pengaruh pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang)

PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK KURIKULUM 2013
TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA KONSEP
INTERAKSI MAKHLUK HIDUP DENGAN LINGKUNGAN
(Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2 Pamulang)
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi
Persyaratan Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:
HANA HAMDILAH
NIM: 1110016100012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2016

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya:
Nama

: Hana Hamdilah

NIM

: 1110016100012

Fakultas/Jurusan : FITK/Pendidikan Biologi
JenisPenelitian

: Skripsi

Judul

: PENGARUH PENDEKATAN SAINTIFIK
KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR
SISWA PADA KONSEP INTERAKSI MAKHLUK
HIDUP DENGAN LINGKUNGAN.

Dengan ini menyatakan bahwa saya menyetujui untuk:
1. Memberikan hak bebas royalty kepada perpustakaan UIN Syarif
Hidayatullah

Jakarta

atas

penulisan

karya

ilmiah

saya,

demi

mengembangkan ilmu pengetahuan.
2. Memberikan hak menyimpan, mengalih mediakan/pengalih formatkan.
3. Mengolah dalam bentuk pangkalan data (data base), mendistribusikannya
serta menampilkannya dalam bentuk softcopy untuk kepentingan akademis
kepada perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tanpa perlu
meminta izin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai
penulis/pencipta.
4. Bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi tanpa
melibatkan pihak perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dari
segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran hak cipta
dalam karya ilmiah ini.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan semoga dapat
dipergunakan sebagaimana mestinya.
Jakarta, 11 Juli 2016
Yang menyatakan

Hana Hamdilah

ABSTRAK
Hana Hamdilah, 1110016100012, Pengaruh Pendekatan Saintifik Kurikulum
2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk Hidup
Dengan Lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang 2
Pamulang), Skripsi, Program Studi Pendidikan Biologi, Jurusan Pendidikan
Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas
Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan pendekatan
saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi
makhluk hidup dengan lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di MTs Negeri
Tangerang 2 Pamulang tahun ajaran 2014/2015. Metode penelitian yang
digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group
design. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling.
Sampel penelitian berjumlah 34 siswa untuk kelas eksperimen, 34 siswa untuk
kelas kontrol. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes soal yang
berbentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal dan nontes berupa lembar observasi
aktivitas siswa aspek afektif dan psikomotor. Analisis data kedua kelompok
menggunakan uji-t diperoleh thitung 11,78 dan ttabel pada taraf signifikan (α = 0,05)
sebesar 2,00 ( thitung > ttabel ). Hal ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh
penggunaan pendekatan saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa
pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.
Kata Kunci

: Kurikulum 2013, Pendekatan Saintifik, Hasil Belajar Siswa

i

ABSTRACT
Hana Hamdilah, 1110016100012, The Influence of Scientific Approach
Curriculum 2013 towards Student’s Learning Achievement on Interaction of
Organisms and Environment Concept. BA Thesis, Biology Education Study
Program, Department of Natural Sciences, Syarif Hidayatullah State Islamic
University Jakarta.

This research aimed to know the influence of Scientific Approach Curriculum
2013 assignment in Student’s Learning Achievement on Interaction of Organisms
and Environment Concept. This research was conducted at MTs Negeri
Tangerang 2 Pamulang in the academic year 2014/2015. The research method
was quasi experiment with nonequivalent control group design. Sampling was
taken purposive sampling. The sample of this research were experimental class
which consisted of 34 students and controlled class consisted 34 students. The
instruments of this research were an multiple test consisted of 25 question,
student’s observation sheet psychomotor and affective aspect . Data analysis of
two groups used t-test, the result obtained that tcount 11,78 dan ttable at α = 0,05)
significance level was 2,00 ( tcount > ttable ). This indicated there was influence of
scientific approach curriculum 2013 toward student’s learning achievement on
interaction of organisms and environment concept.
.
Key Words
: Curriculum 2013, Scientific Approach, Student’s Learning
Achievement.

ii

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirobbil’alamin,

segala

puji

dan

syukur

senantiasa

tercurahkepada Allah SWT atas rahmat, hidayah serta karunia-Nya dan shalawat
sertasalam terlimpahkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW sehingga penulis
dapatmenyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendekatan Saintifik
Kurikulum 2013 Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk
Hidup Dengan Lingkungan (Kuasi Eksperimen di MTs Negeri Tangerang II
Pamulang)”.
Skripsi ini disusun sebagai tugas akhir dalam rangka menyelesaikan studi
strata I (SI) untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan (S.Pd) yang diajukan
kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan
dan dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Ahmad Thib Raya, MA, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Ibu Baiq Hana Susanti, M.Sc Ketua Jurusan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas
Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibu Dr.Yanti
Herlanti M.Pd Ketua Program Studi Pendidikan Biologi Fakultas Ilmu
Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3.

Bapak Dr. Sujiyo Miranto M. Pd., Dosen Pembimbing I atas arahan, nasehat,
kesabaran serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

4.

Ibu Meiry Fadilah Noor, M. Si., Dosen Pembimbing II atas arahan, nasehat,
kesabaran serta motivasi kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi.

5.

Bapak dan Ibu Dosen Program Studi Pendidikan Biologi, yang telah
membantu memberikan ilmu-ilmu yang bermanfaat bagi penulis.

6.

Bapak Suhardi, M.Ag, selaku Kepala Sekolah MTs N Tangerang II Pamulang
yang telah membantu dalam proses penelitian skripsi berlangsung.

iii

7.

Ibu Tri Endah Irianti S.Pd selaku guru mata pelajaran biologi kelas VII yang
telah memberikan bimbingan dan arahan selamaterlaksananya penelitian
skripsi.

8.

Siswa-siswi kelas VII BP 1 dan VII BP 2 atas kerjasamanya yang dengan
semangat ikut serta dalam penelitian.

9.

Bapak Entang Nurdin dan Ibu Engkai Karwati, orang tua penulis yang
senantiasa

mencurahkan

kasih

sayang

dan

senantiasa

mendoakan

keberhasilan penulis serta memberikan bantuan baik moril maupun materil
kepada penulis selama proses penyelesaian skripsi ini.
10. Suamiku (Rusdi) yang selalu sabar menemani disaat susah ataupun senang.
11. Anakku (Gibran Mubarok Pranaja) yang memberikan kekuatan dalam
menyelesaikan skripsi ini.
12. Kakakku Nia Kurniasih, Nandang Solihin, dan Adi Mukhlis yang selalu
memberikan semangat, bantuan dan dukungan baik moril ataupun materil.
13. Seluruh teman-teman Pendidikan Biologi 2010 terimakasih atas dukungan
dan kerjasamanya.
14. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu baik secara langsung
maupun tidak langsung, dari lubuk hati yang paling dalam saya ucapkan
terima kasih.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari
kesempurnaan. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis
harapkan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan para
pembaca pada umumnya.

Jakarta, Maret 2016

Penulis

iv

DAFTAR ISI
ABSTRAK .............................................................................................................. i
ABSTRACT ............................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR .......................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...........................................................................................................v
DAFTAR TABEL .............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................ ix
DAFTAR LAMPIRAN ..........................................................................................x
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ....................................................................1
B. Identifikasi Masalah ..........................................................................5
C. Pembatasan Masalah..........................................................................5
D. Rumusan Masalah..............................................................................6
E. Tujuan dan Manfaat Penelitian ..........................................................6

BAB II

KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HASIL
PENELITIAN YANG RELEVAN
A. Kajian Teoritis
1. Kurikulum 2013 ...........................................................................7
a. Karakteristik kurikulum 2013 ................................................7
b. Tujuan kurikulum 2013 .........................................................8
c. Model atau metode pembelajaran pada kurikulum 2013.......8
2. Pendekatan Saintifik ....................................................................9
a. Pengertian pendekatan saintifik .............................................9
b. Langkah-langkah pendekatan saintifik ..................................9
c. Prinsip-prinsip pendekatan saintifik ....................................11
d. Tujuan pembelajarn pendekatan saintifik ............................11
e. Pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 .........................11
3. Pembelajaran Inkuiri..................................................................12
a. Pengertian pembelajaran inkuiri ..........................................12
b. Langkah-langkah pembelajaran inkuiri ...............................13

v

c. Jenis-jenis inkuiri.................................................................15
4. Hakekat Hasil Belajar ................................................................15
a. Pengertian hasil belajar ........................................................15
b. Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar ..................16
5. Konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan................20
B. Penelitian yang Relevan ..................................................................22
C. Kerangka Berpikir ...........................................................................25
D. Hipotesis Penelitian .........................................................................26

BAB III METODOLOGI PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat Penelitian..........................................................27
B. Metode dan Desain Penelitian .........................................................27
C. Populasi dan Sampel Penelitian .......................................................28
D. Teknik Pengambilan Sampel ...........................................................28
E. Variabel Penelitian ..........................................................................29
F. Teknik Pengumpulan Data ..............................................................29
G. Instrumen Penelitian ........................................................................30
1. Instrumen proses pembelajaran .................................................30
2. Instrumen tes hasil belajar .........................................................30
H. Kalibrasi Instrumen .........................................................................36
1. Uji Validitas ...............................................................................37
2. Uji Reliabilitas ...........................................................................38
3. Tingkat Kesukaran .....................................................................39
4. Daya Pembeda ...........................................................................39
I. Teknik Analisis Data .......................................................................40
1. Teknik analisis data hasil belajar aspek kognitif ......................40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ................................................................................46
1. Perbandingan hasil pretest siswa kelas eksperimen dan
kelas kontrol .............................................................................46

vi

2. Perbandingan hasil posttest siswa kelas eksperimen dan
kelas kontrol ..............................................................................47
3. Hasil uji N-gain kelas eksperimen dan kelas kontrol ................48
4. Hasil observasi siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol........48
B. Pengujian Prasyarat Pengambilan Sampel ......................................53
1. Normalitas .................................................................................53
2. Homogenitas ..............................................................................54
3. Pengujian hipotesis sampel ........................................................54
C. Pengujian Prasyarat Analisis ...........................................................55
1. Normalitas .................................................................................55
2. Homogenitas ..............................................................................56
3. Pengujian hipotesis sampel ........................................................57
D. Pembahasan .....................................................................................57
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ......................................................................................60
B. Saran ................................................................................................60

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................61
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..................................................................................63

vii

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Cakupan Penilaian Sikap .....................................................................18
Tabel 2.2 Tingkatan Domain Kognitif, Afektif dan Psikomotor ........................19
Tabel 3.1 Desain penelitian .................................................................................28
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Tes .......................................................................31
Tabel 3.3 Kisi-kisi lembar aktifitas siswa (aspek afektif) ...................................33
Tabel 3.4 Rubrik penilaian lembar aktivitas siswa aspek afektif (sosial) ...........34
Tabel 3.5 Kisi-kisi lembar aktifitas siswa (aspek psikomotor) ...........................35
Tabel 3.6 Rubrik lembar aktivitas siswa (aspek psikomotor) .............................36
Tabel 3.7 Klasifikasi dan Indeks Tingkat Kesukaran..........................................39
Tabel 3.8 Klasifikasi dan Indeks Daya Pembeda ................................................40
Tabel 3.9 Kategori Uji N-Gain ............................................................................43
Tabel 4.1 Perbandingan Hasil Pretest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol.....46
Tabel 4.2 Perbandingan Hasil Posttest Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol ...47
Tabel 4.3 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif
(Sosial) Pada Kelas Eksperimen .........................................................49
Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Afektif
(Sosial) Pada Kelas Kontrol ...............................................................50
Tabel 4.5 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor
Pada Kelas Eksperimen .......................................................................51
Tabel 4.6 Rekapitulasi Hasil Observasi Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor
Pada Kelas Kontrol..............................................................................52
Tabel 4.7 Data Uji Normalitas Pretest Kelas Eksperimen ..................................53
Tabel 4.8 Data Uji Normalitas Pretest Kelas Kontrol.........................................53
Tabel 4.9 Data Uji Homogenitas Pretest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol………………………… .............................................54
Tabel 4.10 Data Uji Hipotesis Pretest Sampel Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol .....................................................................................54
Tabel 4.11 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Eksperimen.................................55
Tabel 4.12 Data Uji Normalitas Posttest Kelas Kontrol .......................................56

viii

Tabel 4.13 Data Uji Homogenitas Posttest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol……………………………. .........................................56
Tabel 4.14 Data Uji Hipotesis Posttest sampel Kelas Eksperimen dan
Kelas kontrol ......................................................................................57

ix

DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1

Perbandingan Rata-rata Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen dan
Kelas Kontrol..................................................................................47

ix

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ......63

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol ............81

Lampiran 3

Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelas Eksperimen .............................92

Lampiran 4

Lembar Kerja Siswa (LKS) Kelas Kontrol ..................................105

Lampiran 5

Kisi-Kisi Instrumen Penelitian .....................................................112

Lampiran 6

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Eksperimen ......133

Lampiran 7

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif (Sosial) Kontrol ............135

Lampiran 8

Rubrik Penilaian Lembar Aktivitas Siswa Aspek Afektif ..........137

Lampiran 9

Lembar Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor Eksperimen ............138

Lampiran 10

Lembar AktivitasSiswa Aspek Psikomotor Kontrol ...................140

Lampiran 11

Rubrik Penilaian Lembar Aktivitas Siswa Aspek Psikomotor ....142

Lampiran 12 Rekapitulasi Data Hasil Uji Coba Validitas .................................143
Lampiran 13 Nilai Pretest dan Posttest Kelas Eksperimen ...............................154
Lampiran 14 Nilai Pretest da Posttest Kelas Kontrol ........................................155
Lampiran 15 Perhitungan Distribusi Data Pretest dan Posttest .........................156
Lampiran 16 Perhitungan Normalitas Kelas Eksperimen ..................................164
Lampiran 17 Perhitungan Normalitas Kelas Kontrol.........................................167
Lampiran 18 Perhitungan Uji Homogenitas Pretest ..........................................169
Lampiran 19 Perhitungan Uji Homogenitas Posttest .........................................170
Lampiran 20 Perhitungan Uji Hipotesis Pretest ................................................171
Lampiran 21 Perhitungan Uji Hipotesis Posttest ...............................................172
Lampiran 22 Uji N-Gain Kelas Eksperimen dan Kontrol ..................................173
Lampiran 23 Data Hasil Belajar Biologi Siswa .................................................174

x

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Proses dalam pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman
langsung kepada siswa, hal ini dapat mengembangkan kompetensi agar
menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah. Dalam pendidikan IPA
diarahkan untuk inkuiri sehingga dapat membantu peserta didik untuk
memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang keterkaitan materi yang
dipelajari dengan alam sekitar.1
Hakikat belajar IPA tidak cukup jika hanya mengingat dan memahami
konsep yang telah ditemukan oleh ilmuwan. Hal tersebut sesuai dengan kurikulum
2013 yang menuntut siswa aktif dalam proses belajar. Menurut Undang- Undang
Sistem Pendidikan Pasal 20 ayat 1 tahun 2003 menuntut bahwa dalam proses
belajar mengajar mampu mewujudkan suasana belajar yang aktif dan mampu
mengembangkan keterampilan siswa.
Pada kurikulum 2013 menganut pandangan dasar bahwa pengetahuan tidak
dapat dipindahkan begitu saja dari guru ke peserta didik karena peserta didik
adalah subjek yang memilki kemampuan untuk secara aktif mencari, mengolah,
mengonstruksi,

dan

pengetahuan.2

menggunakan

Dalam

pelaksanaan

pembelajaran guru di kelas tidak sekedar menyampaikan informasi demi
pencapaian tujuan pembelajaran, tetapi juga menciptakan pengalaman belajar
siswa, Guru harus berupaya agar kegiatan di kelas dapat memberikan kesempatan
yang seluas-luasnya bagi pengalaman siswa. Peranan guru tidak hanya terbatas
sebagai pengajar (transfer of knowledge), tetapi juga sebagai pembimbing ,
pelatih, pengembang dan pengelola kegiatan pembelajaran yang dapat
memfasilitasi kegiatan belajar siswa dalam mencapai tujuan yang telah
1

Zulfiani.Strategi Pembelajaran Sains, ( Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009),
hal 46-47
2
Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum
2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 57

1

2

diciptakan.3 Oleh karena itu guru harus mampu menemukan metode dan teknik
yang dapat mendukung peranannya tersebut, supaya kegiatan belajar mengajar
dapat diselenggarakan dengan efektif dan efisien. Apabila seorang guru
melakukan pembelajaran dengan efektif dan efisien maka hal ini akan
berpengaruh pada hasil belajar siswa.
Guru dalam proses pembelajaran harus mampu menemukan metode dan
teknik yang sesuai dengan tuntutan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang
ada di dalam kurikulum. Sebelum mengajar seorang guru harus melakukan
analisis mata pelajaran yaitu satu bagian dari rencana kegiatan pembelajaran yang
berkaitan erat dengan materi pelajaran dan penyajiannya. 4 Oleh karena itu seorang
guru sebelum mengajar harus melakukan analisis materi pelajaran sehingga guru
dapat dengan mudah menentukan metode dan teknik yang sesuai dengan materi
ajar.
Berdasarkan hasil observasi di MTs Negeri Tangerang 2 pamulang didapat
data bahwa sebesar 60% siswa kelas VIIA memperoleh hasil belajar yang rendah
pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan. Adapun rendahnya hasil
belajar tersebut diduga karena metode dan teknik pembelajaran yang dipakai
dalam proses pembelajaran kurang sesuai dengan materi ajar.5
Berdasarkan uraian diatas menunjukan bahwa perlunya kesesuaian antara
teori pembelajaran biologi dengan praktik pengajaran yang dilakukan sehingga
tidak menimbulkan persoalan dalam meningkatkan hasil belajar, baik yang
bersifat kognitif, afektif dan psikomotor.
Persoalan peningkatan hasil belajar

dapat diatasi dengan pengguanaan

pendekatan pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pendapat Suparno dalam Johari
Marjan, agar hasil belajar tercapai secara optimal, perlu dikembangkan suatu
pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan perubahan paradigma dari
mengajarkan siswa menjadi membelajarkan siswa, serta menekankan pada proses

3

M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci
sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 19
4
,Zulfiani, op. cit hal. 27
5
Lampiran 34, hal.174

3

belajar siswa.6 Pendekatan pembelajaran yang sesuai tersebut adalah pendekatan
saintifik kurikulum 2013. Hal ini dikarenakan pembelajaran pendekatan saintifik
kurikulum 2013 memberikan pengalaman keterlibatan langsung siswa dalam
menggali dan menemukan konsep berdasarkan fakta yang mereka temukan.
Model kurikulum 2013 memberikan keleluasaan kepada sekolah dan guru
untuk merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan kurikulum
tersebut sesuai dengan situasi, kondisi, dan potensi keunggulan lokal yang bisa
dimunculkan oleh sekolah, guru bebas melakukan proses pembelajaran sesuai
dengan keadaan situasi sekolah dan keadaan peserta didik. Pada kurikulum 2013
ini siswa dapat lebih aktif mengembangkan pengetahuannya. Hal ini sesuai
dengan Husamah, “Perubahan kurikulum memilki tujuan untuk meningkatkan
rasa ingin tahu siswa dan mendorong siswa untuk aktif pada kurikulum baru,
siswa bukan lagi menjadi obyek tapi justru menjadi subyek dengan ikut
mengembangkan tema yang ada”.7
Proses pembelajaran pada Kurikulum 2013 untuk semua jenjang
dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah (saintifik). Menurut
Kemendikbud yaitu “Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses
pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifk atau
ilmiah”.8 Kurikulum 2013 menyatakannya bahwa dalam pembelajaran dengan
pendekatan saintifik diartikan sebagai proses pembelajaran yang dirancang
sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau
prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan
hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan
mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang ditemukan.9 Tahapan –
Johari Marjan, “Pengaruh Pembelajaran Saintifik Terhadap Hasil Belajar Biologi dan
Keterampilan Proses Sains Siswa MA Mu'amilat NW Pancor Selong Kabupaten Lombok timur
Nusa Tenggara Barat”, Journal of University Ganesha.,Vol. 4, 2014. hal 1-1
7
Husamah .Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, (Jakarta : Prestasi
Pustakarya, 2013), h. 4
8
Imas Kurinasih, Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan, (Surabaya : Kata Pena
2014), h 141
9
M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci
sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 34
6

4

tahapan tersebut merupakan tahapan dari pendekatan saintifik dimana dalam
proses pembelajaran harus menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan
menghindari nilai-nilai atau sifat-sifat non-ilmiah.
Pada penelitian ini tahapan pendekatan saintifik yang digunakan dalam
pembelajaran

yaitu

mengamati,

menanya,

mencoba,

mengasosiasi,

dan

mengkomunikasikan.10 Pada pelaksanaan pembelajaran menggunakan pendekatan
saintifik kurikulum 2013 membutuhkan model pembelajaran yang dapat
mendukung terlaksananya pendekatan saintifik kurikulum 2013. Hal ini
dikarenakan tahapan pendekatan saintifik terlalu luas. Model pembelajaran
tersebut

adalah

model

pembelajaran

inkuiri.

Langkah-langkah

model

pembelajaran inkuiri tersebut menurut Wina Sanjaya “orientasi, merumuskan
masalah, merumuskan hipotesis, mengumpulkan data, mengenali hipotesis dan
merumuskan masalah”.11
Model pembelajaran inkuiri mendukung terlaksananya pendekatan saintifik.
Hal ini sesuai dengan pernyataan Abdul Majid dan Chaerul Rohman penguatan
pendekatan

saintifik

perlu

diterapkan

pembelajaran

berbasis

penelitian

(pembelajaran inkuiri).12 Selain itu langkah-langkah pembelajaran inkuiri sesuai
dengan tahapan pada pendekatan saintifik. Dilihat dari definisi pembelajaran
inkuiri yaitu kegiatan pembelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh
kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia, atau
peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis sehingga mereka dapat
merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.13
Pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013
harus diiringi dengan metode yang tepat. hal ini dimaksudkan untuk
mengembangkan ranah tujuan belajar berdasarkan kurikulum 2013 yaitu
pengetahuan (kognitif), sikap (afektif), keterampilan (psikomotor). Metode pada
10

Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum
2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 4
11
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
( Jakarta: Kencana, 2008), h. 199-203
12
Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum
2013, (Bandung : Rosda. 2014), h. 2
13
Iif Khoiru Ahmadi, S.Pd, dkk.Strategi Pembelajaran Berorientasi KTSP, h. 25

5

pendekatan saintifik ini menggunakan metode praktikum atau eksperimen, Pada
metode praktikum ini siswa dapat menentukan topik sesuai dengan kompetensi
dasar menurut tuntutan kurikulum, mempelajari dasar teoritis yang relevan dan
hasil-hasil praktikum sebelumnya, melakukan dan mengamati percobaan,
mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan menyajikan data, menarik
simpulan atas hasil percobaan, membuat laporan dan mengkomunikasikan hasil
percobaan. Sehingga dengan metode ini siswa tidak hanya dituntut untuk
menguasai pelajaran, akan tetapi bagaimana mereka dapat menggunakan potensi
yang dimilikinya.
Berdasarkan uraian di atas timbul rasa ingin tahu dalam diri penulis untuk
meneliti

“Apakah

Penggunaan

Pendekatan

Saintifik

Kurikulum

2013

Berpengaruh Terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Konsep Interaksi Makhluk
Hidup Dengan Lingkungan ?”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pernyataan pada latar belakang masalah, maka dapat
diidentifikasi beberapa masalah yaitu :
1. Proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru

tidak menggunakan

pendekatan saintifik kurikulum 2013 mengakibatkan hasil belajar siswa
menjadi rendah.
2. Kurikulum 2013 pada pelaksanaannya menuntut menggunakan pendekatan
pembelajaran.
3. Memilih model pembelajaran yang dapat mendukung terlaksananya
pendekatana saintifik kurikulum 2013.
4. Membutuhkan metode yang dapat membuat siswa berpikir ilmiah sesuai
kurikulum 2013.

C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah yang telah disebutkan, maka penelitian
dibatasi pada:

6

1. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik kurikulum 2013
pada tahap observing (mengamati), questioning (menanya), associating
(menalar), experimenting (mencoba), comunicate (mengkomunikasikan)
dengan model pembelajaran inkuiri terbimbing.
2. Hasil belajar yang diukur adalah ranah kognitif dan data observasi. Ranah
kognitif diukur dengan menggunakan tes hasil belajar biologi di sekolah
MTs Negeri Tangerang 2 pamulang kelas VII sedangkan pada data
observasi menggunakan lembar observasi aktifitas siswa.
3. Penelitian dilakukan pada konsep interaksi makhluk hidup dengan
lingkungan.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah, untuk merumuskan permasalahannya,
yaitu “Apakah pendekatan saintifik kurikulum 2013 dapat mempengaruhi hasil
belajar siswa pada konsep interaksi makhluk hidup dengan lingkungan?”

E. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan saintifik
kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi makhluk
hidup dengan lingkungan. Sedangkan tujuan dari penelitian ini diantaranya:
1. Bagi siswa dapat memberikan motivasi siswa, melatih keterampilan siswa,
mengembangkan kemampuan berpikir siswa dan dapat meningkatkan hasil
belajar siswa.
2. Bagi guru, dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran dalam proses
belajar mengajar.
3. Bagi peneliti, menambah wawasan dan pengalaman, serta membantu
menyumbangkan dalam memecahkan masalah pembelajaran biologi.
4. Bagi pembaca, memberikan informasi tentang pengaruh pendekatan
saintifik kurikulum 2013 terhadap hasil belajar siswa pada konsep interaksi
makhluk hidup dengan lingkungan.

BAB II
KAJIAN TEORITIS, KERANGKA BERPIKIR DAN HASIL PENELITIAN
YANG RELEVAN

A. Kajian Teoritis
1.

Kurikulum 2013

a.

Karakteristik Kurikulum 2013
Dalam kurikulum 2013 terdapat istilah kompetensi inti yang merupakan

terjemahan atau operasional SKL dalam bentuk kualitas yang harus dimiliki oleh
peserta yang telah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu atau
jenjang pendidikan tertentu, gambaran mengenai kompetensi utama yang
dikelompokan ke dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan (afektif,
kognitif, dan psikomotor) yang harus dipelajari peserta didik untuk suatu jenjang
sekolah, kelas dan mata pelajaran. Kompetensi ini harus menggambarkan kualitas
yang seimbang antara pencapaian hard skills dan soft skills.1
Selain itu di dalam kurikulum 2013 terdapat dua proses pembelajaran, yaitu
pembelajaran langsung dan pembelajaran tidak langsung. Pembelajaran langsung
peserta didik mengembangkan pengetahuan, kemampuan berfikir, dan psikomotor
dengan cara berinteraksi langsung dengan sumber belajar yang telah dirancang
didalam RPP dan silabus. Di dalam pembelajaran langsung peserta didik
melakukan

kegiatan

mengamati,

menanya,

mengumpulkan

informasi,

mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Pembelajaran langsung menghasilkan
pengetahuan dan keterampilan yang langsung. Sedangkan proses pembelajaran
tidak langsung merupakan proses pendidikan yang terjadi selama proses
pembelajaran berlangsung dan tidak dirancang dalam kegiatan khusus. Kedua
proses pembelajaran tersebut terjadi secara terintegrasi dan tidak terpisah.
Pembelajaran langsung berkaitan dengan KD yang dikembangkan dari KI 3 dan
KI 4. Keduanya dikembangkan secara bersamaan pada proses pembelajaran dan

1

Abdul Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah dalam Implementasi Kurikulum
2013, (Bandung: Rosdakarya, 2014), h. 22

7

8

menjadi wahana untuk mengembnagkan KD pada KI 2. Pada proses pembelajaran
tidak langsung berkaitan dengan KD yang dikembangkan dari KI 1 dan KI 2.2
b. Tujuan Kurikulum 2013
Pengembangan kurikulum 2013 bertujuan untuk meningkatkan pencapaian
pendidikan yang dilakukan dengan dua strategi utama yaitu peningkatan
efektivitas pembelajaran pada satuan pendidikan dan penambahan waktu
pembelajaran di sekolah.Efektivitas pembelajaran dicapai melalui tiga tahapan
yaitu efektifitas interaksi, efektifitas pemahaman, dan efektifitas penyerapan.3
1) Efektivitas interaksi : Hal ini akan tercipta dengan adanya harmonisasi iklim
akademik dan budaya sekolah.
2) Eketivitas pemahaman : Hal ini dapat dicapai apabila pembelajaran yang
mengedepankan pengalaman personal siswa melalui observasi, asosiasi,
bertanya, menyimpulkan dan mengomunikasikan.
3) Efektivitas penyerapan : Hal ini dapat tercipta ketika adanya kesinambungan
pembelajaran secara horizontal dan vertikal.
c.

Model atau Metode Pembelajaran Pada Kurikulum 2013
Ada beberapa model atau metode pembelajaran pada kurikulum 2013 yang

dapat membuat peserta didik aktif dalam proses pembelajaran, antara lain seperti
berikut:4
1) Metode pembelajaran kolaborasi : strategi yang menempatkan peserta didik
dalam kelompok kecil dan memberinya tugas sehingga mereka saling
membantu dalam menyelesaikan tugas kelompok.
2) Metode pembelajaran individual : metode yang memberikan kesempatan
kepada peserta didik secara mandiri sesuai dengan kebutuhannya.
3) Metode teman sebaya : peserta didik mengajarkan kepada peserta didik lain.

2

Ibid.,h. 58-59
Sholeh Hidayat, Pengembangan Kurikulum Baru, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya,
2013), h. 116
4
Imas Kurinasih, Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan, (Surabaya : Kata
Pena 2014), h. 43-45.
3

9

4) Model pembelajaran sikap : membantu peserta didik untuk menguji perasaan,
nilai dan sikap-sikapnya.
5) Metode pembelajaran bermain : permainan (game) sangat berguna untuk
membentuk kesan dramatis yang jarang peserta didik lupakan.
6) Metode pembelajaran kelompok : pembelajaran ini hemat waktu dan efektif.
7) Metode pembelajaran mandiri : peserta didik belajar atas dasar kemauan
sendiri dengan mempertimbangkan kemampuan yang dimiliki dengan
memfokuskan dan merefleksikan keinginan.
8) Model

pembelajaran

multimodel

:

dengan

penggunaan

model

ini

dimaksudkan akan mendapatkan hasil optimal dibandingkan dengan hanya
satu model.

2.

Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013

a.

Pengertian pendekatan saintifik
Pendekatan saintifik diartikan sebagai proses pembelajaran yang dirancang

sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau
prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati, merumuskan masalah, merumuskan
hipotesis, mengumpulkan data, menganalisis data, menarik kesimpulan dan
mengkomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”.5
b. Langkah-langkah pendekatan saintifik
Berdasarkan ketetapan Kemendikbud

yakni memberikan konsepsi

tersendiri bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran
didalamnya mencakup komponen mengamati, menanya, mencoba, mengolah,
menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Langkah-langkah pendekatan saintifik
diantaranya :6
1) Mengamati (Observing): Metode mengamati mengutamakan kebermaknaan
proses pembelajaran (meaningfull learning). Metode ini memiliki keunggulan
tertentu, seperti menyajikan media obyek secara nyata, peserta didik senang
dan tertantang, dan mudah pelaksanaannya. Tentu saja kegiatan mengamati
5

M. Hosnan, Pendekatan Saintifik dan Kontekstual Dalam Pembelajaran Abad 21 (Kunci
sukses implementasi kurikulum 2013), (Bogor, Ghalia Indonesia, 2014), h. 34
6
Majid, op. cit., h. 4-5.

10

dalam rangka pembelajaran ini biasanya memerlukan waktu persiapan yang
lama dan matang, biaya dan tenaga relatif banyak, dan jika tidak terkendali
akan mengaburkan makna serta tujuan pembelajaran.
2) Menanya (Questioning): Guru yang efektif mampu menginspirasi peserta
didik untuk meningkatkan dan mengembangkan ranah sikap, keterampilan,
dan pengetahuannya.Pada saat guru bertanya, pada saat itu pula dia
membimbing atau memandu peserta didiknya belajar dengan baik.Ketika
guru menjawab pertanyaan peserta didiknya, ketika itu pula dia mendorong
asuhannya itu untuk menjadi penyimak dan pembelajar yang baik.
3) Mencoba (Experimenting): Aplikasi metode eksperimen atau mencoba
dimaksudkan untuk mengembangkan berbagai ranah tujuan belajar, yaitu
sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Aktivitas pembelajaran yang nyata
untuk ini adalah: (1) menentukan tema atau topik sesuai dengan kompetensi
dasar menurut tuntutan kurikulum; (2) mempelajari cara-cara penggunaan alat
dan bahan yang tersedia dan harus disediakan; (3)mempelajari dasar teoritis
yang relevan dan hasil-hasil eksperimen sebelumnya; (4) melakukan dan
mengamati percobaan; (5) mencatat fenomena yang terjadi, menganalisis, dan
menyajikan data;(6) menarik simpulan atas hasil percobaan; dan (7)membuat
laporan dan mengkomunikasikan hasil percobaan.
4) Menalar

(Associating):

Istilah

“menalar”

dalam

kerangka

proses

pembelajaran dengan pendekatan ilmiah yang dianut dalam Kurikulum 2013
untuk menggambarkan bahwa guru dan peserta didik merupakan pelaku aktif.
Titik tekannya tentu dalam banyak hal dan situasi peserta didik harus lebih
aktif daripada guru.Penalaran adalah proses berfikir yang logis dan sistematis
atas fakta-kata empiris yang dapat diobservasi untuk memperoleh simpulan
berupa pengetahuan.

Penalaran dimaksud merupakan penalaran ilmiah,

meski penalaran nonilmiah tidak selalu tidak bermanfaat.
5) Mengkomunikasikan: Sarana untuk menyampaikan hasil konseptualisasi
dalam bentuk lisan, tulisan, gambar/ sketsa, diagram, atau grafik.

11

c.

Prinsip – prinsip Pendekatan Saintifik
Prinsip - prinsip pendekatan saintifik diantaranya :7

1) Pembelajaran berpusat pada siswa.
2) Pembelajaran membentuk students self concept
3) Pembelajaran terhindar dari verbalisme
4) Pembelajaran memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasimilasi
dan mengakomodasi konsep, hukum dan prinsip.
5)

Pembelajaran mendorong terjadinya peningkatan kemampuan berpikir siswa.

6) Pembelajaran meningkatkan motivasi belajar siswa.
7) Memberikan kesempatan kepada siswa untuk melatih kemampuan dalam
berkomunikasi.
8) Adanya proses validasi terhadap konsep, hukum, dan prinsip yang dikontruksi
siswa dalam struktur kognitifnya.
d. Tujuan Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik
Tujuan pembelajaran dalam pendekatan saintifik yaitu:8
1) Untuk meningkatkan kemampuan intelek, khususnya kemampuan berpikir
tingkat tinggi siswa.
2) Untuk membentuk kemampuan siswa dalam menyelesaikan suatu masalah
secara sistematik.
3) Terciptanya kondisi pembelajaran di mana siswa merasa bahwa belajar itu
merupakan suatu kebutuhan.
4) Diperolehnya hasil belajar tinggi
5) Untuk melatih siswa dalam mengomunikasikan ide- ide
6) Untuk mengembangkan karakter siswa.
e.

Pendekatan Saintifik Merupakan Pendekatan Pembelajaran Pada
Kurikulum 2013
Perubahan kurikulum memiki tujuan untuk meningkatkan rasa ingin tahu

siswa dan mendorong siswa untuk aktif. Pada kurikulum baru, siswa bukan lagi

7
8

Hosnan, op. cit., h. 37.
Ibid., h. 36-37.

12

menjadi obyek tapi justru menjadi subyek dengan ikut mengembangkan tema
yang ada.9
Dalam materi pedoman implementasi kurikulum 2013 yang dikeluarkan oleh
Kemendikbud dijelaskan bahwa kegiatan pembelajaran pada kurikulum 2013
untuk semua jenjang dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan ilmiah. Hal
ini dikarenakan pada proses pembelajaran siswa menggali informasi dengan
diawali

mengamati,

menanya,

mencoba,

mengasosiasikan

dan

mengkomunikasikan. Pada kondisi seperti ini, tentu saja proses pembelajaran
tetap menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah dan menghindari nilai-nilai atau
sifat-sifat non-ilmiah.
Kegiatan pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karena
itu,

kurikulum

pembelajaran.

10

2013 mengamanatkan

esensi

pendekatan

ilmiah

dalam

Pendekatan ilmiah diyakini sebagai titian emas perkembangan

dan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Dalam
pendekatan atau proses kerja yang memenuhi kriteria ilmiah, para ilmuan lebih
mengedepankan penalaran induktif (inductive reasoning) ketimbang penalaran
deduktif (deductive reasoning).11
Maka dari penjelasan pendekatan saintifik diatas membuktikan bahwa
pendekatan saintifik diajukan dalam pembelajaran kurikulum 2013 karena pada
proses pembelajarannya menerapkan nilai-nilai atau sifat-sifat ilmiah.
3.

Pembelajaran inkuiri terbimbing

a.

Pengertian Pembelajaran Inkuiri Terbimbing
Pembelajaran inkuiri merupakan kegiatan pembelajaran yang melibatkan

secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki
sesuatu (benda, manusia, atau peristiwa) secara sistematis, kritis, logis, analitis
sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya
diri.

9

Husamah.Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian Kompetensi, (Jakarta : Prestasi
Pustakarya, 2013), h. 4
10
Majid & Chaerul Rochman, Pendekatan Ilmiah Dalam Implementasi Kurikulum 2013,
(Bandung : Rosda. 2014), h. 73
11
Ibid., h. 71-72.

13

Pembelajaran inkuiri adalah rangkaian kegiatan pembelajaran

yang

menekankan pada proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan
menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses
berpikir itu sendiri biasanya dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.
Strategi pembelajaran ini sering juga dinamakan strategi heuristic, yang berasal
dari bahasa Yunani, yaitu heuriskein yang berarti saya menemukan.12
Sedangkan inkuri terbimbing adalah pembelajaran inkuiri yang tahapannya
mengacu pada tindakan utama guru ialah mengajukan permasalahan, siswa
menentukan proses dan penyelesaian masalah.
b. Langkah-langkah Pelaksanaan Inkuiri Terbimbing
Langkah pelaksanaan pembelajaran inkuiri menurut Wina Sanjaya secara
umum dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:13
1) Orientasi: Langkah orientasi adalah langkah untuk membina suasana atau
iklim pembelajaran responsive. Pada langkah ini guru mengkondisikan agar
siswa siap melaksanakan proses pembelajaran ekspositori sebagai langkah
untuk mengkondisikan agar siswa siap menerima pelajaran. Keberhasilan
strategi pembelajaran inkuiri ini sangat bergantung pada kemauan siswa
untuk beraktivitas menggunakan kemampuannya dalam memecahkan
masalah.
2) Merumuskan masalah: Merumuskan masalah merupakan langkah membawa
siswa pada suatu persoalan yang mengandung teka-teki. Persolaan yang
disajikan

adalah

persoalan

yang

menantang

siswa

untuk

berpikir

memecahkan teka-teki itu.Dikatakan teka-teki karena masalah itu tentu ada
jawabannya, dan siswa didorong untuk mencari jawaban yang tepa. Proses
mencari jawaban itulah yang sangat penting dalam strategi pembelajaran
inkuiri, oleh sebab itu siswa akan memperoleh pengalaman yang sangat
berharga sebagai upaya mengembangkan mental melalui proses berpikir.

12

Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, (Jakarta :
Kencana, 2008), h. 196
13
Ibid., h. 199-203

14

3) Merumuskan hipotesis: Hipotesis adalah jawaban yang sementara dari suatu
permasalahan yang sedang dikaji. Sebagai jawaban sementara, hipotesis perlu
diuji kebenaranny.Kemampuan atau potensi individu untuk berpikir pada
dasarnya sudah dimilki oleh setiap individu sejak lahir.Potensi berpikir itu
dimulai dari kemampuan menebak atau mengira-ngira (berhipotesis) dari
suatu permasalahan. Manakala individu bias mebuktikan tebakannya, maka ia
akan sampai pada posisi yang bisa mendorong untuk berpikir lebih lanjut.
Oleh karena itu, potensi untuk mengembangkan kemampuan menebak pada
setiap individu harus dibina.
4) Mengumpulkan data: Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring
informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis yang diajukan. Dalam
strategi pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental
yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. Proses pengumpulan
data bukan hanya memerlukan motivasi yang sangat dalam belajar, akan
tetapi juga memerlukan ketekunan dan kemampuan menggunakan potensi
berpikirnya. Oleh karena itu, tugas dan peran guru dalam tahapan ini adalah
mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mendorong siswa untuk
mencari informasi yang dibutuhkan.
5) Mengenali hipotesis: Menguji hipotesis adalah menentukan jawaban yang
dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang telah diperoleh
berdasrkan pengumpulan data.Yang terpenting dalam menguji hipotesis
adalah mencari tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang diberikan.
Disamping itu,menguji hipotesis juga berarti mengembangkan kemampuan
berpikir rasional.
6) Merumuskan

kesimpulan:

Merumuskan

kesimpulan

adalah

proses

mendeskripsikan temuannya yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian
hipotesis. Merumuskan kesimpulan merupakan gong-nya dalam proses
pembelajaran. Dan untuk mencapai kesimpulan yang akurat sebaiknya guru
mampu menunjukkan pada siswa data mana yang relevan.
Teori belajar yang mendasari pembelajaran inkuiri adalah teori belajar
konstruktivistik.Teori belajar yang dikembangkan oleh Piaget. Menurut Piaget,

15

pengetahuan itu akan bermakna manakala dicari dan ditemukan sendiri oleh
siswa. Setiap individu berusaha dan mampu mengembangkan pengetahuannya
sendiri melalui skema yang ada dalam struktur kognitifnya. Skema itu secara
terus-menerus diperbaharui dan diubah melalui proses asimilasi dan akomodasi.
Dengan demikian, tugas guru adalah mendorong siswa untuk mengembangkan
skema yang terbentuk melalui proses asimilasi dan akomodasi itu.
Starategi

pembelajaran

inkuiri

merupakan

bentuk

dari

pendekatan

pembelajaran yang berorientasi kepada siswa (student centered approach).
Dikatakan demikian, sebab dalam strategi pembelajaran inkuiri siswa memegang
peran yang sangat dominan dalam proses pembelajaran.
c.

Jenis – jenis Inkuiri
Adapun menurut Standard For Science Teacher Preparation dalam Zulfiani,

jenis-jenis inkuiri terbagi tiga, yaitu:14
1) Struktur inkuiri : Guru mengidentifikasi permasalahan dan proses, sementara
siswa mengidentifikasi alternatif hasil.
2) Inkuiri termbimbing : Inkuiri ini mengacu pada tindakan utama guru ialah
mengajukan permasalahan, siswa menentukan proses dan penyelesaian
masalah.
3) Inkuiri terbuka : Guru memaparkan konteks penyelesaian masalah kemudian
siswa mengidentifikasi dan meyelesaikan masalah.

4.

Hakekat Hasil Belajar

a.

Pengertian Hasil Belajar
Hasil belajar adalah

perubahan perilaku siswa akibat belajar, perubahan

perilaku disebabkan karena dia mencapai penguasaan atas sejumlah bahan yang
diberikan dalam proses belajar mengajar, pencapaian itu didasarkan atas tujuan
pengajaran yang telah ditetapkan. Hasil itu dapat berupa perubahan dalam aspek
kognitif, afektif maupun psikomotor.15

14

Zulfiani.Startegi Pembelajaran Sains, ( Jakarta : Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009),
hal 121-122
15
Purwanto, Evaluasi Hasil Belajar, (Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2011), h. 46

16

Gagne dalam Nana Sudjana membagi membagi lima kategori hasil belajar,
yakni : informasi verbal, keterampilan intelektual, strategi kognitif, sikap, dan
keterampilan motoris.16 Untuk melihat perubahan perilaku maka dilakukan
penilaian belajar berdasarkan tiga ranah, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotor.
Untuk ranah afektf dan psikomotor bias dilakukan dalam bentuk nontes,misalnya
dengan mengadakan observasi, wawancara, jawaban terinci, lembar pendapat, dan
lain sebagainya.
b. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Menurut Ngalim Purwanto, hasil belajar siswa dipengaruhi oleh 2 faktor dari
dalam dan dari luar.17 Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi dari dalam
terdiri dari :
1) Faktor Biologis (Jasmaniyah): Faktor biologis meliputi segala hal yang
berhubungan dengan keadaan fisik atau jasmani individu yang bersangkutan.
Keadaan jasmani yang perlu diperhatikan sehubungan dengan faktor biologis
diantaranya adalah kondisi fisik yang normal dan kondisi kesehatan fisik.
Kedua kondisi tersebut sangat mempengaruhi keberhasilan belajar seseorang.
2) Faktor Psikologis (Rohaniyah): Faktor psikologis yang mempengaruhi
keberhasilan belajar ini meliputi segala hal yang berkaitan dengan kondisi
mental seseorang. Sikap mental yang positif dalam proses belajar di antaranya
meliputi, tidak mudah putus asa atau frustasi dalam menghadapi kesulitan dan
kegagalan, tidak terpengaruh untuk lebih mementingkan kesenangan dari
pada belajar, mempunyai inisiatif sendiri dalam belajar, berani bertanya, dan
selalu percaya diri sendiri.
Adapun faktor

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

97 2753 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 600 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 394 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 535 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

45 909 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 817 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 500 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 744 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 894 23