Pengaruh model pembelajaran berbasis masalah terhadap kompetensi sains siswa pada materi laju reaksi

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS
MASALAH TERHADAP KOMPETENSI SAINS SISWA
PADA MATERI LAJU REAKSI
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah
Satu Syarat Mencapai Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh
DEDE FITRIANI
1110016200012

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015

LEMBAR PENGESAHAN

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH
TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI SAINS SISWA PADA MATERI
LAJU REAKSI

Skripsi
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif
Hidayatullah Jakartauntuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Oleh:
DtrDE FITRIANI
NIM. 1110016200012
Dibawah bimbingan

Pembimbing I

:

Pembimbing

II

U*(*
Burhanudin Milama M.Pd
NIP. 19770201 200801 1 001

Dedi Irwandi. M.Si
NrP. f9710528 200003 1002

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA
2015

n

LEMBAR PBNGESAHAN

Skripsi befudul Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap

Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi disusun oleh DEDE

FITRIANI, NIM 1110016200012, diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah

dan

Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan LULUS dalam

ujian munaqasyah pada tanggal 17 Februai 2015 dihadapan dewan penguji.
Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) dalam
bidang Pendidikan Kimia.
Jakarta,

l7 Februari

2015

Panitia Ujian Munaqasyah
Tanggal
Ketua Panitia (Ketua Prodi Pendidikan Kimia),
Dedi Irwandi. M.Si.
NrP. 19710528 200003 l 002

Penguji I,
Tonih Feronik?. M,P4.
NIP. 19760107200501 1 007

3l\u*zor

j,fdarw'Yg

Penguji II,

Dewi Murniati. M.Si.

2

Vktre,t ?A9

Mengetahui,
Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

NIP. 19591020 198603 2 001

ilt

D4tEL"l .-

KEIIENTERIAN AGAiIA
UIN JITKARTA
FITK
.il. k- H" JtNtu lb
CWr''{ ter2 bturF{ia

:
Terbit :
No- Revr'si: :

01

Hal

1t1

No.

FORm

tbkumen

Tgl.

FRI

FffK-FR-AKIX)63

1 Maret 2010

SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI

Saya yang bertanda tangan

dibawah ini,

Fifiani

Nama

Dede

Tempat/Tgl.Lahir

Bogor/08 April 1992

NIM

1110016200012

Jurusar/Prodi

Pendidikan IPA/ Pendidikan Kimia

Judul S*ripsi

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah terhadap
Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi

DosenPembimbing

:

1.

Btrhanudin Milama M.Pd

2. Dedi Irwandi,

M.Si

dengan ini menyatakan bahwa skripsi yang saya buat benar-benar hasil karya sendiri dan
saya bertanggung jawab secara akademis atas a1m yang saya tulis.

Pemyataan ini dibuat sebagai salah satu

syarat

Ujian Munaqasah-

Jakarta 07 Februari 2015

NrM. 1110016200012

TV

ABSTRAK
Dede Fitriani, 1110016200012, “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis
Masalah terhadap Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi”.
Skripsi, Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran
berbasis masalah terhadap kompetensi sains siswa pada materi laju reaksi.
Kompetensi sains merupakan salah satu dimensi dari literasi sains. Penelitian ini
dilakukan di SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan pada semester ganjil tahun
pelajaran 2014/2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen
dengan desain nonequivalent control group design. Pengambilan sampel
dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Sampel dalam
penelitian adalah siswa kelas XI MIA 1 sebagai kelompok eksperimen dengan
menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan siswa kelas XI MIA 4
sebagai kelompok kontrol dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
Sampel pada setiap kelompok berjumlah 34 orang. Pengambilan data dilakukan
dengan menggunakan tes essai kompetensi sains siswa. Analisis data
menggunakan uji-t diperoleh thitung sebesar 8,27 dan ttabel pada taraf signifikansi
0,05 sebesar 1,99, maka thitung > ttabel. Maka dapat disimpulkan H0 ditolak dan H1
diterima. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis
masalah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kompetensi sains siswa
pada materi laju reaksi.

Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kompetensi Sains, Laju
Reaksi

v

ABSTRACT
Dede Fitriani, 1110016200012, “The Effect of Problem Based Learning
Model on Students Science Competency in Reaction Rate Material”, Skripsi
of Chemistry Education Studies Program, Department of Science Education,
Faculty of Tarbiyah and Teachers Training, State Islamic University Syarif
Hidayatullah Jakarta.
This study was aimed to know the effect of problem-based learning model
on students science competency in reaction rate material. Science competency is
one of dimension of scientific literacy. This research was conducted at SMAN 8
South Tangerang City in the first semester of the academic year 2014/2015. The
method used was quasi-experimental with nonequivalent control group design.
The sample was taken by using purposive sampling technique. The sample in this
study was the students of class XI MIA 1 as the experimental group using
problem-based learning model and class XI MIA 4 as a control group using
conventional learning. Each group contains of 34 students. The data was taken by
using an essay test of students science competency. The analysis of data used is ttest that obtained tcount value totaled 8.27 and ttable on significant level 0.05 is 1.99,
so that thetcount > ttable. So we can conclude that Ho was refuse and H1 was
accepted. This indicates that the application of problem-based learning model
provides a significant impact on the students science competency in reaction rate
material.

Keywords: Problem Based Learning Model, Science Competency, Reaction Rate.

vi

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT. yang
senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi yang berjudul, “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis
Masalah terhadap Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi”. Shalawat
dan salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW,
beserta keluarga, para sahabat serta para umatnya yang semoga mendapat syafa’at
di yaumul akhir.
Skripsi ini disusun sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana
pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan Pendidikan IPA
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta. Dalam menyelesaikan
skripsi ini tentunya tidak terlepas dari bimbingan, dukungan, dan bantuan dari
berbagai pihak. Oleh sebab itu pada kesempatan ini secara tulus dan dari lubuk
hati yang paling dalam, penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada :
1.

Nurlena Rifa’i, MA. Ph.D. selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan
Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2.

Baiq Hana Susanti, M.Sc. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta

3.

Dedi Irwandi, M.Si.selaku Ketua Program Studi Pendidikan Kimia Jurusan
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan
sekaligus Dosen Pembimbing II. Terima kasih atas segala masukan, saran,
dukungan, dan motivasi selama proses bimbingan. Semoga Allah SWT.
senantiasa melimpahkan keberkahan kepada Bapak.

4.

Burhanudin Milama, M.Pd. selaku Dosen Pembimbing I yang senantiasa
meluangkan waktu, memberikan masukan, saran, dukungan dan motivasi

vii

selama proses bimbingan penyusunan skripsi. Semoga Allah SWT. senantiasa
melimpahkan keberkahan kepada Bapak.
5.

Dosen Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam yang telah memberikan
segala ilmu selama masa perkuliahan. Semoga Allah SWT. memberikan
keberkahan atas ilmu yang telah Bapak/Ibu sampaikan.

6.

Imam Supingi, S.Pd, MM. selaku Kepala SMAN 8 Kota Tangerang Selatan
yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian.

7.

Jejen Maelani, S.Pd. selaku Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum SMAN
8 Kota Tangerang Selatan sekaligus guru mata pelajaran kimia yang telah
memberikan bantuan dan bimbingan selama jalannya proses penelitian.

8.

Para Guru dan Staf SMAN 8 Kota Tangerang Selatanyang selalu memberikan
bantuan dan motivasi selama jalannya proses penelitian.

9.

Teristimewa untuk kedua orang tua saya tercinta yang selalu memberikan
kasih sayang, motivasi, doa dan dukungan baik moril maupun materil yang
tak henti-hentinya dalam proses penyusunan skripsi ini. Semoga Allah SWT.
selalu memberikan keberkahan dan kebahagiaan untuk Bapak dan Ibu.

10. Kedua adik saya Robi dan Faiz beserta keluarga yang selalu memberikan
dukungan, doa, dan motivasi selama proses penyusunan skripsi ini.
11. Aliansyah Saputra yang senantiasa memberikan bantuan, dukungan dan
motivasi yang tak henti-hentinya dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai.
12. Sahabat-sahabat ku tercinta Annisah Aynun Najid, Fauziah Fajru Rachma,
Resti Nurul Farhati, Tiwi Desrina, Fauzia Amina, dan Ida Parwati yang
selama 4 tahun lebih berjuang bersama menjalin persahabatan yang indah,
saling menguatkan dan mendukung saat susah maupun senang.
13. Sahabat pendidikan kimia angkatan 2010 yang tak henti-hentinya pula
memberikan dukungan dan motivasi dalam penyusunan skripsi ini.
14. Siswa-siswi SMA Negeri 8 Kota Tangerang Selatan, khususnya kelas X1
MIA 1 dan XI MIA 4 yang telah menjadi subjek penelitian dan membantu
jalannya proses penelitian.
15. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah
membantu dalam penyusunan skripsi ini.

viii

Akhir kata penulis mengucapkan mohon maaf atas segala kekurangan yang
ada dalam skripsi ini. Oleh sebab itu, penulis memohon saran dan kritik yang
membangunagar dapat lebih baik lagi dalam penyusunan karya tulis di masa yang
akan datang.
Penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca
dan dapat menambah wawasan mengenai Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis
Masalah terhadap Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb

Jakarta, Februari 2015
Penulis

Dede Fitriani

ix

DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .........................................................................................

i

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING ..................................................

ii

LEMBAR PENGESAHAN PENGUJI ............................................................ iii
SURAT PERNYATAAN KARYA SENDIRI ................................................. iv
ABSTRAK ........................................................................................................

v

ABSTRACT ........................................................................................................ vi
KATA PENGANTAR ....................................................................................... vii
DAFTAR ISI ......................................................................................................

x

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xiv
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... xv
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xvi

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN .............................................................................

1

A. Latar Belakang Masalah ................................................................

1

B. Identifikasi Masalah .......................................................................

7

C. Pembatasan Masalah ......................................................................

7

D. Perumusan Masalah .......................................................................

8

E. Tujuan Penelitian ...........................................................................

8

F. Manfaat Penelitian .........................................................................

8

KAJIAN

TEORI,

PENELITIAN

RELEVAN,

KERANGKA

BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS .............................

9

A. Deskripsi Teoritik...........................................................................

9

1. Hakikat Pembelajaran ...............................................................

9

a. Pengertian dan Tujuan Pembelajaran ..................................

9

b. Ciri-ciri Pembelajaran .......................................................... 12
c. Prinsip-prinsip Belajar .......................................................... 14
2. Pembelajaran Sains ................................................................... 15
a. Hakikat Sains ........................................................................ 15

x

b. Tujuan Pembelajaran Sains .................................................. 17
3. Model Pembelajaran Berbasis Masalah .................................... 18
a. Pengertian Model Pembelajaran Berbasis Masalah ............. 18
b. Karakteristik dan Ciri-ciri Model Pembelajaran Berbasis
Masalah ................................................................................ 19
c. Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah .. 21
d. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran
Berbasis Masalah .................................................................. 24
4. Literasi Sains ............................................................................. 26
a. Pengertian Literasi Sains ...................................................... 26
b. Dimensi Literasi Sains.......................................................... 30
1) Berdasarkan PISA Tahun 2000 ....................................... 30
a) Dimensi Konten Sains................................................. 30
b) Dimensi Proses Sains .................................................. 32
c) Dimensi Konteks Sains ............................................... 35
2) Berdasarkan PISA Tahun 2006 ....................................... 36
a) Pengetahuan Ilmiah ..................................................... 36
b) Konteks Sains.............................................................. 37
c) Kompetensi Sains........................................................ 37
d) Sikap ........................................................................... 38
c. Karakteristik Individu yang Memiliki Literasi Sains ........... 39
5. Laju Reaksi dan Orde Reaksi .................................................... 39
a. Laju Reaksi ........................................................................... 39
1) Pengertian Laju Reaksi .................................................... 39
2) Faktor-faktor yang Mempengaruhi Laju Reaksi.............. 40
b. Orde Reaksi .......................................................................... 42
1) Reaksi Orde nol ............................................................... 43
2) Reaksi Orde Satu ............................................................. 43
3) Reaksi Orde Dua .............................................................. 44
B. Penelitian Relevan .......................................................................... 44
C. Kerangka Berpikir .......................................................................... 47

xi

D. Pengajuan Hipotesis ....................................................................... 50

BAB III METODOLOGI PENELITIAN...................................................... 51
A. Tempat dan Waktu Penelitian ........................................................ 51
B. Metode dan Desain Penelitian ....................................................... 51
C. Populasi dan Sampel ...................................................................... 52
D. Alur Penelitian ............................................................................... 53
E. Variabel Penelitian ......................................................................... 56
F. Teknik Pengumpulan Data............................................................. 56
G. Instrumen Penelitian ...................................................................... 57
H. Kalibrasi Instrumen Penelitian....................................................... 59
1. Uji Validitas .............................................................................. 59
2. Uji Reliabilitas .......................................................................... 60
3. Uji Daya Beda ........................................................................... 61
4. Uji Tingkat Kesukaran .............................................................. 62
I. Teknik Analisis Data ..................................................................... 63
1. Uji Prasyarat Analisis Data ....................................................... 63
2. Uji Hipotesis ............................................................................. 63
3. Penilaian Tes Tertulis Literasi Sains ........................................ 64
J. Hipotesis Statistik .......................................................................... 67

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 68
A. Hasil Penelitian .............................................................................. 68
1. Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan
Kelompok Kontrol .................................................................... 68
2. Hasil Posttest Kelompok Eksperimen dan
Kelompok Kontrol .................................................................... . 69
3. Hasil Analisis Data .................................................................... 71
a. Uji Prasyarat Sampel ............................................................ 71
1) Uji Normalitas ................................................................. 71
2) Uji Homogenitas .............................................................. 72

xii

3) Uji Hipotesis .................................................................... 73
b. Uji Prasyarat Analisis ........................................................... 75
1) Uji Normalitas ................................................................. 75
2) Uji Homogenitas .............................................................. 75
3) Uji Hipotesis .................................................................... 76
B. Pembahasan .................................................................................... 77

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 86
A. Kesimpulan .................................................................................... 86
B. Saran .............................................................................................. 86

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 87
LAMPIRAN ....................................................................................................... 92

xiii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1

Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah .........

22

Tabel 2.2

Langkah-langkah Model Pembelajaran Berbasis Masalah .........

23

Tabel 3.1

Desain Penelitian ........................................................................

52

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Tes Essai Materi Laju Reaksi .....................

57

Tabel 3.3

Kriteria Penguasaan Kompetensi Sains Siswa............................

67

Tabel 4.1

Hasil Pretest Kompetensi Sains Siswa Kelompok Eksperimen
dan Kelompok Kontrol ..............................................................

Tabel 4.2

Persentase (%) Indikator Kompetensi Sains Siswa Hasil
Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ............

Tabel 4.3

70

Hasil Uji Normalitas Pretest Kelas XI MIA 1
dan XI MIA 4 ..............................................................................

Tabel 4.6

70

Persentase (%) Indikator Kompetensi Sains Siswa Hasil
Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol ............

Tabel 4.5

69

Hasil Posttest Kompetensi Sains Siswa Kelompok Eksperimen
dan Kelompok Kontrol ..............................................................

Tabel 4.4

68

71

Hasil Uji Homogenitas Pretest Kelas XI MIA 1
dan XI MIA 4 ..............................................................................

72

Tabel 4.7

Hasil Uji-t Pretest Kelas XI MIA 1 dan XI MIA 4 .................... .

73

Tabel 4.8

Hasil

Uji

Normalitas

Posttest

Kelompok

Eksperimen

dan Kontrol. ................................................................................
Tabel 4.9

Tabel 4.10

75

Hasil Uji Homogenitas Posttest Kelompok Eksperimen dan
Kontrol ........................................................................................

76

Hasil Uji-t Posttest Kelompok Eksperimen dan Kontrol............

76

xiv

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1

Kerangka Pikir Penelitian ............................................................ 49

Gambar 4.1

Persentase Posttest

Indikator Kompetensi Sains Siswa

Kelompok Kontrol dan Kelompok Eksperimen .......................... 81

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen.........

92

Lampiran 2

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ...............

113

Lampiran 3

Kisi-kisi Instrumen Tes Kompetensi Sains Siswa ..................

128

Lampiran 4

Soal Pretest dan Posttest ........................................................

179

Lampiran 5

Lembar Kerja Siswa ...............................................................

184

Lampiran 6

Lembar Observasi Aktivitas Mengajar ...................................

203

Lampiran 7

Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa ............................

207

Lampiran 8

Data Hasil Pretest Kelompok Eksperimen dan Kelompok
Kontrol ....................................................................................

Lampiran 9

211

Data Hasil Posttest Kelompok Eksperimen dan Kelompok
Kontrol ....................................................................................

212

Lampiran 10 Perhitungan Persentase Indikator Kompetensi Sains
Siswa Hasil Pretest Kelompok Kontrol
dan Eksperimen ......................................................................

213

Lampiran 11 Perhitungan Persentase Indikator Kompetensi Sains
Siswa Hasil Posttest Kelompok Kontrol
dan Eksperimen ......................................................................

217

Lampiran 12 Distribusi Frekuensi Pretest Kelompok Kontrol ....................

221

Lampiran 13 Distribusi Frekuensi Pretest Kelompok Eksperimen .............

223

Lampiran 14 Distribusi Frekuensi Posttest Kelompok Kontrol...................

225

Lampiran 15 Distribusi Frekuensi Posttest Kelompok Eksperimen ...........

227

Lampiran 16 Uji Normalitas Pretest Kelompok Kontrol.............................

229

Lampiran 17 Uji Normalitas Pretest Kelompok Eksperimen ......................

231

Lampiran 18 Uji Normalitas Posttest Kelompok Kontrol ...........................

233

Lampiran 19 Uji Normalitas Posttest Kelompok Eksperimen.....................

235

Lampiran 20 Perhitungan Varians Data Pretest Kelompok Eksperimen dan
Kontrol ....................................................................................

xvi

237

Lampiran 21 Perhitungan Varians Data Posttest Kelompok Eksperimen
dan Kontrol ............................................................................

238

Lampiran 22 Uji Homogenitas Data Pretest ................................................

239

Lampiran 23 Uji Homogenitas Data Posttest ..............................................

240

Lampiran 24 Uji Hipotesis Data Pretest ......................................................

241

Lampiran 25 Uji Hipotesis Data Posttest .....................................................

243

Lampiran 26 Rekapitulasi Hasil Kalibrasi Instrumen ..................................

245

Lampiran 27 Analisis KI dan KD ................................................................

253

Lampiran 28 Lembar Validasi Dosen Ahli ..................................................

260

Lampiran 29 Lembar Uji Referensi .............................................................

265

Lampiran 30 Surat Keterangan Penelitian ...................................................

280

xvii

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan suatu proses yang dilakukan dengan metodemetode tertentu sehingga seseorang memperoleh pengetahuan, pemahaman,
dan cara bertingkah laku yang sesuai dengan keperluan.1 Menurut UndangUndang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, “Pendidikan
adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan
proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi
dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri,
kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan negara”.2
Pendidikan nasional yang merupakan salah satu bagian dari sektor
pembangunan, mempunyai visi terwujudnya sistem pendidikan yang kuat dan
berwibawa. Adanya tujuan seperti itu dilakukan untuk memberdayakan semua
warga negara Indonesia agar berkembang menjadi manusia yang berkualitas
dan berdaya saing, sehingga mampu menjawab tantangan zaman yang selalu
berubah dan semakin berat.3 Untuk mewujudkan hal tersebut perlu adanya
upaya peningkatan pada semua aspek dalam pendidikan. Termasuk diantaranya
peningkatan mutu pembelajaran pada semua bidang mata pelajaran. Satu
diantara banyaknya bidang mata pelajaran yang penting dan perlu
mendapatkan perhatian adalah sains.
Sains merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang memiliki peran sangat
penting dalam perkembangan IPTEK dan menjadi salah satu komponen yang
berpengaruh terhadap sumber daya manusia. Oleh sebab itu, kemampuan sains
yang dimiliki oleh masyarakat harus terus berkembang agar menjadi lebih baik.
1

Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2010), Cet. 15,

h. 10.
2

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional, BAB I Pasal 1, (http://www.dikti.go.id/files/atur/UU20-2003Sisdiknas.pdf).
3
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Dokumen Kurikulum 2013, (Jakarta:
Kemendikbud, 2012), h. 1.

1

2

Tetapi, kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Pendidikan
sains di Indonesia justru sangat memprihatinkan dan berada pada tingkat
kualitas yang rendah. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tentang asesmen
hasil belajar sains pada level internasional yang diselenggarakan oleh
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) melalui
program PISAnya yang menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains siswa di
Indonesia jauh tertinggal dibandingkan dengan negara-negara lain.
Berdasarkan hasil studi komparatif yang dilakukan OECD melalui
program PISA (Programme for International Student Assessment) tahun 2006,
diperoleh bahwa hasil kemampuan sains siswa Indonesia berada pada peringkat
ke-50 dari 57 negara. Skor rata-rata sains yang diperoleh siswa Indonesia pada
saat itu adalah 393.4 Tiga tahun berikutnya, yaitu tahun 2009 hasil Studi PISA
yang diikuti oleh 65 negara, menunjukkan bahwa kemampuan sains siswa
Indonesia berada pada peringkat ke-60 dengan skor rata-rata yang diperoleh
sebesar 383.5 Sedangkan, pada tahun 2012 berdasarkan hasil studi PISA yang
diikuti oleh 65 negara, kemampuan sains siswa Indonesia berada di peringkat
ke-64. Skor rata-rata yang diperoleh siswa Indonesia adalah sebesar 382.6 Hasil
yang telah dipaparkan tersebut, menunjukkan belum adanya peningkatan
kemampuan sains siswa Indonesia atau dapat dikatakan relatif stabil berada di
posisi yang masih rendah selama dilakukannya pengukuran kemampuan sains
oleh PISA. Dalam hasil tersebut, Indonesia pun berada pada posisi yang lebih
rendah dibandingkan dengan negara-negaradi Asia Tenggara yang mengikuti
program PISA ini diantaranya, yaitu Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Rendahnya literasi sains siswa di Indonesia berhubungan dengan sistem
pendidikan dan pengajaran yang dilakukan. Hasil untuk mengukur pendidikan
4

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), PISA 2006 Science
Competencies for Tomorrow’s World, Volume 1: Analysis, 2007, h. 56,
(http://www.nbbmuseum.be/doc/seminar2010/nl/bibliografie/opleiding/analysis.pdf).
5
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), PISA 2009 Results:
What Students Know and Can Do Student Performance In reading, Mathematics and
Science,vol.1, 2010, h. 152, (http://www.oecd.org/pisa/pisaproducts/48852548.pdf).
6
Organization for Economic Co-operation and Development (OECD), PISA 2012 Results in
Focus What 15-year-olds know and what they can do with what they know, 2012, h. 5,
(http://www.oecd.org/pisa/keyfindings/pisa-2012-results-overview.pdf).

3

hanya terlihat dari kemampuan menghafal fakta, konsep, teori maupun hukum.7
Pembelajaran pun mengabaikan pengalaman langsung karena khawatir tidak
dapat menghabiskan materi pelajaran.8 Hal tersebut mengakibatkan siswa
cenderung pasif dan kurang memiliki kontribusi dalam membangun dan
memperoleh pengetahuan. Dalam banyak kelas sains di seluruh negara, siswa
masih diajarkan dengan cara konvensional. Mereka membaca buku teks sains,
menghafal daftar panjang istilah ilmiah, dan mempersiapkan pengambilan nilai
tes dari hafalan yang telah dilakukan. Pengalaman laboratorium biasanya
dirancang untuk mengkonfirmasi apa yang telah siswa baca atau yang telah
diberitahu. Dengan hal tersebut, sebagian besar siswa kehilangan minat
terhadap sains ketika mereka naik ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Saat
siswa kehilangan minat, maka mengakibatkan prestasinya akan menurun.9
Faktor lain yang menyebabkan rendahnya literasi sains siswa diantaranya, yaitu
pemilihan metode dan model pembelajaran, sarana dan fasilitas belajar, sumber
belajar, bahan ajar, dan lain sebagainya.10 Hal itu pun menyebabkan pula
kompetensi sains siswa yang merupakan salah satu dimensi dari literasi sains
berada pada kondisi yang rendah.
Sains mencakup beberapa ilmu pengetahuan, satu diantaranya yaitu kimia.
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat
materi.11 Selain itu, dapat pula diartikan sebagai ilmu yang mempelajari
mengenai bahan kimia, termasuk pada bahan-bahan yang sehari-hari kita
pegang dan lihat serta cium baunya.12 Pendidikan sains khususnya kimia
7

Pusat Kurikulum Badan Penelitian Dan Pengembangan Departemen Pendidikan Nasional,
Naskah Akademik Kajian Kebijakan Kurikulum Mata Pelajaran IPA, (Jakarta: Depdiknas, 2007),
h. 2.
8
L. U. Ali, I. W. Suastra, dan A. A. I. A. R. Sudiatmika, “Pengelolaan Pembelajaran IPA
Ditinjau dari Hakikat Sains pada SMP di Kabupaten Lombok Timur”, Jurnal Program
Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 3, 2013.
9
Center for Science, Mathematics, and Engineering Education, Every Child A Scientist
Achieving Scientific Literacy for All, (Washington DC: National Academy Press, 1998), h. 8.
10
Feni Kurnia, Zulherman, dan Apit Fathurohman, “Analisis Bahan Ajar Fisika SMA Kelas
XI di Kecamatan Indralaya Utara Berdasarkan Kategori Literasi Sains“, Jurnal Inovasi dan
Pembelajaran Fisika, Vol. 1 No. 1, 2014, h. 43.
11
Ralph H. Petrucci, dkk., Kimia Dasar Prinsip-Prinsip dan Aplikasi Modern, Edisi 9, Jilid
1, (Jakarta: Erlangga, 2011), h. 4.
12
James E. Brady, Kimia Universitas Asas & Struktur, Edisi Kelima, Jilid 1, (Jakarta:
Binarupa Aksara, 1999), h. 2.

4

diharapkan dapat menjadi suatu solusi untuk menyiapkan sumber daya manusia
yang kreatif, terampil dan inovatif dalam menghadapi era industrialisasi dan
globalisasi yang saat ini sedang terjadi.
Namun, saat ini dalam pelaksanaan pembelajaran guru masih cenderung
menggunakan pembelajaran yang bersifat konvensional, yaitu umumnya
dilakukan dengan ceramah dan jarang menerapkan hakikat sains dalam
pembelajaran.13 Hal tersebut didukung dengan hasil penelitian yang telah
dilakukan oleh Sadia yang menunjukkan bahwa pembelajaran yang dominan
dilakukan oleh para guru adalah pembelajaran ekspositori yang meliputi,
ceramah, tanya jawab, dan diskusi.14 Melalui ceramah, sistem penyampaian
materi lebih didominasi oleh guru yang gaya mengajarnya cenderung bersifat
otoriter dan instruktif serta proses komunikasinya satu arah. Guru-guru tidak
memberi peluang dan kebebasan kepada siswa untuk mengungkapkan
pendapatnya dalam membangun pengetahuan.
Dengan permasalahan yang telah dipaparkan tersebut, berarti perlu adanya
cara pembelajaran yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap literasi
sains terutama pada dimensi kompetensi sains siswa. Pembelajaran yang dipilih
oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pembelajaran berbasis masalah.
“Pembelajaran berbasis masalah dapat diartikan sebagai rangkaian aktivitas
pembelajaran yang menekankan kepada proses penyelesaian masalah yang
dihadapi secara ilmiah”.15 Dalam pembelajaran berbasis masalah, siswa dapat
mengkonstruk sendiri pengetahuan yang mereka pelajari sehingga siswa
memahami materi tidak dengan cara menghafalnya tetapi memahami makna
materi tersebut secara mendalam. Selain itu, melalui model ini siswa menjadi
pusat

pembelajaran

dan

guru

hanya

memberikan

arahan

selama

L. U. Ali, I. W. Suastra, dan A. A. I. A. R. Sudiatmika, “Pengelolaan Pembelajaran IPA
Ditinjau dari Hakikat Sains pada SMP di Kabupaten Lombok Timur”, Jurnal Program
Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha, Vol. 3, 2013.
14
I Wayan Sadia, “Model Pembelajaran yang Efektif untuk Meningkatkan Keterampilan
Berfikir Kritis (Suatu Persepsi Guru)”, Jurnal Pendidikan dan Pengajaran UNDIKSHA, No. 2,
2008, h. 225.
15
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Edisi 1,
(Jakarta: Kencana Prenada Media, 2006), Cet. 8, h. 214.
13

5

dilaksanakannya tahapan pembelajaran. Dengan hal tersebut pembelajaran
akan menjadi lebih bermakna karena siswa yang berperan aktif dalam
pembelajaran sehingga diharapkan hasilnya pun akan lebih baik.
Berdasarkan informasi yang didapat oleh peneliti, pembelajaran berbasis
masalah telah diterapkan untuk mengetahui kemampuan literasi sains siswa
dalam beberapa kegiatan pembelajaran. Dari beberapa penelitian yang telah
dilakukan, sejauh ini belum ada penerapan pembelajaran berbasis masalah
untuk mengetahui literasi sains siswa pada mata pelajaran kimia, khususnya
materi faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi. Oleh
sebab itu, dalam penelitian kali ini akan dilakukan penelitian tersebut untuk
mengetahui hasilnya seperti apa, namun dibatasi pada literasi sains dalam
dimensi kompetensi sainsnya saja.
Pelaksanaan penelitian pun didasarkan karena antara pembelajaran
berbasis masalah, indikator kompetensi sains, dan materi yang digunakan
dalam penelitian, memiliki keterkaitan. Materi penelitian mengacu kepada KD
3.7 dan KD 4.7. KD 3.7 yaitu menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi dan menentukan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan.
Sedangkan KD 4.7 yaitu merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan
orde reaksi.
Indikator merancang percobaan memiliki keterkaitan terhadap tahapan
pembelajaran berbasis masalah, yaitu orientasi siswa pada masalah dan
mengorganisasikan siswa untuk belajar. Kedua tahapan tersebut dapat
memunculkan indikator kompetensi sains, yaitu mengidentifikasi isu ilmiah.
Untuk melakukan percobaan, berhubungan dengan tahapan pembelajaran
berbasis masalah pada investigasi siswa secara mandiri dan kelompok yang
dapat memunculkan aspek kompetensi sains, yaitu menjelaskan fenomena
ilmiah dan mengidentifikasi isu ilmiah. Sedangkan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi dan menentukan orde

reaksi berkaitan dengan tahap

mengembangkan dan mempresentasikan hasil karya serta menganalisis dan

6

mengevaluasi proses pemecahan masalah. Kedua tahapan tersebut diharapkan
dapat memunculkan aspek kompetensi sains, yaitu menggunakan bukti ilmiah.
Dalam penelitian ini, pembelajaran berbasis masalah diterapkan dengan
menggunakan metode eksperimen dilanjutkan dengan presentasi hasil.
Sedangkan untuk pembelajaran konvensional, digunakan metode ceramah dan
tanya jawab dimana guru yang menjadi pusat pembelajaran. Dalam hal ini,
siswa menjadi kurang aktif dan hanya menerima informasi sesuai dengan yang
diberikan dan diperintahkan oleh guru.
Dalam penelitian ini, hanya dimensi kompetensi sains saja yang akan
diteliti. Hal ini dikarenakan agar dalam penelitian dapat lebih spesifik diketahui
bagaimana pengaruhnya terhadap setiap indikator kompetensi sains tersebut.
Alasan lain yang menyebabkan peneliti hanya memilih dimensi kompetensi
sains saja dikarenakan berdasarkan informasi yang didapat oleh peneliti,
literasi sains siswa pada dimensi proses sains atau sekarang dikenal dengan
sebutan kompetensi sains dalam penelitian yang sudah dilakukan dengan
menggunakan model dan materi pembelajaran yang berbeda masih rendah
dibandingkan dengan dimensi konsep dan konteks. Hal ini

berdasarkan

penelitian yang dilakukan oleh Trie Seno Adji, jurusan pendidikan Fisika UPI
Bandung, yang berjudul Penerapan Metode Science Literacy Circles (SLC)
untuk Meningkatkan Literasi Sains dan Mengembangkan Karakter Siswa
SMP.16 Selain itu, dikarenakan pula pada penelitian sebelumnya dalam materi
laju reaksi dengan model pembelajaran yang berbeda, literasi sains yang diukur
hanya pada dimensi konten saja. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Lilih
Solihat, Jurusan pendidikan Kimia UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan
judul Analisis Penggunaan Pendekatan Chemie Im Kontext (CHik) Terhadap
Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Dimensi Konten Sains.17 Dari hal
tersebut, peneliti terinspirasi untuk meneliti dimensi kompetensi sains saja dan
Trie Seno Adjie, “Penerapan Metode Science Literacy Circles (SLC) untuk Meningkatkan
Literasi Sains dan Mengembangkan Karakter Siswa SMP”, Skripsi pada Pendidikan Fisika UPI
Bandung, Bandung, 2012, h. 55, tidak dipublikasikan.
17
Lilih Solihat, “Analisis Penggunaan Pendekatan Chemie Im Kontext (CHik) Terhadap
Kemampuan Literasi Sains Siswa pada Dimensi Konten Sains”, Skripsipada Pendidikan Kimia
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Jakarta, 2012, h. 57, tidak dipublikasikan.
16

7

melihat hasilnya seperti apa, tetapi dengan menggunakan model pembelajaran
yang berbeda, yaitu pembelajaran berbasis masalah.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka peneliti bermaksud
mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis
Masalah terhadap Kompetensi Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka
dapat diidentifikasi beberapa masalah seperti dibawah ini:
1. Masih rendahnya literasi sains siswa di Indonesia pada dimensi kompetensi
sains.
2. Pembelajaran yang dilakukan saat ini umumnya masih bersifat konvensional
yang berpusat pada guru dan masih mengutamakan hafalan tanpa melalui
pengalaman langsung.
3. Pola pembelajaran yang digunakan umumnya belum dapat mengembangkan
kompetensi sains siswa.

C. Pembatasan Masalah
Agar permasalahan dalam penelitian ini menjadi terarah dan tidak meluas,
maka peneliti membatasi masalah sebagai berikut:
1. Model pembelajaran yang digunakan adalah model pembelajaran berbasis
masalah dengan menggunakan 5 tahapan berdasarkan buku karangan
Richard I Arends.
2. Literasi sains siswa yang diteliti, yaitu hanya pada dimensi kompetensi
sains.
3. Penelitian dilakukan pada kelas XI dengan materi faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi

8

D. Perumusan Masalah
Rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah “Apakah
Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berpengaruh terhadap Kompetensi
Sains Siswa pada Materi Laju Reaksi?”
E. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model
pembelajaran berbasis masalah terhadap kompetensi sains siswa pada materi
laju reaksi.

F. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Bagi peneliti, dapat mengetahui bagaimana kompetensi sains siswa yang
merupakan bagian dari literasi sains ketika diterapkannya pembelajaran
berbasis masalah.
2. Bagi guru, dapat dijadikan sebagai salah satu model pembelajaran alternatif
sehingga diharapkan dapat lebih meningkatkan kualitas pembelajaran kimia
menjadi lebih bermutu dan bermakna.
3. Bagi siswa, dapat membantu memudahkan pemahaman terhadap materi
pembelajaran dan diharapkan kompetensi sainsnya dapat menjadi lebih baik.
4. Bagi dunia pendidikan, dapat menjadi pertimbangan dalam menerapkan
suatu model pembelajaran dan menambah khasanah keilmuan untuk
meningkatkan kualitas pendidikan.

BAB II
KAJIAN TEORI, PENELITIAN RELEVAN, KERANGKA
BERPIKIR, DAN PENGAJUAN HIPOTESIS
A. Deskripsi Teoritik
1. Hakikat Pembelajaran
a. Pengertian dan Tujuan Pembelajaran
Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai suatu kombinasi yang
memiliki susunan terdiri dari aspek manusiawi, material, fasilitas,
perlengkapan,

dan

prosedur

yang

saling

mempengaruhi

untuk

tercapainya suatu tujuan pembelajaran.1 Selain itu terdapat pula definisi
yang menyatakan, “Pembelajaran adalah proses interaksi dua arah yang
terjadi antara guru dengan siswa, serta teori dan praktik yang terlibat
didalamnya”.2 Berdasarkan beberapa pengertian tersebut, maka dapat
dikatakan bahwa pembelajaran adalah suatu rangkaian kegiatan atau
proses interaksi yang terjadi antara guru dengan siswa yang didalamnya
terdapat unsur-unsur pembelajaran yang saling mempengaruhi dalam
proses belajar untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran yang
diinginkan.
Perkembangan yang semakin cepat menimbulkan dampak terhadap
pembelajaran yang harus lebih baik dalam menghadapi tantangan yang
bersifat universal. Untuk menghadapi berbagai tantangan tersebut,
UNESCO memberikan empat pilar dalam belajar, yaitu: belajar untuk
mengetahui (learning to know), belajar untuk bekerja (learning to do),
belajar untuk hidup berdampingan dan berkembang bersama (learning to
live together), serta belajar menjadi manusia seutuhnya (learning to be).3

1

Husamah dan Yanur Setyaningrum, Desain Pembelajaran Berbasis Pencapaian
Kompetensi, (Malang: Prestasi Pustakaraya, 2013), h. 99.
2
Sitiatava Rizema Putra, Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains, (Jogjakarta:
DIVA Press, 2013), Cet. 1, h. 17.
3
Suyono dan Hariyanto, Belajar dan Pembelajaran, (Surabaya: PT. Remaja Rosdakarya,
2013), Cet. 4, h. 29.

9

10

Pembelajaran bertujuan untuk menciptakan suasana belajar dan
harus dapat menunjang tercapainya tujuan belajar.4 Dalam klasifikasi
tujuan pendidikan, tujuan pembelajaran merupakan tujuan yang paling
khusus. Tujuan pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampuan yang
harus dimiliki oleh siswa ketika mereka telah mempelajari materi tertentu
dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan.5Tujuan
pembelajaran dapat pula diartikan sebagai rancangan sasaran atau
perolehan hasil belajar yang diharapkan dicapai para siswa apabila
mereka telah menyelesaikan mata pelajaran.6 Jadi, dalam suatu
pembelajaran harus ada hasil yang diperoleh oleh siswa sebagai efek dari
pembelajaran yang telah dilakukan sehingga tujuan dari pembelajaran
dapat tercapai.
Dibawah ini akan dipaparkan beberapa pendapat mengenai tujuan
pembelajaran:
1) Tujuan pembelajaran berdasarkan Bloom
Benyamin S. Bloom dengan teman-temannya mengajukan tujuan
pembelajaran dikelompokkan dalam tiga ranah, yaitu ranah kognitif,
ranah psikomotorik, dan ranah afektif.
a) Ranah kognitif
Aspek-aspek pada ranah kognitif ini ada enam yang kemudian
lebih dikenal dengan Taksonomi Bloom. Keenam aspek pada
Taksonomi Bloom tersebut adalah sebagai berikut: Pengetahuan,
Pemahaman, Penerapan, Analisis, Sintesis, dan Evaluasi.7

4

Putra, op. cit., h. 30.
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan, Edisi 1,
(Jakarta: Kencana Prenada Media, 2011), Cet. 8, h. 68.
6
Nana Syaodih Sukmadinata dan Erliana Syaodih, Kurikulum & Pembelajaran Kompetensi,
(Bandung: Refika Aditama, 2012), Cet.1, h. 88.
7
Zulfiani, Tonih Feronika, dan Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), Cet. 1, h. 64.
5

11

b) Ranah Afektif
Tujuan pembelajaran pada ranah afektif ini sangat terkait
dengan sikap atau perasaan, seperti perasaan senang atau tidak
senang, perasaan sedih atau bahagia, perasaan bangga atau malu,
dan lainnya. Menurut Bloom dan kawan-kawan, yang termasuk
kedalam ranah afektif diantaranya, yaitu aspek penerimaan,
penanggapan, penilaian, organisasi, dan pemeranan.8
c) Ranah psikomotorik
Tujuan pembelajaran pada ranah psikomotorik berhubungan
dengan keterampilan secara fisik, motorik maupun tangan. Aspek
pada ranah psikomotorik menurut Bloom dan kawan-kawan
diantaranya,

yaitu

persepsi,

kesiapan,

respon,

terpimpin,

mekanisme, respon kompleks, penyesuaian, serta mencipta.9
2) Tujuan Pembelajaran menurut Gagne dan Briggs
Gagne bersama Briggs beranggapan bahwa cara terbaik dalam
merancang pembelajaran adalah dengan bekerja terbalik dari
menyusun hasil belajar. Tujuan pembelajaran menurut Gagne dan
Brigss diantaranya, yaitu:
a) Keterampilan intelektual.
b) Strategi kognitif.
c) Informasi verbal.
d) Keterampilan motorik.
e) Sikap.10

Dari beberapa tujuan pembelajaran yang dipaparkan tersebut, maka
dapat

disimpulkan

bahwa

tujuan

pembelajaran

adalah

berupa

kemampuan atau keterampilan yang diharapkan dapat dimiliki oleh
siswa, yang didalamnya terdiri dari beberapa aspek setelah mereka
melakukan proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa setelah
8

Ibid., h. 67.
Ibid., h. 68.
10
Ibid., h. 72.

9

12

pembelajaran dilakukan, siswa memiliki kemampuan baru pada diri
mereka dan diharapkan kemampuan tersebut semakin bertambah seiring
dengan

semakin

meningkatnya

jenjang

pendidikan

dan

proses

pembelajaran yang dilakukan.
b. Ciri-ciri Pembelajaran
Pembelajaran

merupakan

suatu

rangkaian

kegiatan

yang

pelaksanaannya meliputi unsur-unsur tertentu yang dapat memberikan
ciri sebagai suatu kegiatan pembelajaran. Oleh sebab itu, peneliti
menganggap perlu adanya pemaparan mengenai ciri-ciri pembelajaran.
Adapun ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1) Motivasi Belajar
Dalam suatu kegiatan belajar, motivasi merupakan keseluruhan
daya penggerak di dalam diri seseorang yang dapat memunculkan
kegiatan

belajar

sehingga

tercapainya

suatu

tujuan

yang

dikehendaki.11 Dalam pembelajaran, dorongan motivasi terhadap
siswa sangat diperlukan dan harus selalu dilakukan terutama oleh guru
dalam menjalani pembelajaran. Hal ini bertujuan agar kegiatan dan
tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai. Apalagi, adanya
perbedaan kebiasaan, sikap, sifat, dan karakteristik dari tiap-tiap siswa
maka akan menyebabkan motivasi belajar yang berbeda pula dari
setiap siswa tersebut.
2) Bahan Belajar
Bahan pengajaran yang digunakan untuk belajar adalah segala
informasi yang meliputi fakta, prinsip, dan konsep yang dibutuhkan
dalam mencapai tujuan pembelajaran.12 Bahan belajar tersebut
merupakan alat untuk menjalankan isi dari suatu pembelajaran. Bahan
belajar ini disusun sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai yang dapat merangsang dan mendorong siswa menemukan
atau memecahkan masalah yang ada dalam pembelajaran.
11
12

Putra, op. cit., h. 27.
Ibid., h. 28.

13

3) Alat bantu/media belajar
Alat bantu atau media belajar, yaitu alat-alat yang dapat
membantu siswa belajar agar tercapainya tujuan belajar.13 Alat bantu
belajar digunakan untuk mempermudah siswa dalam menjalani dan
memahami isi pembelajaran, sebab biasanya dengan alat bantu siswa
menjadi lebih tertarik dalam belajar. Sehingga, materi pembelajaran
yang dimaksudkan oleh guru dapat tersampaikan kepada siswa dengan
lebih baik.
4) Suasana belajar
Suasana belajar merupakan aspek yang sangat penting dan dapat
mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran.14 Oleh sebab itu,
suasana belajar sebisa mungkin harus dijaga dengan baik agar tercipta
keadaan yang kondusif saat pembelajaran. Salah satunya, yaitu dengan
adanya komunikasi antara guru dan siswa yang terjalin dengan baik
maka akan dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan
pula.
5) Kondisi siswa yang belajar
Antara satu siswa dengan siswa yang lainnya memilliki sifat dan
karakter yang berbeda. Hal ini pun akan meyebabkan adanya
pengaruh terhadap partisipasinya dalam proses belajar.15 Oleh sebab
itu, dalam proses pembelajaran yang harus menjadi pemeran utama
dalam pembelajaran adalah siswa, guru disini hanya berperan sebagai
fasilitator. Dengan hal tersebut semua siswa meskipun memiliki
karakteristik

yang

berbeda

dapat

berperan

langsung

selama

pembelajaran untuk membangun pengetahuan.
Dengan adanya ciri-ciri pembelajaran tersebut, maka kita dapat
membedakan kegiatan pembelajaran dibandingkan dengan kegiatan
lainnya. Sehingga kita memiliki patokan kegiatan yang seperti apa yang
dapat dikatakan sebagai pembelajaran.
13

Ibid., h. 28
Ibid., h. 29.
15
Ibid.
14

14

c. Prinsip-prinsip Belajar
Dibawah ini akan dipaparkan beberapa prinsip belajar, adapun
penjelasannya adalah sebagai berikut:
1) Perhatian dan Motivasi
Perhatian memliki peranan penting dalam belajar. Tanpa
perhatian maka tidak mungkin terjadi belajar. Perhatian siswa
terhadap pelajaran akan timbul apabila bahan pelajaran sesuai dengan
kebutuhannya. Motivasi pun memiliki peranan penting dalam kegiatan
belajar. Motivasi dapat bersifat internal, yaitu datang dari dirinya
sendiri, dan dapat juga bersifat eksternal, yaitu datang dari selain
dirinya sendiri.16 Berdasarkan hal tersebut, artinya siswa dituntut
untuk memberikan perhatian terhadap semua kegiatan yang mengarah
kepada pencapaian tujuan pembelajaran selama proses belajar
berlangsung dan harus dapat membangkitkan serta mengembangkan
motiva

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

99 3025 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 767 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

34 664 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 434 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 589 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

50 985 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

50 905 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

14 549 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 803 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

33 971 23