Analisis perbandingan brand awareness, brand association, perceived quality dan brand loyalty produk kamera DSLR merek canon dan nikon: studi kasus pada unit kegiatan mahasiswa fotografi di Jakarta

“ANALISIS PERBANDINGAN BRAND AWARENESS, BRAND
ASSOCIATION, PERCEIVED QUALITY DAN BRAND LOYALTY
PRODUK KAMERA DSLR MEREK CANON DAN NIKON”.
(Studi Kasus Pada Unit Kegiatan Mahasiswa Fotografi di Jakarta)

SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Untuk Memenuhi Syarat Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

Oleh :
SUPRIYADI
NIM : 1110081000126

PRODI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
1435 H/2014 M

LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan dibawah ini

:

Nama

: Supriyadi

No. Induk Mahasiswa

: 1110081000126

Fakultas

: Ekonomi dan Bisnis

Prodi

: Manajemen

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penulisan skripsi ini, saya :
1. Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan
mempertanggung jawabkan
2. Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain
3. Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau
tanpa izin pemilik karya
4. Tidak melakukan pemanipulasiaan dan pemalsuan data
5. Mengerjakan sendiri karya dan mampu bertanggung jawab atas karya ini
Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui
pembuktian yang dapat dipertanggung jawabkan, ternyata memang ditemukan bukti
bahwa saya melanggar pernyataan di atas, maka saya siap untuk dikenakan sanksi sesuai
peraturan yang berlaku di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.
Ciputat, 30 Agustus 2014
Yang menyatakan,

(Supriyadi)

v

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
I.

Data Pribadi
Nama

: Supriyadi

Tempat/Tanggal lahir

: Jakarta, 30 Agustus 1992

Alamat

: Jl. Albaido RT 01/06 No. 25
Kel: Lubang Buaya Kec. Cipayung, Jakarta

II.

III.

Telepon

: 08989369294

Email

: cuplissupriyadi@gmail.com

Data Pendidikan

1. SDN O3 Jakarta

Tahun 1998-2004

2. SMPN 81 Jakarta

Tahun 2004-2007

3. SMAN 113 Jakarta

Tahun 2007-2010

4. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Tahun 2010-2014

Pengalaman Organisasi
Divisi PPSDM UKM Fotografi KALACITRA UIN Jakarta
Perintis Komunitas Sepeda Sehat UIN Jakarta
Ketua Eskul Sepak Bola SMAN 113 Jakarta

vi

ABSTRACT
The research aims to analyze the comparison of brand equity which consist of
brand awareness, brand association, perceived quality, and brand loyalty between
Canon and Nikon Camera. The sample is taken from student activity unit
photography in Jakarta with quota sampling approach. In collecting data, the
research applies questionnaire technique which consists of 27 statements which are
distributed to 60 respondents. The research applies discriminant analysis as
methodological analysis. As the result , the research shows that there is significant
difference between Canon and Nikon based on the four dimensions of brand equity
measurement. However, both brands are partially the same in term of brand
awareness and are different in term of brand association, perceived quality and
brand loyalty.
Key word: brand awareness, brand association, perceived quality, brand loyalty.

vii

ABSTRAK

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perbedaan ekuitas merek
yang terdiri dari kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, dan loyalitas
merek antara merek kamera Canon dan Nikon. Pengambilan sampel dalam penelitian
diambil dengan menggunakan teknik non pprobability sampling dengan pendekatan
quota sampling. Pengumpulan data dalam penelitian menggunakan kuesioner yang
berisi 27 butir pernyataan yang disebarkan kepada 60 responden. Metode analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriminan. Hasil penelitian
menunjukan bahwa terdapat perbedaan ekuitas merek kamera Canon dan Nikon
dilihat dari empat dimensi secara kesulurahan. Sedangkan jika dilihat secara parsial,
kedua produk memiliki kesamaan dalam variabel kesadaran merek dan perbedaan
dalam variabel asosiasi merek, kualitas persepsi dan loyalitas merek

Kata kunci : kesadaran merek, asosiasi merek, persepsi kualitas, loyalitas merek.

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Segala puji dan syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang
telah memberikan

rahmat

dan

karunia-Nya

sehingga

penulis

dapat

menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam tak lupa dijunjungkan kepada
Nabi Muhammad SAW, Nabi segala umat, Nabi yang telah memberi syafaat.
Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat-syarat untuk memperoleh gelar
Sarjana Ekonomi di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dalam sedikit lembar dan kata dalam bagian skripsi ini, penulis
ingin memberikan seucap terimakasih atas bantuan, bimbingan, doa, dan
semangat terus menerus yang diberikan dalam penyelesaian skripsi ini kepada:
1. Kedua orang tuaku, Bapakku tercinta, Asmawih dan Ibuku tersayang
Bainah. Serta ketiga kakaku yang selalu mendukung perkuliahku.
2. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid, MS selaku Dekan Fakultas Ekonomi
dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Ibu Muniaty ST, MM selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas
Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
4. Bapak Dr. Yahya Hamja, MM selaku Dosen Pembimbing Skripsi I yang
telah bersedia meluangkan waktunya untuk berdiskusi, memberikan
perhatian, pengarahan, dan bimbingan dalam penulisan skripsi ini.
Terimakasih atas ilmu dan perhatian yang telah Bapak berikan selama ini.
5. Bapak Ade Suherlan, MBA, MM Dosen Pembimbing Skripsi II yang telah
besedia meluangkan

banyak waktu untuk berdiskusi,

memberikan

arahan, serta bimbingan kepada penulis. Terimakasih atas semua ilmu,
saran, dan masukan yang telah Bapak berikan selama ini.
6. Seluruh dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
yang telah memberikan ilmu bermanfaat kepada penulis.

ix

7. Seluruh pihak yang membantu dalam penulisan skripsi yang tidak
dapat disebutkan satu persatu.
Penulis sepenuhnya menyadari bahwa penulisan skripsi ini jauh
dari kata sempurna baik dalam segi penulisan, cara penguraian, maupun
pada pembahasan secara ilmiah. Hal ini dikarenakan adanya keterbatasan
dan kekurangan yang dimiliki oleh penulis. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan saran dan masukan yang membangun dari berbagai pihak.
Penulis juga berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi semua pihak
yang membutuhkan.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 30 Agustus 2014

Supriyadi

x

DAFTAR ISI
Cover Dalam ............................................................................................... i
Halaman Pengesahan Skripsi ....................................................................... ii
Halaman Pengesahaan Ujian Komprehenshif ............................................... iii
Halaman Pengesahaan Ujian Skripsi ............................................................ iv
Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah .................................................. v
Daftar Riwayat Hidup .................................................................................. vi
Abstract ....................................................................................................... vii
Abstrak ........................................................................................................ viii
Kata Pengantar............................................................................................. ix
Daftra Isi...................................................................................................... xi
Daftar Tabel................................................................................................. xiv
Daftar Gambar ............................................................................................. xviii
Daftar Lampiran .......................................................................................... xix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Penelitian ...................................................................... 1
B. Perumusan Maasalah.............................................................................. 4
C. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian............................................... 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Merek .................................................................................................... 6
1. Pengertian Merek .............................................................................. 6
2. Peranan dan Kegunaan Merek ........................................................... 8
B. Ekuitas Merek ........................................................................................ 10
1. Pengertian Ekuitas Merek .................................................................. 10
2. Peran Ekuitas Merek.......................................................................... 14
C. Elemen Elemen Ekuitas Merek .............................................................. 17
1. Kesadaran Merek ( Brand Awareness) .............................................. 17
a. Pengertian Kesadaran Merek ...................................................... 17
b. Peran Brand Awareness dalam Brand Equity .............................. 20
xi

c. Cara Mencapai Brand Awareness................................................ 21
2. Asosiasi Merek ( Brand Association )............................................... 22
3. Persepsi Kualitas (Perceived Quality)............................................... 27
a. Pengertian Persepsi Kualitas ....................................................... 27
b. Indikator Persepsi Kualitas ......................................................... 30
c. Membangun Perceived Quality yang Kuat .................................. 31
4. Loyalitas Merek ( Brand Loyalty ) .................................................... 32
a. Pengertian Loyalitas Merek......................................................... 34
b. Fungsi Brand Loyalty.................................................................. 35
c. Tingkatan Brand Loyalty ............................................................ 35
5. Penelitian Terdahulu ........................................................................ 39
6. Kerangka Pemikiran ......................................................................... 54
7. Hipotesis .......................................................................................... 56
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Ruang Lingkup Penelitian ...................................................................... 57
B. Teknik Penentuan Sampel ...................................................................... 57
1. Populasi .......................................................................................... 57
2. Sampel ............................................................................................ 58
C. Jenis dan Metode Pengumpulan Data ..................................................... 59
1. Data Primer ..................................................................................... 59
2. Data Sekunder ................................................................................. 60
D. Metode Analisis Data ............................................................................. 61
1. Uji Validitas dan Reliabilitas ............................................................ 61
a. Uji Validitas ............................................................................... 61
b. Uji Reliabilitas ............................................................................ 61
2. Uji Normalitas Data ......................................................................... 62
3. Analisis Diskriminan ........................................................................ 63
a. Tujuan dari Analisis Diskriminan ............................................... 64
b. Proses dasar dari Analisis Diskriminan ....................................... 64
xii

4. Operasional Variabel ........................................................................ 68
BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Sekilas Gambaran Umum Objek Penelitian ............................................ 71
1. Sejarah Singaka Kamera Canon....................................................... 71
2. Sejarah Singkat Kamera Nikon ........................................................ 73
B. Pembahasan Hasil Kuesioner ................................................................. 74
1. Uji Validitas dan Realibilitas ........................................................... 75
2. Karakteristik dan Data Responden ................................................... 77
C. Pembahasan dan Analisis Data ............................................................... 84
1. Analisis Deskriptif ........................................................................... 84
a. Deskriptif Variabel Brand Awareness ......................................... 84
b. Deskriptif Variabel Brand Association ........................................ 91
c. Deskriptif Variabel Perceived Quality ........................................ 101
d. Deskriptif Variabel Brand Loyalty .............................................. 106
2. Uji Normalitas Data ......................................................................... 115
3. Analisis Dikriminan ......................................................................... 116
4. Intrepretasi Hasil .............................................................................. 126
BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
A. Kesimpulan ............................................................................................ 129
B. Saran...................................................................................................... 129
C. DAFTAR PUSTAKA ........................................................................... 132
D. Lampiran .............................................................................................. 134

xiii

DAFTAR TABEL
Tabel 3.1 Tingkat Penilaian Jawaban ...................................................... 60
Tabel 3.2 Operasional Variabel...................................................................... 69
Tabel 4.1 Hasil Try Out Untuk Validitas ....................................................... 76
Tabel 4.2 Hasil Try Out Untuk Reliablitas .................................................... 78
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan
Jenis Kelamin ........................................................................................ 79
Tabel 4.4 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan
Usia ....................................................................................................... 80
Tabel 4.5 Karakteristik Responden Canon Berdasarkan
Universitas dan Klub ..............................................................................
Tabel 4.6 Karakteristik Responden Nikon Berdasarkan
Jenis Kelamin ....................................................................................... 82
Tabel 4.7 Karakteristik Responden Nikon Berdasarkan Usia .................. 82
Tabel 4.8 Karakteristik responden Nikon Berdasarakan
Universitas dan klub .............................................................................. 84
Tabel 4.9 Konsumen Mengetahui Seperti Apa Merek
Kamera DSLR Canon ............................................................................ 85
Tabel 4.10 Konsumen Mengetahui Seperti Apa Merek
Kamera DSLR Nikon ............................................................................ 86
Tabel 4.11 Konsumen Dapat Mengenali Kamera Canon
Diantara Pesaing .................................................................................... 86
Tabel 4.12 Konsumen Dapat Mengenali Kamera Nikon
Diantara Pesaing ................................................................................... 87
Tabel 4.13 Konsumen Dapat Mengingat Langsung Merek
Canon Saat Pertama
Membeli Kamera ................................................................................... 87
xiv

Tabel 4.14 Konsumen Dapat Mengingat Langsung Merek
Nikon Saat Pertama Membeli Kamera .................................................... 88
Tabel 4.15 Konsumen Dapat Mengingat Ciri Kamera Canon
Dengan Cepat ........................................................................................ 85
Tabel 4.16 Konsumen Dapat Mengingat Ciri Kamera Nikon
Dengan Cepat ........................................................................................ 89
Tabel 4.17 Konsumen Dapat Mengingat Logo Kamera Canon
Dengan Cepat ........................................................................................ 90
Tabel 4.18 Konsumen Dapat mengingat Logo Kamera Nikon
Dengan Cepat ........................................................................................ 90
Tabel 4.19 Konsumen Mengetahui Merek Canon Banyak Digunakan .... 91
Tabel 4.20 Konsumen Mengetahui Merek Nikon Banyak Digunakan ..... 92
Tabel 4.21 Kelengkapan Fitur Merupakan Pertimbangan
Memilih KameraCanon .......................................................................... 92
Tabel 4.22 Kelengkapan fitur Merupakan Pertimbangan Memilih
Kamera Nikon ....................................................................................... 93
Tabel 4.23 Merek Canon Merupakan Pertimbngan Dalam
Memilih Kamera .................................................................................... 93
Tabel 4.24 Merek Nikon Merupakan pertimbngan Dalam
Memilih Kamera .................................................................................... 94
Tabel 4.25 Kamera DSLR Canon Dapat Mengabadikan
Momen Penting ...................................................................................... 94
Tabel 4.26 Kamera DSLR Nikon Dapat Mengabadikan
Momen Penting ..................................................................................... 95
Tabel 4.27 DSLR Canon Harga Relatif Mahal........................................ 95
Tabel 4.28 DSLR Nikon Harga Relatif Mahal ........................................ 96
Tabel 4.29 DSLR Canon Bnyak Digunakan Fotografer Profesional........ 97
Tabel 4.30 DSLR Nikon Banyak Digunakan Fotografer Profesional ...... 97
xv

Tabel 4.31 DSLR Canon Hanya Digunakan Oleh Fotografer .................. 98
Tabel 4.32 DSLR Nikon Hanya Digunakan Oleh Fotografer .................. 98
Tabel 4.33 DSLR Canon Meningkatkan Nilai Diri pengguna ................. 99
Tabel 4.34 DSLR Nikon meningkatkan Nilai Diri Pengguna .................. 99
Tabel 4.35 Model Iklan Kamera Canon Gunakan Artis Ternama ............ 100
Tabel 4.36 Model Iklan Kamera Nikon Gunakan Artis Ternama ............ 101
Tabel 4.37 Banyak Ragam Kamera Canon Yang Cukup
Dipertimbangkan Untuk Dibeli .............................................................. 101
Tabel 4.38 Banyak Ragam Kamera Nikon Yang Cukup
Dipertimbangkan Untuk Dibeli .............................................................. 102
Tabel 4.39 Kualitas Gambar Kamera Canon Baik .................................. 103
Tabel 4.40 Kualitas Gambar Kamera Nikon Baik ................................... 103
Tabel 4.41 Kamera Canon Mudah Digunakan ........................................ 104
Tabel 4.42 Kamera Nikon Mudah Digunakan......................................... 104
Tabel 4.43 Kamera Canon Banyak Memiliki Pengaturan Warna ............ 105
Tabel 4.44 Kamera Nikon Banyak Memiliki Pengaturan Warna ............. 105
Tabel 4.45 Kamera Canon Memiliki Lensa Yang Bervariasi .................. 106
Tabel 4.46 Kamera Nikon Memiliki Lensa Yang Bervariasi ................... 106
Tabel 4.47 Konsumen Merasa Puas Menggunakan Kamera Canon ......... 107
Tabel 4.48 Konsumen Merasa Puas Menggunakan Kamera Nikon ......... 107
Tabel 4.49 Konsumen Berniat Membeli Lagi Kamera Canon ................. 108
Tabel 4.50 Konsumen Berniat Membeli Lagi Kamera Nikon ................. 108
Tabel 4.51 Konsumen Selalu Upgrade Lensa Canon .............................. 109
Tabel 4.52 Konsumen Selalu Upgrade Lensa Nikon ............................... 110
Tabel 4.53 Kamera DSLR Canon Merupakan pilihan Utama .................. 110
Tabel 4.54 Kamera DSLR Nikon Merupakan pilihan Utama .................. 111
Tabel 4.55 Konsumen Tidak Akan Membeli Merek Lain Jika
Kamera Canon Tidak Ada Di Toko ........................................................ 111
xvi

Tabel 4.56 Konsumen Tidak Akan Membeli Merek Lain Jika
Kamera Nikon Tidak Ada Di Toko ........................................................ 112
Tabel 4.57 Konsumen Kamera Canon Akan Gunakan Merek
Yang Sama Seterusnya .......................................................................... 113
Tabel 4.58 Konsumen Kamera Nikon Akan Gunakan Merek
Yang Sama Seterusnya ........................................................................... 113
Tabel 4.59 Konsumen akan Merekomendasikan Merek Canon Kepada
Orang Lain ............................................................................................. 114
Tabel 4.60 Konsumen akan Merekomendasikan Merek NIkon Kepada
Orang Lain ............................................................................................. 115
Tabel 4.61 Konsumen Merasa Loyal Terhadap Kamera merek Canon .... 115
Tabel 4.62 Konsumen Merasa Loyal Terhadap Kamera merek Nikon .... 116
Tabel 4.63 Uji Normalitas ...................................................................... 117
Tabel 4.64 Analysis Case Processing Summary ...................................... 118
Tabel 4.65 Group Statistic...................................................................... 119
Tabel 4.66 Uji Box’ M ............................................................................ 120
Tabel 4.67 Test of Equality og Group Means.......................................... 121
Tabel 4.68 Wilks Lamda ......................................................................... 122
Tabel 4.69 Eigenvalues .......................................................................... 122
Tabel 4.70 Canonical Discriminat Function Coefficient ......................... 123
Tabel 4.71 Function Group Centroid ..................................................... 124
Tabel 4.72 Classification Result ............................................................. 126

xvii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Konsep Brand Equity .......................................................... 13
Gambar 2.2 Piramida Brand Awareness ................................................ 18
Gambar 2.3 Peran Brand Awareness .................................................... 20
Gambar 2.4 Diagram Nilai Brand Association ...................................... 24
Gambar 2.5 Diagram Nilai Dari Persepsi Kualitas ................................ 28
Gambar 2.6 Primaida Brand Loyalty ..................................................... 38
Gambar 2.7 Kerangka Pemikiran........................................................... 55

xviii

DAFTAR GAMBAR

Lampiran 1 Kuesioner Penelitian ............................................................ 134
Lampiran 2 Distribusi Jawaban Responden ........................................... 139
Lampiran 3 Output Hasil Pengujian Data .............................................. 142

xix

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Era globalisasi menjanjikan suatu peluang dan tantangan bisnis baru
bagi perusahaan yang ada di Indonesia, memperluas pasar produk dari
perusahaan di Indonesia, dan di sisi lain, keadaan tersebut memunculkan
persaingan yang semakin ketat baik antara perusahaan domestik maupun
dengan perusahaan asing.
Kini teknologi semakin berkembang, ini berdampak positif terhadap
perkembangan kamera digital yang semakin canggih. Untuk segmen kamera
digital Canon merupakan salah satu produsen kamera digital berkualitas
tinggi dan Canon merupakan

pelopor untuk kemera digital dengan

menggunakan teknik 35 mm focal-pesawat-rana kamera, yang diproduksi
dalam bentuk prototipe. Brand Canon sudah sangat familiar bagi
konsumennya, khusunya di bidang teknik penggambaran dan optik. Canon
pertama didirikan pada tahun 1934, akan tetapi merek canon terkenal oleh
masyarakat di seluruh dunia sekitar tahun 1946, hadir merubah situasi pasar
dengan menciptakan kamera pertama yang harganya relatif murah dibanding
harga kamera lain pada waktu itu.
Segmentasi pasar Canon sangat luas, pada umumnya bersegmentasi
pada seluruh segmen yang ada di dalam pasar, karena produk yang diciptakan
oleh Canon ini sangat beragam dan sesuai dengan tingkat kebutuhan
1

konsumen. Untuk kamera digital, Canon menciptakan kamera digital untuk
para pemula, akan tetapi, untuk para fotografer profesional, Canon juga
menciptakan berbagai jenis produk yang sesuai untuk digunakan dalam
bidang fotografi dan pilihan target untuk seluruh segmen yang bisa dipakai
pada seluruh tingkatan segmen.
Membangun persepsi dapat dilakukan melalui jalur merek, menurut
Rangkuti (2009), merek merupakan janji penjual untuk secara konsisten
memberikan feature, manfaat, dan jasa tertentu kepada pembeli, oleh karena
itu merek terbaik akan memberikan jaminan kualitas.
Merek yang prestisius dapat disebut memiliki brand equity yang kuat,
menurut Darmadi dkk (2004), brand equity merupakan seperangkat aset dan
liabilitas yang terkait dengan suatu merek, nama, simbol, yang mampu
menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah produk atau
jasa baik pada perusahaan maupun pada pelanggan. David A. Aaker
mengelompokan brand equity ke dalam lima kategori yaitu; brand awareness
(kesadaran merek), brand association (asosiasi merek), perceived quality
(persepsi kualitas), brand loyalty (loyalitas merek) dan other proprietary
brand assets (aset-aset merek lainnya). Semakin kuat brand equity yang
dimiliki oleh suatu merek, semakin kuat pula daya tariknya di mata konsumen
konsumen untuk mengonsumsi produk tersebut, dan mampu membentuk
brand platform (landasan merek) yang kuat dan mampu mengembangkan
keberadaan suatu merek dalam persaingan apa pun dalam jangka waktu yang
lama (Durianto dkk, 2004).
2

Perbedaan paling mencolok dari kedua perusahaan ini adalah strategi
korporat mereka. Nikon sejak awal hanya memfokuskan diri pada Teknologi
Presisi dan Teknologi Alat Elektronik yang berhubungan dengan Lensa
Precision ( Technologies and Opto-electronic Technologies ), oleh karenanya
produk-produk keluaran Nikon selalu berbasiskan lensa (Kamera, Teropong,
Mikroskop, Alat pengukur jarak, Lensa kaca mata, dan lain-lain)
Sedangkan Canon sejak tahun 1960an sudah merencakan untuk
melakukan diversivikasi produk mereka dengan mulai memproduksi
kalkulator 10-key elektronik pertama di Dunia pada tahun 1964. Sejak itu,
selain memiliki bisnis berbasis kamera dan lensa, Canon mulai memproduksi
mesin Fotokopi (tahun 1970 menjadi mesin copier kertas pertama di Jepang),
laser printer (tahun 1979), ink-jet printer (1985) dan large-format ink-jet
printer (2006)
Dari kedua strategi korporat tersebut, Nikon dan Canon bersaing
secara langsung di bidang kamera (slr dan point-n-shoot), dan teknologi
presisi (alat pembuat semi-konduktor). Dalam bidang ini, kedua perusahaan
ini masing-masing memiliki teknologi yang sama baiknya. Kedua perusahaan
ini juga memiliki pengikut yang sama fanatiknya, sehingga tidak bisa
dikatakan yang satu lebih baik dibandingkan yang lain.
Kalau dilihat dari sisi finansialnya, Canon mempunyai total aset
sebesar 3.983.820 juta yen (2010), sedangkan Nikon sebesar 829.909 juta yen
(2011/Q3). Canon sekitar 4,8 kali lebih besar daripada Nikon. Hal ini tentu

3

dikarenakan bisnis Canon jauh lebih beragam dibandingkan Nikon.
(www.nikon.com)
Berdasarkan uraian di atas maka penulis tertarik untuk mengadakan
penelitian dengan judul “Analisis Perbandingan Brand Awareness, Brand
Association, Perceived-Quality dan Brand Loyalty Produk Kamera DSLR
Merek Canon dan Kamera DSLR Merek Nikon”.
B.

Perumusan masalah
Perumusan masalah merupakan hal paling penting dalam suau

penelitian, hal ini diperlukan agar batasan masalah menjadi jelas sehingga
dapat dijadikan pedoman dalam melakukan peneniltian. Adapun perumusan
masalah pada penelitian ini adalah : apakah ada perbedaan ekuitas merek
antara kamera DSLR merk Canon dengan kamera DSLR merk Nikon dilihat
dari variabel kesadaran merek, asosiasi merek, pesrsepsi kualitas dan loyalitas
merek ?
C.

Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.

Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, maka tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui perbandingan ekuitas merek antara kamera DSLR merek
Canon dan kamera DSLR merek Nikon dilihat dari variabel :
a.

Kesadaran merek (brand awareness)

b.

Asosiasi merek (brand association)

c.

Persepsi kualitas (perceived quality)

d.

Loyalitas merek (brand loyalty)
4

2.

Manfaat Penelitian

a.

Bagi Peneliti

Dengan melakukan penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai
bahan

referensi

untuk

memperoleh

tambahan

pengetahuan

tentang

perbandingan ekuitas merek.
b.

Bagi perusahaan

Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi perusahaan dalam
mengambil kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan usaha untuk
meningkatkan ekuitas merek produknya agar lebih mengoptimalkan
persaingan.
c.

Bagi pembaca

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan referensi
untuk penelitian yang akan datang, khususnya bagi sivitas akademika di
lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah dan umumnya bagi sivitas fakultas ekonomi universitas lainnya.

5

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Merek
1. Pengertian Merek
Asosiasi Pemasaran Amerika dalam Kotler dan Keller (2007:332),
mendefinisikan merek (brand) sebagai “nama, istilah, tanda, simbol, atau
rancangan, atau kombinasi dari semua barangnya, yang dimaksudkan untuk
mengidentifikasi barang atau jasa penjual atau kelompok penjual dan untuk
mengidentifikasikannya dari barang atau jasa pesaing.” Dengan demikian,
sebuah merek adalah produk atau jasa lain yang dirancang untuk memuaskan
kebutuhan yang sama.
Menurut Kotler dan Armstrong (2008:275), merek (brand) adalah
sebuah nama, istilah, tanda, lambang, atau desain, atau kombinasi semua ini,
yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa.
Menurut Aaker (1997:9), merek adalah nama dan atau simbol yang
bersifat membedakan (seperti sebuah logo, cap atau kemasan) dengan
maksud mengidentifikasikan barang atau jasa dari seorang penjual atau
sebuah kelompok penjual tertentu. Dengan demikian suatu merek
membedakannya dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh kompetitor.
Menurut UU Merek No. 15 Tahun 2001 pasal 1 ayat 1, merek adalah
“tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka,
susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki
6

daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau
jasa” (Tjiptono, 2009:3).
Menurut William J. Stanton dalam Rangkuti (2009:36), merek
adalah nama, istilah, simbol atau desain khusus atau beberapa kombinasi
unsur-unsur ini yang dirancang untuk mengidentifikasikan barang atau
jasa yang ditawarkan oleh penjual.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa merek merupakan
simbol, nama, tulisan, logo atau desain yang diciptakan oleh penjual untuk
memudahkan konsumen dalam mengenali dan membedakan produknya
dengan produk lain.
Merek juga mengandung janji penjual untuk menyampaikan
kumpulan feature, manfaat, dan jasa tertentu secara konsisten pada
pembeli. Merek terbaik menjadi jaminan kualitas. Merek memiliki enam
tingkat pengertian, yaitu (Rangkuti, 2009):
a. Atribut
Atribut perlu dikelola dan diciptakan agar pelanggan dapat mengetahui
dengan pasti atribut–atribut apa saja yang terkandung dalam suatu
merek. Macam-macam atribut antara lain kualitas, gengsi, nilai jual
kembali, desain, dan lain-lain.
b. Manfaat
Merek juga memiliki serangkaian manfaat. Konsumen tidak membeli
atribut, mereka membeli manfaat. Atribut-atribut yang dapat diingat
melalui merek harus diterjemahkan dalam bentuk manfaat baik secara
7

fungsional maupun emosional yang dapat langsung dirasakan oleh
konsumen.
c. Nilai
Merek menyatakan sesuatu tentang nilai yang dimiliki oleh produsen.
Merek yang memiliki nilai tinggi akan dihargai oleh konsumen sebagai
merek yang berkelas, sehingga dapat mencerminkan siapa pengguna
merek tersebut.
d. Budaya
Merek juga mewakili budaya tertentu. Misalnya Mercedes mewakili
budaya Jerman yang terorganisasi dengan baik, memiliki cara kerja
yang efisien, dan selalu menghasilkan produk yang berkualitas tinggi.
e. Kepribadian
Merek, dapat mencerminkan kepribadian si pengguna akan bersamaan
dengan merek yang ia gunakan.
f. Pemakai
Merek menunjukkan jenis-jenis konsumen yang membeli atau
menggunakan merek tertentu.

2. Peran dan Kegunaan Merek
Merek memiliki peran yang sangat penting bagi konsumen maupun
produsen. Dari sisi konsumen, merek mempermudah pembelian. Bila tidak
ada merek, konsumen harus mengevaluasi semua produk yang tidak
memiliki merek setiap kali mereka akan melakukan pembelian. Merek
8

juga membantu meyakinkan konsumen bahwa mereka akan mendapatkan
kualitas yang konsisten ketika mereka membeli produk yang digunakan.
Dari sisi produsen, merek dapat dipromosikan. Merek dapat dengan
mudah diketahui ketika diperlihatkan atau ditempatkan dalam suatu
pameran. Selain itu, merek dapat dipakai untuk mengurangi perbandingan
harga, karena merek adalah salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan
dalam membandingkan produk-produk sejenis yang berbeda (Rangkuti,
2009:5).
Merek memegang peranan sangat penting salah satunya adalah
menjembatani harapan konsumen pada saat kita menjadikan sesuatu
harapan kepada konsumen. Dengan demikian dapat diketahui adanya
ikatan emosional yang tercipta antara konsumen dengan perusahaan
penghasil produk melalui merek. Pesaing bisa saja menawarkan produk
yang mirip, tapi mereka tidak mungkin menawarkan janji emosional yang
sama (Durianto dkk, 2004).
Merek menjadi sangat penting saat ini, karena beberapa faktor
seperti:
a. Emosi konsumen terkadang turun naik. Merek mampu membuat janji
emosi menjadi konsisten dan stabil
b. Merek mampu menembus setiap pagar budaya dan pasar. Bisa dilihat
bahwa suatu merek yang kuat mampu diterima diseluruh dunia dan
budaya. Contoh yang paling fenomenal adalah Coca Cola yang

9

berhasil menjadi “Global Brand”, diterima di mana saja dan kapan saja
di seluruh dunia.
c. Merek mampu menciptakan komunikasi interaksi dengan konsumen.
Semakin kuat suatu merek, makin kuat pula interaksinya dengan
konsumen dan makin banyak brand association (asosiasi merek) yang
terbentuk dalam merek tersebut. Jika brand association (asosiasi
merek) yang terbentuk memiliki kualitas dan kuantitas yang kuat,
potensi ini akan meningkatkan brand image (citra merek).
d. Merek sangat berpengaruh dalam membentuk perilaku konsumen, dan
sebuah merek yang kuat akan sanggup merubah perilaku konsumen.
e. Merek juga mampu memudahkan proses pengambilan keputusan
pembelian oleh konsumen. Dengan adanya merek, konsumen dapat
dengan mudah membedakan produk yang dibelinya dengan produk
lain sehubungan dengan kualitas, kepuasan, kebanggaan, ataupun
atribut lain yang melekat pada merek tersebut.
f. Merek dapat berkembang menjadi sumber aset terbesar bagi
perusahaan.

B. Ekuitas Merek
1. Pengertian Ekuitas Merek
Menurut Philip Kotler dan Gary Armstrong (2008:282), ekuitas
merek adalah pengaruh deferensial positif bahwa jika pelanggan mengenal
nama merek, pelanggan akan merespon produk atau jasa. Satu ukuran
10

ekuitas merek adalah sejauh mana pelanggan bersedia membayar lebih
untuk produk tersebut.
Ekuitas merek adalah nilai tambah yang diberikan pada produk dan
jasa. nilai ini bisa dicerminkan dalam cara konsumen berpikir, merasa, dan
bertindak terhadap merek, harga, pangsa pasar, dan profitabilitas yang
dimiliki perusahaan. ekuitas merek merupakan aset tak terwujud yang
penting, yang memiliki nilai psikologis dan keuangan bagi perusahaan
(Kotler dan Keller 2007:334).
Menurut Aaker (1997:23), ekuitas merek adalah seperangkat aset
dan liabilitas merek yang terkait dengan suatu merek, nama, simbol, yang
menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh sebuah barang atau
jasa kepada perusahaan atau para pelanggan perusahaan.
Menurut Aaker, ekuitas merek dapat dikelompokan ke dalam 5
kategori. Pertama, kesadaran merek (brand awareness), menunjukkan
kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat
kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk
tertentu. Kedua, asosiasi merek (brand association), mencerminkan
pencitraan suatu merek terhadap suatu kesan tertentu dalam kaitannya
dengan kebiasaan, gaya hidup, manfaat, atribut produk, geografis, harga
pesaing, selebriti dan lain-lain. Ketiga, persepsi kualitas (perceived
quality),

mencerminkan

persepsi

pelangan

terhadap

keseluruhan

kualitas/keunggulan suatu produk atau jasa layanan berkenaan dengan
maksud yang diharapkan. Keempat, loyalitas merek (brand loyalty),
11

mencerminkan tingkat keterikatan konsumen dengan suatu merek produk.
Kelima, Aset-aset Merek Lainnya (other proprietary assets).
Empat elemen brand equity di luar aset-aset merek lainnya dikenal
dengan elemen-elemen utama dari brand equity. Elemen brand equity
yang kelima secara langsung akan dipengaruhi oleh kualitas dari empat
elemen utama tersebut (Durianto dkk, 2004). Adapun konsep brand equity
dapat digambarkan sebagai berikut ini:

12

Gambar 2.1.
Konsep Brand Equity
Preceived

Brand

Brand
Other

Brand loyalty
v
Brand Equity
Nama, simbol

Memperkuat

nilai

kepada

pelanggan dengan memperkuat

Memberikan

nilai

perusahaan

kepada
dengan

memperkuat


Interpretasi

/

proses



informasi




Efisiensi dan efektivitas
program pemasaran

Rasa percaya diri dalam



Harga / laba

pembelian



Brand Loyalty

Pencapaian kepuasan dari



Perluasan merek

pesaing



Peningkatan
Perdagangan



Keuntungan kompetitif

Sumber: Darmadi.D, Sugiarto, Tony Sitinjak (2004:5)
13

2. Peran Ekuitas Merek
Ekuitas merek merupakan aset yang dapat memberikan nilai
tersendiri di mata pelanggannya. Aset yang dikandung dapat membantu
pelanggan dalam menafsirkan, memproses, dan menyimpan informasi
yang terkait dengan produk dan merek tersebut. Ekuitas merek dapat
mempengaruhi rasa percaya diri konsumen dalam pengambilan keputusan
pembelian atas dasar pengalaman masa lalu dalam penggunaan atau
kedekatan, asosiasi dengan berbagai karakteristik merek.
kenyataannya,

perceived

quality

dan

brand

association

Dalam
dapat

mempertinggi tingkat kepuasan konsumen (Durianto dkk, 2004).
Disamping memberi manfaat bagi konsumen, ekuitas merek juga
memberikan nilai bagi perusahaan dalam bentuk (Durianto dkk, 2004):
a. Ekuitas merek yang kuat dapat mempertinggi keberhasilan program
dalam memikat konsumen baru atau merangkul kembali konsumen
lama. Promosi yang dilakukan akan lebih efektif jika merek dikenal.
ekuitas merek yang kuat dapat menghilangkan keraguan konsumen
terhadap kualitas merek.
b. Empat dimensi brand equity : brand awareness, perceived quality,
asosiasi-asosiasi, dan aset merek lainnya dapat mempengaruhi alasan
pembelian konsumen. Bahkan seandainya brand awareness, perceived
quality, dan asosiasi-asosiasi tidak begitu penting dalam proses
pemilihan merek, ketiganya tetap dapat mengurangi keinginan atau
rangsangan konsumen untuk mencoba merek-merek lain.
14

c. Brand loyalty yang telah diperkuat merupakan hal penting dalam
merespons inovasi yang dilakukan para pesaing. Brand loyalty adalah
salah satu kategori brand equity yang dipengaruhi oleh kategori brand
equity

lainnya.

Kategori-kategori

brand

equity

lainnya

juga

berhubungan satu sama lain. Perceived quality dapat dipengaruhi oleh
brand awareness. Nama merek dapat memberikan kesan bahwa produk
dibuat dengan baik (perceived quality), diyakinkan oleh asosiasi dan
loyalitas (seorang konsumen yang loyal tidak akan menyukai produk
yang kualitasnya rendah).
d. Brand association juga sangat penting sebagai dasar strategi positioning
maupun strategi perluasan produk. Suatu analisis terhadap portofolio
merek sangat diperlukan untuk mengetahui efektivitas dari perluasan
merek yang telah dilakukan.
e. Salah satu cara memperkuat brand equity adalah dengan melakukan
promosi besar-besaran yang membutuhkan biaya besar. Brand equity
yang kuat memungkinkan perusahaan memperoleh margin yang lebih
tinggi dengan menerapkan premium price (harga premium), dan
mengurangi ketergantungan pada promosi sehingga dapat dapat
diperoleh laba yang lebih tinggi.
f. Brand equity yang kuat dapat digunakan sebagai dasar untuk
pertumbuhan dan perluasan merek kepada produk lainnya atau
menciptakan bidang bisnis baru yang terkait yang biayanya akan jauh

15

lebih mahal untuk dimasuki tanpa merek yang memiliki brand equity
tersebut.
g. Brand equity yang kuat dapat meningkatkan penjualan karena mampu
menciptakan loyalitas saluran distribusi. Toko, supermarket dan
tempat-tempat penjualan lainnya tidak akan ragu-ragu untuk menerima
suatu produk dengan brand equity yang kuat dan sudah terkenal untuk
dijual kepada konsumen. Produk dengan brand equity yang kuat akan
dicari oleh pedagang karena mereka yakin bahwa produk dengan merek
tersebut akan memberikan keuntungan bagi mereka. Dengan brand
equity yang kuat, saluran distribusi dapat berkembang sehingga
semakin banyak tempat penjualan

yang pada akhirnya

akan

memperbesar volume penjualan produk tersebut.
h. Aset-aset ekuitas merek lainnya dapat memberikan keuntungan
kompetitif bagi perusahaan dengan memanfaatkan celah-celah yang
tidak dimiliki pesaing. Biasanya, bila dimensi utama dari brand equity
yaitu brand awareness, brand association, perceived quality, dan brand
loyalty sudah kuat, secara otomatis aset ekuitas merek lainnya juga akan
kuat.

16

C. Elemen-Elemen Ekuitas Merek
1. Kesadaran Merek (Brand Awareness)
a. Pengertian Kesadaran Merek
Menurut Aaker (1997:90), kesadaran merek adalah kesanggupan
seorang calon pembeli untuk mengenali atau mengingat kembali
bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.
Kesadaran (awareness) menggambarkan keberadaan merek di
dalam pikiran konsumen, yang dapat menjadi penentu dalam beberapa
katagori dan biasanya mempunyai peranan kunci dalam brand equity.
Meningkatkan kesadaran adalah suatu mekanisme untuk memperluas
pasar merek. Kesadaran juga mempengaruhi persepsi dan tingkah
laku. Kesadaran merek merupakan key of brand asset atau kunci
pembuka untuk masuk ke elemen lainnya. Jadi jika kesadaran itu
sangat rendah maka hampir dipastikan bahwa ekuitas mereknya juga
rendah (Durianto dkk, 2004).
Menurut Yoo dkk (2000:203), indikator-indikator kesadaran
merek antara lain :
1) Konsumen mengetahui seperti apa merek X.
2) Konsumen dapat mengenali merek X diantara merek pesaing.
3) Konsumen dapat mengingat langsung merek X.
4) Konsumen dapat dengan cepat mengingat ciri merek X.
5) Konsumen dapat dengan cepat mengingat logo atau simbol merek
X.
17

6) Konsumen dapat dengan mudah membayangkan merek X di
benaknya.
Terdapat beberapa tingkatan dari brand awareness. Tingkatan
brand awareness dari tingkat terendah sampai tingkat tertinggi dapat
dilihat dari piramida kesadaran merek sebagai berikut
Gambar 2.2
Piramida Brand Awareness

Puncak Pikiran
(Top of mind)

Pengingat Kembali Merek
(Brand Recall)
Pengenalan Merek
(Brand Recognation)
Tidak Menyadari Merek
(Brand Unaware)

Gambar 2.2 Piramida Brand Awareness
Sumber: David Aaker (Durianto dkk, 2004)

18

Penjelasan mengenai piramida kesadaran merek dari tingkat yang
paling rendah hingga pada tingkat yang tertinggi adalah sebagai
berikut : (Durianto dkk, 2004)
1) Unaware of Brand (tidak menyadari keberadaan merek)
Menggambarkan tingkat paling rendah dalam piramida kedaran
merek, di mana konsumen tidak menyadari adanya suatu merek.
2) Brand Recognition (pengenalan merek)
Merupakan tingkat minimal kesadaran merek, di mana pengenalan
suatu merek muncul lagi setelah dilakukan pengingatan kembali
lewat bantuan (aided recall). Pertanyaan yang diajukan dibantu
dengan menyebutkan ciri-ciri produk tersebut.
3) Brand Recall (pengingatan kembali terhadap merek)
Yaitu pengingatan kembali terhadap merek tanpa bantuan (unaided
recall), yakni pengingatan tanpa bantuan, karena konsumen tidak
perlu dibantu untuk mengingat merek. Brand Recall mencerminkan
merek-merek apa yang diingat konsumen setelah menyebutkan
merek yang pertama kali disebut.
4) Top of Mind (puncak pikiran)
Adalah merek yang disebutkan pertama kali oleh konsumen atau
yang pertama kali muncul dalam benak konsumen. Dengan kata
lain, merek tersebut merupakan merek utama dari berbagai merek
yang ada dalam benak konsumen.

19

b. Peran Brand Awareness dalam Brand Equity
Menurut Durianto dkk (2004), peran brand awareness terhadap
brand equity dalam kaitannya untuk menciptakan nilai ialah sebagai
berikut:
Jangkar yang menjadi cantolan asosiasi lain

Familier/rasa suka
Brand Awareness
Substansi/komitmen

Mempertimbangkan merek

Gambar 2.3 Peran Brand Awareness
(Sumber: Durianto dkk, 2004:7)

Keterangan
1) Jangkar yang menjadi cantolan bagi asosiasi lain
Suatu merek yang kesadarannya tinggi akan membantu asosiasiasosiasi melekat pada merek tersebut karena adanya jelajah merek
tersebut menjadi sangat tinggi di benak konsumen.
2) Familier/rasa suka
Jika kesadaran merek akan suatu produk di mata konsumen sangat
tinggi, konsumen akan sangat akrab dengan merek perusahaan
tersebut, dan lama-kelamaan akan timbul rasa suka yang tinggi
terhadap merek yang kita pasarkan.
20

3) Substansi /komitmen.
Kesadaran merek dapat menandakan keberadaan, komitmen, dan
inti yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Secara logika,
suatu nama dikenal karena beberapa alasan, mungkin karena
program iklan perusahaan yang ekstensif, jaringan distribusi yang
luas, eksistensi yang sudah lama dan teruji oleh waktu, dan merek
tersebut dikelola dengan baik. Jika kualitas dua merek sama, brand
awareness akan menjadi faktor yang menentukan dalam keputusan
pembelian konsumen.
4) Mempertimbangkan merek.
Langkah pertama dalam suatu proses pembelian adalah menyeleksi
dari

suatu

kelompok

merek-merek

yang

dikenal

untuk

dipertimbangkan merek mana yang akan diputuskan dibeli. Merek
yang memiliki Top of Mind yang tinggi mempunyai nilai yang
tinggi. Jika suatu merek tidak tersimpan dalam ingatan, merek
tersebut tidak dipertimbangkan di benak konsumen.

c. Cara Mencapai Brand Awareness
Pengenalan maupun pengingatan merek akan melibatkan upaya
mendapatkan identitas nama dan menghubungkannya ke kategori
produk. Brand awareness dapat dicapai dan diperbaiki, terdapat
beberapa cara yang dapat ditempuh antara lain sebagai berikut
(Durianto dkk, 2004:57):
21

1) Pesan yang disampaikan harus mudah diingat dan tampil beda
dibandingkan dengan lainnya serta harus ada hubungan antara
merek dengan kategori produknya.
2) Memakai slogan atau jingle lagu yang menarik, sehingga dapat
membantu konsumen untuk mengingat merek.
3) Jika produk memiliki simbol, hendaknya simbol yang dipakai
dapat dihubungkan dengan mereknya.
4) Perluasan nama merek dapat dipakai agar merek semakin banyak
diingat pelanggan.
5) Brand awareness dapat diperkuat dengan memakai suatu isyarat
yang sesuai dengan kategori produk, merek, atau keduanya.
6) Melakukan pengulangan untuk meningkatkan pengingatan karena
membentuk

ingatan

lebih

sulit

dibandingkan

membentuk

pengenalan.

2. Asosiasi Merek (Brand Association)
Asosiasi Merek adalah merupakan segala kesan yang muncul
dibenak seseorang yang terkait dengan ingatannya mengenai suatu merek
(Durianto dkk, 2004:69). Sedangkan menurut Aaker dalam Rangkuti
(2004:43), asosiasi merek adalah segala hal yang berkaitan dengan ingatan
mengenai merek. Asosiasi itu tidak hanya eksis, namun juga memiliki
suatu tingkat kekuatan. Keterkaitan pada suatu merek akan lebih kuat
apabila dilandasi pada banyak pengalaman atau penampakan untuk
22

mengkomunikasikannya. Berbagai asosiasi yang diingat konsumen dapat
dirangkai sehingga membentuk citra tentang merek atau brand image di
dalam benak konsumen. Brand image adalah sekumpulan asosiasi merek
yang

terbentuk

di

benak

konsumen.

Konsumen

yang

terbiasa

menggunakan merek tertentu cenderung memiliki konsistensi terhadap
brand image atau hal ini disebut juga dengan kepribadian merek (brand
personality).
Pada umumnya asosiasi merek (terutama yang membentuk brand
image-nya) menjadi pijakan konsumen dalam keputusan pembelian dan
loyalitas pada merek tersebut. Dalam prakteknya, didapati banyak sekali
kemungkinan asosiasi dan variasi dari brand association yang dapat
memberikan nilai bagi suatu merek, dipandang dari sisi perusahaan
maupun dari sisi pengguna. Berbagai fungsi asosiasi merek tersebut adalah
(Darmadi dkk, 2004:69) :
a. Membantu proses penyusunan informasi (Help process/retrieve
information)
b. Membedakan (Differentiate)
Suatu produk dapat memberikan landasan yang penting bagi upaya
pembedaan suatu merek lain.
c. Alasan pembelian (Reason to buy)
Brand association membangkitkan berbagai atribut produk atau
manfaat bagi konsumen yang dapat memberikan alasan spesifik bagi
konsumen untuk membeli dan menggunakan merek tersebut.
23

d. Menciptakan

sikap

atau

perasaan

positif

(Create

positive

attitude/feelings)
Beberapa asosiasi mampu menciptakan suatu perasaan positif atas dasar
pengalaman mereka serta pengubahan pengalaman tersebut menjadi
sesuatu yang berbeda.
e. Landasan untuk perluasan (Basis for exetensions)
Menjadi landasan bagi suatu perluasan dengan menciptakan rasa
kesesuaian (sense of fit) antara merek dan sebuah produk baru.
Asosiasi merek dapat menciptakan suatu nilai bagi perusahaan dan
para pelanggan, karena ia dapat membantu proses penyusunan informasi
untuk membedakan merek yang satu dari merek yang lain. Terdapat lima
keuntungan asosiasi merek dikemukan oleh Rangkuti yaitu (2009:44) :

Membantu proses/penyusunan informasi

Diferensiasi/posisi

Brand Association

Alasan untuk membeli

Menciptakan sikap/perasaan positif

Basis perluasan

Gambar 2.4 Diagram Nilai Brand Association
(Sumber:Rangkuti, 2009:43)

24

Keterangan
a. Dapat membantu proses penyusunan informasi, yaitu dapat membantu
memberikan sekumpulan fakta dan spesifikasi yang dapat dengan
mudah dikenal oleh konsumen.
b. Perbedaan. Asosiasi dapat memberikan landasan yang penting bagi
usaha pembedaan satu m

Dokumen yang terkait

Pengaruh Perceived Quality, Brand Association, dan Brand Loyalty Terhadap Keputusan Pembelian Pasta Gigi Merek Pepsodent Pada Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara.

1 38 124

Pengaruh Ekuitas Merek (Brand Equity) Tas Sophie Martin Terhadap Kesediaan Membayar Harga Premium (Studi Kasus Pada BC Rosida Medan).

3 49 104

Analisis Sensitivitas Respon Konsumen Terhadap Ekstensifikasi Merek (Brand Extention) Pada Vaseline Hand & Body Lotion (Studi Kasus Mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sumatera Utara)

2 78 103

Pengaruh Perceived Quality dan Brand Association Terhadap Brand Loyalty Mie Instan Merek Indomie (Studi Kasus Pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara

1 42 105

Pengaruh Penempatan Posisi (Positioning) Terhadap Citra Merek (Brand Image) Pada Clear Men Shampoo (Studi Kasus : Mahasiswa S-1 Reguler Fakultas Ekonomi USU Medan)

2 65 105

Analisis pengaruh Brand Awareness, Perceived Quality, Brand Association, Dan Brand Loyalty terhadap keputusan pembelian pada produk pasta gigi 'Pepsodent (studi kasus pada Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)

6 41 167

Analisis pengaruh ekuitas merek terhadap keputusan pembalian serta dampaknya terhadap tanggungjawab sosial produk sabun mandi lifebuoy

0 3 167

THE INFLUENCE OF BRAND AWARENESS, PERCEIVED BRAND QUALITY, BRAND ASSOCIATION AND BRAND LOYALTY TOWARD CUSTOMER PURCHASE DECISION TO CHOOSE GARUDA INDONESIA AIRLINES (CASE STUDY: CUSTOMER GARUDA INDONESIA IN JABODETABEK)

0 7 124

Ekuitas Merek Bank Syariah di Kalangan Mahasiswa Program Studi Muamalat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

2 11 151

Purchase Decision Brand Loyalty Brand Awareness Brand Association Perceived Quality

0 0 19

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3873 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1029 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1319 23