Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH
DI MTs ISLAMIYAH CIPUTAT

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah
Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd. I)

Oleh :
SITI FUJIYATI
1110011000021

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015 M/1436 H

LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI
“PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS
GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA
PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTs ISLAMIYAH CIPUTAT”
Skripsi ini Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Untuk
Memenuhi Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Islam (S. Pd.I)

Oleh:

SITI FUJIYATI
NIM: 1110011000021

Menyetujui,
Pembimbing

Tanenji, MA
NIP :19720712 199803 1 004

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015 M / 1436 H

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI
Skripsi berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams
Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata
Pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat” yang disusun oleh SITI FUJIYATI.
NIM: 1110011000021, Jurusan Pendidikan Agama Islam. Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan. Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Telah
melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang berhak untuk
diujikan pada sidang munaqasah sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh fakultas.

Jakarta, 31 Maret 2015

Yang mengesahkan,
Pembimbing

Tanenji, MA
NIP :19720712 199803 1 004

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama

: SITI FUJIYATI

NIM

: 1110011000021

Jurusan

: Pendidikan Agama Islam

Angkatan

: 2010

Alamat

: JL. Perintis Bawah No. 81A RT. 008/012 Desa Kedaung,
Kec.Pamulang, Kab. Tangerang Selatan, Provinsi Banten
(15415)

MENYATAKAN DENGAN SESUNGGUHNYA
Bahwa skripsi yang berjudul “Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Teams Games

Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar Siswa pada Mata

Pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat” adalah benar hasil karya sendiri di
bawah bimbingan dosen:
Nama

: Tanenji, MA

NIP

: 19720712 199803 1 004
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan saya

siap menerima segala konsekuensi apabila ternyata skripsi ini bukan hasil karya
sendiri.
Jakarta, 13 April 2015
Yang menyatakan,

(SITI FUJIYATI)
NIM. 1110011000021

ABSTRAK
Siti Fujiyati. NIM 1110011000021. Pengaruh Model Pembelajaran
Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap Hasil Belajar
Siswa pada Mata Pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat. Metode yang
digunakan adalah metode kuasi eksperimen. Dalam penelitian ini yang menjadi
subjek penelitian adalah siswa kelas
dan kelas
MTs Islamiyah
Ciputat. Kelas
sebagai kelas eksperimen dengan menggunakan model
pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) dan kelas
sebagai kelas
kontrol dengan menggunakan metode Puzzle. Instrument yang digunakan adalah
tes hasil belajar. Soal tes hasil belajar yang digunakan sebanyak 40 soal berbentuk
pilihan ganda dan setelah melalui proses uji validitas, terdapat 24 soal yang valid
dengan reliabilitas 0,79 dan termasuk kategori tinggi atau dengan kata lain
instrumen ini layak digunakan dalam penelitian. Teknik analisis data
menggunakan metode statistik uji “t” (uji beda), untuk menguji hipotesis
penelitian dilakukan konsultasi pada tabel distribusi “t” pada taraf signifikansi
0,05%.
Temuan hasil penelitian ini adalah adanya pengaruh penggunaan model
pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar Fiqih
siswa. Hal ini ditunjukan dari hasil pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t
diperoleh nilai Thitung > Ttabel yaitu 3,0239 > 2,042 dengan taraf signifikasi 0,05
%. Selain itu dilihat dari hasil perhitungan post-test kelas eksperimen yang
menggunakan metode Teams Games Tournament (TGT) (nilai rata-rata 85)
menunjukan nilai yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol yang
menggunakan metode Puzzle (nilai rata-rata 77). Dari penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
berpengaruh terhadap hasil belajar Fiqih siswa.
Kata kunci: Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT), Hasil
Belajar, Fiqih.

i

ABSTRACT
Siti Fujiyati. NIM 1110011000021. Effect of Cooperative Learning Model
Teams Games Tournament (TGT) to the Student Learning Outcomes in
Subjects Fiqh in MTs Islamiyah Ciputat.
The purpose of this study was to determine the effect of cooperative
learning model Teams Games Tournament (TGT) on student learning outcomes in
subjects Fiqh in MTs Islamiyah Chester. The method used is a quasi-experimental
method. In this study, the subjects were students of class
and class
MTs Islamiyah Ciputat. Class
as an experimental class using learning
model Teams Games Tournament (TGT) and class
as the control class using
the Puzzle. The instrument used is the achievement test. Problem achievement test
used by 40 multiple choice questions and after going through the process of test
validity, there are 24 questions are valid with the reliability of 0.79 and a high
category or in other words, these instruments are fit for use in research. Data
were analyzed using statistical methods “t” test (difference test), to test the
hypothesis of the research carried out a consultation on the distribution table "t"
at the significance level of 0.05%.
The findings of this research is the influence of the use of learning
models Teams Games Tournament (TGT) on Fiqh student learning outcomes. It
can be seen from the results of hypothesis testing using t-test values obtained
Thitung > Ttabel 3.0239> 2.042 with significance level of 0.05%. Additionally seen
from the calculation of post-test experimental class that uses the method Teams
Games Tournament (TGT) (average value 85) showed higher values than the
control class that uses the method Puzzle (average value 77). From this study it
can be concluded that the learning model Teams Games Tournament (TGT) effect
on students' learning outcomes Fiqh.
Keywords: Models of Learning Teams Games Tournament (TGT), Learning
Outcomes, Fiqh.

ii

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Al-hamdulillahi rabibbil-„aalamiin. Puji syukur atas rahmat, taufiq dan
hidayah-Nya yang telah memberikan kelapangaan kepada penulis sehinnga dapat
menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Hanya kepada-Nya penulis memohon
pertolongan dan kemudahan dalam segala urusan.
Allahumma shalli „alaa sayyidina Muhammad wa „alaa aali sayyidinaa
Muhammad. Shalawat serta salam semoga tetap tercurah kepada junjungan dan
suri tauladan umat manusia, Nabi Muhammad SAW, makhluk mulia yang penuh
dengan rasa cinta dan kasih sayang kepada sesama manusia dan membawa kita
pada jalan yang di ridhai Allah SWT. Terimakasih yang teramat banyak kepada
kedua orang tua tercinta Ayahanda H. Ahmad Sayyidi dan Ibunda Miftahur
Rahmah, atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang tercurahkan, yang telah
mengajarkan penulis tentang kebaikan, arti cinta, makna kehidupan dan yang telah
mendidik penulis dengan penuh kasih sayang.
Dalam proses penyusunan skripsi dan belajar di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI), penulis banyak mendapatkan
bantuan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil, maka penulis
mengucapkan terima kasih juga kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA selaku Dekan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan.

2.

Bapak Dr. H. Abdul Majid Khon, M. Ag selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Agama Islam.

3.

Ibu Marhamah Saleh, Lc., MA selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama
Islam.

4.

Bapak Tanenji, MA selaku Dosen Pembimbing yang selalu meluangkan
waktunya untuk membimbing dan memotivasi kepada penulis.

5.

Bapak Drs. Aris Herdiana selaku Kepala sekolah MTs Islamiyah Ciputat
yang telah memberikan izin kepada penulis untuk melakukan penelitian di
MTs Islamiyah Ciputat.

iii

6.

Ibu Hj. Tatu Uyainah selaku guru Fiqih kelas VII dan VIII di MTs
Islamiyah Ciputat yang telah memberikan saran dan pengarahan dalam
proses pelaksanaan pembelajaran.

7.

Kepada Kakakku Ahmad Bishri, S. E. Sy dan Adikku tersayang Siti Nur
‘Izzah yang selalu mendampingi dan memberikan motivasi serta do’a dan
kasih sayang kepada penulis secara moril maupun nonmoril.

8.

Terkhusus kepada Muhamad Muchris, S. Pd. I yang selalu mendampingi,
memberikan motivasi, semangat, perhatian, do’a dan kasih sayang yang
tanpa batas akhir.

9.

Sahabat-sahabatku Shofa, S. Pd. I, Aqilatul Munawwaroh, S. Pd. I,
Herdiyanti Fhauziah, S. Pd. I, Septia Rahayu, S. Pd. I, Endang, S. Pd. I,
Uni Fadhillah, S. Pd. I, Rosdhiana, SE. Sy, Siti Ikhwanul Muthmainnah
Pamungkas, S. Th. I, Elis Rostiani, S. Th. I dan Husen Zailani, S. Kom serta
sahabat

PAI

angkatan

2010

yang

senantiasa

membantu

dalam

menyelesaikan penelitian.
10.

Adik-adik MTs Islamiyah Ciputat yang telah mendukung proses berjalannya
penelitian.

Begitu panjang perjalanan untuk menempuh sebuah proses yang dinanti
untuk mendapatkan sebuah kebanggaan, lika-liku perjuangan, pengorbanan,
harapan dan semoga pihak yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan
skripsi ini mendapatkan balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT, Amin.
Wassalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

Jakarta, 13 April 2015
Penulis,

( SITI FUJIYATI )

iv

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN DOSEN PEMBIMBING
SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI
ABSTRAK. ......................................................................................................

i

ABSTRACT .....................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR .....................................................................................

iii

DAFTAR ISI ....................................................................................................

v

DAFTAR TABEL ............................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR .......................................................................................

x

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..........................................................

1

B. Identifikasi Masalah ................................................................

8

C. Pembatasan Masalah ...............................................................

8

D. Perumusan Masalah .................................................................

8

E. Tujuan Penelitian ....................................................................

8

F. Manfaat Penelitian ..................................................................

9

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN
HIPOTESIS PENELITIAN
A. Pembelajaran Kooperatif ........................................................

10

1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif .................................

10

2. Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif ...................................

13

3. Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif ...........................

15

4. Aturan Dasar Pembelajaran Kooperatif ............................

15

5. Keterampilan Pembelajaran Kooperatif ............................

15

6. Tujuan Pembelajaran Kooperatif ......................................

17

B. Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) ........

19

1. Pengertian Model Pembelajaran Teams Games Tournament
(TGT) ................................................................................

v

19

2. Langkah-Langkah Model Pembelajaran Teams Games
Tournament (TGT) .............................................................

19

3. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Teams

BAB III

Games Tournament (TGT).................................................

21

C. Model Pembelajaran Puzzle .....................................................

22

D. Hasil Belajar ............................................................................

23

1. Pengertian Hasil Belajar .....................................................

23

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Belajar ...........

27

3. Kriteria Pengukuran Hasil Belajar .....................................

30

E. Pengertian Fiqih .......................................................................

31

F. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................

32

G. Kerangka Berfikir.....................................................................

34

H. Hipotesis Penelitian..................................................................

37

METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................

38

B. Metode dan Desain Penelitian..................................................

38

C. Populasi dan Sampel Penelitian ...............................................

39

D. Variabel Penelitian ...................................................................

40

E. Teknik Pengumpulan Data .......................................................

40

F. Instrumen Penelitian.................................................................

41

G. Uji Coba Instrumen ..................................................................

41

1. Uji Validitas .......................................................................

42

2. Uji Reliabilitas ...................................................................

43

3. Uji Taraf Kesukaran Soal ...................................................

43

4. Daya Pembeda....................................................................

44

H. Teknis Analisis Data ................................................................

45

1. Uji Normalitas ....................................................................

45

2. Uji Homogenitas ................................................................

46

3. Uji Hipotesis ......................................................................

47

I. Hipotesis Statistik ....................................................................

47

vi

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil MTs Islamiyah Ciputat ..................................................

49

1. Sejarah Singkat Sekolah .....................................................

49

2. Identitas, Georafis, dan Sarana Prasarana ..........................

50

3. Visi, Misi dan Motto ..........................................................

51

4. Guru dan Tenaga Kependidikan.........................................

52

5. Sarana dan Prasarana..........................................................

53

B. Deskripsi Data ..........................................................................

54

1.

Hasil Uji Validitas Soal.....................................................

54

2.

Hasil Uji Reliabilitas Soal .................................................

54

3.

Hasil Uji Tingkat Kesukaran Soal ....................................

54

4.

Hasil Uji Daya Pembeda Soal ...........................................

55

C. Kegiatan Pembelajaran.............................................................

56

1. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran pada Kelas
Eksperimen (Teams Games Tournament/TGT) .................

56

2. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran pada Kelas
Kontrol ( Puzzle) ................................................................

56

D. Deskripsi Data ..........................................................................

57

1. Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen (TGT) dan Pre-Test Kelas
Kontrol (Puzzle) .................................................................

58

2. Hasil Post-Test Kelas Eksperimen (TGT) dan Post-Test Kelas
Kontrol (Puzzle) .................................................................

62

3. Perbandingan Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen dan Post-Test
Kelas Kontrol .....................................................................

67

4. Hasil Post-Test Kelas Eksperimen (TGT) dan Post-Test Kelas
Kontrol (Puzzle) dengan Diagran Frekuensi ......................

68

E. Pengujian Persyaratan Analisis ................................................

70

1. Uji Normalitas ....................................................................

70

2. Uji Homogenitas ................................................................

70

F. Pengujian Hipotesis dan Pembahasan ......................................

71

1.

Uji Hipotesis Penelitian.....................................................

vii

71

2.

BAB V

Pembahasan Hasil Penelitian ............................................

72

G. Keterbatasan Penelitian............................................................

73

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ..............................................................................

74

B. Implikasi ...................................................................................

74

C. Saran .........................................................................................

75

DAFTAR PUSTAKA .....................................................................................

76

LAMPIRAN-LAMPIRAN

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Tabel Penilaian Dalam Ranah Kognitif. ...................................

Tabel 3.1

Tabel Desain Penelitian Pre-Test dan Post Test Kontrol Group

26

Design .......................................................................................

39

Tabel 3.2

Tabel Matrik Variabel. .............................................................

40

Tabel 3.3

Tabel Kriteria Reliabilitas Soal ................................................

43

Tabel 4.1

Tabel Daftar Kepala Sekolah MTs Islamiyah Ciputat .............

50

Tabel 4.2

Tabel Daftar Sarana Prasaran ...................................................

53

Tabel 4.3

Tabel Klasifikasi Tingkat Kesukaran Butir Soal ......................

55

Tabel 4.4

Tabel Kalsifikasi Tingkat Daya Pembeda ................................

55

Tabel 4.5

Tabel Nilai Pre-Test Kelas Eksperimen ...................................

58

Tabel 4.6

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen .

60

Tabel 4.7

Tabel Nilai Pre-Test Kelas Kontrol ..........................................

60

Tabel 4.8

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Pre-Test Kelas Kontrol ........

62

Tabel 4.9

Tabel Nilai Post-Test Kelas Ekspeimen ...................................

62

Tabel 4.10

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Post-Test Kelas Eksperimen

64

Tabel 4.11

Tabel Nilai Post-Test Kelas Kontrol ........................................

65

Tabel 4.12

Tabel Distribusi Frekuensi Hasil Post-Test Kelas Kontrol ......

66

Tabel 4.13

Tabel Keterangan Diagram Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol............................................................................

Tabel 4.14

Tabel Keterangan Diagram Hasil Post-Test Kelas Eksperimen dan
Kontrol ......................................................................................

Tabel 4.15

69

Tabel Hasil Uji Normalitas Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol ......................................................................................

Tabel 4.16

68

70

Tabel Hasil Uji Normalitas Post-Test Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol ......................................................................................

70

Tabel 4.17

Tabel Hasil Uji Homogenitas Pre-Test ....................................

71

Tabel 4.18

Tabel Hasil Uji Homogenitas Post-Test ...................................

71

ix

DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1

Diagram Frekuensi Nilai Pre-Test Kelas Ekperimen.............

59

Gambar 4.2

Diagram Frekuensi Nilai Pre- Test Kelas Kontrol .................

61

Gambar 4.3

Diagram Frekuensi Nilai Post-Test Kelas Eksperimen. .........

64

Gambar 4.4

Diagram Frekuensi Nilai Post-Test Kelas Kontrol. ...............

66

Gambar 4.5

Diagram Frekuensi Hasil Pre-Test Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol. ..................................................................................

Gambar 4.6

67

Diagram Frekuensi Hasil Post Test Kelas Eksperimen dan Kelas
Kontrol. ..................................................................................

x

69

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan pada hakikatnya berlangsung dalam suatu proses. Proses ini
berupa transformasi nilai-nilai pengetahuan, teknologi dan keterampilan.
Penerima proses adalah anak atau siswa yang sedang tumbuh dan berkembang
menuju kearah pendewasaan kepribadian dan penguasaan pengetahuan. Selain
itu, pendidikan merupakan proses budaya untuk meningkatkan harkat dan
martabat manusia yang diperoleh melalui proses yang panjang dan
berlangsung sepanjang kehidupan. Belajar sepanjang hayat adalah belajar terus
menerus dan berkesinambungan (continuing-learning) dari buaian sampai
akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia. Oleh
karena setiap fase perkembangan pada masing-masing individu harus dilalui
dengan belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembanganya, maka
belajar itu dimulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan bahkan masa
tua.1 Sebagaimana hadits Nabi Muhammad SAW:

“Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat” (HR. Muslim)
Suatu pertanda bahwa seseorang telah belajar sesuatu adalah adanya
perubahan tingkah laku dalam dirinya. Perubahan tingkah laku tersebut
menyangkut perubahan yang bersifat pengetahuan (kognitif), dan keterampilan
(psikomotor) maupun yang menyangkut nilai dan sikap (afektif).2
Belajar merupakan kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang
sangat fundamental dalam penyelenggaraan setiap jenis dan jenjang
pendidikan. Ini berarti bahwa berhasil atau gagalnya pencapaian tujuan
pendidikan itu amat bergantung pada proses belajar yang dialami siswa, baik
1

http://santri-sarung.blogspot.com/2014/07/konsep-pendidikan-sepanjang-hayat dalam.html
Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Bogor: Ghalia
Indonesia, 2004), Cet. 3, hal. 3
2

1

2

ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya
sendiri. Oleh karenanya pemahaman yang benar mengenai arti belajar dengan
segala aspek, bentuk, dan manifestasinya mutlak diperlukan oleh para
pendidik khususnya para guru. Kekeliruan atau ketidak lengkapan persepsi
mereka terhadap proses belajar dan hal-hal yang berkaitan dengannya
mungkin akan mengakibatkan kurang bermutunya hasil pembelajaran yang
dicapai oleh peserta didik.3
Menurut Slameto belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan
individu untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara
keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi
dengan lingkungannya.4
Anthony Robins mendefinisikan yang dikutip dalam buku Trianto, bahwa
belajar sebagai proses menciptakan hubungan antara sesuatu (pengetahuan)
yang sudah dipahami dan sesuatu (pengetahuan) yang baru.5
Belajar adalah kegiatan yang dilakukan oleh seseorang agar memiliki
kompetensi berupa keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan. Belajar
juga dapat dipandang sebagai sebuah proses elaborasi dalam upaya pencarian
makna yang dilakukan oleh individu. Proses belajar pada dasarnya dilakukan
untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi personal.6
Sedangkan menurut Oemar Hamalik, belajar adalah perubahan dalam
perbuatan melalui aktivitas, praktek dan pengalaman.7
Ahli pendidikan modern merumuskan perbuatan belajar adalah sebagai
berikut: belajar adalah suatu bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri
seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara bertingkah laku yang baru berkat
pengalaman dan latihan. Tingkah laku yang baru itu misalnya dari tidak tahu
3

Asep Jihad, Abdul Haris, Evaluasi Pembelajaran, (Yogyakarta: Multi PressIndo, 2010),

4

Slameto, Belajar & Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, (Jakarta: Rineka Cipta, 2010),

hal. 1
hal. 2
5

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif - Progresif Konsep Landasan, dan
Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). (Jakarta: Prenada Media
Group, 2010), hal. 15
6
Benny A. Pribadi, Model Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Dian Rakyat, 2011), hal. 6
7
Oemar Hamalik, Psikologi Belajar & Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004),
hal. 11.

3

menjadi tahu, timbulnya pengertian baru, timbul dan berkembangnya sifatsifat social, susila dan emosional.8
Proses pembelajaran pada prinsipnya proses pengembangan moral
keagamaan, aktivitas dan kreativitas peserta didik melalui berbagai interaksi
dan pengalaman belajar. Namun demikian dalam implementasinya masih
banyak kegiatan pembelajaran yang mengabaikan aktivitas dan kreatifitas
peserta didik tersebut. Hal ini banyak disebabkan oleh model dan system
pembelajaran yang lebih menekankan pada penguasaan kemampuan
intelektual saja serta proses pembelajaran terpusat pada guru di kelas sehingga
keberadaan peserta didik hanya menunggu uraian guru kemudian mencatat
dan menghafalnya.9
Proses belajar terjadi karena adanya interaksi antara siswa dengan
lingkungannya, oleh karena itu lingkungan pendidikan perlu diatur
sedemikian rupa sehingga timbul reaksi siswa kearah perubahan tingkah laku
yang diinginkan. Iklim yang tidak kondusif akan berdampak negatif terhadap
proses pembelajaran dan sulitnya tercapai tujuan pembelajaran terutama pada
pelajaran Fiqih, siswa merasa gelisah, resah, bosan, dan jenuh. Sebaliknya,
iklim belajar yang kondusif dan menarik dapat dengan mudah tercapainya
tujuan pembelajaran, dan proses pembelajaran

yang dilakukan itu

menyenangkan bagi peserta didik.
Lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan tertib, merupakan harapan
yang tinggi bagi seluruh warga sekolah, agar peserta didik semangat dalam
belajar. Karena lingkungan juga dapat mempengaruhi situasi belajar bagi
siswa.
Dalam

proses

pembelajaran,

anak

kurang

didorong

untuk

mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di dalam kelas
seharusnya diarahkan kepada kemampuan anak, agar anak dapat berpikir
kritis dan sistematis, sebab biasanya strategi pembelajaran berpikir kritis

8

Abu Ahmadi, Psikologi Sosial, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hal. 256
Zurinal. Z dan Wahdi Sayuti, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Lembaga Penelitian UIN Jakarta
dengan UIN Jakarta Press, 2006), hal. 117-118
9

4

kurang digunakan secara baik dalam setiap proses pembelajaran di dalam
kelas.
Seseorang yang mendapatkan pengetahuan, maka akan tampak perubahan
dalam dirinya, karena orang yang mengetahui dengan orang yang tidak
mengetahui itu pasti akan sangat berbeda. Sebagaimana di dalam surat AzZumar ayat 9 Allah SWT berfirman:

      
        

            

“Apakah kamu Hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang
yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia
takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orangorang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang
dapat menerima pelajaran”.10(QS. Az-Zumar: 9)
Pembelajaran merupakan upaya untuk membelajarkan siswa. Sebagaimana
di

dalam

prosesnya

mengembangkan

terdapat

metode

untuk

kegiatan
mencapai

memilih,
hasil

menetapkan,
pembelajaran

dan
yang

diinginkan. 11 Mengajar tidak hanya sebatas pentransferan ilmu pengetahuan
semata, melainkan agar siswa mampu mengekspresikan diri mereka sesuai
dengan potensi dan bakat yang mereka miliki, sehingga siswa dapat menjadi
manusia yang mengerti akan dirinya sendiri.
Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan bagian penting dari tugas seorang
guru. Hal ini berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 39 ayat (2), disebutkan bahwa pendidik merupakan
tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses
pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan

Al-Qur’an dan Terjemahnya, Al-Qur’an Cordoba Spesial for Muslimah. (Bandung: PT
Cordoba Internasional Indonesia, 2012), hal. 459
11
Hamzah B. Uno dan Nurdin Mohamad. Belajar dengan Pendekatan PAIKEM. (Jakarta:
Bumi Aksara, 2011), hal. 4
10

5

pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,
terutama bagi pendidik pada perguruan tinggi.12
Di dalam kelas kita sering melihat dan menjumpai bahwa guru sangat
menguasai materi dengan baik dan penyampainnya kepada siswa juga sudah
cukup baik pula, tetapi tidak dalam melaksanakan pembelajarannya. Karena
hal itu terjadi proses pembelajaranya tidak didasarkan kepada model
pembelajaran tertentu dan menjadikan kondisi yang tidak menyenangkan dan
membosankan, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa rendah dan
menjadikan siswa tidak menguasai materi pelajaran Fiqih yang diberikan oleh
guru secara maksimal.
Guru merupakan faktor dominan yang menentukan suasana belajar siswa
di sekolah, “kualitas interaksi guru dan murid dipengaruhi oleh karakteristik
dari setting (ruang kelas, penggunaan ruangan, sumber belajar dan lain-lain)
dan dimensi sosial kelompok (norma, peraturan, keterkaitan, distribusi
kekuatan dan pengaruh)”. 13 Pengaturan latar dan dimensi sosial yang tepat
dalam

pembelajaran

akan

membantu

dalam

proses

pembelajaran,

meningkatkan suasana belajar, dan juga membantu mempermudah interaksi
antara guru dan murid. Meski demikian, masih banyak dijumpai pengajaran
yang

dilakukan

oleh

guru

dengan

memaksakan

kehendak

dalam

pembelajarannya tanpa memperhatikan kebutuhan, minat, dan bakat yang
dimiliki siswa, padahal bakat dan kecerdasan yang dimiliki oleh siswa
berbeda-beda.
Penggunaan variasi model pembelajaran dapat membantu siswa dalam
meningkatkan motivasi belajar sehingga proses pembelajaran yang terjadi
akan lebih aktif dan menyenangkan, suasana belajar yang aktif dari semua
pihak di dalam kelas, maka pembelajaran akan memberikan hasil yang baik.
Berdasarkan pengalam penulis ketika melaksanakan tugas Praktek Prosefi
Keguruan Terpadu (PPKT) pada semester 7 di MTs Islamiyah Ciputat, dalam
Undang – Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional, hal. 20
13
Forrest W. Parkay dan Baverly Hardcastle Stanford, Menjadi Seorang Guru, terj. Dani
Dharyani, (Jakarta: PT. Indeks, 2008), Ed. VII, hal. 170
12

6

praktek tersebut penulis mengampu mata pelajaran Fiqih pada kelas VII dan
VIII. Tugas awal praktek di dalam kelas yaitu asistensi, ketika kegiatan KBM
berlangsung penulis menemukan kejanggalan yang terdapat pada KBM ini,
akibat kegiatan yang hanya dilakukan satu arah menjadikan para siswa merasa
jenuh dan bosan ketika mendengarkan guru Fiqih bercerita soal materi. Dari
sinilah penulis mulai mengangkat masalah ini.
Fiqih secara umum merupakan salah satu bidang studi Islam yang banyak
membahas hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan Tuhannya,
antara manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungannya. Melalui
bidang studi Fiqih ini diharapkan siswa tidak lepas dari jangkauan normanorma agama dan menjalankan aturan syariat Islam.
Fiqh sebagai bahan pelajaran di madrasah, baik tingkat ibtidaiyah,
tsanawiyah dan aliyah terkenal sebagai pelajaran yang membutuhkan praktek
langsung oleh siswa, namun faktanya kondisi di MTs Islamiyah Ciputat
selama ini dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa sangat pasif, sulitnya
materi yang diterima siswa terutama materi Fiqih, siswa tidak menghiraukan
materi yang disampaikan, tidak terjalin komunikasi yang baik antara guru
dengan siswa bahkan ada beberapa siswa yang bercanda dengan temannya,
yang mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa pada materi Fiqih.
Sering kali guru terjebak dengan cara-cara konvensional yaitu berpusat
pada guru (teacher centered) yang hanya berorientasi pada pencapaian aspekaspek kognitif yang mengandalkan metode ceramah dalam pembelajarannya
sehingga menyebabkan kejenuhan, membosankan, dan siswa tertekan karena
harus mendengarkan guru bercerita beberapa jam tanpa memperhatikan siswa
terlibat dalam proses pembelajaran, tidak menggunakan variasi model
pembelajaran, dan lingkungan di luar sekolah siswa yang kurang mendukung.
Jika keadaan ini dibiarkan terus menerus dalam waktu yang panjang, tentu
akan berpengaruh bagi hasil belajar siswa baik pada pelajaran Fiqih maupun
pada pelajaran lainnya.
Salah satu upaya memecahkan permasalahan proses pembelajaran Fiqih
yaitu dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif. Pembelajaran

7

kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam pembelajaran yang
memungkinkan peserta didik bekerja sama untuk memaksimalkan belajar
mereka dalam kelompok. 14 Pembelajaran kooperatif memiliki banyak tipe
yang dapat dipergunakan dalam menyajikan proses pembelajaran kepada
siswa-siswa diantaranya, pembelajaran kooperatif tipe Make a Match,
demonstrasi, simulasi, dan lain-lain. Dari banyaknya model pembelajaran yang
ada, penulis akan mengulas tentang model pembelajaran kooperatif tipe Teams
Games Tournament (TGT) yang berpengaruh dalam meningkatkan belajar
siswa.
Model ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih aktif
berkomunikasi dengan guru atau siswa lainnya di dalam kelas, sehingga
terjadilah suatu pembelajaran yang hidup di dalam kelas. Pada model ini setiap
siswa dituntut untuk memberikan hasil diskusi, kerjasama dalam kelompok,
pendapat, ide, bahkan untuk menjawab soal yang diberikan guru.
Berdasarkan latar belakang di atas, penulis ingin melakukan penelitian
yang berjudul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP HASIL
BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN FIQIH DI MTs
ISLAMIYAH CIPUTAT”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat diidentifikasikan
masalah-masalah sebagai berikut:
1. Dalam proses kegiatan belajar mengajar siswa sangat pasif.
2. Pada proses pembelajaran, guru kurang melakukan variasi-variasi metode
pembelajaran, hal ini menyebabkan pembelajaran berlangsung secara
monoton dan mengakibatkan siswa menjadi jenuh.
3. Tidak terjalin komunikasi yang baik antara guru dengan siswa. Hal ini
berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa pada materi Fiqih.
14

Kokom Komala Sari, Pembelajaran Kontekstua, Konsep dan Aplikasi, (Bandung: Refika
Aditama, 2011), hal. 62

8

4. Guru kurang maksimal dalam melaksanakan pengajaran.
5. Sulitnya tercapai tujuan pembelajaran terutama pada mata pelajaran Fiqih.

C. Pembatasan Masalah
Agar penelitian ini dapat lebih terarah, jelas dan tidak meluas, maka
penulis membatasi masalah ini dan difokuskan pada:
1.

Guru kurang maksimal dalam melaksanakan pengajaran.

2.

Sulitnya tercapainya tujuan pembelajaran terutama pada mata pelajaran
Fiqih.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas penelitian ini dapat dirumuskan
sebagai berikut: “Apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe
Teams Games Tournament (TGT) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa
pada mata pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat?”.

E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui pengaruh penggunaan model
pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran Fiqih di MTs Islamiyah Ciputat.

F. Manfaat Penelitian
Berdasarkan tujuan yang akan dicapai, maka penelitian ini diharapkan
mampu memberikan kontribusi dalam dunia pendidikan. Adapun manfaat
penelitian ini sebagai berikut:
1. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pembaca untuk
dijadikan refrensi dan dapat menjadi solusi kepada peneliti dalam
mengembangkan model pembelajaran khususnya untuk mata pelajaran

9

Fiqih sehingga peneliti dapat menerapkan model pembelajaran yang lebih
bervariasi kepada para siswa.
2. Secara Praktis
a. Bagi Peneliti
Untuk bukti akhir perkuliahan dan sebagai syarat penyelesaian
untuk menyandang gelar S1 (Strata I).
b. Bagi Siswa
1) Mengajak siswa untuk menjadi lebih aktif dalam proses belajar
2) Menumbuhkan kerjasama serta rasa kebersamaan antar siswa
3) Menciptakan suasana belajar yang menyengangkan, bervariasi dan
memperoleh pengalaman belajar serta menghilangkan rasa jenuh,
bosan saat belajar
4) Mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam diskusi kelompok dan
menumbuhkan rasa tanggung jawab pada setiap siswa
5) Meningkatkan minat serta hasil belajar pada mata pelajaran Fiqih
sehingga siswa pun dapat menerapkan ilmu Fiqih dalam kehidupan
sehari-hari.
c. Bagi Guru
1) Sebagai seorang fasilitator mengajar di sekolah agar lebih efektif
dan efisien
2) Diharapkan guru lebih meningkatkan pengetahuannya dalam
menggunakan model pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta
menyenangkan agar proses pembelajaran Fiqih dapat lebih efektif
dan tidak menjenuhkan
d. Bagi Sekolah atau Madrasah
Memberikan masukan yang bermanfaat bagi sekolah dalam rangka
perbaikan proses belajar mengajar khususnya pada mata pelajaran
Fiqih serta meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu diharapkan
sekolah selalu menggunakan proses pembelajaran yang bervariasi,
kreatif dan inovatif agar terjalin komunikasi dua arah antara guru dan
siswa serta tujuan yang diharapkan dapat tercapai.

BAB II
KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN
PENGAJUAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Pembelajaran Kooperatif
1. Pengertian Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran yang bernaung dalam teori konstruktivis adalah
kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan
lebih mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka
saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam
kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang
kompleks. Jadi, hakikat sosial dan penggunaan kelompok sejawat menjadi
aspek utama dalam pembelajaran kooperatif.15
Pembelajaran kooperatif adalah konsep yang lebih luas meliputi
semua jenis kerja kelompok termasuk bentuk-bentuk yang lebih dipimpin
oleh guru atau diarahkan oleh guru. Secara umum pembelajaran kooperatif
dianggap lebih diarahkan oleh guru, guru menetapkan tugas dan
pertanyaan-pertanyaan serta menyediakan bahan-bahan dan informasi yang
dirancang untuk membantu peserta didik menyelesaikan masalah yang
dimaksud. Guru biasanya menetapkan bentuk ujian tertentu pada akhir
tugas.16
Pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar
dan sengaja mengembangkan interaksi dan saling asuh antar siswa untuk
menghindari

ketersinggungan

dan

kesalah

pahaman

yang

dapat

menimbulkan permusuhan.17

15

Trianto, Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik, (Jakarta:
Prestasi Pustaka, 2007), hal. 41
16
Agus Suprijono, Cooperatif Learning dan Teori Aplikasi PAIKEM, (Yogyakarta: Pustaka
Belajar, 2012), hal. 54
17
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana, 2010), hal. 359

10

11

Menurut Slavin di dalam buku karangan Etin Solihatin dan Raharjo
bahwa pembelajaran kooperatif adalah strategi pembelajaran dimana
peserta didik belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara
kolaboratif yang anggotanya terdiri dari 4 sampai 6 orang, dengan struktur
kelompoknya yang bersifat heterogen. Selanjutnya dikatakan pula,
keberhasilan dari kelompok tergantung dari kemampuan dan aktifitas
anggota kelompok, baik secara individual maupun secara kelompok.18
Pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang
berorientasi pada tim (kelompok). Pada pembelajaran kooperatif ini
peserta didik berada dalam kelompok kecil dengan anggota sebanyak
kurang lebih 4 sampai 5 orang. Dalam belajar secara kooperatif ini terjadi
interaksi antara anggota kelompok. Semua anggota kelompok harus turut
terlibat,

karena

keberhasilan

kelompok

ditunjang

oleh

aktivitas

anggotanya, sehingga anggota kelompok saling membantu.
Sehubungan dengan pengertian tersebut, penulis menambahkan
bahwa belajar kooperatif adalah pemanfaatan kelompok kecil dalam
pembelajaran yang memungkinkan peserta didik bekerja sama untuk
memaksimalkan belajar mereka dan belajar anggota lainnya dalam
kelompok.
Sebuah analisis penelitian menunjukan, dalam kelompok siswasiswa akan belajar lebih cepat, dan bahwa pengalaman kelompok sering
beralih ke anggota-anggota kelompok sehingga mereka bekerja lebih
efektif. Akan tetapi ada beberapa keterbatasannya. Beberapa siswa yang
pandai tidak menikmati manfaat dari pengalaman belajar berkelompok,
dan bagi mereka proses sosial yang terjadi di dalam kelompok sebenarnya
merupakan hambatan bagi kegiatan belajar mereka. Namun keuntungan
kerja kelompok ini terletak pada perubahan yang menyangkut motivasi,
emosi dan sikap.19

18

Etin Solihatin dan Raharja, Cooperatif Learning, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), hal. 4
Mukhtar dan Martinis Yamin, Metode Pembelajaran yang Berhasil, (Jakarta: Sasama
Mitra Suksesa, 2002), hal. 49
19

12

Melalui strategi pembelajaran kooperatif, siswa bukan hanya
belajar dan menerima apa yang disajikan oleh guru dalam proses belajar
mengajar, melainkan bisa juga belajar dari siswa lainnya, dan sekaligus
mempunya kesempatan untuk membelajarkan siswa yang lain, sehingga
semua siswa dapat menguasai materi pada tingkat penguasaan yang
relative sama atau sejajar. Pada saat siswa belajar dalam kelompok akan
berkembang suasana belajar yang terbuka dalam dimensi kesejawatan,
karena pada saat itu akan terjadi proses belajar kolaboratif dalam hubungan
pribadi yang saling membutuhkan. Pada saat itu juga siswa belajar dalam
kelompok kecil akan tumbuh dan berkembang pola belajar tutor sebaya
dan belajar secara bekerjasama. Pada saat proses pembelajaran, guru bukan
lagi berperan sebagai satu-satunya nara sumber, tetapi berperan sebagai
mediator, stabilisator dan menejer pembelajaran.20
Strategi pembelajaran kooperatif tampak akan dapat melatih siswa
untuk mendengar pendapat-pendapat orang lain dan menyimpulkan dalam
suatu pendapat, pendidik membentuk siswanya untuk mudah memahami
materi dan sesama siswa harus saling membantu. Hal ini memang sangat
dianjurkan dalam Al-Qur’an untuk saling tolong menolong, yang
dijelaskan dalam surat At-Taubah ayat 71:

       
       
           

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian
mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka
menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar,
mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan
Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah
Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah: 71).21
20

Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jendral
Pendidikan Islam Departemen Agama RI, 2009), hal. 232
21
Al-Qur’an dan Terjemahnya. Al-Qur’an Cordoba Spesial for Muslimah, (Bandung: PT
Cordoba Internasional Indonesia, 2012), hal. 198

13

Dari ayat di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran
kooperatif merupakan strategi pembelajaran yang menekankan peserta
didiknya untuk belajar bekerja sama dalam memecahkan suatu
permasalahan yang ada, dengan bentuk kelompok kecil, yang bertujuan
untuk mengasah imajinasi peserta didik, yang memiliki tingkat
kemampuan dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari tingkat
kemampuan yang tinggi, sedang maupun yang rendah. Serta dapat melatih
peserta didik untuk bisa berinteraksi dengan baik antar sesama, akan
menciptakan pribadi-pribadi yang memiliki rasa tanggung jawab dan
mampu menghargai pendapat orang lain.

2. Ciri-Ciri Pembelajaran Kooperatif
Sanjaya mengungkapkan pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan
dalam beberapa perspektif, yaitu perspektif motivasi artinya penghargaan
yang diberikan kepada kelompok yang dalam kegiatannya saling
membantu untuk memperjuangkan keberhasilan kelompok, perspektif
sosial artinya melalui kooperatif setiap peserta didik akan saling membantu
dalam belajar, karena mereka ingin semua anggota kelompok memperoleh
keberhasilan, perspektif perkembangan kognitif artinya dengan adanya
interaksi antar anggota kelompok dapat mengembangkan prestasi peserta
didik untuk berfikir mengolah informasi.
Adapun karakteristik atau pembelajaran kooperatif dapat dijelaskan
sebagai berikut:22
a. Pembelajaran Secara Tim
Pembelajaran kooperatif pembelajaran yang dilakukan secara tim.
Tim merupakan tempat untuk mencapai tujuan, oleh karena itu, tim
harus mampu membuat setiap peserta didik belajar. Setiap anggota tim
harus saling membantu untuk mencapai tujuan.

22

Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta:
PT. Rajawali Pers, 2011), Edisi Kedua, hal. 206-208

14

b. Didasarkan Pada Manajemen Kooperatif
Manajemen mempunyai tiga fungsi yaitu 1) fungsi manajemen
sebagai perencanaan pelaksanaan menunjukan bahwa pembelajaran
kooperatif dilaksanakan sesuai dengan perencanaan, dan langkahlangkah pembelajaran yang sudah ditentukan. Misalnya tujuan apa
yang harus dicapai, bagaimana cara mencapainya, apa yang harus
digunakan untuk mencapai tujuan, dan lain sebagainya. 2) fungsi
manajemen sebagai organisasi, menunjukan bahwa pembelajaran
kooperatif memerlukan perencanaan yang matang agar proses
pembelajaran berjalan dengan efektif. 3) fungsi manajemen sebagai
kontrol, menunjukkan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu
ditentukan kriteria keberhasilan baik melalui bentuk tes maupun non
tes.
c. Kemauan Untuk Bekerja Sama
Keberhasilan pembelajaran kooperatif ditentukan oleh keberhasilan
secara kelompok, oleh karenanya prinsip kebersamaan atau kerja sama
perlu ditentukan dalam pembelajaran kooperatif. Tanpa kerja sama
yang baik, pembelajaran kooperatif tidak akan mencapai hasil yang
maksimal.
d. Keterampilan Bekerja Sama
Keterampilan bekerja sama itu dipraktkikan melalui aktivitas dalam
kegiatan pembelajaran secara kelompok. Dengan demikian, peserta
didik perlu didorong untuk mau dan sanggup berinteraksi dan
berkomunikasi dengan anggota lain dalam rangka mencapai tujuan
pembelajaran yang telah ditetapkan.
Muslim Ibrahim mengatakan di dalam buku Dr. Rusman, M. Pd
bahwa pembelajaran koopertif dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan
penghargaan kooperatif. Peserta didik yang bekerja dalam situasi
pembelajaran kooperatif didorong dan dikehendaki untuk bekerja sama
pada suatu tugas bersama dan mereka harus mengoordinasikan
usahanya

untuk

menyelesaikan

tugasnya.

Dalam

penerapan

15

pembelajaran kooperatif, dua atau lebih individu saling tergantung satu
sama lain untuk mencapai penghargaan bersama.
3. Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif
Dalam menggunakan model pembelajaran, ada beberapa konsep dasar
yang perlu diperhatikan, yaitu:
a.

Perumusan tujuan belajar siswa harus jelas

b.

Penerimaan yang menyeluruh oleh siswa tentang tujuan belajar

c.

Ketergantungan yang bersifat pasif

d.

Interaksi yang bersifat terbuka

e.

Tanggung jawab individu

f.

Kelompok bersifat heterogen

g.

Interaksi sikap dan perilaku sosial yang positif

h.

Tindak lanjut

i.

Kepuasan dalam belajar.23

4. Aturan Dasar Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran kelompok mempunyai aturan dasar, yaitu:
a.

Siswa tetap berada dalam kelompoknya selama proses pembelajaran
berlangsung.

b.

Siswa mengajukan pertanyaaan kepada kelompoknya sebelum
menayakan kepada gurunya.

c.

Siswa harus memberikan umpan balik pada ide-ide temannya dan
siswa dianjurkan untuk menghindari pemberian kritik.24

5. Keterampilan Pembelajaran Kooperatif
Sebagai suatu keterampilan belajar, keterampilan kooperatif memiliki
tingkat-tingkat, yaitu:

23

Etin Solihatin dan Raharja, Coopertif Learing, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Cet. .4, hal.

6-9
24

Muslihuddin, Ade Sudrajat dan Ujang Hendara, Revolusi Mengajar: Panduan Praktis
Seorang Guru untuk Mendesain Pembelajaran dan Penelitian, (Bandung: HPD Press, 2012), hal. 63

16

a. Keterampilan Kooperatif Tingkat Awal
1) Menggunakan kesepakan
2) Menghargai pendapat
3) Menggunakan suara pelan
4) Mengambil giliran dan berbagi tugas
5) Berada dalam kelompok
6) Berada dalam tugas
7) Mendorong partisipasi
8) Mengundang orang lain untuk berbicara
9) Menyelesaikan tugas tepat waktu
10) Menyebut nama orang memandang pembicara
11) Mengatasi gangguan
12) Menolong tanpa member jawaban
13) Menghormati perbedaan individu

b. Keterampilan Kooperatif Tingkat Menengah
1) Menunjukakan penghargaan dan empati
2) Mengungkapkan ketidaksetujuan dengan cara yang dapat diterima
3) Mendengarkaan secara aktif
4) Bertanya
5) Menggunakan pesan “saya”
6) Membuat ringkasan
7) Menafsirkan
8) Mengatur dan mengotganisasi
9) Memeriksa ketepatan
10) Menerima tanggung jawab
11) Menggunakan kesabaran
12) Tetap tenang atau mengurangi ketegangan

17

c. Keterampilan Kooperatif Tingkat Mahir
1) Mengelaborasi
2) Memeriksa se

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid

0 7 280

Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan mengoptimalkan gaya belajar melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) penelitian tindakan kelas di MAN 11 Jakarta

0 27 232

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa

1 8 185

Penerapan model pembelajaran kooperatif student teams achievement division dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih: penelitian tindakan kelas VIII-3 di MTs Jami'yyatul Khair Ciputat Timur

0 5 176

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis Siswa (Quasi Eksperimen Di Mts Nur-Attaqwa Jakarta Utara)

1 51 179

Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa

2 8 199

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Tgt ( Teams Games Tournament ) Terhadap Hasil Belajar Biologi Pada Konsep Sistem Gerak Pada Manusia

0 6 145

Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournament (tgt) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa (kuasi eksperimen pada Kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri Jonggol)

0 5 199

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Team Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Biologi

1 3 310

Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT dengan Games Digital Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Alat-Alat Optik

3 35 205

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23