Ajaran Dasa Nyama Bratha

Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 309 Seseorang hendaknya selalu mengikuti jalan yang benar, jalan kebajikan, sebab siapa saja yang berjalan di jalan yang benar dharma akan memperoleh kemakmuran, jasa dan kebajikan. Dekatkanlah diri kita kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk senantiasa mendapat bimbingan-Nya. Orang yang memiliki keyakinan menjalankan kebenaran, maka kebajikan itu akan melenyapkan kesusahannya dan akhirnya dengan kebajikan mereka dapat menolong diri sendiri. Sungguh utama ajaran Dasa Nyama Bratha itu, karena siapapun yang dengan tulus menekuni ajarannya dapat menjadikan sifat-sifat dan perilakunya menjadi mulia. Ajaran Dasa Nyama Bratha dapat membangun mental spiritual umat manusia guna terbebas dari berbagai macam rintangan yang sedang dan akan dihadapi dalam hidup dan kehidupan ini. Kewajiban kita hidup adalah menuntaskan berbagai masalah yang sedang menantang hidup ini. Pembenahan lahir wahyu diperoleh dengan ajaran Dasa Nyama Bratha. Sedangkan brata adhyatmika diperoleh dengan pengekangan, pantangan serta beberapa anjuran yang dijelaskan dalam ajaran Dasa Nyama Bratha. Kesucian hati menyebabkan seseorang memperoleh kebahagiaan, dengan menghancurkan pikiran atau perbuatan jahat. Orang-orang yang memiliki kesucian hati dapat mencapai surga dan bila kita berpikiran jernih serta suci, maka kesucian itu akan mengelilingi kita. Kesucian atau hidup suci diamanatkan sebagai sarana untuk mendekatkan diri dengan Tuhan Yang Maha Esa. Kitab suci veda menjelaskan tentang kesucian sebagai berikut ; “Yaá potā sa punātu naá, Terjemahan: “Tuhan Yang Mahaesa, Sang Hyang Widhi adalah Hyang Maha suci, semoga menyucikan hati kami” Rgveda IX. 67. 22. Untuk dapat mewujudkan kesucian diri, menjaga dan menumbuhkembangkan ketenangan hati sangat perlu adanya dengan demikian tidak akan ada emosi yang datang dari perasaannya. Untuk dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, ketenangan hati sangat diperlukan dalam kehidupan. Kejujuran satya dalam hidup ini, termasuk setia akan janji, setia pada ucapan, setia akan kebenaran dharma juga sangat dibutuhkan dalam hidup dan kehidupan ini. Karena hidup yang bersandarkan kebenaran, kejujuran, dan kesucian itulah yang akan dapat mewujudkan kebahagiaan yang murni pada setiap orang. 310 Kelas XII SMA Semester 1 Latihan: 1. Dengan memahami bacaan di atas bagaimana pendapat anda tentang ajaran Dasa Nyama Bratha yang ada di lingkungan masyarakat sekitar anda? Jelaskanlah 2. Jelaskanlah makna kata Dasa Nyama Bratha yang anda ketahui 3. Bagaimana anda meyakini bahwa dengan mendalami ajaran Dasa Nyama Bratha dapat mewujudkan kesempurnaan batin dalam keseharian hidup ini? Jelaskanlah 4. Carilah informasi yang berhubungan dengan uraian materi Dasa Nyama Bratha pada media sosial dan pendidikan, selanjutnya diskusikanlah dengan kelompok anda. Buatlah narasinya 1 – 5 halaman diketik dengan huruf Times New Roman – 12, spasi 1,5 cm, ukuran kertas kuarto; 4-3-3-4 Paparkanlah di depan kelas bersama kelompokmu sesuai dengan petunjuk BapakIbu guru yang mengajar

B. Bagian-Bagian Dasa Nyama Bratha

Perenungan. Agne dakúaiá punihi óah. Terjemahan: “Sang Hyang Agni Tuhan Yang Mahaesa, sucikanlah kami dengan menganugrahkan pengetahuan kepada kami’ Ågveda IX. 67. 26. Tidak ada sesuatu yang sempurna di dunia ini, demikian kata orang arif bijaksana. Oleh karena itu kewajiban manusia dalam hidup dan kehidupannya adalah melakukan ajaran dharma untuk kebaikan. Dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, betapapun berat dan banyaknya masalah yang sedang dan akan dihadapi hendaknya dilakoni dengan bersikap sabar. Orang yang sabar pasti hatinya akan tenang, dengan ketenangan hati seseorang akan dapat mengendalikan hawa nafsu. Dengan demikian ketenangan hati sabar akan diperoleh seseorang dalam hidupnya, dan inilah yang disebut manusia berbudi luhur, tidak sesat, tidak sesat dari jalan yang benar. Kitab suci veda menjelaskan sebagai berikut; Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 311 Yah samutpatitam krodham ksamayaiva nirasyati Yathoragastvacam jirman sa vai purusa ucyate. Terjemahan: Jika ada orang yang berhasil meninggalkan kemarahan hatinya berdasarkan kesabaran hati sebagai keadaan ular yang meninggalkan kulitnya yang terlepas, karena kesemuanya itu tidak akan kembali lagi; orang yang demikian keadaannya, itu disebut manusia yag sejati berbudi luhur Sarasmuscaya, 95. Hidup menjadi manusia hendaknya selalu dapat belajar memuaskan dirinya dengan apa yang menjadi miliknya, dengan demikian ia tidak akan memiliki gejolak iri hati kepada orang lain. Manusia sebaiknya selalu berusaha sekuat tenaga mau belajar untuk mengendalikan diri, sehingga pada pribadinya tercipta keseimbangan, ketenangan hidup secara lahir-batin. Di samping itu umat manusia hendaknya selalu mengupayakan diri untuk selalu belajar, karena berbagai macam pengetahuan kerohanian itu diuraikan dalam berbagai jenis kitab suci Agama Hindu. Yang tidak boleh terlupakan oleh umat manusia adalah hendaknya selalu mengadakan pemujaan ke hadapan Sang Hyang Widhi beserta Prabhawa-Nya, mengingat di hadapan Sang Hyang Widhi manusia akan dapat merasakan dirinya kecil, lemah, dan sangat sederhana. Seberapa banyak umat manusia berkewajiban melaksanakan dharmanya untuk dapat mewujudkan kesempurnaan batinnya “moksa”, kitab suci veda menyebutkan sebagai berikut; Kitab sarasamuscaya menyebutkan sebagai berikut; “Dànamijyà tapo dhyànam Swàdhayàyopasthanigrahah, Wratopawasa maunam ca ananam Ca niyama daca. Nyang bratha sapuluh kwehnya, ikang nyama ngaranya, pratyekadàna, ijjyà, tapà, dhayàna, swàdhyàya, upasthanigraha, bratha upawàsa, mauna, snàna, nahan ta wakning nyama, dàna weweh, annadànàdi; ijyà, Devapujà, pitrpujàdi, tapà, kayasangcosana, kasatan ikang çarira, bhucarya, jalatyagadi; dhyàna, ikang çiwasmarana, swàdhyàya, Vedabhyasa, upasthanigraha, kahrtaning upasta, bratha annawarjadi, mauna, wacangyama kahrtaning ujar, hay wàkecek kuneng, snàna, tri sandyàsewana, madyusa ring kàlaning sandhya. 312 Kelas XII SMA Semester 1 Terjemahan: Inilah bratha sepuluh banyaknya yang disebut Nyama, perinciannya; dana, ijya, tapa, dhyana, swadhyaya, upasthaninggraha, brata, upawasa, mona, stana, itulah yang merupakan Nyama; dana,pemberian; pemberian makan, minuman dan lain-lain; ijya, pujaan kepada Deva, kepada leluhur, dan lain- lain; tapa, pengekangan nafsu jasmaniah, badan yang seluruhnya kurus kering, layu, berbaring di atas tanah, di atas air, dan di atas alas-alas lain sejenis itu; dhayana, merenungkan Deva Siwa; swadhyaya mempelajari Veda; upasthanigraha, pengekangan, upastha, singkatnya pengendalian nafsu sex; brata, pengekangan nafsu terhadap makanan; mona, itu macamnya, tidak menguacapkan kata-kata yaitu tidak mengucapkan kata-kata sama sekali, tidak bersuara; snana, Tri Sandhya sewana, melakukan Tri Sandhya, mandi membersihkan diri pada waktu melakukan Sandhya Sarasamuçcaya, 260. Berdasarkan penjelasan kitab suci Sarasamuçcaya, menyebutkan ada sepuluh bagian ajaran Nyama Bratha yang patut dijadikan pedoman oleh umat sedharma untuk mewujudkan kesempurnaan batin dalam hidup dan kehidupan ini yang terdiri dari; 1. Dana berarti pemberian-pemberian makanan dan minuman, dan lain- lainnya. 2. Ijya berarti pujaan kepada Deva, kepada leluhur, dan lain-lainnya. 3. Tapa berarti pengekangan hawa nafsu jasmani. 4. Dhyana berarti merenung memuja Tuhan. 5. Swadhyaya berarti mempelajari Veda. 6. Upasthanigraha berarti pengekangan nafsu kelamin. 7. Bratha berarti pengekangan nafsu terhadap makanan. 8. Upawasa berarti pengekangan diri. 9. Mona berarti pengendalian kata-kata. 10. Snana berarti melakukan pemujaan dengan Tri Sandhya. Demikian perincian ajaran Dasa Nyama Bratha sebagaimana tersurat dan tersirat dalam kitab Sarasamuçcaya. Ajaran “Dasa Nyama Bratha” sesuai uraian di atas dapat dipergunakan sebagai dasar melaksanakan dan mewujudkan kesempurnaan batin oleh umat sedharma. Ajaran Dasa Nyama Bratha menurut yoga, adalah merupakan ajaran tahap kedua untuk mencapai kesempurnaan rohani yang utama. Konsep ajaran ini patut dimengerti, dipahami, didalami, diikuti dan diamalkan dalam mewujudkan kesempurnaan rohani “moksa” yang dicita-citakan.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1823 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 474 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 429 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 255 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 377 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 557 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 490 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 317 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 485 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 573 23