Income Tax By installment schedule, at nominal amount

PERUSAHAAN PERSEROAN PERSERO PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ENTITAS ANAKAND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Lanjutan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Continued For the Years Ended December 31, 2016 and 2015 In millions of Rupiah, unless otherwise stated 134 2016 2015 Rp Rp Pengaruh pajak atas: Tax effect on: Asetliabilitas pajak tangguhan yang Reversal of deferred tax assets dibalik -- 19.055.369 liabilities Biaya pendapatan yang tidak dapat Non-deductible expenses diperhitungkan menurut fiskal non-taxable income Kesejahteraan karyawan 309.115 314.429 Employee welfare Bagian atas laba bersih Share in net income of entitas asosiasi dan associates and ventura bersama 191.555 197.205 joint venture Penghasilan bunga telah Interest income subjected to dikenakan pajak final 179.275 94.853 final tax Beban lain tidak dapat dikurangkan 1.495.438 1.071.415 Other non-deductible expenses Manfaat beban pajak penghasilan Consolidated income tax konsolidasian 5.427.843 21.939.942 benefit expense c. Surat Ketetapan Pajak c. Tax Assessment Letters Perusahaan The Company Pada bulan November 2016, Perusahaan telah menerima beberapa Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar “SKPKB” atas berbagai Pajak Penghasilan “PPh” tahun 2013 sebesar Rp3.319.660, Perusahaan telah melakukan pembayaran sebagian sebesar Rp690.012 pemindahbukuan dari PPh 2529 badan tahun 2016 yang dicatat sebagai pajak dibayar dimuka. Perusahaan masih mengajukan banding dan telah mengajukan keberatan ke DJP atas ketetapan tersebut Catatan 57. In November 2016, the Company received several tax assessment letters for underpayment “SKPKB” for various income tax “PPh” for 2013 fiscal year amounting to Rp3,319,660. The Company has partially paid Rp690,012 offsetted from PPh2529 fiscal year 2016 recorded as prepaid tax. The Company has filed an objection on the assessment letter and made an appeal to DJP Note 57. Pada bulan April 2016, Perusahaan menerima SKPKB atas PPh Badan tahun 2014 sebesar Rp140.937 dan menetapkan laba fiskal sebesar Rp902.140. Perusahaan telah melakukan pembayaran sebesar Rp140.937, dicatat sebagai pajak dibayar di muka. Perusahaan telah mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut pada bulan Juni 2016 dan sedang menunggu keputusan keberatan. In April 2016, the Company received a tax SKPKB for 2014 PPh fiscal year 2014 amounting to Rp140,937 and determined the taxable income of Rp902,140. The Company has paid Rp140,937, recorded as prepaid tax. The Company had submitted the objection letter for SKPKB in June 2016 and still awaiting for the objection decision letter. Pada bulan April 2016, Perusahaan juga menerima beberapa Surat Tagihan Pajak “STP” Pajak Pertambahan Nilai “PPN” masa 2014 sebesar Rp13.910. Seluruh STP tersebut telah dibayar oleh Perusahaan dibulan Agustus 2016, namun Perusahaan sedang dalam upaya mengajukan permohonan gugatan dan penghapusan sanksi ke Pengadilan Pajak. In April 2016, the Company also received a tax collection letters “STP” for Value Added Tax “VAT” fiscal year 2014 amounting to Rp13,910. The Company had paid all the STP in August 2016, however, the Company is in their effort to submit an appeal and request for the removal of sanctions to the Tax Court. Pada bulan Maret 2016, Perusahaan menerima STP atas PPh pasal 25 masa Januari 2016 sebesar Rp3.450 dan Perusahaan telah melakukan permohonan pembatalan atas STP tersebut. In March 2016, the Company also received STP for PPh article 25 for January 2016 amounting to Rp3,450. The Company had appeal for cancellation of the STP. PERUSAHAAN PERSEROAN PERSERO PT PERUSAHAAN LISTRIK NEGARA DAN ENTITAS ANAKAND SUBSIDIARIES CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN Lanjutan Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2016 dan 2015 Dalam jutaan Rupiah, kecuali dinyatakan lain NOTES TO THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS Continued For the Years Ended December 31, 2016 and 2015 In millions of Rupiah, unless otherwise stated 135 Pada bulan April 2015, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar “SKPLB” atas PPh Badan tahun 2013 sebesar Rp2.011.024 dan menetapkan rugi neto fiskal dari Rp18.459.546 menjadi sebesar Rp8.371.218. Terhadap lebih bayar tersebut Perusahaan kemudian menerima restitusi sebesar Rp2.010.792 setelah diperhitungkan dengan kompensasi utang unit Perusahaan, namun Perusahaan tetap mengajukan keberatan atas SKPLB tersebut pada bulan Juli 2015. DJP menolak keberatan yang diajukan Perusahaan pada bulan Juni 2016, Perusahaan tidak mengajukan banding atas penolakan tersebut. In April 2015, the Company received a tax assessment letter for the overpayment “SKPLB” of corporate income tax for the 2013 fiscal year amounting to Rp2,011,024 and amend the fiscal net loss from Rp18,459,546 to Rp8,371,218. For the overpayments the Company later received the restitution amounting to Rp2,010,792 after considering the business unit’s payable, however the Company still filed an objection letter related to the assessment in July 2015. The DJP has rejected the Companys appeal in June 2016, the Company did not file an appeal against the verdict. Pada bulan Juli dan November 2015, Perusahaan juga menerima beberapa SKPKB dan STP PPh pasal 42 dan PPh pasal 26 tahun 2012 dan PPN tahun 2012 dan 2013 sebesar Rp8.612.648. Perusahaan telah mengajukan keberatan atas SKPKB dan penghapusan sanksi serta pembatalan atas STP tersebut pada bulan Oktober 2015, Desember 2015 dan Januari 2016. Perusahaan telah melakukan pembayaran sebesar Rp192.065 dicatat sebagai pajak dibayar dimuka dan pembayaran sebesar Rp15.019 dicatat Perusahaan sebagai beban lain-lain. Pada bulan April 2016, DJP menolak permohonan penghapusan atas STP PPN tahun 2013 sebesar Rp22.864 dan Perusahaan telah mengajukan permohonan penghapusan sanksi kedua untuk STP terkait pada bulan Juni 2016. Pada bulan Juni 2016, DJP menolak permohonan penghapusan atas STP PPN tahun 2013 sebesar Rp5.305.664 dan Perusahaan telah mengajukan permohonan penghapusan sanksi kedua untuk STP terkait pada bulan Agustus 2016. In July and November 2015, the Company also received SKPKB and STP for income tax article 42 and article 26 for 2012 and VAT for the years 2012 and 2013 amounting to Rp8,612,648. The Company has filed an objection letter for SKPKB and administrative sanction abolition request on STP in October 2015, December 2015 and January 2016. The Company has paid the amount of Rp192,065 and recorded it as prepaid taxes and payment amounting to Rp15,019 has been recorded by the Company as other expense. In April 2016, DJP rejected administrative sanction abolition request on STP VAT 2013 fiscal year amounting to Rp22,864 and the Company submitted second abolition request in June 2016. In June 2016, DJP rejected administrative sanction abolition request on STP VAT fiscal year 2013 amounting to Rp5,305,664 million and the Company submitted second abolition request in August 2016. Pada bulan April 2014, Perusahaan menerima SKPKB atas PPh Badan tahun 2012 sebesar Rp1.330.243 dan menetapkan laba fiskal sebesar Rp4.540.925. Perusahaan mengajukan keberatan atas SKPKB tersebut pada bulan Juni 2014. Perusahaan telah melakukan pembayaran sebesar Rp182.496, dicatat sebagai pajak dibayar di muka. Keberatan tersebut ditolak DJP In April 2014, the Company received a SKPKB of corporate income tax for the 2012 fiscal year amounting to Rp1,330,243 and determined taxable income of Rp4,540,925. The Company has filed an objection letter on the assessment in June 2014 and the Company has paid Rp182,496, recorded as prepaid tax. The objection was rejected by DJP in May 2015. The Company filed an appeal