Analisis perbandingan kinerja portofolio optimal menggunakan metode efficient frontier dan single index model (studi kasus pada LQ45 dan JII)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

IDENTITAS DIRI
Nama

: Rizki Maulana

Tempat / Tanggal Lahir

: Bogor, 28 Februari 1989

Agama

: Islam

Alamat

: Jl. Delima 1 Rt/Rw 01/03 Curug Sawangan-Depok

Telp / Hp

: 0813 8733 2707

E-mail

: Rizki.maulana028@gmail.com
Rizki_maulana2842@yahoo.com
Hanura_cool28@yahoo.com

PENDIDIKAN FORMAL
1995 – 2001

: SDN PARUNG 02.

2001 – 2004

: SMP Negeri 1 Parung, Kab. Bogor.

2004 – 2007

: SMA Negeri 1 Parung, Kab. Bogor.

2007 – 2011

: S1 Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

PENGALAMAN ORGANISASI
2002-2003

: Bendahara PMR SMPN 1 Parung dan Anggota
OSIS divisi Bendahara.

2004-2005

: Bendahara Rohis SMAN 1 Parung dan Anggota
OSIS Divisi Humas.

2005-2006

: Wakil Ketua Pencak Silat SMAN 1 Parung

2007-2010

: Bendahara ARIMAS (Remaja Islam Masjid
As-Shabirin).

2008-2009

: BemJ Manajemen Divisi Mading UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta
Bendahara (LDK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
i

PENGALAMAN BEKERJA
2004

: Agen Koran

SEMINAR DAN TRAINING
2007

: Peserta Pelatihan Jurnalistik

2007

: Peserta Training Organisasi

2007

: Peserta Seminar Peran Pemuda untuk Ekonomi
Kerakyatan.

2008

: Peserta Seminar Financial Invesment Industry

2008

: Peserta ESQ Leadership Training.

2008

: Peserta Workshop Wirausaha.

2008

: Peserta Seminar Ekonomi Islam.

2008

: Peserta Seminar Dampak Krisis Keuangan Global
Terhadap Perekonomian Indonesia.

2009

: Peserta Seminar Launching Buku dan Seminar
Nasional.

2010

:Peserta Seminar Membangun Brand Image Melalui
Strategi Public Relation dan Event.

2010

: Peserta Kuliah Kerja Sosial Bebas Terkendali
(KKSBT).

2011

: Peserta Sekolah Pasar Modal.

ii

Abstract
This research aims to compare the performance of optimal portfolio
shares LQ45 and JII. Sampling method that used in this research is purposive
sampling, which LQ45 and JII as the research sample. Secondary data is used in
this research, provide by stocks that listed in LQ45 and JII in 2007-2009. Efficient
Frontier and Single Index Model were used for research methodology, and used
the calculation Reward to Variability Ratio. The results of this research shows
stocks of JII better than stocks of LQ45. This result can be used as reference for
investor who will invest their fund in JII stock, but it is not the guarantee that it
will not change in the future.
Keywords: LQ45, JII, Efficient Frontier, Single Index Model,
Reward to Variability Ratio.

iii

Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja portofolio
optimal saham LQ45 dan JII. Metode penentuan sampel yang digunakan dalam
penelitian ini yaitu purposive sampling, dengan LQ45 dan JII sebagai sampel.
Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data sekunder, yang bersumber
dari saham yang terdaftar di LQ45 dan JII tahun 2007-2009. Metodologi yang
digunakan adalah Efficient Frontier and Single Index Model. Hasil penelitian ini
menemukan bahwa saham di JII lebih baik hasilnya dibandingkan dengan saham
LQ45. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi bagi investor yang ingin
menginvestasikan dananya pada saham JII, namun tidak menjamin kinerja
portofolio yang akan diperoleh di masa yang akan datang akan tetap sama.
Kata kunci: LQ45, JII, Efficient Frontier, Single Index Model, Reward to
Variability Ratio

iv

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Maha Besar Allah SWT, terpanjat puji dan syukur atas anugerah yang Allah
berikan sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhirnya ini dengan segala
kekurangan dan kelebihannya.
Penulis percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi merupakan izin dan
ketetapan Allah SWT. Namun penyusunan skripsi ini tidak lepas dari orang-orang
di sekitar penulis yang begitu banyak memberi bantuan serta dukungan pada
penulis. Untuk itulah, dengan selesainya penulisan skripsi ini sebagai prasyarat
memperoleh gelar Sarjana Ekonomi, izinkan penulis mengucapkan rasa terima
terima kasih yang tak terhingga kepada:
1.

Untuk yang pertama saya ucapkan terima kasih banyak kepada Seorang
yang sangat berharga dan berarti sekali bagi penulis yaitu Mama yang
sedang sakit setelah operasi dan yang sudah memberikan kasih sayangnya
selama ini dari kecil Hingga saat ini sampai saya menempuh Perguruan
Tinggi. Kasih sayangmu serta perhatianmu memberikan Motivasi bagi
penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.

2.

Yang kedua saya ucapkan terima kasih banyak lagi kepada Mama yang
telah memberikan dukungan baik berupa materi maupun non materi kepada
Penulis, sekali lagi dukunganmu ini sangat berarti bagi penulis. Lagi-lagi ini
memberikan motivasi kembali kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi
ini.

3.

Terima kasih kembali kepada Mama saya kembali, yang selalu berada di sisi
penulis pada saat sehat maupun sakit saat menyelesaikan skripsi ini.
Kembali

ini

sangat

memberikan

motivasi

kepada

penulis

menyelesaikan skripsi ini. Semoga mama cepat sembuh dan

untuk

diberikan

kesehatan selalu dan umur yang panjang dan berkah. AMIIN YA ALLAH
S.W.T

v

Tanpamu saya bukanlah apa-apa dan tidak akan jadi seperti saat ini, Ibu kau
lah alasan saya berada di dunia selain untuk beribadah Kepada ALLAH
S.W.T.
4.

Terima kasih kepada bapa yang telah memberikan dukungan baik berupa
materi maupun non materi, ini juga memberikan motivasi kepada penulis.

5.

Bu Haji Endang (Kepala Sekolah) SDN Parung 04, terima kasih telah
banyak membantu penulis baik materi maupun non materi.

6.

Kakak-kakak yang telah memberikan dukungan baik berupa materil maupun
non materil, serta keponakan-keponakan yang dapat mencairkan suasana.
Dan juga seluruh keluarga. Kalian semua menjadi motivasi bagi penulis.

7.

H. Ahmad Dumyati Bashori,MA selaku Dosen Pembimbing I yang telah
memberikan bimbingan dengan sabar.

8.

Titi Dewi Warninda,SE,M.Si selaku Dosen Pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan dengan sabar.

9.

Suhendra, S.Ag., MM selaku Ketua Jurusan Manajemen.

10.

Leis suzanawati, SE, M.Si selaku Sekertaris Jurusan Manajemen.

11.

Bapak dan Ibu dosen pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan.

12.

Teman-teman Manajemen B angkatan 2007 (Akim, Jeje, Agi, Bimo,
Ariyanto, Haikal, Asu, Ole, Doli, Bangga, Nanang, Farid, Zadi, Opung,
Dini, Novi, Ria, Umi, Ade, Ayu, Pingkan, Wulan, Cha-cha ) atas
kebersamaan dan kenangan indah yang pernah diukir bersama. Senang
menjadi bagian dari kalian. Jaga terus Kebersamaan yang telah kita bangun.

13.

Teman-teman Manajemen Keuangan B angkatan 2007 (Agus, Adit, Lingga,
Fauzan, Andri, Elvin, Dedy, Dery, Bimo, Andi, Aryanto, Qodar, Aji,
Ramdan, Nidia, Ria, Eva, Umi, Ika, Emil, Oweng, Adlin, Tya, Diah, Susan,
Weny, Pia, Anggi) atas kebersamaan dan kenangan indah yang telah diukir
bersama. Jaga terus Kebersamaan yang telah kita bangun.

14.

Terima kasih kepada pipit, yang telah membantu, dan memberikan
masukan-masukan bagi penulis, masukan-masukan yang diberikan sangat
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.
vi

15.

Terima kasih kepada cupit,yang telah membantu dan memberikan masukanmasukan dalam pembuatan skripsi ini.

16.

Terima kasih kepada Dini, yang telah meluangkan waktunya untuk
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

17.

Terima kasih kepada Eva yang telah membantu dan meluangkan waktunya
dalam menyelesaikan skripsi ini,

18.

Terima kasih juga kepada Agus yang telah membantu penulis.

19.

Teman-teman Fakultas Ekonomi dan Bisnis 2007 yang tidak dapat
disebutkan namanya satu per satu. Senang bisa menjadi bagian dari kalian.

20.

Seluruh teman-teman baik dari Fakultas Ekonomi maupun dari Fakultas
lain, terimakasih atas semangat dan dukungan kepada penulis.

21.

Para staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

22.

Seluruh pihak yang turut mendukung dan membantu penulis baik moril
maupun materil, namun tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan, namun semua ini
semata-mata karena keterbatasan penulis. Akhir kata, besar harapan penulis,
skripsi ini dapat bermanfaat.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Jakarta, Juni 2011

Rizki Maulana

vii

DAFTAR ISI

COVER

Hal

COVER Dalam
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN KOMPREHENSIF
LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI
DAFTAR RIWAYAT HIDUP................................................................

i

ABSTRACT..............................................................................................

iii

ABSTRAK................................................................................................

iv

KATA PENGANTAR.............................................................................. v
DAFTAR ISI.............................................................................................

viii

DAFTAR TABEL..................................................................................... xiii
DAFTAR GAMBAR................................................................................ xvi
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................ xvii
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian…………………………………….. 1
B. Perumusan Masalah………………………………………….

5

C. Tujuan Penelitian………………………………...................

6

D. Manfaat Penelitian .......................................................... ......

6

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Investasi……………………………………………………..

8

1. Pengertian Investasi …………………………………

8

2. Proses Investasi………………………………………

8

a. Penentuan Kebijakan Investasi.........................

9

b. Analisis Sekuritas.............................................

9

c. Pembentukan Portofolio...................................

10
viii

d. Melakukan Revisi Portofolio............................

11

e. Evaluasi Kinerja Portofolio..............................

11

B. Pasar Modal…………………………………………….......

12

1. Pengertian Pasar Modal...........................................

12

2. Fungsi Pasar Modal................................................

15

3. Pelaku Pasar Modal…………………………………… 16
4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar Modal........

16

a. Supply Sekuritas..........................................

16

b. Demand akan Sekuritas................................

17

c. Komdisi Politik dan Ekonomi........................

17

d. Masalah Hukum dan Peraturan.........................

17

e. Peran-peran lembaga pendukung pasar modal
yang akan membantu kegiatan pasar modal........
5. Produk-Produk di Pasar Modal..................................

17
18

a. Reksadana.....................................................

18

b. Saham..........................................................

18

c. Saham Preferen.............................................

18

d. Obligasi........................................................

19

e. Obligasi Konversi (Convertible Bond)...............

19

f. Waran...........................................................

19

g. Right Issue....................................................

20

6. Jenis Pasar Modal………………………………………. 20
a. Pasar Pertama (Pertama)……………………….. 20
b. Pasar Modal Kedua (Sekunder)………………… 21
c. Pasar Ketiga (Over The Counter Market……….. 23
d. Pasar Ke empat………………………………….. 24
C. Saham............................................................................ ......... 25
ix

1. Pengertian Saham.....................................................

25

a. Deviden.........................................................

26

b. Capital Gain...................................................

26

2. Penilaian Saham........................................................

29

a. Nilai Nominal.................................................

29

b. Harga Dasar (Base Price)................................

29

c. Harga Pasar (Market Price)..............................

29

3. Indeks Harga Saham..................................................

31

4. Indeks LQ45.............................................................

32

5. Indeks Jakarta Islamic Indeks (JII)...............................

33

a. Kriteria Pemilihan Saham yang Memenuhi
Prinsip-Prinsip Syariah...................................

34

b. Kriteria Pemilihan Saham Jakarta Islamic Indeks
(JII)..............................................................

36

c. Evaluasi Indeks dan Pergantian Saham............... 37
6. Diversifikasi……………………………………………... 37
7. Tingkat Hasil (Rate of Return) & Tingkat Risiko
(Rate Of Risk)...........................................................

37

a. Tingkat Hasil (Rate of Return).........................

37

b. Tingkat Risiko (Rate of Risk)..........................

41

D. Teori Portofolio................................................................

42

1. Pengertian Portofolio...............................................

42

2. Portofolio yang Efisien............................................

44

3. Expected Return & Risiko Portofolio........................

44

4. Teori Pembentukan Portofolio..................................

46

a. Teori Pembentukan Efficient Frontier.............

46

b. Teori Pembentukan Single Indeks Model (SIM)

50
x

c. Kinerja Portofolio..........................................

58

d. Rewad to Variability Ratio...............................

59

E. Penelitian Terdahulu...........................................................

60

F. Kerangka Berfikir...............................................................

62

BAB III. METODE PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian...............................................

64

B. Teknik Penentuan Sampel................................................

64

C. Teknik Pengumpulan Data...............................................

67

D. Teknik Analisis................................................................

68

E. Operasional Variabel....................................................

75

BAB IV. ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Saham-saham Kandidat Portofolio..................................
1. Metode Efficient Frontier Curve........................... .

77
77

a. Portofolio LQ45........................................

77

b. Portofolio JII..............................................

84

2. Metode Single Indeks Model.................................

89

a. Portofolio LQ45.........................................

89

b. Portofolio JII..........................................

94

B. Saham Anggota Portofolio Optimal................................

97

1. Metode Efficient Frontier Curve..........................

98

a. Portofolio Optimal LQ45..........................

98

b. Portofolio Optimal JII...............................

100

2. Metode Single Index Model.................................

103

a. Portofolio Optimal LQ45..........................

103

b. Portofolio Optimal JII.............................

108

C. Perbandingan Portofolio Optimal LQ45 dan JII
1. Metode Efficient Frontier Curve............................

112
xi

2. Metode Single Index Model.................................

114

BAB V KESIMPULAN & SARAN
A. Kesimpulan................................................................
B. Saran...........................................................................

117
.

121

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

xii

DAFTAR TABEL
No Keterangan

Halaman

4.1 Daftar Perusahaan yang Konsisten Masuk Perhitungan
Indeks LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009

79

4.2 Rata-rata Saham Kandidat Portofolio LQ45 Periode
Januari 2007-Desember 2009

81

4.3 Daftar Perusahaan yang Lolos Menjadi Kandidat Anggota
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009

82

4.4 Rata-rata Seluruh Saham Kandidat Portofolio LQ45 Periode
Januari 2007- Desember 2009

83

4.5 Daftar Perusahaan yang Lolos Menjadi Kandidat Anggota
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009

84

4.6 Daftar Perusahaan yang Konsisten Masuk Perhitungan
Indeks JII Periode Januari 2007-Desember 2009

86

4.7 Rata-rata Saham Kandidat Portofolio JII Periode
Januari 2007- Desember 2009

87

4.8 Daftar Perusahaan yang Lolos menjadi Kandidat Anggota
Portofolio JII Periode Januari 2007-Desember 2009

87

4.9 Rata-rata Return Seluruh Saham Kandidat Portofolio
JII Periode Januari 2007- Desember 2009

88

4.10 Daftar Perusahaan yang Lolos Menjadi Kandidat Anggota
Portofolio JII Periode Januari 2007- Desember 2009

89

4.11 Daftar Perusahaan yang Konsisten Masuk Perhitungan
Indeks LQ45 Periode Januari 2007- Desember 2009

91

4.12 Rata-rata Saham Kandidat Portofolio LQ45 Periode
xiii

Januari 2007-Desember 2009

93

4.13 Daftar Perusahaan yang Lolos Menjadi Kandidat Anggota
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007- Desember 2009

94

4.14 Daftar Perusahaan yang Konsisten Masuk Perhitungan
Indeks JII Periode Januari 2007- Desember 2009

96

4.15 Rata-rata Return Saham Kandidat Portofolio JII
Periode Januari 2007- Desember 2009

97

4.16 Daftar Perusahaan yang Lolos Menjadi Kandidat Anggota
Portofolio JII Periode Januari 2007- Desember 2009

97

4.17 Alokasi Investasi Portofolio LQ45 Periode Januari 2007
Desember 2009

101

4.18 Alokasi Investasi Portofolio JII Periode Januari 2007Desember 2009

104

4.19 Komposisi Alfa, Beta, Expected Return, dan ERB Saham
Kandidat Portofolio LQ45 Periode Januari 2007Desember 2009

105

4.20 Penentuan Cut Off Rate Saham Portofolio LQ45 Periode
Januari 2007- Desember 2009

107

4.21 Komposisi Saham Anggota Portofolio LQ45 Periode
Januari 2007-Desember 2009

108

4.22 Alfa, Beta, Weekly Return, dan Standar Deviasi Portofolio
Periode Januari 2007-Desember 2009

108

4.23 Komposisi Alfa, Beta, Expected Return , dan ERB 7 Saham
Kandidat Portofolio JII Periode Januari 2007Desember2009

109

4.24 Penentuan Cut off rate Saham Portofolio JII Periode
Januari 2007-Desember 2009

111
xiv

4.25 Komposisi Saham Anggota Portofolio JII Periode JII
Periode Januari 2007-Desember 2009

112

4.26 Alfa, Beta, Weekly Return dan Standar Deviasi Portofolio
JII Periode Januari 2007-Desember 2009

113

4.27 Perbandingan Portofolio LQ45 dan JII Metode Efficient
Frontier Periode Januari 2007-Desember 2009

113

4.28 Perbandingan Portofolio LQ45 dan JII Metode Efficient
Single Index Model Januari 2007-Desember 2009

114

4.29 Perbandingan Portofolio LQ45 dan JII Metode Single Indeks
Model Periode Januari 2007-Desember 2009

115

4.30 Saham-saham Portofolio LQ45 dan JII Metode Single Indeks
Model Periode Januari 2007-Desember 2009

115

xv

DAFTAR GAMBAR
No Keterangan
2.1 Kerangka Pemikiran

Halaman
64

4.1 Efficient Frontier LQ45 Periode Januari 2007Desember 2009

99

4.2 Efficient Frontier dan Capital Allocation Line LQ45
Periode Januari 2007-Desember 2009

100

4.3 Efficient Frontier JII Periode Januari 2007
Desember 2009

102

4.4 Efficient Frontier dan Capital Allocation Line JII
Periode Januari 2007-Desember 2009

103

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

N o Keterangan

Halaman

1 Daftar perusahaan yang konsisten masuk perhitungan
Indeks LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009 ....................... 123
2 Rata-rata Saham kandidat Portofolio LQ45 periode
Januari 2007-Desember 2009 ......................................................... 124
3 Daftar perusahaan yang lolos menjadi kandidat anggota
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009 .................. 125
4 Rata-rata seluruh saham kandidat portofolio LQ45
Periode Januari 2007-Desember 2009 ............................................ 126
5 Daftar perusahaan yang lolos menjadi kandidat anggota
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007-Desember 2009.................. 127
6 Daftar perusahaan yang konsisten masuk perhitungan
Indeks JI Periode Januari 2007-Desember 2009 ............................. 127
7 Rata-rata return saham kandidat Portofolio JII Periode
Januari 2007-Desember 2009 .......................................................... 127
8 Daftar perusahaan yang lolos menjadi kandidat anggota
Portofolio JII Periode Januari 2007-Desember 2009....................... 128
9 Rata-rata return seluruh saham kandidat Portofolio JII
Periode Januari 2007- Desember 2009 ............................................ 128
10 Daftar perusahaan yang lolos menjadi kandidat anggota
Portofolio JII Januari 2007-Desember 2009 ................................. 128
xvii

11 Efficient Frontier LQ45 Periode Januari 2007
Desember 2009 ............................................................................ 129
12 Efficient Frontier dan Capital Allocation Line LQ45
Periode Januari 2007-Desember 2009 ......................................... 129
13 Alokasi investasi portofolio LQ45 Periode
Januari 2007- Desember 2009 ..................................................... 130
14 Efficient Frontier JII Periode Januari 2007Desember 2009 ........................................................................... 130
15 Efficient Frontier dan Capital Allocation Line JII
Periode Januari 2007-Desember 2009 ......................................... 131
16 Alokasi investasi Portofolio JII Periode Januari 2007
Desember 2009 ........................................................................... 131
17 Komposisi alfa, beta, rxpected return dan ERB 14
Saham kandidat Portofolio LQ45 Periode Januari 2007
Desember 2009 ........................................................................... 132
18 Komposisi saham anggota Portofolio LQ45 Periode
Januari 2007-Desember 2009 ...................................................... 132
19 Alfa, beta, weekly return,dan standar deviasi
Portofolio LQ45 Periode Januari 2007- Desember 2009 .............. 132
20 Komposisi alfa, beta, expected return, dan ERB 7 Saham
Kandidat Portofolio JII Periode Januari 2007 Desember 2009 ..... 133

21 Komposisi saham anggota Portofolio JII Periode
xviii

Januari 2007- Desember 2009 ...................................................... 133
22 Alfa, beta, weekly return dan standar deviasi Portofolio
JII Periode Januari 2007-Desember 2009...................................... 133
23 Perbandingan Portofolio LQ45 dan JII Metode Efficient
Frontier Periode Januari 2007-Desember 2009............................. 133
24 Perbandingan Portofolio LQ45 dan JII Metode
Single Index Model Periode Januari 2007-Desember 2009 ............ 134
25 Penentuan Cut off Rate (C*) Saham Portofolio LQ45
Periode Januari 2007-Desember2009............................................ 135
26 Penentuan Cut off Rate (C*) Saham Portofolio JII
Periode Januari 2007-Desember 2009........................................... 136
27 Perhitungan Average return dan standar deviasi SahamSaham LQ45 (Januari 2007- Desember 2009) .............................. 137
28 Korelasi Matrix saham-saham LQ45 Periode Januari 2007Desember 2009 ............................................................................ 143
29 Kovarian Matrix Saham-Saham LQ45 Periode
Januari2007-Desember 2009 ........................................................ 143
30 Perhitungan Average return dan standar deviasi sahamsaham JII (Januari 2007-Desember 2009) ..................................... 144
31 Korelasi Matrix saham-saham JII Periode
Januari 2007-Desember 2009 ....................................................... 149
32 Kovarian Matrix saham-saham JII Periode Januari2007Desember 2009 ............................................................................ 150
xix

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian
Pasar modal merupakan salah satu sarana berinvestasi yang menarik bagi
investor. Hal ini disebabkan pasar modal menjanjikan pengembalian yang
lebih besar kepada investor dibanding perbankan. Pasar modal memberikan
kesempatan kepada investor untuk dapat memilih secara bebas sekuritas–
sekuritas yang diperdagangkan di pasar modal sesuai dengan preferensi
risiko, ketersediaan dana dan jangka waktu investasi.
Sesuai dengan perkembangan zaman yang semakin mengacu pada era
globalisasi dan berorientasi pada pengembangan bisnis baik dibidang moneter
maupun non moneter, maka setiap perusahaan atau individu akan berusaha
untuk meningkatkan nilai perusahaan atau meningkatkan modalnya secara
optimal dengan cara berinvestasi pada sektor keuangan atau non keuangan.
Untuk berinvestasi di sektor keuangan dapat dilakukan dengan membeli
saham yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI). Orang tertarik untuk
berinvestasi di bursa karena adanya keterbukaan informasi. Salah satu jenis
sekuritas yang diperdagangkan di Bursa adalah saham. Investor yang
berinvestasi tentunya mengharapkan tingkat pengembalian yang lebih tinggi
daripada investasi awalnya. Investor yang berinvestasi tentu mengharapkan
pengembalian yang lebih tinggi daripada investasi awalnya. Mereka juga

1

tidak mengiginkan emiten (penerbit sekuritas) tidak mampu melaksanakan
kewajibannya ketika saham tersebut jatuh tempo.
Dalam berinvestasi seorang investor harus berfikir apakah menanamkan
seluruh modalnya ke satu jenis saham saja, karena dianggap saham tersebut
memberikan tingkat keuntungan yang tinggi atau lebih. Sikap itu tidaklah
bijaksana, karena bila tingkat keuntungan tinggi maka risiko investasi juga
dengan sendirinya menjadi tinggi. Hal yang lebih bijaksana dalam
berinvestasi adalah melakukan diversifikasi

pada investasi. Pemikiran

tersebut muncul karena bila investasi pada satu lahan gagal, maka masih ada
lahan lain yang dapat diharapkan keuntungannya sehingga bisa dikatakan
resiko investasi menjadi lebih rendah.
Menanamkan modal pada lebih dari satu inilah yang disebut dengan
membentuk portofolio. Sasaran manajemen portofolio adalah membangun
berbagai sekuritas dan asset-asset lainya sehingga membentuk suatu
portofolio dalam rangka meminimumkan risiko pada tingkat keuntungan
tertentu.
Menurut Harianto Sudarno (1998) investasi adalah suatu kegiatan
menempatkan dana pada satu lebih asset atau lebih asset selama periode
tertentu dengan harapan dapat memperoleh hasil penghasilan dan atau
peningkatan nilai (investasi). Dalam dunia nyata hampir semua investasi
selain mendatangkan penghasilan (return) investasi juga mengandung unsur
ketidakpastian atau risiko.

2

Salah satu karakteristik investasi pada sekuritas adalah kemudahan untuk
membentuk portofolio investasi artinya, pemodal dapat dengan mudah
menyebar (melakukan diversifikasi) investasinya pada berbagai kesempatan
investasi.
Salah satu instrumen investasi adalah saham, di Indonesia saham
diperdagangkan di bursa efek. Pada tahun 1991

pemerintah Indonesia

mendirikan PT Bursa Efek Jakarta untuk mengakomodasi pesatnya
pertumbuhan pasar modal di Indonesia pada waktu itu. Pertumbuhan bursa
efek pada tahun-tahun berikutnya menjadi semakin cepat, terutama sejak
dilakukan system otomasi perdagangan pada tanggal 25 Mei 1995. Semua
indicator perdagangan seperti nilai, volume dan frekuensi transaksi
menunjukan pertumbuhan yang luar biasa. pada tahun 2007 rata-rata nilai
transaksi telah mencapai angka diatas Rp 4.3 Triliun per hari. Bahkan pada
tahun 2008 sampai dengan semester pertama, rata-rata nilai transaksi harian
meningkat menjadi Rp 5.6 Triliun. Meskipun pada semester kedua terjadi
penurunan

karena ada krisis “Subrime” di Amerika Serikat

yang

mempengaruhi semua bursa didunia tidak terkecuali indonesia, akan tetapi
rata-rata nilai transaksi pada tahun 2008 masih lebih tinggi dari tahun 2007
yaitu sebesar

Rp 4.5 Triliun. Angka tersebut meningkat luar biasa jika

dibandingkan dengan awal- awal swastanisasi bursa efek atau sebelum
diberlakukan otomasi perdagangan. Pada tahun 1994, rata-rata nilai transaksi
hanya sebesar Rp 104 miliar perhari. Hal ini berarti dalam kurun waktu 14
tahun rata-rata nilai transaksi harian telah meningkat sebesar kurang 4000%

3

seiring dengan perkembangan pasar dan tuntutan untuk lebih meningkatkan
efisiensi serta daya saing dikawasan regional, maka efektif tanggal 3
desember 2007 secara resmi PT Bursa Efek Jakarta digabung dengan PT
Bursa Efek Surabaya dan berganti nama menjadi PT Bursa Efek Indonesia.
(Buku Panduan Indeks Harga Saham BEI, 2008:1).
Seiring dengan meningkatnya aktivitas perdagangan yang ditunjukan oleh
kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG), kebutuhan untuk
memberikan informasi yang lebih lengkap kepada masyarakat mengenai
perkembangan bursa, juga semakin meningkat. Salah satu informasi yang
diperlukan tersebut adalah indeks harga saham sebagai cerminan

dari

pergerakan harga saham sekarang ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI)
memiliki delapan macam indeks harga saham sebagai salah satu pedoman
bagi investor untuk berinvestasi di pasar modal, yaitu antara lain indeks
harga saham gabungan (IHSG), indeks sektoral, indeks LQ45, Jakarta Islamic
Indeks (JII) indeks kompas 100, indeks papan utama, indeks pengembangan,
dan indeks individual. seluruh indeks yang ada di BEI mengunakan metode
perhitungan yang sama, yaitu metode rata-rata tertimbang berdasarkan jumlah
saham tercatat (Buku Panduan Indeks Harga Saham BEI 2008:2-3).
Dari delapan indeks yang tercatat di BEI tersebut, yang mendapat
perhatian lebih dari para fund manager ataupun para investor adalah indek
LQ45 dan JII dikarenakan kedua indeks ini memiliki beberapa keunggulan.
Berdasarkan pernyataan kuncoro (2006), indeks LQ45 dan JII memiliki
kinerja pengembalian atas investasi saham pada indeks yang cukup baik dan

4

memiliki daya tahan yang kuat. Selain itu, saham-saham yang terdapat
dikedua indeks ini dipilih berdasarkan kriteria tertentu sehingga memiliki
kualitas yang baik dan memiliki tingkat risiko yang lebih rendah.
Atas dasar inilah penulis memilih obyek penelitian saham LQ45 dan JII
untuk memberikan informasi mengenai portofolio optimal yang dibentuk dari
saham masing-masing indeks. Diharapkan penelitian ini akan memberikan
gambaran kepada fund manager dan investor dalam menentukan sahamsaham pernyusun portofolionya Berdasarkan uraian tersebut , maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Perbandingan
Kinerja Portofolio Optimal Menggunakan Metode Efficient Frontier,
dan Single Index Model (Studi Kasus pada LQ45 dan JII)”.
B. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah disampaikan di atas maka
permasalahan yang diambil dalam penelitian ini adalah:
1. Saham-saham apa sajakah yang membentuk portofolio saham optimal
dan indeks LQ45 dan JII berdasarkan Metode Efficient Frontier
Curve, Single Index Model, Periode Januari 2007 sampai Desember
2009.
2. Bagaimana kinerja

setiap portofolio

optimal

yang terbentuk

berdasarkan perhitungan Reward To Variability Ratio.
3. Berdasarkan perhitungan Reward to Variability Ratio, Portofolio
Optimal manakah yang menghasilkan kinerja yang lebih baik.

5

C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan di atas maka untuk
menganalisis portofolio yang optimal dengan menggunakan metode Efficient
Frontier Curve dan Single Index Model, tujuan yang ingin dicapai adalah:
1. Untuk mengetahui saham-saham apa sajakah yang membentuk
portofolio saham optimal dari Indeks LQ45 dan JII berdasarkan
metode Efficient Frontier, Single Indeks Model, Periode Januari 2007
sampai Desember 2009
2. Menghitung kinerja setiap portofolio optimal yang terbentuk dengan
perhitungan Reward To Variability Ratio.
3. Menentukan portofolio optimal terbaik dari proses perbandingan
kinerja kedua portofolio optimal, yang didapat melalui kedua metode
diatas.
D. Manfaat Penelitian
1. Manfaat bagi akademik
Untuk pengembangan ilmu pengetahuan secara teoritis sebagaimana yang
telah dipelajari didalam perkuliahan dan sebagai pengetahuan tentang
pasar modal dan investasi. Dan bagi civitas akademika menambah
informasi, sumbangan penelitian bahan kajian dalam penelitian.
2. Manfaat bagi investor dan masyarakat
a. Memberikan informasi dan pengetahuan tentang pembentukan
portofolio yang optimal.

6

b. Sebagai bahan pertimbangan bagi para investor dalam melakukan jual
beli saham di Bursa Efek Indonesia.

7

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Investasi
1. Pengertian Investasi
Menurut Husnan (1998:3) investasi adalah setiap pengguna dana
dengan maksud memperoleh penghasilan. Sedangkan menurut Eduardus
Tandelilin (2005:2) investasi adalah komitmen atas sejumlah dana atau
sumber daya lainya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan memperoleh
sejumlah keuntungan di masa yang akan datang. Dan menurut Jogiyanto
(2005;5) Investasi adalah penundaan konsumsi sekarang untuk digunakan
didalam produksi yang efisien selama periode waktu yang tertentu. Pihakpihak yang melakukan kegiatan investasi disebut investor, investasi juga
mempelajari bagaimana mengelola kesejahteraan investor (investor wealth).
Kesejahteraan dalam konteks investasi berarti kesejahteraan yang sifatnya
moneter bukanya kesejahtraan rohaniah.
2. Proses Investasi
Proses investasi menurut Husnan Suad (2005:48) bagaimana pemodal
seharusnya melakukan investasi dalam sekuritas, yaitu sekuritas apa yang
akan dipilih, seberapa banyak investasi tersebut dan kapan investasi tersebut
akan dilakukan. Untuk mengambil keputusan tersebut diperlukan langkahlangkah sebagai berikut:

8

a. Penentuan kebijakan Investasi
Pada tahap ini menurut Eduardus Tandelilin (2010:13) pemodal
perlu menentukan tujuan investasinya dan banyaknya investasi yang
akan dilakukan. Karena ada hubungan yang positif antara risiko dan
keuntungan investasi. Maka pemodal tidak bisa mengatakan bahwa
tujuan investasinya adalah untuk mendapatkan keuntungan sebesarbesarnya. Ia harus menyadari bahwa ada kemungkinan menderita
kerugian. Jadi tujuan investasi harus dinyatakan baik dalam
keuntungan maupun risiko. Jumlah dana yang akan diinvestasikan
mempengaruhi keuntungan yang diharapkan dan risiko yang
ditanggung. Pemodal yang meminjam dana dan menginvestasikannya
pada berbagai saham, akan menanggung risiko yang lebih tinggi
daripada pemodal yang menggunakan seratus persen modalnya sendiri.
b. Analisis Sekuritas
Pada tahap ini

Menurut Suad Husnan (2005:48) pemodal

melakukan analisis terhadap sekuritas secara individual (atau beberapa
kelompok sekuritas). Ada dua filosofi dalam melakukan analisis
sekuritas yaitu:
1) Mereka yang berpendapat bahwa ada sekuritas yang mispriced
(harganya salah, mungkin terlalu tinggi, mungkin terlalu
rendah), dan analisis dapat mendeteksi sekuritas-sekuritas
tersebut. Ada berbagai cara untuk melakukan analisis ini, tetapi
pada garis besarnya cara-cara tersebut dapat dikelompokan

9

menjadi dua , yaitu analisis teknikal dan analisis fundamental.
Analisis teknikal menggunakan data (perubahan) harga di masa
lalu untuk memperkirakan harga sekuritas di masa mendatang.
Analisis fundamental berupaya untuk mengidentifikasi prospek
perusahaan (melalui analisis terhadap factor-faktor yang
mempengaruhinya) untuk bisa memperkirakan harga saham di
masa mendatang.
2) Mereka yang berpendapat bahwa harga sekuritas adalah wajar.
Kalaupun ada sekuritas yang mispriced, analis tidak mampu
untuk mendeteksinya. Pada dasarnya mereka yang menganut
pendapat ini berpendapat bahwa pasar modal efisien. Dengan
demikian pemilihan sekuritas bukan didasarkan atas factor
mispriced, tetapi didasarkan atas prefensi risiko pasar pemodal
(pemodal yang bersedia menanggung risiko tinggi akan
memilih saham yang lebih berisiko), pola kebutuhan kas
(pemodal yang menginginkan penghasilan yang tetap akan
memilih saham yang membagikan dividen dengan stabil), dan
sebagainya. Kentungan pemodal sesuai dengan pendapat ini
adalah sesuai dengan risiko yang mereka tanggung.
c. Pembentukan Portofolio
Menurut Suad Husnan (2005:49) Portofolio berarti sekumpulan
investasi. Tahap ini menyangkut identifikasi sekuritas-sekuritas mana
yang akan dipilih, dan berapa proporsi dana yang akan ditanamkan

10

pada masing-masing sekuritas tersebut. Pemilihan banyak sekuritas
(dengan kata lain pemodal melakukan diversifikasi), dimaksudkan
untuk mengurangi risiko yang ditanggung. Sebagaimana telah
disebutkan diatas , pemilihan sekuritas dipengaruhi antara lain oleh
preferensi risiko pemodal, maka pemodal dapat melakukan perubahan
terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio tersebut.
d. Melakukan Revisi Portofolio
Menurut

Suad

Husnan

(2005:49)

Tahap

ini

merupakan

pengulangan atas tiga tahap sebelumnya, jika dirasa bahwa portofolio
yang sekarang dimiliki tidak lagi optimal, atau tidak lagi sesuai dengan
preferensi risiko pemodal, maka pemodal dapat melakukan perubahan
terhadap sekuritas-sekuritas yang membentuk portofolio tersebut.
e. Evaluasi Kinerja Portofolio
Menurut Eduardus Tandelilin (2010: 16) Dalam tahap ini pemodal
melakukan penilaian terhadap kinerja portofolio, baik dalam aspek
tingkat keuntungan yang diperoleh maupun risiko yang ditanggung.
Tidak benar kalau suatu portofolio yang memberi keuntungan lebih
tinggi pasti lebih baik daripada portofolio lainya. Factor risiko perlu
dimasukan karena itu diperlukan suatu standar pengukuranya.
Pada dasarnya investor sangat menyukai investasi yang menghasilkan
pengembalian tertinggi, tetapi tidak menyukai adanya risiko. Tingkat
pengembalian yang tinggi, akan selalu diikuti risiko yang tinggi. Jadi,
tidaklah tepat bahwa tujuan investasi adalah untuk mendapat tingkat

11

pengembalian yang setinggi-tingginya, karena hal ini akan diikuti oleh risiko
yang tinggi pula.
Menurut Eduardus Tandelilin (2010:8), beberapa alasan seseorang
melakukan investasi, antara lain:
a. Untuk mendapatkan kehidupan yang lebih layak di masa mendatang.
Seseorang yang bijaksana akan berfikir bagaimana meningkatkan taraf
hidupnya dari waktu ke waktu, atau setidaknya berusaha bagaimana
mempertahankan tingkat pendapatannya yang ada sekarang agar tidak
berkurang di masa yang akan datang.
b. Mengurangi tekanan inflasi.
c. Dorongan untuk menghemat pajak.
B. Pasar Modal
1. Pengertian Pasar Modal
Pasar modal secara umum menurut Mohammad Samsul (2006:43)
tempat bertemunya permintaan dan penawaran atau Pasar modal pada
dasarnya merupakan penghubung antara pemilik dana, disebut investor
(pemodal) dengan pengguna yang disebut emitten (Perusahaan yang Go
Public). Para pemodal menggunakan instrument pasar modal untuk
keperluan

investasi

portofolionya

sehingga

nantinya

akan

memaksimumkan penghasilan dan emitten memperoleh tambahan dana
yang yang dapat digunakan untuk meningkatkan aktivitas usahanya. Bursa
Efek Indonesia (BEI) merupakan pasar modal utama Indonesia.

12

Menurut Eduardus Tandelilin (2010:26) Pasar Modal adalah pertemuan
antara pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang
membutuhkan dana dengan cara memperjualbelikan sekuritas, pasar modal
juga bisa diartikan sebagai pasar untuk memperjualbelikan sekuritas yang
umumnya memiliiki umur lebih dari satu tahun, seperti saham dan
obligasi.
Menurut Suad husnan (2001:3) secara formal pasar modal dapat
didefininsikan sebagai pasar untuk berbagai instrument keuangan (atau
sekuritas) jangka panjang yang bisa diperjualbelikan, baik dalam bentuk
hutang ataupun modal sendiri, baik yang diterbitkan oleh pemerintah,
public authorities, maupun perusahaan swasta. Dengan demikian pasar
modal merupakan konsep yang lebih sempit dari pasar keuangan (financial
market). Dalam financial market, diperdagangkan semua bentuk hutang
dan modal sendiri, baik dana jangka pendek maupun jangka panjang.
Menurut Dahlan Siamat (2001:249) pasar modal dalam arti sempit
adalah suatu tempat yang terorganisasi dimana efek-efek diperdagangkan
yang di sebut bursa efek. Bursa Efek atau Stock exchange adalah suatu
system yang terorganisasi yang mempertemukan penjual dan pembeli efek
yang dilakukan baik secara langsung maupun dengan melalui wakilwakilnya.
Pasar Modal Menurut kamus pasar uang dan modal adalah pasar yang
kongkret atau abstrak yang mempertemukan pihak yang menawarkan dan
yang memerlukan dana jangka panjang, yaitu jangka satu tahun keatas,

13

abstrak dalam pengertian pasar modal adalah transaksi yang dilakukan
melalui mekanisme Over the Counter (OTC).
Pengertian pasar modal seperti yang tecantum dalam Bab I, Pasal I ,
UU Pasar Modal RI No.8 Butir 13 Tahun 1995 tentang Pasar Modal
adalah:Pasar Modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan penawaran
umum dan perdagangan efek, perusahaan public yang berkaitan dengan
efek yang diterbitkanya, serta lembaga dan pfofesi yang berkaitan dengan
efek.
Menurut Ahmad Rodoni (2008:40), Pasar Modal (capital Market)
adalah pasar keuangan untuk dana-dana jangka panjang (dana yang jatuh
temponya lebih dari satu tahun) dan merupakan pasar yang konkrit.

Sedangkan menurut Elsi Kartika Sari dan Advendi Simangunsong
(2007:146), pasar modal adalah kegiatan yang bersangkutan dengan
penawaran umum dan perdagangan efek atau perusahaan publik yang
berkaitan dengan efek yang diterbitkannya atau lembaga profesi yang
berkaitan dengan efek untuk melakukan transaksi jual beli.

Menurut Rodoni dan Abdul Hamid (2008:124), pasar modal adalah
perdagangan instrumn keuangan yang (sekuritas) jangka panjang, antara
lain: dalam bentuk modal sendiri (stock) maupun utang (bonds); baik yang
diterbitkan pemerintah (Public Authorities) maupun oleh perusahaan
swasta (Privat Sector)”.

14

Dengan demikian maka jelaslah bahwa pasar modal merupakan pasar
tempat terjadinya transaksi jual-beli efek, sedangkan bursa efek adalah
lembaga yang menyelenggarakan

atau menyediakan system guna

terlaksananya transaksi yang terjadi di pasar modal.
2. Fungsi Pasar Modal
Menurut Eeng Ahman dan Epi Indriani (Kompetensi Ekonomi:78)
fungsi pasar modal yaitu:
a. Sebagai Sarana memperoleh modal yang sehat bagi para pengusaha
yang memerlukan tambahan modal.
b. Sebagai sarana bagi masyarakat luas untuk ikut serta menanamkan
modalnya dalam suatu perusahaan.
c. Sebagai sarana bagi pemerintah untuk mengendalikan perkembangan
dunia usaha/bisnis. Dan Pasar Modal pada dasarnya mempunyai dua
fungsi, yaitu fungsi ekonomi dan keuangan. Dalam melaksanakan
fungsi ekonominya, pasar

modal menyediakan fasilitas untuk

memindahkan dana dari pihak yang mempunyai kelebihan dana
(lender), kepada pihak yang kekurangan dana (borrower). Sedangkan
fungsi keuangannya dilakukan dengan menyediakan dana tanpa harus
terlibat langsung dalam kepemilikan aktiva riil yang diperlukan untuk
investasi tersebut.
Adapun daya tarik pasar modal diantaranya yaitu:
Pertama,

diharapkan pasar

modal

ini

menjadi alternative

penghimpunan dana jangka panjang selain lembaga perbankan.

15

Kedua, pasar modal memungkinkan para investor mempunyai
beberapa pilihan investasi yang sesuai karakteristik mereka.
3.

Pelaku Pasar Modal

Menurut Herman Darmawi (2006,104), pelaku utama yang
menerbitkan sekuritas pasar modal ialah pemerintah dan perusahan.
Pemerintah biasanya menerbitkan promes jangka panjang dan obligasi
untuk memperoleh dana pembangunan, misalnya jalan dan lain-lain
fasilitas umum.Perusahaan-perusahaan menerbitkan obligasi dan saham
untuk membiayai pertumbuhan perusahaan. Obligasi adalah surat utang
jangka panjang dengan tingkat bunga tetap. Saham adalah surat bukti
kepemilikan (ekuitas) terhadap perusahaan yang bersangkutan. Harapan
pemilik saham adalah pembagian laba (deviden) dari perusahaan yang
bersangkutan.Pembeli sekuritas yang terbesar adalah perorangan dan
rumah tangga. Seringkali, orang dan pihak rumah tangga menyimpan
dananya dalam berbagai finansial dan kemudian biasanya dana itulah yang
dipergunakan untuk membeli instrumen pasar kapital, seperti obligasi dan
saham.

4. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pasar Modal
Menurut Suad Husnan (2001:8), faktor-faktor yang memperngaruhi
Pasar Modal, Antara lain adalah:
a. Supply Sekuritas
Factor ini berarti banyak perusahaan yang bersedia menerbitakan

16

sekuritas di pasar modal
b. Demand akan Sekuritas
Factor ini berarti bahwa harus terdapat anggota masyarakat yang
memiliki jumlah dana yang cukup besar untuk dipergunakan membeli
sekuritas-sekuritas yang ditawarkan.
c. Kondisi Politik dan Ekonomi
Factor ini akhirnya akan mempengaruhi supply dan demand akan
sekuritas.

Kondisi

politik

yang

stabil

akan

ikut

membantu

pertumbuhan ekonomi yang pada akhirnya mempengaruhi supply dan
demand akan sekuritas.
d. Masalah Hukum dan peraturan
Pembeli sekuritas pada dasarnya
informasi

yang

disediakan

oleh

mengandalkan diri pada

perusahaan-perusahaan

yang

menerbitkan sekuritas. Kebenaran informasi, karena itu menjadi sangat
penting, disamping kecepatan dan kelengkapan informasi. Peraturan
yang melindungi pemodal dari informasi yang tidak benar dan
menyesatkan menjadi mutlak diperlukan.
e. Peran-peran lembaga pendukung pasar modal yang akan
membantu kegiatan pasar modal secara tepat
Lembaga ini adalah: Kustodian, Biro Administrasi Efek, Wali
Amanat, Akuntan, Notaris, Konsultan Hukum, dan Penilai.

17

5. Produk-Produk di Pasar Modal
Menurut Ahmad Rodoni (2008:44), produk-produk yang berada di
pasar modal antara lain adalah:
a. Reksadana
Reksadana atau mutual fund atau investment fund merupakan
sertifikat yang menjelaskan bahwa pemilikya menitipkan uang kepada
pengelola Reksadana (manajer investasi) untuk digunakan sebagai
modal berinvestasi. Pada prinsipnya investasi pada Reksadana adalah
melakukan investasi yang menyebar pada berbagai alat investasi yang
diperdagangkan di pasar modal dan pasar uang.
b. Saham
Secara sederhana saham dapat didefinisikan sebagai tanda
penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu
perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan
bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang
menerbitkan kertas tersebut.
c. Saham Preferen
Saham referen adalah gabungan (hybrid) antara obligasi dan saham
biasa artinya disamping memiliki karakteristik seperti obligasi juga
memiliki karakteristik saham biasa. Karakteristik obligasi misalnya
saham preferen memberikan hasil yang tetap seperti bunga obligasi.
Biasanya saham preferen memberikan pilihan tertentu atas hak
pembagian dividen. Jika suatu ketika emiten mengalami kerugian,

18

maka pemegang saham preferen bisa tidak menerima pembayaran
yang sudah ditetapkan sebelumnya.
d. Obligasi
Obligasi adalah surat berharga atau sertifikat yang berisi kontrak
antara pemberi pinjaman dengan yang diberi pinjaman. Surat obligasi
adalah selembar kertas yang menyatakan bahwa pemilik kertas
tersebut memberikan pinjaman kepada perusahaan yang menerbitkan
obligasi.
e. Obligasi Konversi (convertible Bond)
Obligasi konversi, sekilas tidak ada bedanya dengan obligasi biasa,
misalnya memberikan kupon yang tetap, memliki jatuh tempo dan
memiliki nilai pari. Hanya saja obligasi konversi memiliki keunikan
yaitu dapat ditukar dengan saham biasa. Pada obligasi konversi selalu
tercantum persyaratan untuk melakukan konversi.
f. Waran
Waran adalah hak untuk membeli saham biasa pada waktu dan
harga yang sudah ditentukan. Biasanya waran dijual bersamaan
dengan surat berharga lainya, misalnya obligasi atau saham.
Penerbitan waran harus memiliki saham yang nantinya dikonversi
oleh pemegang oleh pemegang waran. Namun setelah obligasi atau
saham yang disertai waran memasuki pasar baik obligasi, saham
maupun waran dapat diperdagangkan secara terpisah.

19

g. Right Issue
Right Issue merupakan hak bagi pemodal mebeli saham baru yang
dikeluarkan emitten. Karena merupakan hak, maka investor tidak
terkait untuk membelinya. Ini berbeda dengan saham bonus atau
dividen saham, yang otomatis diterima oleh pemegang saham.
6.

Jenis Pasar Modal
Menurut Mohammad Samsul (2006:46), pasar modal dapat
dikatagorikan menjadi 4 pasar, yaitu:
a. Pasar Pertama (Perdana)

Adalah tempat atau sarana bagi perusahaan yang untuk pertama
kali menawarkan saham atau obligasi ke masyarakat umum. Disini
dikatakan tempat karena secara fisik masyarakat pembeli dapat bertemu
dengan penjamin emisi ataupun agen penjual untuk melakukan pesanan
sekaligus membayar uang pesanan. Dikatakan sarana karena si pembeli
dapat memesan melalui telepon dari rumah dan membayar dengan cara
mentransfer uang melalui bank ke rekening agen penjual. Dikatakan
pertama kali karena sebelumnya perusahaan ini milik perorangan atau
beberapa pihak saja, dan sekarang menawarkan kepada masyarakat
umum. Penawaran awal umum ini yang disebut juga initial public
offering (IPO).

20

Ciri-ciri Pasar Perdana adalah:

1). Emiten menjual saham kepada masyarakat luas melalui penjamin
emisi dengan harga yang telah disepakati antara emiten dan
penjamin emisi seperti yang tertera dalam prospectus.

2). Pembeli tidak dipungut biaya transaksi,

3). Pembeli belum pasti memperoleh jumlah saham sebanyak yang
dipesan.

4). Investor membeli melalui penjamin emisi ataupun agen penjual
yang ditunjuk.

5). Masa pesanan terbatas.

6). Penawaran melibatkan profesi seperti akuntan publik, notaris,
konsultan hukum, dan perusahaan penilai,

b. Pasar Kedua (Sekunder)

Adalah tempat atau sarana transaksi jual beli efek antar investor
dan harga dibentuk oleh investor melalui perantara efek. Dikatakan
tempat karena secara fisik para perantara efek berada dalam satu gedung
di lantai perdagangan (trading floor). Dikatakan sarana karena berada
dalam satu jaringan sistem perdagangan dan kantor perantara efek

21

tersebar di beberapa kota. Terbentuknya harga pasar oleh tawaran jual
dan beli dari para investor.

Ciri-ciri Pasar Sekunder, yaitu:

1). Harga terbentuk oleh investor melalui perantara efek yang
berdagang di Bursa Efek.

2). Transaksi dibebani biaya jual dan beli.

3). Pesanan dapat berjumlah tidak terbatas.

4). Anggota bursa memasukan tawaran jual/beli investor ke dalam
komputer perdagangan yang disediaka oleh pihak bursa.

5). Anggota bursa beli menyelesaikan pembayaran dana kepada Sentral
Kliring,

kemudian

menerima

sahamnya

dengan

cara

pemindahbukuan oleh Sentral Kustodian dengan menunjukkan
bukti pembayaran dari Sentral Kliring.

6). Anggota bursa jual menyelesaikan penyerahan saham kepada
Sentral Kustodian, kemudian menerima dana denagn cara
pemindahbukuan oleh Sentral Kliring dengan menunju

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1813 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 472 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 426 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 255 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 377 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 555 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 490 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 315 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 484 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 568 23