Penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika untuk meningkatkan disposisi matematik siswa

Penerapan Model Motivasi ARCS dalam
Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan
Disposisi Matematik Siswa
Skripsi

Meri Susanti
109017000090

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN)
SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2014

LEMBAR PENGESAIIAN PEMBIMBING SKRIPSI

Skripsi berjudul "penerapan Moder Motivasi ARCS daram pembelajaran
Matematika untuk Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa,,
disusrm oleh Meri
susanti, NIM. 109017000090, Jurusan pendidikan Matemarika,
Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan, universitas Islam Negeri Syarif Hidayaturlah
Jakarta. Telarr
melalui bimbingan dan dinyatakan sah sebagai karya ilmiah yang
berhak untuk
diujikaa pada sidang munaqasah sesuai yang telah ditentukan
oleh fakultas.

Jakarta, Oktober 20i4

Yang mengesa}kan,

embimbing

I

Pembimbing

II

%)
Dl-Trla Khalis Maryati. M.Kom
NrP. 19690924 199903 2 003

Lia Kurniawati. M.pd
NIP. 19760s21 200801 2 008

LEMBAR PENGESAIIAN

Skripsi berjudul .,penerapan Model Motivasi
ARCS

dalam
Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan
Disposisi Matematik Siswa',
disusun oleh Meri susanti Nomor Induk
Mahasiswa 109017000090, diajukan
kepada Fakultas Irmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta

dan telah dinyatakan lurus dalam Ujian
Munaqasah pada tanggar
di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis

Sl (S.Pd) dalam bidang pendidikan Matematika.

r0 oktober 2014

berhak memperoleh gelar Sarjaaa

Jakarta, 10 Oktober 2014

Panitia Ujian Munaqasah
Tanggal
Ketua Panitia (Ketua Juusan?rogram
Studi)

l\

l)es .!or{

14

N7,J 1ot4

Dr. Kadir, M.pd
NIP. 19670812 199402

I

001

Sekerlaris (Sekertaris Jurusan/program
Studi)

NIP. 19751201 200604
Penguji

I

003

I
19 Non

Khairunnisa. S.pd. M.Si

2ot1

NIP. 19610404 2009012 ot3
Penguli

II

2o No' ryvl
NrP. 197s120r 200604 1 003
Mengetahui
Dekan Fakultas

It-,

r"rlir[]5Ur**

NurlendQifa'i, M.A. ph.n
NIP. 19591020 r9s603 2 001

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Saya yang bertanda tangan di bawah

Nama
Tempat/Tgl.

:

Lahir

ini,

Meri Susanti

: Jakarta,26

Maret 1990

NIM

:109017000090

Jur-rsan / Prodi

: Pendidikan Matematika

Judul Skripsi

:

Dosen Pembir.nbing

: t. Dr. Tita Khalis Maryati,

PENERAPAN MODEL MOTIVASI ARCS DALAM
PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK
MENINGKATKAN DISPOSISI MATEMATIK SISWA

M.KouT

2. Dr. Lia Kurniawati, M.Pd
Dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya buat benar'-benal hasil kalya sendili
dan saya befianggungjawab secara akademis atas apa yang saya tulis.

Jakarta,

MahasiSwa Ybs

MERI SUSANTI
NrM. r09017000090

ABSTRAK
Meri Susanti (109017000090), ”Penerapan Model Motivasi ARCS (Attention,
Relevance, Confidence, Satisfaction) dalam Pembelajaran Matematika untuk
Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa”, Skripsi Jurusan Pendidikan
Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Model motivasi ARCS merupakan pembelajaran yang menerapkan prinsip-prinsip
motivasi dalam proses pembelajaran, yaitu Attention (perhatian), Relevance
(relevansi), Confidence (keyakinan diri siswa) dan Satisfaction (kepuasan siswa).
Disposisi matematik adalah keinginan, kecenderungan untuk memandang,
berpikir dan berbuat dengan cara positif terhadap matematika. Melalui metode
penelitian tindakan kelas (PTK), penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penerapan model motivasi ARCS dalam meningkatkan disposisi matematik siswa
dan mendeskripsikan penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran
matematika. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII-3 SMP PGRI 1 Ciputat
Tahun ajaran 2013/2014. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan
model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika dapat meningkatkan
disposisi matematik siswa. Lebih lanjut penerapan model motivasi ARCS juga
dapat meningkatkan aktivitas belajar, respon positif, dan hasil tes akhir siswa.

Kata Kunci : Disposisi Matematik, Model Motivasi ARCS.

i

ABSTRACT
Meri Susanti (109017000090), “The Implementation of The ARCS (Attention,
Relevance, Confidence, Satisfaction) Model of Motivation in Learning of
Mathematics to Improve Students’ Mathematics Disposition”, Thesis of
Department of Mathematics Education at Faculty of Tarbiyah and Teachers
Training of State Islamic University Syarif Hidayatullah Jakarta
The ARCS model of motivation is learning which applying four categories of
motivational into learning of mathematics of attention (A), relevance (R),
confidence (C), and satisfaction (S). Mathematical Disposition is the desire,
tendency to view, think and do positively of mathematics. Through the method of
Classroom Action Research (CAR), the purpose of this research is to identify the
implementation of the ARCS model of motivation in improving student’s
mathematical disposition and describing the implementation of the ARCS model
of motivation in learning of mathematics. The research wa conducted in class
VIII-3 of SMP PGRI 1 Ciputat in academic year 2013/2014. The result of the
research showed that the implementation of the ARCS model of motivation in
learning of mathematics can be improving student’s mathematical disposition.
Furthermore, the implementation of the ARCS model of motivation also increased
student’s learning activity, student’s positive response, and student’s final
learning result.

Key Words : Mathematical disposition, the ARCS model of motivation.

ii

KATA PENGANTAR
‫ﺑﺳ ﺍﷲﺍﻟﺭﺤ ﻦﺍﻟﺭﺤﻳ‬
Alhamdulillah segala puji kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
nikmat ihsan, nikmat iman, dan nikmat islam, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi dengan baik. Salawat dan salam senantiasa dicurahkan
kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan para
pengikutnya sampai akhir zaman.
Skripsi ini dibuat dan diajukan sebagai salah satu syarat dalam
memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, penulis menyadari
sepenuhnya bahwa tidak sedikit kesulitan dan hambatan yang dialami. Namun,
berkat doa, perjuangan, kesungguhan hati dan dorongan serta masukan-masukan
yang positif dari berbagai pihak untuk penyelesaian skripsi ini, semua dapat
teratasi. Oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis ingin ucapkan terimakasih
serta rasa hormat yang sedalam-dalamnya kepada:
1.

Ibu Nurlena Rifa’i, M.A.Ph.D, selaku dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Bapak Dr. Kadir. M.Pd., Ketua Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

3.

Bapak Abdul Muin, S.Si., M.Pd., Sekretaris Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4.

Ibu Dr. Tita Khalis Maryati, M.Kom., selaku dosen pembimbing I yang
penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan, waktu, arahan dan motivasi
dalam menjalani penulisan skripsi selama ini.

5.

Ibu Lia Kurniawati, M.Pd., selaku dosen dosen pembimbing II serta dosen
pembimbing akademik yang telah bersedia meluangkan waktunya dengan
penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan, mengarahkan penulis selama
proses penyusunan skripsi dan memberikan semangat kepada penulis dalam
menjalani masa perkuliahan sampai sekarang ini.

iii

6.

Seluruh Dosen Jurusan Pendidikan Matematika UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada
penulis selama mengikuti perkuliahan, semoga ilmu yang telah Bapak dan
Ibu berikan mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

7.

Staf Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan dan Staf Jurusan Pendidikan
Matematika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberi kemudahan
dalam pembuatan surat-surat serta sertifikat.

8.

Pimpinan dan staff Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah
membantu penulis dalam menyediakan serta memberikan pinjaman literatur
yang dibutuhkan.

9.

Bapak Cartam, M.Pd., selaku Kepala Sekolah SMP PGRI 1 Ciputat yang telah
mengizinkan penulis melakukan penelitian di sekolah dan memberikan
kemudahan dalam melakukan penelitian.

10. Teristimewa kepada guru tercinta Bapak Pendi,S.Pd. dan seluruh Guru dan
Staff SMP PGRI 1 Ciputat yang telah memberikan semangat, pengalaman dan
ilmu pengetahuan kepada penulis.
11. Bagian Tata Usaha SMP PGRI I Ciputat yang telah memberikan kemudahan
dalam membantu melakukan peneletian.
12. Siswa dan siswi SMP PGRI 1 Ciputat khususnya kelas VIII-3 yang telah
bersikap kooperatif dan baik selama penulis mengadakan penelitian.
13. Sepasang manusia terhebat di dunia ini yaitu ibu dan ayah yang sangat penulis
sayangi, Ibu Ratnawati dan Ayah Asril yang tiada henti-hentinya selalu
menemani penulis setiap waktu, mendoakan, membantu, memberikan
semuanya dengan kasih sayang yang takkan pernah habis hingga sampai
sekarang ini, saudari-saudari tersayang yaitu Nrs. Rinawati, S.Kep.,
Maimunah dan Indah Afriliani, Kakak dan adik ipar yaitu Arfian dan Ahmad
Habibi, keponakan- keponakan kesayangan Khadziya Alfina Naura dan
Hafidzotulma’la yang selalu memberikan kasih sayang, keceriaan dan hiburan
kepada penulis selama ini. You are my everything.

iv

14. Mas Warjianto tercinta yang selalu mendoakan, membantu, dan memberikan
semuanya dengan kasih sayang kepada penulis selama ini. Ai love W. Malas
Utas Itah
15. Sahabat sejati Ufiya Putri Adhiyati S.Pd., yang selalu mengingatkan penulis
untuk segera menyelesaikan skripsi, yang setia menemani penulis dari awal
perkuliahan hingga sekarang ini, selalu memberikan semangat dan dukungan
kepada penulis. With you, my life is never flat.
16. Teman-teman seperjuangan yang selalu saling mengingatkan dalam menulis
skripsi yaitu Endah Sulistyaning M., Desi Ratnasari, Ahmad Ivan Farhan, Afaf
Afifah, Afifatul Azimah P., Mulyoko, Muchtar, Mita, Putri, Ayu, Zizah, Anis
dan yang lainnya terimakasih untuk perhatian dan dukungan.
17. My First Roomate is Siti Maryam,yang setia menjadi teman berbagi cerita
selama 4 tahun, selalu memberikan semangat semenjak awal perkuliahan dan
selalu memberikan dukungan, serta Kak Nita dan Teteh Mimin yang menjadi
teman terbaik penulis yang selalu menghibur penulis dan menemani penulis
menonton film dikosan selama di Pondokan Assalam.
18. Sahabat tercinta dan tersayang KENSIUMIDES (Karin, Endah, Siti, Uut,
Nzah, dan Desi) yang selalu menemani penulis saat suka maupun duka dari
kuliah pertama kali di semester 1 hingga sekarang ini, selalu memberikan
semangat dan dukungan kepada penulis. Terimakasih atas ketersediannya
dalam memberikan dukungan, kasih sayang serta perhatian kepada penulis
19. Afaf Afifah dan Afifatul Azmiah Pardiani, yang memperbolehkan penulis
menginap dikostannya selama beberapa bulan terakhir ini dan maaf kostannya
menjadi berantakan saat penulis mengerjakan skripsi.
20. Sahabat semenjak SMA di SMAN 52 Jakarta yaitu Tya, Ulya, Shinta, Ayank
dan yang lainnya yang selalu mengajarkan arti persahabatan, selalu
mengingatkan dan memberikan dukungan dalam penulisan skripsi.
21. Guru-guru semenjak SD hingga SMA yang telah memberikan ilmu-ilmu yang
bermanfaat hingga penulis menjadi seperti sekarang ini.
22. Teman-teman tercinta yaitu Ufya Putri Adhiyati, S.Pd., serta teman-teman
seperjuangan di bangku kuliah kelas C29 yaitu, Citra Humaira Firdaus, S.Pd.,

v

Yulisa Desriyanti S.Pd., Tommy Adithya, S.Pd., Siti Khodijah. S.Pd., Wulan
Resti Oktaviani S.Pd., Siti Mutmainah, Devya Permatasari S.Pd., Munawir
Sadzali, Ghufron Kamil S.Pd., Frendy Astra S.Pd, Viera Avianutya S.Pd., M.
Anang Jatmiko S.Pd., Moh. Rizky S.Pd., Lukas Sirat, Johana, Wahyu, Irkham
Hidayat, Ade Bayu, Ichsan Fahmi S.Pd. Terima kasih atas canda tawa dan
kebersamaan kalian selama ini.
23. Teman-teman jurusan pendidikan matematika angkatan 2009, angkatan 2008
dan 2010 terima kasih atas kebersamaan kalian selama ini.

Semoga Allah SWT dapat menerima sebagai amal kebaikan atas jasa baik yang
diberikan kepada penulis.
Akhir kata, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak terdapat
kekurangan dan masih belum mendekati sempurna. Oleh karena itu, kritik dan
saran yang membangun dari berbagai pihak sangat dibutuhkan demi
kesempurnaan penulis dimasa datang. Penulis mengharapkan semoga skripsi ini
dapat menembah pengetahuan dan bermanfaat bagi yang membacanya.

Ciputat, September 2014

Penulis
Meri Susanti

vi

DAFTAR ISI
ABSTRAK .........................................................................................................

i

ABSTRACT .......................................................................................................

ii

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .............................................................................................

x

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xi
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xii

BAB I:

BAB II:

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah .............................................................

1

B. Identifikasi Area Penelitian .........................................................

5

C. Pembatasan Fokus Penelitian ......................................................

5

D. Perumusan Masalah Penelitian ...................................................

6

E. Tujuan Penelitian ........................................................................

6

F. Manfaat Hasil Penelitian .............................................................

6

KERANGKA TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
INTERVENSI TINDAKAN
A. Kajian Teori .................................................................................

8

1. Pembelajaran Matematika.......................................................

8

2. Disposisi Matematik ............................................................... 10
a. Pengertian Disposisi Matematik ....................................... 10
b. Indikator Disposisi Matematik ......................................... 11
3. Model Motivasi ARCS dalam Pembelajaran Matematika ...... 13
4. Penerapan ARCS dalam Pembelajaran Matematika................ 16
B. Hasil Penelitian yang Relevan ..................................................... 17
C. Hipotesis Tindakan ...................................................................... 18

vii

BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian ..................................................... 19
B. Metode dan Desain Penelitian..................................................... 19
C. Subjek Penelitian......................................................................... 21
D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian ................................. 21
E. Tahapan Intervensi Tindakan ...................................................... 22
F. Hasil Intervensi Tindakan yang Diharapkan. .............................. 25
G. Data dan Sumber Data ............................................................... 26
H. Instrumen Penelitian.................................................................... 26
I. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 28
J. Teknik Keterpercayaan (Trustworthiness) Studi Pemeriksaan ... 29
K. Analisis Data dan Interpretasi Data............................................. 30
L. Pengembangan Perencanaan Tindakan ....................................... 34

BAB IV: DESKRIPSI, ANALISIS DATA, DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Pengamatan ............................................... 35
1. Tindakan Pembelajaran Siklus I .......................................... 36
a. Tahap Perencanaan ........................................................ 36
b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan Tindakan ............. 37
c. Tahap Pengamatan dan Analisis Data ........................... 49
d. Tahap Refleksi ............................................................... 57
2. Tindakan Pembelajaran Siklus II ........................................ 58
a. Tahap Perencanaan ........................................................ 58
b. Tahap Pelaksanaan dan Pengamatan Tindakan ............. 58
c. Tahap Pengamatan dan Analisis Data ........................... 68
d. Tahap Refleksi ............................................................... 76
B. Interpretasi Hasil Analisis ........................................................... 76
C. Pembahasan Temuan Penelitian.................................................. 85

viii

BAB V:

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................. 90
B. Saran ............................................................................................ 91

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................
LAMPIRAN .....................................................................................................

ix

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1

Penskoran Hasil Skala untuk Pernyataan Positif ......................... 31

Tabel 3.2

Penskoran Hasil Skala untuk Pernyataan Negatif ....................... 31

Tabel 4.1

Hasil Skor Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus I ................ 50

Tabel 4.2

Perhitungan Lembar Observasi Siswa Siklus I ........................... 54

Tabel 4.3

Respon Siswa terhadap Pembelajaran Siklus I............................ 55

Tabel 4.4

Hasil Tes Akhir Siklus I ............................................................. 56

Table 4.5

Hasil Refleksi Siklus I ................................................................. 57

Tabel 4.6

Hasil Skor Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus II ............... 69

Tabel 4.7

Perhitungan Lembar Observasi Siswa Siklus II .......................... 73

Tabel 4.8

Respon Siswa terhadap Pembelajaran Siklus II .......................... 74

Tabel 4.9

Hasil Tes Akhir Siklus II ............................................................. 75

Tabel 4.10

Rata-rata Skor Disposisi Matematik Siswa Siklus I dan Siklus II 77

Tabel 4.11

Perbandingan Aspek Disposisi Matematik Siswa Siklus I dan
Siklus II ....................................................................................... 78

Tabel 4.12

Persentase Aktivitas Belajar Matematika Siswa Siklus I dan
Siklus II ....................................................................................... 81

Tabel 4.13

Perbandingan Persentase Rata-rata Respon Siswa Siklus I dan
Siklus II ....................................................................................... 82

Tabel 4.14

Rata-rata Nilai Hasil Tes Akhir Siklus I dan Siklus II ................ 84

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1

Alur Penelitian Tindakan Kelas .................................................. 21

Gambar 4.1

Aktivitas Siswa Saat Tahap Attention pertemuan kedua ............. 40

Gambar 4.2

Aktivitas Siswa Saat Berdiskusi Menggunakan Karton (Relevance)
pertemuan kedua.......................................................................... 41

Gambar 4.3

Peneliti

Memberikan

Bimbingan

dengan

Pernyataan

yang

Membangun (Confidence) pertemuan kedua .............................. 42
Gambar 4.4

Aktivitas Siswa saat Presentasi pertemuan kedua ....................... 43

Gambar 4.5

Aktivitas Siswa saat Menyusun Karton Menjadi Kubus pertemuan
ketiga ........................................................................................... 44

Gambar 4.6

Aktivitas Siswa saat Tahap Attention pertemuan keempat ......... 46

Gambar 4.7

Aktivitas Siswa saat Menyusun Karton Menjadi pertemuan
keempat ....................................................................................... 47

Gambar 4.8

Aktivitas Siswa Saat Mengerjakan Tes Akhir Siklus I pertemuan
kelima .......................................................................................... 48

Gambar 4.9

Disposisi Matematik Siswa Siklus I ............................................ 51

Gambar 4.10 Aktivitas Siswa saat Tahap Attention pertemuan keenam........... 59
Gambar 4.11 Aktivitas Siswa saat Tahap Attention pertemuan ketujuh ........... 62
Gambar 4.12 Siswa Mengajukan Pertanyaan pertemuan ketujuh ..................... 63
Gambar 4.13 Disposisi Matematik Siswa Siklus II........................................... 70
Gambar 4.14 Rata-rata Disposisi Matematik Siswa Siklus I dan Siklus II ....... 77
Gambar 4.15 Perbandingan Skor Skala Disposisi Matematik Siklus I dan Siklus
II .................................................................................................. 78
Gambar 4.16 Perbandingan Aktivitas Siswa Siklus I dan Siklus II .................. 81
Gambar 4.17 Perbandingan Persentase Rata-rata Respon Siswa Siklus I dan
Siklus II ....................................................................................... 83
Gambar 4.18 Rata-rata Nilai Hasil Tes Akhir Siklus I dan Siklus II ................ 84

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I .................................

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Siklus II ................................

Lampiran 3

Lembar Kerja Siswa (LKS) ............................................................

Lampiran 4

Kisi-kisi Skala Disposisi Matematik sebelum diuji........................

Lampiran 5

Hasil Uji Validitas Skala ................................................................

Lampiran 6

Hasil Uji Realibilitas Skala ............................................................

Lampiran 7

Kisi-kisi Skala Disposisi Matematik setelah diuji ..........................

Lampiran 8

Skala Disposisi Matematik .............................................................

Lampiran 9

Hasil Jawaban Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus I .............

Lempiran 10 Hasil Jawaban Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus II ...........
Lampiran 11 Distribusi Frekuensi Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus I....
Lampiran 12 Distribusi Frekuensi Skala Disposisi Matematik Siswa Siklus II ..
Lampiran 13 Lembar Observasi Aktivitas Siswa ................................................
Lampiran 14 Presentase Aktivitas Siswa Pra Penelitian ......................................
Lampiran 15 Rekapitulasi Presentase Aktivitas Siswa Siklus I...........................
Lampiran 16 Rekapitulasi Presentase Aktivitas Siswa Siklus II .........................
Lampiran 17 Jurnal Harian Siswa ........................................................................
Lampiran 18 Hasil Respon Siswa Siklus I ...........................................................
Lampiran 19 Hasil Respon Siswa Siklus II .........................................................
Lampiran 20 Rekapitulasi Presentase Respon Siswa Siklus I .............................
Lampiran 21 Rekapitulasi Presentase Respon Siswa Siklus II ............................
Lampiran 22 Kisi-kisi Instrumen Tes ..................................................................
Lampiran 23 Hasil Uji Coba Instrumen Tes Siklus I ...........................................
Lampiran 24 Hasil Uji Coba Instrumen Tes Siklus II .........................................
Lampiran 25 Lembar Soal Tes Siklus I ...............................................................
Lampiran 26 Lembar Soal Tes Siklus II ..............................................................
Lampiran 27 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus I .................................................

xii

Lampiran 28 Kunci Jawaban Tes Akhir Siklus II ................................................
Lampiran 29 Nilai Tes Akhir Siswa Siklus I .......................................................
Lampiran 30 Nilai Tes Akhir Siswa Siklus II ......................................................
Lampiran 31 Distribusi Fekuensi Tes Siklus I .....................................................
Lampiran 32 Distribusi Frekuensi Tes Siklus II ..................................................
Lampiran 33 Lembar Pedoman Wawancara Guru Pra Penelitian .......................
Lampiran 34 Hasil Wawancara Guru Pra Penelitian ...........................................

xiii

BAB I
PENDAHULUAN
A.

Latar Belakang Masalah
Pembelajaran di sekolah bukan hanya bertujuan untuk mengumpulkan

pengetahuan semata melainkan juga untuk membentuk sikap dan perbuatan serta
menanamkan konsep dan kecekatan atau keterampilan. Tujuan tersebut dewasa ini
lebih dikenal dengan tujuan pendidikan menurut taksonomi bloom yaitu bahwa
tujuan belajar harus mencangkup tiga domain atau kawasan belajar: kognitif,
afektif serta psikomotorik. Kawasan kognitif mencangkup perilaku yang
merupakan proses berpikir atau perilaku yang termasuk hasil kerja otak.
Kemudian kawasan afektif mencangkup perilaku yang dimunculkan seseorang
sebagai pertanda kecenderungannya untuk membuat pilihan atau keputusan untuk
beraksi di dalam lingkungan tertentu, sedangkan kawasan psikomotorik adalah
perilaku yang dimunculkan oleh hasil kerja fungsi tubuh manusia.1
Sejalan dengan tujuan pembelajaran di atas, dalam Peraturan Mendiknas
RI No. 22 Tahun 2006 pemerintah merumuskan standar kompetensi mata
pelajaran matematika, yaitu:
1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan
mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan
tepat, dalam pemecahan masalah.
2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi
matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan
gagasandan pernyataan matematika.
3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah,
merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi
yang diperoleh.

1

Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 2010), h. 8-11.

1

2

4. Mengkomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain
untuk memperjelas keadaan atau masalah.
5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu
memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari
matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah. 2
Poin kelima yang menjadi komponen tujuan pembelajaran matematika di
atas termasuk dalam tujuan ranah afektif, artinya selain kemampuan
pengembangan kemampuan kognitif pembelajaran matematika perlu juga
mengembangkan ranah afektif siswa untuk mencapai tujuan tersebut.
Hal senada disampaikan oleh Kilpatrick, Swaftord, dan Findell bahwa
terdapat lima kompetensi matematika yang seharusnya dapat dicapai oleh siswa
melalui pembelajaran matematika, yaitu: 1) Pemahaman konsep (Conceptual
understanding); 2) Pemahaman prosedur (Prosedural fluency); 3) Kemampuan
strategis (Strategic competence); 4) Penalaran adaptif (Adaptif reasoning); dan 5)
Disposisi yang produktif (Productive disposition).3 Salah satu komponen dari
kompetensi matematika adalah disposisi yang produktif (productive disposition),
yaitu tumbuhnya sikap positif serta kebiasaan untuk melihat matematika sebagai
sesuatu yang logis, berguna dan berfaedah4.
Disposisi matematik sangat perlu dimiliki siswa untuk menghadapi era
informasi dan suasana kompetisi yang semakin ketat. Siswa memerlukan disposisi
matematik untuk tetap bertahan saat menemukan kesulitan dalam mempelajari
matematika juga mengembangkan kebiasaan kerja sendiri dan kerja sama yang
baik.
Ketika di SD siswa masih menyenangi pelajaran matematika karena
mereka menganggap matematika itu mudah, namun lambat laun mereka merasa
kesulitan sehingga tidak lagi menyenangi bahkan merasa tidak percaya diri ketika
menghadapi masalah matematika, terlebih apabila mereka tidak dapat

2

Badan Standar Nasional Pendidikan. Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan
Menengah (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMP/Mts), (Jakarta: BSNP, 2006), h. 140.
3
Jeremy Kilpatrick, Jane Swafford. & Bradford Findell, Adding It Up: Helping Children
Learn Mathematics, (Washington, DC: National Academy Press, 2001), h. 5.
4
Ibid., h. 131.

3

meyelesaikan tugas-tugas. Siswa yang belum menyelesaikan tugas-tugasnya
seringkali mendapat teguran yang kurang menyenangkan dari guru sehingga
meninggalkan bekas di hati mereka dan pada akhirnya mereka mengabaikan,
acuh, cemas, dan takut dengan pelajaran matematika. Secara tidak langsung, hal
ini mengakibatkan disposisi matematik siswa menjadi rendah. Dan akhirnya
proses dan hasil pembelajaran pun tidak memuaskan.
Kasus tersebut teridentifikasi saat observasi awal pada tanggal 18 Maret
2014 di SMP PGRI 1 Ciputat di kelas VIII-3. Berdasarkan data yang diperoleh
dari observasi awal dan wawancara dengan guru bidang studi matematika di kelas
VIII SMP PGRI 1 Ciputat, diperoleh informasi antara lain:
1.

Kurangnya kesiapan siswa di kelas pada saat pembelajaran matematika, ada
yang memang sudah siap dengan buku dan alat tulis di mejanya, ada juga
yang merasa takut ketika pelajaran matematika dimulai terutama mereka
yang nilainya sering dibawah KKM, dan kebanyakan berisik, hanya berbuat
gaduh dikelas, apresiasi mereka kurang terhadap pelajaran matematika
karena mereka menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit, kurang
bermanfaat untuk kehidupan mereka.

2.

Siswa mengalami kesulitan dalam menguasai pemahaman matematika dan
memahami rumus-rumus matematika, sehingga apabila siswa tidak
mengetahui rumus atau tidak mengetahui bagaimana menggunakan rumusrumus matematika dalam menyelesaikan soal/masalah, mereka akan
kesulitan untuk memahami secara utuh matematika.

3.

Siswa kurang percaya diri terhadap kemampuannya dilihat dari siswa
banyak yang menyontek dan menyalin tugas temannya bahkan saat ulangan
harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester.

4.

Pada saat guru memberikan tugas rumah, siswa malah mengeluh bahkan
meminta tidak diberikan tugas dan sedikit yang akhirnya mengerjakan tugas
tersebut, sebagian besar mengerjakannya di sekolah dan menyontek dengan
temannya.

5.

Saat guru menanyakan ada yang mau bertanya dan meminta siswa
mengemukakan pendapatnya dalam proses pembelajaran, tak satu pun siswa

4

yang bertanya dan mengemukakan pendapatnya. Sebagian besar masih ragu
untuk bertanya dan mengemukakan pendapatnya.
6.

Kebanyakan siswa kurang menghargai peran pelajaran matematika dalam
kehidupan sehari-hari, karena mereka menganggap matematika hanya
sebatas pelajaran di sekolah tidak ada dalam kehidupan sehari-hari mereka.

7.

Pembelajaran

matematika

disekolah

masih

menggunakan

metode

konvensional dimana guru yang lebih aktif dalam pembelajaran sehingga
siswa kurang terlibat aktif.
Dari fakta tersebut peneliti berasumsi disposisi matematik siswa di SMP
PGRI 1 Ciputat masih rendah sehingga merasa perlu adanya suatu usaha untuk
meningkatkannya. Disposisi matematik siswa yang rendah akan menghambat
kelancaran dalam proses pembelajaran.
Dari pemaparan di atas, maka diperlukan usaha dari guru untuk
meningkatkan disposisi matematik siswa tersebut. Usaha yang dapat dilakukan
oleh guru antara lain adalah menggunakan model motivasi yang bisa membuat
siswa merasa nyaman dan termotivasi untuk belajar matematika sehingga dapat
meningkatkan disposisi matematik siswa.
Model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika sangat cocok
digunakan karena dapat membangkitkan motivasi siswa yang rendah. Dengan
tujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik, pembelajaran harus
berdasarkan pengalaman relevan dan minat peserta didik untuk mengembangkan
kepercayaan dan memberikan kepuasan. Pembelajaran ini dibagi menjadi empat
bagian yaitu: attention (perhatian), relevance (relevansi), confidence (kepercayaan
diri), satisfaction (kepuasan). Pada pembelajaran ini, siswa dibawa untuk
mengikuti proses belajar yang menyenangkan. Mula-mula pembelajaran
ditekankan pada ketertarikan siswa dengan pelajaran matematika. Kemudian
materi pelajaran dikaitkan dengan lingkungan di sekitar peserta didik. Langkah
selanjutnya adalah menumbuhkan kepercayaan diri siswa, misalnya dengan cara
siswa mengemukakan pendapat dan ide-idenya, dan langkah terakhir adalah
memberikan pujian, memberikan hadiah dan memberikan nilai yang bagus
sebagai upaya menimbulkan kepuasan pada diri siswa.

5

Dengan demikian, penulis tertarik untuk meneliti masalah tersebut
dengan mengajukan judul yaitu “Penerapan Model Motivasi ARCS dalam
Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa”.

B.

Identifikasi Area Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka

dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut :
a. Siswa kurang memiliki minat dan ketertarikan untuk belajar matematika
b. Kurangnya semangat dan percaya diri siswa dalam belajar matematika
c. Guru kurang memberikan pembelajaran yang menyenangkan, efektif dan
membuat siswa termotivasi untuk belajar matematika

C.

Pembatasan Fokus Penelitian
Fokus penelitian ini adalah untuk meningkatkan disposisi matematik

siswa dengan menerapkan model motivasi ARCS pada proses pembelajaran
dikelas. Pada penelitian ini peneliti membatasi fokus penelitian agar masalah yang
dibahas tidak meluas, yaitu:
a.

Model motivasi ARCS dalam penelitian ini adalah model pembelajaran yang
bertujuan untuk meningkatkan perhatian peserta didik, pembelajaran harus
berdasarkan

pengalaman

relevan

dan

minat

peserta

didik

untuk

mengembangkan kepercayaan dan memberikan kepuasan.
b.

Disposisi matematik yang dimaksud adalah keinginan, kecenderungan untuk
memandang, berpikir dan berbuat dengan cara positif terhadap matematika.
Pengukuran disposisi matematik siswa berdasarkan skala disposisi matematik
yang diberikan kepada siswa.
Adapun indikator disposisi matematik dalam penelitian ini, yaitu (1) Rasa
percaya, (2) Fleksibilitas, (3) Tekun, (4) Minat, rasa ingin tahu (curiosity), (5)
merepleksikan, (6) Menilai aplikasi matematika, (7) Apresiasi (appreciation)
peran matematika.

6

D.

Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah :
a.

Bagaimana penerapan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika
dapat meningkatkan disposisi matematik siswa?

b.

Bagaimana aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan
penerapan model motivasi ARCS ?

c.

Bagaimana respon siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan
penerapan model motivasi ARCS?

d.

Bagaimana peningkatan hasil tes akhir siswa setelah mengikuti pembelajaran
dengan

menggunakan

model

motivasi

ARCS

dalam

pembelajaran

matematika?

E.

Tujuan penelitian
Tujuan Penelitian ini adalah:

a.

Mengetahui penerapan model motivasi ARCS dapat meningkatkan disposisi
matematik siswa.

b.

Mengetahui aktivitas siswa dalam proses pembelajaran matematika dengan
penerapan model motivasi ARCS

c.

Mengetahui respon siswa dalam pembelajaran matematika setelah diterapkan
model motivasi ARCS.

d.

Mendeskripsikan penerapan pembelajaran matematika dengan model
motivasi ARCS.

F.

Manfaat Hasil Penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah

sebagai berikut :
1. Manfaat Teoritis
a. Salah satu alternatif untuk meningkatkan disposisi matematik siswa.
b. Sebagai bahan acuan untuk melakukan penelitian lanjutan yang relevan.

7

2. Manfaat Praktis
a. Bagi penulis, dapat menambah wawasan untuk bahan pengalaman dalam
menerapkan model motivasi ARCS dalam pembelajaran matematika.
b. Bagi guru, sebagai sumber informasi tentang penggunaan model motivasi
ARCS dalam kegiatan pembelajaran.
c. Bagi sekolah, sebagai bahan sumbangan pemikiran dalam rangka
memperbaiki proses pembelajaran matematika serta untuk meningkatkan
prestasi belajar siswa.
d. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah
satu sumber informasi dan bahan rujukan untuk mengadakan penelitian
yang lebih lanjut.

BAB II
KERANGKA TEORITIK DAN PENGAJUAN KONSEPTUAL
INTERVENSI TINDAKAN

A.

Kajian Teori
Dalam bagian kajian teori ini akan dikemukakan bahasan mengenai

pembelajaran matematika, pengertian dan indikator disposisi matematik, model
motivasi ARCS, serta penerapan ARCS dalam pembelajaran matematika.
1.

Pembelajaran Matematika
Belajar dan pembelajaran dalam dunia pendidikan saling berkaitan.

Menurut Travers 1 belajar mencakup perubahan yang relatif permanen dalam
tingkah laku sebagai akibat dari penyingkapan terhadap kondisi dalam
lingkungan.1 Hilgard mengartikan bahwa belajar adalah suatu proses dimana
suatu perilaku muncul atau berubah karena adanya respon terhadap suatu situasi.2
Gagne menyatakan bahwa belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang
relatif menetap.3 Seperti Gagne, Di Vesta dan Thompson mendefinisikan bahwa
belajar adalah suatu perubahan tingkah laku yang bersifat menetap sebagai hasil
dari pengalaman.4 Dari pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah
sejumlah

aktivitas

atau

suatu

proses

untuk

memperoleh

pengetahuan,

meningkatkan keterampilan, memperbaiki sikap dan perilaku.
Sementara itu, Pembelajaran merupakan proses komunikasi antara siswa
dengan guru dan siswa dengan siswa dalam rangka perubahan sikap dan pola pikir
yang akan menjadikan kebiasaan bagi siswa yang bersangkutan serta proses

1

Anisah Basleman dan Syamsu Mappa, Teori Belajar Orang Dewasa, (Bandung: PT
Remaja Rosdakarya, 2011), h. 7.
2
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 12.
3
Eveline Siregar dan Hartini Nara, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Ghalia
Indonesia, 2010), h. 4.
4
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran Teori dan Konsep Dasar, (Bandung:
PT Remaja Rosdakarya, 2011), h. 12.

8

9

perolehan ilmu dan pengetahuan. Pembelajaran dapat memberikan suasana
lingkungan belajar tumbuh dan berkembang secara optimal.5 Menurut Sumarmo,
pembelajaran merupakan suatu proses, situasi, dan upaya yang dirancang guru
sedemikian rupa sehingga membuat siswa belajar.6
Berdasarkan definisi di atas, pembelajaran adalah proses perubahan
tingkah laku berdasarkan pengalaman dan pengetahuan yang menyesuaikan diri
dengan lingkungan berupa kecakapan dan sikap. Proses pembelajaran yang
dilakukan siswa tidak mungkin terjadi tanpa perlakuan guru.
Matematika merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai
siswa. Semakin tinggi tingkat pendidikan siswa maka semakin sulit dirasa siswa
untuk mempelajarinya. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi belajar
ialah motivasi siswa, kuat lemahnya motivasi belajar siswa turut mempengaruhi
keberhasilannya.
Pembelajaran matematika merupakan proses berpikir untuk memahami
konsep-konsep matematika, bukan sekedar menekankan kepada materi pelajaran
saja, tetapi juga kemampuan siswa untuk memperoleh pengetahuannya sendiri.
Motivasi berfungsi menimbulkan, mendasari, mengarahkan pembelajaran.
Motivasi dapat menentukan baik tidaknya dalam mencapai tujuan sehingga
semakin besar motivasinya akan semakin besar kesuksesan belajarnya.7
Berdasarkan pemaparan di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran
matematika merupakan proses yang disengaja dirancang dengan tujuan untuk
menciptakan suasana lingkungan yang memungkinkan siswa melaksanakan
kegiatan belajar matematika. Dalam proses pembelajaran matematika juga perlu
dijaga motivasi siswa melalui proses pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna bagi siswa.

5

Erman Suherman, Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer,(Bandung:JICA
UPI, 2001), h. 8-9.
6
Utari Sumarmo, Kumpulan Makalah: Berfikir dan Disposisi Matematik serta
Pembelajarannya,(Bandung:UPI,2013), h. 126.
7
M. Dalyono, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h. 235.

10

2.

Disposisi Matematis
Salah satu komponen dari kompetensi matematika adalah disposisi yang

produktif. Disposisi matematik siswa merupakan salah satu faktor penting yang
mempengaruhi sukses atau tidaknya proses pembelajaran matematika. Berikut ini
akan dikemukakan bahasan mengenai pengertian disposisi matematik dan
indikator disposisi matematik.
a.

Pengertian Disposisi Matematik
Ada lima kompetensi matematika yang seharusnya dapat dicapai oleh

siswa dalam proses pembelajaran matematika, yaitu: 1) Pemahaman Konsep
(Conceptual Understanding); 2) Pemahaman Prosedur (Prosedural Fluency); 3)
Kemampuan Strategis (Strategic Competence); 4) Penalaran Adaptif (Adaptif
Reasoning); 5) Disposisi yang Produktif (Productive Disposition).8
Salah satu komponen kompetensi matematika yang harus dicapai oleh
siswa adalah disposisi yang produktif (productive disposition) yaitu sikap
produktif serta kebiasaan untuk melihat sebagai suatu yang logis, berguna dan
berfaedah. Menurut Sumarmo, disposisi matematik adalah keinginan, kesadaran
dan dedikasi yang kuat pada diri siswa untuk belajar matematika dan
melaksanakan berbagai kegiatan matematika. Wardani (dalam Permana)
mendefinisikan disposisi matematik adalah ketertarikan dan apresiasi terhadap
matematika yaitu kecenderungan untuk berpikir dan bertindak positif, termasuk
kepercayaan diri, keingintahuan, ketekunan antusias dalam belajar, gigih
menghadapi permasalahan, fleksibel, mau berbagi dengan orang lain, reflektif
dalam kegiatan matematika. Senada dengan Wardani, Kesumawati mengartikan
disposisi matematik, yaitu keinginan, kesadaran dan dedikasi yang kuat pada diri
siswa untuk belajar matematika dan melaksanakan berbagai kegiatan matematika.9
Dari berberapa definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa disposisi
matematik adalah keinginan, kecenderungan untuk memandang, berpikir dan

8

Jeremy Kilpatrick, Jane Swafoord, & Bradford Findell, Adding It Up:Helping Children
Learn Mathematics, (Washington DC:National Academy, 2001), h. 5.
9
Nila Kesumawati, “Peningkatan Kemampauan, Pemecahan Masalah dan Disposisi
Matematis Siswa SMP Melalui Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik”, Disertasi pada
Pascasarjana UPI Bandung, Bandung, 2010, h. 44, tidak dipublikasikan.

11

berbuat dengan cara positif terhadap matematika. Disposisi matematik siswa
dikatakan baik jika siswa tersebut menyukai masalah-masalah yang merupakan
tantangan serta melibatkan dirinya secara langsung dalam menyelesaikan masalah.
Dalam proses pembelajaran, disposisi matematik ditandai ketika siswa merasakan
munculnya kepercayaan diri, harapan dan kesadaran untuk melihat kembali hasil
berpikirnya.
Disposisi matematik merupakan salah satu faktor penting yang
menentukan keberhasilan belajar siswa. Siswa memerlukan disposisi yang akan
menjadikan mereka gigih menghadapi masalah yang lebih menantang, untuk
bertanggung jawab terhadap belajar mereka sendiri, dan untuk mengembangkan
kebiasaan yang baik dalam belajar matematika. Didukung dengan pendapat Anku
yang menyatakan bahwa ”one of several factors that affect students' learning of
mathematics is their disposition towards mathematics”10, yaitu salah satu faktor
yang mempengaruhi proses dan hasil belajar matematika siswa adalah disposisi
mereka terhadap matematikanya. Dan pendapat Jeremy Kilpatrick, Jane Swafford,
dan Bradford Findell menjelaskan “students’ disposition toward mathematics is a
major factor in determining their educational success.”11 yaitu disposisi siswa
terhadap matematika merupakan faktor utama dalam menentukan keberhasilan
pendidikan mereka.
b.

Indikator Disposisi matematik
Menurut National Council of Teachers of Mathematics (2000) (dalam

Sumarmo), disposisi matematik menunjukkan rasa percaya diri, ekspektasi dan
metakognisi, gairah dan perhatian serius dalam belajar matematika, kegigihan
dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, rasa ingin tahu yang tinggi, serta
kemampuan berbagi pendapat dengan orang lain12.
Silver menguraikan disposisi matematik ke dalam beberapa komponen
yaitu : rasa percaya diri (self confident), rasa diri mampu (self efficacy), rasa ingin
10

Anku, Sitsofe Enyonam, Fostering Students' Disposition towards Mathematics: A Case
from a Canadian University(Academic journal article from Education, Vol. 116, No. 4)
11
Jeremy Kilpatrick, Jane Swafoord, & Bradford Findell, Adding It Up:Helping Children
Learn Mathematics, (Washington DC:National Academy,2001), h. 131.
12
Utari Sumarmo, Kumpulan Makalah : Berfikir dan Disposisi Matematik serta
Pembelajarannya (Jurusan Pendidikan Matematika:FPMIPA,2013). h. 339.

12

tahu

(curiousity),

senang

mengerjakan

tugas

matematika,

rajin

dan

tekun(diligence), fleksibel (flexibility), dan reflektif. Rasa percaya diri (self
confident) dan rasa diri mampu (self efficacy) adalah sikap positif yang
merupakan bagian penting dalam pembelajaran. Rasa percaya diri merefleksikan
bagaimana seseorang berfikir tentang sesuatu. Sedangkan sikap positif
ditunjukkan dengan semangat belajar, penuh perhatian, saling sumbang saran, dan
saling menghormati terhadap sesama. Sebaliknya sikap negatif ditunjukkan
dengan rasa tidak suka, tidak tertarik, tidak berminat, dan cemas terhadap
matematik. Kualitas rasa keingintahuan seseorang dapat diidentifikasi melalui
sejumlah pertanyaan yang diajukan, melakukan diskoveri, dan semangat belajar.
Fleksibilitas dapat diestimasi dari saling sumbang saran atau idea, sedang sikap
reflektif dapat diprediksi dari respons siswa terhadap sesuatu yang terjadi,
aktivitas, dan pengetahuan baru.13
Polking (1998), mengemukakan bahwa indikator disposisi matematik
antara lain:
a. Rasa percaya diri dalam menggunakan matematika, memecahkan masalah,
memberi alasan dan mengkomunikasikan gagasan.
b. Fleksibilitas dalam menyelidiki gagasan matematik dan berusaha mencari
metoda alternatif dalam memecahkan masalah.
c. Tekun mengerjakan tugas matematik.
d. Minat, rasa ingin tahu (curiosity), dan daya temu dalam melakukan tugas
matematik.
e. Cenderung memonitor, merepleksikan performance dan penalaran mereka
sendiri.
f. Menilai aplikasi matematika ke situasi lain dalam maatematika dan
pengalaman sehari-hari.
g. Apresiasi (appreciation) peran matematika dalam kultur dan nilai,
matematika sebagai alat, dan sebagai bahasa. 14

13
14

Ibid., h. 203.
Ibid., h. 339.

13

Syaban menyatakan untuk mengukur disposisi matematik siswa,
indikator yang digunakan antara lain:
1. Menunjukkan perhatian yang serius dalam belajar matematika.
2. Menunjukkan kegigihan dalam menghadapi permasalahan.
3. Menunjukkan gairah/ antusias dalam belajar matematika.
4. Menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi.
5. Menunjukkan rasa percaya diri dalam belajar dan menyelesaikan masalah.
6. Menunjukkan kemampuan untuk berbagi dengan orang lain. 15
Berdasarkan beberapa indikator-indikator yang dipaparkan di atas,
indikator disposisi matematik dalam penelitian ini adalah (1) Rasa percaya diri
dalam menggunakan matematika, memecahkan masalah, memberi alasan dan
mengkomunikasikan gagasan, (2) Fleksibilitas dalam menyelidiki gagasan
matematik dan berusaha mencari metoda alternatif dalam memecahkan masalah,
(3) Tekun mengerjakan tugas matematik, (4) Minat, rasa ingin tahu (curiosity),
dan daya temu dalam melakukan tugas matematik, (5) Cenderung memonitor,
merepleksikan performance dan penalaran mereka sendiri, (6) Menilai aplikasi
matematika ke situasi lain dalam maatematika dan pengalaman sehari-hari, (7)
Apresiasi (appreciation) peran matematika dalam kultur dan nilai, matematika
sebagai alat, dan sebagai bahasa.
3.

Model Motivasi ARCS (Attention, Relevance, Confidence, Satisfaction)
dalam Pembelajaran Matematika
Dari berbagai teori motivasi yang berkembang, keller telah menyusun

seperangkat prinsip-prinsip motivasi yang dapat diterapkan dalam proses
pembelajaran, yang disebut sebagai model ARCS yaitu Attention (perhatian),
Relevance (relevansi), Confidence (keyakinan diri siswa) dan Satisfaction
(kepuasan siswa). Dalam proses belajar dan pembelajaran, keempat kondisi

15

Mumun Syaban, Menumbuhkembangkan Daya dan Disposisi Matematis Siswa Sekolah
Menengah Atas Melalui Pembelajaran Investigasi (Bandung:Universitas Langlangbuana, 2009),
h. 130.

14

15

dapat digunakan untuk menunjukkan relevansi dalam pembelajaran, yaitu sebagai
berikut:
1) Sampaikan kepada peserta didik apa yang akan dapat mereka lakukan setelah
mempelajari materi pembelajaran.
2) Jelaskan manfaat pengetahuan/keterampilan yang akan dipelajari.
3) Berikan contoh, latihan/tes yang langsung berhubungan dengan kondisi
peserta didik atau profesi tertentu. 19
Seperti halnya proses belajar umumnya jika seseorang tidak memiliki
motivasi yang kuat dalam belajar, maka mustahil mereka akan mampu
menangkap pelajaran dengan baik. Relevansi menunjukkan adanya hubungan
antara materi yang dipelajari dengan kebutuhan kondisi peserta didik. Peserta
didik akan termotivasi bila mereka merasa bahwa apa yang dipelajari memenuhi
kebutuhan pribadi atau bermanfaat dan sesuai dengan nilai yang dipegang.
c.

Confidence (kepercayaan diri)
Confidence (kepercayaan diri) yaitu merasa diri kompeten atau mampu

merupakan potensi untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan. Motivasi akan
meningkat sejalan dengan meningkatnya harapan untuk berhasil. Ada sejumlah
strategi untuk meningkatkan kepercayaan diri, yaitu sebagai berikut:
1) Memberikan materi matematika secara sistematis, dari yang mudah ke yang
sukar dan dari yang konkrit ke abstrak, sehingga kemampuan siswa
mengikuti pelajaran termotivasi sejak awal kegiatan.
2) Menyampaikan tujuan/kompetensi yang ingin dicapai dari pembelajaran,
sehingga arah dan tujuan kegiatan jelas bagi siswa.
3) Tumbuh kembangkan rasa percaya diri pada siswa, dengan tidak mengatakan
“kamu bodoh”, atau “kamu salah”, akan tetapi guru dapat menggunakan kata
lain jika jawaban siswa salah dengan “mungkin masih ada jawaban lain” atau
“jawaban kamu sudah hampir tepat” dan sebagainya. 20

19

Ibid., hal. 53.
Dra. Zahra Chairani, M.Pd, Model ARCS dalam Pembelajaran (hubungan dengan aspek
kecakapan hidup), 2005, hal. 12.
20

16

d.

Satisfaction (kepuasan)
Satisfaction (kepuasan) adalah perasaan gembira, perasaan ini dapat

positif yaitu timbul kalau orang mendapatkan penghargaan dalam dirinya.
Perasaan ini meningkat kepada perasaan harga diri kelak. Keberhasilan dalam
mencapai suatu tujuan akan menghasilkan

Dokumen yang terkait

Penerapan Model Pembelajaran Sscs (Search, Solve, Create And Share) Untuk Meningkatkan Disposisi Matematik Siswa

21 139 156

Penerapan pendekatan savi : somatic, auditory, visual, intellectual untuk meningkatkan disposisi matematik siswa

0 26 0

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEANS ENDS ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika (PTK Pembelajaran Matematika pada Siswa Ke

0 1 16

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN MEANS ENDS ANALYSIS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM Penerapan Model Pembelajaran Means Ends Analysis Untuk Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Pemecahan Masalah Matematika (PTK Pembelajaran Matematika pada Siswa Kel

0 2 12

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ADVANCE ORGANIZER DENGAN PETA KONSEP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI Penerapan Model Pembelajaran Advance Organizer Dengan Peta Konsep Untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika (PTK di

0 0 17

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMP.

8 39 53

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE FORMULATE-SHARE-LISTEN-CREATE (FSLC) DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN INDUKTIF MATEMATIK SISWA SMP.

7 43 33

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN OSBORN UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN DISPOSISI MATEMATIS SISWA SMP MILLA MUSTIKAWATI SUGANDI.

9 21 58

Mengembangkan Disposisi Matematik Melalui Model Pembelajaran Kontekstual

0 0 9

Efektivitas Model Pembelajaran ARCS untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi di Kalangan Siswa yang Berasal dari Status Ekonomi Rendah

0 0 18

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23