Penggunaan pembelajaran kooperatif model picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa: penelitian tindakan pada siswa kelas IV MI Miftahul Falah Depok

PENGGUNAAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF
MODEL PICTURE AND PICTURE
UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS SISWA
(Penelitian Tindakan pada Siswa Kelas IV MI Miftahul Falah Depok)

Skripsi Ini Diajukan Untuk Melengkapi Persyaratan Mencapai Gelar
Kesarjanaan Strata Satu (S1) PGMI FITK

Oleh
ROSYIDAH
NIM 809018300908

JURUSAN PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

ABSTRAK

Rosyidah, NIM. 809018300908, Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Model
Picture and Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa (Penelitian
Tindakan pada Siswa Kelas IV MI Miftahul Falah Kota Depok), Program
Studi Pendididikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Jurusan Kependidikan
Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta.

Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam
dua siklus, tiap siklus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan
refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Miftahul Falah Kota Depok
Tahun Pelajaran 2012/2013 dengan jumlah siswa sebanyak 22 orang yang terdiri
atas 12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk
meningkatkan hasil belajar IPS pada Siswa Kelas IV MI Miftahul Falah Tahun
Pelajaran 2012/2013. Untuk mencapai tujuan tersebut, peneliti menerapkan desain
tindakan berdasarkan pembelajaran model pembelajaran picture and picture.
Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah: Tes Hasil Belajar,
Lembar Observasi, dan Wawancara. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa
model pembelajaran picture and picture dapat meningkat hasil belajar IPS siswa
dapat dikategorikan lebih dari cukup, dengan presentasi rata-rata 91%

Kata Kunci : Penelitian Tindakan Kelas, Pembelajaran Kooperatif, Model
Picture and Picture

iv

KATA PENGANTAR

Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, segala puji dan syukur hamba panjatkan
ke khadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan rahmat dan hidayah-Nya,
sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Penggunaan
Pembelajaran Kooperatif Model Picture and Picture untuk Meningkatkan
Hasil Belajar IPS Siswa (Penelitian Tindakan pada Siswa Kelas IV MI
Miftahul Falah Kota Depok)”. Shalawat dan salam selalu tercurah kepada
junjungan kita yakni habiibanaa wanabiiyanaa Muhammad saw, serta kepada
keluarga, sahabat dan para pengikutnya.
Sebagai makhluk sosial, tidak dapat dipungkiri bahwa penulis tidak dapat
hidup sendiri. Penulis membutuhkan bantuan dari berbagai pihak agar penulisan
skripsi ini selesai dengan baik. Untuk itu, sebagai ungkapan rasa hormat, penulis
haturkan ucapan terima kasih kepada :
1. Prof .Dr. Ahmad Thib Raya, MA Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,
2. Dr. Fauzan,MA. Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
(PGMI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta
3. Dra. Eni Rosda Syarbaini,M.Psi

Pembimbing skripsi yang senantiasa

meluangkan waktu untuk memberikan saran dan pengarahan kepada
penulis
4. A. Anshori, S.Pd.I Kepala MI Miftahul Falah, yang telah memberikan izin
penelitian di sekolah yang bapak pimpin,
5. Rodiah, S.Pd.I Guru Kelas IV

yang telah banyak membantu dalam

pengumpulan data penelitian,
6. Seluruh Guru dan Staf MI Miftahul Falah

yang telah memberikan

kemudahan dalam penelitian,
7. Suami dan Anak-anakku yang senantiasa memberikan dukungan moril
dan materil,

v

8. Semua pihak yang tidak dapat lagi disebutkan satu per satu. Semoga Allah
SWT memberikan balasan yang berlipat atas kebaikan kalian semua.

Akhir kata, penulis memohon maaf apabila masih terdapat kesalahan
dalam penulisan skripsi ini. Untuk itu, dengan kerendahan hati penulis memohon
kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat
khususnya bagi penulis dan umumnya bagi pembaca.

Jakarta, … Februari 2015
Penulis

vi

DAFTAR ISI

PERNYATAAN KARYA ILMIAH ................................................................

i

PERNYATAAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ....................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN ............................................... iv
ABSTRAK ........................................................................................................... v
KATA PENGANTAR ...................................................................................... vi
DAFTAR ISI ...................................................................................................... ix

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ................................................................................................1
B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian ...........................................................2
C. Pembatasan Fokus Penelitian ..........................................................................3
D. Perumusan Masalah Penelitan ........................................................................3
E. Tujuan dan Kegunaan Hasil Penelitian ...........................................................3
E. Manfaat Hasil Penelitian .................................................................................4

BAB II

KAJIAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR, DAN HIPOTESIS

PENELITIAN
A. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial ..........................................................5
B. Hasil Belajar ...................................................................................................6
C. Model Pembelajaran Kooperatif ...................................................................15
D. Hasil Penelitian yang Relevan ......................................................................25
E. Hipotesis ........................................................................................................26

vii

BAB III METEDOLOGI PENELITIAN
A. Tempat dan Waktu Penelitian........................................................................27
B. Metode Penelitian dan Desain Intervensi Tindakan .....................................27
C. Subjek Penelitian ..........................................................................................31
D. Peran dan Posisi Peneliti dalam Penelitian ...................................................31
E. Tahap Intervensi Tindakan ...........................................................................31
F. Hasil Intervensi Tindakan yang diharapkan ..................................................36
G. Data dan Sumber Data ..................................................................................36
H. Instrumen Pengumpulan Data ......................................................................37
I. Teknik Pengumpulan Data ............................................................................39
J. Teknik Pemeriksaan Keterpercayaan ............................................................40
K. Analisis Data dan Interpretasi Hasil Penelitian ............................................41
L. Pengembangan Rencana Tindakan ...............................................................42

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data Hasil Pengamatan ................................................................43
B. Pemeriksaan Keabsahan Data .......................................................................61
C. Analisis Data .................................................................................................61
D. Pembahasan Hasil Analisis ...........................................................................62

BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ...................................................................................................64
B. Implikasi ........................................................................................................64
C. Saran ..............................................................................................................65

DAFTAR PUSTAKA ...........................................................................................66
LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................ 67-90
BIODATA PENULIS ...........................................................................................89
viii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Tantangan hidup dalam dunia yang semakin mengglobal amatlah berat.
Tuntutan untuk mampu berpartisipasi aktif dalam berbagai kondisi dalam dunia
modern menjadi kian tinggi, dan hampir semua kegiatan yang dihadapi menuntut
kemampuan yang prima disertai dengan mutu yang tinggi dan kompetitif. Tanpa
kesiapan yang dirancang secara matang, kita akan semakin terpojok dan
ketinggalan, serta senantiasa menjadi penonton di berbagai kesempatan, lebih
sering menjadi objek daripada menjadi subjek.
Dunia pendidikan tak luput pula dari dampak perkembangan global. Imbas
dari bergulirnya perdagangan bebas Asia (AFTA) terhadap dunia pendidikan tak
terhindar lagi. Oleh karena itu, perlu dicermati betul bagaimana kualitas yang
sudah dicapai dan bagaimana mengejar ketinggalan, agar bangsa kita sejajar
dengan bangsa lain dan siap bersaing dalam pasar bebas Asia.
Di samping itu, guru harus mampu menghadapkan siswa dengan dunia
nyata yang dialaminya sehari-hari. Seorang guru harus teliti dan hati hati untuk
dapat menentukan strategi yang tepat dalam proses pembelajaran. Salah satu
strategi pembelajaran yang sesuai memungkinkan bisa mengembangkan
kreatifitas, motivasi dan partispasi siswa dalam pembelajaran adalah dengan
menggunakan metode kooperatif dalam meningkatkan hasil belajar siswa
sehingga siswa dapat bersaing pada perkembangan tekhnologi.
Salah satu tujuan dari pendidikan adalah menolong peserta didik
mengembangkan potensinya semaksimal, dan karena itu pendidikan sangat
penting baik bagi peserta didik atau masyarakat.
Mata pelajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah salah satu mata
pelajaran yang berkaitan dengan globalisasi. Dan kita ketahui bersama bahwa
pembelajaran IPS Mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep dan generelisasi
yang berkaitan dengan sosial dan perkembangan tekhnologi. Namun, hal ini
kurang disadari oleh siswa hal ini terlihat masih rendahnya keaktifan siswa dalam

1

2

mata pelajaran IPS, untuk itulah

diperlukan kesadaran

tentang pentingnya

memilih metode yang tepat dalam pembelajaran agar tidak monoton. Salah satu
metode yang tepat adalah pembelajaran kooperatif dengan model picture and
picture yang banyak melibatkan audio visual untuk memotivasi siswa dalam
pelajaran IPS.
Kenyataannya peneliti menemukan permasalahan antara lain, dalam
pelaksanaan KBM, guru masih menggunakan cara mengajar yang konvensional
dalam mengajar pelajaran IPS, dimana guru hanya sebatas mencatat materi
pelajaran, menerangkan materi serta pemberian tugas, sehingga proses KBM
menjadi sangat monoton tidak menarik, sehingga hasil belajar siswa rendah.
Berdasarkan kenyataan ini peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Penggunaan Pembelajaran Kooperatif Model Picture and
Picture untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS siswa” (Penelitian Tindakan
pada siswa kelas IV MI Miftahul Falah Depok).

B. Identifikasi Area dan Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah penelitian maka,

masalah dapat

diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Model pembelajaran yang digunakan guru masih monoton dan

cenderung

satu arah (teacher center)
2. Proses pembelajaran kurang melibatkan keaktifan siswa.
3. Hasil belajar IPS siswa masih rendah

C. Pembatasan Fokus Penelitian
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah, yang telah di uraikan
sebelumnya, maka penelitian ini dibatasi sebagai berikut :
1. Pembelajaran kooperatif yang digunakan adalah model pembelajaran picture
and picture

yang meliputi beberapa aspek, menyajikan materi sebagai

pengantar, menunjukkan/memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan
dengan materi kelas IV semester II.

3

2. Hasil belajar pada siswa kelas IV semester II .
3. Materi pelajaran IPS yang digunakan adalah perkembangan teknologi
produksi, komunikasi dan transportasi
4. Siswa Madrasah Ibtidaiyah Miftahul Falah dibatasi pada kelas IV semester II
tahun pelajaran 2012/2013.
D. Perumusan Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka permasalahan dapat
dirumuskan sebagai berikut: Apakah penggunaan pembelajaran kooperatif model
picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa?

E. Tujuan dan Manfaat Hasil Penelitian
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui proses
penggunaan metode pembelajaran kooperatif model picture and picture, sehingga
dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam belajar IPS.

F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat hasil penelitian ini antara lain adalah:
a. Bagi guru
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada guru
bahwa metode pembelajaran kooperatif model picture and picture
merupakan salah satu alternatif model pembelajaran untuk diterapkan
dalam pembelajaran IPS.
b. Bagi Siswa
Hasil penelitian ini di harapkan dapat mendorong dan memotivasi siswa
dalam pembelajaran IPS, sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.

BAB II
KAJIAN TEORITIK

A. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Istilah IPS di Indonesia mulai dikenal sejak tahun 1970-an sebagai hasil
kesepakatan komunitas akademik dan secara formal mulai digunakan dalam
sistem pendidikan nasional dalam kurikulum 1975. Dalam dokumen kurikulum
tersebut IPS merupakan salah satu nama mata pelajaran yang diberikan pada
jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah. Mata pelajaran IPS merupakan sebuah
nama mata pelajaran yang mencakup Sejarah, Geografi, dan Ekonomi serta mata
pelajaran Ilmu Sosial lainnya1.
Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah sau mata pelajaran yang
diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji
seperangkat peristiwa, fakta , dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.
Pada jenjang SD/MI mata pelajaran ini memuat materi Geografi, Sejarah,
Sosiologi dan Ekonomi. Melalui mata pelajaran IPS peserta didik diarahkan untuk
dapat menjadi warga Negara Indonsia yang demokratis dan bertanggung jawab,
serta warga dunia yang cinta damai.
Numan Somantri mengidentifikasi sejumlah karakteristik dari ilmu-ilmu
sosial sebagai berikut:
“Berbagai batang tubuh (body of Knowledge) disisplin ilmu-ilmu sosial
yang di organisasikan secara sistematis dan ilmiah. Batang tubuh disiplin
itu berisikan sejumlah teori dan generalisasi yang handal dan kuat serta
dapat diuji tingkat kebenarannya. Batang tubuh disiplin ilmu-ilmu sosial
ini di sebut juga strukture disiplin ilmu, atau ada juga yang menyebutnya
dengan fundamental ideas.2”
Teori dan generalisasi dalam struktur itu di sebut pula pengetahuan ilmiah
yang dicapai lewat pendekatan “conceptual” dan “syntactis”, yaitu lewat proses
bertanya, berhipotesis, pengumpulan data (observasi dan eksperimen).

1
2

Sapriya, Pendidikan IPS, Laboratorium PKN (UPI Bandung, 2008), h.6
Ibid h. 14

4

5

Setiap teori dan generalisasi ini terus dikembangkan, dikoreksi, dan
diperbaiki untuk membantu dan menerangkan masa lalu,masa kini, dan masa
depan klserta membantu memecahkan masalah-masalah sosial melalui pikiran,
sikap, dan tindakan terbaik.
Dari uraian di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa mata pelajaran
IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan
analisis terhadap kondisi sosial masyarakat dalam memasuki kehidupan
masyarakat yang dinamis.

B. Hasil Belajar
1. Pengertian Hasil Belajar
Sebelum menjelaskan hasil belajar terlebih dahulu dijelaskan apa itu
belajar maka akan dijelaskan perihal belajar. Dalam kaitannya dengan
perkembangan manusia, belajar adalah merupakan faktor penentu proses
perkembangan, manusia memperoleh hasil perkembangan berupa pengetahuan,
sikap, keterampilan, nilai, reaksi, keyakinan dan lain-lain, tingkah laku yang
dimiliki manusia adalah diperoleh melalui belajar.3
Perubahan tingkah laku yang terjadi sebagai hasil belajar yang nyata dan
dapat dilihat, seperti hasil keterampilan materik (psikomaterik) misalnya anak
dapat menulis, belajar membaca, dan sebagainya, dan hasil belajar kognitif
sebagai pengetahuan fakta / ingatan, penalaran dan aplikasi.
Sedangkan perubahan sebagai hasil belajar yang tidak dapat dilihat secara
nyata, tetapi hanya dapat dirasakan oleh seorang yang belajar saja, seperti hasil
belajar efektif (penghargaan, keyakinan, dan sebagainya) dan juga hasil belajar
kognitif tinggi pengetahuan / kemampuan analisis, sintesis dan evaluasi.4
Ahmadi dan Supriyono (dalam Hamzah B.Uno) mengemukakan bahwa
secara psikologis belajar berarti suatu proses usaha yang dilakukan individu untuk

3
4

Alisuf Sabri, Psikologi Pendidikan ( CV. Pedoman Ilmu Jaya ) h. 54
Ibid h. 56-57

6

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan sebagai
hasil pengalaman individu itu sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. 5
Menurut Bloom (dalam Suprijono) hasil belajar mencakup kemampuan
kognitif, afektif, dan psikomotorik. Domain kognitif adalah knowledge
(pengetahuan, ingatan), comprehensip (pemahaman, menjelaskan, meringkas,
contoh),

application

hubungan),

synthesis

(menerapkan),

analysis

(mengorganisasikan,

(menguraikan,
merencanakan,

menentukan
membentuk,

membangun baru) dan evaluation (menilai). Domain afektif adalah receiving
(sikap menerima), responding (memberikan respons), valuing (nilai), organization
(organisasi), characterization (karakteristik).6
Hasil belajar memiliki peranan penting dalam proses pembelajaran.
Penilaian terhadap hasil belajar dapat memberikan informasi kepada guru tentang
kemajuan siswa dalam upaya mencapai tujuan-tujuan belajarnya melalui berbagai
kegiatan belajar. Dari informasi tersebut guru dapat menyusun dan membina
kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut, baik untuk keseluruhan kelas maupun
individu.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia memperoleh pengalaman
belajarnya. Dengan proses pembelajaran akan berjalan seiring dengan kegiatan
yang diupayakan oleh guru dan dari informasi yang didapatkan, guru dapat
menyusun serta membina kegiatan-kegiatan siswa lebih lanjut untuk mencapai
kemajuan-kemajuan dalam kegiatan belajar.

2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Belajar
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa menurut Abu
Ahmadi dan Muhibbinsyah, adalah.7

5

Hamzah B Uno, Belajar dengan Pendekatan PAILKEM,(Jakarta:Bumi Aksara) h.138
Agus Suprijono, Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM (Yogyakarta:
Pustaka Pelajar, 2013) h. 6-7
7
Abu Ahmadi dan Joko Prasetya, Strategi Belajar Mengajar (CV. Pustaka Setia) h. 105

6

7

a. Faktor Internal Siswa8
Faktor dari dalam adalah kondisi anak yang sedang belajar itu sendiri,
terdiri dari dua bagian:
1) Kondisi fisiologis anak
Seperti kesehatan yang prima, tidak dalam keadaan lelah, tidak cacat
jasmani dan memiliki gizi yang baik akan sangat mempengaruhi hasil belajar
siswa.
2) Kondisi psikologis anak
Beberapa faktor psikologis yang dianggap utama dalam mempengaruhi
hasil belajar anak adalah:
a) Motivasi
Motivasi berperan sebagai motor penggerak aktifitas. Motivasi belajar
berkaitan erat dengan tujuan yang hendak dicapai individu yang sedang belajar
itu sendiri. Dengan adanya motivasi yang kuat dari diri seseorang dalam proses
belajar maka akan besar kemungkinan hasil belajar dapat sesuai dengan harapan.
Anak yang memiliki motivasi belajar, ia lebih aktif dalam belajar serta
memiliki juga jiwa kompetisi dan persaingan sehingga dengan dua hal tersebut
dapat merangsang tercapainya kemajuan hasil belajar yang optimal.
b) Kecerdasan
Pengertian yang relatif umum bahwa kecerdasan memegang peranan besar
dalam menentukan berhasil tidaknya seseorang mempelajari sesuatu atau
mengikuti suatu program pendidikan. Hasil dari pengukuran kecerdasan biasanya
dinyatakan dengan angka yang menunjukkan

perbandingan kecerdasan yang

terkenal dengan sebutan IQ. Anak yang cerdas hasil belajarnya cenderung lebih
baik dari pada anak dengan kecerdasan biasa saja. Anak yang cerdas memiliki
ciri-ciri seperti rasa ingin tahu yang tinggi, kritis berpendapat serta ulet9.

8

Muhibbin Syah. Pisikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Rosda, Edisi Revisi), h.
130
9
Muhibbin Syah. Pisikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Rosda, Edisi Revisi), h.
130

8

c) Minat
Secara sederhana minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi
atau keinginan yang besar terhadap sesuatu10. Maka seseorang tidak dapat
diharapkan akan berhasil dengan baik dalam mempelajari hal tersebut.
Sebaliknya, kalau seseorang mempelajari suatu dengan minat, maka hasil yang
diharapkan akan lebih baik. Persoalan yang timbul adalah bagaimana
mengusahakan agar hal yang disajikan sebagai pengalaman belajar itu dapat
menarik minat para pelajar. Siswa yang mempunyai minat dapat diharapkan akan
mencapai prestasi belajar yang optimal.
d) Bakat
Bakat merupakan faktor yang besar pengaruhnya terhadap proses dan hasil
belajar sesorang. Seseorang yang belajar pada bidang yang sesuai dengan
bakatnya akan memperbesar kemungkinan berhasilnya usaha itu.
b. Faktor dari Luar (Eksternal)
Faktor eksternal terdiri dari:
1) Faktor Lingkungan (environmental input)
Kondisi lingkungan dapat mempengaruhi proses dan hasil belajar. Dapat
berupa lingkungan fisik/alam dan lingkungan sosial, seperti keadaan suhu,
kelembaban, kepengapan udara, dan sebagainya.
Lingkungan sosial, baik yang berwujud manusia maupun hal lain juga
dapat mempengaruhi hasil belajar. Lingkungan sosial lainnya, seperti suara mesin
pabrik, hiruk pikuk lalu lintas, gemuruhnya pasar dan sebagainya juga
berpengaruh terhadap hasil belajar.
2) Faktor Pendukung (instrumental)
Faktor instrumental adalah faktor yang diharapkan dapat berfungsi sebagai
sarana untuk tercapainya tujuan-tujuan belajar. Faktor-faktor tersebut berupa :
a) Gedung perlengkapan belajar
b) Alat praktikan
c) Perpustakaan
d) Kurikulum
e) Bahan / program yang harus dipelajari
f) Pedoman-pedoman belajar dan sebagainya11.

10

Ibid. h. 133
Muhibbin Syah. Pisikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Rosda, Edisi Revisi),
h. 130

11

9

3. Pengukuran Hasil Belajar
Pengukuran adalah suatu proses untuk menentukan kualitas daripada
sesuatu. Sedangkan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh peserta didik
setelah melakukan proses belajar12. Beberapa prinsip pengukuran diantaranya
adalah menyeluruh, berkelanjutan, kesesuaiaan, orientasi pada indikator tercapai,
objektif, terbuka, dan bermanfaat. Bentuk pengukuran atau penilaian hasil belajar
yang dapat dilakukan guru anatara lain adalah :
a. Tes Essay ( Sunjektif )
Alat evaluasi yang berbentuk tes subyektif dimana jawabannya tidak
dinilai secara skor atau angka pasti.

Pada tes essay siswa dituntut untuk

menyusun pikirannya secara berurutan dan menuangkan ide atau gagasannya
dalam bahasa yang cukup baik dan dapat dimengerti. Tes ini sesuai untuk jenis
kognitif, penerapan analisa, sintesa dan evaluasi.
b. Tes obyektif
Tes obyektif adalah salah satu bentuk evaluasi hasil belajar dimana tes ini
mampu memberi penilaian secara kognitif, karena sifatnya yang praktis dalam
memeriksa dan mengolah hasilnya. Tes ini dapat digunakan untuk cakupan materi
yang lebih luas. Tes obyektif dapat berupa tes benar salah, tes pilihan ganda, tes
menjodohkan, dan jawaban singkat.
1) Bentuk soal benar salah
Bentuk soal benar salah adalah bentuk tes yang soal-soalnya berupa
pernyataan. Sebagian dari peryataan itu merupakan pernyataan yang benar
dan sebagian lagi merupakan pernyataan yang salah. Pada umumnya soal
benar salah dapat dipakai untuk mengukur pengetahuan tentang fakta,
definisi, dan prinsip.
2) Bentuk soal pilihan ganda
Soal pilihan ganda adalah bentuk tes yang mempunyai satu jawaban yang
benar atau paling tepat. Dilihat dari strukturnya, bentuk soal pilihan ganda
terdiri atas stem (pertanyaan atau pernytaan yang berisi permasalahan yang
akan ditanyakan), Option (Sejumlah pilihan atau alternatif jawaban),
Kunci (jawaban yang benar atau yang paling tepat), Distractor ( pengecoh,
jawaban-jawaban lain selain kunci jawaban ).
3) Bentuk soal menjodohkan
Bentuk soal menjodohkan terdiri atas dua kelompok pernyataan yang
paralel. Kedua kelompok pernyataan ini berada dalam satu kesatuan.
Kelompok sebelah kiri merupakan bagian yang berisi soal-soa yang harus
12

Zaenal Arifin, Evaluasi Pembelajaran, (Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
departemen Agama RI, 2009) h. 32

10

dicari jawabannya. Dalam bentuk yang paling serderhana, jumllah soal
sama dengan jawabannya, tetapi sebaiknya jumlah jawaban yang
disediakan dibuat lebih banyak.
4) Bentuk jawaban singkat
Bentuk tes ini masing-masing menghendaki jawaban dengan kalimat dan
atau angka-angka yang hanya dapat dinilai benar atau salah. Soal tes
bentuk jawaban singkat biasanya dikemukakan dalam bentuk pertanyaan.
Dengan kata lain, soal tersebut berupa suatu kalimat bertanya yang dapat
dijawab dengan singkat, berupa kata, frase, nama, tempat, nama tokoh,
lambang, dan lain-lain13.
Dalam penelitian ini, untuk mengukur hasil belajar IPS siswa peneliti
menggunakan tes obyektif dengan bentuk pilihan ganda. Nilai prestasi belajar
siswa dalam penelitian ini adalah nilai hasil belajar pada bidang study Ilmu
Pengetahuan Sosial ( IPS ) semester 2 di kelas IV, skala penilaian yang digunakan
di MI Miftahul Falah berupa angka-angka bergerak dari 0-100.

C. Model Pembelajaran Kooperatif
1. Model Pembelajaran Kooperatif
Model Pembelajaran Cooperatif adalah kegiatan pembelajaran dengan cara
berkelompok untuk bekerja sama saling membantu mengkonstruksi konsep,
menyelesaikan persoalan, atau inkuiri.14
Pembelajaran

kooperatif

dikenal

dengan

pembelajaran

secara

berkelompok. Tetapi belajar kooperatif lebih dari sekedar belajar kelompok atau
kerja kelompok karena dalam belajar kooperatif ada struktur dorongan atau tugas
yang bersifat kooperatif sehingga memungkinkan terjadinya interaksi secara
terbuka dan hubungan yang bersifat interdependensi efektif diantara anggota
kelompok.
Hubungan kerja seperti itu memungkin timbulnya persepsi yang positif
tentan apa

yang dapat dilakukan siswa untuk mencapai keberhasilan belajar

13

Nana Sudjana, Penilaian Hasil Belajar Mengajar ( PT. Remaja Rosdakarya,2001) h. 35-

14

Suyatno, Menjelajah Pembelajaran Inovatif (Sidoarjo, Madmedia Buana Pustaka 2009 )

48

h. 51

11

berdasarkan kemampuan dirinya secara individu dan andil dari anggota kelompok
lain selama belajar bersama dalam kelompok.
Aspek-aspek esensial yang terdapat dalam pembelajaran kooperatif,
adalah:
a.

Saling bergantung antara satu sama lain secara positif (positif
interdependence)

b.

Saling berinteraksi langsung antar anggota dalam kelompok (face-to-face
interaction)

c.

Akuntabilitas individu atas pembelajaran diri

sendiri

(individual

accountability)
d.

Keterampilan sosial (cooperatif social skills)

e.

Pemrosesan kelompok (group processing)15

2. Karakteristik pembelajaran kooperatif
Karakteristik pembelajaran kooperatif16 diantaranya :
a. Siswa bekerja dalam kelompok

kooperatif untuk menguasai materi

akademis.
b. Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang
berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
c. Jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda
suku, budaya, dan jenis kelamin.
d. Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok dari pada individu.

Pada pembelajaran kooperatif terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan,
seperti adanya kerja sama antar kelompok belajar, adanya upaya untuk mencapai
tujuan pembelajaran dan menigkatkan hasil belajar bagi siswa, antara siswa satu
dengan yang lain saling berinteraksi dan berkomunikasi dengan anggota
kelompok lain untuk mencapai pembelajaran yang telah ditetapkan.
Adapun langkah-langkah pembelajaran model kooperatif terdiri atas empat
tahapan yaitu:17
15
16

Lukmanul Hakim, Perencanaan Pembelajaran ( Bandung, CV Wacana Prima, 2009 ) h.54
Masitoh dan Laksmi Dewi, Strategi Pembelajaran, (Jakarta: Dirjen Pendis DEPAG RI,
2009) h. 233

12

1) Penjelasan materi, tahap ini merupakan tahapan penyampaian pokok-pokok
materi pelajaran sebelum siswa belajar dalam kelompok. Tujuan utama
tahapan ini adalah pemahaman siswa terhadap pokok materi pelajaran.
2) Belajar kelompok, tahapan ini dilakukan setelah guru memberikan
penjelasan materi, siswa bekerja dalam kelompok yang telah dibentuk
sebelumnya.
3) Penilaian, penilaian dalam pembelajaran kooperatif bisa dilakukan melalui
tes atau kuis, yang dilakukan secara individu atau kelompok. Tes individu
akan memberikan penilaian kemampuan individu, sedangkan kelompok
akan memberikan penilaian pada kemampuan kelompoknya.
4) Pengakuan Tim adalah penetapan tim yang dianggap paling menonjol atau
tim paling berprestasi untuk kemudian diberikan penghargaan atau hadiah,
dengan harapan dapat memotivasi tim untuk terus berprestasi lebih baik
lagi. Model pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam
proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam
proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah
menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau
dalam bentuk charta dalam ukuran besar. Atau jika di sekolah sudah
menggunakan ICT dapat menggunakan Power Point atau Software yang
lain.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa inti dari

pembelajaran

kooperatif adalah mengutamakan kerjasama antar siswa dalam kelompok di mana
siswa bekerja dalam kelompok untuk menguasai materi, anggota-anggota dalam
kelompok terdiri dari siswa yang berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi,
masing-masing kelompok berbeda suku, budaya dan jenis kelamin. Sistem
penghargaan yang diberikan tidak secara individu melainkan berorientasi pada
kelompok yang telah bekerja sama dengan baik.

17

Rusman, Model-model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru (Jakarta:
Rajawali Pers, 2012) h. 212

13

3. Model-Model Pembelajaran Kooperatif
Ada beberapa variasi jenis model dalam pembelajaran koooperatif,
walaupun prinsip dasar dari pembelajaran kooperatif ini tidak berubah, jenis-jenis
model tersebut, adalah sebagai berikut:18
a. Model Student Teams-Achivement Division (STAD)
Model ini dikembangkan oleh Robert Slavin dan teman-tamannya di
Universitas John Hopkin.
Menurut Slavin model STAD (Student Teams-Achivement Division)
merupakan variasi pembelajaran kooperatif yang paling banyak diteliti. Model ini
juga sangat mudah diadaptasi, telah digunakan dalam matematika, IPA, IPS,
bahasa Inggris, teknik dan banyak subjek lainnya, dan pada tingkat sekolah dasar
sampai perguruan tinggi.
Dalam STAD, siswa dibagi menjadi kelompok beranggotakan empat
orang yang beragam kemampuan, jenis kelamin, dan sukunya. Guru memberikan
suatu pelajaran dan siswa-siswa di dalam kelompok memastikan bahwa semua
anggota kelompok itu bisa menguasai pelajaran tersebut. Akhirnya semua siswa
menjalani kuis perseorangan tentang materi tersebut.
Langkah-langkah pembelajaran kooperatif model STAD:
a. menyampaikan tujuan motivasi
b. pembagian kelompok
c. presentasi dari guru
d. kegiatan belajar dalam tim (kerja tim)
e. kuis (evaluasi)
f. penghargaan prestasi tim
b. Model Jigsaw
Model ini dikembangkan dan diujicoba oleh Elliot Aronson dan temantemannya di Universitas Texas.
Arti jigsaw dalam bahasa Inggris adalah gergaji ukir dan ada juga yang
menyebutkan dengan istilah puzzle yaitu sebuak teka-teki menyusun potongan
gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini mengambil pola cara bekerja
18

Ibid. h. 213

14

sebuah gergaji (zigzag), yaitu siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara
bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai tujuan bersama.
Pada dasarnya, dalam model ini guru membagi satuan informasi yang
besar menjadi komponen-komponen lebih kecil. Selanjutnya guru membagi siswa
ke dalam kelompok belajar kooperatif terdiri dari empat orang siswa sehingga
setiap anggota bertanggung jawab terhadap penguasaan setiap komponen/subtopik
yang ditugaskan guru dengan sebaik-baiknya. Siswa dari masing-masing
kelompok yang bertanggung jawab terhadap subtopik yang sama membentuk
kelompok lagi yang terdiri atas dua atau tiga orang.
Langkah-langkahnya model pembelajaran jigsaw adalah sebagai berikut:
a. Siswa dikelompokkan dengan anggota ± 4 orang;
b. Tiap orang dalam tim diberi materi dan tugas yang berbeda;
c. Anggota tim yang berbeda dengan penugasan yang sama membentuk
kelompok baru (kelompok ahli);
d. Setelah kelompok ahli berdiskusi, tiap anggota kembali ke kelompok
asal dan menjelaskan kepada anggota kelompok tentang subbab yang
mereka kuasai;
e. Tim-tim ahli mempresentasikan hasil diskusi;
f. Pembahasan;
b. Penutup.
c. Model Pembelajaran Picture and picture
Pembelajaran picture and picture adalah

suatu model belajar yang

menggunakan gambar dan dipasangkan atau di urutkan menjadi urutan logis.
Dengan menggunakan model pembelajaran tertentu maka pembelajaran menjadi
menyenangkan.

4. Tahapan-Tahapan Pembelajaran Kooperatif
Dalam pembelajaran kooperatif terdapat 6 langkah atau tahapan utama
yaitu :

15

a. Guru menyampaikan tujuan pelajaran yang akan di capai pada kegiatan
pelajaran dan menekankan pentingnya topik yang akan dipelajari dan
memotivasi siswa belajar.
b. Guru menyajian

informasi atau materi kepada siswa dengan jalan

demonstrasi atau melalui bahan bacaan.
c. Guru menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok
belajar dan membimbing setiap kelompok agar melakukan transisi secara
efektif dan efisien.
d. Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat

mereka

mengerjakan tugas mereka.
e. Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau
masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya.
f. Guru mencari cara-cara untuk menghargai

baik upaya maupun hasil

19

belajar individu dan kelompok.

5. Model Pembelajaran Picture and picture
a) Pengertian Model Pembelajaran Picture and picture
Model pembelajaran picture and picture merupakan salah satu model
pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran picture and picture ini dapat
digunakan dalam berbagai mata pelajaran dan tentunya dengan kemasan dan
kreatifitas guru.
Adapun langkah-langkah pembelajaran picture and picture sebagai
berikut20:
a. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi

yang ingin

dicapai. Guru diharapkan untuk mencapai kompetensi dasar mata pelajaran
yang bersangkutan. Maka siswa dapat mengukur sampai sejauh mana yang
harus dikuasainya. Disamping itu guru juga harus menyampaikan indikatorindikator ketercapaian KD, sehingga KKM yang telah ditetapkan dapat
dicapai oleh peserta didik.
19
20

Op. Cit. h. 211
Agus Suprijono, Cooperative Learning, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009) h. 125

16

b. Guru menyajikan materi pembelajaran, merupakan hal yang penting karena
dapat memberikan motivasi yang menarik perhatian

siswa. Dengan

motivasi dan teknik yang baik dalam pemberian materi akan lebih menarik
minat siswa untuk belajar lebih jauh tentang materi yang dipelajari.
c. Guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan (yang berkaitan
dengan materi). Dalam proses penyajian materi, guru mengajak siswa ikut
terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar
yang ditunjukkan oleh guru atau temannya. Sehingga guru dapat
menghemat energi dan siswa lebih mudah memahami materi yang di
ajarkan. Selanjutnya guru dapat memodifikasikan gambar atau mengganti
gambar dengan vidio atau demonstrasi pada kegiatan tertentu.
d. Guru menunjuk siswa secara

bergilir

untuk mengurutkan atau

memasangkan gambar-gambar yang ada. Di langkah ini guru harus dapat
melakukan inovasi, salah satu cara adalah dengan undian, sehingga siswa
dapat menjalankan tugas dengan senang hati yang diberikan oleh guru.
e. Guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan
urutan gambar. Siswa dapat menyelesaikan urutan gambar dengan baik
karena siswa dilatih untuk mengemukakan alasan pemikarannya atau
pendapat tentang hasil diskusi kelompok.
f. Dari alasan tersebut guru akan mengembangkan materi dan menanamkan
konsep materi yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Dalam
proses diskusi dan pembacaan gambar guru dapat memberikan penekananpenakanan dengan meminta siswa lain untuk mengulangi, menuliskan atau
bentuk lain dengan tujuan siswa mengetahui hal tersebut penting dalam
pencampaian KD dan indikator yang telah ditetapkan.
g. Kesimpulan atau rangkuman. Kesimpulan dan rangkuman dilakukan guru
bersama siswa. Apabila siswa belum mengerti guru dapat memberikan
penguatan kembali dalam mengamati gambar tersebut. Dalam pembuatan
kesimpulan dan rangkuman guru memberikan arahan dan perbaikan.
Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran
picture and picture pada dasarnya merupakan salah satu strategi pembelajaran

17

yang dapat menjawab persoalan bagaimana belajar itu bermakna, menyenangkan,
kreatif, dan sesuai dengan realita yang ada serta lebih melibatkan siswa aktif
belajar, baik secara mental, intelektual, fisikal, maupun sosial.

b) Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Picture and picture
Model pembelajaran picture and picture memiliki keunggulan, diantaranya:
a. Keunggulan :
1) Guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing siswa.
2) Melatih siswa berpikir logis dan sistematis.
3) Membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu

subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik
berpikir.
4) Mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik.
5) Siswa dilibatkan daiam perencanaan dan pengelolaan kelas.

Selain memiliki keunggulan model pembelajaran picture and picture juga
memiliki kelemahan, diantaranya:
b. Kelemahan
1) Memakan banyak waktu.
2) Banyak siswa yang pasif.
3) Guru khawatir bahwa akan terjadi kekacauan di kelas.
4) Banyak siswa tidak senang apabila disuruh bekerja sama dengan yang

lain.
21

5) Dibutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya yang cukup memadai .

D. Hasil Penelitian Yang Relevan
Untuk mendukung penelitian ini, berikut disajikan beberapa penelitian yang
relevan dengan penelitian yang akan dilakukan. Penelitian tersebut akan
dipaparkan sebagai berikut :

21

http://iwaktelang21.blogspot.com/2013/03/model-pembelajaran-picture-and-picture.html
10 Februari 2015 14.30WIB.

18

a. Penelitian yang dilakukan oleh Evi Fauziah (2012) Program S.1 Program Studi
Pendidikan IPS Fakulkas Tarbiyah dan Keguruan di UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta Program SI. Penelitian tersebut berjudul “Penggunaan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and picture Dalam Meningkatkan Hasil
Belajar Ekonomi Pada Materi Pasar” Penelitian tersebut dilaksanakan di MTS
Sunnatul Husna Pondok Ranji. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
rata-rata hasil belajar ekonomi yang menggunakan pembelajaran kooperatif
tipe picture and picture pada siklus 1 : 0,5 dan meningkat pada siklus ke II
menjadi : 0,7. Yang berarti model pembelajaran picture and picture dapat
meningkatkan hasil belajar ekonomi siswa.
b. Penelitian yang dilakukan oleh Neng Ela (2013), Program S.1 Program Studi
PGSD, Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia, dengan
judul “Penerapan Model Picture and picture pada pembelajaran IPA materi
perubahan lingkungan dan Pengaruhnya untuk Meningkatkan Hasil Belajar
Siswa:PTK pada siswa kelas IV SDN 4 Cibodas kecamatan Lembang
Kabupaten Bandung Barat Tahun Ajaran 2012-2013”. Berdasarkan hasil
penelitian diketahui bahwa hasil belajar kognitif siswa mengalami peningkatan
secara signifikan. Pada siklus I nilai rata-rata siswa hanya 56,43 dengan
persentase ketuntasan 30% sedangkan pada siklus II nilai rata-rata siswa
mencapai 93 dengan persentase 92,32% Peneliti menyimpulkan bahwa
penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.

E. Kerangka Berpikir
Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah
(MI) mempunyai tujuan mengenal konsep-konsep yang berkaitan dengan
kehidupan masyarakat dan lingkungan serta memiliki kemampuan dasar untuk
berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu, memecahkan masalah, dan keterampilan
dalam kehidupan sosial. Selama proses pembelajaran, guru tidak hanya
memberikan sejumlah konsep kepada siswa untuk dapat diaplikasikan oleh siswa
dalam memecahkan masalah khususnya yang berkaitan dengan

pengetahuan

19

sosial. Dalam hal ini proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru dan siswa
sangat menentukan hasil yang akan diperoleh. Bagian dari kegiatan yang
mendasar

dan

sistematis

dalam

peningkatan

mutu

pendidikan

adalah

pengembangan kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem penilaian. Metode
pembelajaran yang dilakukan oleh guru perlu memperhatikan karakteristik siswa,
sarana dan prasarana yang ada di sekolah.
Proses pembelajaran yang dikembangkan di sekolah akan mempengaruhi
hasil belajar. Salah satu pengukuran kualitas pembelajaran adalah tes hasil belajar
dengan rata-rata nilai pada kelas IV di Madrasah Ibtidaiyah (MI) relatif masih
rendah. Rendahnya hasil belajar diduga disebabkan oleh beberapa hal, antara lain;
sarana dan prasarana yang kurang mendukung, dalam proses pembelajaran, Ilmu
Pengetahuan Sosial

pada materi perkembangan teknologi sulit dipahami dan

dimengerti oleh siswa.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan usaha yang dapat mengatasi
masalah tersebut. Suatu usaha yang membuat siswa terlibat secara aktif dalam
proses pembelajaran dan dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih baik
bagi siswa, sehingga dapat terjadi peningkatan hasil belajar IPS siswa. Melalui
model pembelajaran Picture and picture diharapkan berpengaruh terhadap
peningkatan hasil belajar siswa. Dengan demikian penerapan metode ini
diharapkan dapat memaksimalkan keaktifan siswa dalam belajar IPS dan hal ini
akan berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa.

F. Hipotesis Tindakan
Dengan memperhatikan kajian teori dan kerangka berpikir yang diuraikan
di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah bahwa meningkatkan hasil
belajar pada pembelajaran IPS dengan menggunakan Model Pembelajaran Picture
and picture

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di MI Miftahul Falah Jalan
Madrasah RT 06/20 Kp. Bojong Kelurahan Bakti Jaya Kecamatan Sukmajaya
Kota Depok. Alasan penulis memilih MI Miftahul Falah Kota Depok sebagai
tempat penelitian adalah karena Madrasah ini memiliki karakteristik yang cocok
dengan judul penelitian ini.
Penelitian ini dilakukan pada semester genap Tahun ajaran 2012/2013, dari
mulai bulan Desember 2012 sampai dengan bulan Mei 2013.

B. Metode Penelitian dan Rancangan Siklus Penelitian
Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK), yaitu
penelitian tindakan yang dilakukan di kelas dengan tujuan memperbaiki atau
meningkatkan mutu praktik pembelajaran.22
Konsep penelitian ini adalah model spiral dari Kemmis dan McTaggart yang
terdiri dari beberapa siklus tindakan dalam pembelajaran berdasarkan refleksi
mengenai hasil dari tindakan-tindakan pada siklus sebelumnya. Dalam setiap
siklus terdiri dari empat tahap yaitu perencanan, tindakan, pengamatan, dan
refleksi.

1. Tahap Perencanaan (Planning)
Tahapan awal penelitian yaitu menyiapkan rencana pembelajaran (RPP) dan
instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah
lembar observasi peneliti dan siswa, menyiapkan media pembelajaran picture and
picture dan lembar wawancara untuk guru dan siswa.

22

Suharsimi Arikunto, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2008), hlm.
58.

20

21

2. Tahap Pelaksanaan Tindakan (Action)
Tahap kedua dari penelitian ini adalah pelaksanaan yang merupakan
implementasi atau penerapan isi rancangan yang telah dibuat, yaitu dengan
melaksanakan tindakan kelas.

3. Tahap Pengamatan (Observing)
Pada tahap ini peneliti melakukan pengamatan bersamaan dengan
pelaksanaan tindakan kelas untuk mendapatkan data yang akurat untuk perbaikan
pada siklus berikutnya. Observasi dimaksudkan sebagai kegiatan mengamati,
menggali dan mendokumentasikan semua gejala indikator yang terjadi selama
proses penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti dibantu oleh guru kelas yang
berperan sebagai kolaborator.

4. Tahap Analisis (Reflecting)
Tahap ini merupakan kegiatan mengemukakan kembali apa yang sudah
dilakukan. Hasil pengamatan yang didapat dari lembar observasi dan hasil tes
dianalisa bersama kolaborator, sehingga dapat diketahui kekurangan yang ada
pada siklus ini. Hasil analisis tersebut dapat dijadikan acuan untuk merencanakan
tindakan pada siklus II.
Hasil observasi yang diperoleh dianalisis peneliti bersama observer, untuk
mengetahui apakah kegiatan yang dilaksanakan sudah mencapai tujuan yang
diharapkan atau masih perlu adanya perbaikan. Hasil analisis tersebut akan
digunakan sebagai acuan untuk merencanakan tindakan selanjutnya.
Adapun desain penelitian tindakan kelas yang akan dilaksanakan
digambarkan sebagai berikut:

22

Rancangan Siklus Penelitian
Observasi Pendahuluan
1. Wawancara dengan Guru dan Siswa
2. Observasi Pembelajaran Siswa

Analisis Penyebab Masalah

Siklus I

Siklus II

Tahap Perencanaan

Tahap Perencanaan

Membuat RPP, Lembar penilaian hasil
belajar, lembar observasi dan soal tes akhir
siklus I

Membuat RPP, Lembar penilaian hasil
belajar, lembar observasi dan soal tes akhir
siklus II

Tahap Pelaksanaan Tindakan

Tahap Pelaksanaan Tindakan

Proses Pembelajaran IPS dengan
menerapkan model picture and picture

Proses Pembelajaran IPS dengan
menerapkan model picture and picture

Tahap Analisis dan Evaluasi

Tahap Analisis dan Evaluasi

Memberikan lembar penilaian hasil belajar
siswa dari soal tes akhir siklus I,
serta menganalisis lembar penilaian hasil
belajar siswa, lembar observasi dan tes
akhir siklus I

Memberikan lembar penilaian hasil belajar
siswa dari soal tes akhir siklus II,
serta menganalisis lembar penilaian hasil
belajar siswa, lembar observasi dan tes
akhir siklus II

Tahap Refleksi

Tahap Refleksi

Peneliti bersama kolaborator mengevaluasi
proses pembelajaran siklus I, hasil
penelitian siklus I dibandingkan dengan
Indikator keberhasilan, karena indikator
keberhasilan belum tercapai maka
penelitian dilanjutkan ke siklus II

Mengevaluasi proses pembelajaran siklus
II, karena Indikator keberhasilan sudah
tercapai, maka penelitian hanya sampai
siklus II

Tahapan Pembuatan Laporan Penelitian

23

C. Subjek Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi subyek penelitian adalah siswa kelas IV
MI Miftahul Falah Bakti Jaya Depok semester genap tahun pelajaran 2012/2013
yang terdiri dari 22 orang siswa, 12 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan.
Alasan dipilihnya siswa kelas IV adalah karena karakteristik subjek cocok
dengan judul penelitian. Siswa kelas IV sudah mendapatkan materi IPS di
sekolahnya dan dapat menyesuaikan diri dengan lingkungam belajar.

D. Peran dan Posisi Peneliti Dalam Penelitian
Peranan dan posisi

peneliti ini adalah bertindak sebagai guru. Peneliti

bekerja sama dengan guru kolaborator. Sebagai guru yakni bekerja dalam hal
membuat rancangan pembelajaran, melakukan refleksi dan menentukan tindakantindakan pada siklus selanjutnya. Kolaborator yakni memberikan penilaian
terhadap peneliti dalam mengajar dengan menerapkan model pembelajaran
Kooperatif tipe picture and picture dan mengamati kegiatan belajar IPS siswa
selama proses pembelajaran.

E. Tahapan Intervensi Tindakan
Tahapan penelitian tindakan ini terdiri atas rangkaian empat kegiatan yang
dilakukan dalam siklus berulang, empat kegiatan yang ada pada setiap siklus,
yaitu, (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi.
Peneliti merancang penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus yang terdiri dari 7
pertemuan untuk setiap siklusnya. Dalam satu siklus muncul permasalahan atau
pemikiran baru yang perlu mendapat perhatian, sehingga siklus tersebut perlu
mendapat perhatian, dan berlanjut ke siklus II, karena dengan hasil siklus II
indikator keberhasilan telah tercapai, maka penelitian ini dihentikan berikut
tahapan-tahapan diatas sebagai berikut:

24

Berikut desain intervensi tindakan yang dilakukan dalam penelitian kelas
ini:
1. Kegiatan Penelitian Pendahuluan
a.

Observasi kegiatan belajar mengajar
Dalam kegiatan ini peneliti mengadakan pengamatan awal terhadap proses
pembelajaran IPS pada kelas IV MI Miftahul Falah Bakti Jaya Depok.
Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana proses
pembelajaran IPS dan hasil belajar IPS siswa.

b. Wawancara dengan guru dan siswa
Wawancara dilaksanakan terhadap siswa dan guru kelas untuk mengetahui
hasil belajar siswa terhadap pembelajaran IPS dan permasalahan yang
dihadapi guru dalam pembelajaran IPS di kelas IV.

2. Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Waktu pelaksanaan: 12 s.d 16 Februari 2013
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
(RPP) dan instrument-instrumen penelitian, yaitu lembar observasi guru
pada KBM, lembar observasi kegiatan belajar siswa, pedoman wawancara
untuk guru dan siswa, serta soal untuk tes akhir siklus I.
b. Tahap Pelaksanaan
Pembelajaran pada siklus I ini terdiri dari 7 kali pertemuan
-

Pertemuan I
Waktu Pelaksanaan : 20 Februari 2013
Pada tahap ini peneliti menggunakan model pembelajaran picture and
picture dan Tanya jawab, yaitu pada bab “Perkembangan Teknologi
Produksi, Transportasi, dan Komunikasi” materi yang disampaikan
adalah Teknologi Produksi (Pengertian Kegiatan Produksi) seperti
yang diuraikan dalam RPP.

25

-

Pertemuan II
Waktu Pelaksanaan : 21 Februari 2013
Pada tahap ini peneliti menggunakan model pembelajaran picture and
picture dan Tanya jawab, yaitu pada bab “Perkembangan Teknologi
Produksi, Transportasi, dan Komunikasi” materi yang disampaikan
adalah Teknologi Produksi (Pengertian Teknologi Produksi Sederhana)
seperti yang diuraikan dalam RPP.

-

Pertemuan III
Waktu Pelaksanaan : 27 Februari 2013
Pada tahap ini peneliti menggunakan model pembelajaran picture and
picture dan Tanya jawab, yaitu pada bab “Perkembangan Teknologi
Produksi, Transportasi, dan Komunikasi” materi yang disampaikan
adalah Teknologi Produksi (contoh penggunaan teknolog

Dokumen yang terkait

Upaya meningkatkan hasil belajar IPS melalui pendekatan pembelajaran kooperatif model think, pair and share siswa kelas IV MI Jam’iyatul Muta’allimin Teluknaga- Tangerang

1 8 113

Penggunaan model pembelajaran kooperatif picture and picture untuk meningkatkan hasil belajar IPS siswa: PTK di MI Miftahul Huda Muhamadiyah Kota Depok.

6 86 107

Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Paragraf Bahasa Indonesia dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Picture and Picture pada MI Ziyadatul Huda Jakarta Timur

1 6 128

Upaya meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe Stad (Student Teams Achievement Division) pada pembelajaran IPS kelas IV MI Miftahul Khair Tangerang

0 13 0

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV Semester II Sdn Ketapang 01 Kecama

0 1 14

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS IV Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV Semester II Sdn Ketapang 01 Kecama

0 3 14

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA Penggunaan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas IIA SD Islam Terpadu Aro

0 1 16

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA PADA Penggunaan Model Pembelajaran Picture And Picture Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Siswa Pada Pembelajaran Matematika Di Kelas IIA SD Islam Terpadu Ar

0 0 17

Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar IPS SIswa Kelas III SDN Puren.

1 2 250

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK PICTURE AND PICTURE TERHADAP HASIL BELAJAR IPS SISWA SD

0 0 11

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23