Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament Terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis Siswa (Quasi Eksperimen Di Mts Nur-Attaqwa Jakarta Utara)

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN
KOOPERATIF TEAMS GAMES TOURNAMENT
TERHADAP PRESTASI BELAJAR
ALQURAN HADIS SISWA
(Quasi eksperimen di MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara)

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh:
HILYATUL ULYA
NIM 107011000647

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF
HIDAYATULLAH
JAKARTA
1434 H/2013 M

I

.l {rn
/"!

i

LEMBAR PENGBSAHANPEMBIMBING SKRIPSI
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TEAMS GAMES TOURTVAMENT
TERHADAP PRESTASI
BELAJAR ALQURAN HADIS SISWA
(Qu,asieksperinrcn di MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara)

SKRIPSI
DiajukanKepadaFakultasIlmu Tarbiyahdan Keguruan(FITK) Untuk
MemenuhiSyaratMencapaiGelarSarjanaPendidikan(S.Pd.I)

OIeh:
HILYATUL ULYA
NrM. 107011000647

Pembimbing:

Tanenji, MA
NIP. 197207121998031 004

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
1434H/2013M

a;$

lr

LEMBAR PENGESAHAN
PANITIA UJIAN MUNAQASAH
Skripsi ini berjudul Pengaruh Model PembelajaranKooperatif TeamsGames
Tournament terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis siswa (euasi
Eksperimendi MTs Nur-Attaqwa lakartaUtara)disusunoleh HILyATUL UiyA
Nomor Induk Mahasiswa 107011000647,diajukan kepada Fakultas Ilmu
Jgbiyah dan KeguruanUIN Syarif Hidayatullah Jakartaian telah dinyatakan
lulus dalam Ujian Munaqasah,pada tanggal 14 Mei 2013 di hadapandewan
ggnguji.Karenaitu, penulis berhakmemperolehgelar Sarjanas1 (s.id.D dalam
bidangPendidikanAgamaIslam.
Jakarta,14Mei 2013
Panitia Ujian Munaqasah

Tanggal
KetuaPanitia(KetuaJurusanpAI)
Bahrissalim.
M.Ag.
NIP. 196803071998031 002
Sekretaris(SekretarisJurusanpAI)
Drs.SapiudinShidiq.M.A
NrP. 19670328200003
1 001

tlf s -17

PengujiI
Dr. Zaimmudin.MA
NIP. 19590705
199103| 002
Penguji2
Dra.Eni RosdaSyarbaini.M.psi
NIP.19530813
19S003
2 00r

s20s20198103
1 001

ul

TandaTansan

r

SURAT PERNYATAAN KARYA ILMIAH
Yang bertandatangandi bawahini:
Nama

Hilyatul Ulya

NIM

107011000647

Jurusan

PendidikanAgamaIslam

Alamat

JalanPegangsaan
Dua Km.4 No.157 JakartalJtara

MEI\IYATAKAN DENGAN SESUNGGIJHII.YA
BahwaskripsiyangberjudulPengaruhModer pembelajaranKooperatif
Teams Games Tournamenr terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis siswa
adalahbenarhasil karyasendiridi bawahbimbingandosen:
NamaPembimbing

: Tanenji,MA

NIP

:19720712
199803
I 004

Jurusan/Program
Studi

: Pendidikan
AgamaIslam

Demikiansuratpernyataan
ini sayabuatdengansesungguhnya
dan saya
siapmenerimasegalakonsekuensi
apabilateibuktibahwaskripsiini bukanhasil
karyasendiri.

Jakarta,0S
April2013

Hilvatul UIya
t0701100647

lv

ABSTRAK

HILYATUL ULYA (107011000647). Pengaruh Model Pembelajaran
Kooperatif Teams Games Tournament terhadap Prestasi Belajar Alquran
Hadis Siswa. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prestasi belajar siswa melalui
penerapan model pembelajaran kooperatif teams games tournament bagi siswa
kelas IX MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara tahun ajaran 2012/2013. Subjek dalam
penelitian ini adalah siswa kelas IX.A (penerapan model pembelajaran kooperatif
teams games tournament) dan siswa kelas IX.B (penerapan model pembelajaran
konvensional). Metode Penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen
dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen yang
digunakan adalah instrumen tes berupa soal pilihan ganda sebanyak 20 butir. Data
hasil instrumen tes dianalisis secara statistik menggunakan uji perbandingan
selisih nilai pretest postest kedua kelas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif
teams games tournament lebih tinggi dibandingkan dengan model pembelajaran
konvensional dan berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa pada aspek kognitif
walaupun tidak terlalu besar. Hal tersebut terlihat dari selisih peningkatan rata-rata
nilai pretest postest antara kedua kelas. Kelas yang diterapkan model
pembelajaran kooperatif teams games tournament memiliki selisih rata-rata nilai
pretest postest sebesar 23.63 dan kelas yang diterapkan model pembelajaran
konvensional memiliki selisih rata-rata nilai pretest postest sebesar 17.21. Hasil
penelitian juga menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan model
pembelajaran kooperatif teams games tournament terhadap prestasi belajar
alquran hadis siswa. Kesimpulan ini didasarkan pada hasil pengujian hipotesis
dengan menggunakan uji-t terhadap selisih nilai pretest postest kedua kelas.
Berdasarkan pengujian hipotesis tersebut, diperoleh nilai thitung sebesar 1.70, dan
nilai ttabel pada taraf signifikansi 5% adalah 2.06. Dengan demikian, terlihat bahwa
nilai thitung < ttabel, sehingga hipotesis nihil diterima.
Kata Kunci: Prestasi Belajar Alquran Hadis, Model Pembelajaran Kooperatif
Teams Games Tournament, Model Pembelajaran Konvensional

iv

ABSTRACT
HILYATUL ULYA (107011000647). Effect of Cooperative Learning Teams
Games Tournament Model from Alquran Hadis Achievement of the Students.
Thesis, Islamic Education Department, Faculty of Tarbiya and Teachers Training,
Islamic University of Syarif Hidayatullah Jakarta, 2013.
The aim of this research was to find out the students achievement through
the application model of cooperative learning teams games tournament for
students class IX MTs Nur-Attaqwa North Jakarta the school year 2012/2013.
Subjects in the study were IX.A class (that was applicated of cooperative learning
teams games tournament model) and IX.B (that was applicated conventional
learning model). Quasi experiment method was used in this research with
purposive sampling technique. The test instrument that used was multiple choices
20 items. The data taken from test instrument was analyzed by comparison
statistical test, that was comparison between gain in pretest postest results of both
classes.
The result of the research showed that cooperative learning teams games
tournament model is higher than conventional learning model and it can effect the
students achievement in the cognitive aspects but it not so big. It was showed by
the improve of gain in pretest postest score between two experiment classes. The
improve of gain in pretest postest score at class that applicated cooperative
learning teams games tournament model is 23.63 and the improve of gain in
pretest postest score at class that applicated conventional learning model is
17.21. Moreover, The result of the research showed that there are not significant
effect of cooperative learning teams games tournament model from alquran hadis
achievement of the students. It can be conclude that based on the result of
statistical test of hyphothetical testing that used t-test from both of gain in pretest
postest score showed that tcount value is 1.70, and ttable value in degree of
significance 5% is 2.06. It can be seen that tcount < ttable value, so that the null
hyphothesis is received.

Keywords: Alquran Hadis Achievement, Cooperative Learning Teams Games
Tournament Model, Conventional Learning Model

v

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur hanya bagi Allah yang telah menciptakan kita
dalam keadaan mencintai agamanya dan berpegang pada syariat-Nya. Shalawat
dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad yang telah
berjihad untuk menyiarkan ajaran-ajaran Islam yang agung dalam akhlak beliau
yang mulia, dan semoga kesejahteraaan dan rahmat senantiasa juga tercurah untuk
keluarganya dan para sahabatnya terkasih yang senantiasa mengikuti petunjuknya,
sehingga mereka beruntung dengan mendapat ridha dan pahala dari sisi Allah.
Laporan skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat mencapai gelar
Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) pada Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Skripsi ini
membahas tentang Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games
Tournament (TGT) terhadap Prestasi Belajar Alquran Hadis Siswa Kelas IX di
MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa keterbatasan kemampuan dan
kurangnya pengalaman yang dimiliki telah melahirkan adanya hambatan dan
kesulitan yang senantiasa ditemui dalam penyusunan skripsi ini. Terselesaikannya
skripsi ini terjadi atas bimbingan-Nya dan semua pihak yang memberikan arahan,
bimbingan, motivasi dan petunjuk. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan
hati, penulis ucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
1. Prof. Dr. H. Rif‟at Syauqi Nawawi, MA, Selaku Dekan Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Jakarta beserta staf-stafnya.
2. Bapak Bahrissalim, M.A., Ketua Jurusan Pendidikan Agama Islam.
3. Bapak Drs. Sapiudin Shidiq, M.Ag., Sekretaris Jurusan Pendidikan Agama
Islam sekaligus pembimbing akademik penulis.
4. Bapak Tanenji, MA., pembimbing skripsi yang telah memberikan waktu
dan tenaganya untuk membimbing, mengarahkan, dan mengembangkan
pemikiran kepada penulis demi terselesaikannya penyusunan skripsi ini
dengan baik. Terima kasih pak atas bimbingannya.
vi

5. Bapak Dr. Zaimmudin, MA dan Dra. Eni Rosda Syarbaini, M.Psi., selaku
dosen penguji peneliti.
6. Pimpinan Perpustakaan Utama dan Fakultas beserta staf-stafnya yang telah
memberikan fasilitas untuk mencari atau mengadakan studi kepustakaan.
7. Segenap Bapak/Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Agama Islam, yang telah
memberikan ilmu pengetahuan yang sangat berguna bagi diri pribadi
penulis. Khususnya, untuk Bapak Yudhi Munadi, Bapak Muhammad Zuhdi,
Bapak Muhammad Furqon, Ibu Nuraida, Ibu Husnawaty yarhamahallah,
dan Ibu Heny yang kesemuanya telah mengajari arti ketulusan, semangat
dan kerja keras. Terima kasih pak bu atas hard skill dan soft skill yang kini
penulis miliki.
8. Bapak H. Ali Muchtar dan Bapak Abdul Latif selaku Kepala Sekolah dan
Wakil Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu guru beserta staf Tata Usaha yang
telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penelitian serta
seluruh siswa kelas IX di MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara.
9. Teruntuk kedua makhluk yang indah, jantung yang berdetak dengan rasa
cinta dan kasih sayang, yang menanggung banyak beban demi mencetak
masa depan yang gemilang untuk anak-anaknya dengan jari-jarinya yang
suci, hidup demi anak-anaknya dengan ikhlas, jujur, dan setia demi memetik
buah yang ditanam dan dirawatnya. Yang telah kusakiti hatinya, namun
keteladananya dalam pengorbanan bagaikan aliran sungai yang tiada henti.
Bapak tercinta H. Mashuri Muchtar dan Mamah tercinta Hj. Yayah
Nurfathia. Semoga keridhoan dan doa keduanya selalu bersama penulis.
10. Teruntuk pembimbing, teladan, cahaya hati, penguat jiwa, orang yang
memberi tanpa batas, bijaksana, berhati besar, lambang kepercayaan dan
kasih sayang. Suami tersayang Husain Al Adib. Semoga Allah berkahi
ikatan suci ini.
11. Teruntuk mutiara yang sangat berharga, belahan hati, cita-cita yang tercapai,
bayangan, bagian, jiwa raga yang memberi penulis rasa agungnya sifat
keibuan, yang menambah semangat untuk menekuni skripsi ini. Anak
tersayang Abdullah Isy Kareeman dan adikmu yang sudah 2 bulan

vii

bersemayam di rahim ini. Semoga Allah menjadikan agama dan Alquran
mulia di tangan kalian.
12. Teruntuk Bani Mashuri harapan hati. Keenam adik tercinta, Hilwan
Khulaifi, Sahlan Rizqi Sofwani, Aqlia Nurmawaddah, Ahmad Faqih,
Annisa Syifa Fadliah, dan Ratu Sabil el-Islamy. Semoga terjauhkan dari
hubbuddunya wa karohiyatul maut.
13. Teruntuk keluarga slawi tambatan jiwa. Bapak&Ibu mertua terkasih,
Haryono&Kholifaturrahmah. Mas huda, mbak hilya, dek evania, dan dek
azimah. Semoga kasih sayang ini semakin erat.
14. Teruntuk laskar usman yang seperti bara memberi semangat menyala.
Segenap almamater Al-Zaytun tercinta. Khususnya, Agis ackka, Laely,
Zizah&Fuad, Ummu&Abu Amara, Kak ana, Cete, Pipit, Rahmat, Andi,
Ubed, Arif, Ali, Fulki, Agam, Soleh, Hadi, Daus, Awang dan Enjoymuh.
15. Teruntuk makhluk berharga yang seperti udara memberi kesejukan.
Ummu&Abu Syakir, Ummu Halwa, Ummu&Abu Iffah, Ummu Junnah,
Eni, Esha, Eva, Ibu Budi, Ibu Bambang, Devi, Iim, Nida, Vira, Zeky, Ibu
Sari, Mbak Nur, Abu Diva, Ummu&Abu Abthol, Ummu&Babeh Saung,
Abu&Ummu Ismail, Febri dan Ahmad.
16. Teruntuk pengemban amanah pendidikan yang seperti bumi memberi
dukungan. Segenap kawan-kawan PAI Angkatan 2007. Terlebih, Che
Laskar Mania. Khususnya, Siti Nurul Karimah, Qiro, Imeh, Lina dan Kodri.
Serta Hilda Nurul Mawaddah, Erna dan Aknes.
17. Teruntuk seluruh umat Islam yang istiqomah meninggikan kalimat Allah.
Sungguh, seperti air yang memberi inspirasi.
18. Semua pihak yang telah membantu kelancaran penyusunan skripsi ini.
Semoga Allah membalas kebaikan mereka dengan sebaik-baiknya.

Jakarta, 08 April 2013

Penulis

viii

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL

i

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING SKRIPSI

ii

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN MUNAQASAH

iii

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

iv

ABSTRAK

v

ABSTRACT

vi

KATA PENGANTAR

vii

DAFTAR ISI

x

DAFTAR TABEL

xiii

DAFTAR GAMBAR

xiv

DAFTAR DIAGRAM

xv

DAFTAR LAMPIRAN

xvi

BAB I

PENDAHULUAN

1

A. Latar Belakang Masalah

1

B. Identifikasi Masalah

6

C. Pembatasan Masalah

6

D. Perumusan Masalah

7

E. Tujuan Penelitian

7

F. Kegunaan Penelitian

7

KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

8

A. Deskripsi Teoritik

8

BAB II

1. Pembelajaran Alquran Hadis

8

a. Hakikat Pembelajaran Alquran Hadis

8

b. Pembelajaran Alquran Hadis di MTs

10

2. Prestasi Belajar Alquran Hadis

14

a. Pengertian Prestasi Belajar Alquran Hadis

14

b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar

15

c. Pengukuran Prestasi Belajar Alquran Hadis

17

ix

3. Model Pembelajaran Kooperatif

20

a. Pengertian Pembelajaran Kooperatif

20

b. Unsur-unsur Pembelajaran Kooperatif

21

c. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Kooperatif

23

d. Model-model Pembelajaran Kooperatif

26

4. Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament 26

BAB III

BAB IV

BAB V

a. Pengertian Pembelajaran TGT

26

b. Langkah-langkah Pembelajaran TGT

27

c. Pembelajaran TGT dan Prestasi Belajar

34

d. Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran TGT

35

B. Hasil Penelitian yang Relevan

37

C. Kerangka Berpikir

40

D. Hipotesis Penelitian

41

METODOLOGI PENELITIAN

42

A. Tempat dan Waktu Penelitian

42

B. Metode dan Desain Penelitian

43

C. Populasi dan Sampel

46

D. Prosedur Penelitian

47

E. Teknik Pengumpulan Data

48

F. Teknik Analisis Data

55

G. Hipotesis Statistik

58

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

59

A. Gambaran Umum MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara

59

B. Deskripsi Data

61

C. Pengujian Hipotesis

66

D. Pembahasan Hasil Penelitian

68

E. Keterbatasan Penelitian

69

KESIMPULAN DAN SARAN

70

A. Kesimpulan

70

B. Saran

71

DAFTAR PUSTAKA

72

x

LAMPIRAN

74

BIODATA PENULIS

161

xi

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Alquran Hadis MTs
Kelas IX

12

Tabel 2.2 Perbedaan Kelompok Belajar Kooperatif dengan Kelompok
Belajar Konvensional

22

Tabel 2.3 Perhitungan Poin Turnamen untuk Tiga Pemain

33

Tabel 2.4 Contoh Kriteria Penentuan Penghargaan Kelompok

33

Tabel 3.1 Kegiatan Penelitian

42

Tabel 3.2 Variabel Penelitian

44

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Tes Hasil Belajar

49

Tabel 4.1 Nilai Rata-rata Hasil Ujian Alquran Hadis MTs Nur-Attaqwa

59

Tabel 4.2 Gambaran Guru MTs Nur-Attaqwa Tahun Pelajaran 2012/2013

60

Tabel 4.3 Gambaran Siswa MTs Nur-Attaqwa Tahun Pelajaran 2012/2013

61

Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

62

Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Postest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

64

Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Pretest, Postest dan Selisih (Gain) Kelas
Eksperimen dan Kelas Kontrol

65

Tabel 4.7 Rekapitulasi Uji Normalitas Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol

66

Tabel 4.8 Rekapitulasi Uji Normalitas Hasil Postest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol

66

Tabel 4.9 Rekapitulasi Uji Homogenitas Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol

67

Tabel 4.10 Rekapitulasi Uji Homogenitas Hasil Postest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol

67

Tabel 4.11 Rekapitulasi Hasil Uji-t Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol

xii

68

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Alur Penempatan Peserta Pada Meja Turnamen

30

Gambar 3.1 Desain Penelitian

45

xiii

DAFTAR DIAGRAM
Diagram 4.1 Hasil Pretest Kelas Eksperimen

61

Diagram 4.2 Hasil Pretest Kelas Kontrol

62

Diagram 4.3 Hasil Postest Kelas Eksperimen

63

Diagram 4.4 Hasil Postest Kelas Kontrol

64

xiv

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan Ke-1

74

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan Ke-2

82

Lampiran 3

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Pertemuan Ke-3

88

Lampiran 4

Kisi-kisi Instrumen Tes Hasil Belajar

93

Lampiran 5

Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

94

Lampiran 6

Soal Pretest dan Postest

98

Lampiran 7

Kunci Jawaban Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

101

Lampiran 8

Kunci Jawaban Soal Pretest dan Postest

102

Lampiran 9

Validitas Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

103

Lampiran 10 Reliabilitas Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

109

Lampiran 11 Taraf Kesukaran Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

112

Lampiran 12 Daya Pembeda Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

114

Lampiran 13 Kesimpulan Soal Uji Coba Instrumen Tes Hasil Belajar

118

Lampiran 14 Nilai Pretest Kelas Eksperimen

121

Lampiran 15 Nilai Pretest Kelas Kontrol

122

Lampiran 16 Nilai Postest Kelas Eksperimen

123

Lampiran 17 Nilai Postest Kelas Kontrol

124

Lampiran 18 Normalitas Pretest Kelas Eksperimen

125

Lampiran 19 Normalitas Pretest Kelas Kontrol

127

Lampiran 20 Normalitas Postest Kelas Eksperimen

129

Lampiran 21 Normalitas Postest Kelas Kontrol

131

Lampiran 22 Homogenitas Pretest

133

Lampiran 23 Homogenitas Postest

135

Lampiran 24 Test “t”

137

Lampiran 25 Langkah-langkah Praktis Model Teams Games Tournament

139

Lampiran 26 Lembar Skor Model Teams Games Tournament

140

Lampiran 27 Soal Turnamen Pertemuan Ke-1

141

Lampiran 28 Soal Turnamen Pertemuan Ke-2

142

Lampiran 29 Soal Turnamen Pertemuan Ke-3

143

xv

Lampiran 30 Kunci Jawaban Soal Turnamen Pertemuan Ke-1

144

Lampiran 31 Kunci Jawaban Soal Turnamen Pertemuan Ke-2

145

Lampiran 32 Kunci Jawaban Soal Turnamen Pertemuan Ke-3

146

Lampiran 33 Kelompok Belajar Model Teams Games Tournament

147

Lampiran 34 Kelompok Turnamen Model Teams Games Tournament

148

Lampiran 35 Daftar Skripsi TGT Mahasiswa UIN Syahid Jakarta

150

Lampiran 36 Surat Keterangan Telah Melakukan Penelitian di Sekolah

153

Lampiran 37 Lembar Uji Referensi

154

Lampiran 38 Gambar Media Pembelajaran

159

Lampiran 39 Gambar Hasil Penelitian

160

xvi

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Tak ada satu pun manusia berakal mengingkari bahwa pendidikan
manusia merupakan tugas yang berat dan mulia. Karena mendidik manusia
agar menjadi insan yang lurus (baik dari semua sisi) membutuhkan
pengetahuan (ilmu), kesabaran, fleksibelitas, dan kecakapan. Hidayatullah
Ahmad mendefinisikan pendidikan secara lengkap sebagaimana yang tertera
dibawah ini.
Pendidikan ialah pengarahan atau pembentukan pola hidup, adaptasi
dengan alam sekitarnya, peradaban, penentuan kehidupan, transfer
informasi dan kecakapan, pembentukan motivasi internal untuk
menghadapi tantangan eksternal, perkembangan di setiap hal yang ada di
masyarakat dan kehidupan, pemurnian tradisi dan peninggalan, penemuan
bakat dan persiapan diri dengan baik.1
Pendidikan

memegang

peranan

penting

dalam

meningkatkan

kesejahteraan masyarakat, bahkan pendidikan akan meningkatkan harkat dan
martabat manusia. Hal ini sesuai dengan firman Allah:

Hidayatullah Ahmad, Ensiklopedi Pendidikan Anak Muslim, Terj. dari Mausu’atut
Tarbiyatil ‘Amaliah lith Thifl oleh Sari Narulita dan Umron Jayadi, (Jakarta: Fikr, 2008), Cet. I, h.
18.
1

1

2

Niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di
antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah
Maha teliti apa yang kamu kerjakan. (Q.S. Al-Mujaadalah: 11)2
Ayat di atas menjelaskan bahwa manusia yang berilmu memiliki derajat
(harkat) dan martabat yang lebih tinggi daripada makhluk Allah lainnya.
Namun, menuntut ilmu pengetahuan harus disertai pula dengan keimanan
yang kuat agar mencapai derajat yang tinggi, baik di dunia maupun di akhirat.
Islam memerintahkan dan mewajibkan manusia agar berusaha keras
dalam menuntut ilmu pengetahuan sepanjang hidupnya. Dalam kehidupan,
manusia akan menemui berbagai macam problematika kehidupan. Salah satu
cara untuk mengatasi hal tersebut adalah menyelesaikannya lewat ilmu
pengetahuan.
Begitu penting pendidikan sehingga harus dijadikan prioritas utama
dalam pembangunan bangsa. Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional
Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 butir 1 menyebutkan bahwa ”pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara”.3
Mutu pendidikan di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satu
indikasi paling nyata dari rendahnya mutu pendidikan di Indonesia adalah
rendahnya perolehan prestasi belajar siswa. Khususnya, di MTs Nur-Attaqwa
Jakarta Utara. Pemerintah, guru, dan orang tua memiliki peranan yang
penting dan signifikan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa.
Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk memperbaiki mutu
pendidikan, diantaranya pembaharuan kurikulum dan sistem belajar
2

Kementrian Agama RI, Alquran, Tajwid dan Terjemahnya, (Bandung: PT Sygma
Examedia Arkanleema, 2010), h. 543.
3
Direktorat Jendral Pendidikan, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun
2003, (Jakarta: Eko Jaya, 2003), Cet. I, h. 5.

3

mengajar, peningkatan kualitas pengelola sekolah dan guru, pemenuhan
sarana belajar mengajar, penyempurnaan sistem penilaian dan sebagainya.
Dalam upaya peningkatan mutu pendidikan khususnya dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa, salah satu diantaranya yang harus dikembangkan
terletak pada sistem belajar mengajar yang merupakan kegiatan paling pokok
dalam proses pendidikan.
Pendidikan

tidak

dapat

dipisahkan

dari

proses

pembelajaran,

”pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai
pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi”.4 Guru adalah
pemberi informasi yang berfungsi sebagai sumber belajar, pengelola kelas
dan

pembelajaran,

fasilitator

(mediator),

pembimbing,

motivator,

demonstrator dan evaluator bagi siswa. Di mana guru merupakan salah satu
faktor pendukung yang dapat mengantarkan keberhasilan siswa di sekolah.
Adapun siswa adalah penerima informasi yang belum dewasa dan memiliki
sejumlah potensi yang masih perlu dikembangkan. Di mana siswa merupakan
subjek dan objek pendidikan yang memerlukan bimbingan (guru) untuk
membantu membimbingnya menuju kedewasaan dan mengarahkannya
mengembangkan potensi yang dimilikinya menuju sebuah keberhasilan.
Persaingan yang semakin kompetitif saat ini, menjadikan prestasi
akademik yang tinggi sebagai dambaan setiap siswa dan orang tua. Dengan
banyaknya materi yang dibebankan dan indikator keberhasilan yang ingin
dicapai, siswa diharuskan untuk mendapatkan prestasi belajar yang
memuaskan tanpa adanya perubahan proses pembelajaran. Hampir di semua
sekolah, guru menjadi satu-satunya sumber pengetahuan dengan ceramah
menjadi pilihan utama untuk penyampaian materi. Kemudian terjadilah
situasi kelas yang tidak efektif dan tidak menyenangkan.
Padahal, saat ini siswa dapat belajar lewat internet, perpustakaan, media
cetak, televisi dan masih banyak lagi. Tugas pengajar saat ini seharusnya
memotivasi siswa untuk mencari pengetahuan di luar kelas serta membimbing
4

Munif Chatib, Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di
Indonesia, (Bandung: Kaifa, 2010), Cet. VII, h. 135.

4

penggunaan pengetahuan tersebut. Saat ini guru harus menekankan how
daripada what ketika sebuah proses pembelajaran dilangsungkan di sekolah.
Seperti yang dikemukakan oleh Nasution dalam Syah bahwa ”mengajar
adalah suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaikbaiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi proses
belajar”.5 Di mana proses belajar tersebut diartikan sebagai proses
menanamkan ilmu pengetahuan sebagaimana pernyataan Smith dalam
Sanjaya

bahwa

”mengajar

adalah

menanamkan

pengetahuan

atau

ketrampilan”.6
Untuk mencapai prestasi belajar maksimal, siswa dan guru harus
memahami dulu proses belajar dan seluruh faktor yang mempengaruhi
keberhasilan belajar. Umumnya siswa sangat memerlukan suatu model
pembelajaran yang sederhana, praktis, serta mudah diterapkan untuk dapat
belajar secara efektif dan menyenangkan.
Joyce dan Weil dalam Suyono mengemukakan bahwa ”model
pembelajaran adalah suatu deskripsi dari lingkungan belajar yang
menggambarkan perencanaan kurikulum, kursus-kursus, desain unit-unit
pelajaran dan pembelajaran, perlengkapan belajar, buku-buku pelajaran,
buku-buku kerja, program multimedia, dan bantuan belajar melalui program
komputer”.7 Adapun Soekamto dalam Trianto mendefinisikan model
pembelajaran sebagai ”kerangka konseptual yang melukiskan prosedur yang
sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai
tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman bagi para perancang

5

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja
Rosda Karya, 2003), Cet. VIII, h. 182.
6
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), Cet. I, h.
208.
7
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2011), Cet. I, h. 20.

5

pembelajaran dan para pengajar dalam merencanakan aktivitas belajar
mengajar”.8
Proses belajar yang efektif dan menyenangkan di sekolah sangat sulit
diterapkan khususnya pada mata pelajaran Alquran Hadis, karena selain
faktor model pembelajaran yang hanya memfokuskan penyampaian informasi
kepada siswa, banyak siswa tidak menyukai mata pelajaran Alquran Hadis.
Hal ini disebabkan karena mata pelajaran Alquran Hadis dianggap
menjemukan dan mudah untuk dipahami. Salah satu diantaranya “Hukum
Bacaan Mad”. Siswa menganggap materi “Hukum Bacaan Mad” merupakan
materi yang sangat mudah untuk dipahami, sehingga siswa tidak memiliki
minat untuk mempelajari bab ini.
Agar masalah pada mata pelajaran Alquran Hadis tersebut dapat
dihindari serta memudahkan siswa dalam proses pembelajaran, diperlukan
suatu

model

pembelajaran

yang tepat

dan

menyenangkan.

Model

pembelajaran yang tepat akan memungkinkan siswa tertarik untuk
mempelajari mata pelajaran tersebut dan siswa dapat menguasai ilmu lebih
mudah dan lebih cepat sesuai dengan kapasitas tenaga dan pikiran yang
dikeluarkan. Dengan kata lain, model pembelajaran yang tepat tersebut akan
menciptakan cara belajar yang efektif sehingga siswa tertarik untuk
mempelajari mata pelajaran Alquran Hadis. Selain itu, siswa tidak hanya
dapat memahami dan menghapalnya tapi juga dapat mengamalkan
pengetahuannya dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu model pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat
memahami hukum bacaan mad dengan baik adalah model pembelajaran
kooperatif teams games tournament. Teams games tournament merupakan
salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif. Di mana pembelajaran
yang dilaksanakan di dalam kelas dengan membentuk kelompok-kelompok
kecil,

guru

mengadakan
8

memberikan
turnamen

permainan-permainan
atau

kompetisi

antar

akademik
kelompok.

dan
Hal

guru
ini

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan
Impelemntasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2010),
Cet. III, h. 22.

6

memungkinkan siswa yang belum memahami hukum bacaan mad yang
disampaikan oleh guru dapat bertanya kepada teman satu timnya untuk
memperoleh informasi lebih, sehingga dalam kegiatan turnamen siswa telah
memahami materi pelajaran dan siap bersaing dengan lawannya
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis merasa tertarik untuk
memahami lebih dalam tentang penggunaan model pembelajaran kooperatif
team games tournament. Sehingga ditulis dalam penelitian ini dengan judul
”PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEAMS GAMES
TOURNAMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR ALQURAN HADIS
SISWA Di Madrasah Tsanawiyah Nur-Attaqwa Jakarta Utara”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan

latar

belakang

masalah

di

atas,

maka

penulis

mengidentifikasi permasalahan pada beberapa hal sebagai berikut:
1. Pembelajaran Alquran Hadis MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara yang
dilakukan belum memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat
aktif dalam proses pembelajaran.
2. Pembelajaran Alquran Hadis MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara yang
dilakukan hanya berpusat pada guru.
3. Pembelajaran Alquran Hadis MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara masih
diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran konvensional.
4. Prestasi belajar Alquran Hadis MTs Nur-Attaqwa belum menunjukkan
hasil yang optimal.

C. Pembatasan Masalah
Melihat luasnya permasalahan yang dihadapi berkenaan dengan judul di
atas, maka masalah ini dibatasi pada:
1. Subjek dan Tempat Penelitiannya adalah siswa MTs kelas IX semester
genap tahun pelajaran 2012/2013 di Nur-Attaqwa Jakarta Utara.
2. Model pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah teams games
tournament, yang meliputi presentasi, belajar kelompok, game dalam

7

turnamen, menentukan skor kelompok dan memberikan penghargaan
kelompok.
3. Prestasi belajar siswa diambil dari nilai pretest dan postest siswa pada
materi hukum bacaan mad.

D. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, dan pembatasan
masalah yang telah dikemukakan sebelumnya, maka perumusan masalah
yang ingin diajukan adalah:
“Apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif teams games
tournament terhadap prestasi belajar Alquran Hadis siswa?”

E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang
diharapkan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan
model pembelajaran kooperatif teams games tournament terhadap prestasi
belajar Alquran Hadis siswa kelas IX pada pokok bahasan hukum bacaan mad
di MTs Nur-Attaqwa Jakarta Utara.

F. Kegunaan Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian ini diharapkan adalah :
1. Dapat menambah khazanah ilmu pengetahuan dalam bidang pendidikan.
2. Dapat menyelesaikan masalah secara teoritis.
3. Dapat menemukan model pembelajaran yang sesuai dengan materi yang
akan dipelajari.
4. Dapat mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif teams games
tournament terhadap prestasi belajar Alquran Hadis siswa.

BAB II
KAJIAN TEORI DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritik
1.

Pembelajaran Alquran Hadis
a. Hakikat Pembelajaran Alquran Hadis
Sebelum membahas dan memahami tentang pembelajaran Alquran
Hadis, terlebih dahulu akan dijelaskan pengertian belajar, pembelajaran,
Alquran dan Hadis. Belajar dan Pembelajaran memiliki makna yang berbeda,
hal tersebut dapat dilihat dari definisi yang dikemukakan para ahli. Menurut
Winkel, “belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis yang berlangsung dalam
interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilkan sejumlah perubahan
dalam pengetahuan-pemahaman, ketrampilan dan nilai-sikap. Perubahan itu
bersifat secara relatif konstan dan berbekas”.1 Senada dengan itu, menurut
Sanjaya, “belajar adalah suatu proses aktivitas mental seseorang dalam
berinteraksi dengan lingkungannya sehingga menghasilkan perubahan
tingkah laku yang bersifat positif baik perubahan dalam aspek pengetahuan,
sikap, maupun psikomotor”.2

1

W. S. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Yogyakarta: Media Abadi, 2009), Cet. X, h. 59.
Wina Sanjaya, Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan
Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2008), Cet. I, h.
229.
2

8

9

Adapun Jerome Brunner dalam Trianto mengemukakan, “belajar adalah
suatu proses aktif di mana siswa membangun (mengkonstruk) pengetahuan
baru berdasarkan pada pengalaman/pengetahuan yang sudah dimilikinya”.3
Gage dalam Suyono berpendapat bahwa, “belajar adalah suatu proses di mana
suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman”.4
Berdasarkan pengertian belajar yang telah dikemukakan para ahli di
atas maka dapat disintesiskan bahwa belajar adalah segenap rangkaian
kegiatan atau aktivitas mental yang dilakukan seseorang secara sadar yang
melibatkan unsur jiwa dan raga dalam membangun (mengkonstruk)
pengetahuan baru berdasarkan pada pengalaman atau pengetahuan yang
sudah dimilikinya sehingga terjadi perubahan-perubahan prilaku yang relatif
menetap (secara kognitif, afektif, dan psikomotorik) dalam dirinya, serta
peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seseorang diberbagai bidang
yang terjadi akibat melakukan interaksi terus menerus dengan lingkungannya.
Kemudian, berkenaan dengan pengertian pembelajaran, menurut UU
Nomor 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas, “pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan

belajar”.5

Senada

dengan

itu,

Chatib

mengemukakan,

“pembelajaran adalah proses transfer ilmu dua arah, antara guru sebagai
pemberi informasi dan siswa sebagai penerima informasi”.6 menurut Trianto,
“pembelajaran merupakan interaksi dua arah dari seorang guru dan peserta
didik, di mana antara keduanya terjadi komunikasi (transfer) yang intens dan
terarah menuju pada suatu target yang telah ditetapkan sebelumnya”.7
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran adalah suatu proses
interaksi yang melibatkan peserta didik, pendidik dan sumber belajar dalam
3

Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan
Implemntasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2010),
Cet. III, h. 15.
4
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya,
2011), Cet. I, h. 12.
5
Direktorat Jendral Pendidikan, Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional Tahun
2003, (Jakarta : Eko Jaya, 2003), Cet. I, h. 7.
6
Munif Chatib, Sekolahnya Manusia: Sekolah Berbasis Multiple Intelligences di
Indonesia, (Bandung: Kaifa, 2010), Cet. VII, h. 135.
7
Trianto, op. cit., h. 17.

10

lingkungan yang kondusif untuk belajar secara optimal dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran.
Adapun pengertian Alquran menurut al-Qaththan adalah “kalam atau
firman Allah yang diturunkan kepada Muhammad, yang pembacaannya
merupakan suatu ibadah”.8 Kemudian menurut al-Jurjani, “Alquran adalah
yang diturunkan kepada Rasulullah, ditulis dalam mushaf, dan diriwayatkan
secara mutawattir tanpa keraguan”.9 Sedangkan menurut para Ulama Ahli
Bahasa berpendapat, “Alquran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada
Nabi Muhammad mulai awal dari al-Fatihah sampai akhir surah an-Nas”.10
Sedangkan pengertian Hadis menurut al-Qaththan adalah “apa saja yang
disandarkan kepada Nabi, baik berupa perkataan, perbuatan, persetujuan atau
sifat”.11 Senada dengan itu Khon berpendapat, “Hadis adalah sesuatu yang
datang dari Nabi, baik berupa perkataan atau berupa perbuatan dan atau
persetujuan”.12
Jadi, sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, dapat disintesiskan
bahwa pembelajaran Alquran Hadis adalah suatu proses interaksi antara
peserta didik dengan pendidik, di mana antara keduanya terjadi komunikasi
(transfer ilmu) yang intens dan terarah, berkaitan dengan kalam Allah
(Alquran) dan segala sesuatu yang disandarkan kepada Nabi (Hadis) dalam
lingkungan yang kondusif untuk belajar secara optimal dalam rangka
mencapai tujuan pembelajaran.

b. Pembelajaran Alquran Hadis di MTs
Dalam pendidikan formal terdapat beberapa bidang studi salah satunya
adalah bidang studi Alquran Hadis yang merupakan bagian dari Pendidikan
Agama Islam. Pendidikan Agama Islam wajib dilaksanakan di lembaga
pendidikan seperti lingkungan keluarga, masyarakat, dan di sekolah-sekolah
Manna‟ Khalil al-Qaththan, Studi Ilmu-ilmu Alquran, Terj. dari Mabahits fi Ulum
Alquran oleh Mudzakir, (Jakarta: Pustaka Litera Antar Nusa, 2007), h. 17.
9
Abduh Djalal, Ulumul Quran, (Surabaya: Dunia Ilmu, 2000), h. 31.
10
Rosihan Anwar, Ulumul Quran, (Bandung: Pustaka Setia, 2006), h. 8.
11
al-Qaththan, op. cit.,h. 23.
12
Abdul Majid Khon, Ulumul Hadits, (Jakarta: Sinar Grafika, 2009), Cet. III, h. 3.
8

11

baik di tingkat TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA maupun tingkat perguruan
tinggi.
Mata pelajaran Alquran Hadis yang merupakan bagian dari Pendidikan
Agama Islam di MTs yang syarat dengan muatan nilai kehidupan Islam, perlu
diupayakan melalui perencanaan pembelajaran yang baik, agar dapat
meningkatkan mutu belajar dan kehidupan siswa. Oleh karena itu salah satu
kemampuan yang harus dimiliki oleh guru adalah membuat perencanaan
pembelajaran

secara

profesional

dalam

melaksanakan

tugas

dan

tanggungjawabnya sebagai seorang pendidik, pembelajar, sekaligus sebagai
perancang pembelajaran dengan memperhatikan Standar Kompetensi Lulusan
(SKL), Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) yang harus
dicapai oleh siswa.
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) adalah satu dari 8 Standar Nasional
Pendidikan (SNP) yang merupakan kompetensi lulusan minimal yang berlaku
di wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Definisi
SKL menurut Sanjaya adalah ”kemampuan minimal yang harus dicapai oleh
peserta didik, setelah tamat mengikuti pada jenjang atau satuan pendidikan
tertentu”.13 Adapun Standar Kompetensi Lulusan mata pelajaran Alquran
Hadis di MTs menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2008 yaitu:
1) Memahami dan mencintai Alquran dan hadis sebagai pedoman hidup
umat Islam.
2) Meningkatkan pemahaman Alquran, al-Faatihah, dan surat pendek
pilihan melalui upaya penerapan cara membacanya, menangkap
maknanya, memahami kandungan isinya, dan mengaitkannya dengan
fenomena kehidupan.
3) Menghafal dan memahami makna hadis-hadis yang terkait dengan tema
isi kandungan surat atau ayat sesuai dengan tingkat perkembangan
anak.14

13

Wina Sanjaya, Perencanaan dan Desain Sistem Pembelajaran, (Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, 2011), Cet. IV, h. 135.
14
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Standar Kompetensi
Lulusan Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Madrasah Tsanawiyah, 2012,
(www.pendis.kemenag.go.id).

12

Dengan adanya SKL, kita memiliki barometer yang menjadi patokan
dalam mengevaluasi mutu pendidikan, baik evaluasi bersifat mikro seperti
kualitas proses dan kualitas produk pembelajaran, maupun evaluasi makro
seperti efektivitas dan efisiensi program pendidikan, sehingga ke depan
pendidikan

kita

akan

melahirkan

standar

mutu

yang

dapat

dipertanggungjawabkan pada setiap jalur, jenis dan jenjang pendidikan. SKL
mata pelajaran selanjutnya dijabarkan ke dalam SK dan KD.
”Standar Kompetensi (SK) adalah kemampuan minimal yang harus
dicapai setelah anak didik menyelesaikan suatu mata pelajaran tertentu pada
setiap jenjang pendidikan yang diikutinya”.15 Adapun ”Kompetensi Dasar
(KD) adalah kemampuan minimal yang harus dicapai peserta didik dalam
penguasaan konsep atau materi pelajaran yang diberikan dalam kelas pada
jenjang pendidikan tertentu”.16 Kemampuan ini berorientasi pada perilaku
afektif dan psikomotorik dengan dukungan pengetahuan kognitif dalam
rangka memperkuat keimanan dan ketaqwaan kepada Allah. Adapun Standar
Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran Alquran Hadis kelas IX di
MTs menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 2 Tahun 2008 dapat dilihat
pada tabel 2.1 dibawah ini.
Tabel 2.1
Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Alquran Hadis MTs Kelas
IX Semester 1 dan Semester 2
Semester 1
Standar Kompetensi
1) Membaca
Alquran
surat
pendek pilihan

15
16

Sanjaya, loc. cit.
Ibid., h. 136.

Kompetensi Dasar
a) Menerapkan hukum mad silah
dalam QS al-Qaari’ah dan alZalzalah
b) Menerapkan hukum mad laazim
mukhaffaf kilmi, mutsaqqal kilmi,
dan farqi dalam Alquran

13

2) Menerapkan Alquran suratsurat pendek pilihan tentang
hukum fenomena alam

3) Memahami hadis tentang
menjaga dan melestarikan
lingkungan alam

a) Memahami isi kandungan QS alQaari’ah dan al-Zalzalah tentang
hukum fenomena alam
b) Memahami
keterkaitan
isi
kandungan QS al-Qaari’ah dan
al-Zalzalah
tentang
hukum
fenomena alam dalam kehidupan
c) Menerapkan
kandungan
alQaari’ah, al-Zalzalah dalam
fenomena kehidupan sehari-hari
dan akibatnya

a) Menulis hadis tentang menjaga
dan melestarikan lingkungan alam
b) Menerjemahkan makna hadis
tentang menjaga dan melestarikan
lingkungan alam
c) Menghafal hadis tentang menjaga
dan melestarikan lingkungan alam
d) Menjelaskan
keterkaitan
isi
kandungan hadis dalam perilaku
menjaga
dan
melestarikan
lingkungan alam dalam fenomena
kehidupan dan akibatnya
Semester 2
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
1) Membaca
Alquran
surat
a) Menerapkan hukum bacaan mad,
pendek pilihan
lam dan ra' dalam QS al-Ashr dan
al-‘Alaq
b) Menerapkan hukum bacaan mad
laazim mukhaffaf harfi dan
mutsaqqal harfi dalam Alquran
2) Menerapkan Alquran surat- a) Memahami isi kandungan QS alsurat pendek pilihan tentang
Ashr dan al-‘Alaq tentang
menghargai
waktu
dan
menghargai waktu dan menuntut
menuntut ilmu
ilmu
b) Memahami
keterkaitan
isi
kandungan QS al-Ashr dan al‘Alaq tentang menghargai waktu
dan menuntut
ilmu dalam
fenomena kehidupan
c) Menerapkan kandungan QS alAshr dan al-‘Alaq tentang
menghargai waktu dan menuntut
ilmu dalam fenomena kehidupan
sehari-hari
3) Memahami hadis tentang
a) Menulis hadis tentang menuntut

14

menuntut
ilmu
menghargai waktu

2.

dan

ilmu dan menghargai waktu
b) Menerjemahkan makna menuntut
ilmu dan menghargai waktu
c) Menghafal hadis tentang menuntut
ilmu dan menghargai waktu
d) Menjelaskan
keterkaitan
isi
kandungan hadis dalam perilaku
menuntut ilmu dan menghargai
waktu dalam fenomena kehidupan
dan akibatnya 17

Prestasi Belajar Alquran Hadis
a. Pengertian Prestasi Belajar Alquran Hadis
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, “prestasi ialah hasil yang telah
dicapai”.18 Mas‟ud Hasan Abdul Qohar berpendapat, “prestasi adalah apa
yang telah kita dapat ciptakan, hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati
yang diperoleh dengan jalan keuletan”.19 Dengan demikian, ada dua unsur
dalam prestasi yaitu adanya keuletan dan hasil yang dicapai. Berangkat dari
unsur-unsur ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa prestasi adalah
suatu hasil yang telah diciptakan seseorang dengan keuletan atau usaha yang
sungguh-sungguh, baik hasil tersebut menyenangkan hati ataupun tidak.
Adapun pengertian prestasi belajar itu sendiri menurut Kamus Besar
Bahasa Indonesia, “prestasi belajar ialah hasil yang telah dicapai atau
penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata
pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai tes atau angka nilai yang
diberikan

oleh

guru”.20

Senada

dengan

itu,

Abdurrahman

Saleh

mengemukakan, “prestasi belajar adalah hasil yang dicapai siswa dari
mempelajari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan tertentu dengan alat ukur
berupa evaluasi yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, kata atau

17

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Madrasah
Tsanawiyah, 2012, (www.pendis.kemenag.go.id).
18
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar
Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1988), Cet. I, h. 700.
19
Blog
Kabar
Pendidikan,
Pengertian
Prestasi
Belajar,
2012,
(www.majalahpendidikan.com).
20
Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, loc. cit.

15

simbol”.21 Adapun menurut Sanjaya, “prestasi belajar ialah pencapaian dalam
memperoleh kemampuan sesuai dengan tujuan khusus yang direncanakan”.22
Kemudian Made Wena juga mendefinisikan bahwa, “prestasi belajar ialah
semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari
penggunaan strategi pembelajaran dibawah kondisi yang berbeda”.23
Jadi, sebagaimana yang telah dikemukakan di atas, dapat disintesiskan
bahwa prestasi belajar Alquran Hadis adalah hasil yang dicapai siswa dalam
mempelajari tingkat penguasaan ilmu pengetahuan Alquran Hadis dari
penggunaan strategi pembelajaran dibawah kondisi yang berbeda dengan alat
ukur berupa evaluasi, yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, kata atau
simbol.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar
Muhibbin Syah mengklasifikasikan faktor-faktor yang mempengaruhi
prestasi belajar menjadi tiga, yaitu:
1) Faktor internal yang terdiri dari:
a. Faktor fisiologis yang berkaitan dengan fisik siswa.
b. Faktor psikologis yang meliputi intelegensi, sikap, bakat, minat dan
motivasi siswa.
2) Faktor eksternal yang terdiri dari:
a. Faktor sosial yang meliputi lingkungan keluarga, lingkungan sekolah
dan lingkungan masyarakat.
b. Faktor non sosial yang meliputi keadaan dan letak gedung sekolah,
keadaan dan letak rumah tempat tinggal keluarga, alat-alat belajar,
keadaan cuaca dan waktu belajar yang digunakan siswa
3) Faktor pendekatan belajar peserta didik yakni segala cara atau strategi
yang digunakan siswa dalam menunjang efektifitas dan efisiensi proses
pembelajaran materi tertentu. Strategi dalam hal ini berarti seperangkat
langkah operasional yang direkayasa sedemikian rupa untuk
memecahkan masalah atau mencapai tujuan belajar tertentu.24
Adapun

Yudhi

Munadi

mengklasifikasikan

faktor-faktor

yang

mempengaruhi prestasi belajar sebagai berikut:
21

Blog Kabar Pendidikan, loc. cit.
Sanjaya, op.cit., h. 13.
23
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer: Suatu Tinjauan Konseptual
Operasional , (Jakarta: Bumi Aksara, 2009), Cet. II, h. 6.
24
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung: PT Remaja
Rosda Karya, 2003), Cet. VIII, h. 132-139.
22

16

1) Faktor internal yang terdiri dari:
a) Faktor fisiologis
b) Faktor psikologis yang meliputi intelegensi, perhatian, minat dan
bakat, motif dan motivasi, kognitif dan daya nalar (persepsi,
mengingat, dan berpikir realistik)
2) Faktor eksternal
a) Faktor lingkungan yang meliputi lingkungan fisik atau alam yang
berkaitan dengan suhu, kelembaban, kepengapan udara dan
sebagainya, maupun lingkungan sosial.
b) Faktor instrumental yang meliputi kurikulum, sarana dan fasilitas,
dan guru.25
Berdasarkan pendapat di atas, dapat disintesiskan bahwa pada dasarnya
secara umum ada dua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa yaitu
faktor internal dan faktor eksternal. Kedua ahli di atas sepakat bahwa faktor
fisiologis atau jasmani merupakan faktor internal yang mempengaruhi
prestasi belajar siswa. Dapat dilihat di lapangan bagaimana siswa yang
memiliki kondisi tubuh yang sehat dan normal cenderung memiliki prestasi
belajar yang lebih baik.
Kesepakatan juga terjadi dalam faktor psikologis yang juga merupakan
bagian dari faktor internal. Namun dalam pengembangannya, Syah hanya
membaginya kembali menjadi 5 yakni intelegensi, sikap, bakat, minat dan
motivasi. Sedangkan Munadi sepakat dengan kelima pembagian di atas dan
menambahkannya dengan perhatian serta kognitif dan daya nalar. Di mana
kognitif dan daya nalar yang menurut hemat peneliti mungkin bisa saja hal
tersebut

masih

berkaitan

dengan

intelegensi

sehingga

Syah

tidak

menyebutkannya, namun jika ditelaah lebih mendalam aspek kognitif dan
daya nalar memang memerlukan perhatian khusus agar mendapatkan prestasi
belajar yang lebih maksimal lagi.
Berkaitan dengan faktor eksternal, peneliti lebih sepakat dengan
pengembangan yang dipaparkan oleh Munadi yaitu faktor lingkungan dan
instrumental. Di mana seperti yang dikemukakan oleh Syah yakni faktor
sosial dan non sosial, menurut hemat peneliti faktor tersebut bisa
25

Yudhi Munadi, Media Pembelajaran: Sebuah Pendekatan Baru, (Jakarta: Gaung
Persada Press, 2010), Cet. III, h. 24-35.

17

digabungkan ke dalam satu faktor yaitu faktor lingkungan. Syah juga
menempatkan faktor pendekatan belajar dalam pembagian faktor secara
umum, yang menurut hemat peneliti lebih cocok dimasukkan ke dalam faktor
eksternal saja sebagaimana yang dikemukakan oleh Munadi dengan kalimat
faktor instrumental.

b. Pengukuran Prestasi Belajar Alquran Hadis
Pada umumnya para pakar dalam bidang evaluasi pendidikan merinci
kegiatan evaluasi prestasi belajar ke dalam enam langkah pokok, yaitu:
1) Menyusun rencana evaluasi prestasi belajar yang meliputi perumusan
tujuan dilaksanakan evaluasi, penetapan aspek-aspek yang akan
dievaluasi, penentuan teknik yang akan dipergunakan di dalam
pelaksanaan evaluasi, penyusunan alat-alat pengukur yang akan
dipergunakan dalam pengukuran dan penilaian prestasi belajar,
penentuan tolak ukur atau kriteria yang akan dijadikan pegangan dalam
memberikan interpretasi data hasil evaluasi, dan menentukan frekuensi
dari kegiatan evaluasi prestasi belajar itu sendiri.
2) Menghimpun data yaitu melaksanakan pengukuran.
3) Melakukan verifikasi data.
4) Mengolah dan menganalisis data.
5) Memberikan interpretasi dan menarik kesimpulan.
6) Tindak lanjut hasil evaluasi.26
Dalam konteks evaluasi hasil proses pembelajaran di sekolah, dikenal
adanya dua macam teknik, yaitu teknik tes dan teknik non-tes.
1) Teknik tes prestasi belajar
“Teknik tes prestasi belajar merupakan salah satu jenis tes yang
digunakan untuk mengukur perkembangan atau kemajuan belajar
peserta didik setelah mereka mengikuti proses pembelajaran”.27 Teknik
tes ini lebih banyak digunakan untuk mengevaluasi prestasi belajar
peserta didik dari segi ranah proses berpikirnya (cognitive domain).
Apabila ditinjau dari segi jenis soalnya, dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu:
26

Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,
2011), Cet. X, h. 59-62.
27
Ibid., h. 99.

18

a) Tes uraian terbagi menjadi dua bentuk:
 Tes uraian bentuk terbuka
“Pada tes uraian bentuk terbuka, jawaban yang dikehendaki
muncul dari testee sepenuhnya”28
 Tes uraian bentuk

Dokumen yang terkait

Upaya Peningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Melalui Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Pada Konsep Sistem Koloid

0 7 280

Peningkatan hasil belajar kimia siswa dengan mengoptimalkan gaya belajar melalui model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) penelitian tindakan kelas di MAN 11 Jakarta

0 27 232

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams-Games Tournament) terhadap pemahaman konsep matematika siswa

1 8 185

Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa

2 8 199

Pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran fiqih di MTs Islamiyah Ciputat

1 40 0

Pengaruh kombinasi model pembelajaran kooperatif tipe teams-games-tournament (tgt) dengan make a match terhadap hasil belajar biologi siswa (kuasi eksperimen pada Kelas XI IPA Madrasah Aliyah Negeri Jonggol)

0 5 199

Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Time Token Arends Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Terpadu (Quasi Eksperimen di SMPN 87 Jakarta)

0 8 204

The Effectiveness of Using Teams-Games-Tournament (TGT) on Students' Reading Comprehension on Descriptive Text (A Quasi-experimental Study at the Eighth Grade of SMPN 166 Jakarta in the Academic Year 2016/2017

1 8 99

PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA DITINJAU DARI KEMAMPUAN AWAL SISWA.

0 2 15

PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR AKUNTANSI SISWA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT)

0 1 202

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23