Tenaga Kerja Jumlah Penduduk dan Tenaga Kerja a. Jumlah Penduduk

21 Ilmu Pengetahuan Sosial

b. Tenaga Kerja

Tenaga kerja merupakan pelaku dalam berbagai aktivitas pembangunan. Oleh karena itu, tenaga kerja dari sisi jumlah dan kualitasnya akan menentukan keberhasilan pembangunan. Jumlah tenaga kerja yang besar tanpa diikuti kualitas yang baik akan sulit bersaing dengan negara lain. Demikian halnya jika jumlahnya tidak terpenuhi, negara harus mendatangkan tenaga kerja dari luar negeri. Apa yang dimaksud dengan tenaga kerja? Apa bedanya dengan angkatan kerja? Tenaga kerja manpower adalah penduduk usia 15 tahun ke atas yang sedang bekerja, seseorang yang memiliki pekerjaan namun sementara tidak bekerja, seseorang yang tidak memiliki pekerjaan dan sedang mencari pekerjaan dikategorikan bekerja. Angkatan kerja labor force adalah mereka yang sedang bekerja dan penganggur. Tenaga kerja atau penduduk dalam usia kerja terdiri atas angkatan kerja dan bukan angkatan kerja. Angkatan kerja terdiri atas golongan yang bekerja dan golongan yang menganggur dan mencari pekerjaan. Kelompok bukan angkatan kerja terdiri atas golongan yang bersekolah, golongan yang mengurus rumah tangga, dan golongan lain- lain atau penerima pendapatan. Sumber: http:ekonomi2ekonomi.files.wordpress.com Gambar 1.8 Skema Ketenagakerjaan Bagaimanakah keadaan umum tenaga kerja di Indonesia? Berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tahun 2013, Indonesia memiliki penduduk berusia 15 tahun ke atas sebesar 176.662.097 orang. Jumlah angkatan kerjanya mencapai 118.192.778 orang dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja TPAK mencapai 66,9. Ini berarti pada tahun Di unduh dari : Bukupaket.com 22 SMPMTs Kelas IX 2013, sebanyak 66,9 penduduk usia kerja yang sesungguhnya terlibat atau EHUXVDKDXQWXNWHUOLEDWGDODPNHJLDWDQSURGXNWLI\DLWXPHPSURGXNVLEDUDQJ dan jasa. Bagaimanakah kondisi tenaga kerja di Indonesia? Tenaga kerja Indonesia memiliki karakteristik sebagai berikut. 1. Pendidikannya rendah. Sebagian besar tenaga kerja Indonesia lulusan pendidikan dasar sehingga menyulitkan pergeseran tenaga kerja dari sektor primer ke sektor sekunder dan bahkan sektor tersier. Sektor primer adalah sektor pertanian dan pertambangan. Sektor sekunder, disebut pula PDQXIDNWXU PHUXSDNDQ JDEXQJDQ VHNWRU LQGXVWUL SHQJRODKDQ VHNWRU konstruksi, serta sektor listrik, gas dan air. Sektor tersier atau sektor jasa atau industri jasa merupakan gabungan sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi; sektor angkutan dan komunikasi; sektor keuangan dan jasa perusahaan; serta sektor jasa kemasyarakatan. 2. Angka pengangguran yang cukup tinggi. Pada tahun 2013, angka pengangguran mencapai 7.388.737 jiwa atau 6,25 dari jumlah tenaga kerja. 3. Kompetensi dan etos kerja yang masih rendah sebagai akibat dari pendidikan yang rendah sebagian besar lulusan SD dan budaya kerja yang belum mendukung. 4. Budayanya masih budaya kerja kultur agraris yang memiliki kebiasaan kebergantungan pada alam, menggunakan sistem manual dalam bekerja sehingga perlu penyesuaian dengan lingkungan industri yang menggunakan mesin dan peralatan otomatis. Ciri atau karakteristik tenaga kerja tersebut merupakan gambaran umum dari keadaan tenaga kerja di Indonesia. Sebagian tenaga kerja Indonesia telah menunjukkan produktivitas dan kualitasya sehingga hasil perkerjaannya dapat diekspor. Indonesia telah mampu membuat pesawat, kapal laut, merakit mobil, dan berbagai produk lainnya yang sebagian di antaranya diekspor. Beberapa negara di dunia memiliki penduduk yang “gila kerja”. Survei yang dilakukan oleh Organisasi Negara-Negara untuk Pembangunan Ekonomi Organization for Economic Cooperation and DevelopmentOECD menunjukkan urutan lama kerja dalam setahun: Meksiko 2.317 jam, Chile 2.102 jam, Korea Selatan 2.092 jam, Estonia 2.021 jam, Rusia 2.002 jam, Polandia 1.893 jam, Amerika Serikat 1.798 jam, Hungaria 1.797 jam, Jepang 1.765 jam, Republik Slovakia 1.749 jam. Sumber: bisnis.liputan6.com Wawasan Di unduh dari : Bukupaket.com 23 Ilmu Pengetahuan Sosial Bagian terbesar dari tenaga kerja Indonesia masih bekerja pada sektor SULPHU\DQJODQJVXQJPHPDQIDDWNDQVXPEHUGD\DDODP6HNWRUWHUVHEXWDGDODK sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, perburuan, dan perikanan. Jumlah tenaga kerja yang bergerak dalam sektor tersebut mencapai 38.068.254 orang atau 34,36 dari seluruh tenaga kerja di Indonesia. Jika ditambah dengan sektor pertambangan dan penggalian, jumlahnya menjadi 39.489.021 atau 35,64. Bagian terbesar berikutnya adalah sektor perdagangan, rumah makan dan jasa akomodasi. Artinya, sektor primer masih menjadi pilihan pekerjaan dari tenaga kerja di Indonesia. Tabel 1.2 Jenis Lapangan Pekerjaan Utama Tenaga Kerja di Indonesia Tahun 2013 Sumber: Depnakertrans, 2013 Kontribusi sektor primer terhadap Produk Domestik Bruto PDB menunjukkan adanya penurunan. PDB diartikan sebagai nilai keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi di dalam suatu wilayah tertentu dalam jangka waktu tertentu biasanya satu tahun. Pada tahun 2003, kontribusi sektor 1 Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Perburuan dan Perikanan 38,068,254 34.36 2 Pertambangan dan Penggalian 1,420,767 1.28 3 Industri 14,883,817 13.43 4 Listrik, Gas dan Air 250,945 0.23 5 Konstruksi 6,276,723 5.66 6 Perdagangan, Rumah Makan, dan Jasa Akomodasi 23,737,236 21.42 7 Transportasi, Pergudangan dan Komunikasi 5,040,849 4.55 8 Lembaga Keuangan, Real Estate, Usaha Persewaan, dan Jasa Perusahaan 2,912,418 2.63 9 Jasa Kemasyarakatan, Sosial dan Perorangan 18,213,032 16.44 10 Lainnya - 0.00 Total 110,804,041 100.00 No Lapangan Pekerjaan Utama Jumlah Tenaga Kerja Persentase Di unduh dari : Bukupaket.com 24 SMPMTs Kelas IX primer terhadap PDB mencapai 43,64. Pada tahun 2010 kontribusinya menurun menjadi 26,49. Sementara itu, sektor sekunder dan tersier menunjukkan kontribusi yang makin meningkat. Pada tahun 2003, sektor sekunder menyumbang 19,08 persen terhadap PDB dan pada tahun 2010 mencapai 35,8. Kontribusi sektor tersier meningkat dari 37,29 pada tahun 1983 menjadi 37,62 pada tahun 2010. Ini menunjukkan peran sektor primer menurun dan sektor sekunder dan tersier makin meningkat. Tabel 1.3 Kontribusi Tiap Sektor Pekerjaan terhadap Produk Domestik Bruto No Jenis Sektor Kontribusi Tiap Sektor terhadap PDB 2003 2010 1 Sektor Primer 43,64 26,49 2 Sektor Sekunder 19,08 35,8 3 Sektor Tersier 37,29 37,69 Sumber: BPS, 2013 Potensi tenaga kerja Indonesia dapat dilihat dari jumlah penduduk usia SURGXNWLI 3HQGXGXN XVLD SURGXNWLI DGDODK SHQGXGXN XVLD WDKXQ -XPODKSHQGXGXNXVLDSURGXNWLIGL,QGRQHVLDPHQFDSDLGDULMXPODK penduduknya. Jika dibandingkan dengan negara ASEAN, jumlah penduduk XVLD SURGXNWLI ,QGRQHVLD OHELK EDQ\DN .RQGLVL LQL FXNXS PHQJXQWXQJNDQ karena akan menjadi pendorong peningkatan pendapatan per kapita penduduk Indonesia. Walaupun jumlah tenaga kerja Indonesia sangat besar, tetapi masih menyimpan sejumlah masalah. Beberapa masalah yang masih ada pada tenaga kerja di Indonesia adalah kualitas yang rendah, jumlah angkatan kerja yang tidak sebanding dengan kesempatan kerja, persebaran tenaga kerja yang tidak merata, dan pengangguran yang masih cukup besar. Data Badan Pusat Statistik BPS menujukkan bahwa 47,9 tenaga kerja Indonesia hanya berpendidikan SD, 17,8 berpendidikan SMP, 24,52 berpendidikan SMA, dan sisanya 9,78 berpendidikan perguruan tinggi. BPS, 2013 Wawasan Di unduh dari : Bukupaket.com 25 Ilmu Pengetahuan Sosial

2. Kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2735 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 707 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 593 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 392 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 531 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 902 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

43 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 498 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 741 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 887 23