Teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia

Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 125 Perubahan yang terjadi tidak begitu berpengaruh besar terhadap ekonomi masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena masyarakat Indonesia telah mengenal sistim pelayaran dan perdagangan tersendiri jauh sebelum masuknya pengaruh tersebut. Sebelum masuknya pengaruh Hindu di Indonesia, sistem pemerintahan dipimpin oleh kepala suku yang dipilih karena ia dipandang memiliki kelebihan tertentu jika dibandingkan anggota masyarakatkelompok lainnya. Setelah pengaruh Hindu masuk maka berdirilah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang berkuasa secara turun-temurun. Raja dianggap sebagai keturuanan dari Deva yang memiliki kekuatan, dihormati, dan dipuja, sehingga memperkuat kedudukannya untuk memerintah wilayah kerajaan secara turun temurun serta meninggalkan sistem pemerintahan kepala suku. Agama Hindu dinyatakan masuk ke Indonesia pada awal tahun Masehi, ini dapat diketahui dengan adanya bukti tertulis dari benda-benda purbakala pada zaman abad ke 4 Masehi dengan diketemukannya tujuh buah Yupa peningalan kerajaan Kutai di Kalimantan Timur. Dari tujuh buah Yupa itu didapatkan keterangan mengenai kehidupan keagamaan pada waktu itu yang menyatakan bahwa: Yupa itu didirikan untuk memperingati dan melaksanakan yajña oleh Raja Mulawarman”. Sang Mulawarman adalah raja yang berperadaban tinggi, kuat, dan berkuasa merupakan putra dari Sang Aúwawarman, dan sebagai cucu dari Sang Maharaja Kundungga. Keterangan yang lain menyebutkan bahwa Raja Mulawarman melakukan yajña Kenduri pada suatu tempat suci untuk memuja Deva Siwa. Tempat itu disebut dengan “Vaprakeswara”. Kehadiran Agama Hindu di Indonesia, menimbulkan pembaharuan yang besar, seperti berakhirnya jaman prasejarah Indonesia. Perubahan dari religi kuno ke dalam kehidupan beragama dengan memuja Tuhan Yang Maha Esa berdasarkan kitab Suci Veda dan juga munculnya kerajaan yang mengatur kehidupan suatu wilayah. Mengenai masuknya agama Hindu ke Indonesia, ada beberapa teori yang menjelaskan hal tersebut. Teori-teori yang dimaksud antara lain: Sumber: http:unikahidha.ub.ac.id 15-07-2013. Gambar 3.6 Yupa Kutai 126 Kelas XII SMA Semester 1 1. Teori Brahmana; Dikemukakan oleh J.C. Van Leur, berisi bahwa kebudayaan Hindu dibawa oleh para brahmana yang diundang oleh para kepala suku agar mereka dapat mensahkanmelegitimasi investitur kekuasaan mereka sebagai kepala suku di Indonesia sehingga setaraf dengan raja-raja di India. Teori ini pun dapat disanggah karena raja di Indonesia akan sangat sulit mempelajari kitab Veda dan ada pula aturan bahwa kaum Brahmana tidak diperbolehkan menyebrangi lautan, apalagi meninggalkan tanah kelahirannya 2. Teori Ksatriya; Dikemukakan oleh F.D.K Bosch dan C.C. Berg, berisi bahwa agama Hindu dibawa oleh kaum kasta Ksatria raja, pangeran yang melarikan diri ke Indonesia karena kalah perang kekacauan politik di India. Di Indonesia sendiri, mereka mendirikan kerajaan sendiri dengan bantuan masyarakat sekitar dan karena kedudukannya sebagai raja, maka penduduk pun akan pula menganut agama Hindu. Teori ini pun juga memiliki kelemahan yaitu; • Kalangan ksatria tidak mengerti agama dan hanya mengurusi pemerintahan. • Adanya ketidakmungkinan seorang pelarian mendapat kepercayaan dan kedudukan mulia sebagai raja. • Bukti arkeologis menunjukkan bahwa raja di Indonesia adalah raja asli Indonesia, bukan orang India. Sumber: http:4. bp.blogspot.com 15-07-2013. Gambar 3.7 Brahmana Sumber: http:3. bp.blogspot. com 15-07-2013. Gambar 3.8 Ksatriya Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 127 3. Teori Wesya; Dikemukakan oleh N. J. Kroom, berisi bahwa agama Hindu dibawa oleh para pedagang India yang singgah dan menetap di Indonesia ataupun bahkan menikah dengan wanita Indonesia. Merekalah yang mengajarkan kepada masyarakat dimana mereka singgah. Teori ini pun dapat dibantah dimana hanyalah varna Brahmana yang mampu dan bebas mengetahui isi dari kitab suci agama Hindu, veda. Ini disebabkan bahasa yang dipakai adalah bahasa kitab, Sansekerta, bukan bahasa sehari-hari, Pali 4. Teori Sudra; Dikemukakan oleh Van Faber berisi bahwa agama Hindu dibawa oleh para orang buangan berkasta Sudra tawanan perang yang dibuang dari India ke Nusantara. Teori ini lemah karena pada dasarnya kebudayaan Hindu bukanlah milik dan cakupan varna mereka sebab kebudayaan Hindu dianggap terlalu tinggi untuk mereka 5. Teori Arus Balik Teori ini berisi dua cara bagaimana Agama Hindu masuk ke Indonesia, antara lain: • Para Brahmana diundang kepala suku di Indonesia untuk memberikan ajaran Hindu dan juga melakukan upacara Vratyastoma, yaitu upacara khusus untuk meng- Hindukan seseorang. • Para raja di Indonesia pergi ke India untuk mempelajari agama Hindu. Setelah menguasai agama Hindu, mereka kembali ke Indonesia, memiliki kasta Brahmana, lalu mengajarkan agama Hindu kepada masyarakatnya. Sumber: http:4. bp.blogspot.com 15-07-2013. Gambar 3.9 Wesya Sumber: http:1. bp.blogspot.com 15- 07-2013. Gambar 3.10 Arus-balik 128 Kelas XII SMA Semester 1 Dari seluruh teori yang telah disebutkan di atas, teori Brahmana adalah teori yang paling dapat diterima karena yaitu. • Agama Hindu dalam kehidupan di masyarakat segala upacara keagamaan cenderung dimonopoli oleh kaum Brahmana sehingga hanyalah Brahmana yang mungkin menyebarkan agama Hindu. • Prasasti yang ditemukan di Indonesia berbahasa Sansekerta yang merupakan bahasa kitab suci dan upacara keagamaan, bukan bahasa sehari-hari sehingga hanya dimengerti oleh Kaum Brahmana. Diantara pendapat dan teori yang dikemukakan oleh para ilmuwan tersebut di atas yang paling mendukung terkait dengan masuk dan diterimanya pengaruh Hindu oleh bangsa Indonesia adalah teori brahmana. Hal ini dilandasi dengan asumsi dan pemikiran bahwa, yang paling banyak tahu tentang urusan agama adalah golongan “varna” brahmana. Varna brahmana dalam tata kehidupan masyarakat Hindu disebut-sebut sebagai kelompok masyarakat yang ahli agama. Sedangkan teori-teori yang lainnya masing-masing memiliki kelemahan tertentu dan kurang sesuai dengan situasi dan kondisi daerah yang dituju serta sifat-sifat Hindu itu sendiri. Demikianlah beberapa teori yang dikemukan oleh para ahli tentang bagaimana pengaruh Hindu masuk ke Indonesia pada jamannya. Latihan: 1. Setelah anda membaca tentang teks teori-teori masuknya Agama Hindu ke Indonesia, apakah yang sudah anda ketahui terkait dengan keberadaan agama Hindu di tanah air? Jelaskan dan tuliskanlah 2. Buatlah ringkasan materi yang berhubungan dengan penerapan teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia, guna mewujudkan tujuan hidup manusia dan tujuan agama Hindu, dari berbagai sumber media pendidikan dan sosial yang anda ketahui Tuliskan dan laksanakanlah sesuai dengan petunjuk dari bapak ibu guru yang mengajar di kelas anda 3. Apakah yang anda ketahui tentang teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia ? Jelaskanlah 4. Bagaimana cara mu untuk mengetahui teori-teori masuknya Agama Hindu ke Indonesia ? Jelaskan dan tuliskanlah pengalaman anda Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 129 5. Manfaat apakah yang dapat dirasakan secara langsung dari mengetahui teori-teori masuknya Agama Hindu ke Indonesia? Tuliskanlah pengalaman anda 6. Amatilah lingkungan sekitar anda terkait dengan teori-teori masuknya Agama Hindu ke sekitar wilayah lingkungan anda, buatlah catatan seperlunya dan diskusikanlah dengan orang tua anda Apakah yang terjadi? Buatlah narasinya 1 – 3 halaman diketik dengan huruf Times New Roman – 12, spasi 1,5 cm, ukuran kertas kuarto; 4-3-3-4

C. Bukti-bukti monumental peninggalan Prasejarah dan sejarah perkembangan Agama Hindu di

Indonesia Perenungan. “Etadàkhyànamàyuûyaý paþhan ràmàyaóaý naraá, saputrapautraá sagaóaá pretya svage mahiyate. Terjemahan: ‘Seseorang yang membaca ceritera Ràmàyaóa ini akan memperoleh umur panjang dan setelah meninggal akan memperoleh kebahagiaan di sorga bersama putra-putranya, cucu-cucunya, dan pengikutnya Úrimadvàlmikiya Ràmàyaóa I.1. Zaman Prasejarah tidak meninggalkan bukti-bukti berupa tulisan. Zaman prasejarah hanya meninggalkan benda-benda atau alat-alat hasil kebudayaan manusia. Peninggalan seperti itu disebut dengan artefak. Artefak dari zaman prasejarah terbuat dari batu jaman batu atau teknologi jaman batu tanah liat dan perunggu. Berikut ini peninggalan zaman prasejarah di Indonesia: 130 Kelas XII SMA Semester 1 1. Kapak Genggam Kapak genggam juga disebut dengan nama kapak perimbas. Alat ini berupa batu yang dibentuk menjadi semacam kapak. Teknik pembuatannya masih kasar, bagian tajam hanya pada satu sisi. Alat tersebut belum bertangkai, dan digunakan dengan cara digenggam. Daerah atau tempat ditemukannya benda prasejarah ini adalah di wilayah Indonesia, antara lain di; Lahat Sumatera Selatan, Kalianda Lampung, Awangbangkal Kalimantan Selatan, Cabbenge Sulawesi Selatan dan Trunyan Bali. Gambar: 3.11 ini adalah hasil temuannya; 2. Alat Serpih. Alat serpih adalah merupakan batu pecahan sisa dari pembuatan kapak genggam yang dibentuk menjadi tajam. Alat tersebut berfungsi sebagai serut, gurdi, penusuk dan pisau. Daerah atau tempat ditemukannya benda-benda pra-sejarah ini adalah; di daerah Punung, Sangiran, dan Ngandong lembah Sungai Bengawan Solo; Gombong Jawa Tengah; lahat; Cabbenge; dan Mengeruda Flores Nusa Tenggara Timur. Gambar: 3.12 ini adalah hasil temuannya; 3. Sumateralith . Sumateralith nama lainnya adalah Kapak genggam Sumatera. Teknik atau cara pembuatannya adalah lebih halus dari kapak perimbas. Bagian tajam sudah ada pada di kedua sisi. Cara menggunakannya masih digenggam. Daerah tempat ditemukannya benda prasejarah ini adalah bertempat di daerah Lhokseumawe Aceh dan Binjai Sumut. Gambar: 3.13 ini adalah hasil temuannya; Sumber: http:4. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.11 Kapak Genggam Sumber: http:2. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.12 Kapak Genggam Sumber: http:1. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.13 Kapak Genggam Sumatera Pendidikan Agama Hindu Dan Budi Pekerti 131 4. Beliung persegi Beliung persegi adalah merupakan alat alat- alat penemuan jaman prasejarah dengan permukaan memanjang dan berbentuk persegi empat. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal diikat pada tangkai, sisi depan diasah sampai tajam. Beliung persegi berukuran besar berfungsi sebagai cangkul. Sedangkan yang berukuran kecil berfungsi sebagai alat pengukir rumah atau pahat. Daerah tempat ditemukan benda prasejarah ini adalah di beberapa daerah Indonesia, seperti; Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sulawesi. Gambar: 3.14 ini adalah hasil temuannya; 5. Kapak Lonjong Kapak Lonjong adalah merupakan alat penemuan jaman prasejarah yang berbentuk lonjong. Seluruh permukaan alat tersebut telah digosok halus. Sisi pangkal agak runcing dan diikat pada tangkai. Sisi depan lebih melebar dan diasah sampai tajam. Alat ini dapat digunakan untuk memotong kayu dan berburu. Daerah ditemukan benda ini adalah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI seperti di; Sulawesi, Flores, Tanimbar, Maluku dan Papua. Gambar: 3.15 ini adalah hasil temuannya; 6. Mata panah Mata panah adalah merupakan benda prasejarah berupa alat berburu yang sangat penting. Selain untuk berburu, mata panah digunakan untuk menangkap ikan, mata panah dibuat bergerigi. Selain terbuat dari batu, mata panah juga terbuat dari tulang. Daerah ditemukan benda prasejarah adalah di; Gua Lawa, Gua Gede, Gua petpuruh Jatim, Gua Cakondo, Gua Tomatoa kacicang, Gua Saripa sulsel. Gambar: 3.16 ini adalah hasil temuannya; Sumber: http:4. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.14 Beliung Persegi Sumber: http:1. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.15 Kapak Lonjong Sumber: http:2. bp.blogspot.com 15-07- 2013. Gambar 3.16 Mata Panah

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

85 2235 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 576 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 499 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 321 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 440 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 625 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 400 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 582 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 709 23