Modul PKB 2017 PPKn SMP KK D

(1)

(2)

MATA PELAJARAN

PENDIDIKAN PANCASILA

DAN KEWARGANEGARAAN

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP)

TERINTEGRASI PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER

DAN PENGEMBANGAN SOAL

KELOMPOK KOMPETENSI D

Penulis:

Drs. Supandi, M.Pd.,

Drs. H. Haryono Adipurnomo Rahma Tri Wulandari, S.Pd. Magfirotun Nur Insani, S.Pd. Gatot Malady, S.IP., M.Si. Drs. Suparlan Al Hakim, M.Si. Dr. Sri Untari, M.Pd., M.Si. Dr. Rasyid Al Atok, M.H., M.Pd. Siti Awaliyah, S.Pd., S.H., M.Hum Murthofiatis Zahrok, S. Pd, M.Pd Hj. Elita, M.Pd.

Muthomimah, S.Pd., M.Pd Penyunting:

Magfirotun Nur Insani Desain Grafis dan Ilustrasi:

Tim Desain Grafis

Copyright © 2017

Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Dilarang mengcopy sebagian atau keseluruhan isi buku ini untuk kepentingan komersial tanpa izin tertulis dari Kementerian Pendidikan Kebudayaan.


(3)

iii

Kata Sambutan

Peran guru profesional dalam proses pembelajaran sangat penting sebagai kunci keberhasilan belajar siswa. Guru profesional adalah guru yang kompeten membangun proses pembelajaran yang baik sehingga dapat menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan berkarakter prima. Hal tersebut menjadikan guru sebagai komponen yang menjadi fokus perhatian Pemerintah maupun pemerintah daerah dalam peningkatan mutu pendidikan terutama menyangkut kompetensi guru.

Pengembangan profesionalitas guru melalui Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan upaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependikan dalam upaya peningkatan kompetensi guru. Sejalan dengan hal tersebut, pemetaan kompetensi guru telah dilakukan melalui Uji Kompetensi Guru (UKG) untuk kompetensi pedagogik dan profesional pada akhir tahun 2015. Peta profil hasil UKG menunjukkan kekuatan dan kelemahan kompetensi guru dalam penguasaan pengetahuan pedagogik dan profesional. Peta kompetensi guru tersebut dikelompokkan menjadi 10 (sepuluh) kelompok kompetensi. Tindak lanjut pelaksanaan UKG diwujudkan dalam bentuk pelatihan guru paska UKG pada tahun 2016 dan akan dilanjutkan pada tahun 2017 ini dengan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru sebagai agen perubahan dan sumber belajar utama bagi peserta didik. Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru dilaksanakan melalui tiga moda, yaitu: 1) Moda Tatap Muka, 2) Moda Daring Murni (online), dan 3) Moda Daring Kombinasi (kombinasi antara tatap muka dengan daring).

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK), Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (LP3TK KPTK) dan Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah (LP2KS) merupakan Unit Pelaksanana Teknis di lingkungan Direktorat Jenderal


(4)

iv

Guru dan Tenaga Kependidikan yang bertanggung jawab dalam mengembangkan perangkat dan melaksanakan peningkatan kompetensi guru sesuai bidangnya. Adapun perangkat pembelajaran yang dikembangkan tersebut adalah modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru moda tatap muka dan moda daring untuk semua mata pelajaran dan kelompok kompetensi. Dengan modul ini diharapkan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan memberikan sumbangan yang sangat besar dalam peningkatan kualitas kompetensi guru.

Mari kita sukseskan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini untuk mewujudkan Guru Mulia Karena Karya.

Jakarta, April 2017 Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan,

Sumarna Surapranata, Ph.D. NIP. 195908011985031002


(5)

v

Kata Pengantar

Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selesainya Modul Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru jenjang Sekolah Menengah Pertama mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Seni Budaya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan. Modul ini merupakan dokumen wajib untuk Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru merupakan tindak lanjut dari hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) 2015 dan bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

Sebagai salah satu upaya untuk mendukung keberhasilan suatu program diklat, Direktorat Pembinaan Guru Pendidikan Dasar pada tahun 2017 melaksanakan review, revisi, dan mengembangkan modul paska UKG 2015 yang telah terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Penilaian Berbasis Kelas, serta berisi materi pedagogik dan profesional yang akan dipelajari oleh peserta selama mengikuti Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan.

Modul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan bagi Guru jenjang Sekolah Menengah Pertama ini diharapkan dapat menjadi bahan bacaan wajib bagi para peserta diklat untuk dapat meningkatkan pemahaman tentang kompetensi pedagogik dan profesional terkait dengan tugas pokok dan fungsinya.


(6)

vi

Terima kasih dan penghargaan yang tinggi disampaikan kepada para pimpinan PPPPTK IPA, PPPPTK PKn/IPS, PPPPTK Bahasa, PPPPTK Matematika, PPPPTK Penjas-BK, dan PPPPTK Seni Budaya yang telah mengijinkan stafnya dalam menyelesaikan modul Pendidikan Dasar jenjang Sekolah Menengah Pertama ini. Tidak lupa saya juga sampaikan terima kasih kepada para widyaiswara, Pengembang Teknologi Pembelajaran (PTP), dosen perguruan tinggi, dan guru-guru hebat yang terlibat di dalam penyusunan modul ini.

Semoga Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan ini dapat meningkatkan kompetensi guru sehingga mampu meningkatkan prestasi pendidikan anak didik kita.

Jakarta, April 2017 Direktur Pembinaan Guru Pendidikan Dasar

Poppy Dewi Puspitawati NIP. 196305211988032001


(7)

vii

Daftar Isi

Hal.

Kata Sambutan ... iii

Kata Pengantar ... v

Daftar Isi ... v

Daftar Gambar ... xii

Daftar Tabel ... xii

Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan ... 5

C. Peta Kompetensi ... 6

D. Ruang Lingkup ... 7

E. Cara Penggunaan Modul ... 8

Bagian I Kompetensi Profesional ... 19

Kegiatan Pembelajaran 1 Aspek Nilai-Nilai Pancasila dalam PPKn ... 21

A. Tujuan ... 21

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 21

C. Uraian Materi ... 21

D. Aktivitas Pembelajaran ... 24

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 27

F. Rangkuman ... 32

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 33

Kegiatan Pembelajaran 2 Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa ... 35

A. Tujuan ... 35

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 35

C. Uraian Materi ... 35

D. Aktivitas Pembelajaran ... 38

E. Latihan/ Kasus /Tugas ... 40

F. Rangkuman ... 46

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 46

Kegiatan Pembelajaran 3 Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa ... 49

A. Tujuan ... 49

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 49

C. Uraian Materi ... 50

D. Aktivitas Pembelajaran ... 53


(8)

viii

F. Rangkuman ... 60

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 60

Kegiatan Pembelajaran 4 Dinamika Pelaksanaan ... 61

A. Tujuan ... 61

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 61

C. Uraian Materi ... 61

D. Aktivitas Pembelajaran ... 65

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 67

F. Rangkuman ... 72

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 73

Kegiatan Pembelajaran 5 Penerapan Isi Pembukaan UUDNRI Tahun 1945 . 75 A. Tujuan ... 75

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 75

C. Uraian Materi ... 75

D. Aktivitas Pembelajaran ... 80

E. Latihan/ Kasus /Tugas ... 83

F. Rangkuman ... 88

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 88

Kegiatan Pembelajaran 6 Sikap Positif Terhadap Lembaga-Lembaga Negara Sesuai Dengan Uud Negara RI Tahun 1945 ... 89

A. Tujuan ... 89

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 89

C. Uraian Materi ... 89

D. Aktivitas Pembelajaran ... 93

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 95

F. Rangkuman ... 103

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 104

Kegiatan Pembelajaran 7 Lembaga Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia di Indonesia ... 105

A. Tujuan Pembelajaran ... 105

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 105

C. Uraian Materi ... 105

D. Aktivitas Pembelajaran ... 108

E. Latihan ... 110

F. Rangkuman ... 115

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 116

Kegiatan Pembelajaran 8 Pelanggaran Terhadap Norma ... 117

A. Tujuan ... 117

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 117

C. Uraian Materi ... 117

D. Aktivitas Pembelajaran ... 120


(9)

ix

F. Rangkuman ... 130

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 130

Kegiatan Pembelajaran 9 Peradilan Bebas ... 131

A. Tujuan ... 131

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 131

C. UraianMateri ... 131

D. Aktivitas Pembelajaran ... 136

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 139

F. Rangkuman ... 145

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 146

Kegiatan Pembelajaran 10 Kerjasama dalam Masyarakat yang Beragam . 147 A. Tujuan Pembelajaran ... 147

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 147

C. Uraian Materi Pembelajaran... 147

D. Aktivitas Pembelajaran ... 151

E. Latihan/Tugas/Kasus ... 153

F. Rangkuman ... 159

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 160

Kegiatan Pembelajaran 11 Arti Penting Kesatuan dan Persatuan Bangsa 161 A. Tujuan ... 161

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 161

C. Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran ... 161

D. Aktivitas Pembelajaran ... 163

E. Latihan/ Kasus/ Tugas ... 166

F. Rangkuman ... 170

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 170

Kegiatan Pembelajaran 12 Pentingnya Kesadaran Bernegara Kesatuan Republik Indonesia ... 173

A. Tujuan ... 173

B. Indikator Pencapain Kompetensi ... 173

C. Uraian Materi ... 173

D. AktivitasPembelajaran ... 176

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 178

F. Rangkuman ... 183

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 183

Bagian II Kompetensi Pedagogik ... 185

Kegiatan Pembelajaran 13 Penyusunan Model Pendekatan Saintifik PPKn SMP ... 187

A. Tujuan ... 187

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 187


(10)

x

D. Aktivitas Pembelajaran ... 207

E. Latihan/Tugas/Kasus ... 209

F. Rangkuman ... 213

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 213

Kegiatan Pembelajaran 14 Kriteria Pemilihan Model Pembelajaran PPKn SMP ... 215

A. Tujuan ... 215

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 215

C. Uraian Materi Pembelajaran ... 215

D. Aktivitas Pembelajaran ... 217

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 219

F. Rangkuman ... 222

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 222

Kegiatan Pembelajaran 15 Prosedur Penyusunan Penilaian Hasil Belajar PPKn SMP ... 223

A. Tujuan ... 223

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 223

C. Uraian Materi ... 224

D. Aktifitas Pembelajaran ... 237

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 239

F. Rangkuman ... 243

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 244

Kegiatan Pembelajaran 16 Penyusunan RPP PPKn SMP ... 245

A. Tujuan ... 245

B. IndikatorPencapaianKompetensi ... 245

C. UraianMateriPembelajaran ... 245

D. Aktivitas Pembelajaran ... 247

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 249

F. Rangkuman ... 251

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 252

Kegiatan Pembelajaran 17 Kebutuhan Media Pembelajaran PPKn Smp .... 253

A. Tujuan ... 253

B. Indikator Pencapaian Kompetensi ... 253

C. Uraian Materi Kegiatan Pembelajaran 1 ... 253

D. Aktivitas Pembelajaran ... 258

E. Latihan/Kasus/Tugas ... 261

F. Rangkuman ... 264


(11)

xi

Kegiatan Pembelajaran 18 Perencanaan Penelitian Tindakan Kelas

(PTK) ... 267

A. Tujuan ... 267

B. IndikatorPencapaianKompetensi ... 267

C. UraianMateri ... 268

D. Aktivitas Pembelajaran ... 272

E. Latihan/ Kasus /Tugas ... 274

F. Rangkuman ... 277

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut ... 278

Kunci Jawaban Latihan/Kasus/Tugas ... 279

Evaluasi ... 283

Penutup ... 293

Daftar Pustaka ... 295


(12)

xii

Daftar Gambar

Hal.

Gambar 1. Ruang Lingkup PPKn SMP ... 7

Gambar 2. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka ... 8

Gambar 3. Alur Pembelajaran Tatap Muka Penuh ... 9

Gambar 4. Alur Pembelajaran Tatap Muka model In-On-In ... 11

Gambar 5. Tiga ranah pembelajaran ... 190

Gambar 6. Proses pembelajaran melalui pendekatan saintifik ... 190

Gambar 7. ranah penilaian ... 234

Daftar Tabel

Hal Tabel 1. Peta Kompetensi PPKn SMP ... 6

Tabel 2. Daftar Lembar Kerja Modul ... 13

Tabel 3. kisi-kisi USBN SMP/MTs – PPKn 2006 ... 16

Tabel 4. kisi-kisi USBN SMP/MTs – PPKn 2013 ... 17

Tabel 5. Deskripsi Langkah Pembelajaran ... 191

Tabel 6. Tingkatan Kognitif ... 195

Tabel 7. Format Perancangan Penerapan Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran ... 201

Tabel 8. Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Paire And Share ... 202

Tabel 9. Prosedur Pendekatan Scientific ... 203

Tabel 10. Kriteria Peringkat ... 206

Tabel 11. Pedoman Mata Pelajaran PPKN SMP ... 216

Tabel 12. Pengelompokan Kompetensi Dasar ... 224

Tabel 13. Pengelompokan Kompetensi Dasar ... 226

Tabel 14. Analisis keterkaitan KI - KD dengan IPK & Materi Pembelajaran ... 232

Tabel 15. Format Kisi-Kisi Penulisan Soal ... 235


(13)

1

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN secara berkelanjutan agar dapat melaksanakan tugas profesionalnya.Program pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN adalah pengembangan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan yang dilaksanakan sesuai kebutuhan, bertahap, dan berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitasnya.

Pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN sebagai salah satu strategi pembinaan guru dan tenaga kependidikan diharapkan dapat menjamin guru dan tenaga kependidikan mampu secara terus menerus memelihara, meningkatkan, dan mengembangkan kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pelaksanaan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi PPK dan soal USBN akan mengurangi kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki guru dan tenaga kependidikan dengan tuntutan profesional yang dipersyaratkan.

Guru dan tenaga kependidikan wajib melaksanakan pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN baik secara mandiri maupun kelompok. Khusus untuk pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBNdalam bentuk diklat dilakukan oleh lembaga pelatihan sesuai dengan jenis kegiatan dan kebutuhan guru. Penyelenggaraan diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN dilaksanakan oleh PPPPTK dan LPPPTK KPTK atau penyedia layanan diklat lainnya. Pelaksanaan diklat tersebut memerlukan modul sebagai salah satu


(14)

2

sumber belajar bagi peserta diklat. Modul merupakan bahan ajar yang dirancang untuk dapat dipelajari secara mandiri oleh peserta diklat berisi materi, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang disajikan secara sistematis dan menarik untuk mencapai tingkatan kompetensi yang diharapkan sesuai dengan tingkat kompleksitasnya.

Pedoman penyusunan modul diklat pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN bagi guru dan tenaga kependidikan ini merupakan acuan bagi penyelenggara pendidikan dan pelatihan dalam mengembangkan modul pelatihan yang diperlukan guru dalam melaksanakan kegiatan pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBN.

Dasar Hukum penulisan Modul PKB untuk Guru PPKn SMP adalah:

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri Sipil.

4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagaimana diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013.

5. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru;

6. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

7. Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasional dan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 14 Tahun 2010 dan Nomor 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional dan Angka Kreditnya. 8. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Nomor 14 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya


(15)

3

9. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi

Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2007 tentang Standar Pengawas Sekolah

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 13 tahun2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah

12. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

13. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah

14. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan

15. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor No 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboran

16. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor No 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor; 17. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 63 Tahun

2009 tentang Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan.

18. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

19. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2009 tentang Standar Penguji pada Kursus dan Pelatihan

20. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 2009 tentang Standar Pembimbing pada Kursus dan Pelatihan

21. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Kursus

22. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 43 tahun 2009 tentang Standar Tenaga Administrasi Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.

23. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 44 tahun 2009 tentang Standar Pengelola Pendidikan pada Program Paket A, Paket B, dan Paket C.


(16)

4

24. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2009 tentang Standar Teknisi Sumber Belajar pada Kursus dan Pelatihan 25. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35 Tahun

2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

26. Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 21 tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.

27. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2011 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan.

28. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kelola Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

29. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2012 tentang Organisasi dan Tata Kerja PPPPTK.

30. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penilik dan Angka Kreditnya.

31. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2013 Tentang Juknis Jabatan Fungsional Pamong Belajar dan Angka Kreditnya.

32. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 72 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Layanan Khusus

33. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 152 Tahun 2014 Tentang Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Pamong Belajar. 34. Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 143 tahun 2014 tentang

Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.

35. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini.

36. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 143 tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan Fungsional Pengawas dan Angka Kreditnya.


(17)

5

37. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 11

tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

38. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 16 tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

B. Tujuan

Modul pengembangan keprofesian berkelanjutan terintegrasi penguatan pendidikan karakter dan soal USBNsebagai panduan belajar bagi guru PPKn SMP dalam memahami materi PPKn Sekolah Menengah Pertama melalui pendekatan pendidikan karakter berbasis kelas, budaya sekolah, dan masyarakat sesuai dengan potensi lingkungan dan kearifan lokal yang ada. Modul ini bertujuan dalam upaya peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional materi PPKn SMP sebagai tindak lanjut dari UKG tahun 2015.

Kita akan mengajak Anda, mengkaji terkait materi yang terdiri atas materi pedagogik dan profesional. Materi pedagogik berhubungan dengan materi yang mendukung proses pembelajaran seperti Menjabarkan penyusunan model pendekatan saintifik PPKn SMP, kriteria pemilihan model pembelajaran PPKn SMP, prosedur penyusunan penilaian hasil belajar PPKn SMP, penyusunan RPP PPKn SMP, kebutuhan media pembelajaran PPKn SMP, perencanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Materi profesional terkait dengan materi PPKn, yaitu mencakupAspek-aspek PPKn, Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, Dinamika pelaksanaan UUDNRI Tahun 1945, Penerapan Isi Pembukaan UUDNRI Tahun 1945, Sikap positif terhadap lembaga-lembaga negara sesuai dengan UUDNRI Tahun 1945, Lembaga perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia, Pelanggaran terhadap norma, Peradilan bebas, Kerjasama dalam Masyarakat yang Beragam, Arti Penting Kesatuan dan Persatuan Bangsa, Pentingnya Kesadaran Bernegara Kesatuan Republik Indonesia.


(18)

6

C. Peta Kompetensi

Kompetensi yang ingin dicapai setelah peserta diklat mempelajari Modul ini adalah:

Tabel 1. Peta Kompetensi PPKn SMP Pembelajaran

ke - Kompetensi yang dicapai

1. Menguraikan aspek-aspek PPKn

2. Menguraikan pentingnya Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa

3. Menguraikan Dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa

4. Menguraikan Dinamika pelaksanaan UUDNRI Tahun 1945 5. Menguraikan menerapkan Isi Pembukaan UUDNRI Tahun

1945

6. Menguraikan sikap positif terhadap lembaga-lembaga negara sesuai dengan UUDNRI Tahun 1945 dalam berbagai lingkungan

7. Menguraikan lembaga perlindungan dan penegakan hak asasi manusia di Indonesia

8. Menguraikan pelanggaran terhadap norma 9. Menjabarkan peradilan bebas

10. Menjabarkan kerjasama dalam masyarakat yang beragam 11. Menjabarkan arti penting kesatuan dan persatuan bangsa 12. Menjabarkan pentingnya kesadaran bernegara kesatuan

Republik Indonesia

13. Menjabarkan penyusunan model pendekatan saintifik PPKn SMP

14. Menjabarkan kriteria pemilihan model pembelajaran PPKn SMP

15. Menguraikan prosedur penyusunan penilaian hasil belajar PPKn SMP

16. Menjabarkan penyusunan RPP PPKn SMP

17. Menjabarkan kebutuhan media pembelajaran PPKn SMP 18. Menguraikan perencanaan Penelitian Tindakan Kelas


(19)

7

D. Ruang Lingkup

Gambar 1. Ruang Lingkup PPKn SMP

M

a

te

ri

PPKn

SM

P

Profesional

Ruang lingkup PPKn.

Persamaan dan Perbedaan usulan dasar negara

Perbedaan Baik dan buruk dalam bertutur kata, berperilaku, dan bersikap.

Perubahan Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945

Makna Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945

Hubungan antar-Lembaga-lembaga Negara dalam UndangUndang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia

Persamaan dan Perbedaan Norma dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara

Lembaga-lembaga Peradilan

Norma antardaerah di Indonesia

Semangat dan Komitmen Sumpah Pemuda

Semangat Kebangsaan dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan NKRI

Pedagogik

Pendekatan Saintifik PPKn SMP

Model pembelajaran PPKn SMP

Penilaian hasil belajar

Penyusunan RPP PPKn SMP

Sumber dan Media Pembelajaran PPKn SMP


(20)

8

E. Cara Penggunaan Modul

Secara umum, cara penggunaan modul pada setiap Kegiatan Pembelajaran disesuaikan dengan skenario setiap penyajian mata diklat. Modul ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran guru, baik untuk moda tatap muka dengan model tatap muka penuh maupun model tatap muka In-On-In. Alur model pembelajaran secara umum dapat dilihat pada bagan dibawah.

Gambar 2. Alur Model Pembelajaran Tatap Muka

1. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka Penuh

Kegiatan pembelajaran diklat tatap muka penuh adalah kegiatan fasilitasi peningkatan kompetensi guru melalui model tatap muka penuh yang dilaksanakan oleh unit pelaksana teknis dilingkungan ditjen. GTK maupun lembaga diklat lainnya. Kegiatan tatap muka penuh ini dilaksanan secara terstruktur pada suatu waktu yang di pandu oleh fasilitator.


(21)

9

Tatap muka penuh dilaksanakan menggunakan alur pembelajaran yang dapat dilihat pada alur dibawah.

Gambar 3. Alur Pembelajaran Tatap Muka Penuh

Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model tatap muka penuh dapat dijelaskan sebagai berikut,

a. Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan fasilitator memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk mempelajari :

 latar belakang yang memuat gambaran materi  tujuan kegiatan pembelajaran setiap materi

 kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui modul.  ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran

 langkah-langkah penggunaan modul b. Mengkaji Materi

Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi D PPKn SMP, fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk mempelajari materi yang diuraikan secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi


(22)

10

secara individual maupun berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator.

c. Melakukan aktivitas pembelajaran

Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan yang akan secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan bersama fasilitator dan peserta lainnya, baik itu dengan menggunakan diskusi tentang materi, malaksanakan praktik, dan latihan kasus.

Lembar kerja pada pembelajaran tatap muka penuh adalah bagaimana menerapkan pemahaman materi-materi yang berada pada kajian materi. Pada aktivitas pembelajaran materi ini juga peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mengolah data sampai pada peserta dapat membuat kesimpulan kegiatan pembelajaran.

d. Presentasi dan Konfirmasi

Pada kegiatan ini peserta melakukan presentasi hasil kegiatan sedangkan fasilitator melakukan konfirmasi terhadap materi dan dibahas bersama. e. Refleksi

pada bagian ini peserta dan penyaji me-review atau melakukan refleksi materi berdasarkan seluruh kegiatan pembelajaran, kemudian didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak tes akhir.

2. Deskripsi Kegiatan Diklat Tatap Muka In-On-In

Kegiatan diklat tatap muka dengan model In-On-In adalan kegiatan fasilitasi peningkatan kompetensi guru yang menggunakan tiga kegiatan utama, yaitu In Service Learning 1 (In-1), on the job learning (On), dan In Service Learning 2 (In-2). Secara umum, kegiatan pembelajaran diklat tatap muka In-On-In tergambar pada alur berikut ini.


(23)

11

Gambar 4. Alur Pembelajaran Tatap Muka model In-On-In

Kegiatan pembelajaran tatap muka pada model In-On-In dapat dijelaskan sebagai berikut,

a. Pendahuluan

Pada kegiatan pendahuluan disampaikan bertepatan pada saat pelaksanaan In service learning 1 fasilitator memberi kesempatan kepada peserta diklat untuk mempelajari :

 latar belakang yang memuat gambaran materi  tujuan kegiatan pembelajaran setiap materi

 kompetensi atau indikator yang akan dicapai melalui modul.  ruang lingkup materi kegiatan pembelajaran

 langkah-langkah penggunaan modul b. In Service Learning 1 (IN-1)

 Mengkaji Materi

Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi D PPKn SMP, fasilitator memberi kesempatan kepada guru sebagai peserta untuk


(24)

12

mempelajari materi yang diuraikan secara singkat sesuai dengan indikator pencapaian hasil belajar. Guru sebagai peserta dapat mempelajari materi secara individual maupun berkelompok dan dapat mengkonfirmasi permasalahan kepada fasilitator.

Melakukan aktivitas pembelajaran

Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul dan dipandu oleh fasilitator. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan/metode yang secara langsung berinteraksi di kelas pelatihan, baik itu dengan menggunakan metode berfikir reflektif, diskusi, brainstorming, simulasi, maupun studi kasus yang kesemuanya dapat melalui Lembar Kerja yang telah disusun sesuai dengan kegiatan pada IN1.

Pada aktivitas pembelajaran materi ini peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mempersiapkan rencana pembelajaran pada on the job learning.

c. On the Job Learning (ON) Mengkaji Materi

Pada kegiatan mengkaji materi modul kelompok kompetensi D PPKn SMP, guru sebagai peserta akan mempelajari materi yang telah diuraikan pada in service learning 1 (IN1). Guru sebagai peserta dapat membuka dan mempelajari kembali materi sebagai bahan dalam mengerjaka tugas-tugas yang ditagihkan kepada peserta.

Melakukan aktivitas pembelajaran

Pada kegiatan ini peserta melakukan kegiatan pembelajaran di sekolah maupun di kelompok kerja berbasis pada rencana yang telah disusun pada IN1 dan sesuai dengan rambu-rambu atau instruksi yang tertera pada modul. Kegiatan pembelajaran pada aktivitas pembelajaran ini akan menggunakan pendekatan/metode praktik, eksperimen, sosialisasi, implementasi, peer discussion yang secara langsung di dilakukan di sekolah maupun kelompok kerja melalui tagihan berupa Lembar Kerja yang telah disusun sesuai dengan kegiatan pada ON.

Pada aktivitas pembelajaran materi pada ON, peserta secara aktif menggali informasi, mengumpulkan dan mengolah data dengan


(25)

13

melakukan pekerjaan dan menyelesaikan tagihan pada on the job learning.

d. In Service Learning 2 (IN-2)

Pada kegiatan ini peserta melakukan presentasi produk-produk tagihan ON yang akan di konfirmasi oleh fasilitator dan dibahas bersama.

e. Refleksi

pada bagian ini peserta dan penyaji me-review atau melakukan refleksi materi berdasarkan seluruh kegiatan pembelajaran, kemudian didampingi oleh panitia menginformasikan tes akhir yang akan dilakukan oleh seluruh peserta yang dinyatakan layak tes akhir.

3. Lembar Kerja

Modul pembinaan karir guru kelompok komptetansi D PPKn SMP, terdiri dari beberapa kegiatan pembelajaran yang didalamnya terdapat aktivitas-aktivitas pembelajaran sebagai pendalaman dan penguatan pemahaman materi yang dipelajari.

Modul ini mempersiapkan lembar kerja yang nantinya akan dikerjakan oleh peserta, lembar kerja tersebut dapat terlihat pada table berikut.

Tabel 2. Daftar Lembar Kerja Modul

No Kode

LK Nama LK Keterangan

1. LK 1 Pengembangan Soal TM, ON

2. LK 1.1 Konsep moral, sikap moral dan perilaku moral dikaitkan dengan nilai kedisplinan

TM, IN 1

3. LK 1.2 Nilai-nilai konsep moral, sikap moral dan perilaku moral dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

ON

4. LK 2 Pengembangan Soal TM, ON

5. LK 2.1 Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

TM, IN 1 6. LK 2.2 Perwujudan Pancasila sebagai dasar

negara dan pandangan hidup bangsa dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

ON


(26)

14

No Kode

LK Nama LK Keterangan

8. LK 3.1 Kendala dan solusi perwujudan Pancasila

TM, IN 1 9. LK 3.2 Proses Perwujudan Pancasila di

Indonesia

ON

10. LK 4 Pengembangan Soal TM, ON

11. LK 4.1 Pelaksanaan UUDNRI Tahun 1945 TM, IN 1 12. LK 4.2 Perbedaan pelaksanaan UUDNRI

Tahun 1945 di empat masa pemerintahan

ON

13. LK 5 Pengembangan Soal TM, ON

14. LK 5.1 Penerapan isi pembukaan UUDNRI Tahun 1945

TM, IN 1 15. LK 5.2 Penerapan isi pembukaan UUDNRI

Tahun 1945 tiap alinea

ON

16. LK 6 Pengembangan Soal TM, ON

17. LK 6.1 Studi kasus tentang sikap positif terhadap lembaga-lembaga negara sesuai dengan UUDNRI tahun 1945

TM, IN 1

18. LK 6.2 Contoh sikap positif terhadap lembaga negara dalam lingkungan sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara

ON

19. LK 7 Pengembangan Soal TM, ON

20. LK 7.1 Lembaga-lembaga perlindungan dan penegakan hak asasi manusia beserta fungsinya

TM, IN 1

21. LK 7.2 Perbedaan antara lembaga perlindungan dengan lembaga penegakan hak asasi manusia

ON

22. LK 8 Pengembangan Soal TM, ON

23. LK 8.1 Studi kasus pelanggaran norma TM, IN 1 24. LK 8.2 Kasus-kasus pelanggaran norma dan

sanksi yang dijatuhkan di lingkungan sekitar

ON

25. LK 9 Pengembangan Soal TM, ON

26. LK 9.1 Studi kasus peradilan bebas TM, IN 1 27. LK 9.2 Lembaga peradilan beserta tugas,

fungsi dan wewenangnya

ON

28. LK 10 Pengembangan Soal TM, ON

29. LK 10.1 Bentuk-bentuk kerjasama dalam masyarakat yang beragam


(27)

15

No Kode

LK Nama LK Keterangan

30. LK 10.2 Studi kasus tentang kerjasama dalam masyarakat yang beragam

ON

31. LK 11 Pengembangan Soal TM, ON

32. LK 11.1 Arti Penting Kesatuan Dan Persatuan Bangsa

TM, IN 1 33. LK 11.2 Pengamalan nilai-nilai kesatuan dan

persatuan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

ON

34. LK 12 Pengembangan Soal TM, ON

35. LK 12.1 Komitmen Para Pendiri Negara dalam Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara

TM, IN 1

36. LK 12.2 Contoh penerapan nilai-nilai kesadaran bernegara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

ON

37. LK 13.1 Langkah-langkah pembelajaran saintifik serta peran guru didalamnya

TM, IN 1 38. LK 13.2 Model pendekatan saintifik dalam

pembelajaran PPKn

ON 39. LK 14.1 Pengembangan model pembelajaran

sesuai ranah/aspek yang dikembangkan

TM, IN 1

40. LK 14.2 Model Pembelajaran PPKn SMP ON 41. LK 15.1 Prosedur Penyusunan Penilaian Hasil

Belajar PPKn SMP

TM, IN 1 42. LK 15.2 Prosedur Penyusunan Soal ON 43. LK 16.1 Langkah-langkah menyusun RPP

PPKn SMP

TM, IN 1

44. LK 16.2 Model RPP PPKn SMP ON

45. LK 17.1 Analisis kebutuhan media TM, IN 1 46. LK 17.2 Langkah-langkah

pembuatan/pemilihan media pembelajaran

ON

47. LK 18.1 Langkah-langkah perencanaan penelitian tindakan kelas (PTK)

TM, IN 1 48. LK 18.2 Perencanaan penelitian tindakan

kelas (PTK)

ON Keterangan.

TM : Digunakan pada Tatap Muka Penuh IN1 : Digunakan pada In service learning 1 ON : Digunakan pada on the job learning


(28)

16

4. Kisi-kisi Ujian sekolah SMP/MTs – PPKn

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH

KURIKULUM 2006 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MATA PELAJARAN: PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Tabel 3. kisi-kisi USBN SMP/MTs – PPKn 2006

LEVEL KOGNITIF LINGKUP MATERI ATURAN DAN IDEOLOGI HAK dan KEWAJIBAN WARGA NEGARA KEDAULATAN RAKYAT GLOBALISASI DAN PRESTASI DIRI Pengetahuan dan Pemahaman • Mengidentifikasi • Menunjukkan • Menjelaskan

•Mendeskripsikan

Siswa dapat memahami dan

menguasai : • Norma • Konstitusi

dan Proklamasi • Bahaya

Korupsi • Pancasila

Siswa dapat memahami dan

menguasai : • Hak Asasi

Manusia • Usaha Bela

Negara

Siswa dapat memahami dan menguasai : • Demokrasi dan

Kedaulatan • Kemerdekaan

mengemukakan pendapat • Otonomi daerah

Siswa dapat memahami dan

menguasai : • Globalisasi • Prestasi diri

Aplikasi • Memberi

contoh • Menentukan • Menerapkan

• Menginterpretasi

• Mengurutkan

Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang :

• Norma • Konstitusi

dan Proklamasi • Bahaya

Korupsi • Pancasila

Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang : • Hak Asasi

Manusia • Usaha Bela

Negara Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang :

• Demokrasi dan Kedaulatan • Kemerdekaan

mengemukakan pendapat • Otonomi daerah

Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang: • Globalisasi • Prestasi diri

Penalaran • Menganalisis • Mengevaluasi • Mengaitkan • Menyimpulkan

Siswa dapat menganalisis:

• Norma • Konstitusi

dan Proklamasi • Bahaya

Korupsi • Pancasila

Siswa dapat menganalisis: • Hak Asasi

Manusia • Usaha Bela

Negara

Siswa dapat menganalisis: • Demokrasi dan

Kedaulatan • Kemerdekaan

mengemukakan pendapat • Otonomi daerah

Siswa dapat menganalisis • Globalisasi • Prestasi diri


(29)

17

KISI-KISI UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL

SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH KURIKULUM 2013 TAHUN PELAJARAN 2016/2017

MATA PELAJARAN: PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN Tabel 4. kisi-kisi USBN SMP/MTs – PPKn 2013

LEVEL KOGNITIF LINGKUP MATERI PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NEGARA NORMA DAN KONSTITUSI KOMITMEN TERHADAP KEUTUHAN NKRI Pengetahuan dan Pemahaman • Mengidentifikasi • Menunjukkan • Menjelaskan • Mendeskripsikan

Siswa dapat memahami dan menguasai : • Proses perumusan

Pancasila

• Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila

Siswa dapat memahami dan menguasai : • Proses

perumusan UUDNRI Tahun 1945

• Penerapan Norma

• Lembaga negara berdasarkan UUDNRI 1945 • Hak Asasi

Manusia

Siswa dapat memahami dan menguasai : • Aspek-aspek

pengokohan NKRI

• Keberagaman dalam

masyarakat • Semangat

persatuan dan kesatuan

Aplikasi

• Memberi contoh • Menentukan • Menerapkan • Menginterpretasi • Mengurutkan

Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang : • Proses perumusan

Pancasila

• Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang : • Proses

perumusan UUDNRI Tahun 1945

• Penerapan Norma

• Lembaga negara berdasarkan UUDNRI 1945 • Hak Asasi

Manusia Siswa dapat menerapkan pengetahuan dan pemahaman tentang : • Aspek-aspek

pengokohan NKRI

• Keberagaman dalam

masyarakat • Semangat

persatuan dan kesatuan

Penalaran • Menganalisis • Mengevaluasi • Mengaitkan • Menyimpulkan

Siswa dapat menganalisis : • Proses perumusan

Pancasila

• Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila

Siswa dapat menganalisis : • Proses

perumusan UUDNRI Tahun 1945

• Penerapan Norma

• Lembaga negara berdasarkan UUDNRI 1945 • Hak Asasi

Manusia

Siswa dapat menganalisis : • Aspek-aspek

pengokohan NKRI

• Keberagaman dalam masyarakat • Semangat

persatuan dan kesatuan.


(30)

(31)

(32)

(33)

PPKn SMP KK D

21

Kegiatan Pembelajaran 1

Aspek Nilai-Nilai Pancasila dalam PPKn

A. Tujuan

1. Dengan membaca materi modul, peserta diklat dapat menguraikan konsep moral secara benar

2. Dengan membaca materi modul, peserta diklat dapat menguraikan sikap moral secara benar

3. Dengan membaca materi modul, peserta diklat dapat menguraikan perilaku moral secara benar

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menguraikan konsep moral

2. Menguraikan sikap moral 3. Menguraikan perilaku moral

C. Uraian Materi

1. Konsep Moral

Istilah moral mengandung makna integritas pribadi manusia, yaitu harkat dan martabat seseorang. Derajat kepribadian seseorang amat ditentukan oleh moralnya. Moral pribadi seperti predikat atau atribut kemanusiaan seseorang. Moral adalah inti dan nilai kepribadian. Bahkan moral bermakna integritas dan identitas manusia. Secara praktis sehari-hari, istilah moral adalah kepribadian seseorang, citra pribadi manusia.

Moral sebagai kata benda mengandung makna prinsip-prinsip benar salah mengenai tingkah laku dan karakter, dan pendidikan tentang ukuran tingkah laku yang baik. Moral berarti sikap mental seperti keberanian mengemukakan pendapat, kepatuhan terhadap atasan, disiplin tinggi. Moralis berarti pribadi yang


(34)

Kegiatan Pembelajaran 1

22

mencerminkan tingkahlaku dan kepribadian yang selalu baik (ideal). Moral sebagai kata sifat berarti berhubungan dengan karakter, tentang benar salah, tingkah laku yang baik, mulia dan benar. Makna moral adalah berkenaan dengan sikap dan kepribadian manusia, tingkahlaku yang baik dan benar, sikap semangat, mental atau batin yang memancar dalam kepribadian (Dardji Darmodihardjo:1986).

Moral merupakan ukuran nilai dan norma dalam kehidupan pribadi dan sosial manusia. Moral juga merupakan perwujudan kesetiaan dan kepatuhan manusia dalam mengemban nilai dan norma. Oleh sebab itu tujuan dan fungsi moral adalah pengamalan nilai dan norma, sekaligus perwujudan harkat-martabat kepribadian manusia.

Orang yang berusaha hidup baik secara tekun dapat mencapai keunggulan moral yang biasa disebut keutamaan moral. Keutamaan moral adalah kemampuan yang dicapai seseorang untuk bersikap baik maupun berbuat secara benar. Misalnya: kerendahan hati, kepercayaan kepada orang lain, keterbukaan, kebijaksanaan, ketekunan kerja, kejujuran, keadilan, keberanian, penuh harap, penuh kasih dan sebagainya (Al Purwa Hdiwardoyo:1990).

2. Sikap Moral

Sikap bermula dari perasaan yang terkait dengan kecenderungan seseorang dalam merespon sesuatu/objek. Sikap juga sebagai ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang. Sikap dapat dibentuk, sehingga terjadi perilaku atau tindakan yang diinginkan. Kompetensi sikap yang dimaksud dalam panduan ini adalah ekspresi dari nilai-nilai atau pandangan hidup yang dimiliki oleh seseorang dan diwujudkan dalam perilaku.

Sikap mempunyai karakteristik yang mengandung tiga aspek utama yaitu kegiatan berpikir, bertindak, dan merasakan dalam situasi yang berbeda-beda. Berpikir dan bertindak termasuk karakteristik ranah kognitif, sedangkan konsep perasaan merupakan karakteristik ranah afektif. Perasaan akan memperlihatkan mutu penampilan seseorang yang khas dengan menggunakan cara tertentu untuk menyatakan perasaan atau pernyataan emosinya. Perasaan itu sendiri memiliki ciri-ciri atau tanda-tanda mengikat, terarah, dan mempunyai sasaran. Tanda terikat


(35)

PPKn SMP KK D

23

menunjuk kepada derajat kekuatan perasaan. Misalnya, seorang peserta didik merasa senang guru PPKn mengemukakan cerita rakyat tentang kejujuran, sedang peserta didik yang lain kurang tertarik dan kurang memperhatikannya. Tanda terarah mencerminkan tiga arah sikap yaitu arah senang terhadap sasaran atau obyek, merasa biasa (tidak memihak), dan rasa tidak senang. Tanda sasaran menunjukkan perasaan yang ditujukan kepada obyek, perilaku atau gagasan. Karakteristik ranah afektif memiliki pola yang berbeda-beda yang meliputi sikap, harga diri, minat dan nilai-nilai. Sikap diartikan sebagai kesiapan mental seseorang berdasarkan pengalamannya yang digunakan untuk menetapkan arah untuk menanggapi obyek atau situasi yang dihadapinya. Obyek dan situasi dapat berupa orang, benda, binatang, atau obyek lainnya. Di samping karakteristik senang dan tidak senang, setuju dan tidak setuju, sikap secara operasional akan melibatkan tiga ranah perilaku yaitu kognitif, afektif dan psikomotor. Ranah kognitif mengandung gagasan yang mengarah kepada obyek (orang, binatang, atau benda), ranah afektif memperkuat gagasan itu dengan perasaan (senang atau tidak senang), dan akhirnya ranah psikomotor menampakkan perilaku terbuka terhadap obyek (berupa kegiatan atau tindakan).

Harga diri seseorang terkandung dalam pemahaman atas dirinya sendiri. Seseorang yang secara berkesinambungan mampu menilai diri-sendiri dan memelihara atau menjaga kebiasaan bagi penentuan sikap setuju atau tidak setuju, senang atau tidak senang, maka dikatakanlah orang itu mengembangkan keyakinan dirinya memiliki kemampuan, keberartian, keberhasilan, dan kemanfaatan diri. Keadaan inilah yang menimbulkan rasa percaya diri bahwa dirinya memiliki sikap untuk mampu mengambil keputusan yang tercermin baik dalam ucapan maupun tindakan. Unsur-unsur yang terlibat dalam pengembangan percaya diri itu itu adalah mampu mengatur diri, memandang lingkungan terdiri dari bermacam-macam aspek kehidupan, memahami hal penting dan tidak penting secara berjenjang (tidak sekedar hitam dan putih), stabil dalam berpikir dan bertindak, berkehendak terus menerus mengembangkan diri, dapat menilai obyek yang dihadapi, dan dapat membedakan hal yang baik dan buruk, layak dan tidak layak dan sebagainya.


(36)

Kegiatan Pembelajaran 1

24

3. Perilaku Moral

Sikap seseorang erat kaitannya dengan perilaku yang diartikan sebagai tindakan seseorang dalam situasi tertentu. Sikap dan perilaku seseorang berkaitan erat karena sikap merupakan penyuluh atau pengarah perilaku, sehingga perilaku seseorang didasarkan atas sikap yang diyakininya. Sebagai penyuluh sikap merupakan keutuhan perasaan, keyakinan, dan kecenderungan bertindak seseorang terhadap obyek tertentu. Perbedaan sikap orang yang satu dengan yang lainnya menunjukkan bahwa terdapat perbedaan senang atau tidak senang, setuju atau tidak setuju, dan positif atau negatif.

Berdasarkan hal-hal tersebut di atas bahwa setiap nilai-nilai Pancasila yang menjadi butir-butir materi pembelajaran mengandung perilaku moral. Misalnya, nilai kejujuran dapat dirinci menjadi butir-butir materi perilaku moral sebagai berikut:

a. Kemampuan bersikap dan berlaku jujur b. Kemauan untuk senantiasa berusaha jujur

c. Kebiasaan untuk selalu bersikap dan berbuat jujur

D. Aktivitas Pembelajaran

Dalam aktivitas pembelajaran kegiatan pembelajaran 1 ini, peserta yang mengikuti moda tatap muka penuh melakukan aktivitas pembelajaran pada point 1. Sedangkan bagi peserta yang mengikuti model In-On-In melakukan aktivitas pembelajaran pada point 2.

1. Aktivitas Pembelajaran Tatap Muka Penuh

Untuk mengasah dan memantapkan penguasaan materi “Aspek nilai-nilai Pancasila dalam PPKn”, maka peserta perlu mengikuti aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh Instruktur sebagai berikut.

1) Kegiatan Pendahuluan

a. Memberikan motivasi peserta diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dan kebermaknaan mempelajari materi modul “Aspek nilai-nilai Pancasila dalam PPKn”.

b. Menginformasikan judul modul, lingkup kegiatan pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai pada modul ini.


(37)

PPKn SMP KK D

25

c. Menyampaikan skenario kerja diklat dan gambaran tugas serta tagihan hasil

kerja sebagai indikator capaian kompetensi peserta dalam penguasaan materi modul baik yang dikerjakan secara individual atau kelompok.

d. Mempersilahkan peserta diklat (secara individual) membaca cerdas terhadap materi modul

e. Membagi peserta diklat ke dalam beberapa kelompok (sesuai dengan keperluan);

f. Mempersilahkan kelompok untuk berdiskusi tentang materi latihan/kasus/tugas (LK.1.1) sebagaimana yang telah dipersiapkan di dalam modul. Diskusi dilakukan dengan kerjasama setiap anggota kelompok, berani mengemukakan pendapat, menghargai pendapat yang berbeda serta berkomitmen atas keputusan hasil yang dicapai oleh kelompok.

2) Kegiatan Inti

a. Presentasi kelompok, pertanyaan, saran dan komentar. b. Penyampaian hasil diskusi;

c. Peserta berani memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok

3) Kegiatan Penutup

a. Menyimpulkan hasil pembelajaran

b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut

2. Aktivitas Pembelajaran In-On-In

Untuk mengasah dan memantapkan penguasaan materi “Aspek nilai-nilai Pancasila dalam PPKn”, maka Peserta perlu mengikuti aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh Instruktur sebagai berikut.

1) Kegiatan In 1

a. Memberikan motivasi peserta diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dan kebermaknaan mempelajari materi modul “Aspek nilai-nilai Pancasila dalam PPKn”.

b. Menginformasikan judul modul, lingkup kegiatan pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai pada modul ini.


(38)

Kegiatan Pembelajaran 1

26

c. Menyampaikan skenario kerja diklat dan gambaran tugas serta tagihan hasil kerja sebagai indikator capaian kompetensi peserta dalam penguasaan materi modul yang dikerjakan secara individual

d. Mempersilahkan peserta diklat (secara individual) membaca cerdas dan kerja keras(Mandiri) memahami terhadap materi modul

e. Berdiskusi bersama tentang Latihan/ kasus (LK.1.1) yang telah disediakan 2) Kegiatan On

Peserta diklat mengerjakan latihan/tugas (LK.1.2) secara individu sebagaimana yang telah dipersiapkan di dalam modul. Dengan harapan peserta diklat dengan berani mengemukakan pendapat, bekerja keras (Mandiri) dalam mengerjakan LK yang ada.

3) Kegiatan In 2

a. Peserta diklat mempresentasikan hasil LK yang dikerjakan dan pertanyaan, saran dan komentar.

b. Peserta berani memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya dan menghargai pendapat peserta lain

c. Menyimpulkan hasil pembelajaran

d. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. e. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran f. Merencanakan kegiatan tindak lanjut


(39)

PPKn SMP KK D

27

E. Latihan/Kasus/Tugas

Setelah membaca dengan cermat seluruh uraian di atas, kini tiba saatnya anda meningkatkan pemahaman dengan mengerjakan latihan berikut. Anda dapat mengerjakan latihan secara individual atau bersama dengan teman anda. Lakukan kegiatan sebagai berikut.

1. Lembar Kerja

AKTIVITAS : Pengembangan Butir Soal Penilaian Berbasis Kelas LK 1 Menyusun Soal USBN/penilaian berbasis kelas

Prosedur Kerja

1. Bacalah bahan bacaan berupa Modul Pengembangan Penilaian di Modul D Kelompok Kompetensi Pedagogik pada Kegiatan Pembelajaran 16

2. Pelajari kisi-kisi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan seperti pada saran penggunaan modul E.4

3. Buatlah kisi-kisi soal USBN pada lingkup materi yang dipelajari sesuai format berikut. (Sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah anda)

KISI-KISI PENULISAN SOAL TES PRESTASI AKADEMIK

a. Kurikulum 2006

Jenis Sekolah : SMP/MTs Mata Pelajaran : PPKn

No. Urut

Standar Kompetensi

Kompetensi Dasar

Bahan

Kelas Materi Indikator Bentuk Soal

1

PG dan Essay Level Pengetahuan dan Pemahaman

2 PG dan Essay Level

Aplikasi

3 PG dan Essay Level


(40)

Kegiatan Pembelajaran 1

28

b. Kurikulum 2013

Jenis Sekolah : SMP/MTs Mata Pelajaran : PPKn

No.

Urut Kompetensi Dasar

Bahan

Kelas Materi Indikator Bentuk Soal

1 VIII

Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila

PG dan Essay Level

Pengetahuan dan Pemahaman

2 VIII

Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila

PG dan Essay Level Aplikasi

3 VIII

Nilai-nilai dan moral dalam Pancasila

PG dan Essay Level Penalaran

4. Berdasarkan kisi-kisi diatas, buatlah soal USBN pada lingkup materi yang dipelajari pada modul ini.

5. Kembangkan soal-soal yang sesuai dengan konsep HOTs. 6. Kembangkan soal Pilhan Ganda (PG) sebanyak 3 Soal 7. Kembangkan soal uraian (Essay) sebanyak 3 Soal.

KARTU SOAL Jenjang : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : PPKn

Kelas :

Kompetensi :

Level : Pengetahuan dan Pemahaman

Materi :

Bentuk Soal : Pilihan Ganda/Essay

BAGIAN SOAL DISINI


(41)

PPKn SMP KK D

29

AKTIVITAS : Membuat rincian konsep moral, sikap moral dan perilaku moral berkaitan dengan nilai kedisplinan

LK.1.1. Konsep moral, sikap moral dan perilaku moral dikaitkan dengan nilai kedisplinan

Prosedur Kerja :

1. Bacalah dengan cermat uraian materi konsep moral, sikap moral dan perilaku moral

2. Carilah dari berbagai sumber dan media yang relevan tentang konsep moral, sikap moral dan perilaku moral

3. Buatlah minimal 5 rincian konsep moral, sikap moral dan perilaku moral yang berkaitan dengan nilai kedisplinan ke dalam tabel 1.1

4. Presentasikan hasil diskusi tiap kelompok

NO. ASPEK NILAI-NILAI PANCASILA DALAM

PPKN RINCIAN

1. Konsep Moral 1. ...

2. ... 3. ... 4. ... 5. ...

2. Sikap Moral 1. ...

2. ... 3. ... 4. ... 5. ... 3. Perilaku Moral 1. ... 2. ... 3. ... 4. ... 5. ...


(42)

Kegiatan Pembelajaran 1

30

AKTIVITAS : Mengidentifikasi nilai-nilai konsep moral, sikap moral dan perilaku moral yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

LK.1.2. Nilai-nilai konsep moral, sikap moral dan perilaku moral dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

Prosedur Kerja :

1. Bacalah dengan cermat uraian materi konsep moral, sikap moral dan perilaku moral

2. Carilah dari berbagai sumber dan media yang relevan tentang konsep moral, sikap moral dan perilaku moral

3. Amatilah Lingkungan sekitar (keluarga, sekolah dan masyarakat)

4. Identifikasilah nilai-nilai konsep moral, sikap moral dan perilaku moral apa saja yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ke dalam tabel 1.2.

5. Presentasikan hasil kerja Saudara NO. ASPEK NILAI-NILAI PANCASILA

DALAM PPKN NILAI-NILAI YANG DITERAPKAN

1. Konsep Moral a. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... b. Lingkungan Sekolah ... ... ... ... ... c. Lingkungan Masyarakat

... ... ... ... ...

2. Sikap Moral a. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... b. Lingkungan Sekolah


(43)

PPKn SMP KK D

31

NO. ASPEK NILAI-NILAI PANCASILA

DALAM PPKN NILAI-NILAI YANG DITERAPKAN

... ... ... ... ... c. Lingkungan Masyarakat

... ... ... ... ... 3. Perilaku Moral a. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... b. Lingkungan Sekolah ... ... ... ... ... c. Lingkungan Masyarakat

... ... ... ... ...

2. Tes Formatif

AKTIVITAS : Mengerjakan Tes Formatif

1. Istilah moral mengandung makna integritas pribadi manusia, yaitu ... a. Harkat dan martabat seseorang

b. Perasaan dan ekspresi seseorang c. Sikap dan tindakan seseorang d. Kepercayaan diri seseorang

2. Sikap mempunyai tiga aspek utama, yaitu ...

a. Berpikir, bersikap dan berkepribadian yang selalu baik b. Berpikir, bertindak dan bersikap baik dalam situasi apapun

c. Berpikir, bertindak dan merasakan dalam situasi yang berbeda-beda d. Berpikir, bersemangat dan merasakan dalam situasi yang berbeda-beda


(44)

Kegiatan Pembelajaran 1

32

3. Sikap seseorang erat kaitannya dengan perilaku yang diartikan sebagai ... a. Tindakan seseorang dalam situasi tertentu

b. Kesiapan mental seseorang c. Kepribadian seseorang d. Kepatuhan seseorang

2. Yang merupakan ukuran dari suatu nilai dan norma dalam kehidupan pribadi dan sosial manusia adalah ...

a. Moral b. Nilai Moral c. Sikap Moral d. Perilaku Moral

3. Nilai kedisplinan dapat dirinci menjadi butir-butir materi perilaku moral, yaitu ... a. Kesadaran perlunya disiplin

b. Kemampuan bersikap dan berlaku disiplin c. Penilaian diri sendiri mengenai kedisiplinan

d. Rasa percaya diri untuk senantiasa berlaku disiplin

F. Rangkuman

Setelah semua kegiatan latihan Anda kerjakan, ada baiknya Anda membuat rangkuman dan butir-butir yang telah Anda capai. Anda dapat mencocokkan rangkuman Anda dengan rangkuman berikut ini.

1. Setiap nilai Pancasila yang telah dirumuskan sebagai butir materi Pendidikan Kewarganegaraan pada dasarnya harus memiliki aspek konsep moral, sikap moral, dan perilaku moral.

2. Moral merupakan ukuran nilai dan norma dalam kehidupan pribadi dan sosial manusia, juga merupakan perwujudan kesetiaan dan kepatuhan manusia dalam mengemban nilai dan norma.

3. Sikap mempunyai karakteristik yang mengandung kegiatan berpikir, bertindak, dan merasakan dalam situasi yang berbeda-beda.

4. Rasa percaya diri menunjukkan bahwa dirinya memiliki sikap untuk mampu mengambil keputusan yang tercermin baik dalam ucapan maupun tindakan.


(45)

PPKn SMP KK D

33

5. Nilai merupakan keyakinan seseorang yang bersifat mengikat sebagai

landasan menetapkan hal-hal yang baik dan buruk untuk menentukan pilihan perilaku yang sesuai dan tidak sesuai dengan keyakinan itu.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

Setelah mempelajari kegiatan pembelajaran 1 ini, Bapak/Ibu secara otomatis telah mempelajari nilai-nilai pendidikan karakter yang telah terinfus dalam materi dan aktivitas pembelajaran. Adapun nilai-nilai tersebut antara lain : Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong royong dan Integritas.

Kemudian cocokkanlah jawaban Anda dengan kunci jawaban yang terdapat di bagian akhir modul ini. Hitunglah jawaban yang benar, gunakan rumus berikut untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi Kegiatan Pembelajaran 1.

Arti tingkat penguasaan: 90 – 100% = baik sekali 80 – 89% = baik 70 – 79% = cukup < 70% = kurang

Apabila mencapai tingkat penguasaan 80% atau lebih maka Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Pembelajaran 2, jika masih di bawah 80% Anda harus mengulangi materi Kegiatan Pembelajaran 1, terutama yang belum dikuasai.

����������������� =�����ℎ������������


(46)

Kegiatan Pembelajaran 1


(47)

PPKn SMP KK D

35

Kegiatan Pembelajaran 2

Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara dan

Pandangan Hidup Bangsa

A. Tujuan

Melalui kegiatan membaca dan berdiskusi, peserta diklat dapat menguraikan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bagi bangsa Indonesia dengan benar

B. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Menguraikan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara bagi bangsa Indonesia

2. Menguraikan pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia

C. Uraian Materi

1. Pentingnya Pancasila Sebagai Dasar Negara Bagi Bangsa

Indonesia

Pancasila sebagai dasar negara memiliki peranan yang sangat penting dalam kehidupan bernegara. Pancasila sebagai dasar negara dan dasar dari segala hukum yang ada di Indonesia dapat diartikan bahwa setiap perundang-undangan yang ada di bawahnya tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan dijadikan dasar dalam mengatur penyelenggaraan pemerintahan negara.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara itu memberikan pengertian bahwa negara Indonesia adalah negara Pancasila. Hal itu mengandung arti bahwa negara harus tunduk kepadanya, membela dan melaksanakannya dalam seluruh peraturan perundang-undangan seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Setiap sila (dasar/ azas) memiliki hubungan yang


(48)

Kegiatan Pembelajaran 2

36

saling mengikat dan menjiwai satu sama lain sedemikian rupa hingga tidak dapat dipisah-pisahkan.

Pancasila sebagai dasar negara bermakna:

(1) Sebagai sumber kaidah hukum konstitusional yang mengatur negara Repunlik Indonesia beserta seluruh unsur-unsurnya, yaitu rakyat, wilayah dan pemerintah

(2) Mempunyai kekuatan mengikat secara hukum. Maksudnya seluruh tatanan hidup bernegara yang bertentangan dengan Pancasila sebagai kaidah hukum konstitusional, pada dasarnya tidak berlaku dan harus dicabut. Sebagai dasar negara, Pancasila telah terkait dengan struktur kekuasaan secara formal

(3) Meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum yang menguasai hukum dasar negara, baik hukum dasar tertulis yang berwujud Undang-Undang Dasar maupun hukum dasar tidak tertulis yang tumbuh dalam praktik penyelenggaraan negara

Pancasila sebagai dasar negara sekaligus sebagai sumber dari segala sumber tertib hukum, maka Pancasila tercantum dalam ketentuan tertinggi Pembukaan UUD 1945, yang kemudian dijelmakan atau dijabarkan lebih lanjut dalam pokok-pokok pikiran, yang meliputi suasana kebatinan dari UUD 1945, yang pada akhirnya dikonkritkan atau dijabarkan dalam pasal-pasal UUD 1945, serta hukum positif lainnya.

2. Pentingnya Pancasila Sebagai Pandangan Hidup Bangsa

Pancasila sebagai pandangan hidup mampu memberikan arah pada perilaku masyarakat Indonesia yag sesuai dengan nilai luhur yang diyakini kebenarannya. Manfaat pancasila sebagai pandangan hidup adalah sebagai berikut :

1. Bangsa Indonesia menjadi bangsa yang dapat berdiri kokoh sebagai bangsa merdeka dan berdaulat.

2. Sebagai pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi.

3. Sebagai pedoman membangun dirinya sendiri dan hubungan denganbangsa lain.

4. Kerangka acuan baik untuk menata kehidupan diri pribadi maupun dalaminteraksi antar manusia dalam masyarakat serta alam sekitarnya


(49)

PPKn SMP KK D

37

5. Penuntun dan penunjuk arah bagi bangsa Indonesia dalam semuakegiatan

dan aktivitas hidup serta kehidupan di segala bidang.

Bangsa Indonesia mewarisi nilai budaya yang melandasi tata kehidupannya. Pandangan hidup yang tertuang pada nilai Pancasila yang menjadi keyakinan dan pandangan hidup bangsa Indonesia terutama :

1. Keyakinan adanya Tuhan Yang Maha Esa sebagai Maha Pencipta Semesta, pengayom alam semesta. Kepada-Nya manusia menaruh kepercayaan dan harapan bagi hidup di dunia dan sesudah mati. Inilah asas kehidupan ketuhanan dan keagamaan

2. Asas kekeluargaan, cinta kebersamaan sebagi satu keluarga, ayah, ibu, anak-anak. Cinta dan kekeluargaan ini menjadi dasar terbentuknya masyarakat, kesatuan dan kerukunan.

3. Asas musyawarah mufakat : kebersamaan adalah kumpulan banyak pribadi, warga, dan keluarga. Keinginan dan kemampuan warga masyarakat berbeda-beda. Supaya mereka tetap rukun bersatu, keputusan ditetapkan atas dasar musyawarah mufakat.

4. Asas gotong royong : kebersamaan memikul beban tanggung jawab demi kepentingan bersama. Keputusan yang ditetapkan atas asas musyawarah mufakat untuk kebersamaan adalah tanggung jawab bersama. Jadi dilaksanakan bersama, secara gotong royong oleh dan untuk kedudukan bersama.

5. Asas tenggang rasa atau “tepo silero” : saling menghayati keadaan dan perasaan antar warga, antar pribadi, asas saling menghargai dan menghormati dalam keragaman dan perbedaan. Saling menghormati hak, pendapat, keyakinan dan agama masing-masing demi terpeliharanya kesatuan dan keharmonisan hidup bersama.

Keluhuran nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapat dilihat secara nyata pada semangat gotong royong dan asas kekeluargaan yang ada dalam kehidupan masyarakat. Negara Indonesia tidak mempersatukan diri dengan golongan yang terbesar atau bagian yang terkuat dalam masyarakat, baik politik, ekonomis, maupun sosio-kultural. Negara menempatkan diri di atas semua golongan dan semua bagian masyarakat, dan mempersatukan diri


(50)

Kegiatan Pembelajaran 2

38

dengan seluruh lapisan masyarakat. Rakyat tidak untuk negara, tetapi negara adalah untuk rakyat, sebab pengambilan keputusan selalu digunakan asas musyawarah untuk mufakat.

Selanjutnya, struktur kejiwaan bangsa Indonesia mengakui, menghormati, serta menjunjung tinggi hak dan kewajiban tiap manusia, tiap golongan dan tiap bagian masyarakat. Sebaliknya, setiap anggota masyarakat, setiap golongan dan setiap bagian sadar akan kedudukannya sebagai bagian organik dari masyarakat seluruhnya, dan oleh karena itu wajib meneguhkan kehidupan yang harmonis antara semua bagian.

D. Aktivitas Pembelajaran

Dalam aktivitas pembelajaran kegiatan pembelajaran 2 ini, peserta yang mengikuti moda tatap muka penuh melakukan aktivitas pembelajaran pada point 1. Sedangkan bagi peserta yang mengikuti model In-On-In melakukan aktivitas pembelajaran pada point 2.

1. Aktivitas Pembelajaran Tatap Muka Penuh

Untuk mengasah dan memantapkan penguasaan materi “Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa”, maka peserta perlu mengikuti aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh Instruktur sebagai berikut. 1) Kegiatan Pendahuluan

a. Memberikan motivasi peserta diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dan kebermaknaan mempelajari materi modul “Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa”.

b. Menginformasikan judul modul, lingkup kegiatan pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai pada modul ini.

c. Menyampaikan skenario kerja diklat dan gambaran tugas serta tagihan hasil kerja sebagai indikator capaian kompetensi peserta dalam penguasaan materi modul baik yang dikerjakan secara individual atau kelompok.

d. Mempersilahkan peserta diklat (secara individual) membaca cerdas terhadap materi modul


(51)

PPKn SMP KK D

39

e. Membagi peserta diklat ke dalam beberapa kelompok (sesuai dengan

keperluan);

f. Mempersilahkan kelompok untuk berdiskusi tentang materi latihan/kasus/tugas (LK 2.1) sebagaimana yang telah dipersiapkan di dalam modul. Diskusi dilakukan dengan kerjasama setiap anggota kelompok, berani mengemukakan pendapat, menghargai pendapat yang berbeda serta berkomitmen atas keputusan hasil yang dicapai oleh kelompok.

2) Kegiatan Inti

a. Presentasi kelompok, pertanyaan, saran dan komentar. b. Penyampaian hasil diskusi;

c. Peserta berani memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya pada diskusi dan kerja kelompok

3) Kegiatan Penutup

a. Menyimpulkan hasil pembelajaran

b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. c. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran d. Merencanakan kegiatan tindak lanjut

2. Aktivitas Pembelajaran In-On-In

Untuk mengasah dan memantapkan penguasaan materi “Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa”, maka Peserta perlu mengikuti aktivitas pembelajaran yang dipandu oleh Instruktur sebagai berikut. 1) Kegiatan In 1

a. Memberikan motivasi peserta diklat untuk mengikuti proses pembelajaran dan kebermaknaan mempelajari materi modul “Pentingnya Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa”.

b. Menginformasikan judul modul, lingkup kegiatan pembelajaran dan tujuan yang hendak dicapai pada modul ini.

c. Menyampaikan skenario kerja diklat dan gambaran tugas serta tagihan hasil kerja sebagai indikator capaian kompetensi peserta dalam penguasaan materi modul yang dikerjakan secara individual

d. Mempersilahkan peserta diklat (secara individual) membaca cerdas dan kerja keras(Mandiri) memahami terhadap materi modul


(52)

Kegiatan Pembelajaran 2

40

e. Berdiskusi bersama tentang Latihan/ kasus LK (2.1) yang telah disediakan 2) Kegiatan On

Peserta diklat mengerjakan latihan/tugas (LK 2.2) secara individu sebagaimana yang telah dipersiapkan di dalam modul. Dengan harapan peserta diklat dengan berani mengemukakan pendapat, bekerja keras (Mandiri) dalam mengerjakan LK yang ada.

3) Kegiatan In 2

a. Peserta diklat mempresentasikan hasil LK yang dikerjakan dan pertanyaan, saran dan komentar.

b. Peserta berani memberikan klarifikasi berdasarkan hasil pengamatannya dan menghargai pendapat peserta lain

c. Menyimpulkan hasil pembelajaran

d. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan. e. Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran

f. Merencanakan kegiatan tindak lanjut

E. Latihan/ Kasus /Tugas

Setelah membaca dengan cermat seluruh uraian di atas serta mengerjakan tugas diskusi yang diberikan pada kegiatan belajar, kini tiba saatnya anda meningkatkan pemahaman dengan mengerjakan latihan berikut.

1. Lembar Kerja

AKTIVITAS: Pengembangan Butir Soal Penilaian Berbasis Kelas LK 2 Menyusun Soal USBN/Penilaian Berbasis Kelas

Prosedur Kerja

1. Bacalah bahan bacaan berupa Modul Pengembangan Penilaian di Modul D Kelompok Kompetensi Pedagogik pada Kegiatan Pembelajaran 16

2. Pelajari kisi-kisi yang dikeluarkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan seperti pada saran penggunaan modul E.4

3. Buatlah kisi-kisi soal USBN pada lingkup materi yang dipelajari sesuai format berikut. (Sesuaikan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah anda)


(53)

PPKn SMP KK D

41

KISI-KISI PENULISAN SOAL TES PRESTASI AKADEMIK

a. Kurikulum 2006

Jenis Sekolah : SMP/MTs Mata Pelajaran : PPKn

No. Urut Standar Kompeten si Kompeten si Dasar Bahan

Kelas Materi Indikator

Bentuk Soal

1 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa PG dan Essay Level Pengetah uan dan Pemaham an

2 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa PG dan Essay Level Aplikasi

3 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa PG dan Essay Level Penalaran

b. Kurikulum 2013 Jenis Sekolah : SMP/MTs Mata Pelajaran : PPKn

No.

Urut Kompetensi Dasar

Bahan

Kelas Materi Indikator Bentuk Soal

1 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup

bangsa

PG dan Essay Level

Pengetahuan dan

Pemahaman

2 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup

bangsa

PG dan Essay Level Aplikasi

3 VIII

Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup

bangsa

PG dan Essay Level

Penalaran

4. Berdasarkan kisi-kisi diatas, buatlah soal USBN pada lingkup materi yang 5. dipelajari pada modul ini.


(54)

Kegiatan Pembelajaran 2

42

6. Kembangkan soal-soal yang sesuai dengan konsep HOTs. 7. Kembangkan soal Pilhan Ganda (PG) sebanyak 3 Soal 8. Kembangkan soal uraian (Essay) sebanyak 3 Soal.

KARTU SOAL Jenjang : Sekolah Menengah Pertama Mata Pelajaran : PPKn

Kelas :

Kompetensi :

Level : Pengetahuan dan Pemahaman

Materi :

Bentuk Soal : Pilihan Ganda/Essay

BAGIAN SOAL DISINI

Kunci Jawaban :

AKTIVITAS : Menguraikan pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

LK 2.1 Pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

Prosedur Kerja :

1. Bacalah dengan cermat uraian materi pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

2. Carilah dari berbagai sumber dan media yang relevan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

3. Buatlah uraian pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa ke dalam tabel 2.1


(55)

PPKn SMP KK D

43

No Aspek Informasi Uraian

1. Pengertian dasar Negara

...

2. Pentingnya Pancasila sebagai dasar Negara

... ... 3. Akibat tidak memiliki

dasar Negara

... ... 4. Pengertian

pandangan hidup

...

5. Pentingnya Pancasila sebagai pandangan hidup

... ...

6. Akibat tidak memiliki pandangan hidup

... ...

AKTIVITAS : Mengidentifikasi perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

LK 2.2 Perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat

Prosedur Kerja :

1. Bacalah dengan cermat uraian materi pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

2. Carilah dari berbagai sumber dan media yang relevan tentang pentingnya Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

3. Amatilah Lingkungan sekitar (keluarga, sekolah dan masyarakat)

4. Identifikasilah contoh perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dalam lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat ke dalam tabel 2.2


(56)

Kegiatan Pembelajaran 2

44

NO. ASPEK NILAI-NILAI PANCASILA

DALAM PPKN NILAI-NILAI YANG DITERAPKAN

1. Konsep Moral d. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... e. Lingkungan Sekolah ... ... ... ... ... f. Lingkungan Masyarakat

... ... ... ... ...

2. Sikap Moral d. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... e. Lingkungan Sekolah ... ... ... ... ... f. Lingkungan Masyarakat

... ... ... ... ... 3. Perilaku Moral d. Lingkungan Keluarga

... ... ... ... ... e. Lingkungan Sekolah ... ... ... ... ... f. Lingkungan Masyarakat


(57)

PPKn SMP KK D

45

NO. ASPEK NILAI-NILAI PANCASILA

DALAM PPKN NILAI-NILAI YANG DITERAPKAN

... ... ... ... ...

2. Tes Formatif

AKTIVITAS : Mengerjakan Tes Formatif

1. Pancasila sebagai sebuah dasar negara memuat sebuah nilai dasar, yakni ... a. nilai yang terwujud dalam kehidupan sosial masyarakat

b. nilai yang terwujud dalam kehidupan hukum pemerintahan c. nilai yang berasal dari budaya atau kultur bangsa Indonesia

d. nilai yang tercermin dalam setiap kehidupan nyata rakyat Indonesia

2. Yang bukan termasuk makna Pancasila sebagai dasar negara dalam kehidupan bernegara adalah ...

a. Sebagai sumber kaidah hukum konstitusional b. Mempunyai kekuatan mengikat secara hukum c. Meliputi suasana kebatinan atau cita-cita hukum

d. Sebagai pemberi arah pada perilaku masyarakat Indonesia 3. Manfaat Pancasila sebagai pandangan hidup adalah ...

a. Sebagai pedoman pemecahan permasalahan yang dihadapi b. Sebagai dasar dalam mengatur penyelenggaraan pemerintahan

c. Sebagai hukum dasar tidak tertulis yang tumbuh dalam praktik penyelenggaraan negara

d. Negara tunduk kepadanya, membela serta melaksanakannya dalam seluruh peraturan perundangan-undangan

4. Keluhuran nilai-nilai Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa dapat dilihat secara nyata pada ...

a. Semangat gotong royong dan asas kekeluargaan b. Asas tenggang rasa dan semangat gotong royong c. Musyawarah mufakat dan asas kekeluargaan d. Asas tenggang rasa dan musyawarah mufakat


(1)

PPKn SMP KK D

301

tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 58 Tahun 2014 tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama/ Madrasah Tsanawiyah .

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 62 Tahun 2014 tentang Kegiatan Ekstrakurikuler pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 63 Tahun 2014 tentang Pendidikan Kepramukaan sebagai Kegiatan Ekstrakurikuler Wajib pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 64 Tahun 2014 tentang Peminatan pada Pendidikan Menengah.

Republik Indonesia, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan No. 65 Tahun 2014 tentang Buku Teks Pelajaran dan Buku Panduan Guru Kurikulum 2013 Kelompok Peminatan Pendidikan Menengah yang Memenuhi Syarat Kelayakan untuk Digunakan dalam Pembelajaran

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pengembangan Profesi Pendidik, Tim. 2014. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014. Jakarta: Kemendikbud.

Supandi, 2015, Materi Pelatihan Kurikulum Tahun 2013 , Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pengembangan Profesi Pendidik,. Jakarta:


(2)

Daftar Pustaka

302

Kemendikbud

Permendikbud Nomor 103 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembalajaran pada Pendidikan Dasar dan Menengah.

https://id.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_saintifik

AECT, (1977), The Definition of Educational Technology. Association For Educational Communication and Technology.

Al-Hakim, S. 1985. Media Pembelajaran Pendidikan Moral Pancasila. Malang: Proyek OPF IKIP Malang.

Al-Hakim, S. 2010. Media Pembelajaran Berbasis Pembudayaan Nilai-Nilai Pancasila. Malang. UM Press.

Al-Hakim, S. 2011. Media Pembelajaran dan Sumber Belajar. Makalah Disajikan pada Workshop Pembudayaan Nilai-nilai Pancasila (PNP) Berbasis Pendidikan Karakter Bangsa Bagi Guru Sekolah Dasar Di Jawa Timur. Batu, Tanggal 14 s/d 16 Nopember 2011

Depdiknas. 2004. Pedoman Merancang Sumber Belajar. Jakarta.

Musfiqon. 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta. Prestasi Pustaka.

Pudjantoro, P. 2012. Media Pembelajaran PPKn. Malang. Panitia Sertifikasi Guru 115.

Sanjaya, W. 2009. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta, Penerbit Kecana.

Sukarnyawa, 2002 Penelitian Tindakan Kelas, Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Proyek Peningkatan Pusat Pengembangan Penataran Guru IPS dan PMP Malang,

Moleong, Lexy. J, 2000, Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Rajawali

https://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/21/penelitian-tindakan-kelas-part-ii/)

http://ainamulyana.blogspot.co.id/2015/03/pengertian-penelitian-tindakan-kelas.html


(3)

PPKn SMP KK D

303

Glosarium

Akulturasi adalah percampuran dua kebudayaan atau lebih yg saling bertemu dan saling mempengaruhi; Proses masuknya pengaruh kebudayaan asing dl suatu masyarakat, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau banyak unsur kebudayaan asing itu, dan sebagian berusaha menolak pengaruh itu BPUPKI adalah Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia,

badan yang mempersiapkan terbentuknya NKRI

Indikator perilaku yang dapat diukur dan atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran

Kegiatan inti proses pembelajaran untuk mencapai KD.

Kegiatan pembelajaran terdiri atas pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup Kegiatan pendahuluan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang

ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran

Kegiatan penutup kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktifitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut

Kompetensi kemampuan bersikap, berpikir, dan bertindak secara Merefleksi adalah mencerminkan: kata atau ucapan seseorang

Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya, baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintahan yang berada di wilayah tersebut

Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) adalah panitia yang bertugas untuk mempersiapkan kemerdekaan Indonesia

Pluralisme adalah keadaan masyarakat yg majemuk (bersangkutan dengan sistem sosial dan politiknya); beraneka macam kebudayaan

Sosio-politis adalah berhubungan dengan masyarakat yang bersifat politik.

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 adalah hukum dasar tertulis (basic law) konstitusi pemerintahan Negara Republik Indonesia saat ini


(4)

Glosarium


(5)

(6)