Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN
EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Mathias Windyananto Ardy Nugroho
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar
siswa dalam pembelajaran ekonomi pokok bahasan konsumsi, tabungan dan
investasi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games
Tournament (TGT)
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X-2, SMA Pangudi Luhur
Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi
kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas,
lembar observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen
pengamatan kelas, lembar observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan
instrumen refleksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis
deskriptif dan analisis komparatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi
siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi pembelajaran
ekonomi pokok bahasan pasar input atau pasar faktor produksi. Peningkatan hasil
belajar siswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre
test siklus I yaitu sebesar 2,01 sedangkan pada waktu post test siklus I sebesar
3,07. Rata-rata peningkatan nilai kelas pada siklus I adalah 1,06 atau 65%.
Kemudian pada waktu pre test siklus II yaitu sebesar 3,36 sedangkan pada waktu
post test siklus II sebesar 5,37. Rata-rata peningkatan nilai kelas pada siklus II
adalah 2,01 atau 69% telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 35%.

viii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT
LEARNING MODEL APPLICATION OF TEAMS GAMES
TOURNAMENT (TGT) TYPE IN LEARNING ECONOMICS TO
INCREASE THE STUDENTS’ LEARNING ACHIEVEMENT OF THE
TENTH GRADE STUDENT OF PANGUDI LUHUR SENIOR HIGH
SCHOOL YOGYAKARTA

Mathias Windyananto Ardy Nugroho
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2013
This study aims to find out students’ achievement in learning economics
with the main discussion on consumption, saving and investment by applying
cooperative type of learning model application Teams Games Tournament (TGT).
This study was carried out in the tenth grade students of the tenth class, of
Pangudi Luhur Senior High School Yogyakarta 2012/2013 batch. This study is a
class action research (CAR) which was carried out in two cycles which contain of
four steps; they are planning, action, observation and reflection. The data
collected by using observation sheet of teacher’s activity, observation sheet of
teacher’s activity in learning process, observation class instruments, observation
sheet of students’ learning process in groups and reflection instruments. The data
collected being analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis.
The result of this study shows that cooperative learning model application,
TGT type, is able to increase students’ achievement of the tenth of the tenth class
of Pangudi Luhur Senior High School Yogyakarta for learning economics on the
main discussion about input market or factor production market. The increase of
the students’ learning result shown in the students’ score on pre test cycle one that
is stated at 2,01 while on the post test cycle one is stated at 3,07. The average of
the increasing score cycle one is 1,06 or 65%. On pre test cycle two that is stated
at 3,36 while on the post test cycle two is stated at 5,37. The average of the
increasing score cycle two is 2,01 or 69%. The increase of the students’ score has
passed the target of 35%.

ix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES
TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA
PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh:
Mathias Windyananto Ardy Nugroho
081 334 043

PROGAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2013

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES
TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X SMA
PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh:
Mathias Windyananto Ardy Nugroho
081 334 043

PROGAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2013
i

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

iii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PERSEMBAHAN

Tuhan Yang Maha Esa
Bapak Yakobus Wasidi
Ibu Maria Immaculata Winarni
Terimakasih atas segala cinta dan kasih sayang
yang telah diberikan
Kupersembahkan karya ini untuk almamaterku:
Universitas Sanata Dharma

iv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

MOTTO

v

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar pustaka, sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta 16 Maret 2013
Penulis

Mathias Windyananto Ardi Nugroho

vi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma :
Nama

: Mathias Windyananto Ardy Nugroho

Nomor Mahasiswa : 081334043
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah yang berjudul :
PENERAPAN

M OD E L

PEMBELAJARAN

TIPE

TEAMS

GAMES

TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA KELAS X-2 SMA
PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA.
beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan
kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma hak

untuk menyimpan,

mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan
data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau
media lain untuk kepentingan akademis tanpa meminta izin dari saya maupun
memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal 16 April 2013
Yang menyatakan

(Mathias Windyananto Ardy Nugroho)

vii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN
EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
KELAS X SMA PANGUDI LUHUR YOGYAKARTA

Mathias Windyananto Ardy Nugroho
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2013
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar
siswa dalam pembelajaran ekonomi pokok bahasan konsumsi, tabungan dan
investasi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games
Tournament (TGT)
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas X-2, SMA Pangudi Luhur
Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan
dalam dua siklus yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan,
observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi
kegiatan guru, lembar observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas,
lembar observasi kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen
pengamatan kelas, lembar observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan
instrumen refleksi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis
deskriptif dan analisis komparatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi
siswa kelas X-2 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada materi pembelajaran
ekonomi pokok bahasan pasar input atau pasar faktor produksi. Peningkatan hasil
belajar siswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre
test siklus I yaitu sebesar 2,01 sedangkan pada waktu post test siklus I sebesar
3,07. Rata-rata peningkatan nilai kelas pada siklus I adalah 1,06 atau 65%.
Kemudian pada waktu pre test siklus II yaitu sebesar 3,36 sedangkan pada waktu
post test siklus II sebesar 5,37. Rata-rata peningkatan nilai kelas pada siklus II
adalah 2,01 atau 69% telah melampaui target yang ditetapkan sebesar 35%.

viii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT
LEARNING MODEL APPLICATION OF TEAMS GAMES
TOURNAMENT (TGT) TYPE IN LEARNING ECONOMICS TO
INCREASE THE STUDENTS’ LEARNING ACHIEVEMENT OF THE
TENTH GRADE STUDENT OF PANGUDI LUHUR SENIOR HIGH
SCHOOL YOGYAKARTA

Mathias Windyananto Ardy Nugroho
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2013
This study aims to find out students’ achievement in learning economics
with the main discussion on consumption, saving and investment by applying
cooperative type of learning model application Teams Games Tournament (TGT).
This study was carried out in the tenth grade students of the tenth class, of
Pangudi Luhur Senior High School Yogyakarta 2012/2013 batch. This study is a
class action research (CAR) which was carried out in two cycles which contain of
four steps; they are planning, action, observation and reflection. The data
collected by using observation sheet of teacher’s activity, observation sheet of
teacher’s activity in learning process, observation class instruments, observation
sheet of students’ learning process in groups and reflection instruments. The data
collected being analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis.
The result of this study shows that cooperative learning model application,
TGT type, is able to increase students’ achievement of the tenth of the tenth class
of Pangudi Luhur Senior High School Yogyakarta for learning economics on the
main discussion about input market or factor production market. The increase of
the students’ learning result shown in the students’ score on pre test cycle one that
is stated at 2,01 while on the post test cycle one is stated at 3,07. The average of
the increasing score cycle one is 1,06 or 65%. On pre test cycle two that is stated
at 3,36 while on the post test cycle two is stated at 5,37. The average of the
increasing score cycle two is 2,01 or 69%. The increase of the students’ score has
passed the target of 35%.

ix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala
berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan
judul “Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT)
dalam Pembelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas
X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta”
Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Ekonomi
Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. Penulis menyadari bahwa proses
penyusunan skripsi ini banyak mendapat masukan, kritik, dan saran dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Bapak Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;
2. Bapak Indra Darmawan, S.E, M.Si., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Sosial, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;
3. Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si., selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Akuntansi, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta;
4. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si., selaku Dosen pembimbing
yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan bimbingan,
memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi ini;
5. Staf pengajar Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah memberikan
tambahan pengetahuan dalam proses perkuliahan;
x

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

6. Tenaga administrasi Program Studi Pendidikan Akuntansi yang telah
memantau kelancaran proses belajar selama ini;
7. Bapak Andreas Mujiyono, S. Pd selaku Kepala Sekolah SMA Pangudi Luhur
Yogyakarta;
8. Ibu Natalia Margi Lestari, S. Pd., yang dengan penuh sabar dan setia bekerja
sama untuk menjadi guru mitra dalam penelitian ini.
9. Staf pengajar, tenaga administrasi, dan siswa SMA Pangudi Luhur
Yogyakarta, khususnya untuk kelas X-2

yang telah bekerja sama untuk

kelancaran pelaksanaan penelitian;
10. Seluruh keluargaku: kedua orang tuaku Bapak Yakobus Wasidi dan Ibu Maria
Immaculata Winarni terima kasih atas segala kasih sayang, perhatian, dan
doanya sehingga diberi kelancaran;
11. Chatarina Pristi Fitria Cahyani, S.Pd., terima kasih atas kesabaran, pengertian,
dan doanya;
12. Seluruh teman-temanku khususnya semua teman angkatan 2008 yang banyak
memberikan pengalaman, dukungan, dan perhatian.
13. Teman-teman PES 2013 (Fathur, Saga, Iyus, Aji, Adi, Oteph, Wawan, Maleo,
Angga, Robby) yang sudah mau berbagi ide demi kelancaran skripsi ini.
14. Sahabat- sahabat saya (Pristi, Anna, Nana, Friska, Rista) yang selalu memberi
support dan inspirasi hingga skripsi ini selesai.
15. Semua teman PAK angkatan 2008, terima kasih atas kebersamaan yang tak
terlupakan selama ini.

xi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam
penulisan skripsi ini, Oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari berbagai pihak. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini
dapat berguna bagi berbagai pihak yang berkepentingan.

Yogyakarta, 16 April 2013
Penulis

Mathias Windyananto Ardi Nugroho

xii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..............................................................................

i

HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN. ...............................................................

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN. ............................................................

iv

HALAMAN MOTTO. ...........................................................................

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA. ................................................

vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA
ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS. ..............................

vii

ABSTRAK..............................................................................................

viii

ABSTRACT.............................................................................................

ix

KATA PENGANTAR ............................................................................

x

DAFTAR ISI ..........................................................................................

xiii

DAFTAR TABEL ..................................................................................

xvi

DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................

xviii

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah...........................................................

1

B. Batasan Masalah. .....................................................................

5

C. Rumusan Masalah ....................................................................

5

D. Tujuan Penelitian .....................................................................

5

E. Manfaat Penelitian ...................................................................

6

xiii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas ........................................................

7

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ..................................

7

2. Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas .............................

7

3. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas .................

8

4. Tujuan PTK Dilakukan........................................................

9

5. Manfaat Yang Bisa Diperoleh Dari PTK. ............................

11

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT) ..............................

12

1. Tipe Pembelajaran Kooperatif .............................................

12

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament
(TGT)..................................................................... ................

15

C. Prestasi Belajar ........................................................................

20

D. Mata Pelajaran Ekonomi ..........................................................

26

E. Kerangka Teoritik. ...................................................................

28

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ........................................................................

32

B. Lokasi dan Waktu Penelitian ....................................................

32

C. Subyek dan Obyek Penelitian...................................................

33

D. Prosedur Penelitian ..................................................................

33

E. Instrumen Penelitian. ...............................................................

39

F. Teknik Pengumpulan Data .......................................................

43

G. Teknik Analisis Data................................................................

44

xiv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB IV GAMBARAN UMUM SEKOLAH .......................................

46

A. Visi, Misi, dan Tujuan SMA PL Yogyakarta ............................

46

B. Sistem Pendidikan di SMA PL Yogyakarta ..............................

47

C. Kurikulum SMA PL Yogyakarta ..............................................

49

BAB V

HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN .......................

51

A. Deskripsi Penelitian .................................................................

51

1. Observasi Pra Penelitian ......................................................

51

a. Observasi Guru ...............................................................

52

b. Observasi Siswa..............................................................

58

c. Observasi Kelas ..............................................................

61

d. Pelaksanaan Tindakan.....................................................

66

1) Perencanaan ...............................................................

67

2) Tindakan ....................................................................

70

3) Observasi ...................................................................

74

4) Refleksi ......................................................................

89

B. Analisis Komparasi Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah
Penerapan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT………...

95

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN, DAN SARAN ............

102

A. Kesimpulan..............................................................................

102

B. Keterbatasan Penelitian ............................................................

103

C. Saran .......................................................................................

103

DAFTAR PUSTAKA .............................................................................

105

LAMPIRAN

xv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1.

Indikator Keberhasilan Peningkatan Prestasi Belajar pada
saat Pelaksanaan Tindakan………………………………….

Tabel 5.1.

Hasil Observasi terhadap Aktivitas Guru pada Pra
Penelitian ............................................................................

Tabel 5.2.

45

53

Hasil Observasi terhadap Aktivitas Siswa pada Pra
Penelitian. ...........................................................................

59

Tabel 5.3.

Kondisi Kelas Selama Proses Pembelajaran.........................

62

Tabel 5.4.

Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran Siklus I.............

75

Tabel 5.5.

Aktivitas Guru dalam Proses Pembelajaran Siklus II ...........

78

Tabel 5.6.

Perilaku Siswa Saat Proses Pembelajaran dalam Kelompok
Siklus I

Tabel 5.7.

............................................................................

82

Perilaku Siswa Saat Proses Pembelajaran dalam Kelompok
Siklus II ..............................................................................

83

Tabel 5.8.

Instrumen Pengamatan Kelas Siklus I ..................................

84

Tabel 5.9.

Instrumen Pengamatan Kelas Siklus II.................................

87

Tabel 5.10. Lembar

Refleksi

Guru

Mitra

Terhadap

Komponen

Pembelajaran dan Metode TGT............................................

90

Tabel 5.11. Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran
dan Metode TGT .................................................................

92

Tabel 5.12. Peningkatan Prestasi Belajar Siklus I ...................................

95

xvi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Tabel 5.13. Peningkatan Prestasi Belajar Siklus II..................................

xvii

98

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal) .....

107

Lampiran 2 : Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal) ....

108

Lampiran 3 : Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal).....

109

Lampiran 4 : Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Proses
Pembelajaran ..................................................................

110

Lampiran 5 : Instrumen Pengamatan Kelas.............................................

112

Lampiran 6 : Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam
Kelompok..........................................................................

113

Lampiran 7 : Lembar Refleksi Guru Mitra terhadap Komponen
Pembelajaran dan Metode TGT .........................................

114

Lampiran 8 : Lembar Refleksi Siswa terhadap Komponen Pembelajaran
dan Metode TGT ...............................................................

115

Lampiran 9 : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ........................

116

Lampiran 10 : Soal Pre Test Siklus I ........................................................

123

Lampiran 11 : Soal Post Test Siklus I .......................................................

128

Lampiran 12 : Soal Pre Test Siklus II .......................................................

132

Lampiran 13 : Soal Post Test Siklus II......................................................

137

Lampiran 14 : Form Skor Siklus I ............................................................

142

Lampiran 15 : Form Skor Siklus II ...........................................................

143

Lampiran 16 : Materi Pembelajaran..........................................................

114

Lampiran 17 : Skenario Pembelajaran .....................................................

159

Lampiran 18 : Prosedur Games Make a Match ........................................

161

xviii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Lampiran 19 : Prosedur Turnamen Cerdas Cermat ...................................

162

Lampiran 20: Soal Games Make a Match Siklus I ....................................

163

Lampiran 21: Lembar Jawab Games Make a Match Siklus I ....................

164

Lampiran 22: Soal dan Jawaban Turnamen Siklus I .................................

166

Lampiran 23: Soal Games Make a Match Siklus II...................................

167

Lampiran 24 : Lembar Jawab Games Make a Match Siklus II ..................

168

Lampiran 25 : Soal dan Jawaban Turnamen Siklus II ...............................

169

Lampiran 26 : Wawancara Terhadap Guru Mata Pelajaran .......................

170

Lampiran 27 : Wawancara Terhadap Siswa ..............................................

172

Lampiran 28 : Media Uang-uangan ..........................................................

173

Lampiran 1a : Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal) Pra
Penelitian ..........................................................................

174

Lampiran 2a: Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal) Pra
Penelitian ..........................................................................

176

Lampiran 3a: Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal) Pra
Penelitian ..........................................................................

178

Lampiran 1b: Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal)
Siklus I..............................................................................

168

Lampiran 2b: Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal)
Siklus I..............................................................................

182

Lampiran 3b : Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal)
Siklus I..............................................................................

xix

184

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Lampiran 1c: Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal)
Siklus II ............................................................................

186

Lampiran 2c: Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal)
Siklus II ............................................................................

188

Lampiran 3c: Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal)
Siklus II ............................................................................

190

Lampiran 4a: Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Proses
Pembelajaran Siklus I…………………………………….

192

Lampiran 4b: Lembar Observasi Kegiatan Guru dalam Proses
Pembelajaran Siklus II……………………………………

194

Lampiran 5a: Instrumen Pengamatan Kelas Siklus I .................................

196

Lampiran 5b: Instrumen Pengamatan Kelas Siklus II ...............................

198

Lampiran 6a: Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam
Kelompok

Siklus I………………………………………

200

Lampiran 6b: Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa dalam
Kelompok Siklus II………………………………………

201

Lampiran 7a: Lembar Refleksi Guru Mitra terhadap Komponen
Pembelajaran dan Metode TGT……………………………

202

Lampiran 8a: Lembar Refleksi Siswa terhadap Komponen Pembelajaran
dan Metode TGT ...............................................................

204

Lampiran 9a: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) .........................

206

Lampiran 10a: Soal dan Jawaban Pre Test Siklus I ..................................

213

Lampiran 11a: Soal dan Jawaban Post Test Siklus I .................................

218

xx

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Lampiran 12a: Soal dan Jawaban Pre Test Siklus II .................................

222

Lampiran 13a: Soal dan Jawaban Post Test Siklus II ................................

227

Lampiran 14a: Form Skor Siklus I (Isi) ....................................................

231

Lampiran 15a: Form Skor Siklus II (Isi)...................................................

232

xxi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Di zaman modern seperti sekarang ini, kualitas sumber daya manusia di
Indonesia sangat rendah. Hal ini disebabkan karena lemahnya sistem
pendidikan dan minimnya sarana serta prasarana yang ada di Indonesia. Oleh
sebab itu, usaha peningkatan kualitas sumber daya manusia harus ditangani
secara sungguh-sungguh dan terstruktur oleh pemerintah guna meningkatkan
kualitas sistem pendidikan di Indonesia.
Ada banyak sekali faktor yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan
yaitu pribadi siswa, sarana dan prasarana, kurikulum, model dan metode
pembelajaran, dan yang paling penting adalah guru. Guru adalah seorang
pendidik yang memiliki tanggung jawab untuk mendidik, membimbing, serta
mendampingi siswa di dalam belajar, agar para siswa memiliki kualitas
pendidikan yang baik. Seorang guru yang profesional dituntut dengan sejumlah
persyaratan minimal, antara lain : memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang
memadai, memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuni,
memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan anak didiknya,
mempunyai jiwa kreatif dan produktif, mempunyai etos kerja dan komitmen
yang tinggi terhadap profesinya, dan selalu melakukan pengembangan diri
secara terus-menerus (continuous improvement)

melalui organisasi profesi,

internet, buku, seminar, dan semacamnya (Kunandar, 2007 : 50). Namun

1

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2

sekarang ini banyak guru yang malas untuk mengembangkan keterampilan
teknik mengajarnya. Guru lebih senang menggunakan metode ceramah karena
dianggap mudah dan simpel. Hal ini menyebabkan kinerja guru di dalam kelas
dilakukan secara monoton yang membuat situasi dan kondisi kelas menjadi
membosankan.
Sebagai seorang guru sekaligus sebagai pelaku pendidikan kita dituntut
agar dapat memberikan keterampilan dan kecakapan hidup sebagai bekal
pengalaman belajar siswa. Hal ini disebabkan karena pada kenyataannya
banyak sekali masalah yang menyebabkan output kita jauh dari yang kita
harapkan sebelumnya. Faktor-faktor yang menyebabkan hasil belajar para
siswa rendah sangatlah beragam, bisa terjadi karena faktor internal maupun
eksternal. Faktor internal terjadi dalam diri siswa itu sendiri, misalnya
mengenai cara belajar, minat belajar, kepercayaan diri, dan motivasi belajar.
Faktor eksternal terjadi di luar pribadi siswa, seperti guru, strategi
pembelajaran, model pembelajaran, dan sarana serta prasarana di sekolah,
kurikulum, dan lingkungan. Dari masalah yang terjadi ini, kita dapat
mengetahui bahwa rendahnya hasil belajar siswa bukan hanya kesalahan guru
sebagai pendidik di kelas saja, namun dari pribadi siswa itu sendiri juga dapat
dijadikan sebagai sumber masalah.
Dalam kegiatan belajar mengajar, guru sangat dituntut untuk dapat
memberikan inovasi dan strategi yang baik guna menunjang keaktifan para
siswa di kelas. Hal ini perlu dilakukan agar para siswa tidak hanya diam dan
mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru, tetapi juga aktif di dalam

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3

kegiatan pembelajaran tersebut. Guru diwajibkan untuk mampu membuat
strategi pembelajaran

yang

menarik dan

menyenangkan agar

dapat

mengembangkan kompetensi siswa baik kompetensi kognitif, afektif, dan
psikomotorik.

Kegiatan

belajar

mengajar

yang

dibuat

menarik

dan

menyenangkan akan membuat suasana kelas menjadi lebih aktif sehingga
nantinya dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa di kelas khususnya untuk
mata pelajaran Ekonomi.
Ada banyak sekali model pembelajaran yang dapat digunakan oleh para
guru dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Model- model pembelajaran ini
sangat membantu para guru di dalam menyampaikan materi pelajaran.
Disamping itu menggunakan model-model pembelajaran yang bervariasi juga
dapat menciptakan suasana belajar mengajar di kelas menjadi lebih menarik
dan menyenangkan, serta para siswa juga menjadi lebih aktif sehingga nantinya
akan berpengaruh pada prestasi siswa di kelas. Berdasarkan kenyataan tersebut,
maka perlu dilakukan penelitian tentang peningkatan hasil belajar melalui
penerapan metode belajar kooperatif yang berbasiskan permainan (game).
Menurut Hopkins (Noornia, 1997:14) Teams Games Tournament (TGT)
merupakan bentuk pembelajaran kooperatif di mana setelah siswa belajar
secara individual, untuk selanjutnya dalam kelompok masing-masing anggota
kelompok mengadakan turnamen atau lomba dengan anggota kelompok
lainnya

sesuai

dengan

tingkat

kemampuannya.

Seperti

karakteristik

pembelajaraan kooperatif lainnya, TGT memunculkan adanya kelompok dan
kerjasama dalam belajar. Di samping itu, terdapat persaingan antar individu

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4

maupun antar kelompok ketika penerapan pembelajaran TGT ini dilakukan.
Sebagai salah satu model pembelajaran kooperatif, TGT sangat mudah
diterapkan karena melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa harus membedakan
adanya perbedaan status, melibatkan siswa sebagai tutor sebaya, dan adanya
unsur reinforcement. Dengan penerapan model pembelajaran TGT ini,
diharapkan siswa dapat termotivasi untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar,
meningkatkan keaktifan proses pembelajaran dan melatih kemampuan berpikir
siswa, sehingga nantinya dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Melihat
kondisi kegiatan pembelajaran sekarang ini di sekolah, banyak siswa mengeluh
tentang ketrampilan dan kreatifitas guru dalam mengajar di kelas. Hal ini
menyebabkan siswa menjadi malas, minat membaca menjadi berkurang, dan
prestasi belajar menurun. Terutama untuk pelajaran ekonomi, dalam mata
pelajaran ini siswa harus banyak membaca dan berlatih supaya dapat mengerti
dan memahami konsep serta materi yang diajarkan. Dengan kondisi yang
seperti inilah guru dituntut untuk mampu berinovasi dan memberikan
ketrampilannya dalam membuat model pembelajaran yang menarik dan
menyenangkan, karena model pembelajaran ternyata juga dapat dipercaya
sebagai suatu sarana pendukung kegiatan belajar mengajar yang efektif yang
dapat meningkatkan prestasi siswa.
Dari uraian tersebut, penulis yakin bahwa model Teams Games
Tournament (TGT) dapat membantu siswa dalam pemahaman materi. Selain
itu, model TGT juga dapat membantu siswa untuk dapat bekerja sama dan
membantu teman memahami materi pelajaran di dalam kelompok. Oleh karena

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5

itu, penulis sangat tertarik melakukan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan
judul “Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament
(TGT) dalam Pembelajaran Ekonomi untuk Meningkatkan Prestasi
Belajar Siswa Kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta”

B. Batasan Masalah
Penerapan metode pembelajaran bisa dilakukan dalam berbagai jenis dan
macam, tetapi dalam penelitian ini hanya membatasi pada model pembelajaran
kooperatif tipe TGT karena model ini mudah untuk diterapkan dan juga dapat
melatih keaktifan siswa untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam
proses pembelajaran mata pelajaran Ekonomi SMA.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan
bagaimana penerapan model pembelajaran tipe TGT untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa kelas X SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata
pelajaran Ekonomi?

D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan
prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Ekonomi dengan penerapan model
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT).

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
6

E. Manfaat Penelitian
1.

Bagi Peneliti
Sebagai calon guru, peneliti dapat belajar untuk mampu memanfaatkan
dan menerapkan metode pembelajaran kooperatif dalam proses belajar
mengajar yang sesuai dengan tuntutan pendidikan saat ini yaitu yang
berpusat pada siswa dan guru hanya sebagai fasilitator.

2.

Bagi Guru
Dengan adanya penelitian ini dengan menggunakan metode pembelajaran
kooperatif, dapat memberikan saran dan masukan untuk para guru agar
lebih kreatif dan inovatif dalam menerapkan metode-metode pembelajaran
sehingga diharapkan kegiatan pembelajaran di dalam kelas berlangsung
tidak monoton.

3.

Bagi Universitas Sanata Dharma
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi penelitian
selanjutnya berkaitan dengan terapan strategi pembelajaran dan aktivitas
pengajaran yang sebenarnya (lapangan).

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Kusumah dan Dwitagama (2009:9), Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) atau Classroom Action Research (CAR) adalah penelitian
tindakan yang dilakukan guru di kelasnya sendiri dengan cara
merencanakan, melaksanakan, dan

merefleksikan tindakan secara

kolaboratif dan partisipatif dengan tujuan untuk memperbaiki kinerjanya
sebagai guru, sehingga minat belajar siswa dapat meningkat dan hasil
belajar siswa dapat meningkat pula.
Sedangkan menurut Dave Ebbutt yang dikutip oleh Suwandi
(2011:10), PTK adalah mengkaji secara sistematik mengenai upaya
meningkatkan mutu praktik pendidikan oleh sekelompok masyarakat
melalui tindakan praktis yang mereka lakukan dan melalui refleksi atas
hasil tindakan tersebut.

2. Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas
PTK mempunyai beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh guru
di sekolah. Prinsip tersebut diantaranya (Kusumah dan Dwitagama,
2009:17):
a. Tidak mengganggu pekerjaan utama guru yaitu mengajar
7

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8

b. Metode pengumpulan data tidak menuntut metode yang berlebihan
sehingga mengganggu proses pembelajaran
c. Metodologi yang digunakan harus cukup reliabel sehingga hipotesis
yang dirumuskan cukup meyakinkan
d. Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang
cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari
solusinya
e. Guru harus konsisten terhadap etika pekerjaannya dan mengindahkan
tata karma organisasi. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui oleh
pimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat
tersosialisasi
f. Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan dalam
perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama antara
guru dan dosen)

3. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas
Dalam praktiknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui
prosedur penelitian yang mencakup empat tahapan yaitu (Kusumah dan
Dwitagama, 2009:25):
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan yang matang perlu dilakukan setelah kita mengetahui
masalah dalam pembelajaran kita. Kegiatan perencanaan mencakup:

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
9

identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan
pengembangan untuk tindakan atau aksi sebagai pemecahan masalah
b. Tindakan (Acting)
Perencanaan harus diwujudkan dengan adanya tindakan atau acting
dari guru berupa solusi tindakan sebelumnya
c. Pengamatan (Observing)
Selanjutnya diadakan pengamatan atau observing yang diteliti terhadap
proses pelaksanaannya
d. Refleksi (Reflecting)
Setelah diamati, barulah guru dapat melakukan refleksi atau reflecting
dan dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam kelasnya

4.

Tujuan PTK dilakukan
Menurut Rochman Natawidjaya (1997) dalam buku Suwandi
(2011:16) tujuan penelitian tindakan kelas adalah :
a. Untuk

menanggulangi

masalah

pendidikan dan pengajaran

atau

kesulitan

yang dihadapi

dalam

bidang

guru dan tenaga

kependidikan, terutama yang berkenaan dengan masalah pembelajaran
dan pengembangan materi pengajaran.
b. Untuk memberikan pedoman bagi guru atau administrator pendidikan
di sekolah guna memperbaiki dan meningkatkan mutu kinerja atau
mengubah sistem kerjanya agar menjadi lebih baik dan produktif.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
10

c. Untuk melaksanakan program latihan, terutama pelatihan dalam
jabatan guru, yaitu sebagai salah satu strategi pelatihan yang bersifat
inkuiri agar peserta lebih banyak menghayati dan langsung
menerapkan hasil pelatihan tersebut.
d. Untuk

memasukkan

unsur-unsur

pembaruan

dalam

sistem

pembelajaran yang sedang berjalan dan sulit untuk ditembus oleh
pembaharuan pada umumnya.
e. Untuk membangun dan meningkatkan mutu komunikasi dan interaksi
antara praktisi (guru) dengan para peneliti akademis.
f. Untuk memperbaiki suasana keseluruhan sistem atau masyarakat
sekolah, yang melibatkan administrasi pendidikan, guru, siswa, orang
tua, dan pihak lain yang bersangkutan dengan pihak sekolah.
Selain itu Kunandar (2008:63) juga berpendapat bahwa penelitian
tindakan kelas mempunyai tujuan sebagai berikut :
a. Untuk memecahkan permasalahan nyata yang terjadi di dalam kelas
yang dialami langsung dalam interaksi antara guru dengan siswa yang
sedang

belajar,

meningkatkan

profesionalisme

guru,

dan

menumbuhkan budaya akademik di kalangan para guru.
b. Peningkatan kualitas praktik pembelajaran di kelas secara terusmenerus mengingat masyarakat berkembang secara cepat.
c. Peningkatan relevansi pendidikan, hal ini dicapai melalui peningkatan
proses pembelajaran.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
11

d. Sebagai alat traning in-service, yang memperlengkapi guru dengan
skill dan metode baru, mempertajam kekuatan analitisnya dan
mempertinggi kesadaran dirinya.
e. Sebagai alat untuk memasukkan pendekatan tambahan atau inovatif
terhadap sistem pembelajaran yang berkelanjutan yang biasanya
menghambat inovasi dan perubahan.
f. Peningkatan mutu hasil pendidikan melalui perbaikan praktik
pembelajaran di kelas dengan mengembangkan berbagai jenis
keterampilan dan meningkatnya inovasi belajar siswa.
g. Meningkatkan sikap profesional pendidik dan tenaga kependidikan.
h. Menumbuhkembangkan budaya akademik di lingkungan sekolah,
sehingga tercipta sikap proaktif dalam melakukan perbaikan mutu
pendidikan dan pembelajaran secara berkelanjutan.
i.

Peningkatan efisiensi pengelolaan pendidikan, peningkatan atau
perbaikan proses pembelajaran di samping untuk meningkatkan
relevansi dan mutu hasil pendidikan juga ditunjukkan untuk
meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber-sumber daya yang
terintegrasi di dalamnya.

5.

Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK
Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari pelaksanaan PTK
yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran, antara
lain (Aqib, 2007:18):

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
12

a. Inovasi pembelajaran
b. Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas
c.

Peningkatan profesionalisme guru
Selain itu manfaat pelaksanaan PTK menurut Kusumah dan

Dwitagama (2009:14) antara lain:
a. Membantu guru memperbaiki mutu pembelajaran
b. Meningkatkan profesionalitas guru
c. Meningkatkan rasa percaya diri guru
d.

Memungkinkan guru secara aktif mengembangkan pengetahuan dan
keterampilannya.

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT)
1. Tipe Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kooperatif menjadi salah satu pembaharuan dalam
pergerakan reformasi pendidikan. Pembelajaran kooperatif meliputi
banyak jenis bentuk pengajaran dan pembelajaran yang merupakan
perbaikan tipe pembelajaran tradisional. Pembelajaran kooperatif
dilaksanakan dalam kumpulan kecil supaya anak didik dapat bekerja sama
untuk mempelajari kandungan pelajaran dengan berbagai kemahiran
sosial.

Model pembelajaran

kooperatif

merupakan

suatu

model

pembelajaran dimana siswa dimasukkan ke dalam kelompok-kelompok
kecil dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda kemudian mereka
belajar bersama di dalam kelompok kecil tersebut. Di dalam

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
13

menyelesaikan tugas yang diberikan dalam kelompok, mereka harus
saling bekerja sama antar siswa di dalam satu kelompok. Model
pembelajaran kooperatif sangat berbeda dengan model pengajaran
ceramah atau langsung. Model ini dikembangkan untuk membantu siswa
mencapai hasil belajarnya, di samping itu model pembelajaran kooperatif
juga efektif digunakan untuk mengembangkan keterampilan pribadi dan
sosial siswa. Dalam pembelajaran kooperatif tidak hanya mempelajari
mengenai materi saja, tetapi juga harus mempelajari keterampilanketerampilan khusus lainnya. Seperti keterampilan sosial, kerja sama, dan
tanggung jawab. Tujuannya untuk melancarkan hubungan antar siswa
dalam bekerja sama satu sama lain di dalam kelompok.
Terdapat lima tipe dari pembelajaran kooperatif yang diantaranya
adalah (Slavin, 1995:4):
a. Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Dalam STAD, siswa dikelompokkan secara heterogen. Setiap
kelompok terdiri dari 4-5 orang. Guru memulai pelajaran dengan
mempresentasikan sebuah materi yang kemudian siswa bekerja dalam
kelompok-kelompok untuk memastikan bahwa seluruh anggota
kelompok telah menuntaskan materi tersebut. Pada akhirnya semua
siswa diberi kuis secara individual tentang materi ajar tersebut dan
siswa yang bersangkutan memperoleh skor secara individual.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
14

b. Teams Games Tournaments (TGT)
Model TGT hampir sama dengan STAD. Siswa dikelompokkan secara
heterogen, setiap kelompok terdiri 4-5 orang. Guru memulai dengan
mempresentasikan sebuah pelajaran kemudian siswa bekerja di dalam
kelompok-kelompok untuk memastikan bahwa seluruh anggota
kelompok menuntaskan pelajaran tersebut. Namun kuis dalam TGT
diganti dengan turnamen. Dalam turnamen ini siswa bertanding dengan
anggota kelompok lain yang mempunyai kemampuan serupa. Dari
turnamen inilah tiap anggota akan mendapat skor yang akan
disumbangkan pada kelompoknya. Kemudian skor-skor ini akan
dirata-rata untuk menentukan skor kelompok. Skor kelompok yang
diperoleh akan menentukan penghargaan kelompok.
c. Jigsaw
Pada model ini siswa juga dibagi dalam kelompok-kelompok kecil
secara heterogen. Masing-masing anggota kelompok diberikan tugas
untuk mempelajari topik tertentu dari materi yang diajarkan. Mereka
bertugas menjadi ahli pada topik yang menjadi bagiannya. Pada model
jigsaw, setiap siswa dipertemukan dengan siswa dari kelompok lain
yang menjadi ahli pada topik yang sama. Mereka mendiskusikan topik
yang menjadi bagiannya. Pada tahap tersebut para ahli dibebaskan
mengemukakan pendapatnya, saling bertanya dan berdiskusi untuk
menguasai bahan pelajaran. Setelah menguasai materi yang menjadi
bagiannya, para ahli tersebut kembali ke dalam kelompoknya masing-

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
15

masing. Mereka bertugas mengajarkan topik tersebut kepada temanteman sekelompoknya. Kegiatan terakhir dari model Jigsaw adalah
pemberian kuis atau penilaian untuk seluruh topik. Penilaian dengan
penghargaan kelompok didasarkan pada peningkatan nilai individu
sama seperti STAD.
d. Learning Together
Siswa melakukan presentasi bahan mata pelajaran, setelah itu siswa
dalam kelompok heterogen terdiri 4 sampai 5 orang mengerjakan satu
lembar kerja. Guru menilai hasil kerja kelompok. Siswa kemudian
secara individual mengerjakan kuis yang dinilai oleh guru sebagai hasil
kerja individual.
e. Group Investigation
Tiap-tiap kelompok mempelajari satu bagian materi pelajaran dan
kemudian menjelaskan materi itu kepada semua siswa di kelas. Siswa
diharapkan menerima tanggung jawab yang besar untuk menentukan
apa yang akan dipelajari, mengorganisasi kelompok mereka sendiri
bagaimana cara menguasai materi dan memutuskan bagaimana
mengkomunikasikan hasil belajar mereka kepada seluruh kelas.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (TGT)
Metode pembelajaran Teams Games Tournament atau yang biasa
dikenal dengan sebutan TGT merupakan salah satu model pembelajaran
kooperatif yang mudah untuk diterapkan, hal ini karena melibatkan semua

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
16

siswa di dalam kelas. Tipe ini melibatkan peran siswa sebagai tutor
sebaya, mengandung unsur permainan yang bisa memotivasi semangat
belajar dan keaktifan siswa. Aktivitas belajar dengan permainan yang
dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan
siswa dapat belajar lebih santai disamping menumbuhkan tanggung jawab,
kejujuran, kerja sama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.
Lima komponen utama dalam komponen dalam TGT yaitu (Slavin,
1995:84-88):
a. Penyajian Kelas
Sebelum melakukan games, dalam awal pembelajaran akan diawali
guru menjelaskan materi. Penjelasan materi ini dapat dilakukan dengan
metode ceramah, diskusi atau metode yang lainnya. Yang harus
ditekankan dalam penyajian kelas ini adalah siswa harus benar – benar
memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penguasaan materi ini
akan membantu siswa untuk bekerja dalam kelompok nantinya.
b. Kelompok (team)
Di dalam kegiatan kelompok masing-masing anggota kelompok
bertugas mempelajari materi atau menyelesaikan tugas yang diberikan
oleh guru pada lembar latihan dan membantu teman satu kelompok
menguasai materi pembelajaran tersebut. Sebelum kegiatan belajar
kelompok dimulai, guru terlebih dahulu menjelaskan beberapa sikap
yang harus diperhatikan siswa agar kerja sama dalam kelompok
berjalan dengan lancar. Pada saat diskusi berlangsung, seluruh anggota

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
17

sebaiknya

berbicara

dengan

suara

yang

pelan,

tidak

boleh

meninggal

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid

0 7 280

Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan mengoptimalkan gaya belajar melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) penelitian tindakan kelas di MAN 11 Jakarta

0 27 232

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa

1 8 185

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat

1 40 0

Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournament (tgt) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa (kuasi eksperimen pada Kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri Jonggol)

0 5 199

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X-1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi.

0 1 305

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta.

0 5 220

Penerapan model pembelajaran tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran ekonomi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa : penelitian dilaksanakan di kelas X SMA Negeri 11 Yogyakarta.

0 12 197

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) untuk meninkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar siswa kelas X 1 SMA Pangudi Luhur Yogyakarta pada mata pelajaran Ekonomi

0 0 303

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT(TGT) DALAM PEMBELAJARAN EKONOMI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA

0 0 195

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23