Prinsip Pengembangan Kurikulum pakrisbp kurtilas xi bukuguru rev2017 terampilmatematika blogspot com

Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 5 jenjang pendidikan tertentu. Gambaran mengenai kompetensi utama yang dikelompokkan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan afektif, kognitif, dan psikomotorik yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang sekolah, kelas, dan mata pelajaran. Kompetensi Inti harus menggambarkan kualitas yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills. Kompetensi Inti berfungsi sebagai unsur pengorganisasi organising element kompetensi dasar. Sebagai unsur pengorganisasi, Kompetensi Inti merupakan pengikat untuk organisasi vertikal dan organisasi horizontal Kompetensi Dasar. Organisasi vertikal Kompetensi Dasar adalah keterkaitan antara konten Kom- petensi Dasar satu kelas atau jenjang pendidikan ke kelasjenjang di atasnya sehingga memenuhi prinsip belajar, yaitu terjadi suatu akumulasi yang berkesinambungan antara konten yang dipelajari peserta didik. Organisasi horizontal adalah keterkaitan antara konten Kompetensi Dasar satu mata pelajaran dengan konten Kompetensi Dasar dari mata pelajaran yang berbeda dalam satu pertemuan mingguan dan kelas yang sama sehingga terjadi proses saling memperkuat. Kompetensi Inti dirancang dalam empat kelompok yang saling terkait, yaitu berkenaan dengan sikap spiritual kompetensi inti 1, sikap sosial kompetensi inti 2, pengetahuan kompetensi inti 3, dan penerapan pengetahuan keterampilan kompetensi inti 4. Keempat kelompok itu menjadi acuan bagi Kompetensi Dasar dan harus dikembangkan dalam setiap peristiwa pembelajaran secara integratif. Kompetensi yang berkenaan dengan sikap keagamaan dan sosial dikembangkan secara tidak langsung indirect teaching, yaitu pada waktu peserta didik belajar tentang pengetahuan kompetensi inti kelompok 3 dan penerapan pengetahuan kompetensi Inti kelompok 4. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melalui Pusat Kurikulum dan Perbukuan, sejak tahun 2011 telah mengadakan penataan ulang kurikulum seluruh mata pelajaran berdasarkan masukan dari masyarakat, pakar pendidikan dan kurikulum, serta guru-guru. Ketika penataan sedang berlangsung, arah penataan berubah menjadi “pembaruan” total terhadap seluruh kurikulum mata pelajaran. Pemerintah menginginkan supaya ada keterpaduan antara satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya, dengan demikian membentuk wawasan dan sikap keilmuan dalam diri peserta didik. Melalui proses tersebut, diharapkan peserta didik tidak memahami ilmu secara fragmentaris dan terpilah-pilah namun dalam satu kesatuan. Berdasarkan pertimbangan tersebut, maka dalam struktur kurikulum baru tidak ada rumusan Standar kelulusan kelas dan Standar Kompetensi tetapi diganti dengan Kompetensi Inti, yaitu rumusan kompetensi yang menjadi rujukan dan acuan bagi seluruh mata pelajaran pada tiap jenjang dan tiap kelas. Jadi, penyusunan Kompetensi Dasar mengacu pada rumusan Kompetensi Inti yang ada pada tiap jenjang dan kelas. Kompetensi inti merupakan pengikat seluruh 6 Buku Guru Kelas XI SMASMK mata pelajaran sebagai satu kesatuan ilmu termasuk mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti. Namun, mata pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti tidak termasuk dalam model integratif tematis karena dipandang memiliki kekhususan tersendiri. Oleh karena itu, mata pelajaran Pendidikan Agama termasuk Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti tetap berdiri sendiri sebagai mata pelajaran seperti sebelumnya.

C. Kompetensi Dasar

Kompetensi Dasar merupakan kompetensi setiap mata pelajaran untuk setiap kelas yang diturunkan dari Kompetensi Inti. Kompetensi Dasar adalah konten