Yohanes 15:1-8 Lukas 8:4-15

64 Buku Guru Kelas XI SMASMK

F. Penutup

y y Rangkuman y y Ayat Emas yang harus dihafalkan. Sebagai bentuk evaluasi, peserta didik diminta untuk menghafalkannya pada pertemuan yang akan datang. y y Bernyanyi dan berdoa yang dipimpin oleh salah satu peserta didik. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 65 Penjelasan Bab IV Keluarga yang Kuat, Melahirkan Pribadi yang Kuat Bahan Alkitab: Matius 7:24-27, Kisah Para Rasul 2:42 Kompetensi Dasar: 1.1 Mengakui peran Allah dalam kehidupan keluarga. 2.1 Mengembangkan perilaku tanggung jawab sebagai wujud dari pengakuan terhadap peran Allah dalam kehidupan keluarga. 3.1 Memahami peran Allah dalam kehidupan keluarga. 4.1 Bersaksi tentang peran Allah dalam keluarganya. Indikator: • Menganalisis secara kritis masalah perceraian yang terus meningkat sebagai dampak dari keluarga yang tidak kuat. • Memaknai keluarga yang dibangun di atas Kristus sebagai batu yang kokoh berdasarkan Matius 7:24-27. • Menghayati dan memaknai keluarga sebagai fondasi yang kuat bagi pribadi dalam kehidupan. • Menjelaskan aspek-aspek karakter bangsa dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengantar

Kasus perceraian terus marak dan meningkat dalam kehidupan bermasyarakat. Secara sederhana, perceraian dipahami sebagai berakhirnya suatu pernikahan. Saat kedua pasangan suami-istri tidak ingin melanjutkan kehidupan pernikahannya, mereka meminta pemerintah untuk memisahkan atau memutuskan hubungan tersebut. Terdapat dua jenis perceraian, yakni cerai hidup dan cerai mati salah satu pasangan meninggal. Banyak faktor yang menjadi penyebab perceraian, misalnya, ketidakharmonisan dalam rumah tangga karena masalah ekonomi, 66 Buku Guru Kelas XI SMASMK adanya orang ketiga atau perselingkuhan bahkan perzinahan, krisis moral yaitu tanggung jawab suami atau istri yang dilalaikan, dan kekerasan dalam rumah tangga KDRT. Masalah keluarga ini tidak dapat didiamkan begitu saja, sebagai generasi penerus bangsa remaja Kristen perlu dibekali dengan norma-norma dalam masyarakat dan nilai-nilai kristiani sehingga kelak keluarga yang dibangun adalah keluarga yang kuat dalam landasan moral sehingga masalah ini dapat dikurangi.

B. Uraian Materi

1. Keluarga yang Kuat

Banyak sekali berita di media masa maupun elektronik, ketika bencana datang rumah-rumah rubuh serta hancur karena memiliki fondasi yang tidak kuat. Tanpa fondasi yang kuat, tidak ada rumah yang tetap berdiri tegak melawan bencana tersebut. Sama halnya dengan keluarga, kekuatan berdirinya keluarga adalah memiliki fondasi yang kuat. Di dalam Alkitab telah diirmankan apa landasan yang kuat di mana sebuah keluarga harus berdiri. Seperti perumpamaan Tuhan Yesus dalam Matius 7:24-27 tentang orang yang bijaksana dan orang yang bodoh. Membangun rumah diartikan sebagai membangun kehidupan, termasuk kehidupan keluarga. Setiap orang percaya yang mengalami lahir baru maka ia mulai membangun kehidupan yang baru. Supaya kehidupan ini kuat maka harus dibangun di atas dasar yang kokoh. Tuhan Yesus menyebut dasar ini adalah batu karang. Yang diwakili oleh batu karang adalah Kristus sendiri. Jika kehidupan keluarga dibangun di atas Kristus, maka keluarga akan memiliki kehidupan yang kokoh, dan akan aman serta selamat, meski harus mengalami berbagai tekanan sulit. Membangun di atas Kristus artinya, seluruh kehidupan keluarga bergantung sepenuhnya kepada Kristus. Seluruh bangunan kehidupan keluarga bertumpu sepenuhnya kepada Kristus sebagai landasan hidup keluarga. Kristus akan sepenuhnya menopang kehidupan keluarga Kristen dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan memampukan keluarga melewati ujian sehingga tetap kokoh dan kuat berdiri, serta memperoleh keselamatan kekal. Kehidupan keluarga setiap hari juga harus bergerak ke arah Kristus. Jika keluarga telah membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan, ‘rumah’ bukan sekedar berdiri di atas batu, tetapi tertanam di batu itu. Tuhan menginginkan keluarga memiliki hubungan yang kuat terikat dengan Kristus. Tuhan ingin keluarga bertambah teguh di dalam iman kepada Kristus dan hati berlimpah dengan ucapan syukur. Keluarga Kristen harus menjadi kelompok Kristen yang memandang jauh ke depan, bahwa hidup bukan hanya untuk sesaat di dunia ini