Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi Pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)

PENGARUH PRINSIP-PRINSIP GOOD GOVERNANCE TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI
(Studi Pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)
SKRIPSI
Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Strata 1 (S-1)
Di Departemen Ilmu Administrasi Negara OLEH:
FATMAULIA UMAYA NIM : 080903017
DEPARTEMEN ILMU ADMINISTRASI NEGARA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2012
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

KATA PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim, Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik mungkin. Shalawat beriring salam penulis persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para ahlul bait, yang senantiasa menjadi tauladan bagi setiap ummat manusia. Semoga kita mendapat syafa’atnya di yaumil akhir kelak. Amin
Adapun skripsi ini berjudul “Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)”. Skripsi ini disusun sebagai syarat untuk menyelesaikan program pendidikan Strata 1 (S-1) di Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Dalam penyusunan skripsi ini penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan baik itu dari permasalahan penulisan redaksi maupun dari substansi penulisan skripsi itu sendiri. Oleh karena itu penulis mengharapakan saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini selanjutnya.
Selama proses penyusunan skripsi penulis banyak dibantu oleh berbagai pihak. Dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan untaian kata terima kasih yang tidak terhingga kepada kedua orang tua penulis (Ayahanda Mardiono dan Ibunda Cut Fatria Wilda) yang senantiasa memberikan do’a disetiap langkah perjalanan hidup penulis serta motivasi yang sungguh berarti bagi penulis. Terima
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

kasih juga penulis ucapkan kepada Adik penulis (Wilma Zahra) yang selalu setia memberi semangat kepada penulis agar bisa dan yakin dalam menyelesaikan skripsi ini. Semoga kita bisa membahagiakan dan membanggakan orang tua kita.
Selain itu penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, membimbing, dan mengarahkan penulis dalam menyelesaikan skripsi ini, yaitu kepada: 1. Bapak Prof. Dr. Badaruddin, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Zakaria, MSP. selaku Pembantu Dekan I Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. M. Husni Thamrin Nasution, M.Si. selaku ketua Departemen
Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara dan juga selaku Dosen Wali yang juga telah banyak memberikan bimbingannya kepada penulis selama proses perkuliahan hingga saat ini. 4. Ibu Dra. Elita Dewi, MSP selaku Sekretaris Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara. 5. Ibu Arlina, SH., M.Hum. selaku dosen pembimbing yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan mengarahkan penulis sehingga dapat menyelesikan skripsi ini. 6. Bapak/Ibu Staf Pengajar FISIP USU yang telah berjasa dalam memberikan banyak bekal ilmu, nasihat, bimbingan serta arahan kepada penulis, selama
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

penulis menimba Ilmu di Departemen Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. 7. Terima kasih juga penulis haturkan kepada seluruh Staf Pegawai Administrasi, yang ada di Departemen Ilmu Administrasi Negara khususnya Kak Mega dan Kak Dian yang telah banyak membantu segala urusan administratif sejak awal penulis memulai studi hingga saat ini. 8. Bapak Ir. Lukman Hakim Dalimunte, MM selaku Sekretaris Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara yang membantu dan memudahkan penulis dalam melaksanakan penelitian di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. 9. Seluruh Staf Pegawai Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara yang telah membantu penulis dalam melaksanakan penelitian dan pengumpulan data. 10. Terima kasih yang paling dalam untuk Fadly Amshar, S.Sos yang senantiasa meluangkan waktunya untuk penulis, memberi semangat, motivasi, dukungan, dan arahan serta do’anya. 11. Terima kasih buat seluruh teman-teman AN 08 yang sudah menemani penulis selama 4 tahun mengikuti bangku perkuliahan, Nanda Puteri Cassanovita, Dini Eka Lestari, RR Ayu Siti Trisnawanty, Rahmatika, Rizky Ayuning, Dicky Fahrozy. Terima kasih buat semua persahabatan yang telah kalian berikan. Takkan pernah kulupa manis pahitnya dalam menjalani masa-masa di bangku perkuliahan, aku harap kita semua pasti bisa sukses kawan semua bisa jadi orang dan di banggakan orang tua kita masing-masing.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

12. Terima kasih juga buat Sachiko Elfira, Zulham Fauwaz Mardika Putra, Khairunnisa, Winda Astari Puteri Pulungan, Rifika Sari dan buat adik kepo Megumi Ufaira yang tak terlupakan. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu dan semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Medan, Juni 2012 Penulis
FATMAULIA UMAYA 080903017
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.............................................................................................. i DAFTAR ISI............................................................................................................. v DAFTAR TABEL .................................................................................................... viii DAFTAR GAMBAR DAN DIAGRAM ................................................................. xi DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................................ xii ABSTRAKSI............................................................................................................. xiii BAB I PENDAHULUAN ........................................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................................. 1 1.2 Perumusan Masalah .................................................................................. 7 1.3 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 8 1.4 Manfaat Penelitian .................................................................................... 8 1.5 Kerangka Teori ........................................................................................... 9
1.5.1 Pengertian Good Governance ............................................................. 9 1.5.1.1 Aspek-Aspek Good Governance................................................. 13 1.5.1.2 Prinsip-Prinsip Good Governance .............................................. 17
1.5.2 Efektivitas Kerja ................................................................................. 26 1.5.2.1 Pengukuran Efektivitas Kerja...................................................... 29
1.5.3 Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance terhadap Efektivitas kerja .................................................................................................... 31
1.6 Hipotesis ..................................................................................................... 32 1.7 Definisi Konsep .......................................................................................... 33 1.8 Definisi Operasional ................................................................................... 34
BAB II METODE PENELITIAN........................................................................... 37 II.1 Bentuk Penelitian ....................................................................................... 37 II.2 Lokasi Penelitian........................................................................................ 37 II.3 Populasi dan Sampel .................................................................................. 37 II.3.1 Populasi .............................................................................................. 37
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

II.3.2 Sampel................................................................................................ 38 II.4 Teknik Pengumpulan Data......................................................................... 38 II.5 Teknik Penentuan Skor .............................................................................. 39 II.6 Teknik Analisa Data................................................................................... 41
II.6.1 Koefisien Korelasi Product Moment.................................................. 41 II.6.2 Uji “t” ................................................................................................. 42 II.6.3 Koefisien Determinan ........................................................................ 42
BAB III DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN..................................................... 44 III.1 Sejarah Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.................................... 44 III.2 Visi dan Misi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.......................... 46 III.3 Struktur Organisasi Dinas Pertanian......................................................... 47 III.4 Uraian Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara .......................................................................................................... 47
BAB IV PENYAJIAN DATA.................................................................................. 59 IV.1 Deskripsi Data Identitas Responden ........................................................ 59 IV.2 Deskripsi Data Variabel Penelitian .......................................................... 62 IV.2.1 Prinsip-Prinsip Good Governance (Variabel Bebas X).................... 62 IV.2.2 Efektivitas Kerja Pegawai (Variabel Y) ........................................... 77
BAB V ANALISA DATA ........................................................................................ 96 V.1. Klasifikasi Data......................................................................................... 96 V.1.1 Prinsip-Prinsip Good Governance ..................................................... 96 V.1.2 Efektivitas Kerja Pegawai .................................................................. 99 V.1.3 Hubungan Antara Penerapan Prinsip-Prinsip Good Governance dengan Tingkat Efektivitas Kerja Pegawai ........................................ 101 V.1.3.1 Koefisien Korelasi Product Moment.......................................... 102 V.1.3.2 Uji Signifikan ............................................................................. 105 V.1.3.3 Koefisien Determinant ............................................................... 106 V.2 Interpretasi Hasil Penelitian....................................................................... 107 V.2.1 Prinsip-Prinsip Good Governance ..................................................... 108
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

V.2.1.1 Prinsip Akuntabilitas .................................................................. 109 V.2.1.2 Prinsip Transparansi ................................................................... 110 V.2.1.3 Prinsip Penegakan Hukum ......................................................... 111 V.2.1.4 Prinsip Responsivitas ................................................................. 112 V.2.1.5 Prinsip Keadilan/Kesetaraan ...................................................... 113 V.2.2 Efektivitas Kerja Pegawai .................................................................. 113 V.2.2.1 Kesiagaan ................................................................................... 114 V.2.2.2 Kemangkiran .............................................................................. 115 V.2.2.3 Motivasi/Semangat Kerja ........................................................... 115 V.2.2.4 Kepuasan Kerja .......................................................................... 116 V.2.2.5 Kemampuan dan Fasilitas Yang Tersedia .................................. 116 V.2.2.6 Waktu Yang tersedia .................................................................. 117 V.2.3 Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas
Kerja Pegawai..................................................................................... 117 BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN.................................................................. 119
VI.1 Kesimpulan............................................................................................... 119 VI.2 Saran ......................................................................................................... 120 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................... 122 LAMPIRAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

DAFTAR TABEL
Tabel 1 : Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin.................................. 60 Tabel 2 : Distribusi Responden Berdasarkan Umur/Usia....................................... 60 Tabel 3 : Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir........................ 61 Tabel 4 : Distribusi Responden Berdasarkan Lama Bekerja.................................. 62 Tabel 5 : Distribusi Jawaban Responden tentang Pemahaman Tugas, Fungsi dan
Wewenang sebagai Pegawai Dinas Pertanian ......................................... 64 Tabel 6 : Distribusi Responden tentang Inisiatif Menyusun Laporan
Akuntabilitas Kinerja di Setiap Akhir Tahun Anggaran......................... 65 Tabel 7 : Distribusi Jawaban Responden Mengenai Komunikasi Organisasi
Dinas Sosial Dengan Masyarakat dalam Pelayanan ............................... 66 Tabel 8 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Sosialisasi Program Kerja
Kepada Masyarakat ................................................................................. 67 Tabel 9 : Distribusi Jawaban Responden Tentang Aliran Penggunaan Dana Kas
yang Disampaikan Kepada Masyarakat .................................................. 68 Tabel 10: Distribusi Jawaban Responden tentang Ketegasan yang Diberikan
Untuk Para Pegawai yang Melanggar Kedisiplinan................................ 69 Tabel 11: Distribusi Jawaban Responden Tentang Ketegasan Terhadap
Pegawai/Pimpinan yang Menyalahgunakan Wewenangnya................... 70 Tabel 12: Distribusi Jawaban Responden Tentang Keadilan Sanksi yang
Diberikan Kepada Pegawai dan Pimpinan yang Melanggar Peraturan... 71 Tabel 13: Distribusi Jawaban Responden Tentang Keaktifan Dinas Pertanian
dalam Menanggapi Kebutuhan Masyarakat............................................ 72 Tabel 14: Distribusi Jawaban Responden dalam Mempertimbangkan Aspirasi
Masyarakat .............................................................................................. 73 Tabel 15: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Penting Tidaknya Aspirasi
Masyarakat .............................................................................................. 74 Tabel 16: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Perlakuan Adil Terhadap
Pegawai ................................................................................................... 75
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Tabel 17: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Perbedaan Jenis Kelamin dalam Penempatan Posisi ........................................................................ 76
Tabel 18: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kemampuan Menyelesaikan Tugas ....................................................................................................... 79
Tabel 19: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Pencapaian Sasaran Dalam Mengerjakan Tugas yang Diberikan ....................................................... 80
Tabel 20: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Meminta Bantuan Kepada Rekan Kerja............................................................................................. 81
Tabel 21: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Mencari Inisiatif dalam Menghadapi Tugas yang Sulit................................................................. 82
Tabel 22: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kehadiran di Tempat Kerja.. 83 Tabel 23: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keberadaan di Tempat
Kerja ........................................................................................................ 84 Tabel 24: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Penundaan Pekerjaan ........... 85 Tabel 25: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Motivasi yang Diberikan
Atasan...................................................................................................... 86 Tabel 26: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Semangat Kerja.................... 87 Tabel 27: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kepuasan Setelah
Menyelesaikan Tugas.............................................................................. 88 Tabel 28: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Perasaan Atas Beban
Pekerjaan ................................................................................................. 89 Tabel 29: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Keahlian Pegawai................. 90 Tabel 30: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Fasilitas yang Tersedia......... 91 Tabel 31: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Dana yang Diberikan ........... 92 Tabel 32: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Menyelesaikan Tugas Tepat
Waktu ...................................................................................................... 93 Tabel 33: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Waktu Menyelesaikan
Tugas ....................................................................................................... 94 Tabel 34: Distribusi Jawaban Responden Mengenai Kendala Dalam
Menyelesaikan Tugas.............................................................................. 95 Tabel 35: Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai Prinsip-Prinsip Good
Governance ............................................................................................. 98
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Tabel 36: Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai Efektivitas Kerja Pegawai 100
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

DAFTAR GAMBAR DAN DIAGRAM Gambar 3.1: Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara............. 47 Diagram 1 : Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai Prinsip-Prinsip Good
Governance........................................................................................... 99 Diagram 2 : Rekapitulasi Jawaban Responden Mengenai Efektivitas Kerja
Pegawai ................................................................................................. 101
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Data Skor Jawaban Responden Tentang Prinsip-Prinsip Good Governance
Lampiran 2 : Data Skor Jawaban Responden Tentang Efektivitas Kerja Pegawai Lampiran 3 : Statistik Induk Penelitian Lampiran 4 : Tabel r Product Moment Lampiran 5 : Tabel Distribusi t (table student’s-t) Lampiran 6 : Tabel Daftar Kuesioner Lampiran 7 : Struktur Organisasi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara Lampiran 8 : Lembar Permohonan Persetujuan Judul Skripsi Lampiran 9 : Lembar Penunjukan Dosen Pembimbing Lampiran 10 : Undangan Seminar Proposal Usulan Penelitian Skripsi Lampiran 11 : Jadwal Seminar Proposal Usulan Penelitian Skripsi Lampiran 12 : Daftar Hadir Peserta Seminar Proposal Usulan Penelitian Skripsi Lampiran 13 : Surat Izin Penelitian dari FISIP USU Lampiran 14 : Surat Izin Penelitian dari Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAKSI

Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance terhadap Efektivitas Kerja Pegawai
(Studi pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)

Skripsi ini disusun oleh:

Nama

: Fatmaulia Umaya

NIM

: 080903017

Departemen

: Ilmu Administrasi Negara

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Dosen Pembimbing : Arlina, SH., M.Hum.

Good Governance merupakan suatu konsep yang akhir-akhir ini sejalan dengan konsep-konsep dan terminology demokrasi, masyarakat sipil, partisipasi rakyat, hak asasi manusia, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance.
Dalam suatu organisasi, pengelolaan manusia sebagai sumber daya organisasi sangat penting agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan good governance dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah akuntabilitas, transparansi, keadilan, responsivitas dan penerapan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 40 responden yang menjadi sampel.
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa prinsip-prinsip Good Governance di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi, sedangkan efektivitas kerja pegawainya berada pada kategori sedang. Adapun pengaruh antara prinsip-prinsip Good Governance terhadap efektivitas kerja pegawai berdasarkan perhitungan rumus koefisien korelasi product moment yaitu sebesar 0,50 atau lebih besar dari r-tabel dengan taraf signifikan (α) 5% untuk N=40 yaitu sebesar 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Kemudian dari hasil perhitungan koefisien determinan diperoleh bahwa besarnya pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.

Kata kunci: Good Governance, Efektivitas Kerja Pegawai

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

ABSTRAKSI

Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance terhadap Efektivitas Kerja Pegawai
(Studi pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)

Skripsi ini disusun oleh:

Nama

: Fatmaulia Umaya

NIM

: 080903017

Departemen

: Ilmu Administrasi Negara

Fakultas

: Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Dosen Pembimbing : Arlina, SH., M.Hum.

Good Governance merupakan suatu konsep yang akhir-akhir ini sejalan dengan konsep-konsep dan terminology demokrasi, masyarakat sipil, partisipasi rakyat, hak asasi manusia, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance.
Dalam suatu organisasi, pengelolaan manusia sebagai sumber daya organisasi sangat penting agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan good governance dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah akuntabilitas, transparansi, keadilan, responsivitas dan penerapan hukum. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode korelasional dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Data-data dalam penelitian ini diperoleh dengan menyebarkan kuesioner kepada 40 responden yang menjadi sampel.
Berdasarkan hasil analisa data diperoleh bahwa prinsip-prinsip Good Governance di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara berada pada kategori tinggi, sedangkan efektivitas kerja pegawainya berada pada kategori sedang. Adapun pengaruh antara prinsip-prinsip Good Governance terhadap efektivitas kerja pegawai berdasarkan perhitungan rumus koefisien korelasi product moment yaitu sebesar 0,50 atau lebih besar dari r-tabel dengan taraf signifikan (α) 5% untuk N=40 yaitu sebesar 0,312. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara. Kemudian dari hasil perhitungan koefisien determinan diperoleh bahwa besarnya pengaruh prinsip-prinsip good governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara adalah sebesar 25% dan sisanya 75% dipengaruhi oleh faktor lain yang belum diperhitungkan dalam penelitian ini.

Kata kunci: Good Governance, Efektivitas Kerja Pegawai

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

BAB I PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang Masalah Pada saat krisis terjadi, ada wacana yang menyebutkan bahwa asal muasal
krisis adalah kurangnya kualitas “governasi” atau governance kita. Baik di sektor pemerintah maupun di sektor bisnis. Bertolak dari proses reformasi 1998 yang menginginkan suatu perubahan mendasar dalam penyelenggaraan pemerintahan yang lebih transparan, berkeadilan dan akuntabel, maka tuntutan akan adanya pemerintahan yang baik (good governance) menjadi relevan berhubungan satu dengan yang lainnya. Tujuan reformasi untuk penguatan peran masyarakat dengan penerapan demokrasi rakyat tidak tercapai jika tidak didukung oleh suatu pemerintahan yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menilik dari fungsi utama pemerintah yang merupakan penyelenggara pelayanan publik, seiring dengan tuntutan perkembangan sudah menjadi seharusnya pemerintah melakukan perbaikan dalam pelayanan publik tersebut. Akan tetapi dewasa ini, kepercayaan masyarakat/publik terhadap kinerja pemerintah atau birokrasi mengalami degradasi yang kian semakin parah oleh akibat dari lemahnya kinerja aparat-aparat pemerintahan/birokrasi. Kepercayaan dan kehidupan masyarakat menjadi semakin sengsara ketika pemerintah/birokrasi yang seharusnya berperan menghadirkan pelayanan prima kepada publik menjadi didominasi dan ditentukan oleh rezim yang berkuasa sehingga menyebabkan kebalikan daripada pelayanan publik menjadi publiklah yang menjadi pelayan bagi birokrasi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Dalam waktu terakhir ini, telah terjadi perubahan paradigma organisasi dalam berbagai aspek, dari segi manajemen perubahan, dari organisasi yang bersifat sentralisasi ke organisasi yang bersifat desentralisasi, gaya kerja organisasi yang kaku berubah menjadi lebih fleksibel, kekuatan organisasi yang sebelumnya dilihat dari tolak ukur stabilitas organisasi kini bergeser pada kemampuan organisasi untuk mengadaptasi perubahan. Faktor politik yang mempengaruhi perubahan peran organisasi dalam hal ini dimana organisasi publik menuntut penerapan Good Governance. Good governance dimaksud adalah merupakan proses penyelenggaraan kekuasaan negara dalam melaksanakan penyediaan public good and service disebut governance (pemerintahan atau kepemerintahan) sedangkan praktek terbaiknya adalah “good governance” (kepemerintahan yang baik).
Good Governance merupakan suatu konsep yang akhir-akhir ini sejalan dengan konsep-konsep dan terminology demokrasi, masyarakat sipil, partisipasi rakyat, hak asasi manusia, dan pembangunan masyarakat secara berkelanjutan. Pada akhir dasawarsa yang lalu, konsep good governance ini lebih dekat dipergunakan dalam reformasi sektor publik. Di dalam disiplin atau profesi manajemen publik, konsep ini dipandang sebagai suatu aspek dalam paradigma baru ilmu administrasi publik agar memberikan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat, mendorong meningkatkan otonomi manajerial terutama sekali mengurangi campur tangan kontrol yang dilakukan oleh pemerintah pusat, transparansi, akuntabilitas publik, dan diciptakan pengelolaan manajerial yang bersih dan bebas dari korupsi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Pemerintah dituntut untuk menerapkan prinsip-prinsip good governance. Penerapan prinsip-prinsip Good Governance bukanlah hanya tugas dan tanggungjawab pemerintah, tetapi juga pelaku bisnis di sektor swasta dan organisasi civil society. Sebagai bagian dari proses reformasi Indonesia, pelaksanaan good governance di lingkungan pemerintahan tersebut sangat menentukan apakah reformasi akan berjalan terus atau putus di tengah jalan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance, diharapkan dalam menggunakan dan melaksanakan kewenangan politik, ekonomi dan administratif dapat diselenggarakan dengan baik. Oleh sebab itu dalam prakteknya, konsep good governance harus ada dukungan komitmen dari semua pihak yaitu negara (state)/pemerintah (government), swasta (private) dan masyarakat (society).
Good governance yang efektif menuntut adanya koordinasi yang baik dan integritas, profesional dan etos kerja dan moral yang tinggi. Dengan demikian penerapan good governance dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara merupakan tantangan tersendiri. Terselenggaranya good governance merupakan prasyarat utama untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dalam mencapai tujuan dan cita-cita bangsa dan Negara. Dalam rangka hal tersebut, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan nyata sehingga penyelenggaraan pemerintahan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bertanggungjawab serta bebas KKN.
Mengingat bahwa kinerja dari suatu organisasi itu adalah untuk mencapai tujuan tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya, maka informasi tentang kinerja organisasi merupakan suatu hal yang sangat penting. Informasi tentang kinerja organisasi dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah proses kerja yang
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dilakukan selama ini sudah sejalan dengan tujuan yang diharapkan atau belum. Akan tetapi, dalam kenyataannya banyak organisasi yang justru kurang atau bahkan tidak jarang ada yang tidak mempunyai informasi tentang kinerja dalam organisasinya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa efektivitas organisasi tidak lepas dari efektivitas kerja pegawai sebagai salah satu unsur organisasi, memegang peranan penting dalam usaha mencapai tujuan organisasi.
Efektivitas kerja yang didefinisikan sebagai penyelesaian pekerjaan sesuai dengan yang ditentukan sebelumnya dimana selama dipengaruhi pikirannya, tenaga, cara yang paling cepat (waktu) serta kondisi ruangan yang dapat mendukung semangat kerja pegawai. Dengan adanya standar manajemen dapat merencanakan, melaksanakan, mengawasi dan mengevaluasi kinerja agar hasil akhir memuaskan pada pihak-pihak yang mendapat pelayanan. Dengan semakin efektifnya kerja para pegawai dapat menjadikan organisasi semakin tangguh mencapai tujuannya dan berbagai sasarannya. Dengan adanya manajemen suatu organisasi semakin mampu berperan dengan tingkat efektivitas yang tinggi. Oleh karena itu tanpa manusia dalam suatu organisasi maka tujuan organisasi yang telah ditentukan tidak akan tercapai sebagaimana yang diharapkan. Selanjutnya manusia merupakan salah satu unsur organisasi yang paling dinamis, artinya menginginkan perubahan, dengan demikian kedudukan manusia dalam organisasi tidak dapat disamakan dengan unsur-unsur lain. Sehingga dalam suatu organisasi, pengelolaan manusia sebagai sumber daya organisasi sangat penting agar memiliki kemampuan untuk mewujudkan good governance dengan menerapkan prinsip-prinsip good governance yang diantaranya adalah akuntabilitas, transparansi, fairness atau keadilan, responsivitas atau ketanggapan.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Berbicara pentingnya pelaksanaan good governance, maka hal ini juga
menjadi sangat penting dalam organisasi atau suatu dinas pemerintahan. Salah
satunya adalah Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara yang mana berdasarkan
Peraturan Gubernur Sumatera Utara No. 58 Tahun 2001 menyebutkan salah satu
fungsi Dinas Pertanian Sumatera Utara yaitu menyelenggarakan urusan
pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pembinaan tanaman pangan,
hortikultura, pengelolaan lahan air, sarana dan usaha tani. Berikut adalah salah
satu contoh kasus yang mengemukakan pentingnya peran Dinas Pertanian
Provinsi Sumatera Utara.
"...........Pengamatan saya ketika mengelilingi beberapa daerah di Sumut, lahan-lahan yang dulunya merupakan lahan pertanian, ternyata sudah berubah fungsi menjadi lahan perkebunan dan perumahan. Sementara lahan-lahan baru untuk pertanian, nyaris tidak ada bertambah," kata Effendi Sianipar, Minggu (8/1). Kondisi ini tentunya sangat mengkhawatirkan, apabila tidak ada upaya apa pun dari pemerintah. Sehingga apa yang dikatakan Ketum KTNA (Kontak Tani Nasional Andalan) Winarno Tohir beberapa waktu lalu, bahwa sebelum 2030, Indonesia akan kekurangan pangan, karena luas lahan pertanian yang terus menurun, sementara jumlah penduduk meningkat 1,4 persen, tidak tertutup kemungkinan, benar-benar akan menjadi kenyataan. Effendi Sianipar mengaku heran, mengapa sektor pertanian di negara agraria ini, terkesan kurang mendapat perhatian maksimal. "Harusnya sektor pertanian jadi prioritas dan dapat porsi anggaran lebih besar sehingga produktifitas dapat ditingkatkan. Ini semua menyangkut masalah pengadaan lahan baru, di samping penyuluhan, pengadaan pupuk, dan lainnya, yang belakangan cenderung terabaikan," katanya.1
Berdasarkan PP No. 25 Tahun 2000, kewenangan Provinsi di bidang
pertanian antara lain: menetapkan standar pelayanan minimal dalam bidang
pertanian yang wajib dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota, menetapkan standar
pembibitan/ pembenihan pertanian, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan
sumber daya manusia aparat pertanian, dan sebagainya. Dari potongan artikel di
atas menyatakan bahwa lahan pertanian di Provinsi Sumatera Utara telah
berkurang dan berubah menjadi lahan perkebunan dan perumahan. Hal ini terjadi
1 http://www.analisadaily.com/news/read/2012/01/09/29672/sumut_dikhawatirkan_kekurangan_pangan/ diakses pada 16 februari 2012 pukul 16:51 WIB
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dikarenakan para petani cenderung menjual sawahnya karena merasa kehidupan menjadi petani tidak lagi menjanjikan. Sementara pencetakan sawah-sawah baru nyaris tidak ada. Disini peran dari Dinas Pertanian sangat besar yaitu harus memberikan penyuluhan kepada masyarakat tani agar tidak gegabah terhadap apa yang mereka lakukan dan para aparatur harus lebih memperhatikan lahan pertanian.
Dinas Pertanian yang memberikan pelayanan umum di bidang pembinaan tanaman pangan, hortikultura, pengelolaan lahan air, sarana dan usaha tani, sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat dan bagi para petani. Untuk memberikan pelayanan yang demikian, maka pegawai kantor Dinas Pertanian harus memiliki motivasi untuk mengerjakan pekerjaannya agar efektivitas organisasi dapat tercapai. Setiap organisasi harus menerapkan prinsipprinsip good governance agar menciptakan suatu pelayanan yang baik dan menerapkan kedisiplinan khususnya bagi para pegawainya. Hal ini sangat mempengaruhi mutu atau kualitas pelayanan yang akan diberikan oleh para aparatur kepada masyarakat nantinya.
Apabila di suatu organisasi banyak pegawai yang datang terlambat dan menunda pekerjaannya, sudah pasti tentu berdampak pada pemberian pelayanan yang tidak memuaskan. Kapabilitas kebijakan yang rendah, manajemen keuangan yang lemah, peraturan yang terlalu berbelit-belit dan sewenang-wenang, alokasi sumber-sumber yang kurang tepat juga akan menjadi suatu masalah dalam mewujudkan efektivitas kerja pegawai. Mutu atau kualitas pelayanan di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara dapat dicapai apabila orang-orang yang bekerja di Dinas tersebut adalah mereka yang bertanggungjawab, bertekat penuh
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

semangat, mulai dari pejabat yang tinggi sampai pelaksana digaris terdepan yang menghadapi masyarakat.
Berdasarkan uraian diatas maka dapat disebutkan bahwa good governance akan tercapai apabila setiap organisasi dan orang-orang didalamnya selalu menerapkan prinsip-prinsip good governance. Oleh sebab itu penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang pelaksanaan good governane dan efektivitas kerja pegawai dan menyusunnya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul : “Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi Pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)”
I.2 Rumusan Masalah Arikunto2 menguraikan bahwa agar penelitian dapat dilaksanakan sebaik-
baiknya, maka penulis harus merumuskan masalahnya sehingga jelas dari mana harus memulai, kemana harus pergi, dan dengan apa ia melakukan penelitian. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pentingnya perumusan masalah adalah agar diketahui arah jalan suatu penelitian.
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan diangkat pada penelitian ini adalah: “Apakah ada Pengaruh Prinsip-Prinsip Good Governance terhadap Efektivitas Kerja Pegawai (Studi pada Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara)?”
I.3 Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah :
2 Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Hal. 17
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

1. Untuk mengetahui bagaimana penerapan prinsip-prinsip Good Governance di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
2. Untuk mengetahui bagaimana efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Sumatera Utara.
3. Untuk mengetahui apakah ada pengaruh prinsip-prinsip Good Governance terhadap efektivitas kerja pegawai di Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara.
I.4 Manfaat Penelitian Adapun manfaat penelitian yang hendak dicapai dalam penelitian ini
adalah : 1. Secara Subjektif, sebagai suatu sarana melatih dan mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah dan kemampuan untuk menuliskannya dalam bentuk karya ilmiah berdasarkan kajian teori dan aplikasinya yang diperoleh dari Ilmu Administrasi Negara. 2. Secara Akademis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik secara umum dan Ilmu Administrasi Negara secara khusus dalam menambah bahan kajian perbandingan bagi yang menggunakannya. 3. Secara Praktis, bagi Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, penelitian ini diharapkan dapat mampu memberikan sumbangsih pemikiran, informasi dan saran.
I.5 Kerangka Teori
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Sebelum melakukan penelitian lebih lanjut, penulis perlu mengemukakan teori-teori sebagai kerangka berpikir untuk menggambarkan dari sudut mana penelitian menyoroti masalah yang dipilih. Singarimbun3 menyebutkan teori adalah serangkaian asumsi, konsep dan konstruksi, defenisi dan proposisi untuk menerangkan suatu fenomena sosial secara sistematis dengan cara merumuskan hubungan antar konsep. Dalam penelitian ini yang menjadi kerangka teori adalah :
I.5.1 Pengertian Good Governance Istilah Good Governance berasal dari induk bahasa Eropa, Latin, yaitu
Gubernare yang diserap oleh bahasa inggris menjadi govern, yang berarti steer (menyetir, mengendalikan), direct (mengarahkan), atau rule (memerintah). Penggunaan utama istilah ini dalam bahasa inggris adalah to rule with authority, atau memerintah dengan kewenangan.
Governance pada dasarnya pertama kali digunakan adalah di dunia usaha atau korporat. Manajemen professional yang diperkenalkan pasca perang dunia II dengan prinsip dasar “memisahkan kepemilikan dengan kepengelolaan” benarbenar menjadikan setiap korporat menjadi usaha-usaha yang besar, sehat dan menguntungkan. Gerakan ini dimulai secara besar-besaran di Amerika, khususnya setelah para titians entrepreneur mengalami kegagalan besar mempertahankan kebesaran untuk mempertahankan bisnisnya. Salah satu contohnya adalah Henry Ford II gagal mempertahankan kebesaran bisnisnya karena ia tidak mengenal manajemen professional.
Pada tahun 1980 an mulai terlihat sisi buruk dari manajemen professional, khususnya di Amerika Serikat. Dengan model manajemen one tieer system,
3 Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi.1995. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES. Hal:37
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dimana lembaga komisaris menjadi satu dengan lembaga direksi. Meskipun terdapat direksi independent namun tetap saja kontrol tidak bisa efektif. Para eksekutif korporat kemudian menjadi pemilik modal baru, dimana mereka menjalankan organisasi sesuka hati, mengambil keuntungan terbesar untuk mereka sendiri melalui mekanisme gaji, tunjangan, bonus, hak atas saham dan deviden dan sebagainya. Berbeda dengan model Eropa yang masih banyak menggunakan pola two tieer system, dimana terdapat pemisahan yang tegas antara lembaga kekomisarisan dan lembaga kedireksian. Seperti halnya dalam politik, masalahnya adalah siapa yang mengawasi pengawas. Para manajemen professional bukan saja pengelola yang diberi kepercayaan pemiliknya untuk menjadikan korporat menjadi sehat dan menguntungkan, namun mereka adalah pengawas dari korporat.
Berdasarkan uraian diatas jelaslah bahwa perkataaan governance pada mulanya digunakan dalam dunia usaha dan konsep governance ini mempunyai arti yang penting dalam keberhasilan usaha, sehingga konsep Good Governance menjadi populer, dan lembaga-lembaga dunia seperti PBB, Bank Dunia dan IMF meletakkan Good Governance sebagai kriteria Negara-Negara yang baik dan berhasil dalam pembangunan, bahkan dijadikan semacam kriteria untuk memperoleh bantuan optimal dan Good Governance dianggap sebagai istilah standar untuk organisasi publik hanya dalam arti pemerintahan.
Bintoro Tjokroamidjojo4 memandang Good Governance sebagai suatu bentuk manajemen pembangunan, yang juga disebut sebagai adminstrasi pembangunan, yang menempatkan peran pemerintah sentral yang menjadi Agent
4 http://khafidsociality.blogspot.com/2011/07/penerepan-prinsip-prinsip-good.html
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

of change dari suatu masyarakat berkembang/developing di dalam Negara berkembang. Agent of change karena perubahan yang dikehendakinya, menjadi planned change (perubahan yang berencana), maka disebut juga Agent of Development. Agent of Development diartikan sebagai pendorong proses pembangunan dan perubahan masyarakat bangsa. Pemerintah mendorong melalui kebijaksanaan-kebijaksanaan dan program-program, proyek-proyek, dan peran perencanaan dalam anggaran.
Menurut Bank Dunia yang dikutip Wahab5 menyebut Good Governance adalah suatu konsep dalam penyelenggaraan manajemen pembangunan yang solid dan bertanggung jawab sejalan dengan demokrasi dan pasar yang efisien, penghindaran salah alokasi dan investasi yang langka dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun Administrative, menjalankan disiplin anggaran serta penciptaan legal framework bagi tumbuhnya aktivitas kewiraswastaan. Selain itu Bank Dunia juga mensinonimkan Good Governance sebagai hubungan sinergis dan konsturktif diantara Negara, sektor swasta dan masyarakat.6
Berkaitan dengan good governance, Mardiasmo dalam Tangkilisan7, mengemukakan bahwa orientasi pembangunan sektor publik adalah untuk menciptakan good governance, dimana pengertian dasarnya adalah pemerintahan yang baik. Kondisi ini berupaya untuk menciptakan suatu penyelenggaraan pembangunan yang solid dan bertanggungjawab sejalan dengan prinsip demokrasi, efesiensi, pencegahan korupsi, baik secara politik maupun
5 Wahab, Solihin Abdul. 2002. Analisis Kebijakan Negara. Jakarta: Rieneka Cipta. Hal. 34 6 Effendi, Sofian. 1996. Membangun Martabat Manusia; Peranan Ilmu-Ilmu Sosial Dalam Pembangunan.
Yogyakarta: Gajah Mada University. Hal. 47 7 Tangkilisan, Hessel Nogi S. 2005. Manajemen Publik. Jakarta: Grassindo. Hal. 114
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

administrasi. Berdasarkan dokumen kebijakan UNDP8, disebutkan : Tata pemerintahan adalah penggunaan wewenang ekonomi, politik dan administrasi guna mengelola urusan-urusan Negara pada semua tingkat. Tata pemerintahan mencakup seluruh mekanisme, proses dan lembaga-lembaga dimana warga dan kelompok-kelompok masyarakat mengutarakan kepentingan mereka, menggunakan hak hukum, memenuhi kewajiban dan menjembatani perbedaanperbedaan diantara mereka. Jelas bahwa good governance adalah masalah perimbangan antara negara, pasar dan masyarakat.
Dari berbagai pengertian tentang Good Governance dapat disimpulkan bahwa suatu konsep tata pemerintahan yang baik dalam penyelenggaraan penggunaan otoritas politik dan kekuasaan untuk mengelola sumber daya demi pembangunan masyarakat yang solid dan bertanggung jawab secara efektif melalui pembuatan peraturan dan kebijakan yang absah dan yang merujuk pada kesejahteraan rakyat, pengambilan keputusan, serta tata laksana pelaksanaan kebijakan.
I.5.1.1 Aspek-Aspek Good Governance Good Governance menurut definisi dari World Bank dalam Kurniawan9,
adalah “The way state power is used in managing economic and social resources for development and society”. Sementara UNDP mendefinisikan sebagai “The exercise of political, economic, and administrative authority to manage a nations affair at all levels”. Dari pengertian tersebut, secara fungsional aspek-aspek good governance dapat ditinjau dari apakah pemerintah telah berfungsi secara efektif
8 Dikutip dari artikel “Dokumen Kebijakan UNDP : Tata Pemerintahan Menunjang Pembangunan Manusia Berkelanjutan”, dalam Buletin Informasi Program Kemitraan untuk Pembaharuan Tata Pemerintahan di Indonesia (Partnership for governance Reform in Indonesia). 2000
9 Kurniawan, Agung. 2005. Transformasi Pelayanan Publik. Yogyakarta: Penerbit Pembaruan. Hal. 14
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

dalam upaya mencapai tujuan yang telah digariskan, atau justru sebaliknya dimana pemerintahan tidak berfungsi secara efektif dan terjadi in efisiensi.
Berdasarkan definisi terakhir ini, governance mempunyai tiga kaki (three legs), yaitu:
1. Economic governance meliputi proses pembuatan keputusan (decision making processes) yang memfasilitasi terhadap equity, poverty dan quality of live.
2. Political governance adalah proses keputusan untuk formulasi kebijakan. 3. Administrative governance adalah sistem implementasi proses kebijakan.
Dari aspek pemerintah (governance), good governance dapat dilihat melalui aspek:
1. Hukum/kebijakan ditujukan pada perlindungan kebebasan sosial, politik dan ekonomi.
2. Administrative competence and tranparency. Kemampuan membuat perencanaan dan melakukan implementasi secara efisien, kemampuan melakukan penyederhanaan organisasi, penciptaan disiplin dan model administrasi serta keterbukaan informasi.
3. Desentralisasi. Desentralisasi regional dan dekosentrasi di dalam departemen.
4. Penciptaan pasar yang kompetitif. Penyempurnaan mekanisme pasar, peningkatan peran pengusaha kecil dan segmen lain dalam sektor swasta, deregulasi, dan kemampuan pemerintah dalam mengelola kebijakan makro ekonomi.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

Oleh karena itu institusi dari governance meliputi tiga domain, yaitu state (negara atau pemerintah), private sector (sektor swasta atau dunia usaha), dan society (masyarakat), yang saling berinteraksi dan menjalankan fungsinya masingmasing. State (negara atau pemerintah) berfungsi menciptakan lingkungan politik dan hukum yang kondusif, private sector (sektor swasta atau dunia usaha) menciptakan pekerjaan dan pendapatan, sedangkan society (masyarakat) berperan positif dalam interaksi sosial, ekonomi dan politik, termasuk mengajak kelompok dalam masyarakat untuk berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi, sosial dan politik.
Negara (state) sebagai salah satu unsur governance, didalamnya termasuk lembaga-lembaga politik dan lembaga-lembaga sektor publik. Sektor swasta meliputi perusahaan swasta yang bergerak di berbagai sektor informal lain di pasar. Ada anggapan bahwa sektor swasta adalah bagian dari masyarakat. Namun demikian, sektor swasta dapat dibedakan dengan masyarakat karena sektor swasta mempunyai pengaruh terhadap kewajiban sosial, politik dan ekonomi yang dapat menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi pasar dan perusahaan itu sendiri. Sedangkan masyarakat (society) terdiri dari individual maupun kelompok (baik yang terorganisasi maupun tidak) yang berinteraksi secara sosial, politik, ekonomi dengan aturan formal maupun tidak formal. Society (masyarakat) merupakan lembaga swadaya masyarakat, organisasi profesi dan lain-lain.
Jika dilihat dari ketiga domain dalam governance, tampaknya domain state menjadi domain yang paling memegang peranan penting dalam mewujudkan good governance, karena fungsi pengaturan yang memfasilitasi domain sektor dunia usaha swasta dan masyarakat, serta fungsi administratif penyelenggaraan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

pemerintahan melekat pada domain ini. Peran pemerintah melalui kebijakan publiknya sangat penting dalam memfasilitas berjalannya mekanisme pasar yang benar sehingga pertimpangan yang terjadi di dalam pasar dapat dihindari. Oleh karena itu, upaya perwujudan ke arah good governance dapat dimulai dengan membangun landasan demokratisasi penyelenggaraan negara dan dilakukan upaya pembenahan penyelenggara pemerintahan sehingga dapat terwujud good governance.
Konsep good governance akan dapat diimplementasikan bila pemerintah telah mempunyai mekanisme untuk melakukan itu semua. Dalam hal ini, Sinambela10 mengingatkan bahwa ada 8 (delapan) kriteria yang harus dipenuhi untuk dapat menghasilkan mekanisme yang menghasilkan good governance. Kriteria-kriteria tersebut adalah sebagai berikut:
1. Adanya legitimasi dari dukungan yang kuat dari masyarakat terhadap institusi publik baik yang berwujud lembaga birokrasi maupun institusi lainnya yang dibentuk masyarakat secara swadaya.
2. Adanya kebebasan dalam berpendapat untuk menyampaikan aspirasi atau kepentingan bagi setiap institusi maupun kelompok masyarakat yang ada sehingga seluruh stakeholders dapat berpartisipasi aktif dalam semua proses pembangunan.
3. Adanya keadilan serta kerangka legal berupa kepastian hukum untuk menjamin upaya penegakan keadilan tersebut.
4. Adanya akuntabilitas dan transparansi dalam mekanisme birokrasi.
10 Sinambela, Lijan P. 2006. Reformasi Pelayanan Publik. Jakarta: Bumi Aksara. Hal. 51
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

5. Tersedianya informasi pembangunan yang dapat diakses oleh masyarakat dengan mudah dan bebas.
6. Terciptanya efektivitas dan efisiensi dalam penyediaan pelayanan publik. 7. Terbentuknya kerja sama yang baik antara pemerintah dan civil society
organization. 8. Tersedianya kesempatan luas

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23