Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara

ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA
PADA BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS
SULAIMAN AHMAD
NIM. 097009028/LNG

SEKOLAH PASCASARJANA
PROGRAM STUDI LINGUISTIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA
PADA BROSUR PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS
PROVINSI SUMATERA UTARA

TESIS

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar
Magister Humaniora pada Program Studi Linguistik
Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara

SULAIMAN AHMAD
NIM. 097009028/LNG

SEKOLAH PASCASARJANA
PROGRAM STUDI LINGUISTIK
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Judul Tesis

: ANALISIS
BUDAYA

TERJEMAHAN
PADA

ISTILAH-ISTILAH

BROSUR

PARIWISATA

BERBAHASA INGGRIS PROVINSI SUMATERA
UTARA
Nama Mahasiswa

: Sulaiman Ahmad

NIM

: 097009028

Program Studi

: Linguistik

Menyetujui
Komisi Pembimbing

(Dr. Syahron Lubis, M.A.)
Ketua

Ketua Program Studi

(Drs. Umar Mono, M.Hum.)
Anggota

Direktur

(Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D.) (Prof. Dr.Ir. A. Rahim Matondang, MSIE)

Tanggal lulus: 18 Agustus 2011

Universitas Sumatera Utara

Telah Diujikan pada
Tangggal 18 Agustus 2011

PANITIA PENGUJI TESIS
Ketua

: Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D.

Anggota

: 1. Dr. Syahron Lubis, M.A.
2. Drs. Umar Mono, M.Hum.
3. Dr. Roswita Silalahi, M.Hum.
4. Dr. Muhizar Muchtar, M.S.

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Judul Tesis
ANALISIS TERJEMAHAN ISTILAH-ISTILAH BUDAYA PADA BROSUR
PARIWISATA BERBAHASA INGGRIS, PROVINSI SUMATERA UTARA

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tesis ini disusun sebagai syarat untuk
memperoleh gelar Magister dari Program Studi Linguistik Sekolah Pascasarjana
Unversitas Sumatera Utara adalah benat merupakan hasil karya saya sendiri.
Adapun pengutipan yang saya lakukan pada bagian-bagian tertentu dari hasil
karya orang lain dalam penulisan Tesis ini, telah saya cantumkan sumbernya secara
jelas sesuai dengan norma, kaidah dan etika penulisan ilmiah.
Apabila dikemudian hari ternyata ditemukan seluruh atau sebagian Tesis ini
bukan hasil karya saya sendiri atau adanya plagiat dalam bagian-bagian tertentu, saya
bersedia menerima sanksi pencabutan gelar akademik yang saya sandang dan sanksisanksi lainnya sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku.

Medan, 19 Agustus 2011

Sulaiman Ahmad

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP
I.

Data Pribadi
Nama Lengkap

: Sulaiman Ahmad

Jenis Kelamin

: Laki-laki

Tempat/Tgl. Lahir

: Kw. Simpang, 14 Maret 1963

Alamat

: Jl. Setia Budi Gg. H. Latiman No. 4 Tj. Sari Medan

Telp.

: (061) 8211758

HP

: 08126361358

Agama

: Islam

II. Riwayat Pendidikan
SD

: SD Islam Persatuan Amal Bakti (PAB), 1975

SMP

: SMP PAB Sampali Kec. Percut Sei Tuan, 1979

SMA

: SMA Negeri 10 Medan, 1982

S-1

: IKIP Negeri Medan, 1989
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas
Pendidikan, Bahasa Dan Sastra (FPBS)

S-2

: S2 Program Studi Linguistik, Sekolah Pascasarjana
USU

III. Riwayat Pekerjaan

1. Dosen Honorer pada IAIN Sumut, TBI (Tadris Bahasa Inggris), 1989 – 1991
2. Dosen (PNS) pada Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Medan, 1991 –
sekarang.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT, atas segala
rahmat dan karunia-Nya pada penulis, akhirnya penulis dapat menyelesaikan
penyusunan tesis yang berjudul: Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada
Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara.
Tesis ini ditulis dalam rangka memenuhi sebagian persyaratan untuk
memperoleh gelar Magister Linguistik pada Program Studi Linguistik Sekolah
Pascasarjana Universitas Sumatera Utara (USU).
Penulis menyadari bahwa tesis ini dapat diselesaikan berkat dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu, penulis berterima kasih kepada semua
pihak yang secara langsung dan tidak langsung memberikan kontribusi dalam
penyelesaian tesis ini, yaitu:
1. Prof. Dr. dr. Syahril Pasaribu, DTM&H, MSc(CTM). Sp.A(K), selaku Rektor
Universitas Sumatera Utara.
2. Prof. Dr. Ir. Rahim Matondang , MSIE, selaku Direktur Pascasarjana
Universitas Sumatera Utara.
3. Prof. T. Silvana Sinar, M.A., Ph.D., dan Dr. Nurlela, M.Hum., selaku Ketua
dan Sekretaris Program Studi Linguistik, Sekolah Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

4. Dr. Syahron Lubis, M.A., dan Drs. Umar Mono, M.Hum., selaku Dosen
Pembimbing I dan II yang dengan setulus hati telah banyak memberikan
bimbingan dan pengarahan sehingga tesis ini dapat diselesaikan.
5. Dr. Roswita Silalahi, M.Hum dan Dr. Muhizar Muchtar, M.S., selaku penguji
yang telah memberikan koreksi dan masukan dalam penyempurnaan tesis ini.
6. Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Linguistik Pascasarjana Universitas
Sumatera Utara.
7. Semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian tesis ini, yang tidak
dapat penulis cantumkan satu persatu.
Secara khusus penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada ayahanda
(almarhum) H. Ahmad Shali dan ibunda Sufiah atas segala bantuan moral dan
material. Semoga jasa-jasa baik mereka mendapat ganjaran dari Allah SWT. Khusus
bagi almarhum ayahanda ditinggikan derajatnya, dan bagi ibunda tetap diberikan
kesehatan.
Penulis

juga

mengucapkan

terima

kasih

kepada

isteri

tercinta

Dra. Hj. Jamilah dan empat anak tersayang Fadhilah Ilmi, Amd., Ashrafida Rahmah,
Eva Zuhridha, dan Hanna Faradiba yang dengan setia dan sabar mendorong, dan
membantu penulis untuk menyelesaikan tesis ini.
Akhirnya, penulis menyadari bahwa tesis ini belum dapat dikatakan
sempurna, oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran dari

Universitas Sumatera Utara

pembaca demi kesempurnaan tesis ini. Semoga tesis ini bermanfaat bagi kita semua.
Amin.

Medan, Agustus 2011
Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………… i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………..

iv

DAFTAR TABEL ……………………………………………………………….

x

DAFTAR DIAGRAM …………………………………………………………..

xii

DAFTAR SINGKATAN ………………………………………………………..

xiii

ABSTRAK………………………………………………………………………

xiv

ABSTRACT………………………………………………………………………

xv

BAB I

: PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Penelitian.................................................... 1
1.2 Batasan dan Perumusan Masalah……………...…………. 3

BAB II

1.3 Tujuan Penelitian………………..………………………..

4

1.4 Manfaat Penelitian………………………………………..

4

1.5 Klarifikasi Makna Istilah....................................................

5

: KAJIAN PUSTAKA
2.1 Definisi Penerjemahan …………………………………… 7
2.2 Jenis Penerjemahan ……………………………………… 9
2.3 Proses Penerjemahan …………………………………….. 10
2.4 Kompetensi Penerjemah ……………..…………………..

12

2.5 Teknik Penerjemahan ..…….…………………………….. 13
2.5.1 Adaptasi (Adaptation)…………………………….. 13
2.5.2 Amplifikasi (Amplification)………………………. 13
2.5.3 Peminjaman(Borrowing)…………………..……… 14
2.5.4 Calque…………………………………………….. 14
2.5.5 Deskripsi (Description)……………...……………. 14
2.5.6 Kesepadanan Lazim………………………………. 14

Universitas Sumatera Utara

2.5.7 Generalisasi……………………………………….. 15
2.5.8 Penerjemahan Harfiah…………………………….
2.5.9

15

Partikularisasi…………………………………….. 15

2.5.10 Reduksi (Reduction)……………………………… 15
2.5.11 Penambahan……………………………………… 15
2.5.12 Penghilangan (Deletion)...……………………….. 16
2.5.13 Couplet…………………………………………… 16

2.6

Pergeseran dalam Penerjemahan (Shifts) ………………… 16
2.6.1 Pergeseran Tingkatan (Level Shift)........................... 17
2.6.2 Pergeseran Kategori (Category Shift)....................... 17
2.6.2.1 Pergeseran Unit (Unit Shift)...................... 17
2.6.2.2 Pergeseran Struktur (Structure-Shift)......... 17
2.6.2.3 Pergeseran Kelas (Class Shift)................... 18
2.6.2.4 Pergeseran Antar- Sistem
(Intra-System Shift)................................... 18

BAB III

2.7

Kaitan Budaya dengan Penerjemahan ………..………….

18

2.8

Batasan Istilah Budaya…………………..………………

19

2.9

Penelitian terdahulu …………………………..………….

21

: METODOLOGI PENELITIAN
3.1

Metode Penelitian………………………………………… 25

3.2

Data dan Sumber Data………………………………..….. 26

3.3

Metode Pengumpulan Data…………………..…………..

26

3.4 Analisis Data………………………………….………….. 27

BAB IV

: HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1

Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Ekologi/Alam
4.1.1 Batu Gantung……………………………………..

28

Universitas Sumatera Utara

4.2

Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Makanan
4.2.1 Rendang…………………………………………..

29

4.2.2 Sate……………………………………………….

29

4.2.3 Roti Jala………………………………………….

30

4.2.4 Naniura…………………………………………..

30

4.2.5 Natinombur………………………………………

31

4.2.6 Lomok-lomok…………………………………….

31

4.2.7 Nani Arsik………………………………………..

31

4.2.8 Perkedel………………………………………….

31

4.2.9 Dendeng………………………………………….

32

4.2.10 Gado-gado……………………………………….

32

4.2.11 Tempe…………………………………………….

32

4.2.12 Tahu………………………………………………

33

4.2.13 Kerupuk…………………………………………..

33

4.3 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Benda Budaya
( Artefak)

4.4

4.3.1 Meriam Puntung………………………………….

34

4.3.2 Sigale-gale………………………………………..

35

Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Pakaian
4.4.1 Ulos……………………………………………….

36

4.4.2 Batik……………………………………………….

41

4.4.3 Sarung Songket…………………………………… 41
4.4.4 Kebaya…………………………………………….

4.5

42

Istilah Budaya yang Berkaitan dengan
Bangunan(Rumah/tempat Tinggal)
4.5.1

Istana Maimun…………………………………… 43

Universitas Sumatera Utara

4.5.2 Masjid Raya………………………………………. 43
4.5.3 Siwaluh Jabu……………………………………… 44
4.5.4 Seuluh Dua Jabu.…………………………………. 44
4.5.5 Rumah Bolon……………………………………… 44
4.5.6 Bagas Godang ……………………………………

46

4.6 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Transportasi
4.6.1 Solu Bolon………………………………………… 47

4.7 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa
4.7.1 Horas ……………………………………………… 47
4.7.2 Yahowu ……………………………………………. 48
4.7.3 Njuah-juah ………………………………………… 48
4.7.4 Mejuahjuah………………………………………… 48

4.8

Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Kegiatan (Aktifitas)
4.8.1 Lompat Batu ………………………………...……… 48
4.8.2 Lomba Solu Bolon ………………………………….. 50
4.8.3 Marjalekkat ………………………………………… 50
4.8.4 Margala ……………………………………………. 51
4.8.5 Marsitekka………………………………………….. 51
4.8.6 Pesta Bunga dan Buah ……………………… ……

51

4.8.7 Rondang Bintang …………………………………. . 52
4.8.8 Guro-Guro Aron …………………………………… 52
4.8.9 Erpangir Ku Lau …………………………………… 53
4.8.10 Perumah Begu ……………………………………… 53
4.8.11 Erdemu Bayu ………………………………………. 54
4.8.12 Mangalahat Horbo ………………………………… 54
4.8.13 Pesta Menaneu Tahi………………………………... 54

Universitas Sumatera Utara

4.9. Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Kemasyarakatan
4.9.1 Sultan ……………………………………………… 55
4.9.2 Hula-Hula ………………………………………… 55
4.9.3 Pariban …………………………………………… 55
4.9.4 Dalihan Natolu……………………………………. 55
4.9.5 Kalimbubu…………………………………………

58

4.9.6 Anak Beru………………………………………….

58

4.9.7 Sembuyak………………………………………… .

59

4.9.8 Tukur………………………………………………

59

4.10 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Agama/Kepercayaan
4.10.1 Mulajadi Nabolon ……………………………..…. 59
4.10.2 Idul Fitri……………………………..……………. 60
4.10.3 Sya’ban…………………………………………… 61

4.11 Istilah Budaya yang Berkaitan dengan Seni
4.11.1 Bohi-bohi………………………………………….

61

4.11.2 Boras Pati………………..……………………….

61

4.11.3 Porkis Manangkih Bakar…………………..……..

61

4.11.4 Tari Naposo………………………………………. 61
4.11.5 Tari Sigale-gale…………………………………… 63
4.11.6 Tari Serampang 12……….………………………… 64
4.11.7 Tari Tor-tor………………………………….…….. 64
4.11.8 Gordang Sembilan………………………………… 66
4.11.9 Pencak Silat…………………………...…………… 66

Universitas Sumatera Utara

4.11.10 Pagar Tringgalum…………………………………. 67
4.11.11 Tari Perang………………………………………… 67
4.11.12 Gondang…………………………………………… 67
4.12 Teknik Penerjemahan Istilah-Istilah Budaya
4.12.1

Teknik Penerjemahan Deskripsi………..…………... 80

4.12.2

Teknik Penerjemahan Peminjaman …..……............ 80

4.12.3

Teknik Penerjemahan Calque……………………… 80

4.12.4 Teknik Penerjemahan Generalisasi ………….…….. 81
4.12.5

Teknik Penerjemahan Literal………………………. 81

4.12.6 Teknik Penerjemahan Couplet…………………….. 81

4.13. Pergeseran (Shift)

BAB V

4.13.1

Pergeseran Unit (Unit Shift)…………………..…… 95

4.13.2

Pergeseran Struktur (Structural Shift).…………...… 95

4.13.3

Pergeseran Antar System (Intra-System Shift)…….. 96

: SIMPULAN DAN SARAN
5.1

Simpulan ………………………………………………….. 97

5.2

Saran ……………………………………………………… 98

DAFTAR PUSTAKA

Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN
DAFTAR TABEL
No.

Judul

Halaman

1

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang
Berkaitan dengan Ekologi

68

2

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang
Berkaitan dengan Makanan

68

3

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

69

Berkaitan dengan Benda Budaya

4

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

70

Berkaitan dengan Pakaian

5

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

70

Berkaitan dengan Bangunan

6

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

71

Berkaitan dengan Transportasi

7

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

72

Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa

8

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

72

Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kegiatan

Universitas Sumatera Utara

9

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

76

Berkaitan dengan Sosial Budaya/ Kemasyarakatan

10

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

77

Berkaitan dengan Agama

11

Teknik Penerjemahan Istilah Budaya yang

77

Berkaitan dengan Seni

12

Jumlah Data Istilah Budaya dan Persentasenya

78

13

Teknik Penerjemahan yang Digunakan

79

dan Persentasenya.

14

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Ekologi

82

15

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
yang Berkaitan dengan Makanan

82

16

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Benda Budaya

84

17

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Pakaian

84

18

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Bangunan

85

19

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Transportasi

86

Universitas Sumatera Utara

20

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Komunikasi/Bahasa

87

21

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kegiatan

87

22

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Sosial Budaya/Kemasyarakatan

92

23

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan dengan Agama

93

24

Pergeseran pada Terjemahan Istilah Budaya
Berkaitan denga Seni.

93

25

Pergeseran (Shift)

95

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR DIAGRAM

No.

Judul

Halaman

1

Proses Penerjemahan ( Nida dalam Anwar S Dill, 1975:80)

10

2

Proses Penerjemahan (Bell, 1991:21)

11

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR SINGKATAN

TSu

: Teks Sumber

TSa

: Teks Sasaran

BSu

: Bahasa Sumber

BSa

: Bahasa Sasaran

DM

: Diterangkan Menerangkan

MD

: Menerangkan Diterangkan

BSu.In

: Bahasa Sumber Bahasa Indonesia

BSu.Ar

: Bahasa Sumber Bahasa Arab

BSu.Ns

: Bahasa Sumber Bahasa Nias

BSu.Bt

: Bahasa Sumber Bahasa Batak

BSu.Ml

: Bahasa Sumber Bahasa Melayu

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji penerjemahan istilah-istilah budaya dengan masalah
penelitian yaitu, 1) Istilah-istilah budaya apa yang terdapat pada brosur pariwisata
berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara, 2) Teknik penerjemahan apa yang
digunakan dalam menerjemahkan istilah- istilah budaya dari bahasa sumber (bahasa
Indonesia, Arab, Batak, Nias ,dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris, pada brosur
pariwisata berbahasa Indonesia , dan Inggris Provinsi Sumatera Utara, dan 3)
Pergeseran apa yang terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya tersebut pada
brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia,
dan Inggris, Provinsi Sumatera Utara, mengidentifikasi teknik penerjemahan yang
digunakan dalam terjemahan istilah-istilah budaya dari bahasa sumber ke dalam
bahasa sasaran yaitu bahasa Inggris, dan mengidentifikasi pergeseran (shift) yang
terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya dimaksud.Metode penelitian yang
digunakan adalah metode deskriptif- kualitatif. Data yang digunakan adalah
terjemahan istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa
Indonesia, dan Inggris Provisnsi Sumatera Utara, yang diterbitkan oleh Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumetra Utara tahun 2008. Dari hasil
penelitian ini ditemukan sebanyak 67data istilah budaya pada brosur pariwisata
berbahasa Indonesia, dan Inggris. Istilah-istilah budaya tersebut berkaitan dengan
ekologi sebanyak 1 data (1,49 %), makanan sebanyak 13 data (19,40 %), benda
budaya/artefak sebanyak 2 data (2,98 %), pakaian sebanyak 4 data (5,97 %),
bangunan sebanyak 6 data (8,96 %), transportasi sebanyak 1data (1,49 %), bahasa
sebanyak 4 data (5,97 %), sosial budaya sebanyak 13 data (19,40 %), kemasyarakan
sebanyak 8 istilah budaya (11,94 %), agama sebanyak 3 data (4,48 %), dan seni
sebanyak 12 data (17,91 %).Teknik terjemahan yang digunakan dalam penerjemahan
istilah-istilah budaya tersebut adalah adalah Teknik Penerjemahan Deskripsi
sebanyak 25 (37,31 %), Peminjaman sebanyak 21 (31,34 %), Calque sebanyak 12
(17,91 %), Generalisasi 6 (8,96 %), Literal sebanyak 2 (2,99 %), dan couplet
sebanyak 1 (1,49 %).Terdapat 44 pergeseran (shift) pada terjemahan istilah-istilah
budaya dari bahasa sumber ke dalam bahasa Inggris. Pergeseran (shift) tersebut
terdiri atas pergeseran unit (unit shift) sebanyak 28 (63,63 %), pergeseran struktur
(structural shift) sebanyak 13 (29,55 %), dan pergeseran dalam (intra-system shift)
sebanyak 3 (6,82 %).
Kata kunci : istilah-istilah budaya, teknik penerjemahan, pergeseran (shift)

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study discussed about the cultural terms translation with the research problems
namely, 1) what cultural terms are found in the English tourism brochure of North
Sumatera Province, 2) what translation techniques are used in translating the
cultural terms, and 3) what shifts arose as a result of the translation of the cultural
terms. Based on the problems, this study aimed to identify the cultural terms found in
Indonesian, and English tourism brochures of North Sumatera Province, to identify
the translation techniques used in English translated cultural terms from the source
languages (Indonesian, Arabic, Batak , Nias, and Melayu languages) into the target
language i.e. English, and to identify the shift that occurred in translating the
cultural terms. The research method used was descriptive-qualitative method. The
data used is the cultural terms in the source languages and English translated
cultural terms found in the Indonesian, and English tourism brochure of North
Sumatera Province, which was published by the Department of Culture and Torism
of the North Sumatera Province in 2008. This study found as many as 67 data in
English. The cultural terms related to the ecology are as many as 1 data (1.49%), 13
data related to food (19..40%), 2 data related to cultural objects/ artifacts (2.98%),
4 data related to clothes (5.97%), 6 data (8.96%) related to building, 1 data related
to transport (1.49%), 4 data related to language (5.97%), 13 data related to social
culture (19.40%), 8 data related to society (11.94%), 3 data related to religion/belief
(4.48%), and 12 data related to art (17.91%). The translation techniques used in
translating the cultural terms into English are Description as many as 25 (37.31%),
Borrowing
as many as 21 (31.34%), Calque as many as 12 (17.91%),
Generalization as many as 6 (8.96%), Literal as many as 2 (2.99%), and Couplet as
many as 1 (1.49%). There are 44 shifts of cultural terms translated from the source
languages into English. The shifts comprised unit shift were 28 (63.63%), structural
shift were 13 (29.55%), and intra-system shifts were 3 (6.82%).
Keywords: cultural terms, translation techniques, shifts

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

Penelitian ini mengkaji penerjemahan istilah-istilah budaya dengan masalah
penelitian yaitu, 1) Istilah-istilah budaya apa yang terdapat pada brosur pariwisata
berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara, 2) Teknik penerjemahan apa yang
digunakan dalam menerjemahkan istilah- istilah budaya dari bahasa sumber (bahasa
Indonesia, Arab, Batak, Nias ,dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris, pada brosur
pariwisata berbahasa Indonesia , dan Inggris Provinsi Sumatera Utara, dan 3)
Pergeseran apa yang terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya tersebut pada
brosur pariwisata berbahasa Indonesia, dan Inggris Provinsi Sumatera Utara.
Berdasarkan hal tersebut di atas, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi
istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa Indonesia,
dan Inggris, Provinsi Sumatera Utara, mengidentifikasi teknik penerjemahan yang
digunakan dalam terjemahan istilah-istilah budaya dari bahasa sumber ke dalam
bahasa sasaran yaitu bahasa Inggris, dan mengidentifikasi pergeseran (shift) yang
terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya dimaksud.Metode penelitian yang
digunakan adalah metode deskriptif- kualitatif. Data yang digunakan adalah
terjemahan istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa
Indonesia, dan Inggris Provisnsi Sumatera Utara, yang diterbitkan oleh Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumetra Utara tahun 2008. Dari hasil
penelitian ini ditemukan sebanyak 67data istilah budaya pada brosur pariwisata
berbahasa Indonesia, dan Inggris. Istilah-istilah budaya tersebut berkaitan dengan
ekologi sebanyak 1 data (1,49 %), makanan sebanyak 13 data (19,40 %), benda
budaya/artefak sebanyak 2 data (2,98 %), pakaian sebanyak 4 data (5,97 %),
bangunan sebanyak 6 data (8,96 %), transportasi sebanyak 1data (1,49 %), bahasa
sebanyak 4 data (5,97 %), sosial budaya sebanyak 13 data (19,40 %), kemasyarakan
sebanyak 8 istilah budaya (11,94 %), agama sebanyak 3 data (4,48 %), dan seni
sebanyak 12 data (17,91 %).Teknik terjemahan yang digunakan dalam penerjemahan
istilah-istilah budaya tersebut adalah adalah Teknik Penerjemahan Deskripsi
sebanyak 25 (37,31 %), Peminjaman sebanyak 21 (31,34 %), Calque sebanyak 12
(17,91 %), Generalisasi 6 (8,96 %), Literal sebanyak 2 (2,99 %), dan couplet
sebanyak 1 (1,49 %).Terdapat 44 pergeseran (shift) pada terjemahan istilah-istilah
budaya dari bahasa sumber ke dalam bahasa Inggris. Pergeseran (shift) tersebut
terdiri atas pergeseran unit (unit shift) sebanyak 28 (63,63 %), pergeseran struktur
(structural shift) sebanyak 13 (29,55 %), dan pergeseran dalam (intra-system shift)
sebanyak 3 (6,82 %).
Kata kunci : istilah-istilah budaya, teknik penerjemahan, pergeseran (shift)

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

This study discussed about the cultural terms translation with the research problems
namely, 1) what cultural terms are found in the English tourism brochure of North
Sumatera Province, 2) what translation techniques are used in translating the
cultural terms, and 3) what shifts arose as a result of the translation of the cultural
terms. Based on the problems, this study aimed to identify the cultural terms found in
Indonesian, and English tourism brochures of North Sumatera Province, to identify
the translation techniques used in English translated cultural terms from the source
languages (Indonesian, Arabic, Batak , Nias, and Melayu languages) into the target
language i.e. English, and to identify the shift that occurred in translating the
cultural terms. The research method used was descriptive-qualitative method. The
data used is the cultural terms in the source languages and English translated
cultural terms found in the Indonesian, and English tourism brochure of North
Sumatera Province, which was published by the Department of Culture and Torism
of the North Sumatera Province in 2008. This study found as many as 67 data in
English. The cultural terms related to the ecology are as many as 1 data (1.49%), 13
data related to food (19..40%), 2 data related to cultural objects/ artifacts (2.98%),
4 data related to clothes (5.97%), 6 data (8.96%) related to building, 1 data related
to transport (1.49%), 4 data related to language (5.97%), 13 data related to social
culture (19.40%), 8 data related to society (11.94%), 3 data related to religion/belief
(4.48%), and 12 data related to art (17.91%). The translation techniques used in
translating the cultural terms into English are Description as many as 25 (37.31%),
Borrowing
as many as 21 (31.34%), Calque as many as 12 (17.91%),
Generalization as many as 6 (8.96%), Literal as many as 2 (2.99%), and Couplet as
many as 1 (1.49%). There are 44 shifts of cultural terms translated from the source
languages into English. The shifts comprised unit shift were 28 (63.63%), structural
shift were 13 (29.55%), and intra-system shifts were 3 (6.82%).
Keywords: cultural terms, translation techniques, shifts

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Penelitian
Sumatera Utara sebagai salah satu provinsi di Indonesia memiliki potensi

pariwisata

yang besar untuk dikembangkan. Potensi ini mencakup keindahan

alamnya antara lain danaunya yang menawan, hutan-hutan tropis, laut dan pantainya
yang berpasir putih, flora dan fauna, kekayaan budaya seperti karya seni, tarian-tarian
traditional, dan sebagainya.
Sumatera Utara dengan kekayaan alam dan budayanya memiliki banyak
tempat objek wisata yang sangat menakjubkan antara lain kota Parapat dan Danau
Toba, Berastagi, Pantai Cermin, Tangkahan, tarian tor-tor, Serampang Dua belas, air
terjun Sipiso-piso, dan sebagainya. Masing-masing objek wisata

mempunyai daya

tarik tersendiri, misalnya bahasa yang digunakan, ungkapan atau istilah-istilah yang
berkaitan dengan budaya setempat, dan sebagainya.
Untuk memberikan informasi pariwisata dan meningkatkan minat masyarakat
dan turis lokal maupun manca negara untuk berkunjung ke Sumatera Utara, Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara telah melakukan berbagai upaya
antara lain dengan menerbitkan brosur pariwisata berbahasa Indonesia dan berbahasa
Inggris. Untuk itu peneliti ingin mengetahui istilah-istilah budaya apa saja yang
tertera pada brosur pariwisata tersebut.

Universitas Sumatera Utara

Pada brosur pariwisata berbahasa Inggris di Provinsi Sumatera Utara, terdapat
terjemahan

istilah-istilah yang berkaitan dengan

budaya setempat antara lain

ungkapan dalam bahasa Batak Rumah bolon yang terdapat di Pematang Purba
ditulis di brosur wisata berbahasa Inggris great house, the residence of the King and
his family. Bolon dalam bahasa Indonesia berarti besar. Lompat batu di Nias Selatan
diterjemahkan menjadi stone jumping, Mesjid Raya di Medan diterjemahkan grand
mosque, ulos menjadi traditional Batak textile.
Dari contoh-contoh terjemahan istilah-istilah budaya tersebut dapat terlihat
bahwa istilah budaya diterjemahkan dengan menggunakan teknik penerjemahan yang
berbeda, misalnya teknik penerjemahan couplet, misalnya pada terjemahan great
house,

the residence of the King and his family. Teknik penerjemahan qalque

misalnya pada terjemahan lompat batu, menjadi stone jumping. Teknik penerjemahan
generalisasi misalnya pada kata ulos yang diterjemahkan menjadi traditional Batak
textile. Untuk itu peneliti ingin mengetahui lebih lanjut tentang teknik apa lagi yang
diterapkan dalam terjemahan brosur pariwisata tersebut.
Selain hal tersebut di atas pada terjemahan istilah-istilah budaya tersebut tentu
terjadi perubahan linguistik atau pergeseran (shift), misalnya kata ulos merupakan
kata benda diterjemahkan traditional Batak textile yang merupakan frasa. Peneliti
juga ingin mengetahui lebih lanjut tentang pergeseran atau shift yang terjadi akibat
penerjemahan dari istilah budaya berbahasa Indonesia atau daerah ke dalam bahasa
Inggris.

Universitas Sumatera Utara

Berkaitan dengan

istilah-istilah budaya tersebut, peneliti tertarik untuk

mengkaji lebih lanjut mengenai istilah-istilah budaya apa saja yang terdapat pada
brosur pariwisata tersebut, bagaimana istilah-istilah tersebut diterjemahkan ke dalam
bahasa Inggris yaitu dengan kata lain teknik penerjemahan apa yang digunakan, dan
pergeseran-pergeseran apa yang terjadi.
1.2

Batasan dan Perumusan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada terjemahan istilah berkonteks budaya , dan secara

spesifik istilah-istilah berkonteks budaya yang terdapat pada brosur pariwisata
berbahasa Inggris. Dalam hal ini secara spesifik dipilih brosur pariwisata yang
diterbitkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara tahun
2008, sebagai objek penelitian. Brosur tersebut terdiri atas brosur yang berbahasa
Indonesia dan Inggris.
Berdasarkan batasan tersebut, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai
berikut :
1.2.1 Istilah-istilah budaya apa yang terdapat pada brosur pariwisata berbahasa
Indonesia dan Inggris Provinsi Sumatera Utara?
1.2.2 Teknik penerjemahan apa yang digunakan dalam menerjemahkan istilahistilah budaya dari bahasa sumber (bahasa Indonesia, Arab, Batak, Nias,
dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris, pada brosur pariwisata berbahasa
Inggris Provinsi Sumatera Utara?

Universitas Sumatera Utara

1.2.3 Pergeseran apa yang terjadi pada terjemahan istilah-istilah budaya
tersebut

pada brosur pariwisata berbahasa Inggris Provinsi Sumatera

Utara?

1.3

Tujuan Penelitian
1.3.1

Mengidentifikasi istilah-istilah budaya yang terdapat pada brosur
pariwisata berbahasa Indonesia dan Inggris Provinsi Sumatera Utara.

1.3.2

Mengidentifikasi

teknik

penerjemahan

yang

digunakan

dalam

menerjemahkan istilah-istilah budaya dari bahasa sumber (bahasa
Indonesia, Arab, Batak, Nias, dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris pada
brosur pariwisata berbahasa Indonesia dan Ingggris Provinsi Sumatera
Utara.
1.3.3

Mengidentifikasi pergeseran (shift) yang terjadi pada terjemahan istilahistilah budaya dari bahasa sumber (bahasa Indonesia, Arab, Batak, Nias,
dan Melayu) ke dalam bahasa Inggris pada brosur pariwisata berbahasa
Inggris Provinsi Sumatera Utara.

1.4

Manfaat Penelitian
Temuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan sejumlah manfaat yang

dibedakan menjadi manfaat teoritis dan praktis
1.4.1 Manfaat teoritis
Sebagai pengayaan khasanah penerjemahan istilah-istilah budaya.

Universitas Sumatera Utara

1.4.2 Manfaat praktis
Sebagai acuan agar terjemahan istilah-istilah budaya yeng terdapat pada
brosur pariwisata berbahasa Inggris dapat lebih mudah dipahami.

1.5

Klarifikasi Makna Istilah
Untuk menghindari terjadinya kesalah pahaman tentang makna istilah-istilah

yang digunakan, istilah-istilah tersebur perlu diklarifikasi sebagai berikut.
1. Terjemahan adalah produk dari suatu penerjemahan.
2. Istilah budaya adalah ungkapan berupa kata, frasa, klausa, atau kalimat yang
digunakan pada konteks makna yang berkaitan dengan budaya.
3. Brosur adalah

selebaran

atau buku kecil yang berisi uraian/petunjuk

mengenai sesuatu hal atau masalah.
4. Brosur pariwisata adalah selebaran atau buku kecil berisi uraian mengenai
pariwisata.
5. Bahasa sumber (BSu) dan Bahasa sasaran (BSa). Bahasa sumber merujuk
pada bahasa yang diterjemahkan yaitu Bahasa Indonesia, Arab, Batak, Nias,
dan Melayu, sedangkan bahasa sasaran adalah bahasa yang menjadi tujuan
penerjemahan yaitu Bahasa Inggris.
6. Teks sumber (TSu) dan Teks sasaran (TSa). Teks sumber merujuk pada
teks yang diterjemahkan yaitu teks berbahasa Indonesia, sedangkan teks
sasaran adalah teks yang menjadi tujuan penerjemahan yaitu teks berbahasa
Inggris.

Universitas Sumatera Utara

7. Teknik

Penerjemahan

adalah

cara

untuk

menganalisis

dan

mengklasifikasikan bagaimana kesepadanan penerjemahan berlangsung dan
dapat diterapkan pada satuan lingual (Molina dan Albir, 2002)
8. Pergeseran

(shift) adalah perubahan linguistik yang terjadi antara teks

sumber (TSu) dan teks target (TSa) dalam penerjemahan.
9. Pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau
liburan (http://id.wikipedia.org/wiki/Pariwisata)

Universitas Sumatera Utara

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1

Definisi Penerjemahan
Ada beberapa definisi mengenai penerjemahan. Berikut peneliti menyajikan

beberapa diantaranya. Newmark (1988:5) mengatakan ’Often, though not by any
means always, it is rendering the meaning of a text into another language in the way
the author intended the text’. Terdapat dua kata dan frasa kunci dalam definisi itu
yang perlu diperhatikan, yaitu the meaning, dan in the way the author intended the
text’. Dalam kata kunci pertama meaning dapat disimpulkan bahwa yang menjadi
prioritas utama dalam penerjemahan adalah makna, dan dalam frasa in the way the
author intended the text’ dapat disimpulkan bahwa suatu teks terjemahan harus
memiliki dampak yang sama terhadap pembacanya seperti yang dikendaki oleh
penulis aslinya. Misalnya suatu teks memiliki nuansa gembira, maka nuansa itu
jugalah yang harus diciptakan dalam terjemahan.
Nida dan Taber (1982 : 12) menyatakan bahwa ‘translating consists in
reproducing in the receptor language the closest natural equivalent of the source
language message, first in the term of meaning secondly in the term of style’. Jadi
menurut Nida menerjemahkan berarti menghasilkan pesan yang paling dekat, sepadan
dan wajar dari bahasa sumber ke bahasa sasaran, baik dalam hal makna maupun gaya.
Penerjemahan melibatkan bidang linguistik kedua bahasa yaitu bahasa sumber
(BSu) dan bahasa sasaran (BSa), yang mencakup teori makna (semantik), metode,

Universitas Sumatera Utara

prosedur, dan teknik penerjemahan, dan bidang ilmu teks yang diterjemahkan (Bell,
1991). Dengan demikian penerjemahan dapat melibatkan beberapa pihak terkait
sesuai dengan teks yang akan diterjemahkan. Hal ini disebabkan seorang penerjemah
tidak akan menguasai semua disiplin ilmu yang terkait dengan penerjemahan, namun
bila seorang penerjemah menemui kesulitan dalam menerjemahkan, dia dapat bekerja
sama denga pihak lain antara lain dengan cara berkonsultasi dengan pakar bidang
ilmu terkait.
Definisi lain berikut ini diberikan oleh Catford (1978:20) yaitu ’ Translation
is the replacement of textual material in one language by equivalent textual material
in another language’. Menurut definisi tersebut Catford menyatakan bahwa
menerjemahkan berarti mengganti, yaitu suatu teks diganti dengan padanan teks
tersebut.
Brislin (1976:1) memberikan definisi penerjemahan sebagai berikut
’Translation is the general term referring to he transfer of thoughts and ideas from
one language (source) to another (target).’ Menurut Brislin dalam definisi tersebut
menerjemahkan berarti mengalihkan makna, hal tersebut terlihat dari kata ’transfer of
thought and ideas.
Berdasarkan penjelasan mengenai penerjemahan dapat disimpulkan bahwa
”penerjemahan adalah menggantikan makna suatu teks bahasa sumber dengan
padanan makna yang sesuai dalam bahasa sasaran”.

Universitas Sumatera Utara

2.2

Jenis Penerjemahan
Besnet dan Guire (1988:14) membagi jenis penerjemahan ke dalam tiga

kategori, yaitu (1) penerjemahan dalam bahasa yang sama (intralingual translation
atau rewording) yang merupakan interpretasi lambang-lambang verbal dengan
menggunakan lambang-lambang lain dalam bahasa yang sama, (2) penerjemahan dari
satu bahasa ke dalam bahasa lain (interlingual translation atau translation proper),
dan (3) penerjemahan dari bahasa tulisan ke dalam media lain seperti gambar, musik
dan lain-lain (intersemiotic translation atau transmutation).
Berkaitan dengan penerjemahan dalam bahasa yang sama (intralingual translation
atau rewording) , misalnya pada situasi seorang anak yang sedang belajar berbahasa.
Anak tersebut belum menguasai banyak kosa kata, ketika dia mendengar atau
menemukan kata yang belum dimengerti, dia akan bertanya kepada orang lain.
Misalnya dia akan bertanya kepada orang yang paling dekat dengannya, yaitu ibunya.
Kemudian ibunya menjelaskan kata yang dia tidak mengerti dengan menggunakan
kata yang sederhana sesuai dengan pola berfikir anaknya sehingga anaknya dapat
mengerti. Hal tersebut dapat dilakukan dengan memberikan penjelasan terhadap kata
tersebut, atau memberikan sinonimnya. Sebenarnya ibu tersebut telah melakukan
penerjemahan untuk anaknya.
Selanjutnya dapat dijelaskan mengenai penerjemahan dari satu bahasa ke
dalam bahasa lain (interlingual translation atau translation proper ), yang merupakan
jenis penerjemahan yang lebih dikenal, yaitu menerjemahkan dari Bsu ke dalam Bsa,

Universitas Sumatera Utara

misalnya suatu teks dalam bahasa Indonesia diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.
Dapat diberikan contoh kata rumah diterjemahkan menjadi house atau home.
Jenis penerjemahan yang ketiga penerjemahan dari bahasa tulisan ke dalam
media lain seperti gambar, musik dan lain-lain (intersemiotic translation atau
transmutation), misalnya bahasa Braille diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

2.3

Proses Penerjemahan
Ada beberapa model proses penerjemahan. Nida (dalam Anwar S Dill,

1975:80) menggambarkan bahwa penerjemahan merupakan suatu proses yang terdiri
dari tiga tahap, yaitu (1) analisis, (2) transfer, dan (3) restrukturisasi. Adapun
diagramnya adalah sebagai berikut :

Bahasa Sumber

Bahasa Penerima

Teks

Terjemahan

Analisis

Restrukturisasi
Transfer

Diagram 1 : Proses Penerjemahan ( Nida dalam Anwar S Dill, 1975:80)

(1) Tahap Analisis
Penerjemah manganalisis teks bahasa sumber yang diantaranya melihat
bagaimana struktur kalimat dan kata-kata yang digunakan.

Universitas Sumatera Utara

(2) Tahap Transfer
Merupakan proses pengalihan makna dari yang masih dalam bentuk konsep.
(3) Tahap Restrukturisasi
Pada tahap ini penerjemah melakukan penyesuaian agar makna yang akan
dialihkan menjadi tepat.
Menurut Bell (1991:6) Translation is the replacement of a representation of a
text in one language by a representation of an equivalent text in a second language’.
Dalam bahasa Indonesia dapat dikatakan bahwa terjemahan adalah penggantian
sebuah representasi teks yang sama dalam bahasa kedua.
Selanjutnya Bell (1991:21) menggambarkan tahapan-tahapan yang jelas yang
dilakukan oleh penerjemah dalam menghasilkan suatu terjemahan, sebagai berikut :
Memory
Source
Language
Text

Analysis

Semantic
Representation

Synthesis

Target 
Language 
Text 

Diagram 2: Proses Penerjemahan (Bell, 1991:21)

Universitas Sumatera Utara

Pada gambar 1 di atas dapat dilihat bahwa dalam suatu proses penerjemahan,
pertama sekali penerjemah dihadapkan pada teks bahasa sumber. Selanjutnya
penerjemah melakukan analisis terhadap aspek semantik misalnya berupa kata, frasa
dan klausa, guna memahami makna yang terkandung dalam teks bahasa sumber.
Tahap selanjutnya adalah melakukan proses sintesa yaitu paduan berbagai pengertian
atau hal supaya semuanya merupakan kesatuan yang selaras (Poerwadarminta,
1983:952), dan menerjemahkan teks bahasa sumber tersebut ke dalam bahasa sasaran.

2.4

Kompetensi Penerjemah
Untuk dapat melakukan tugasnya dengan baik, seorang penerjemah

profesional (secara teknis) harus memiliki kompetensi atau kemampuan di bidangnya.
Johnson dan Whitelock (dalam Bell, 1991:36) menyatakan bahwa seorang
penerjemah profesional harus memiliki lima jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan
tentang bahasa sasaran (Bsa), jenis teks, bahasa sumber (Bsu), subjek yang sedang
diterjemahkan, dan perbandingan bahasa (constrastive knowledge). Menurut Bell
kelima pengetahuan itu adalah pengetahuan dasar yang diperlukan untuk menjadi
seorang penerjemah. Bell (1991:41) menambahkan bahwa selain pengetahuan
tersebut, seorang penerjemah harus memiliki kompetensi komnikasi (communicative
competence) yang mencakup grammatical competence yaitu pengetahuan tentang tata
bahasa termasuk kosa kata dan susunan kata (word-formation) , dan pengucapan;
socio linguistics yang merupakan pengetahuan dan kemampuan untuk menghasilkan
dan memahami ujaran dalam suatu konteks; discourse competence yaitu kemampuan

Universitas Sumatera Utara

untuk menggabungkan bentuk dan makna untuk menghasilkan teks lisan maupun
tulisan yang utuh; strategic competence yaitu penguasaan strategi komunikasi yang
dapat digunakan untuk memperlancar komunikasi.

2.5

Teknik Penerjemahan
Teknik

Penerjemahan

merupakan

cara

untuk

menganalisis

dan

mengklasifikasikan bagaimana kesepadanan penerjemahan berlangsung dan dapat
diterapkan pada satuan lingual (Molina dan Albir, 2002) dalam Silalahi (2009).

2.5.1 Adaptasi (adaptation)
Merupakan salah satu teknik penerjemahan dimana satu kata atau frasa yang
mengandung unsur budaya, dapat dipadankan dengan kata atau frasa yang
mengandung unsur budaya yang sama dalam bahasa sasaran, dengan catatan bahwa
unsur budaya tersebut dikenal baik oleh pemakai bahasa sasaran, misalnya frasa as
white as snow dapat dipadankan dengan seputih kapas, karena kapas dikenal baik di
Indonesia, tidak demikian halnya dengan salju, yang hanya ada di beberapa tempat di
Indonesia.

2.5.2 Amplifikasi (amplification)
Teknik penerjemahn ini dilakukan dengan cara memberikan keterangan yang
eksplisit atau dengan memparafrase sesuatu yang implisit dalam bahasa sumber.
Kata Natal dapat diparafrase menjadi hari kelahiran Yesus.

Universitas Sumatera Utara

2.5.3

Peminjaman (borrowing)
Penerjemah meminjam kata atau ungkapan dari bahasa sumber. Teknik

peminjaman terdiri atas dua jenis, yaitu peminjaman murni (pure borrowing),
misalnya kata CD writer

diterjemahkan dengan

CD writer , radio tape

diterjemahkan dengan radio tape juga. Jenis peminjaman yang lain adalah
peminjaman yang sudah dinaturalisasi (naturalized borrowing), misalnya kata
appreciation diterjemahkan menjadi apresiasi.
2.5.4

Calque
Merupakan suatu teknik yang menerjemahkan kata asing atau frasa ke dalam

bahasa sasaran dengan menyesuaikan struktur bahasa sasaran, misalnya water fall,
diterjemahkan menjadi air terjun.
2.5.5

Deskripsi (description)
Deskripsi merupakan salah satu teknik penerjemahan dengan menggantikan

suatu istilah atau ungkapan dengan memberikan penjelasan, dapat berupa bentuk dan
fungsinya. Misalnya samurai (the sword of Japanese aristocracy.)
2.5.6

Kesepadanan lazim (established equivalent)
Kesepadanan lazim adalah teknik penerjemahan yang menggunakan istilah

atau ungkapan yang sudah lazim, baik berdasarkan kamus atau karena penggunaan
sehari-hari. Misalnya snack lebih dikenal dari pada kudapan, handphone lebih
dikenal dari pada telepon genggam.

Universitas Sumatera Utara

2.5.7

Generalisasi (generalization)
Teknik penerjemahan jenis ini diterapkan dengan cara menggunakan istilah

atau ungkapan yang lebih umum. Misalnya limousine diterjemahkan dengan
mobil.cara-lebih padat, lebih singkat, dan ringkas.
2.5.8

Penerjemahan harfiah (literal translation)
Teknik penerjemahan ini diterapkan dengan cara penerjemahan kata demi

kata. Misalnya I will invite him to the party, diterjemahkan Saya akan
mengundangnya ke pesta itu.
2.5.9

Partikularisasi (particularization)
Teknik penerjemahan jenis ini diterapkan dengan menggunakan padanan

yang lebih kongkrit. Misalnya sea transportation, diterjemahkan dengan boat.
2.5.10 Reduksi (reduction)
Dalam teknik penerjemahan ini informasi yang eksplisit dalam bahasa sumber
menjadi implisit dalam bahasa sasaran. Misalnya the sword of Japanese aristocrac,
diterjemahkan dengan samurai.
2.5.11 Penambahan
Pada teknik penerjemahan jenis ini, penerjemah memberikan penambahan
informasi guna lebih memperjelas teks. Misalnya Employees of all industries took
part in the conference, diterjemahkan menjadi Karyawan-karyawan dari semua

Universitas Sumatera Utara

cabang industri mengambil bagian dalam konferensi tersebut (penambahan kata
cabang)
2.5.12 Penghilangan (deletion).
Pada teknik penghilangan, penerjemah menghapus atau menghilangkan
informasi yang tidak dibutuhkan. Misalnya:
He gave some money to the beggar with his left hands, diterjemahkan menjadi
Dia memberikan uang kepada pengemis itu.
The proposal was rejected and repudiated diterjemahkan susulnya ditolak.
2.5.13 Couplet
Teknik penerjemahan couplet yaitu penerapan dua teknik penerjemahan,
misalnya rumah bolon diterjemahkan menjadi great house (where the king and the
family live).
2.6

Pergeseran dalam Penerjemahan (Shifts)
Hatim dan Munday (2004:26) menjelaskan bahwa perubahan linguistik yang

terjadi antara teks sumber dan teks target disebut shift. Catford (1978:73)
mengelompokkan pergeseran ini menjadi dua kelompok, yaitu :

Universitas Sumatera Utara

2.6.1 Pergeseran Tingkatan (Level Shift)
Pergeseran Tingkatan (LS) yaitu pergeseran dari satu tataran linguistik ke
tataran lainnya.
Misalnya: He is my mother’s friend.
Dia (laki-laki) teman ibu saya.
Dalam contoh ini terjadi pergeseran tingkatan yaitu dia (laki-laki).

2.6.2 Pergeseran Kategori (Category Shift)
Pergeseran Kategori (CS) yang dapat dibedakan menjadi :
2.6.2.1 Pergeseran unit (Unit Shift)
Pergeseran Unit (US) yaitu pergeseran yang terjadi apabila unsur bahasa
sumber (BSu) pada suatu unit linguistiknya memiliki padanan yang berbeda unitnya
pada bahasa sasaran (BSu).
Misalnya : attractive place, diterjemahkan menjadi ”tempat yang menarik”.
Dalam hal ini terjadi pergeseran dari unit kata menjadi unit klausa.
2.6.2.2 Pergeseran Struktur (Structure-Shift)
Pergeseran Struktur (SS) yaitu bila terjadi perubahan yang diakibatkan oleh
sistem struktur BS tidak sama dengan sistem struktur BT. Dalam bahasa Inggris
misalnya dikenal pola menerangkan-diterangka (DM), sedangkan dalam bahasa
Indonesia pola yang berlaku umumnya menerangkan-diterangkan (MD).
Misalnya: rumah antik diterjemahkan menjadi antique house.

Universitas Sumatera Utara

Dalam bahasa Inggris penanda (modifier) posisi kata antique berada sebelum
inti (head), sehingga dapat diistilahkan sebagai penanda awal (premodifier).
Sebaliknya dalam bahasa Indonesia dimana penanda berada setelah inti yang disebut
pasca inti (post modifier).
2.6.2.3

Pergeseran Kelas (Class Shift)

Pergeseran Kelas (CS) yaitu pergeseran yang terjadi misalnya dari kelas kata
tertentu dalam BSu menjadi kelas kata yang lain dalam BSa.
Misalnya : pesta tahun diterjemahkan menjadi annual party.
Kata tahun adalah nomina, kata annual mempunyai kelas kata adjektiva.
2.6.2.4

Pergeseran Antar- Sistem (Intra-System Shift)

Pergeseran antar-sistem yaitu pergeseran yang terjadi pada kategori
grammatikal yang sama.
Misalnya : Raja kawin dengan Shinta diterjemahkan menjadi The king married
Shinta. Kata kawin dalam bahasa Indonesia adalah verba intransitif, sedangkan kata
married dalam bahasa Inggris adalah verba transitif.

2.7

Kaitan Budaya dengan Penerjemahan
Aspek budaya juga perlu diperhatikan dalam penerjemahan, hal ini

disebabkan bahasa merupakan bagian dari budaya. Jika teks yang sedang
diterjemahkan adalah teks mengenai budaya, seorang penerjemah harus menguasai
tentang budaya dari kedua bahasa yaitu BSu dan BSa, sehingga dia dapat membuat
terjemahan yang sesuai. Dengan kata lain seorang penerjemah harus menguasai

Universitas Sumatera Utara

pemahaman lintas budaya (cross-culture understan

Dokumen yang terkait

Dokumen baru

Analisis Terjemahan Istilah-istilah Budaya Pada Brosur Pariwisata Berbahasa Inggris Provinsi Sumatera Utara