3. Pengawasan terhadap pelaksanaan Perjanjian Kerja Bersama PKB dan
Peraturan perundang-undangan dibidang ketenagakerjaan serta peraturan pelaksanaannya mutlak harus dilakukan dengan sebaik-baiknya agar tidak terjadi
hal-hal yang dapat merugikan pengusaha maupun pekerja buruh. Kendala terbesar bagi Dinas tenagakerja dan transmigrasi dalam melakukan pengawasan
ketenagakerjaan adalah minimnya jumlah pegawai pengawas yang menyebabkan kurang intensifnya pengawasan ketenagakerjaan
yang dilakukan .
Rendahnya kompetensi pegawai pengawas ketenagakerjaan dapat berakibat pengawas
tersebut memberikan informasi yang salah dalam menafsirkan Pasal-pasal yang terdapat dalam undang-undang ketenagakerjaan ketika melakukan monitoring
terhadap perusahaan dimana hal ini dapat merugikan kedua belah pihak.
B. Saran - saran
Adapun hal-hal yang dapat disarankan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Syarat-syarat Kerja dan hak-hak normatif yang diatur dalam Perjanjian Kerja
Bersama PKB yang ada di PT.Umada telah telah sesuai dengan undang-undang ketenagakerjaan yang ada bahkan telah diatur beberapa hak non Normatif
pekerja buruh, hendaknya hal ini dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan. Pada masa kedepan aspek-aspek tenagakerjaburuh agar lebih banyak diatur di
dalam Perjanjian Kerja Bersama PKB.
Satiruddin Lubis : Analisa Hukum Pengaturan Syarat-Syarat Kerja Dan Hak-Hak Normatif Dalam Perjanjian Kerja Bersama Studi Pada PT.Umada Di Medan, 2009
2. Pengusaha dan pekerjaburuh harus bersungguh-sungguh dalam melaksanakan
hak-hak dan kewajiban masing-masing yang telah diatur dalam Perjanjian Kerja Bersama PKB, maupun dalam peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.
Mengintensifkan lembaga bipartite adalah salah satu upaya mencairkan kelukesah yang mungkin terjadi dalam hubungan kerja. Berunding musyawarah
dan mufakat haruslah dipertahankan. Upaya mencari keadilan lewat pengadilan sedapat mungking harus dihindari, sebab mencari keadilan lewat peradilan pasti
ada yang kalah dan ada yang menang dan hal itu merupakan awal penderitaan bagi yang kalah dan bukan kebanggaan bagi yang menang.
3. Disarankan kepada instansi yang membidangi syarat-syrat kerja dan hak-hak
normatif agar terus meningkatkan kuantitas dan kualitas pegawai pengawasnya yang melakukan pengawasan dengan cara melakukan monitoring terhadap
pelaksanaan syarat-syarat kerja dan hak-ham normatif. Kendala-kendala yang dihadapai hendaknya diselesaikan dengan cara memberikan bimbingan dan
pengarahan terhadap pihak-pihak yang berkepentingan. Para pegawai atau pihak perantara yang diwakili oleh pihak Departemen tenagakerja dan transmigrasi
harus bersifat netral kepada Perusahaan maupun kepada Pekerja jika terjadi perselisihan ketenakerjaan, sebab jika keberpihakan terjadi pada salah satu pihak
akan merusak hubungan antara pengusaha ataupun pekerja dengan Departemen tenagakerja dan transmigrasi, yang salama ini telah berjalan dengan baik.
Satiruddin Lubis : Analisa Hukum Pengaturan Syarat-Syarat Kerja Dan Hak-Hak Normatif Dalam Perjanjian Kerja Bersama Studi Pada PT.Umada Di Medan, 2009
DAFTAR PUSTAKA
A. Buku - buku