Pengaruh strategi active learning terhadap motivasi belajar matematika siswa (penelitian eksperimen pada kelas V di SDI Perwanida Nurul Fajar)

PENGARUH STRATEGI ACTIVE LEARNING TERHADAP
MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA
(Penelitian Eksperimen pada Kelas V di SDI PERWANIDA Nurul Fajar)

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Strata Satu (S1)
Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:
Anggi Restiana Palupi
(NIM 109018300107)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014/1435H

ABSTRAK
Anggi Restiana Palupi (109018300107), “Pengaruh Strategi Active Learning
Terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru
Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran
active learning terhadap motivasi belajar matematika pada siswa dengan
memfokuskan pada teknik kuis tim. Rancangan pada penelitian ini adalah posttest only control group design. Subyek pada penelitian ini adalah siswa kelas V
SDI PERWANIDA Nurul Fajar Bogor. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini menggunakan cluster random sampling. Instrumen yang diberikan
berupa angket motivasi sebanyak 20 butir pernyataan.
Hasil penelitian mengungkapan bahwa siswa yang pembelajarannya
menggunakan strategi pembelajaran active learning memiliki skor motivasi
belajar lebih tinggi dibandingkan dengan skor siswa yang pembelajarannya
menggunakan strategi pembelajaran ekspositori, karena dalam pembelajaran
active learning terjadi proses pembelajaran yang aktif dan menyenangkan dengan
siswa secara langsung berperan dalam kegiatan belajar matematika dikelas. Kedua
kelompok data tidak berdistribusi normal, sehingga pengujian hipotesisnya
menggunakan non parametik yaitu uji U Mann-Whitney. Berdasarkan hasil
pengujian hipotesis diperoleh Zhitung = 2,96 lebih besar dari Ztabel (5%) = 1,96,
maka dapat disimpulkan strategi pembelajaran active learning berpengaruh
terhadap motivasi belajar matematika.

kata kunci: Active Learning teknik kuis tim, Motivasi Belajar

i

ABSTRACT
Anggi Restiana Palupi (109018300107), “The Effect of Active Learning
Strategy to The Motivation of Mathematic Study”. Skripsi, Department of
Madrasah Teacher Education, Faculty of Tarbiyah and Teacher’s Training, State
Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta, 2014.
The purpose of the research is to know the effect of active learning strategy
to the motivation of mathematic study the student to focus on the quiz team
technic. The design of this research is post-test only control group design. The
subject of this research is the student of fifth grade SDI PERWANIDA Nurul
Fajar Bogor. The interpretation sample of this research is cluster random
sampling. Instrument which is given is motivation of questionnaire amounting to
twenty items statements.
The result of this research expressed that the class which it’s teaching used
the active learning strategy has the average score of motivation study mathematic
is taller than the other, it’s about 50,7 compare it to average score of motivation
class who use the expository learning strategy, it’s about 47,12, because of active
learning study is become the active and funny study process by role of student
directly on the mathematic study in the class. Both sets of data not normally
distributed, so testing the hypothesis using non-parametric Mann-Whitney U tes.
Based on the result obtained by testing the hypothesis Zhitung = 2,96 is greater
than Ztabel (5%) = 1,96, so it’s conclude the active learning strategy is influential to
the motivation of mathematic study.
Keyword: active learning quiz team, mathematic study

ii

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah puja-puji syukur penulis panjatkan kehadirat ALLAH
SWT, karena berkat rahmat dan nikmat-NYA yang begitu banyak sehingga
penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Strategi Active
Learning terhadap Motivasi Belajar Matematika Siswa” dengan lancar.
Salawat serta salam selalu tercurahkan kepada junjungan Nabi Besar Muhammad
SAW dan para sahabat-sahabatnya serta umatnya, semoga kita senantiasa
mendapat syafaatnya diyaumil akhir nanti, aamiin.
Skripsi ini disusun untuk memenuhi salahsatu persyaratan mencapai gelar
sarjana pendidikan pada program studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi
ini disusun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis di SDI
PERWANIDA Nurul Fajar Bogor. Dalam penyusunan skripsi ini, penulis
menyadari banyak hambatan yang terjadi, namun berkat do’a dan dukungan dari
berbagai pihak maka skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu,
secara khusus penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada:
1. Orangtua tercinta (Bapak H. Syakirun dan Bune Hj. Ning Puji Yati) serta
adik-adikku tersayang (Laili Fadhilah, Yahya Muqoddam, dan Mutiara
Mujahidah) yang selalu memberikan kasih sayang serta semangat sebagai
pendorong motivasi penulis dikala suka dan duka dalam menyelesaikan
skripsi ini.
2. Ibu Dra. Nurlena, MA.P.h.D, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Bapak Dr. Fauzan, MA, Ketua Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
(PGMI).
4. Bapak Syaripullah, M.Si, sebagai dosen pembimbing akademik yang selalu
sabar menghadapi permasalahan yang terjadi pada mahasiswa dan selalu
memberikan nasihat-nasihatnya untuk menjadi lebih baik.

iii

5. Bapak Firdausi, S.Si, M.Pd, sebagai dosen pembimbing I yang tak pernah
menyerah memberikan bantuan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.
6. Ibu Nafia Wafiqni, M.Pd, sebagai pembimbing II yang selalu sabar dan
memberikan saran dan motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi
ini.
7. Ibu Dra. Afidah Mas’ud dan Ibu Moria Fatma, M.Pd, sebagai penguji sidang
yang memberikan saran kepada penulis untuk memperbaiki skripsi.
8. Bapak Tanenji Sagma, MA, sebagai dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan yang telah begitu banyak memberikan inspirasi kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
9. Bapak dan Ibu dosen FITK yang telah mengajar dan mendidik penulis hingga
penulis mengetahui berbagai wawasan ilmu pengetahuan serta dosen PGMI
yang selalu memberikan waktunya dalam membimbing dan mengajar
mahasiswa khususnya untuk Ibu Iffah, Pak Dindin Ridwanudin, M.Pd, Pak
Takidin, M.Pd, Pak Asep, M.Pd, Ibu Dra Eri Rosatria, Ibu Dra. Manerah, Ibu
Gelar Dwi Rahayu, M.Pd.
10. Grup sehati 2AF (Anggi Handini, Siti Fadillah) yang selalu ada dalam berbagi
bantuan sukarela dan kasih sayang, penyemangat penulis, selalu ada cerita
indah bersama kalian.
11. Sahabat seperjuangan Fajriah Rifa’I dan Husnul Rizqi yang selalu hadir
dengan penuh keceriaan dalam berdiskusi, Ade Nurrohmah, Sita DJ, Siti
Hifziyah, Deasy Ajeng WP, Emi S, Naila Rizkiyah, Riana Ulfah, Sintara,
Marrisa yang memberikan kasih sayang dan semangat kepada penulis.
12. Rahmawati, Pupu, Lia, Gofar, Naf, Willy, Sadiyah, Masy yang selalu berbagi
cerita dan semangat dalam menyelesaikan skripsi ini.
13. PGMI C (Ceria) yang telah mengisi hari-hari penulis dengan canda-tawa
sehingga penulis termotivasi dalam menyelesaikan skripsi ini serta mahasiswa
PGMI angkatan 2009 yang selalu memberikan pengalaman-pengalaman
pelajaran yang begitu besar untuk penulis.

iv

14. Bapak Eman Sulaiman, S.Ag, sebagai Kepala Sekolah SDI PERWANIDA
Nurul Fajar yang telah memberikan izin dan tempatnya untuk penulis
melakukan penelitian skripsi ini.
15. Guru Matematika Ibu Rafika Husna Wibawati, S.Si yang selalu sabar dalam
membimbing penulis dan memberikan kepercayaan yang begitu besar
sehingga dapat penelitian dikelas.
16. Murid-murid kelas 5.2 dan 5.3 yang telah bersedia berpartisipasi selama
penulis melaksanakan penelitian.
17. Perpustakaan Umum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Perpustakaann FITK,
Perpustakaan Nasional RI, Perpustakaan UHAMKA yang telah membantu
penulis dalam mencari dan mengumpulkan referensi pada skripsi ini.
18. Semua pihak yang terkait yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu
namanya, penulis haturkan banyak terimakasih karena telah membantu hingga
penulisan skripsi ini dapat terselesaikan.
Semua makhluk ciptaan Allah SWT memiliki keunikan masing-masing
dan tidak ada yang sia-sia didunia ini jika kita ingin memetik hikmahnya, pepatah
mengatakan “tak ada gading yang tak retak” yang artinya setiap manusia memiliki
kelemahan dan kesalahan. Oleh karena itu, mohon maaf atas segala kekurangan
semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi para
pembaca pada umumnya. Aamiin ya robbal alaamiin
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jakarta, 15 September 2014
Penulis,

(Anggi Restiana Palupi)

v

DAFTAR ISI

ABSTRAK .........................................................................................................

i

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL .............................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .........................................................................................

x

DAFTAR LAMPIRAN ...................................................................................... xi
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...................................................................

1

B. Identifikasi Masalah .........................................................................

6

C. Pembatasan Masalah ........................................................................

6

D. Rumusan Masalah ............................................................................

6

E. Tujuan Penelitian ..............................................................................

7

F. Kegunaan Penelitian .........................................................................

7

BAB II KAJIAN TEORI, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS PENELITIAN
A. Deskripsi Teori
1. Motivasi Belajar Matematika .....................................................

8

a. Pengertian Motivasi Belajar .................................................

8

b. Fungsi Motivasi dalam Belajar ............................................ 15
c. Jenis-Jenis Motivasi Belajar ................................................. 15
d. Pengertian Matematika ......................................................... 20
2. Strategi Active Learning Teknik Quiz Team .............................. 23
a. Pengertian Strategi Pembelajaran ......................................... 23
b. Pengertian dan Karakteristik Strategi Active Learning ........ 24
c. Pengertian Quiz Team ........................................................... 26

vi

d. Kelebihan dan Kekurangan Strategi Active Learning Teknik
Quiz Team ............................................................................ 27
e. Langkah-Langkah Strategi Active Learning Teknik Quiz
Team ....................…………………………………........…. 28
3. Strategi Pembelajaran Ekspositori ............................................. 29
a. Pengertian Strategi Pembelajaran Ekspositori ...................... 29
b. Keunggulan dan Kelemahan Strategi Pembelajaran
Ekspositori ............................................................................ 29
B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................... 31
C. Kerangka Berpikir ............................................................................ 32
D. Pengajuan Hipotesis ......................................................................... 34
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian .......................................................... 35
B. Metode dan Desain Penelitian .......................................................... 35
C. Populasi dan Sampel ........................................................................ 36
D. Teknik Pengumpulan Data ............................................................... 36
E. Instrumen Penelitian ......................................................................... 37
1. Kisi-Kisi Angket (Kuesioner) .................................................... 37
2. Hasil Uji Validitas dan Uji Realibilitas ....................................... 38
a. Uji Validitas ......................................................................... 38
b. Uji Reliabilitas ...................................................................... 39
F. Teknik Analisis Data ........................................................................ 40
1. Uji Prasyarat Analisis ................................................................. 40
a) Uji Normalitas Data ............................................................. 40
b) Uji Homogenitas Data ........................................................... 41
2. Pengujian Hipotesis .................................................................... 41
a. Menentukan Uji Statistik ...................................................... 41
b. Pengambilan Kesimpulan ..................................................... 43
G. Hipotesis Statistik .............................................................................. 43

vii

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data ................................................................................... 44
1. Data Motivasi Belajar Matematika Kelas Eksperimen ............... 44
2. Data Motivasi Belajar Kelas Kontrol .......................................... 46
3. Perbandingan Data Motivasi Belajar Matematika Kelas
Eksperimen dengan Kelas Kontrol ............................................. 48
4. Angket Respon Siswa Terhadap Strategi Active Learning ....... 49
B. Analisis Data .................................................................................... 53
1. Hasil Pengujian Prasyarat Analisis ............................................. 53
a. Uji Normalitas ...................................................................... 53
b. Uji Homogenitas .................................................................. 54
2. Hasil Pengujian Hipotesis Penelitian ......................................... 55
C. Pembahasan ...................................................................................... 56
D. Keterbatasan Penelitian .................................................................... 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ....................................................................................... 59
B. Saran ................................................................................................. 60
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 61
LAMPIRAN-LAMPIRAN

viii

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1

Rancangan Penelitian ..................................................................... 35

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Angket Motivasi Belajar Matematika ............ 38

Tabel 4.1

Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Matematika Kelas
Eksperimen .................................................................................... 45

Tabel 4.2

Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar Matematika Kelas
Kontrol ........................................................................................... 47

Tabel 4.3

Perbandingan Skor Motivasi Belajar Matematika antara Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol ...................................................... 49

Tabel 4.4

Siswa Senang Belajar Matematika Menggunakan Strategi Active
Learning teknik Quiz Team ........................................................... 50

Tabel 4.5

Siswa Senang Belajar Matematika Menggunakan Metode Diskusi
Kelompok....................................................................................... 50

Tabel 4.6

Siswa Mudah Memahami Materi Pelajaran Matematika
Menggunakan Strategi Active Learning teknik Quiz Team .......... 51

Tabel 4.7

Siswa Senang Belajar Matematika dengan Belajar berkompetisi . 51

Tabel 4.8

Siswa Senang Mendapatkan Hadiah setelah Mengerjakan LKS
Matematika .................................................................................... 52

Tabel 4.9

Hasil Uji Normalitas Data dengan Uji Liliefors ............................ 54

Tabel 4.10

Hasil Uji Homogenitas Data dengan Uji Fisher ............................ 54

Tabel 4.11

Hasil Uji Hipotesis Statistik dengan UJI U-Mann Whitney .......... 56

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 4.1

Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar
Matematika Kelas Eksperimen ....................................................... 46

Gambar 4.2

Histogram dan Poligon Distribusi Frekuensi Motivasi Belajar
Matematika Kelas Kontrol ......................................................... 48

x

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eskperimen.............. 64

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ................... 68

Lampiran 3

Lemabar Kerja Siswa ................................................................. 71

Lampiran 4

Kisi-kisi Instrumen ..................................................................... 77

Lampiran 5

Instrumen Angket Setelah Uji Validitas ...................................... 78

Lampiran 6

Uji Validitas ................................................................................ 80

Lampiran 7

Uji Reliabilitas ............................................................................. 83

Lampiran 8

Nilai Posttest Kelas Eksperimen ................................................ 85

Lampiran 9

Nilai Posttest Kelas Kontrol ....................................................... 86

Lampiran 10 Perhitungan Distribusi Frekuensi Kelas Eksperimen .................. 87
Lampiran 11 Perhitungan Distribusi Frekuensi Kelas Kontrol ......................... 90
Lampiran 12 Hasil Uji Normalitas .................................................................... 93
Lampiran 13 Hasil Uji Homogenitas ............................................................... 95
Lampiran 14 Hasil Uji Hipotesis ..................................................................... 96
Lampiran 15 Foto-Foto Kegiatan Penelitian ..................................................... 98
Lampiran 16 Angket Respon Siswa ................................................................. 100
Lampiran 17 Lembar Wawancara Guru............................................................ 101
Lampiran 18 Lembar Wawancara Siswa ......................................................... 102
Lampiran 19 Tabel Nilai Kritis Liliefors .......................................................... 103
Lampiran 20 Tabel Nilai Kritis Pearson Product-Moment .............................. 104
Lampiran 21 Tabel Distribusi Normal Standar ................................................. 105
Lampiran 22 Surat Keterangan Izin Penelitian ................................................ 106
Lampiran 23 Surat Keterangan Melakukan Penelitian dari Sekolah ................ 107
Lampiran 24 Uji Referensi ............................................................................... 108
Lampiran 25 Daftar Riwayat Hidup ................................................................. 113

xi

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan salah satu cara yang dilakukan manusia untuk
meningkatkan kualitas dirinya. Pendidikan pada masa kini, telah diterima
sebagai kekayaan yang sangat berharga. Pembentukan orang-orang
terdidik merupakan modal yang paling penting bagi suatu bangsa. Oleh
karena itu, hampir semua negara menjadikan pendidikan sebagai pokok
perhatian. Pendidikan menurut UU No 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1
adalah:
Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan
negara.2
Pendidikan menurut undang-undang tersebut adalah rumusan dalam
mewujudkan manusia Indonesia yang berkualitas. Namun, dewasa ini
pendidikan Indonesia masih belum memenuhi harapan. Hal ini disebabkan
oleh banyaknya faktor permasalahan yang terjadi dalam lembaga
pendidikan. Salahsatu permasalahan pendidikan yang terjadi di Indonesia
adalah rendahnya mutu pendidikan, sebagaimana yang dikatakan oleh
Weinata S.3 Selain itu, tingkat buta huruf masih cukup tinggi demikian
pula kualitas pendidikan belum memuaskan dibandingkan dengan negaranegara tetangga apalagi dengan negara-negara maju.4 Kondisi seperti ini
merupakan gambaran rendahnya kualitas pendidikan Indonesia.

2

Undang-Undang R.I. Nomor 20 Tahun 2003 tentang SISDIKNAS & Peraturan Pemerintah
R.I. Nomor 47 Tahun 2008 tentang Wajib Belajar, (Bandung: Citra Umbara, 2008), h. 2-3
3
Kunandar, Guru Profesional Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)
dan Sukses dalam Sertifikasi Guru, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2007), h. 15
4
H.A.R. Tilaar, Standarisasi Pendidikan Nasional Suatu Tinjauan Kritis, (Jakarta: PT.
Rineka Cipta, 2006), cetakan pertama, h. 106

1

2

Prestasi pendidikan di Indonesia juga belum memuaskan dapat
dilihat pada data yang dikeluarkan badan PBB yang membawahi
pendidikan, ilmu pengetahuan dan kebudayaan (UNESCO) dalam program
Education For All (EFA) Global Monitoring Report 2013: Teaching and
Learning: Achieving Quality For All (data required to calculate the
standard EDI for 2011), tentang Indeks Pembangunan Pendidikan atau
Education Development Index (EDI) menunjukkan, Indonesia berada di
posisi ke-57 dari 115 negara yang berpartisipasi. Peringkat Indonesia lebih
rendah dibandingkan Sri Lanka (56). EDI itu diperoleh dari rangkuman
perolehan empat kategori penilaian, yaitu: angka partisipasi pendidikan
dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi
menurut kesetaraan gender dalam melek literasi; dan kualitas pendidikan
yang di antaranya diukur dari tingkat kelulusan, kemampuan baca tulis
hitung (calistung), dan rasio murid-guru, angka bertahan siswa hingga
kelas V Sekolah Dasar (SD).5
Berdasarkan data PISA (Programme Internationale for Student
Assesment) pada tahun 2012 pada bidang matematika, membaca, dan sains
prestasi siswa Indonesia berada pada peringkat rendah yaitu peringkat ke64 dari 65 negara yang berpartisipasi, program ini memfokuskan untuk
menilai

pengetahuan

matematika

siswa

dalam

menyelesaikan

permasalahan dalam kehidupan sehari-hari.6 Prestasi belajar merupakan
ukuran keberhasilan yang diperoleh siswa selama proses belajarnya.
Keberhasilan itu ditentukan oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Banyak faktor yang mempengaruhi belajar siswa pada bidang matematika
diantaranya: faktor yang ada pada dirinya seperti motivasi, minat,

5

UNESCO: Education For All Global Monitoring Report (EFAGMR) 2013
(http://www.unesco.org//neweneducationthemesleadingtheinternationalagendaefareport statisticsefa-development-index.htm), diunduh tanggal 04/04/2014 pukul: 14.44
6
PISA (Programme Internationale for Student Assesment) 2012 Result: Creative Problem
Solving, (httpwww.oecd.orgpisakeyfindingspisa2012-results-overview.pdf), diunduh tanggal
07042014 pukul 16.00

3

perhatian, dan faktor yang berasal dari luar seperti cara orangtua mendidik,
guru, kurikulum, fasilitas sekolah dan lingkungan masyarakat.
Namun hal yang paling sering terjadi adalah siswa kurang
termotivasi untuk belajar matematika disebabkan oleh pandangan siswa
terhadap

pelajaran

matematika

yang

sulit.7

Padahal,

Pendidikan

matematika merupakan pendidikan yang sangat penting karena berguna
untuk kehidupan sehari-hari seperti tercantum pada salah satu tujuannya
yaitu agar peserta didik memiliki sikap menghargai kegunaan matematika
dalam kehidupan, yatiu memiliki rasa ingin tahu, perhatian dan minat
dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam
pemecahan masalah. Jika siswa tidak berminat dengan pelajaran
matematika dan tidak termotivasi, maka mungkin saja tujuan dari
pendidikan matematika tersebut tidak akan tercapai. Motivasi merupakan
salah-satu faktor penting dalam kegiatan pendidikan. Motivasi belajar
terdiri dari dua macam sebagaimana yang dikatakan oleh Malone, yaitu:
motivasi intrinsik merupakan motivasi yang timbul tidak memerlukan
rangsangan dari luar karena memang telah ada dalam diri individu sendiri,
seperti keinginan siswa yang ingin berprestasi dikelas, maka ia rajin
belajar tanpa perintah dari orang lain, kedua, motivasi ekstrinsik
merupakan motivasi yang timbul karena adanya rangsangan dari luar
individu, seperti siswa akan belajar apabila diberi hadiah.
Dalam wawancara dengan guru matematika kelas V mengatakan
bahwa masih banyak siswa yang memiliki motivasi belajar yang kurang
dalam pendidikan matematika. Motivasi belajar matematika yang kurang
seperti kurangnya kebanggaan akan dirinya dalam mengerjakan tugas,
kurangnya kecintaan terhadap pelajaran matematika mudah bosan dikelas,
kurangnya perhatian siswa dalam belajar seperti mengobrol dikelas,
kurangnya kematangan serta kesiapan konsentrasi yang rendah dalam

7

Wawancara siswa SDI PERWANIDA NURUL FAJAR, Januari 2014.

4

memusatkan diri pada pelajaran seperti mengantuk dan tertidur.

8

Siswa

yang tidak memiliki motivasi belajar dengan demikian tidak akan
mendapatkan kualitas belajar dan prestasi yang baik.
Selain siswa sendiri harus menjaga motivasinya, guru juga hendaklah
membantu siswa untuk meningkatkan motivasi belajarnya. Guru
merupakan salah satu faktor penting dalam dunia pendidikan. Guru
bertugas sebagai fasilitator dan motivator seperti kata-kata yang diucapkan
oleh Ki Hajar Dewantara yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada (di depan,
seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh tindakan yang baik),
Ing Madya Mangun Karsa (di tengah atau diantara murid, guru harus
menciptakan prakarsa dan ide), dan Tut Wuri Handayani” yang artinya
dari belakang sebagai guru harus bisa memberikan dorongan motivasi
kepada peserta didik. Guru tidak hanya sekedar memberikan informasi
secara ceramah namun juga harus memahami karakteristik siswa,
mendorong siswa menjadi lebih baik.
Namun, pada kenyataannya banyak guru yang kurang persiapan
dalam pembelajaran. Persiapan yang sering diabaikan oleh guru adalah
kesiapan perangkat pengajaran. Menurut hasil survei yang terdapat dalam
buku “jadi pendidik kreatif dan inspiratif karya Dian Eprijum Ginanto
membuktikan bahwa mayoritas guru membuat RPP, Silabus, Prota,
Prosem, dan lain-lain adalah hasil dari copy-paste dari karya orang lain
melalui internet.9 Masalah yang paling sering terjadi akibat kurangnya
persiapan pembelajaran adalah guru menguasai materi dengan baik tetapi
tidak dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik seperti
kurangnya guru dalam menampilkan pelajaran matematika dengan
berbagai variasi.10 Pembelajaran yang kurang persiapan dan kurang
memperhatikan perbedaan individual peserta didik dan didasarkan pada

8

Wawancara guru matematika kelas V di SDI PERWANIDA Nurul Fajar, hari Sabtu:
tanggal 11 Januari 2014.
9
Dian Eprijum Ginanto, Jadi Pendidik Kreatif dan Inspiratif, (Yogyakarta: Jogja Bangkit
Publiher, 2011), h. 46.
10
Wawancara guru, loc. cit.

5

keinginan guru menjadikan strategi pembelajaran menjadi tidak kreatif dan
akan sulit untuk dapat mengantarkan peserta didik ke arah pencapaian
tujuan pembelajaran. Kondisi seperti inilah yang pada umumnya terjadi
pada pembelajaran konvensional, dimana guru hanya menyampaikan
materi

secara

verbal.

Kegiatan

guru

yang

menekankan

proses

penyampaian materi secara verbal oleh guru kepada peserta didik disebut
juga strategi pembelajaran ekspositori atau dengan kata lain pembelajaran
langsung menurut Roy Killen.11
Dalam melaksanakan proses belajar-mengajar yang mendorong
motivasi siswa perlu langkah-langkah yang sistematis salah satunya
mengoptimalkan strategi pembelajaran. Strategi pembelajaran merupakan
cara atau kegiatan guru yang dapat memberikan pengalaman yang
berkesan untuk peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran.
Sehingga jika guru sudah menguasai strategi pembelajaran, maka guru
akan mudah mengendalikan pembelajaran dikelas. Strategi pembelajaran
yang dapat digunakan sebagai alternatif untuk membangkitkan motivasi
belajar siswa adalah strategi pembelajaran aktif (active learning) teknik
quiz team, karena melalui strategi tersebut siswa dapat memperdayakan
semua indera dan potensinya dengan cara yang sangat menyenangkan.
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, maka penulis
tertarik untuk melakukan penelitian tentang pengaruh penggunaan strategi
pembelajaran aktif (active learning) teknik quiz team dalam kegiatan
pembelajaran matematika. Hal tersebut mendasari dilakukannya penelitian
dengan judul “Pengaruh Strategi Active Learning Terhadap Motivasi
Belajar Matematika Siswa”.

11

Suyadi, Strategi Pembelajaran Pendidikan Karakter, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2013), h. 145

6

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka
penelitian ini difokuskan pada beberapa masalah, yaitu:
1. Rendahnya prestasi siswa pada bidang matematika.
2. Motivasi yang kurang dari dalam diri siswa menyebabkan siswa tidak
memusatkan diri pada kegiatan pelajaran.
3. Kurangnya

kesiapan

guru

dalam

mengajar

sehingga

strategi

pembelajaran menjadi tidak kreatif.

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan pada latar belakang dan
indentifikasi masalah diatas, maka ruang lingkup masalah penelitian ini
dibatasi pada:
1. Motivasi belajar siswa pada penelitian ini mencakup motivasi intrinsik
dan motivasi ekstrinsik.
2. Strategi yang digunakan untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa
adalah strategi pembelajaran aktif (active learning) teknik quiz team
yaitu setiap siswa memliki tanggungjawab dalam kelompoknya
dengan melakukan kuis tanya-jawab dan memberikan nilai pada
kelompok lainnya.

D. Rumusan Masalah
Bertolak dari identifikasi masalah dan pembatasan masalah diatas,
maka secara operasional permasalahan yang akan diteliti dapat dirumuskan
sebagai berikut:
1.

Apakah ada pengaruh yang signifikan antara strategi pembelajaran
active learning teknik kuis tim dengan motivasi belajar siswa pada
pembelajaran matematika?

2.

Bagaimanakah respon siswa terhadap strategi active learning teknik
quiz team dalam kegiatan pembelajaran matematika dikelas?

7

E. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menguji masalah-masalah yang telah
dirumuskan. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk:
1.

Mengetahui apakah terdapat pengaruh yang signifikan pada motivasi
belajar matematika dengan menggunakan strategi pembelajaran active
learning teknik kuis tim.

2.

Mengetahui bagaimana respon siswa terhadap strategi pembelajaran
active learning teknik quiz team dalam kegiatan pembelajaran
matematika dikelas.

F. Kegunaan Penelitian
1.

Untuk Sekolah, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan
sekolah dalam meningkatkan profesionalisme untuk menunjang proses
pembelajaran yang baik dikelas, memberikan informasi mengenai
manfaat penerapan strategi pembelajaran aktif (active learning).

2.

Untuk Siswa, hasil penelitian ini diharapkan dapat menumbuhkan
motivasi yang tinggi pada siswa dalam belajar, menjadikan siswa
kreatif dengan berinovasi memecahkan masalah, berinteraksi dan
berkomunikasi dengan mudah.

3.

Untuk Guru, hasil penelitian ini diharapkan dengan menggunakan
strategi pembelajaran aktif (active learning) dapat menciptakan
suasana pembelajaran dengan cara yang menyenangkan

dan

bervariasi.
4.

Untuk Peneliti, penelitian ini dapat memberikan sumbangan
pemikiran dalam dunia pendidikan untuk kedepannya sebagai acuan
pada penelitian berikutnya, menambah wawasan dan pengalaman
dalam kegiatan pendidikan.

8

BAB II
KAJIAN TEORI, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
PENELITIAN
A. Deskripsi Teori
1. Motivasi Belajar Matematika
a. Pengertian Motivasi Belajar
Motivasi berasal dari kata “motif” yang dapat diartikan sebagai
kekuatan yang terdapat dalam diri individu, yang menyebabkan individu
tersebut bertindak atau berbuat. Motif tidak dapat diamati secara langsung.
Tetapi, dapat diinterpretasikan dalam tingkah lakunya, berupa rangsangan,
dorongan, atau pembangkit tenaga munculnya suatu tingkah laku
tertentu.12 Menurut Woodworth dan Marques, “motif adalah suatu tujuan
jiwa yang mendorong individu untuk aktivitas-aktivitas tertentu dan untuk
tujuan-tujuan tertentu terhadap situasi disekitarnya”.13
Dalam bahasa inggris motivasi adalah motivation, akar kata
motivation dapat dirunut dari dua kata berbeda yaitu “motive” (alasan) dan
“action” (tindakan, kerja nyata).14 Orang yang memiliki alasan-alasan atau
tujuan akan berjuang dan berusaha keras melakukan tindakan kerja nyata
sesuai dengan alasannya agar alasannya tujuan yang diinginkan tercapai.
“Motivasi dapat diartikan sebagai dorongan yang memungkinkan
siswa untuk bertindak atau melakukan sesuatu”.15 “Motivasi adalah tenaga
pendorong atau penarikan yang menyebabkan adanya perilaku seseorang
kearah suatu tujuan tertentu”.16
12

Hamzan B Uno, Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang Pendidikan,
(Jakarta: Bumi Aksara, 2008), h.3.
13
Mustaqim dan Abdul Wahid, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: PT.Rineka Cipta, 2003), h.
72.
14
Darmadi Darmawangsa dan Imam Munadhi, Fight Like A Tiger Win Like A Champion,
(Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2009), h. 177.
15
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta:
Kencana Prenada Media Group, 2006) edisi pertama cetakan ke-8, h.135.
16
E. Mulyasa, Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Kemandirian Guru dan
Kepala Sekolah, (Jakarta: Bumi Aksara 2009), h. 195.

8

9

“Motivasi adalah suatu usaha yang disadari untuk menggerakkan,
mengarahkan, dan menjaga tingkah laku seseorang agar ia terdorong untuk
bertindak melakukan sesuatu sehingga mencapai hasil atau tujuan
tertentu”.17 Motivasi merupakan dorongan atau penggerak yang membuat
seseorang melakukan suatu tindakan dengan kesadaran untuk mencapai
suatu tujuan.
Lebih lanjut lagi dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia
“motivasi diartikan sebagai kecenderungan yang timbul pada diri
seseorang secara sadar atau tidak sadar melakukan tindakan dengan tujuan
tertentu”.18sedangkan menurut Mc Donald, “motivasi adalah perubahan
energi dalam diri seseorang (pribadi) yang ditandai dengan munculnya
feeling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan”.19 Teori
ini menyatakan bahwa motivasi berawal dari perubahan energi yang
terjadi pada diri manusia secara sadar maupun tidak sadar kemudian
motivasi tersebut direspon karena adanya suatu tujuan yang ingin dicapai.
“Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan
dan mengarahkan perilaku manusia termasuk perilaku belajar, dalam
motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan,
menyalurkan, dan mengarahkan sikap perilaku dan perilaku individu
belajar”.20 Sejalan dengan itu, Cart Roger, juga berpendapat bahwa setiap
individu memiliki motivasi utama berupa kecenderungan aktualisasi diri.
Pandangan positif yang datang dari orang lain akan memperkuat
kecenderungan aktualisasi diri.21
Berpijak pada definisi-definisi yang dikemukakan para ahli
berkenaan dengan motivasi, maka dapat dikatakan motivasi pada
17

M. Ngalim Purwanto, Psikologi pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2010),

h. 73.
18

Aditya Bagus Pratama, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Surabaya: Pustaka Media).
Pupuh Faturrohman dan Sobry Sutikno, Strategi Belajar Mengajar: Strategi Mewujudkan
Pembelajaran Bermakna Melalui Penanaman Konsep Umum & Konsep Islami, (Bandung: PT
Refika Aditama, 2007), h. 19.
20
Iif Khoiru Ahmadi, dkk, Pembelajaran Akselerasi, (Jakarta: PT Prestasi Pustakarya,
2011), h. 136.
21
Dimyati dan Mudjiono, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2009), h. 93.
19

10

umumnya adalah daya penggerak atau dorongan manusia secara sadar atau
tidak sadar dengan ditandai adanya perubahan energi positif untuk
bertindak melakukan sesuatu secara nyata dalam memenuhi kebutuhan
mencapai hasil atau suatu tujuan tertentu.
Selanjutnya belajar dapat dirumuskan sebagai berikut: “Suatu
aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan
lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan dalam pengetahuan
pemahaman, keterampilan, dan nilai-sikap. Perubahah itu bersifat relatif
konstan dan berbekas”.22 Menurut pengertian secara psikologis, “belajar
merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai
hasil dan interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya”.23 Uno menjelaskan lebih jauh bahwa “belajar adalah suatu
proses usaha yang dilakukan individu untuk memperoleh suatu perubahan
tingkah laku secara keseluruhan sebagai hasil pengalaman individu itu
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.24 Perubahan yang dialami
oleh seseorang diakibatkan seseorang tersebut mengalami belajar.
Belajar merupakan usaha untuk memperbaiki diri dalam menggali
keterampilan. Sebagaimana dikatakan M. Sobri Sutikno bahwa “belajar
adalah suatu proses usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan yang baru sebagai hasil pengalamannya
sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.25 Kemudian Thursan
Hakim menambahkan bahwa “belajar adalah suatu proses perubahan
didalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam
bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan
kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan,
daya fikir, dan lain-lain kemampuannya”.26 Seseorang dikatakan belajar,
apabila seseorang tersebut dapat melihat pengalamannya secara positif dan
22

W.S. Winkel S.J, Psikologi Pengajaran, (Yogyakarta: MEDIA ABADI, 2004), h. 59.
Slameto, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya,(Jakarta: Rineka Cipta,
2010), Edisi Revisi, Cet. 5, h. 2.
24
Uno, op. cit., h. 22.
25
Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, op. cit., h. 5.
26
Ibid., h. 6.
23

11

melakukan usaha merubah tingkah laku secara maksimal dengan
meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan sikap.
Dari definisi yang dikemukakan di atas dapat diambil kesimpulan
bahwa belajar merupakan kegiatan atau aktivitas yang dilakukan secara
sadar dan berlanjut pada seseorang hingga akan mengalami perubahan
tingkah laku secara keseluruhan, artinya perubahan yang senantiasa
bertambah baik, baik itu keterampilannya, kemampuannya ataupun
sikapnya sebagai hasil belajar dengan menekankan proses pada
pelaksanaannya.
Dalam kegiatan belajar, “motivasi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak didalam diri siswa yang menimbulkan,
menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar sehingga
diharapkan tujuan yang ada dapat tercapai”.27Selanjutnya yang dikatakan
“motivasi belajar adalah daya penggerak psikis dari dalam diri seseorang
untuk dapat melakukan kegiatan belajar dan menambah keterampilan, dan
pengalaman”.28 Dengan demikian motivasi belajar adalah dorongan yang
timbul dalam diri siswa untuk berkeinginan memenuhi kebutuhan akan
ilmu pengetahuan, menambah keterampilan dan sikap dengan cara
berusaha keras memperbaiki diri menjadi lebih baik agar tujuan yang
diinginkan dapat tercapai dengan baik.
Dalam kegiatan belajar, motivasi memiliki prinsip, Prinsip-prinsip
motivasi belajar adalah memberi penguatan, arahan pada perilaku yang
erat kaitannya dengan prinsip-prinsip dalam belajar. Berikut ini
merupakan prinsip-prinsip dalam motivasi belajar29:
1) Jika pembelajaran yang dipelajarinya bermakna karena sesuai dengan
bakat, minat, dan pengetahuan dirinya, maka motivasi belajar siswa
akan meningkat.

27

Pupuh Fathurrohman dan M. Sobry Sutikno, loc. cit, h. 19.
Yamin, op.cit., h. 80.
29
Lukmanul Hakim, Perencanaan Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima, 2005),

28

h.35.

12

2) Pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang telah dikuasai siswa dapat
dijadikan landasan untuk menguasai pengetahuan, sikap, dan
keterampilan selanjutnya.
3) Motivasi belajar siswa akan meningkatkan jika guru mampu menjadi
model bagi siswa untuk dilihat dan ditirunya.
4) Materi atau kegiatan pembelajaran yang disajikan guru hendaknya
selalu baru dan berbeda dari yang pernah dipelajari sebelumnya,
sehingga mendorong siswa untuk mengikutinya.
5) Pelajaran yang dikerjakan siswa tepat dan sesuai bakat, minat, dan
kemampuan yang dimilikinya.
6) Memberikan waktu yang cukup kepada siswa untuk melakukan tugas.
7) Suasana proses pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman bagi
siswa.
8) Guru memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk belajar
sesuai dengan strategi, metode, dan teknik belajarnya sendiri.
9) Dapat mengembangkan kemampuan belajar siswa seperti berfikir
logis, sistematis, induktif, dan deduktif.
10) Siswa lebih menguasai hasil belajar jika melibatkan banyak indera.
11) Antara guru dan siswa terjadi komunikasi yang akrab dan
menyenangkan, sehingga siswa mampu dan berani mengungkapkan
pendapatnya sesuai dengan tingkat berfikirnya.30
Menurut Iif Khoiru Ahmadi, dkk, 2011: 136, menyatakan bahwa
ada komponen belajar utama dalam motivasi yaitu:
1) Kebutuhan
Kebutuhan terjadi bila individu merasa ada ketidak keseimbangan
antara yang ia miliki dan ia harapkan. Kebutuhan organisme
merupakan penyebab munculnya suatu dorongan.
Contohnya siswa merasa bahwa hasil belajarnya rendah, padahal ia
memiliki buku yang lengkap, apabila seseorang memiliki kebutuhan

30

Ibid., h. 36.

13

prestasi belajar yang tinggi maka dia akan bekerja dan berusaha keras
untuk memenuhi kebutuhan yang diinginkannya.
2) Dorongan
Dorongan akan mengaktifkan tingkah laku mengembalikan
keseimbangan fisiologis dan organisme. “Dorongan merupakan
kekuatan mental yang berorientasi pada pemenuhan harapan atau
pencapaian tujuan. Dorongan yang berorientasi pada tujuan tersebut
adalah inti motivasi”.31 Menurut Hull menyatakan bahwa “dorongan
atau motivasi berkembang untuk memenuhi kebutuhan organisme”.32
Contohnya siswa yang memilki keinginan untuk berprestasi maka
memiliki dorongan untuk menetapkan target seperti rajin membaca
buku dan mendengarkan informasi.
3) Tujuan
Tujuan merupakan pemberi arah pada perilaku. Contohnya seorang
siswa yang berpendapat bahwa ia memilki tujuan harus menjadi juara
kelas maka ia mempersiapkan belajar dengan serius.
Pada hakikatnya motivasi belajar merupakan dorongan yang
berasal dari dalam diri siswa maupun dari pengaruh luar dengan ditandai
adanya perubahan tingkah laku pada siswa yang belajar, sebagaimana
yang diungkapkan Hamzah B Uno bahwa hakikat motivasi belajar adalah
dorongan internal dan eksternal pada siswa yang sedang belajar untuk
mengadakan perubahan tingkah laku, pada umumnya dengan beberapa
indikator meliputi: (1) adanya hasrat dan keinginan berhasil; (2) adanya
dorongan dan kebutuhan dalam belajar; (3) adanya harapan dan cita-cita
masa depan; (4) adanya penghargaan dalam belajar; (5) adanya kegiatan
yang menarik dalam belajar; (6) adanya lingkungan belajar yang kodusif
sehingga memungkinkan siswa dapat belajar dengan baik. 33

31

Dimyati dan Mudjiono, op.cit., h. 81.
Ibid., h. 82.
33
Uno, op.cit., h. 31.
32

14

Lebih lanjut lagi Sardiman A.M juga mengatakan bahwa motivasi
yang ada pada diri setiap orang itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut:34
1) Tekun menghadapi tugas (dalam bekerja terus-menerus dalam waktu
yang lama, tidak pernah berhenti sebelum selesai).
2) Ulet menghadapi kesulitan (tidak lekas putus asa). Tidak memerlukan
dorongan dari luar untuk berprestasi sebaik mungkin (tidak cepat puas
dengan prestasi yang telah dicapainya).
3) Menunjukkan minat terhadap bermacam-macam masalah.
4) Lebih senang bekerja mandiri.
5) Cepat bosan pada tugas-tugas rutin (hal-hal yang bersifat mekanis,
berulang-ulang begitu saja, sehingga kurang kreatif).
6) Dapat mempertahankan pendapatnya (kalau sudah yakin akan sesuatu).
7) Tidak mudah melepaskan hal yang diyakini.
8) Senang mencari dan memecahkan masalah soal-soal.
Dalam kegiatan belajar-mengajar akan berhasil baik, kalau siswa
tekun mengerjakan tugas, ulet dalam memecahkan berbagai masalah dan
hambatan secara mandiri. “Siswa yang belajar dengan baik tidak akan
terjebak pada sesuatu yang rutinitis dan mekanis”.35 Dengan demikian
yang dikatakan sebagai motivasi belajar adalah perilaku yang didasarkan
oleh dorongan seseorang yang akan menentukan kebutuhan dalam
melakukan aktivitas belajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan yang
dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Motivasi belajar adalah
aspek yang sangat penting untuk membelajarkan siswa. Tanpa adanya
motivasi, tidak mungkin siswa memiliki kemauan untuk belajar. Oleh
karena itu, membangkitkan motivasi merupakan salah satu peran dan tugas
guru dalam setiap proses pembelajaran.

34

Sardiman A.M, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo
Persada, 2011), cetakan ke 19, h.83.
35
Ibid., h. 84.

15

b.

Fungsi Motivasi dalam Belajar
Motivasi memiliki peranan penting untuk menumbuhkan semangat

pada setiap individu dalam melakukan kegiatan mencapai tujuan yang
diinginkan. Seseorang yang memiliki motivasi tidak lepas dari tujuan dan
tindakan, jika seseorang ingin mencapai tujuannya maka harus disertai
dengan tindakan nyata dalam membantu tujuan yang diinginkannya.
Motivasi memiliki tiga fungsi sebagaimana yang dikatakan
Sardiman AM, yaitu:36
1.

Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau
motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan
motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.

2.

Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendak
dicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan
kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya.

3.

Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa
yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan
menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan
tersebut.
Dengan adanya motivasi belajar, maka seseorang akan terdorong

untuk berusaha keras melakukan suatu tindakan dengan menentukan
perbuatan yang paling tepat agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai
dengan hasil yang memuaskan.

c. Jenis-Jenis Motivasi Belajar
Ditinjau dari tipe motivasi, para ahli membagi motivasi menjadi
dua jenis,yaitu sebagai berikut:
1) Motivasi Intrinsik
Motivasi intrinsik adalah keinginan bertindak yang disebabkan
faktor pendorong dari dalam diri individu. “Dalam proses belajar
mengajar siswa yang termotivasi secara intrinsik dapat dilihat dari
36

Ibid., h. 85.

16

kegiatan yang tekun dalam mengerjakan tugas-tugas belajar karena
merasa butuh dan ingin mencapai tujuan belajar yang sebenarnya”.37
Motivasi intrinsik merupakan motif-motif yang menjadi aktif atau
berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena dalam diri
setiapindividu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
Motivasi intrinsik, merupakan kegiatan belajar dimulai dan
diteruskan, berdasarkan penghayatan sesuatu kebutuhan dan dorongan
yang secara mutlak berkaitan dengan aktivitas belajar. Misalnya
belajar karena ingin memecahkan suatu permasalahan, ingin
mengetahui mekanisme sesuatu berdasarkan hukum dan rumus-rumus,
ingin menjadi seorang profesor, atau ingin menjadi seseorang yang ahli
dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu.
Keinginan ini diwujudkan dalam upaya kesungguhan seseorang
untuk mendapatkannya dengan usaha kegiatan belajat, melengkapi
literatur, melengkapi informasi, pembagian waktu belajar, dan
keseriusannya dalam belajar. Kebutuhan belajar ini memang diminati
dan dibarengi dengan perasaan senang, dorongan tersebut mengalir
dari dalam diri seseorang akan kebutuhan belajar, ia percaya tanpa
belajar yang keras hasilnya tidak maksimal.38 Contohnya seseorang
yang senang membaca tidak usah disuruh atau mendorongnya, ia
sudah rajin membaca buku-buku untuk dibacanya, seorang siswa
melakukan belajar karena betul-betul ingin mendapat pengetahuan,
nilai atau keterampilan agar dapat berubah tingkah lakunya secara
konstruktif, tidak karena tujuan-tujuan lain.
Belajar dapat dipengaruhi oleh motivasi intrinsik, artinya dapat
dibentuk didalam diri individu, adanya kebutuhan ini dapat
berkembang menjadi suatu perhatian atau suatu dorongan. Hal-hal
yang dapat mempengaruhi motivasi dalam belajar diantaranya:39
37

Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: Bumi Aksara, 2009),

38

Yamin, op. cit., h. 86.
Mustaqim dan Abdul Wahid, op. cit., h. 75.

h. 33.
39

17

a) Kemasakan, untuk dapat mempengaruhi motivasi anak, harus
diperhatikan kemasakan anak.
b) Usaha yang bertujuan, goal dan ideal, motif mempunyai tujuan
atau goal. Makin terang goalnya makin kuat perbuatan itu
didorong. Tiap usaha untuk membuat goal itu lebih kuat adalah
suatu langkah menuju ke motivasi yang efektif.
c) Pengetahuan mengenai hasil dalam motivasi, apabila tujuan atau
goal sudah terang dan pelajar selalu diberi tahu tentang
kemajuannya maka dorongan untuk usaha makin besar.
d) Penghargaan dan hukuman, penghargaan adalah motif yang
positif.

Penghargaan

dapat

menimbulkan

inisiatif,

energi,

kompetisi, ekorasi pribadi dan abilita-abilita kreatif. Hukuman
adalah motivasi yang negatif. Hukuman didasarkan atas rasa takut.
Takut adalah motif yang kuat.
e) Partisipasi,

partisipasi

ini

dapat

menimbulkan

kreativitas,

origunalitas, inisiatif dan memberi kesempatan terwujudnya ideide.
f) Perhatian, insentif adalah rangsang terhadap perhatian sebelum
berbentuk tertentu dan menjadi motif.
2) Motivasi Ekstrinsik
Motivasi ekstrinsik yaitu motivasi yang keberadaannya karena
pengaruh rangsangan dari luar. “Motivasi ekstrinsik bukan merupakan
keinginan yang sebenarnya yang ada dalam diri siswa untuk belajar ,
tujuan individu melakukan kegiatan adalah mencapai tujuan yang
terletak diluar aktivitas belajar itu sendiri,

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

99 3025 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 767 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 664 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 434 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 589 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

50 985 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

50 905 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 549 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 803 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 971 23