang telah membantu dan mengorbankan waktu dan pekerjaanya atas
terselesaikannya skripsi ini.

9.

Kepada pihak Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa yang telah mengijinkan penulis
dalam melakukan penelitian dan wawancara.

10. Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Fakultas Syariah dan Hukum yang telah
memberikan ilmu dan pengetahuan yang berharga selama penulis menyelesaikan
masa studi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

vii

11. Kepada sahabatku keluarga konsentrasi Manajemen Zakat dan Wakaf (ZISWAF)
Angkatan 2011 yang selama ini memberikan makna dan arti dalam sebuah
persahabatan. Kemudian Ainul Yakin yang suka mendengar curhatan dan keluh
kesah dan saling memotivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
12. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, namun telah
memberikan bantuan dan kontribusi yang cukup besar sehinga penulis dapat
lulus menjalani perkuliahan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Demikian ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada seluruh pihak,
semoga Allah SWT memberikan kemudahan atas semuanya. Amin Ya Robbal
’Alamin.

Jakarta,06 Muharom 1437 H
19 Oktober 2015 M

PENULIS

viii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN PANITIA UJIAN ............................................ iii
LEMBAR PERNYATAAN .............................................................................. iv
ABSTRAK ......................................................................................................... v
KATA PENGANTAR ....................................................................................... vi
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix
DAFTAR TABEL ........................................................................................... xii
DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiii
DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiv

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .............................................................. 1
B. Permasalahan............................................................................... 10
1. Identifikasi Masalah .............................................................. 10
2. Pembatasan Masalah ............................................................. 10
3. Perumusan Masalah .............................................................. 11
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................... 11
D. Kajian Pustaka............................................................................. 13
E. Kerangka Teori............................................................................ 19
F. Metode Penelitian........................................................................ 21
G. Sistematika Penulisan ................................................................. 24

BAB II

LANDASAN TEORITIS
A. Zakat, Infaq dan Shadaqah .......................................................... 27
1. Pengertian Zakat.................................................................... 27
2. Pengertian Infaq .................................................................... 29
3. Pengertian Shadaqah ............................................................. 30
B. Landasan Hukum Zakat, Infaq dan Shadaqah............................. 32

ix

C.
D.

E.

F.

1. Landasan Hukum Zakat ........................................................ 32
2. Landasan Hukum Infaq ......................................................... 33
3. Landasan Hukum Shadaqah .................................................. 34
Tujuandan Hikmah ZIS Bagi Masyarakat................................... 35
Pemberdayaan Masyarakat.......................................................... 37
1. Pengertian Pemberdayaan Masyarakat ................................. 37
2. Tahap-Tahap Pemberdayaan Masyarakat ............................. 40
3. Proses Pemberdayaan Masyarakat ........................................ 42
4. Indikator Pemberdayaan Masyarakat .................................... 43
5. Tujuan Pemberdayaan Masyarakat ....................................... 44
Keterampilan ............................................................................... 46
1. Pengertian Keterampilan ....................................................... 46
2. Jenis-Jenis Keterampilan ....................................................... 47
Mustahik Zakat............................................................................ 48
1. Pengertian Mustahik Zakat ................................................... 48
2. Standar Mustahik Zakat ........................................................ 49

BAB III

PENGELOLAAN ZAKAT PADA YAYASAN GRIYA YATIM DAN
DHUAFA
A. Sejarah Perkembangan dan Dasar Hukum Yayasan Griya
Yatim dan Dhuafa........................................................................ 54
B. Penghimpunan, Pengelolaan dan Penyaluran Dana ZIS ............. 58
1. Penghimpunan Dana ZIS ....................................................... 58
2. Pengelolaan dan Penyaluran Dana ZIS ................................. 60
C. Program Pemberdayaan PEKAN Yayasan GriyaYatim
dan Dhuafa.................................................................................. 60
1. Target Dari Program Pemberdayaan PEKAN ....................... 61
2. Indikator Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa Dalam
Pemberdayaan Program PEKAN ......................................... 62

BAB IV

PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN
MUSTAHIK ZAKAT
A. Mekanisme Pemberdayaan Mustahik Zakat Melalui
Program PEKAN padaYayasan Griya Yatim dan Dhuafa .......... 63

x

BAB V

B. Dampak Pemberdayaan Mustahik Zakat Terhadap Peningkatan
Keterampilan Mustahik Pada Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa
..................................................................................................... 70
PENUTUP
A. kesimpulan................................................................................... 78
B. saran ............................................................................................. 79

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 80

LAMPIRAN

xi

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Study Terdahulu .................................................................................. 13
Tabel 1.2 Jumlah Penerimaan Zakat tahun 2010 – 2013 ................................... 59
Tabel 1.3 Jumlah Penyaluran Dana Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa Pada
Program Pemberdayaan Tahun 2009-2015 ....................................... 73
Tabel 1.4 Jumlah Pencapaian Kelulusan Anak asrama Yayasan Griya Yatim
dan Dhuafa Tahun 2012-2014 ............................................................ 74

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Foto-Foto Kegiatan Program Pemberdayaan PEKAN ................... 68

xiii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Surat Keterangan Dosen Pembimbing
Lampiran 2 Surat Permohonan Penelitian Di Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa
Lampiran 3 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian Di Yayasan Griya Yatim
dan Dhuafa
Lampiran 4 Hasil Wawancara dengan Maneger Humas Yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa
Lampiran 5 Hasil Wawancara dengan Lulusan dan Anak mukim Yayasan Griya
Yatim dan Dhuafa
Lampiran 6 Laporan Penyaluran Program
Lampiran 7 Legalitas Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa
Lampiran 8 Brosur Program-Program Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Zakat adalah tumbuh atau menumbuhkan, yaitu menumbuhkan dan
mengembangkan martabat manusia.Batasan ini, menegaskan keharusan zakat
sebagai pemberdaya kaum lemah.Zakat harus menjadi kekuatan pendorong,
perbaikan dan peningkatan keadaan penerimanya (mustahik).1 Kadar zakat
disebut dengan sedekah, semua zakat adalah sedekah, akan tetapi tidak semua
sedekah adalah zakat, tetapi zakat adalah sedekah wajib.2 Dengan pengelolaan
yang baik zakat merupakan sumber dana potensial yang dimanfaatkan untuk
memajukan kesejahteraan umum bagi seluruh masyarakat.3
Dalil diwajibkanya pemungutan zakat, Allah SWT dalam Firmanya
sebagaimana dijelaskan dalam surat At- Taubah: 103:

              
   

1

Noor Aflah.Ed., Strategi Pengelolaan zakat di Indonesia, (Jakarta: Penerbit Forum
Zakat,cet.Pertama Januari 2011), h.3
2
Dr. Husein Syahatah, Cara Praktis Menghitung Zakat, (Ciputat : Penerbit Kalam Pustaka,
cet. Pertama Oktober 2005), h.16
3
Elsi Kartika Sari, Pengantar Hukum Zakat dan Wakaf, (Jakarta: PT. Grasindo, 2007), h.1

1

2

Artinya:
“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkandan mensucikanmereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan
Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Q.s At-Taubah: 103).
Pembayaran zakat bukan hanya menunjukkan kesalehan individual tetapi
juga mencerminkan kesalehan sosial. Zakat dibayarkan oleh aghniya, orang yang
dipandang kaya menurut aturan syara wajib membayar zakat (muzakki) kepada
orang-orang miskin sesuai pedoman Syar’i (fuqoro) yang dikategorisasikan
dalam 8 (delapan) golongan penerima (mustahik). Zakat merupakan sumber dana
potensial dalam program pengentasan kemiskinan dan pemberdayaan ekonomi
masyarakat level bawah.4 Dasar pendayagunaan zakat umumnya didasarkan pada
surat At-Taubah ayat 60:

     
    
             
 
Artinya:
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orangorang miskin, pengurus-pengurus zakat, Para mu'allaf yang dibujuk hatinya,
untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah
dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang
4

Lili Bariadi, dkk, Zakat dan Wirausaha,(Jakarta: CV. Pustaka Amri, 2005, cet. 1), h. 1

3

diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (Q.s AtTaubah: 60).
Secara umum terdapat dua tujuan dari ajaran zakat, yaitu untuk kehidupan
individu muzakki, meliputi pencucian jiwa dari sifat kikir, mendidik berinfak dan
suka memberi, berakhlak dengan akhlak Allah, merupakan menifestasi syukur
atas nikmat Allah SWT, mengobati hati dari cinta dunia, mengembangkan
kekayaan batin, dan menarik rasa simpati/cinta. bagi penerima, zakat
membebaskan penerima dari kebutuhan, dan menghilangkan sifat dengki dan
benci. Bagi harta yang di zakati, zakat mensucikan harta dan mengembangkan
harta.Tujuan kedua memiliki dampak kehidupan kemasyarakatan secara luas
yaitu secara perlindungan (asuransi) dan jaminan sosial.5
Pengumpulan zakat tidak dapat melalui pemaksaan terhadap muzakki,
melainkan muzakki melakukan dengan kesadaran sendiri, menghitung sendiri
jumlah hartanya dan kewajiban zakatnya, muzakki dapat meminta bantuan
kepada BAZ/LAZ Lembaga Pengelolaan Zakat (LPZ). Idealnya UPZ
menyediakan panduan dalam penghimpunan dana, jenis dana, dan cara dana itu
diterima. Organisasi pengelola menetapkan jenis dana yang diterima sebagai
sumber dana. Setiap jenis dana memiliki jenis karakteristik sumber konsekuensi
pembatasan perbedaan yang harus dipenuhi oleh pengelola zakat.6

5

Yusuf Al-Qaardhawi, Hukum Zakat, (Jakarta: Litera Antar Nusa,1993), cet. Ke-3, h. 847-

6

Lili Bariadi,dkk, Zakat dan Wirausaha, (Jakarta: CED, 2005), Cet. 1, h.20

885

4

Pemberdayaan masyarakat berbasis zakat adalah salah satu metode
pendayagunaan dana zakat yang tujuan utamanya untuk memperbaiki kualitas
hidup fakir miskin melalui pendayagunaan sumber-sumber yang ada pada
mereka serta menekankan prinsip partisipasi.7
Dalam pendayagunaan, ada beberapa kegiatan yang dapat dikembangkan
oleh Lembaga Amil Zakat ataupun Badan Amil Zakat.Kegiatan tersebut
diantaranya yaitu pengembangan ekonomi, pembinaan sumber daya manusia
(SDM), dan bantuan yang sifatnya sosial semata.8
Pendayagunaan zakat adalah inti dari seluruh kegiatan pengumpulan dana
zakat. Di dalam mengoptimalkan fungsi zakat sebagai amal ibadah sosial yang
mengharuskan pendayagunaan zakat diarahkan pada model produktif dari pada
model komsumtif seperti ketentuan yang tercantum dalam UU No. 23 Tahun
2011 tentang pengelolaan zakat.9
Kemudian upaya pemberdayaan masyarakat telah mendapatkan perhatian
besar yang meliputi aspek pemberdayaan ekonomi, sosial, dan politik.
pemberdayaan masyarakat dalam hal ini adalah dengan memberikan akses
kepada masyarakat, lembaga, dan organisasi masyarakat dengan memperoleh

7

Zakat dan Pemberdayaan, di akses pada tanggal 03 Februari 2015 dari
http://fatkhurrochman.blogspot.com/2012/01/zakat-pemberdayaan.html
8
Sudewo, Eri. Manajemen Zakat (Tinggalkan 15 Tradisi Terapkan 4 Prinsip Dasar) Institut
Manajemen Zakat. Jakarta: 2004, h.226
9
UU No 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolahan Zakat, Bab III ( Pendayagunaan Zakat)
Pasal 27.

5

atau memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan kualitas kehidupannya,
karena penyebab ketidakberdayaan masyarakat disebabkan oleh keterbatasan
akses, kurangnya pengetahuan dan keterampilan, serta adanya kondisi
kemiskinan yang dialami sebagian masyarakat.10
Hal utama yang masih melandasi pendayagunaan zakat pada umumnya,
baru sebatas transparansi dan kepatutan mustahik yang menjadi sasaran
penyaluran zakat. Audit pendayagunaan, masih melandaskan diri pada
pandangan bahwa amil berperan dengan baik jika tidak keliru menetapkan
mustahik dan bisa mempertangungjawabkan dana yang diamanahkan melalui
lembaga zakat yang dikelolanya.11
Selain itu pendayagunaan zakat oleh beberapa lembaga pengumpul zakat
masih banyak yang bersifat konvensial, berjangka pendek, dan didasari motivasi
untuk menyelesaikan masalah sesaat. Zakat yang diberikan secara cuma-cuma
dalam bentuk karitas (kebaikan hati), padahal mustahik mampu berusaha,
selamanya tidak akan pernah mengubah mustahik menjadi muzakki. Bukan
mengentaskan kemiskinan tetapi melestarikan kemiskinan.12

10

Rr.Suhartini dan A. Halim.Model-model Pemberdayaan Masyarakat (yogyakarta): pustaka
pesatren, 2005), h. 211.
11
Hadi Wahyudi, Optimalisai Pendayagunaan ZIS Bidang Kesehatan Pada LAZ PKPU
(Studi Kasus Lembaga Amil Zakat Nasional PKPU),”(Skripsi SI Fakultas Syariah dan Hukum,
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013)
12
Abdul Alim,”Pemberdayaan Ekonomi Mustahik Zakat Perusahaan Pada Baitulmaal
Muamalat,”(Skripsi SI Fakultas Syariah dan Hukum, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta, 2010)

6

Dari pada itu harta pengumpulan zakat dari masyarakat (umat Islam) itu
kemudian didayagunakan untuk kepentingan masyarakat yang tidak mampu dan
berhak mendapatkan bagian dari harta zakat (mustahik).Pendayagunaan tersebut
harus didasarkan pada skala prioritas kebutuhan mustahik.Selain itu, khusus bagi
zakat harta (mal), pendayagunaan zakat harus pula diorientasikan pada usahausaha yang bersifat produktif. Hal ini terlebih-lebih dari hasil pengumpulan infaq
dan shadaqah harus lebih diorientasikan pada usaha-usaha yang bersifat
produktif.13
Dengan adanya program-program lembaga zakat yang mendukung untuk
mengembangan potensi mustahik, salah satunya dari aspek sosial untuk
menunjang masa depan. Maka mustahik tidak perlu mengkhawatirkan berapa
banyak pengeluaran yang harus dikeluarkan sedangkan pendapatan belum tentu
memenuhi kebutuhan hidupnya.Kemudahan adanya program-program yang
mendukung mustahik ini, dapat mengurangi beban mustahik.
Indonesia memiliki persoalan kemiskinan dan pengangguran.kemiskinan di
Indonesia dapat dilihat dari tiga pendekatan yaitu kemiskinan alamiah,
kemiskinan struktural, dan kesenjangan antar wilayah. Kemiskinan alamiah
terjadi antara lain karena sumber daya alam yang terbatas, penggunaan teknologi
yang rendah, dan bencana alam. Sedangkan kemiskinan buatan terjadi karena

13

H.A. Djazuli, Yadi Janwari, Lembaga-Lembaga Perekonomian Umat, (Jakarta: PT.Raja
Grafindo Persada, 2002) h. 48

7

lembaga-lembaga yang ada di masyarakat membuat sebagian dari anggota
masyarakat tidak mampu menguasai sarana ekonomi dan berbagai fasilitas lain
yang tersedia, hingga mereka tetap hidup dalam kemiskinan. Persoalan
pengangguran lebih dipicu oleh rendahnya kesempatan dan peluang kerja bagi
angkatan kerja di pedesaan.Upaya untuk menanggulanginya harus menggunakan
pendekatan multi disiplin yang berdimensi pemberdayaan.Pemberdayaan yang
tepat harus memadukan aspek-aspek penyadaran, peningkatan kapasitas, dan
pendayagunaan.14
Salah satu lembaga pengelolaan zakat yang mempunyai program dan
konsen terhadap pemberdayaan masyarakat atau mustahik adalah yayasan Griya
Yatim dan Dhuafa (GYD). GYD sebagai sebuah organisasi sosial yang fokus
pada aspek sosial, GYD melakukan kegiatan pengumpulan, pengadministrasian
dan pendistribusian atau pendayagunaan zakat, infak shadaqah. Dari hasil
pengumpulan yang dilakukan oleh GYD, maka GYD melakukan pembuatan
program- program

salah satunya dalam pemberdayaan masyarakat yang

bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan mustahik.
Oleh karena itu, yayasan Griya Yatim dan Dhuafa membangun sebuah
program pemberdayaan yang dilakukan baik secara reguler setiap bulan maupun
yang bersifat insidentil, program diantaranya berbentuk pelatihan keterampilan,

14

kemiskinan dan pengangguran di Indonesia, di akses pada tanggal 01 Maret 2015 dari
http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/21219/5/Chapter%20I.pdf

8

pemberian modal usaha kepada pengusaha kecil, ataupun pengembangan sumber
daya manusia. Tujuanya untuk membantu masyarakat miskin khusunya para
yatim dan dhuafa agar mandiri. Ada 3 pemberdayaan yaitu PEKAN (Pelatihan
Keterampilan untuk Anak Yatim dan Dhuafa), SIMANTAP (Santunan Peduli
anak Yatim dan Dhuafa non Panti), SMART Leadership Center (pelatihan dan
pengembangan SDM remaja-remaja dhuafa dari umur 13 tahun).
Program PEKAN yaitu Pelatihan Keterampilan untuk Anak Yatim dan
Dhuafa merupakan program pemberdayaan yayasan Griya Yatim dan Dhuafa.
Program ini dibentuk sejak tahun 2010, dikarenakan melihat kondisi masyarakat
khususnya anak-anak banyak yang putus sekolah kemudian banyak tidak
mempunyai keahlian apapun.Program PEKAN berbentuk pembinaan dalam
bentuk pelatihan life skill.Biasanya program PEKAN diadakan di asrama-asrama
GYD yang terletak disetiap wilayah seperti di Jakarta timur. Program PEKAN
berupa Teknisi komputer, Handphone , sepeda motor, kursus menjahit,
merangkai bunga, dan lain-lain. Program ini diperuntukkan bagi anak-anak yatim
maupun dhuafa yang sudah remaja baik yang tinggal di asrama maupun yang
tidak (non mukim).Kemudian Program ini dilakukan baik secara reguler setiap
bulan maupun yang bersifat insidentil, program ini berbentuk pelatihan
keterampilan dan keahlian.Program ini merupakan pemberdayaan yang
dilakukan oleh yayasan Griya Yatim dan Dhuafa untuk meningkatkan
kesejahteraan mustahik dalam menjalankan kehidupanya setelah memasuki dunia

9

kerjanya nanti. Dengan adanya
memberdayakan

mustahik zakat

pelatihan keterampilan dari GYD, dapat
sehingga

mereka menjadi terampil dan

mempunyai peluang selain bekerja mereka bisa membuka usaha jasa atas
pelatihan yang mereka telah miliki dari pelatihan-pelatihan program PEKAN.
Berawal dari rasa galau beberapa founding father yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa melihat kondisi anak-anak yang terpaksa putus sekolah atau tidak
sekolah sama sekali karena harus bekerja untuk menyambung hidupnya di daerah
Kampung Dadap, pemukiman kumuh persis ditengah-tengah megahnya
perumahan Bumi Serpong Damai. Setelah beberapa kali mengadakan
pertemuan, dibentuklah lembaga sosial yang konsen pada masalah sosial
khususnya anak-anak.Dengan menempati sebuah rumah di Jl. Magnolia 1 Sektor
1.2 BSD yang digunakan juga sebagaiasrama yatim dan dhuafa terbentuklah
organisasi sosial yang bernama Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa pada tahun
2009.15Hampir setiap tahunnya penghimpunan dana Zakat di yayasan Griya
Yatim dan Dhuafa mengalami peningkatan. Jumlah dana yang terhimpun pada
tahun 2013 meningkat (Rp.4.51 miliyar) di bandingkan 2012 (Rp 3,11 milyar)
dan tahun 2011 (Rp 1,6 miliyar) kemudian 2010 (Rp 695 juta) sehingga total

Griya Yatim & Dhuafa (GYD) “ Sejarah Terbentuknya Griya Yatim & Dhuafa” di akses
pada tanggal 02 Desember 2014 dari http://id.griyayatim.com/profil/sejarah-gyd.html
15

10

penghimpunan sejak tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 sejumlah Rp. 9,91
milyar.16
Dari sinilah maka penulis tertarik membuat karya tulis dalam bentuk
skripsi yang berjudul “Pemberdayaan Mustahik Zakat Melalui Program
PEKAN Pada Yayasan Griya Yatim Dan Dhuafa” .
B. Permasalahan
1. Identifikasi Masalah
Terkait dengan latar belakng tersebut, maka penulis mengidentifikasi
masalah sebagai berikut:
a. Bagaimana mekanisme pemberdayaan mustahik zakat melalui program
PEKAN pada Yayasan Griya Yatim & Dhuafa?
b. Bagaimana dampak pemberdayaan mustahik zakat dalam peningkatan
keterampilan oleh yayasan Griya Yatim dan Dhuafa
c. Bagaimana hasil program PEKAN Tersebut apakah anak yatim dan
dhuafa mandiri atau tidak?
2. Pembatasan Masalah
Agar permasalahan dalam penelitian ini tidak meluas dan fokus pada
penulisan skripsi, maka penulis menganggap perlu untuk menyajikan
penulisan skripsi ini hanya sebatas pada penekanan sebagai berikut :

Griya Yatim & Dhuafa (GYD) “ Laporan Auditor Independen dan Laporan Keuangan
Tahun 2010-2012” (Tanggerang: Griya Yatim & Dhuafa,2012) h. 2
16

11

a. Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa dalam pemberdayaan mustahik zakat
melalui program PEKAN.
b. Mustahik zakat mandiri atau tidak setelah mendapatkan program PEKAN.
c. Tempat penelitian di Yayasan Griya Yatim & Dhuafa dan di asrama
yayasan Griya Yatim dan Dhuafa.
d. Penelitian dilakukan pada tahun 2015.
e. Penelitian ini menelusuri akan mempertanyakan pemberdayaan mustahik
zakat di Yayasan Griya Yatim & Dhuafa sejak 2012-2014 (3 tahun
terakhir).
3. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka dapat penulis rumuskan
sebagai berikut:
a. Bagaimana mekanisme pemberdayaan mustahik zakat melalui program
PEKAN pada Yayasan Griya Yatim & Dhuafa?
b. Bagaimana dampak pemberdayaan mustahik zakat terhadap peningkatan
keterampilan mustahik pada Yayasan Griya Yatim & Dhuafa?

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari pembuatan skripsi ini adalah :
a. Untuk mengetahui mekanisme pemberdayaan mustahik zakat melalui
program PEKAN yang dilakukan Griya Yatim & Dhuafa.

12

b. Untuk mengetahui dampak pemberdayaan mustahik zakat terhadap
keterampilansetelah mendapatkan program PEKAN pada Yayasan Griya
Yatim & Dhuafa.
2. Manfaat Penelitian
Dengan adanya penelitian ini, dapat membuat pencerahan bagi pihakpihak terkait :
a. Bagi Akademisi
Diharapkan hasil penelitian ini mampu memberikan pengetahuan tentang
zakat dan ekonomi syariah di tempat penulis menuntut ilmu.Sehingga
penulis bisa memberikan manfaat bagi para pencari ilmu.
b. Bagi Praktisi
Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi GYD atau pihak
terkait yang di dalamnya untuk meningkatkan mutu yang lebih baik, demi
kesejahteraan masyarakat sehingga tidak ada lagi kemiskinan dan bisa
meningkatkan perekonomian negara.
c. Bagi Masyarakat
Diharapkan dapat memberikan tambahan nilai kesejahteraan agar selalu
menyadari kewajiban untuk berzakat dari harta yang kita dapatkan untuk
mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan aktivitas
perekonomian serta pendidikan.

13

D. Tinjauan (Review) Kajian Pustaka
Kajian pustaka adalah untuk mendapatkan gambaran hubungan topik yang
akan diteliti dengan peneliti sejenis yang pernah dilakukan oleh penelitian
sebelumnya sehingga tidak ada pengulangan yang tidak perlu. Uraian berikut
akan memaparkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan, sehingga menjadi
jelas bagaimana penelitian ini penting dilakukan.

Table 1.1 Study Terdahulu
No

Nama Peneliti,

Keterangan dan Isi

Perbedaan dengan

Judul

Penelitian

Penulis

Penelitian
1.

Amelia

Skripsi ini membahas

Sedangkan penelitian

“Pemberdayan

tentang bagaimana

skripsi ini membahas

pemberdayaan masyarakat

mengenai “Pemberdayaan

n

Masyarakat

Melalui
Pelatihan
Keterampilan
Teknisi
HandphoneDi
Institut

melalui pelatihan teknisi
handphone di Institute

Mustahik Zakat Melalui
Program PEKAN Pada
Yayasan Griya Yatim dan

Kemandirian Dompet

Dhuafa”. Penelitian ini

Dhuafa dilaksanakan.
untuk mengetahui

Kemudian bagaimana
pelatihan keterampilan

bagaimana mekanisme
pemberdayaan mustahik

14

Kemandirian

teknisi handphone di

zakat melalui program

Dompet

Institut Kemandirian

PEKAN pada Yayasan

Dhuafa”.Konse

Dompet Dhuafa dan

Griya Yatim & Dhuafa dan

ntrasi

apakah memberikan

Pengembangan

kontribusi kepada

Masyarakat

semangat kemandirian

bagaimana dampak
pemberdayaan mustahik
zakat terhadap peningkatan
keterampilan mustahik

Islam, Fakultas pada pelakunya.
pada Yayasan Griya Yatim

Dakwah

dan

& Dhuafa. Metode yang

Komunikasi,
UIN

digunakan adalah dengan

Jakarta,

menggunakan pendekatan

Tahun 2009.

kualitatif. Dengan
pengumpulan data berupa
kepustakaan dan penelitian
lapangan.

2.

Aceng

Skripsi ini membahas

Sedangkan penelitian

Taryana“Peran

tentang membahas

skripsi ini membahas

an Zakat

mengenai pemberdayaan

mengenai “Pemberdayaan

Dalam

masyarakat melalui

Pemberdayaan

program ketahanan

Masyarakat

pangan ubi. Tujuan

Melalui

penelitian ini untuk

Mustahik Zakat Melalui
Program PEKAN Pada
Yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa”. Penelitian ini
untuk mengetahui

15

Program

mengetahui mekanisme,

bagaimana mekanisme

Ketahanan

aplikasi dan sejauh mana

pemberdayaan mustahik

Pangan Ubi”.

efektifitas penyaluran

zakat melalui program

(studi kasus

dana zakat yang

masyarakat

dilakukan Masyarakat

mandiri Dompet

Mandiri Dompet Dhuafa

PEKAN pada Yayasan
Griya Yatim & Dhuafa dan
bagaimana dampak
pemberdayaan mustahik

Dhuafa di

dalam mengembangkan
zakat terhadap peningkatan

Kabupaten

program ketahan pangan

Kuningan Jawa

ubi. Metode yang

Barat).

digunakan adalah

& Dhuafa. Metode yang

Konsentrasi

penelitian kualitatif

digunakan adalah dengan

Perbankan

dengan mendapatkan data

menggunakan pendekatan

Syariah,

atau informasi melalui

kualitatif. Dengan

Fakultas Syariah

observasi, wawancara,

pengumpulan data berupa

dan Hukum,

kamera dan dokumentasi.

UIN Jakarta,
Tahun 2011.

keterampilan mustahik
pada Yayasan Griya Yatim

kepustakaan dan penelitian
lapangan.

16

3.

Aditya

Penelitian membahas

Sedangkan penelitian

Ramadhan

penyaluran dana zakat

skripsi ini membahas

“Analisa

melalui pemberdayaan

mengenai “Pemberdayaan

Pemberdayaan

masyarakat . Tujuan

Zakat Dalam

penelitian ini untuk

Mensejahterak

mengetahui pengaruh dari

an

zakat dalam

Mustahik Zakat Melalui
Program PEKAN Pada
Yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa”. Penelitian ini
untuk mengetahui

Perekonomian

mengingkatkan

Mustahik”.(stu

kesejahteraan mustahik

di kasus pada

dan seberapa besar tingkat zakat melalui program

lembaga amil

keberhasilan dari program PEKAN pada Yayasan

zakat Sejahtera

yang telah dilakukan oleh

Griya Yatim & Dhuafa dan

Ummat Pondok

Lembaga Amil Zakat

bagaimana dampak

Aren-

Sejahtera Ummat. Metode pemberdayaan mustahik

Tanggerang).

yang digunakan adalah

Konsentrasi

penelitian kualitatif

Perbankan

dengan mendapatkan data

bagaimana mekanisme
pemberdayaan mustahik

zakat terhadap peningkatan
keterampilan mustahik
pada Yayasan Griya Yatim
& Dhuafa. Metode yang

Syariah,

atau informasih melalui
digunakan adalah dengan

Fakultas Syariah

observasi, wawancara dan

dan Hukum,

studi documenter.

UIN Jakarta,

menggunakan pendekatan
kualitatif. Dengan
pengumpulan data berupa

17

kepustakaan dan penelitian

Tahun 2013

lapangan.

4.

Abdul Alim

Penelitian membahas

Sedangkan penelitian

“Pemberdayaa

pemberdayaan ekonomi

skripsi ini membahas

n Ekonomi

mustahik dengan zakat

mengenai “Pemberdayaan

perusahaan.Tujuan penelitian

Mustahik Zakat Melalui

ini untuk mengetahui

Program PEKAN Pada

pendistribusian dan

Yayasan Griya Yatim dan

pencapaian memberdayakan

Dhuafa”. Penelitian ini

ekonomi mustahik melalui

untuk mengetahui

zakat perusahaa secara

bagaimana mekanisme

Muamalat”

produktif oleh Baitull

pemberdayaan mustahik

Konsentrasi

Muamalat selaku lembaga

zakat melalui program

Perbankan

zakat. Metode yang

PEKAN pada Yayasan

Syariah,

digunakan adalah penelitian

Griya Yatim & Dhuafa dan

Mustahik
Zakat
Perusahaan
Pada
Baitulmall

Fakultas Syariah kualitatif dengan
dan Hukum,

bagaimana dampak

mendapatkan data atau

pemberdayaan mustahik

informasih melalui

zakat terhadap peningkatan

18

UIN Jakarta,

wawancara dan studi

keterampilan mustahik

Tahun 2010.

documenter.

pada Yayasan Griya Yatim
& Dhuafa. Metode yang

.
digunakan adalah dengan
menggunakan pendekatan
kualitatif. Dengan
pengumpulan data berupa
kepustakaan dan penelitian
lapangan.

Sementara itu, penelitian yang ingin penulis bahas yaitu tentang
“Pemberdayaan Mustahik Zakat Melalui Program PEKAN Pada Yayasan
Griya Yatim dan Dhuafa”. Dalam penelitian ini difokuskan mengenai Bagai
mana mekanisme pemberdayaan mustahik zakat melalui program PEKAN pada
Yayasan Griya Yatim & Dhuafa dan Bagaimana dampak pemberdayaan
mustahik zakat terhadap peningkatan keterampilan mustahik pada Yayasan Griya
Yatim & Dhuafa dengan menggunakan metode Kualitatif dan pendekatan
Deskriptif.

19

E. Kerangka Teori
Untuk memudahkan penulis dalam penyusunan skripsi, maka penulis perlu
menjelaskan beberapa istilah yang terkait dengan judul skripsi ini, diantaranya,
Yayasan Griya Yatim & Dhuafa, pendayagunaan dan pemberdayaan.
Yayasan Griya Yatim & Dhuafa sebagai sebuah organisasi sosial yang
fokus

pada

aspek

sosial,

GYD

melakukan

kegiatan

pengumpulan,

pengadministrasian dan pendistribusian atau pendayagunaan zakat, infak
shadaqah.Dari hasil pengumpulan yang dilakukan oleh GYD, maka GYD
melakukan pembuatan program- program pemberdayaan dalam meningkatkan
kesejahteraan mustahik.
Pendayagunaanzakat, menurut Pedoman Pelaksanaan Zakat di DKI Jaya itu
ditentukan sebagai berikut :
1. Bersifat edukatif, produktif, agar penerima zakat pada suatu masa tidak
memerlukan zakat lagi dan diharapkan menjadi orang yang membayar
zakat.
2. Untuk fakir miskin, muallaf, dan ibnussabil, pembagian zakat itu
dititikberatkan pada pribadinya bukan pada lembaga hukum yang
mengurusnya. Kebijaksanaa ini dilakukan agar unsure pendidikan yang
dikandung dalam pembagian zakat itu lebih kentara dan terasa

20

3. Bagi kelompok amil, gharimin, dan sabilillah, pembagian dititikberatkan
pada badan hukumny atau kepada lembaga yang mengurus atau melakukan
aktivitas-aktivitas keislaman. 17
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia kata Pemberdayaan diterjemahkan
sebagai upaya pendayagunaan, pemanfaatan yang sebaik-baiknya dengan hasil
yang memuaskan.
Kemudian istilah Pemberdayaan diartikan sebagai upaya memperluas
horison

pilihan

bagi

masyarakat,

dengan

upaya

pendayagunaan

potensial,pemanfaatan yang sebaik-baiknya dengan hasil yang memuaskan. Ini
berarti masyarakat diberdayakan untuk melihat dan memilih sesuatu yang
bermanfaat bagi dirinya, dapat dikatakan bahwa masyarakat yang berdaya adalah
yang dapat memilih dan mempunyai kesempatan untuk mendapatkan pilihanpilihan.18
Sedangkan tujuannya pemberdayaan Masyarakat adalah terwujudnya
kemandirian masyarakat dalam berusaha dengan kelembagaan yang tangguh
sehingga masyarakat sejahtera.19
Dalam kegiatan program pemberdayaan PEKAN, Yayasan Griya Yatim
dan Dhuafa melakukan pelatihan life skill seperti, yaitu Teknisi computer, HP,
sepeda motor, kursus menjahit, merangkai bunga dan lain-lain.
17

Mohammad Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam Zakat Dan Wakaf, (Jakarta: Universitas
Indonesia (UI Press), 1988, cet.1), h,68-69
18
Lili Bariadi, dkk, Zakat dan Wirausaha,(Jakarta: CV. Pustaka Amri, 2005, cet. 1),h, 53-54
19
Tujuan Pemberdayaan Masyarkat, di akses pada tanggal 08 Desember 2014 dari
http://munabarakati.blogspot.com/2014/02/makalah-pemberdayaan-masyarakat-pesisir.htm

21

Berdasarkan penjelasan diatas bahwa pemberdayaan kepada Yatim dan
Dhuafa yang dikhususkan kepada remaja yang dilakukan Yayasan Griya Yatim
dan Dhuafa sangat membantu bagi anak-anak Yatim dan Dhuafa setelah mereka
dewasa dalam menghadapi tantangan didunia pekerjaan nantinya.

F. Metode Penelitian
1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
analisis deskriptif, yaitu pengumpulan data yang berupa kata-kata, gambaran
dan bukan angka-angka.20Adapun data yang bersifat angka hanya dijadikan
sebagai data pelengkap penelitian.Data yang sudah dikumpulkan, diolah dan
dijelaskan sesuai dengan kebutuhan penelitian.
Dengan demikian penelitian ini dapat memberikan gambaran sistematis
dan akurat mengenai fenomena yang diteliti. Penelitian analisis merupakan
penelitian yang ditujukan untuk meneliti secara terperinci suatu aktifitas atau
kejadian, dan hasil dari penelitian tersebut dapat memberikan rekomendasirekomendasi untuk keperluan masa yang akan datang.

20

Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung : PT Remaja Rosdakarya,
2009), cet.kedua, h. 11

22

2. Jenis dan Sumber Data
Dalam penelitian ini digunakan dua metode pengambilan data, yaitu :
a. Data Primer
Data primer merupakan data yang didapat dari sumber pertama baik
dari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil
pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti. 21Data yang
dipeoleh adalah data penerima pemberdayaan program PEKAN, data
penyaluran zakat dan data yang berhubungan dengan GRIYA YATIM &
DHUAFA.
b.Data Sekunder
Data sekunder merupakan data primer yang telah diolah lebih lanjut
dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain
misalnya dalam bentuk tabel-tabel atau diagram-diagram. 22
3. Teknik Pengumpulan Data
a. Kepustakaan
Penelitian ini dilakukan untuk mengumpulkan data dan informasi yang
akan membantu pengetahuan dengan bantuan berupa buku- buku, majalah,
catatan, dokumen- dokumen atau website yang memang perlu diketahui si
peneliti.

21

Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta, PT Raja
Grafindo Persada, 2004), h. 42.
22
Husein Umar, Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis (Jakarta, PT Raja
Grafindo Persada, 2004), h. 42.

23

b. Penelitian Lapangan
Penelitian ini dilakukan langsung ke lapangan dengan mendatangi
kantor pusat Griya Yatim & Dhuafa (GYD) yang terletak di Jl. Virgin
Island NA-7 De Latinos, BSD Rawa Buntu Kec. Serpong Tanggerang
Selatan. Serta langsung bertemu dengan sebagian penerima pemberdayaan
untuk melakukan wawancara dan observasi langsung. Dari hasil penelitian,
penulis mendapatkan data dengan cara berikut:
1) Dokumenter
Untuk melakukan penelitian ini dibutuhkan dokumen-dokumen GYD yang
berhubungan dengan program PEKAN, dan data penerimapemberdayaan
untuk dipelajari agar memudahkan penelitian.
2) Wawancara
Wawancara adalah Tanya jawab secara tatap muka yang dilakukan oleh
pewawancara dengan orang yang diwawancarai untuk memperoleh
informasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini peneliti melakukan tanya jawab
langsung kepada pihak pertama pelaksana program PEKAN GYD di kantor
pusat GYD. Sedangkan Pihak kedua penerima pemberdayaan.
3) Observasi
Observasi yaitu alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
mengamati langsung dan mencatat secara sistematis terhadap gejala-gejala

24

yang diselidiki.23Dalam hal ini penulis melakukan penelitian dengan cara
mengamati langsung di Griya Yatim & Dhuafa.
4. Pedoman Penulisan
Pedoman skripsi ini menggunakan buku “Pedoman Penulisan Skripsi
Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarta, UIN Press, 2012”.
G. Sistematika Penulisan
Untuk keserasian dan ketertiban pembahasan serta untuk mempermudah
analisa materi dan penulisan skripsi ini, maka penulis menjelaskan dalam
sistematika penulisan. Secara garis besar, skripsi ini terdiri dari lima bab yang
dibagi dalam sub bab dan setiap sub bab mempunyai pembatasan masing-masing
yang akan saling berkaitan antara satu dengan yang lainnya, yaitu sebagai
berikut:
BAB I:

PENDAHULUAN
Dalam bab ini, penulis menguraikan dan menjelaskan mengenai latar
belakang masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan
manfaat penelitian, tinjauan (review) kajian terdahulu, kerangka teori,
metode penelitian, sistematika penulisan.

BAB II: LANDASAN TEORI
Dalam bab ini, penulis menguraikan dan menjelaskan teori mengenai
pengertian Zakat, Infaq,Shadaqah beserta landasan hukumnya, fungsi
23

Cholid dkk, Metodologi Penelitian, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2003, cet. 5), h. 70

25

dan peran ZIS bagi masyarakat, pengertian pemberdayaan masyarakat,
tahap-tahap
masyarakat,
pemberdayaan

pemberdayaan
indikator

masyarakat,
pemberdayaan

masyarakat,pengertian

proses

pemberdayaan

masyarakat,

keterampilan,

tujuan
jenis-jenis

keterampilan, pengertian mustahik zakat, standar mustahik zakat
BAB III: PENGELOLAAN ZAKAT PADA YAYASAN GRIYA YATIM &
DHUAFA
Dalam bab ini, penulis memuat tentang, sejarah dan perkembangan
Yayasan Griya Yatim dan Dhuafa, Dasar Hukum Yayasan Griya
Yatim dan Dhuafa, Penghimpunan Zakat, Pengelolaan Zakat,
Penyaluran Dana Zakat dan Program Pemberdayaan PEKAN Yayasan
Griya Yatim dan Dhuafa.
BABIV: PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KETERAMPILAN
MUSTAHIK ZAKAT
Dalam bab ini, penulis menguraikan dan menjelaskan mengenai ,
program PEKAN, Bagaimana mekanisme pemberdayaan mustahik
zakat melalui program PEKAN pada yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa, Bagaimana dampak pemberdayaan mustahik zakat terhadap
peningkatan keterampilan mustahik pada yayasan Griya Yatim dan
Dhuafa. Dari data-data yang diperoleh dari penelitian hingga diketahui
hasilnya, yang kemudian dilakukan analisis terhadap hasil guna dan
mendapatkan kesimpulan.

26

BAB V: KESIMPULAN DAN SARAN
Bab penutup ini mencakup kesimpulan dari keseluruhan pembahasan
yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya serta saran-saran yang
dapat penulis sampaikan dalam penulisan skripsi ini.

BAB II
LANDASAN TEORITIS
A. Zakat, Infaq dan Shadaqah
1. Pengertian Zakat
Zakat adalah isim masdar dari kata zaka-yazku-zakah.Oleh karena kata
dasar zakat adalah zaka yang berarti berkah, tumbuh, bersih, baik, dan
bertambah. Dengan makna tersebut, orang yang telah mengelurkan zakat
diharapkan hati dan jiwanya akan menjadi besih, 1 sebagaimana firman Allah
swt dalam surt al-ataubah: 103,

 

Artinya:
”ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu
membersihkan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka.
Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan
Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui”.(Q.S At-Taubah:103)

Disamping itu, selain hati dan jiwanya bersih, kekayaannya akan bersih
pula. Dari ayat di atas tergambar bahwa zakat yang dikeluarkan para Muzakki

1

Fakhruddin,M.HI., Fiqih & Manajemen zakat di Indonesia, (Malang: UIN-Malang Press,
2008, cet.1), h.13-14

27

28

dapat membersihkan dan mensucikan hati manusia, tidak lagi mempunyai
sifat yang tercela terhadap harta, seperti rakus dan kikir.
Wahbah Al-Zuhayly mengungkapkan beberapa pendapat ulama mazhab
tentang definisi Zakat:2
a.

Menurut Mazhab Maliki, zakat adalah mengeluarkan sebagian yang
khusus dari harta yang khusus pula yang telah mencapai nisab (batas
kuantitas yang mewajibkan zakat) kepada orang-orang yang berhak
menerimanya (mustahiq)-nya jika harta kepemilikan itu penuh dan
mencapai haul (setahun), bukan barang tambang dan bukan pertanian.

b.

Menurut Mazhab Hanafi, zakat adalah menjadikan sebagian harta yang
khusus dari harta yang khusus sebagai milik orang yang khusus, yang
ditentukan oleh syari’at karena Allah swt. Dikeluarkan hanya untuk
mengharapkan ridha Allah SWT semata.

c.

Menurut Mazhab Syafi’i, zakat adalah sebuah ungkapan untuk keluarnya
harta atau tubuh sesuai cara khusus.

d.

Sedangkan Menurut Mazhab Hanbali, zakat adalah hak yang wajib
(dikeluarkan) dari harta yang khusus untuk kelompok yang khusus pula.

2

Wahbah Al-Zuhayly, Zakat: Kajian Berbagai Mazhab, Penerjemah Agus Efendi, dkk
(Bandung: Remaja Rosada,2008) h.83

29

Dari keempat pendapat tersebut dapat penulis simpulkan bahwa zakat
suatu kewajiban yang ditentukan terhadap harta tertentu dalam waktu tertentu
dan batasan tertentu yang diberikan kepada orang-orang tertentu.
Didin Hafidhuddin mengutip Majma’ al-Lughah al-Arabiyyah, alMu’jam al-Wasith bahwa ditunjukan dari segi bahasa, kata zakat mempunyai
beberapa arti, yaitu al-barakah (keberkahan), al-nama (petumbuhan dan
perkembangan), al-thaharah (kesucian), dan al-shalah (keberesan).3

2. Pengertian Infaq
Dijelaskan dalam surat Ali-Imran ayat 134:


   
  

Artinya:
“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu
lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan
mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat
kebajikan”.(Q.S Ali Imran:134)

3

2004), h.7

Didin Hafidhuddin, Zakat dalam Perekonomian Modern, (Jakarta: Gema Insani Press,

30

Jika zakat diberikan kepada mustahik tertentu maka infak boleh
diberikan kepada siapapun juga, misalnya untuk kedua orang tua, kerabat,
tetangga dan lain sebagainya.4 Hal ini dijelaskan dalam firman Allah surat
Al-Baqarah ayat 215:

   
   
 
Artinya:
“mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa
saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak,
kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang
sedang dalam perjalanan." dan apa saja kebaikan yang kamu buat, Maka
Sesungguhnya Allah Maha mengetahuinya”.(Q.S Al-Baqarah:215)

3. Pengertian Shadaqah
Sedekah secara semantik lafal “shadaqah” berasal dari “shadaqa” yang
bermakna benar, atau lawan berdusta. Kemudian lafal tersebut digunakan
sebagai sebua tern dalam syari’ah islam, yang mengungkapkan “harta yang
dikeluarkan setiap manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah”. Dan
digunakan lafal tersebut untuk kepentingan ungkapan makna di atas, karena
mengeluarkan harta untuk kepentingan taqarrub kepada Allah merupakan
4

Didin Hafiduddin, Panduan Praktis Tentang Zakat Infak Sedekah, (Jakarta: PT.Gema
Insani press, 1998), h. 14-15

31

suatu sikap dan perbuatan benar untuk dilakukan setiap muslim, dalam upaya
membangun citra keislaman dan ketaqwaannya.5
Kemudian sedekah adalah pemberian sukarela yang dilkukan oleh
seseorang kepada orang lain, terutama kepada orang-orang miskin, setiap
kesempatan terbuka yang tidak ditentukan baik jenis, jumlah maupun
waktunya. Lembaga sedekah sangat digalakan oleh ajaran islam untuk
menanamkan jiwa sosial dan mengurangi penderitaan orang lain. Sedekah
tidak terbatas pada pemberian yang bersifat material saja, tetapi juga dapat
berupa jasa yang bermanfaat bagi orang lain. Bahkan senyuman yang
dilakukan dengan ikhlas untuk menyenangkan orang lain, terutama dalam
kategori sedekah.6Banyak ayat al-Qur’an yang berhubungan dengan sedekah
di antar