Tahap Menyunting Pendekatan Proses

tertentu kepada orang lain; dan 3 siswa melakukan berbagai kegiatan untuk mengumpulkan informasi atau fakta pendukung bagi pendapat yang mereka ajukan. Pada tahap membuat draf, guru meminta siswa untuk menulis. Pada tahap ini tulisan yang dibuat siswa belum sepenuhnya sempurna. Tahap berikutnya adalah tahap merevisi. Pada tahap ini, siswa diminta membentuk kelompok- kelompok kecil untuk saling bertukar pikiran. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap ini adalah: 1 penulis membacakan teks yang telah ditulisnya; 2 siswa lain yang menjadi pendengar memberikan komentarnya; 3 pendengar memberikan saran tentang teks yang dibuat oleh penulis; 4 proses tersebut diulang sampai semua siswa membacakan hasil tulisan teks eksposisinya dan mendapatkan saran dari teman satu kelompoknya; 5 penulis merencanakan untuk merevisi teks eksposisi miliknya dengan mempertimbangkan saran dari teman. Tahap selanjutnya yaitu tahap menyunting. Pada tahap ini siswa memperbaiki isi tulisan dan aspek mekanik teks yang dibuatnya. Siswa membaca kembali teks yang telah ditulis untuk menentukan kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan. Kegiatan ini dapat dilakukan siswa secara individu maupun dengan bantuan orang lain. Siswa kemudian memperbaiki kesalahan yang ditemukan dalam tulisan mereka. Tahap terakhir proses menulis adalah tahap publikasi. Siswa membacakan hasil tulisannya di depan kelas kemudian dikumpulakn kepada guru. Guru dan siswa lain memperhatikan dan memberikan tepuk tangan setelah pembacaan selesai dilakukan.

E. Penelitian yang Relevan

Penelitian ini berjudul Keefektifan Pendekatan Proses pada Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi pada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Cisaat Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Penelitian yang relevan dengan penelitian ini adalah penelitian Mawarni 2012 yang berjudul Keefektifan Pendekatan Proses dalam Pembelajaran Menulis Opini Siswa Kelas XI SMA Negeri 4 Yogyakarta. Penelitian ini menyimpulkan penggunaan pendekatan proses lebih efektif dalam pembelajaran menulis opini pada peserta didik siswa kelas XI SMA Negeri 4 Yogyakarta dibandingkan dengan pembelajaran menulis opini tanpa menggunakan pendekatan proses. Penelitian Pretiwi 2012 relevan dengan penelitian ini karena sama-sama membahas tentang pendekatan proses dengan desain penelitian eksperimen. Perbedaanya adalah penelitian Pretiwi selain menggunakan perlakuan pendekatan proses juga menerapkan penggunaan peta konsep untuk menulis karangan argumentasi, sedangkan penelitian yang peneliti lakukan menguji keefektifan pendekatan proses pada pembelajaran Kurikulum 2013, yaitu teks eksposisi.

F. Kerangka Pikir

Salah satu pembelajaran menulis yang terdapat di kelas X SMA adalah menulis teks eksposisi. Eksposisi adalah tulisan hasil peninjauan terhadap suatu hal. Penyampaian gagasan dilakukan secara analitis kronologis waktu maupun