Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dalam pembelajaran akuntansi untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN
AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Penelitian Dilaksanakan di Kelas X SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Rr. Indira Kartika Ningrum
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2013

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan prestasi
belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi dengan pokok bahasan persamaan
dasar akuntansi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams
Games Tournament (TGT).
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada
siswa kelas X-2, SMA Kolese De Britto Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.
Komponen-komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah
presentasi materi, pembagian kelompok, games, turnamen, dan penghargaan
kepada kelompok. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari
empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar
observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi
kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar
observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Data
yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis
komparatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi
siswa kelas X-2 SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada materi pembelajaran
akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi. Peningkatan hasil belajar
siswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre-test dan
post-test meningkat dengan rata - rata 26.25 atau 44%. Pada saat pre-test rata-rata
skor siswa dalam kelas mencapai 60.14 sedangkan rata-rata skor siswa setelah
post-test naik menjadi 86.39. Peningkatan nilai siswa ini telah melampaui target
yang ditetapkan sebesar 20%.

viii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT
LEARNING MODEL APPLICATION OF
TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TYPE IN ACCOUNTING
LEARNING
TO INCREASE THE STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT
This Study Held in X grade of Kolese De Britto Senior High School

Rr. Indira Kartika Ningrum
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2013
This study aims to findout how student’s achievement in accounting with
the main discussion on basic accounting equation using cooperative type learning
model application of Teams Games Tournament (TGT).
This study is a Classroom Action Research (CAR) held in X grade
students of X-2 class, Kolese De Britto Senior High School Yogyakarta,
2011/2012 academic year. The main components in TGT cooperative type of
learning are material presentation, group division, games, tournament and
achievement for groups. This study was held in one cycle which contains of four
steps, they are planning, action, observation and reflection. The data were
collected by using observation sheet of teacher’s activity, observation sheet of
teacher’s activity in learning process, observation class instruments, observation
sheet of students’ learning process in groups and reflection instruments. The data
were being analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis.
The result of this study shows that cooperative learning model application,
of TGT type, is able to increase student’s achievement in X-2 class of Kolese De
Britto Senior High School Yogyakarta for accounting with the main discussion on
basic accounting equation. The increase of the student’s learning result is shown
in the student’s score on pre-test and post-test. The average of the increasing score
is 26,25 or 44%. On pre-test, the average of student’s score in the class is 60,14
while the average score of the students after the post-test is increasing to 86,39.
The increase of student’s score has passed the target which is started about 20%.

ix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PENERA
APAN MODEL
M
PE
EMBELA
AJARAN KOOPERATIF TIPE
T
TEAMS
MS GAMES
S TOURN
NAMENT
T DALAM
M PEMBE
ELAJARA
AN
AK
KUNTAN
NSI UNTU
UK MENIINGKATK
KAN PRE
ESTASI
BE
ELAJAR SISWA
KE
ELAS X SMA KOL
LESE de BRITTO
B
YOGYA
AKARTA
SKRIP
PSI
Diiajukan untuuk Memenuuhi Salah Saatu Syarat
Memperoleeh Gelar Saarjana Pendiidikan
Program Studi Pendiidikan Ekonnomi
Bidaang Keahliaan Khusus Pendidikan
P
Akuntansi

Olehh:
Rr. Inddira Kartikka Ningruum
NIM.
N
0913334044
PROGR
RAM STU
UDI PEND
DIDIKAN
N EKONO
OMI
BIDAN
NG KEAH
HLIAN KHUSUS
K
PENDIDIKAN AK
KUNTAN
NSI
JURU
USAN PEN
NDIDIKA
AN ILMU
U PENGE
ETAHUA
AN SOSIA
AL
FA
AKULTAS KEGUR
RUAN DA
AN ILMU
U PENDIIDIKAN
NIVERSIT
TAS SAN
NATA DH
HARMA
UN
Y
YOGYAK
KARTA
20133

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PERSEMBAHAN
Ku persembahkan karya ini untuk:

Kedua Orangtuaku, yaitu R. Indarto dan MM.Ratna Prihatinigsih,S.E
Adikku, Rr. Indira Sekar Amelia
Alm. Rm. Wisnumurti Murtisunu, SJ
Sahabatku, Puteri Wijayanti
Keluarga Swaragama Group

iv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

MOTTO
Tuhan tidak mengatur, hanya memberikan
pilihan – pilihan. Kuatlah dalam memilih,
nikmati pilihan tersebut.

You don’t to judge me, you should at least walk
on my heels and experience its pain.

v

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRAK
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN
TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) DALAM PEMBELAJARAN
AKUNTANSI UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA
Penelitian Dilaksanakan di Kelas X SMA Kolese De Britto Yogyakarta

Rr. Indira Kartika Ningrum
Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta
2013

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peningkatan prestasi
belajar siswa dalam pembelajaran akuntansi dengan pokok bahasan persamaan
dasar akuntansi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams
Games Tournament (TGT).
Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada
siswa kelas X-2, SMA Kolese De Britto Yogyakarta tahun ajaran 2012/2013.
Komponen-komponen utama dalam pembelajaran kooperatif tipe TGT adalah
presentasi materi, pembagian kelompok, games, turnamen, dan penghargaan
kepada kelompok. Penelitian ini dilaksanakan dalam satu siklus yang terdiri dari
empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan
data dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan guru, lembar
observasi kegiatan siswa, lembar observasi kegiatan kelas, lembar observasi
kegiatan guru dalam proses pembelajaran, instrumen pengamatan kelas, lembar
observasi kegiatan belajar siswa dalam kelompok, dan instrumen refleksi. Data
yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis
komparatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan model pembelajaran
kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) dapat meningkatkan prestasi
siswa kelas X-2 SMA Kolese De Britto Yogyakarta pada materi pembelajaran
akuntansi pokok bahasan persamaan dasar akuntansi. Peningkatan hasil belajar
siswa tersebut tampak dari nilai yang dicapai oleh siswa pada waktu pre-test dan
post-test meningkat dengan rata - rata 26.25 atau 44%. Pada saat pre-test rata-rata
skor siswa dalam kelas mencapai 60.14 sedangkan rata-rata skor siswa setelah
post-test naik menjadi 86.39. Peningkatan nilai siswa ini telah melampaui target
yang ditetapkan sebesar 20%.

viii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

ABSTRACT
LEARNING MODEL APPLICATION OF
TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TYPE IN ACCOUNTING
LEARNING
TO INCREASE THE STUDENT’S LEARNING ACHIEVEMENT
This Study Held in X grade of Kolese De Britto Senior High School

Rr. Indira Kartika Ningrum
Sanata Dharma University
Yogyakarta
2013
This study aims to findout how student’s achievement in accounting with
the main discussion on basic accounting equation using cooperative type learning
model application of Teams Games Tournament (TGT).
This study is a Classroom Action Research (CAR) held in X grade
students of X-2 class, Kolese De Britto Senior High School Yogyakarta,
2011/2012 academic year. The main components in TGT cooperative type of
learning are material presentation, group division, games, tournament and
achievement for groups. This study was held in one cycle which contains of four
steps, they are planning, action, observation and reflection. The data were
collected by using observation sheet of teacher’s activity, observation sheet of
teacher’s activity in learning process, observation class instruments, observation
sheet of students’ learning process in groups and reflection instruments. The data
were being analyzed by using descriptive analysis and comparative analysis.
The result of this study shows that cooperative learning model application,
of TGT type, is able to increase student’s achievement in X-2 class of Kolese De
Britto Senior High School Yogyakarta for accounting with the main discussion on
basic accounting equation. The increase of the student’s learning result is shown
in the student’s score on pre-test and post-test. The average of the increasing score
is 26,25 or 44%. On pre-test, the average of student’s score in the class is 60,14
while the average score of the students after the post-test is increasing to 86,39.
The increase of student’s score has passed the target which is started about 20%.

ix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat
dan petunjuk yang diberikan sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang
berjudul ”Penerapan Model Pembelajaran Tipe Teams Games Tournament (TGT)
dalam Pembelajaran Akuntansi untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa”.
Skripsi ini disusun dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat untuk
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Akuntansi.
Penulis menyadari bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak,
oleh karena itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Bapak Rohandi, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2.

Bapak Indra Darmawan, SE, M.Si. selaku Ketua Jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

3.

Bapak Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi
Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

4.

Bapak Ignatius Bondan

Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Dosen

Pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan
bimbingan, memberikan kritik, dan saran untuk kesempurnaan skripsi
ini.

x

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

5.

Bapak Drs. FX. Muhadi, M.Pd. dan Laurentius Saptono, S.Pd., M.Si.
selaku dosen penguji. Terima kasih atas saran dan kritik yang telah
diberikan sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.

6.

Seluruh Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Akuntansi
serta staf karyawan USD Yogyakarta yang telah memberikan
bimbingan dan pelayanan selama penulis belajar di USD.

7.

Bapak F.X Agus Hariyanto, S.Pd.,S.E selaku guru mitra dalam
pelaksanaan penelitian di kelas X2 SMA Kolese de Britto Yogyakarta
sehingga penelitian dapat terlaksana dan berjalan lancar.

8.

Seluruh keluarga besar SMA Kolese de Britto Yogyakarta yang telah
memberikan

kesempatan

kepada

penulis

dalam

melaksanakan

penelitian. Terimakasih banyak atas ijin dan bantuannya.
9.

Siswa kelas X 2 selaku subjek dalam penelitian ini.

10. Orangtuaku, Papa R. Indarto dan Mama MM. Ratna Prihatiningsih, SE
yang telah memberikan doa, semangat, dukungan materiil, dan
dukungan moral.
11. Sahabatku Puteri Wijayanti, Stefani Dwi Cahyani, Maria R. Jansen
yang telah membantu, mendukung, mendampingi, memberi semangat,
memberi kritik-saran, serta doa selama ini.
12. Sahabat terindah Yohanes Suryo Bagus, S.J yang selalu memberikan
doa dan dukungan.
13. Sahabatku Ayu Rizqia, Dimas Daniel, Indra Abhimanyu, Fachnia
Zettira, Ryudeka, Indy Khairani, Cici Prisya, Anisa Riqzia, Nino

xi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Putranto, Akib Aryo yang tidak pernah berhenti memberikan perhatian
dan semangat.
14. Partner berdiskusi Albertus Endri, Galih Abirowo, Letda. Lek. Billy
Sinaga dan Dedit Aditra, S.Ked yang selalu memberikan perhatian,
semangat dan dukungan.
15. Keluarga besar Swaragama Group. Tempat bekerja sekaligus bermain
yang memberikan pelajaran sekaligus motivasi.
16. Keluarga besar Paguyuban Dimas Diajeng Kota Yogyakarta yang selalu
mendukung dan memberikan perhatian.
17. Teman-temanku yang telah membantu penelitian, Puteri, Pipin,
Nawang, Septi, Herni, Kristin, Tian, Yudha, Afri, Priam.
18. Teman seperjuangan

Pendidikan Akuntansi 2009 yang saling

memberikan bantuan dan semangat.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini belum sempurna karena masih
banyak kekurangan yang ada di dalamnya. Oleh karena itu Penulis mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak. Akhir kata, Penulis berharap
semoga skripsi ini bermanfaat bagi semua pihak yang memerlukannya.

Penulis

xii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL........................................................................................

i

HALAMAN PERSETUJUAN .........................................................................

ii

HALAMAN PENGESAHAN..........................................................................

iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ......................................................................

iv

HALAMAN MOTTO ......................................................................................

v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ..........................................................

vi

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI
KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ..........................

vii

ABSTRAK .......................................................................................................

viii

ABSTRACT .......................................................................................................

ix

KATA PENGANTAR .....................................................................................

x

DAFTAR ISI ....................................................................................................

xiii

DAFTAR TABEL ............................................................................................

xvi

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xvii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... xvii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah ....................................................................

1

B. Batasan Masalah ................................................................................

5

C. Rumusan Masalah ..............................................................................

5

D. Tujuan Penelitian ...............................................................................

5

E. Manfaat Penelitian .............................................................................

5

BAB II TINJAUAN TEORETIK ....................................................................

7

A. Penelitian Tindakan Kelas .................................................................

7

1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas ........................................

7

2. Prinsip Dasar Penelitian Tindakan Kelas ....................................

9

3. Tahapan Pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas .......................

9

4. Tujuan PTK dilakukan ................................................................

10

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK .......................................

11

xiii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

B. Metode Teams Games Tournament (TGT) .......................................

11

1. Tipe Pembelajaran Kooperatif ....................................................

11

2. Pembelajaran Kooperatif TGT ....................................................

13

C. Prestasi Belajar...................................................................................

16

D. Persamaan Dasar Akuntansi ..............................................................

20

E. Kerangka Teoretik .............................................................................

21

BAB III METODE PENELITIAN ..................................................................

27

A. Jenis Penelitian...................................................................................

27

B. Lokasi dan Waktu Penelitian .............................................................

27

C. Subjek dan Objek Penelitian ..............................................................

28

D. Prosedur Penelitian ............................................................................

28

E. Instrumen Penelitian ..........................................................................

34

F. Teknik Pengumpukan Data ................................................................

38

G. Teknik Analisis Data .........................................................................

40

BAB IV GAMBARAN UMUM ......................................................................

42

A. Sejarah Singkat SMA Kolese de Britto .............................................

42

B. Sistem Pendidikan SMA Kolese de Britto .........................................

49

C. Kurikulum SMA Kolese de Britto .....................................................

55

D. Organisasi SMA Kolese de Britto......................................................

61

E. Sumber Daya Manusia SMA Kolese de Britto .................................

66

F. Siswa SMA Kolese de Britto ............................................................

75

G. Kondisi Fisik SMA Kolese de Britto ................................................

76

H. PBM Satuan Pendidikan SMA Kolese de Britto ...............................

81

I.

Fasilitas Pendidikan dan Latihan SMA Kolese de Britto .................

82

J.

Hubungan antara SMA Kolese de Britto ..........................................

83

K. Usaha Peningkatan Kualitas Lulusan SMA Kolese de Britto ...........

85

BAB VI HASIL OBSERVASI DAN PEMBAHASAN ..................................

88

xiv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

A. Deskripsi Penelitian ...........................................................................

88

1. Observasi Pra Penelitian .............................................................

89

a. Observasi Guru .....................................................................

89

b. Observasi Siswa ....................................................................

93

c. Observasi Kelas ....................................................................

95

2. Pelakasanaan Tindakan ...............................................................

101

a. Perencanaan ..........................................................................

102

b. Tindakan ...............................................................................

105

c. Observasi ...............................................................................

114

d. Refleksi .................................................................................

119

B. Analisis Komparatif Pemahaman Siswa Sebelum dan Sesudah
Penerapam Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games
Tournament (TGT) ............................................................................

121

C. Pembahasan .......................................................................................

124

BAB VI KESIMPULAN, KETERBATASAN DAN SARAN .......................

128

A. Kesimpulan ........................................................................................

128

B. Keterbatasan Penelitian ......................................................................

128

C. Saran ...................................................................................................

129

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................

131

LAMPIRAN

xv

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Daftar Guru dan Mata Pelajaran yang Diampu ................................... 71
Tabel 4.2 Daftar Karyawan dan Tugasnya.......................................................... 73
Tabel 4.3 Daftar Karyawan Yayasan de Britto dan Bidang Tugasnya ............... 74
Tabel 4.4 Pendamping Ektrakurikuler ................................................................ 74
Tabel 4.5 Distribusi Siswa .................................................................................. 75
Tabel 5.1 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Guru .......................................... 98
Tabel 5.2 Hasil Observasi Terhadap Aktivitas Siswa ......................................... 101
Tabel 5.3 Kondisi Kelas Selama Proses Pelajaran .............................................. 103
Tabel 5.4 Aktivitas Guru Dalam Proses Pembelajaran ....................................... 115
Tabel 5.5 Perilaku Siswa Saat Proses Pembelajaran Dalam Kelompok ............. 117
Tabel 5.6 Instrumen Pengamatan Kelas .............................................................. 118
Table 5.7 Lembar Refleksi Guru Mitra Terhadap Pembelajaran dan Metode .... 120
Tabel 5.8 Lembar Refleksi Siswa Terhadap Pembelajaran dan Metode TGT .... 122
Tabel 5.9 Peningkatan Prestasi Belajar Siswa .................................................... 125

xvi

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR GAMBAR

Tabel 2.1 Daftar Guru dan Mata Pelajaran yang Diampu ................................... 10

xvii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

: Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal) ........... 134

Lampiran 1a : Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal) ........... 135
Lampiran 2

: Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal) .......... 137

Lampiran 2a : Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal) .......... 138
Lampiran 3

: Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal) .......... 140

Lampiran 3a : Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal) .......... 141
Lampiran 1b : Lembar Observasi Kegiatan Guru (Catatan Anekdotal) .......... 143
Lampiran 2b : Lembar Observasi Kegiatan Siswa (Catatan Anekdotal) .......... 146
Lampiran 3b : Lembar Observasi Kegiatan Kelas (Catatan Anekdotal) .......... 149
Lampiran 4

: Lembar Observasi Kegiatan Guru Dalam Proses Pembelajaran 151

Lampiran 4a : Lembar Observasi Kegiatan Guru Dalam Proses Pembelajaran 153
Lampiran 5

: Instrumen Pengamatan Kelas .................................................... 155

Lampiran 5a : Instrumen Pengamatan Kelas .................................................... 156
Lampiran 6

: Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok . 158

Lampiran 6a : Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok . 159
Lampiran 4b : Lembar Observasi Kegiatan Guru Dalam Proses Pembelajaran 160
Lampiran 5b : Instrumen Pengamatan Kelas .................................................... 162
Lampiran 6a : Lembar Observasi Kegiatan Belajar Siswa Dalam Kelompok . 159
Lampiran 7

: Lembar

Refleksi

Guru

Mitra

Terhadap

Komponen

Pembelajaran dan Model TGT ................................................. 165

xviii

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

Lampiran 7a : Lembar

Refleksi

Guru

Mitra

Terhadap

Komponen

Pembelajaran dan Model TGT ................................................ 166
Lampiran 8

: Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran
dan Model TGT ......................................................................... 167

Lampiran 8

: Lembar Refleksi Siswa Terhadap Komponen Pembelajaran
dan Model TGT ......................................................................... 168

Lampiran 9

: Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ............................... 170

Lampiran 10 : Soal Pre-test .............................................................................. 178
Lampiran 10a : Lembar Jawab Pre-test .............................................................. 182
Lampiran 11 : Soal Post-test ............................................................................ 183
Lampiran 11a : Lembar Jawab Post-test............................................................. 184
Lampiran 12 : Rekapitulasi Nilai ...................................................................... 185
Lampiran 13 : Handout Materi Pembelajaran .................................................. 186
Lampiran 14 : Lembar Kerja Siswa ................................................................. 191
Lampiran 15 : Soal Games ............................................................................... 192
Lampiran 15a : Lembar Jawab Games .............................................................. 194
Lampiran 15b : Kunci Jawaban dan Lembar Penilaian Games ......................... 195
Lampiran 16 : Soal dan Kunci Jawaban Turnamen .......................................... 196
Lampiran 17 : Skenario Pembelajaran .............................................................. 199

xix

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
 

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Siswa adalah salah satu komponen penting dalam kegiatan
pembelajaran di kelas. Siswa dengan keanekaragaman karakter menjadi
warna tersendiri dalam aktivitas pembelajaran. Proses pembelajaran yang
baik mengedepankan siswa sebagai pusat dari pembelajaran. Dalam
pemikiran peneliti, siswa akan lebih memahami pembelajaran jika siswa
diajak untuk terlibat langsung sehingga memiliki pengalaman yang
mengesankan dalam pembelajaran. Hal ini juga akan membuat siswa lebih
mudah mengingat bahan pelajaran, daripada sekadar diminta untuk terus
mendengar atau membaca. Sistem kurikulum pendidikan yang diajarkan
selama ini menjadikan peserta didik sebagai objek pasif yang senantiasa
siap menerima segala yang diberikan oleh pihak pengajar. Model
pembelajaran semacam itu cenderung memposisikan peserta didik sebagai
manusia yang hanya dapat diam tanpa memiliki kreativitas apapun.
Saat ini banyak guru yang kehilangan variasi dalam teknik
mengajar. Hal itu yang membuat suasana belajar menjadi menjenuhkan.
Padahal seandainya guru mau melihat kondisi anak-anak di jaman yang
semakin berkembang seperti ini, seharusnya guru memiliki keinginan
untuk dapat menciptakan inovasi baru, agar kegiatan belajar menjadi lebih
hidup dan menyenangkan. Banyak cara yang dapat digunakan oleh para

1

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
2

 

guru seiring berkembangnya kurikulum pendidikan untuk menciptakan
suasana belajar yang menyenangkan di kelas.
Dalam suatu pembelajaran, perlu ada strategi dan inovasi yang
dibuat oleh pendidik (guru) sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar di
Kelas. Hal ini dilakukan agar para siswa tidak hanya duduk diam dan
memperhatikan materi dan segala penjelasan dari guru. Akan tetapi, siswa
juga ikut aktif terlibat dalam penciptaan kelas yang memiliki kompetensi
dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan yang dapat
mempengaruhi prestasi belajar siswa. Guru diwajibkan mampu mendesain
kegiatan pembelajaran yang menyenangkan yang mampu mengembangkan
kompetensi siswa baik kognitif, afektif dan psikomotorik. Kegiatan belajar
mengajar yang di-design menyenangkan, akan membuat suasana kelas
menjadi lebih hidup dan nantinya dapat mempengaruhi prestasi belajar
siswa di Kelas. Penulis menguraikan hal ini secara lebih lanjut dengan
menggunakan satu contoh pada kelas Akutansi.
Akuntansi adalah pelajaran baru bagi sebagian besar siswa SMA
kelas X. Bahkan hanya ada beberapa SMA yang memberikan pelajaran
Akuntansi untuk kelas X. Salah satu dari sekolah tersebut yaitu SMA
Kolese De Britto. Mata pelajaran Akuntasi menjadi salah satu pelajaran
untuk kelas X, diberikan seminggu sekali , selama 1 jam pelajaran atau 45
menit. Karakter mata pelajaran Akuntansi cenderung di-judge dengan
hapalan, hitungan yang membosankan, di sinilah siswa sudah mulai
merasa ada beban tersendiri atas pelajaran tersebut. Akuntansi yang

 

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
3

 

diberikan pada kelas X, masih berupa teori dan pengenalan Akuntansi
secara umum. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menghantarkan
materi kepada siswa sehingga pembelajaran menjadi fun tanpa mengurangi
esensi materi tersebut. Bahkan hal ini bisa menarik minat siswa untuk
masuk ke jurusan IPS pada penjurusan kelas XI.
SMA Kolese de Britto adalah salah satu sekolah homogen
terkemuka di Yogyakarta dengan rata-rata nilai akademik yang tinggi.
Tidak diragukan lagi bahwa siswa SMA Kolese de Britto memiliki
kemampuan untuk memahami pembelajaran yang cukup tinggi. Akan
tetapi, perlu diketahui bahwa tenaga ekstra berupa keaktifan dan minat
belajar yang tinggi belum sepenuhnya terkelola dengan baik dalam
pembelajaran di kelas. Peneliti melihat karakter siswa yang aktif belum
sepenuhnya terkelola dengan baik pada saat pembelajaran. Selama ini guru
menyampaikan materi dengan metode ceramah, sedangkan siswa duduk
mendengar dengan tenaga yang tidak dimanfaatkan, maka yang terjadi
adalah siswa seringkali ramai dengan teman, asyik bermain sendiri atau
bahkan tidur.
Metode Team Games Tournament (TGT) merupakan salah satu
metode pembelajaran yang lebih menekankan keaktifan siswa melalui
permainan antar berbagai kelompok siswa dalam kelas. Keaktifan siswa
dalam belajar, menimbulkan pemahaman yang lebih mendalam akan
materi yang sedang diajarkan. Metode TGT dapat diterapkan dalam
berbagai kondisi kelas. Namun yang terpenting adalah persiapan guru saat

 

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
4

 

akan memulai metode TGT. Persiapan tersebut meliputi media yang akan
digunakan,

permainan

yang

akan

digunakan,

langkah-langkah

pembelajaran, dan sebagianya.
Dalam pembelajaran teori Akutansi, metode TGT sangat tepat
diterapkan, untuk materi Akuntansi kelas X karena materi pembelajaran
Akuntansi lebih banyak menyampaikan teori-teori dan hafalan-hafalan.
Selain itu metode TGT lebih menekankan hal kerjasama sebuah tim untuk
menyusun strategi dalam sebuah game dan turnamen. Hal ini sangat
menunjang proses pengenalan lebih dekat dengan sesama siswa kelas X
yang masih berada dalam proses awal perkenalan dengan sesama mereka.
Dengan adanya kerjasama tim, seluruh siswa dalam kelompok akan ikut
berpartisipasi aktif dalam pembelajaran di kelas.
Berdasarkan uraian di atas, penulis ingin mencoba menerapkan
sebuah metode pembelajaran Teams Games Tournament, dengan harapan
akan tercapainya peningkatan prestasi belajar siswa. Oleh karena itu,
penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian tindakan kelas dengan
judul

”Penerapan

Tournament

(TGT)

Model
dalam

Pembelajaran

Teams

Games

Akuntansi

untuk

Tipe

Pembelajaran

Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa”, yang dilaksanakan pada SMA
Kolese de Britto, Yogyakarta.

 

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
5

 

B. Batasan Masalah
Penerapan metode pembelajaran kooperatif bisa dilakukan pada
berbagai tipe, tetapi dalam penelitian ini hanya membatasi pada
pembelajaran kooperatif tipe TGT untuk meningkatkan prestasi belajar
siswa di dalam proses pembelajaran akuntansi.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dirumuskan
masalah: bagaimana peningkatan prestasi belajar siswa kelas X SMA
Kolese de Britto Yogyakarta dalam pembelajaran akuntansi melalui
penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games
Tournament)?

D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat
prestasi belajar siswa kelas X SMA Kolese de Britto Yogyakarta dalam
pembelajaran akuntansi melalui penerapan model pembelajaran kooperatif
tipe TGT (Teams Games Tournament).

E. Manfaat Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan akan bermanfaat bagi :
a. Bagi Guru

 

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
6

 

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi guru untuk
menyelenggarakan pembelajaran aktif melalui penetapan model
pembelajaran kooperatif tipe TGT. Dengan penelitian ini diharapkan
dapat meningkatkan mutu pembelajaran guru Akuntansi di Sekolah.
Selain itu, penelitian ini diharapkan sebagai bentuk KTI (Karya Tulis
Ilmiah) yang berguna bagi guru untuk memenuhi kegiatan
pengembangan profesi keguruan.
b. Bagi Siswa
Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan prestasi siswa terhadap
mata pelajaran Akuntansi.
c. Bagi Sekolah
Penelitian ini diharapkan dapat mendorong guru-guru lain di Sekolah
untuk membuat program pengajaran dengan menerapkan metodemetode pembelajaran yang menekankan keaktifan siswa. Dengan
demikian diharapkan mutu pembelajaran guru di Sekolah semakin
baik.
d. Bagi Universitas Sanata Dharma
Penelitian ini merupakan bukti implementasi dari salah satu tugas
universitas dalam penelitian. Diharapkan dengan penelitian ini
masyarakat dapat mengambil manfaat dari penelitian ini, sementara
bagi

universitas:

pendidikannya.

 

Universitas

dapat

terus

memperbaiki

mutu

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penelitian Tindakan Kelas
1. Pengertian Penelitian Tindakan Kelas
Menurut Wijaya (2009:9), Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau
Classroom Action Research adalah penelitian tindakan (action
research) yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas. PTK mendorong
seorang guru untuk melakukan penilaian kembali terhadap praktik
pembelajaran yang dilakukannya dengan maksud untuk meningkatkan
kualitas pendidikan bagi diri sendiri maupun para peserta didiknya.
Penelitian

Tindakan

Kelas

(PTK)

dilakukan

dengan

tujuan

memperbaiki mutu praktik pembelajaran di kelasnya. PTK berfokus
pada kelas atau pada proses belajar mengajar yang terjadi di kelas,
bukan pada input kelas (silabus, materi, dan lain-lain) atau pun output
(hasil belajar). PTK harus tertuju atau mengenai hal-hal yang terjadi di
dalam kelas.
Arikunto (2008:2) menjelaskan PTK melalui paparan gabungan
definisi dari tiga kata, Penelitian + Tindakan + Kelas sebagai berikut:
a. Penelitian adalah kegiatan mencermati suatu objek, menggunakan
aturan metodologi tertentu untuk memperoleh data ke informasi
yang bermanfaat untuk meningkatkan mutu suatu hal yang menarik
minat dan penting bagi peneliti.
b. Tindakan adalah sesuatu gerak kegiatan yang sengaja dilakukan
dengan tujuan tertentu, yang dalam penelitian berbentuk rangkaian
siklus kegiatan.
7

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
8

c. Kelas adalah sekelompok siswa yang dalam waktu yang sama
menerima pelajaran yang sama dari seorang guru.
Sedangkan menurut Wijaya Kusumah dan Dedi Dwitagama (2009:9):
PTK adalah penelitian yang dilakukan oleh guru di kelasnya
sendiri dengan cara merencanakan, melaksanakan, dan
merefleksikan tindakan secara kolaboratif dan berpartisipatif
dengan tujuan memperbaiki kinerjanya sebagai guru,
sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat.
Di dalam modul Konsep Dasar Penelitian Tindakan Kelas, secara
singkat PTK dapat didefinisikan sebagai (Joni, 1998:5):
Suatu bentuk kajian yang bersifat reflektif oleh pelaku
tindakan, yang dilakukan untuk meningkatkan kemantapan
rasional dari tindakan-tindakan mereka dalam melaksanakan
tugas, memperdalam pemahaman terhadap tindakan-tindakan
yang dilakukannya itu, serta memperbaiki kondisi di mana
praktik-praktik pembelajaran tersebut dilakukan.
Dari beberapa pengertian PTK di atas, ditarik kesimpulan bahwa
sesungguhnya PTK merupakan implementasi dari kreativitas dan sikap
kritis guru terhadap apa yang sehari-hari diamatinya dan pengalaman
yang berhubungan dengan profesinya untuk menghasilkan suatu
kualitas pembelajaran yang lebih baik dari sebelumnya sehingga
mencapai hasil yang optimal. Masalah PTK harus berawal dari guru itu
sendiri yang berkeinginan memperbaiki dan meningkatkan mutu
pembelajarannya di sekolah dalam rangka meningkatkan mutu
pendidikan.

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
9

2. Prinsip Dasar PTK
PTK mempunyai beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh
guru di sekolah. Prinsip tersebut diantaranya (Kusumah, 2009:17):
a. Tidak mengganggu pekerjaan utama guru yaitu mengajar.
b. Metode pengumpulan data tidak menuntut metode yang berlebihan
sehingga mengganggu proses pembelajaran.
c. Metodologi yang digunakan harus cukup reliable sehingga hipotesis
yang dirumuskan ikut meyakinkan.
d. Masalah yang diteliti adalah masalah pembelajaran di kelas yang
cukup merisaukan guru dan guru memiliki komitmen untuk mencari
solusinya.
e. Guru harus konsisten terhadap etika pekerjaannya dan mengindahkan
tata krama organisasi. Masalah yang diteliti sebaiknya diketahui oleh
pimpinan sekolah dan guru sejawat sehingga hasilnya cepat
tersosialisasi.
f. Masalah tidak hanya berfokus pada konteks kelas, melainkan dalam
perspektif misi sekolah secara keseluruhan (perlu kerja sama antara
guru dan dosen).

3. Tahapan Pelaksanaan PTK
Dalam praktiknya, PTK adalah tindakan yang bermakna melalui
prosedur penelitian yang mencakup empat tahapan yaitu (Kusumah,
2009:25):
a. Perencanaan (Planning)
Perencanaan yang matang perlu dilakukan setelah kita mengetahui
masalah dalam pembelajaran kita. Kegiatan perencanaan mencakup:
identifikasi masalah, analisis penyebab adanya masalah, dan
pengembangan untuk tindakan atau aksi sebagai pemecahan masalah
b. Tindakan (Acting)
Perencanaan harus diwujudkan dengan adanya tindakan atau acting
dari guru berupa solusi tindakan sebelumnya
c. Pengamatan (Observing)
Selanjutnya diadakan pengamatan atau observing yang diteliti
terhadap proses pelaksanaannya
d. Refleksi (Reflecting)
Setelah diamati, barulah guru dapat melakukan refleksi atau
reflecting dan dapat menyimpulkan apa yang telah terjadi dalam
kelasnya

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
10

Adapun model untuk masing-masing tahap dalam PTK dapat
dilihat pada siklus berikut ini (Arikunto, 2008:16):

Gambar 2.1 Tahap Penelitian Tindakan Kelas
4. Tujuan PTK dilakukan
Penelitian yang menggunakan rancangan PTK umumnya diarahkan
pada pencapaian sasaran sebagai berikut (Arikunto, et al., 2006:107):

a. Memperhatikan dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses,
dan hasil pembelajaran;
b. Menumbuhkembangkan budaya meneliti bagi tenaga kependidikan
agar lebih proaktif mencari solusi akan permasalahan
pembelajaran;
c. Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para
tenaga pendidik dan kependidikan, khususnya mencari solusi
masalah-masalah pembelajaran;

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
11

d. Meningkatkan kolaborasi antar tenaga pendidik dan tenaga
kependidikan dalam memecahkan masalah pembelajaran.

5. Manfaat yang bisa diperoleh dari PTK
Banyak manfaat yang dapat diperoleh dari dilaksanakannya PTK
yang terkait dengan komponen utama pendidikan dan pembelajaran,
antara lain (Susilo, 2007:18):
a.
b.
c.
d.
e.

Inovasi pembelajaran
Pengembangan kurikulum di tingkat sekolah dan di tingkat kelas
Peningkatan profesionalisme guru atau pendidik
Akan terciptanya peluang yang luas terhadap terciptanya karya tulis
bagi guru
Karya tulis ilmiah semakin di perlukan guru di masa depan untuk
meningkatkan kariernya dan dalam rangka membuat rancangan PTK
yang lebih berbobot sambil mengajar di kelas

B. Metode Teams Games Tournaments (TGT)
1. Tipe Pembelajaran Kooperatif
Penelitian–penelitian yang dilakukan oleh beberapa ahli mengenai
aplikasi dari pembelajaran kooperatif dikelas baru dimulai pada tahun
1970-an. Salah satu hasil penelitian tersebut yang sekarang ini sudah
sering digunakan adalah metode pembelajaran tim siswa. Konsep
penting dalam pembelajaran tim siswa ini adalah penghargaan bagi
tim, tanggung jawab individu, dan kesempatan sukses yang sama.
Dalam hal ini tim tidak bersaing untuk mendapatkan penghargaan yang
tidak mungkin, karena semua anggota tim bisa saja mencapai kriteria
pada minggu-minggu dalam pembelajaran. Yang dimaksud dengan
tanggung jawab individu di sini adalah kesuksesan tim bergantung

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
12

pada pembelajaran individu dari semua anggota tim. Sedangkan yang
dimaksud dengan kesempatan sukses yang sama adalah semua siswa
memberi kontribusi kepada timnya dengan cara meningkatkan kinerja
mereka dari yang sebelumnya.
Terdapat lima tipe dari pembelajaran kooperatif yang diantaranya
adalah (Slavin, 1995:4):
a.

Student Teams Achievement Divisions (STAD)
Dalam STAD, siswa dikelompokkan secara heterogen. Setiap
kelompok terdiri dari 4-5 orang. Guru memulai pelajaran dengan
mempresentasikan sebuah materi yang kemudian siswa bekerja
dalam kelompok-kelompok untuk memastikan bahwa seluruh
anggota kelompok telah menuntaskan materi tersebut. Pada
akhirnya semua siswa diberi kuis secara individual tentang materi
ajar tersebut dan siswa yang bersangkutan memperoleh skor
secara individual.

b.

Teams Games Tournaments (TGT)
Model TGT hampir sama dengan STAD. Siswa dikelompokkan
secara heterogen, setiap kelompok terdiri 4-5 orang. Guru
memulai dengan mempresentasikan sebuah pelajaran kemudian
siswa bekerja di dalam kelompok-kelompok untuk memastikan
bahwa seluruh anggota kelompok menuntaskan pelajaran tersebut.
Namun kuis dalam TGT diganti dengan turnamen. Dalam
turnamen ini siswa bertanding dengan anggota kelompok lain
yang mempunyai kemampuan serupa. Dari turnamen inilah tiap
anggota akan mendapat skor yang akan disumbangkan pada
kelompoknya. Kemudian skor-skor ini akan dirata-rata untuk
menentukan skor kelompok. Skor kelompok yang diperoleh akan
menentukan penghargaan kelompok.

c.

Jigsaw
Pada model ini siswa juga dibagi dalam kelompok-kelompok
kecil secara heterogen. Masing-masing anggota kelompok
diberikan tugas untuk mempelajari topik tertentu dari materi yang
diajarkan. Mereka bertugas menjadi ahli pada topik yang menjadi
bagiannya. Pada model jigsaw, setiap siswa dipertemukan dengan
siswa dari kelompok lain yang menjadi ahli pada topik yang

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
13

sama. Mereka mendiskusikan topik yang menjadi bagiannya.
Pada tahap tersebut para ahli dibebaskan mengemukakan
pendapatnya, saling bertanya dan berdiskusi untuk menguasai
bahan pelajaran. Setelah menguasai materi yang menjadi
bagiannya, para ahli tersebut kembali ke dalam kelompoknya
masing-masing. Mereka bertugas mengajarkan topik tersebut
kepada teman-teman sekelompoknya. Kegiatan terakhir dari
model Jigsaw adalah pemberian kuis atau penilaian untuk seluruh
topik. Penilaian dengan penghargaan kelompok didasarkan pada
peningkatan nilai individu sama seperti STAD.
d. Learning Together
Siswa melakukan presentasi bahan mata pelajaran, setelah itu
siswa dalam kelompok heterogen terdiri 4 sampai 5 orang
mengerjakan satu lembar kerja. Guru menilai hasil kerja
kelompok. Siswa kemudian secara individual mengerjakan kuis
yang dinilai oleh guru sebagai hasil kerja individual.
e.

Group Investigation
Tiap-tiap kelompok mempelajari satu bagian materi pelajaran dan
kemudian menjelaskan materi itu kepada semua siswa di kelas.
Siswa diharapkan menerima tanggung jawab yang besar untuk
menentukan apa yang akan dipelajari, mengorganisasi kelompok
mereka sendiri bagaimana cara menguasai materi dan
memutuskan bagaimana mengkomunikasikan hasil belajar mereka
kepada seluruh kelas.

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments ( TGT)
Metode pembelajaran Teams Games Tournaments atau yang biasa
disebut dengan TGT merupakan salah satu metode pembelajaran
kooperatif yang mudah untuk diterapkan, hal ini karena melibatkan
semua siswa di dalam kelas. Seperti yang kita ketahui di dalam suatu
kelas pasti akan ada banyak perbedaan baik itu masalah ras, agama, jenis
kelamin, tingkat kepandaian dan lain – lainnya. Dan perbedaan tersebut

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
14

kadang kala juga mampu menimbulkan masalah di kelas. Namun dalam
metode TGT masalah ini dapat diminimalisir.
Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau
metode pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan
aktivitas seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan
peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan.
Dalam TGT siswa diminta untuk bekerja di dalam kelompok, di
mana kelompoknya tediri dari berbagai unsur yang berbeda sehingga
masalah-masalah yang disebabkan karena adanya perbedaan dapat
diatasi. Dalam model TGT ini siswa juga diharapkan mampu untuk
melatih tanggung jawab, kerja sama dan persaingan yang sehat.
Lima komponen utama dalam komponen dalam TGT yaitu (Slavin,
1995:84-88):
a.

Penyajian Kelas
Sebelum melakukan games, dalam awal pembelajaran akan diawali
guru menjelaskan materi. Penjelasan materi ini dapat dilakukan
dengan metode ceramah, diskusi atau metode yang lainnya. Yang
harus ditekankan dalam penyajian kelas ini adalah siswa harus
benar – benar memahami materi yang disampaikan oleh guru.
Penguasaan materi ini akan membantu siswa untuk bekerja dalam
kelompok nantinya.

b.

Kelompok (team)
Di dalam kegiatan kelompok masing-masing anggota kelompok
bertugas mempelajari materi atau menyelesaikan tugas yang
diberikan oleh guru pada lembar latihan dan membantu teman satu
kelompok menguasai materi pembelajaran tersebut. Sebelum
kegiatan belajar kelompok dimulai, guru terlebih dahulu
menjelaskan beberapa sikap yang harus diperhatikan siswa agar
kerja sama dalam kelompok berjalan dengan lancar. Pada saat

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
15

diskusi berlangsung, seluruh anggota sebaiknya berbicara dengan
suara yang pelan, tidak boleh meninggalkan tugas selama bekerja
dalam kelompok, mendiskusikan tugas secara bersama-sama, jika
ada suatu pertanyaan di dalam kelompok tersebut, sebaiknya
jangan ditanyakan dahulu kepada guru karena mungkin dari salah
satu teman kelompok ada yang bisa menjawab pertanyaan tersebut.
Setelah itu, jika pertanyaan tidak bisa terjawabkan oleh salah satu
teman kelompok, baru bisa meminta penjelasan dari guru.
Kelompok biasanya terdiri dari 4 sampai 5 orang siswa yang
anggotanya heterogen dilihat dari prestasi, jenis kelamin dan ras
atau etnik. Fungsi kelompok adalah untuk lebih mendalami materi
bersama teman kelompoknya dan lebih khusus untuk
mempersiapkan anggota kelompok agar bekerja dengan baik dan
optimal pada saat game atau tournament.
c.

Permainan
Permainan ini dirancang untuk mengetahui pemahaman siswa
setelah mengikuti presentasi kelas dan belajar kelompok. Games
dapat berisi pertanyaan–pertanyaan bernomor yang dirancang oleh
guru untuk mengetahui sejauh mana penguasaan materi oleh siswa
sesuai dengan materi yang diajarkan. Siswa dapat mengambil salah
satu pertanyaan bernomor dan menjawabnya sesuai dengan
kemampuan masing-masing dan teman di dalam kelompoknya
tidak diperkenankan untuk membantu anggota kelompok yang
sedang mengerjakan. Jawaban siswa yang benar akan dikumpulkan
untuk tournament mingguan.

d.

Turnamen (Tournament)
Turnamen biasanya dilakukan pada akhir materi pembelajaran yang
sedang dibahas dan setelah siswa melakukan belajar dalam
kelompok. Turnamen ini berfungsi untuk mengetahui kelompok
mana yang bisa mendapatkan nilai yang terbaik. Turnamen
merupakan suatu pertandingan antar anggota-anggota yang
berbeda. Pada awal turnamen, guru menugaskan siswa untuk
pindah pada suatu meja turnamen yang sudah ditentukan
sebelumnya, penentuan meja turnamen dalam penelitian ini
didasarkan pada pengamatan oleh guru kelas dan hasil dari tes
sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung sebagai berikut: para siswa
yang berada di meja turnamen secara bergantian mengambil nomor
kartu (pengambilan nomor kartu berdasarkan urutan yang telah
disepakati bersama) dan menjawab pertanyaan sesuai dengan
nomor kartu yaitu pertanyaan-pertanyaan yang sesuai dengan

PLAGIAT
PLAGIATMERUPAKAN
MERUPAKANTINDAKAN
TINDAKANTIDAK
TIDAKTERPUJI
TERPUJI
16

materi yang telah dipelajari. Apabila ada siswa yang mengambil
nomor kartu tidak bisa menjawab pertanyaan, maka pertanyaan
bisa dilempar ke teman yang lain dalam satu meja turnamen sesuai
dengan urutan yang telah disepakati, dan yang menjawab dengan
benar berhak menyimpan kartu tersebut. Kartu yang telah didapat
nantinya yang akan dijadikan skor untuk penghargaan kelompok.
e.

Penghargaan Kelompok
Guru akan mengumumkan kelompok yang menang dalam
turnamen, dan masing–masing team akan mendapatkan sertifikat
atau skor apabila memenuhi standar yang ditentukan. Pemberian
penghargaan tiap kelompok dapat ditentukan berdasarkan skor
kelompok yang didapat dengan menjumlahkan poin y

Dokumen yang terkait

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe kepala bernomor terstruktur untuk meningkatkan aktivitas belajar matemetika siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Islam al-Ikhlas Cipete)

1 7 47

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa SD/MI (penelitian tindakan kelas di SDN Cengkareng Timur 01 Pagi - Jakarta Barat)

0 4 165

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat

0 39 0

Penerapan model pembelajaran kooperatif informal tipe Formulate-Share-Listen-Create (FSLC) untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa

9 52 158

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe inside outside circle (ioc) untuk meningkatkan hasil belajar ips siswa kelas VII-B smp muhammadiyah 17 ciputat tahun ajaran 2014/2015

2 35 0

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang

0 13 0

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Divisions (STAD) dalam meningkatkan hasil belajar akidah akhlak: penelitian tindakan kelas di MA Nihayatul Amal Karawang

0 10 156

Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe think pair square pada materi ruang dimensi tiga untuk meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas X SMA Negeri 1 Baubau

0 1 12

Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

0 0 7

Upaya meningkatkan motivasi, kreativitas, dan prestasi belajar IPA dengan implementasi model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw

0 0 5

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2755 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 395 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

45 909 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 818 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 501 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 895 23