Pembentukan Struktur Pemerintahan yang Lengkap

91 Ilmu Pengetahuan Sosial Apakah kamu sudah selesai mengerjakan aktivitas kelompok? Jika sudah, kamu dapat mengetahui perkembangan politik Indonesia pada awal Kemerdekaan yang meliputi hal-hal berikut ini.

a. Pembentukan Struktur Pemerintahan yang Lengkap

Saat Proklamasi Kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia belum memiliki struktur pemerintahan yang lengkap karena Indonesia belum menentukan kepala pemerintahan dan belum menetapkan sistem administrasi wilayah yang jelas. Oleh karena itu, setelah Proklamasi Kemerdekaan, bangsa Indonesia segera membentuk kelengkapan pemerintahan, yaitu sebagai berikut. 1. Pengesahan UUD 1945 UUD 1945 ditetapkan dalam rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI yang diselenggarakan pada tanggal 18 Agustus 1945. Dengan ditetapkannya UUD 1945 pada rapat tersebut, Indonesia memiliki landasan dalam melaksanakan kehidupan bernegara. 2. Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Pada rapat yang sama, dilakukan pemilihan presiden dan wakil presiden. DODP SHPLOLKDQ WHUVHEXW ,U 6RHNDUQR GDQ UV 0 +DWWD WHUSLOLK VHEDJDL presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia. No Aspek Perkembangan Deskripsi Perkembangan 1 Pembentukan struktur pemerintahan 2 Perubahan bentuk negara menjadi Republik Indonesia Serikat RIS 3 Perubahan bentuk negara kembali menjadi negara kesatuan 4. Tulis haritanggal dan identitas nama, nomor dan kelas 5. Presentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas Di unduh dari : Bukupaket.com 92 SMPMTs Kelas IX 3. Pembagian Wilayah Indonesia Pada rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI yang diselenggarakan pada tanggal 19 Agustus 1945, diputuskan pembagian ZLOD\DK,QGRQHVLDPHQMDGLGHODSDQSURYLQVLGLVHOXUXKEHNDVMDMDKDQ+LQGLD Belanda. Kedelapan provinsi tersebut adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Borneo Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Sunda Kecil Nusatenggara, Sumatra, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Surakarta. 4. Pembentukan Kementerian Setelah pembagian wilayah Indonesia, rapat Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia PPKI dilanjutkan untuk membentuk kementerian. Dalam rapat ini, diputuskan pembentukan kementerian-kementerian, di antaranya adalah sebagai berikut. a. Departemen Dalam Negeri b. Departemen Luar Negeri c. Departemen Kehakiman d. Departemen Keuangan e. Departemen Kemakmuran I Departemen Kesehatan g. Departemen Pengajaran, Pendidikan, dan Kebudayaan h. Departemen Sosial i. Departemen Pertahanan j. Departemen Perhubungan k. Departemen Pekerjaan Umum 5. Pembentukan Komite Nasional Indonesia Pada tanggal 22 Agustus 1945, PPKI kembali menyelenggarakan rapat pembentukan KNIP Komite Nasional Indonesia Pusat. Tugas dan wewenang .1,3 DGDODK PHQMDODQNDQ IXQJVL SHQJDZDVDQ GDQ EHUKDN LNXW VHUWD GDODP PHQHWDSNDQDULVJDULVHVDU+DOXDQ1HJDUD+1 6. Membentuk Kekuatan Pertahanan dan Keamanan Pada tanggal 23 Agustus, Presiden Soekarno mengesahkan Badan Keamanan Rakyat BKR sebagai badan kepolisian yang bertugas menjaga keamanan. Selanjutnya, pada tanggal 5 Oktober, dibentuk tentara nasional yang disebut dengan TKR Tentara Keamanan Rakyat. Di unduh dari : Bukupaket.com 93 Ilmu Pengetahuan Sosial b. Perubahan Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI menjadi Republik Indonesia Serikat RIS Sejak merdeka, pemerintah Indonesia berupaya menjalankan pemerintahan sesuai dengan UUD 1945. Namun kenyataannya, hal-hal yang telah ditetapkan dalam UUD 1945 tidak dapat sepenuhnya dilaksanakan sebagaimana mestinya. +DO LQL GLVHEDENDQ ROHK SHUXEDKDQSHUXEDKDQ VLWXDVL SROLWLN GL ,QGRQHVLD 6LWXDVL SROLWLN WHUVHEXW GL DQWDUDQ\D DGDODK DGDQ\D SHUVHWXMXDQ .RQIHUHQVL Meja Bundar KMB. 3DGDJXVWXV±1RYHPEHU.RQIHUHQVL0HMDXQGDU.0 GLVHOHQJJDUDNDQ GL HQ +DDJ HODQGD DODP NRQIHUHQVL LQL Belanda mengakui RIS Republik Indonesia Serikat sebagai negara yang merdeka dan berdaulat. Pengakuan Belanda terhadap RIS memberikan keuntungan bagi ,QGRQHVLDNDUHQDHODQGDPHQJDNXLVHFDUDIRUPDONHGDXODWDQSHQXKQHJDUD ,QGRQHVLDGLEHNDVZLOD\DK+LQGLDHODQGD Meskipun membawa keuntungan, pengakuan ini juga membawa dampak QHJDWLI 5HSXEOLN ,QGRQHVLD \DQJ VHPXOD EHUEHQWXN QHJDUD NHVDWXDQ KDUXV berubah menjadi negara serikat. Akibatnya, Republik Indonesia hanya menjadi salah satu negara bagian saja dari RIS. Adapun wilayah RIS seperti berikut. 1. Negara Bagian Negara bagian meliputi Negara Indonesia Timur, Negara Pasundan, Negara Jawa Timur, Negara Madura, Negara Sumatra, Negara Sumatra Timur, dan Republik Indonesia. 2. Satuan-Satuan Kenegaraan Satuan kenegaraan meliputi Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tenggara, Banjar, Dayak Besar, Bangka, Belitung, Riau, dan Jawa Tengah 3. Daerah Swapraja Daerah Swapraja meliputi Kota Waringin, Sabang, dan Padang. Di unduh dari : Bukupaket.com 94 SMPMTs Kelas IX Sumber: Dokumen Kemdikbud Gambar 2.8 Peta Wilayah Republik Indonesia Serikat Perubahan bentuk negara dari negara kesatuan menjadi negara serikat mengharuskan adanya penggantian UUD Undang-Undang Dasar. Oleh karena itu, disusunlah naskah UUD Republik Indonesia Serikat yang diberi nama Konstitusi RIS. Selama berlakunya Konstitusi RIS 1949, UUD 1945 tetap berlaku, tetapi hanya untuk negara bagian Republik Indonesia.

c. Indonesia Kembali Menjadi Negara Kesatuan


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

84 2141 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 552 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 481 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 309 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 425 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 676 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 582 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 380 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 560 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 680 23